Selasa, 23 Juni 2026

DISTRIBUSI BENIH INPARI 32 DAN PELATIHAN PGPR, LANGKAH NYATA MENINGKATKAN PRODUKSI PADI DAN KETAHANAN TANAMAN



Penyuluh Pertanian Swadaya (PPS) Desa Cibalung Kecamatan Cijeruk, Bapak Iwan Ridwan, melaksanakan kegiatan pendistribusian bantuan benih padi inbrida varietas Inpari 32 kepada anggota Kelompoktani Wanti Asih, Desa Cibalung, Kecamatan Cijeruk, Kabupaten Bogor.

Dalam kesempatan tersebut, Bapak Iwan Ridwan menjelaskan bahwa varietas Inpari 32 merupakan salah satu varietas unggul yang banyak diminati petani karena memiliki potensi hasil yang tinggi, umur panen relatif genjah, anakan produktif yang banyak, serta memiliki ketahanan yang cukup baik terhadap beberapa serangan penyakit penting pada tanaman padi. Selain itu, Inpari 32 juga memiliki kualitas beras yang baik, rasa nasi yang pulen, dan adaptif ditanam pada berbagai kondisi lahan sawah sehingga mampu mendukung peningkatan produktivitas dan pendapatan petani.

Bersamaan dengan kegiatan distribusi benih, dilaksanakan pula penyuluhan mengenai pembuatan Plant Growth Promoting Rhizobacteria (PGPR) yang disampaikan oleh Petugas Organisme Pengganggu Tumbuhan (POPT) Kecamatan Cijeruk, Bapak Wildan.

PGPR merupakan kelompok bakteri menguntungkan yang hidup dan berkembang di sekitar perakaran tanaman (rhizosfer). Bakteri ini mampu berinteraksi secara positif dengan tanaman melalui berbagai mekanisme, seperti membantu penyerapan unsur hara, memproduksi hormon pertumbuhan tanaman seperti auksin, sitokinin, dan giberelin, serta meningkatkan pertumbuhan akar sehingga tanaman menjadi lebih sehat dan vigor.

Selain berperan sebagai pemacu pertumbuhan tanaman, PGPR juga memiliki fungsi penting dalam melindungi tanaman dari serangan penyakit. Beberapa jenis bakteri PGPR mampu menghasilkan senyawa antibiotik alami yang dapat menghambat perkembangan patogen penyebab penyakit tanaman. PGPR juga dapat bersaing dengan mikroorganisme patogen dalam memperebutkan ruang hidup dan sumber makanan di daerah perakaran sehingga keberadaan patogen menjadi berkurang.

Lebih lanjut, PGPR mampu menginduksi ketahanan sistemik tanaman (Induced Systemic Resistance/ISR), yaitu merangsang sistem pertahanan alami tanaman sehingga tanaman lebih siap menghadapi serangan penyakit yang disebabkan oleh jamur, bakteri, maupun patogen lainnya. Dengan penggunaan PGPR secara rutin, tanaman menjadi lebih sehat, pertumbuhannya lebih optimal, penggunaan pupuk kimia dapat ditekan, dan risiko serangan penyakit dapat diminimalkan.

Kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan dan keterampilan petani dalam memanfaatkan benih unggul serta teknologi hayati ramah lingkungan guna mendukung peningkatan produktivitas dan keberlanjutan usaha tani di Desa Cibalung.

Output/Hasil Kegiatan:
✅ Bantuan benih padi inbrida varietas Inpari 32 tersalurkan kepada anggota Kelompoktani Wanti Asih.
✅ Petani memahami keunggulan dan teknik budidaya varietas Inpari 32.
✅ Petani memperoleh pengetahuan tentang pembuatan dan pemanfaatan PGPR.
✅ Meningkatnya pemahaman petani mengenai perlindungan tanaman secara hayati melalui pemanfaatan bakteri menguntungkan.
✅ Mendorong penerapan teknologi ramah lingkungan untuk meningkatkan produktivitas dan kesehatan tanaman padi.

[Red_AKw]
-----
Kunjungi kami di:
IG: @jejak_penyuluh
FB: Jejak Penyuluh Pertanian
https://jejak-penyuluh.blogspot.com
°
°
°
#kementerianpertanian #pusluhtanri #bppsdmp #pusluhtanri #amran_sulaiman #distanhortijabar #dedimulyadi71 #distanhorbunkabbogor #kabupatenbogor #rudysusmanto #jaro_ade #kecamatancaringin #kecamatancijeruk #kecamatancigombong #jejak_penyuluh #desacibalung #kelompoktaniwantiasih

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

DISTRIBUSI BENIH INPARI 32 DAN PELATIHAN PGPR, LANGKAH NYATA MENINGKATKAN PRODUKSI PADI DAN KETAHANAN TANAMAN

Penyuluh Pertanian Swadaya (PPS) Desa Cibalung Kecamatan Cijeruk, Bapak Iwan Ridwan, melaksanakan kegiatan pendistribusian bantuan benih pa...