Kamis, 28 Mei 2026

KOPI LOKAL BOGOR NAIK KELAS! KELOMPOKTANI TARUNA TANI PANCING DAPATKAN PEMBINAAN PASCA PANEN DAN PERSIAPAN WORKSHOP BARISTA



Kegiatan pendampingan dan pembinaan terus dilakukan guna meningkatkan kualitas serta daya saing komoditas perkebunan khususnya kopi di wilayah Kabupaten Bogor. Kali ini Kelompoktani Taruna Tani Pancing yang berlokasi di Kampung Lengkong Desa Pasirbuncir Kecamatan Caringin Kabupaten Bogor mendapatkan kunjungan kerja dari Kepala UPT Pertanian Wilayah VII yaitu Ibu Tjiejie Farida yang didampingi langsung oleh Bapak Junaidi selaku Kasubag TU UPT Pertanian Wilayah VII. Turut hadir pula Penyuluh Pertanian setempat yaitu Ibu Deudeu SH, SP., bersama Penyuluh Pertanian WKPP Muarajaya dan WKPP Cimande serta Penyuluh Pertanian Swadaya (PPS) Desa Pasirbuncir Kecamatan Caringin yaitu Bapak Haji Solahudin dan Penyuluh Pertanian Swadaya (PPS) Desa Watesjaya Kecamatan Cigombong yaitu Bapak Sanudin.

Kunjungan kerja ini dilaksanakan dalam rangka pendampingan, monitoring, serta pembinaan usaha perkebunan kopi yang selama ini dibudidayakan oleh Kelompoktani Taruna Tani Pancing yang diketuai oleh Ahmad Mulyadin atau yang akrab disapa Kang Tutuy. Pada kesempatan tersebut dilakukan diskusi langsung terkait kondisi budidaya, penanganan pasca panen, peluang pengembangan usaha kopi, hingga strategi peningkatan nilai tambah produk kopi lokal agar mampu bersaing di pasar yang lebih luas.

Dari hasil kunjungan diketahui bahwa pada musim panen kali ini Kelompoktani Taruna Tani Pancing berhasil menghasilkan sekitar 1,2 ton kopi dalam bentuk cherry curah. Dari setiap 100 Kg kopi cherry curah nantinya dapat menghasilkan sekitar 23 Kg Green Bean kopi siap roasting. Saat ini harga cherry kopi curah berada di kisaran Rp9.000/Kg sedangkan harga Green Bean mencapai Rp60.000/Kg. Hal ini menunjukkan bahwa pengolahan pasca panen memiliki peranan penting dalam meningkatkan nilai ekonomi hasil perkebunan kopi petani.

Disampaikan langsung oleh Ibu Tjiejie Farida bahwa kunjungan kerja ini merupakan bagian dari upaya pembinaan pasca panen kopi sekaligus sosialisasi rencana pelaksanaan Workshop Barista bagi para petani kopi di Kabupaten Bogor khususnya anggota Kelompoktani Taruna Tani Pancing. Kegiatan workshop tersebut nantinya diharapkan dapat meningkatkan wawasan, keterampilan, serta kemampuan petani dalam pengolahan kopi mulai dari penanganan pasca panen, roasting, teknik penyeduhan, hingga penyajian kopi yang berkualitas dan memiliki standar cita rasa yang baik. Selain itu, kegiatan ini juga bertujuan untuk membangun semangat petani muda agar lebih percaya diri dalam mengembangkan usaha kopi dari hulu hingga hilir, sehingga petani tidak hanya fokus pada budidaya namun juga mampu mengembangkan usaha olahan dan pemasaran produk kopi bernilai tambah tinggi.

Penyuluh Pertanian setempat yaitu Ibu Deudeu SH, SP., turut mengapresiasi perkembangan produk turunan kopi yang dihasilkan oleh Kelompoktani Taruna Tani Pancing yang dinilai semakin berkembang dan mampu bersaing dengan produk kopi dari daerah lain. Dengan branding “Kopi Utuy”, para petani kopi yang tergabung dalam kelompoktani tersebut kini semakin percaya diri dalam mengembangkan usaha budidaya kopi yang saat ini telah mencapai lebih dari 30 hektar.

Tidak hanya itu, Kelompoktani Taruna Tani Pancing juga menjalin kolaborasi dan kemitraan dengan kelompoktani kopi dari Kecamatan Cigombong yang telah dikenal luas oleh pecinta kopi di Bogor, yaitu produk “Kopi Dewi Watesjaya Cisadane Hulu” yang dikembangkan oleh Kelompoktani Barokatunabaat Desa Watesjaya di bawah bimbingan Bapak Sanudin selaku Penyuluh Pertanian Swadaya (PPS) yang selama ini aktif dan setia mendampingi para petani kopi di wilayah binaannya.



Output/Hasil Kegiatan :

Terlaksananya kunjungan kerja dan pembinaan pasca panen kopi oleh UPT Pertanian Wilayah VII kepada Kelompoktani Taruna Tani Pancing.

Meningkatnya wawasan petani terkait penanganan pasca panen kopi untuk meningkatkan kualitas dan nilai jual produk.

Tersosialisasikannya rencana pelaksanaan Workshop Barista bagi petani kopi di Kabupaten Bogor.

Terbukanya peluang peningkatan nilai tambah kopi melalui pengolahan Green Bean dan pengembangan produk kopi siap konsumsi.

Meningkatnya motivasi dan kepercayaan diri petani dalam mengembangkan usaha kopi lokal dengan branding “Kopi Utuy”.

Terjalinnya sinergi dan kolaborasi antar kelompoktani kopi di wilayah Kabupaten Bogor dalam pengembangan usaha kopi lokal.



[Red_AKw]
-----
Buatkan judul yang menarik perhatian pembaca dengan huruf kapital dan buatkan redaksi naskah laporan hasil kegiatan Penyuluh Pertanian untuk di-posting di Media Sosial Instagram, buatkan juga output atau hasil kegiatan dibawah ini, copy paste kan juga hastag di dalam kurung berikut ini tanpa ada yang dikurangi maupun di tambah (Kunjungi kami di:
IG: @jejak_penyuluh
FB: Jejak Penyuluh Pertanian
https://jejak-penyuluh.blogspot.com

°
°
°
#kementerianpertanian #pusluhtanri #bppsdmp #pusluhtanri #amran_sulaiman #distanhortijabar #dedimulyadi71 #distanhorbunkabbogor #kabupatenbogor #rudysusmanto #jaro_ade #kecamatancaringin #kecamatancijeruk #kecamatancigombong #jejak_penyuluh #desapasirbuncir #desawatesjaya #kelompoktanitarunatanipacing #kelompoktanibarokatunabaat

Senin, 25 Mei 2026

BUDIDAYA CABAI MERAH KERITING SISTEM PROLIGA (PRODUKSI LIPAT GANDA)



Budidaya cabai merah keriting dengan inovasi PROLIGA (Produksi Lipat Ganda) merupakan teknik intensifikasi budidaya yang bertujuan meningkatkan jumlah cabang produktif, jumlah bunga, dan jumlah buah melalui kombinasi:
Potong pucuk bibit muda
Perempelan ketiak daun/tunas air
Peningkatan dosis pemupukan
Pengaturan tajuk tanaman
Perawatan intensif
Teknik ini membuat tanaman cabai lebih rimbun, bercabang banyak, dan mampu menghasilkan buah lebih banyak dibanding sistem biasa.

1. KEUNGGULAN SISTEM PROLIGA
Keuntungan:
Jumlah cabang produktif lebih banyak
Jumlah bunga meningkat drastis
Produksi buah bisa meningkat 1,5 s.d 2 kali lipat
Tanaman lebih kokoh
Panen lebih panjang
Buah lebih seragam
Prinsip Dasar:
Tanaman cabai secara alami tumbuh dominan ke atas. Jika pucuk utama dipotong, hormon pertumbuhan akan merangsang munculnya banyak cabang samping produktif.

2. PEMILIHAN VARIETAS
Gunakan varietas unggul yang tahan penyakit dan produktif, misalnya:
Panah Merah varietas Lado F1
East West Seed Indonesia varietas Kastilo F1
BISI varietas PM 999
ORI 212
Baja F1
Ciri varietas yang cocok:
Percabangan kuat
Batang besar
Tahan layu
Adaptif dataran rendah–menengah

3. PERSIAPAN LAHAN
Pengolahan Tanah
Bajak/cangkul sedalam 30 s.d 40 cm
Diamkan 5 s.d 7 hari terkena matahari
Bersihkan gulma
Pembuatan Bedengan
Ukuran ideal:
Lebar: 100 s.d 120 cm
Tinggi: 40 s.d 50 cm
Panjang menyesuaikan lahan
Jarak antar bedengan: 50 s.d 70 cm
Pemberian Pupuk Dasar
Karena sistem PROLIGA membutuhkan nutrisi tinggi, gunakan pupuk dasar lebih banyak.
Dosis per hektar:
Pupuk kandang matang: 20 s.d 30 ton
Dolomit: 1 s.d 2 ton
NPK: 500 s.d 700 kg
SP-36: 300 kg
KCl: 200 kg
Campur merata ke tanah 7 s.d 14 hari sebelum tanam.

4. PENYEMAIAN BENIH
Media Semai
Campuran:
Tanah halus
Kompos
Sekam bakar
Perbandingan: 1 : 1 : 1
Penyemaian
Rendam benih 2 s.d 4 jam air hangat
Semai di tray semai/polybag kecil
Tutup tipis media
Siram rutin pagi dan sore
Bibit siap tanam umur: 21 s.d 28 hari.

5. TEKNIK POTONG PUCUK BIBIT (KUNCI PROLIGA)
Waktu Potong Pucuk
Dilakukan saat:
Bibit umur 18 s.d 23 hari
Sudah memiliki 4 s.d 6 helai daun sejati
Cara Potong Pucuk
Potong pucuk utama menggunakan gunting steril.
(Pada sistem Proliga, prinsipnya adalah memperbanyak titik tumbuh/cabang sehingga pertumbuhan vegetatif meningkat bercabang seperti pola percabangan menyebar.)
Bagian yang dipotong:
Pucuk paling atas ±1 s.d 2 cm
Tujuan:
Menghilangkan dominansi apikal
Merangsang 2 s.d 4 cabang utama baru
Membentuk tanaman pendek tetapi rimbun
Setelah Dipotong
Simpan bibit di tempat teduh 2 s.d 3 hari
Semprot pupuk daun dosis ringan
Siram secukupnya
Biasanya 5 s.d 7 hari kemudian muncul banyak tunas baru.

6. PENANAMAN
Jarak Tanam PROLIGA
Karena tanaman lebih rimbun, gunakan jarak lebih lebar:
70 × 70 cm atau
80 × 60 cm
Cara Tanam
Tanam sore hari
Lepas polybag hati-hati
Padatkan tanah sekitar batang
Siram segera

7. PEMASANGAN AJIR
Ajir wajib dipasang karena tanaman akan sangat berat oleh buah.
Ukuran:
Tinggi 120 s.d 150 cm
Pasang:
7 hari setelah tanam
Ikat batang secara bertahap.

8. PEREMPELAN KETIAK DAUN (TUNAS AIR)
Ini merupakan inti kedua sistem PROLIGA.
Perempelan adalah membuang tunas liar/tunas air yang tumbuh di ketiak daun bagian bawah.
Waktu Perempelan
Mulai:
Umur 20 s.d 30 HST
Dilakukan rutin:
5 s.d 7 hari sekali
Cara Perempelan
Buang:
Tunas kecil di bawah percabangan utama
Cabang tidak produktif
Daun tua menyentuh tanah
Sisakan:
3 s.d 4 cabang utama terbaik
Tujuan
Nutrisi fokus ke cabang produktif
Sirkulasi udara lebih baik
Mengurangi penyakit
Merangsang pembentukan bunga

9. PEMUPUKAN DOSIS GANDA SISTEM PROLIGA
Karena jumlah cabang dan buah lebih banyak, kebutuhan nutrisi meningkat tajam.
Prinsip PROLIGA:
Pupuk diberikan sekitar 1,5 s.d 2 kali lebih banyak dibanding budidaya biasa.

10. JADWAL PEMUPUKAN
Umur 7 HST
NPK 16:16:16 → 5 gram/tanaman
Umur 14 HST
NPK + KNO3
7 s.d 10 gram/tanaman
Umur 21 HST
Tambahkan pupuk tinggi nitrogen
Untuk pembentukan cabang
Umur 30 HST
NPK tinggi kalium
Tambahkan kalsium boron
Saat Berbunga
Fokus:
Kalium tinggi
Kalsium
Magnesium
Saat Pembuahan
Tambahkan:
KNO3 merah
MKP
ZPT perangsang buah

11. POLA PEMUPUKAN YANG DIANJURKAN
Sistem Kocor
Dilakukan:
5 s.d 7 hari sekali
Sistem Fertigasi
Lebih bagus jika tersedia:
Nutrisi lebih stabil
Pertumbuhan lebih cepat

12. PENYIRAMAN
Musim kemarau: setiap hari
Musim hujan: sesuai kondisi
Jangan terlalu becek karena akar cabai sensitif busuk akar.

13. PENGENDALIAN HAMA DAN PENYAKIT
Hama Utama
Thrips
Kutu daun
Ulat buah
Tungau
Penyakit
Layu fusarium
Antraknosa
Bercak daun
Patek
Pencegahan
Sanitasi kebun
Rotasi tanaman
Mulsa plastik
Penyemprotan preventif

14. PEMANGKASAN LANJUTAN
Pada sistem PROLIGA:
Cabang terlalu rimbun harus dikurangi
Buang daun tua
Buang cabang sakit
Tujuannya:
Cahaya masuk merata
Buah lebih besar
Mengurangi kelembapan

15. PEMBUNGAAN DAN PENGISIAN BUAH
Saat mulai berbunga:
Kurangi nitrogen
Tingkatkan kalium dan kalsium
Tujuan:
Mengurangi bunga rontok
Buah lebih padat dan panjang

16. PANEN
Umur Panen
75 s.d 90 HST tergantung varietas.
Ciri Buah Siap Panen
Warna merah 80 s.d 90%
Buah keras
Mengkilap
Frekuensi Panen
2 s.d 3 hari sekali

17. HASIL PRODUKSI SISTEM PROLIGA
Budidaya Biasa
Produksi rata-rata:
10 s.d 15 ton/ha
Sistem PROLIGA
Produksi bisa mencapai:
20 s.d 30 ton/ha
Jika perawatan optimal bahkan lebih.

18. FAKTOR KEBERHASILAN PROLIGA
Kunci utama:
1. Potong pucuk tepat waktu
2. Pemupukan tinggi dan seimbang
3. Perempelan rutin
4. Pengendalian hama intensif
5. Air cukup
6. Drainase bagus

19. KESALAHAN YANG SERING TERJADI
Potong pucuk terlalu dini
Akibat:
Bibit stres
Pertumbuhan lambat
Terlalu banyak cabang dipelihara
Akibat:
Buah kecil
Penyakit meningkat
Pupuk kurang
Akibat:
Cabang banyak tetapi buah sedikit
Kelembapan terlalu tinggi
Akibat:
Jamur mudah menyerang

20. KESIMPULAN
Teknik PROLIGA pada cabai merah keriting bekerja dengan prinsip:
Memperbanyak cabang produktif melalui potong pucuk
Mengarahkan nutrisi melalui perempelan
Menambah asupan nutrisi melalui pemupukan intensif
Jika dilakukan dengan benar, produksi cabai merah keriting dapat meningkat sangat signifikan dibanding budidaya konvensional, baik dari jumlah buah, lama panen, maupun total tonase hasil panen.

Sumber: brmp.pertanian.go.id (Menjelaskan bahwa teknologi PROLIGA merupakan hasil penelitian Balai Penelitian Sayuran (Balitsa) Kementerian Pertanian, dengan komponen teknologi berupa penggunaan varietas unggul, persemaian sehat, pola tanam zig-zag double row, pemasangan mulsa plastik hitam perak, pemenuhan unsur hara, dan pengendalian OPT terpadu.)

Disadur dan dirangkum oleh: AKw
------
Kunjungi kami di:
IG: @jejak_penyuluh
FB: Jejak Penyuluh Pertanian
https://jejak-penyuluh.blogspot.com

°
°
°
#kementerianpertanian #pusluhtanri #bppsdmp #pusluhtanri #amran_sulaiman #distanhortijabar #dedimulyadi71 #distanhorbunkabbogor #kabupatenbogor #rudysusmanto #jaro_ade #kecamatancaringin #kecamatancijeruk #kecamatancigombong #jejak_penyuluh #proliga #produksilipatganda

Minggu, 24 Mei 2026

KWT EMBUN PAGI TERUS BERINOVASI! HADIRNYA INSTALASI HIDROPONIK DAN PEMBIBITAN ALOEVERA MENUJU KEMANDIRIAN USAHA



Kelompok Wanita Tani (KWT) Embun Pagi Desa Cimande Hilir Kecamatan Caringin Kabupaten Bogor terus berbenah dan melakukan pengembangan usaha tani produktif. Saat ini KWT Embun Pagi telah menerima bantuan 2 unit instalasi hidroponik dari Universitas Djuanda Bogor sebagai bentuk dukungan terhadap pengembangan pertanian modern dan pemberdayaan kelompok wanita tani.

Bersamaan dengan pemasangan instalasi hidroponik tersebut, ibu-ibu KWT Embun Pagi juga melaksanakan kegiatan pemindahan anakan Aloevera atau pembibitan kembali guna menambah jumlah populasi tanaman Aloevera. Kegiatan ini dilakukan sebagai upaya pemenuhan bahan baku secara mandiri untuk produksi olahan Aloevera berupa jelly dan minuman Aloevera yang selama ini terus berkembang.

Dengan adanya penambahan budidaya Aloevera dan dukungan sarana hidroponik, diharapkan KWT Embun Pagi tidak hanya mampu memproduksi olahan Aloevera, namun juga dapat menjual Aloevera segar utuh dalam bentuk papan serta mengembangkan berbagai produk olahan Aloevera lainnya sesuai dengan perkembangan permintaan pasar dan kebutuhan konsumen.

Output/Hasil Kegiatan:
✅ Terpasangnya 2 unit instalasi hidroponik bantuan dari Universitas Djuanda Bogor.
✅ Bertambahnya jumlah bibit tanaman Aloevera melalui kegiatan pembibitan kembali.
✅ Meningkatnya kesiapan ketersediaan bahan baku Aloevera untuk produksi jelly dan minuman Aloevera.
✅ Meningkatnya semangat dan kapasitas anggota KWT Embun Pagi dalam pengembangan usaha pertanian dan olahan pangan.
✅ Terbukanya peluang pengembangan usaha penjualan Aloevera segar dan diversifikasi produk olahan Aloevera lainnya.

[Red_AKw]
-------
Kunjungi kami di:
IG: @jejak_penyuluh
FB: Jejak Penyuluh Pertanian
https://jejak-penyuluh.blogspot.com

°
°
°
#kementerianpertanian #pusluhtanri #bppsdmp #pusluhtanri #amran_sulaiman #distanhortijabar #dedimulyadi71 #distanhorbunkabbogor #kabupatenbogor #rudysusmanto #jaro_ade #kecamatancaringin #kecamatancijeruk #kecamatancigombong #jejak_penyuluh #desacimandehilir #kelompokwanitataniembunpagi

Sabtu, 23 Mei 2026

ALOEVERA JADI PELUANG USAHA! KWT EMBUN PAGI CIMANDE HILIR SUKSES OLAH HASIL PANEN MENJADI PRODUK BERNILAI EKONOMI



Penyuluh Pertanian Desa Cimande Hilir Kecamatan Caringin Kabupaten Bogor bersama Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (PKK) Desa Cimande Hilir terus intens melakukan kolaborasi dalam pembinaan dan pendampingan kepada ibu-ibu yang tergabung dalam Kelompok Wanita Tani (KWT) Embun Pagi.

Berdasarkan hasil identifikasi potensi wilayah dan sumber daya manusia, Desa Cimande Hilir memiliki potensi tanaman Aloevera yang cukup melimpah namun belum dimanfaatkan secara optimal untuk meningkatkan nilai tambah ekonominya. Selain itu, sebagian besar anggota KWT Embun Pagi juga merupakan kader desa yang memiliki keterbatasan waktu dalam melakukan aktivitas budidaya tanaman yang membutuhkan pemeliharaan intensif.

Melalui pertimbangan tersebut, dipilihlah tanaman Aloevera sebagai salah satu komoditas unggulan KWT Embun Pagi karena relatif mudah dibudidayakan dan tidak memerlukan perawatan yang intensif. Hasil panen Aloevera kemudian diolah menjadi berbagai produk olahan seperti jelly aloevera dan minuman aloevera yang memiliki nilai jual lebih tinggi.

Selain pengolahan produk, ke depan apabila hasil panen Aloevera semakin melimpah, maka hasil panen juga akan dipasarkan dalam bentuk Aloevera segar utuh yang dijual per lembar maupun per papan. Dalam hal pemasaran, nantinya akan dilakukan kerja sama dengan P4S Antanan Desa Cimande untuk mendukung pemasaran Aloevera segar apabila produksi telah surplus dan mampu memenuhi kebutuhan bahan baku olahan KWT Embun Pagi.

Kegiatan pasca panen Aloevera ini terbukti mampu memberikan dampak positif dalam meningkatkan pendapatan keluarga serta menumbuhkan semangat kewirausahaan bagi ibu-ibu KWT Embun Pagi Desa Cimande Hilir Kecamatan Caringin Kabupaten Bogor.

OUTPUT/HASIL KEGIATAN:
✅ Meningkatkan keterampilan ibu-ibu KWT dalam pengolahan hasil pertanian Aloevera
✅ Terciptanya produk olahan berupa jelly aloevera dan minuman aloevera
✅ Meningkatkan nilai tambah dan nilai ekonomi komoditas Aloevera
✅ Menumbuhkan jiwa kewirausahaan anggota KWT Embun Pagi
✅ Menambah penghasilan keluarga melalui kegiatan pasca panen Aloevera
✅ Terjalinnya kolaborasi antara Penyuluh Pertanian, PKK Desa dan KWT Embun Pagi
✅ Membuka peluang kerja sama pemasaran Aloevera segar dengan P4S Antanan Desa Cimande


[Red_AKw]
-----
Kunjungi kami di:
IG: @jejak_penyuluh
FB: Jejak Penyuluh Pertanian
jejak-penyuluh.blogspot.com
°
°
°
#kementerianpertanian #pusluhtanri #bppsdmp #pusluhtanri #amran_sulaiman #distanhortijabar #dedimulyadi71 #distanhorbunkabbogor #kabupatenbogor #rudysusmanto #jaro_ade #kecamatancaringin #kecamatancijeruk #kecamatancigombong #jejak_penyuluh #desacimandehilir #kelompokwanitataniembunpagi #tppkkkecamatancaringin #tppkkdesacimandehilir











Jumat, 22 Mei 2026

KEGIATAN PANEN MENTIMUN DI KELOMPOKTANI SUKAMANAH DESA CIMANDE KECAMATAN CARINGIN KAB. BOGOR




Ketua Kelompoktani Sukamanah, Babang Ciko, melaksanakan kegiatan panen mentimun untuk yang ke-5 kalinya dengan hasil yang memuaskan. Kegiatan panen ini menjadi bukti nyata bahwa pengelolaan budidaya yang dilakukan secara intensif dan berkelanjutan mampu memberikan hasil optimal bagi petani di tingkat lapangan.


Panen mentimun kali ini menunjukkan kondisi tanaman yang tumbuh sehat dengan kualitas buah yang baik serta produktivitas yang terus meningkat. Keberhasilan tersebut tidak terlepas dari kerja keras petani dalam menerapkan teknik budidaya yang tepat, mulai dari pengolahan lahan, pemeliharaan tanaman, pengendalian hama penyakit, hingga pemupukan yang teratur. Selain menjadi sumber penghasilan bagi petani, keberhasilan panen ini juga menjadi motivasi bagi anggota kelompoktani lainnya untuk terus mengembangkan usaha tani hortikultura yang berdaya saing.


Melalui kegiatan panen ke-5 ini, Kelompoktani Sukamanah diharapkan dapat terus meningkatkan produktivitas pertanian serta memperkuat ketahanan pangan di wilayah Kecamatan Caringin. Penyuluh Pertanian juga terus mendorong para petani agar tetap semangat dalam berinovasi dan menjaga kualitas hasil pertanian sehingga mampu memenuhi kebutuhan pasar serta meningkatkan kesejahteraan petani di pedesaan.


Output/Hasil Kegiatan:


Terlaksananya panen mentimun ke-5 oleh Kelompoktani Sukamanah.


Meningkatnya produktivitas dan kualitas hasil panen mentimun.


Bertambahnya semangat dan motivasi petani dalam mengembangkan budidaya hortikultura.


Terjaganya keberlanjutan usaha tani hortikultura di Desa Cimande.


Mendukung peningkatan ekonomi dan kesejahteraan petani setempat.


[Red_AKw]

-----

Kunjungi kami di:

IG: @jejak_penyuluh

FB: Jejak Penyuluh Pertanian

https://jejak-penyuluh.blogspot.com


°

°

°

#kementerianpertanian #pusluhtanri #bppsdmp #pusluhtanri #amran_sulaiman #distanhortijabar #dedimulyadi71 #distanhorbunkabbogor #kabupatenbogor #rudysusmanto #jaro_ade #kecamatancaringin #kecamatancijeruk #kecamatancigombong #jejak_penyuluh #desacimande #kelompoktanisukamanah

PERTEMUAN KELOMPOKTANI TANI MAJU VI: PENERAPAN SISTEM TANAM JAJAR LEGOWO DORONG PENINGKATAN PRODUKSI PADI DI DESA TANGKIL



Pembinaan dan pertemuan Kelompoktani Tani Maju VI dilaksanakan di Desa Tangkil, Kecamatan Caringin, Kabupaten Bogor, sebagai upaya meningkatkan kapasitas petani dalam budidaya padi sawah yang lebih efektif dan produktif. Kegiatan ini dipandu langsung oleh PPL Desa Tangkil, Ibu Deudeu SH, SP., dengan materi mengenai inovasi sistem tanam jajar legowo guna mendukung peningkatan hasil produksi pertanian.

Dalam penyampaiannya, dijelaskan bahwa sistem tanam jajar legowo memiliki berbagai keunggulan, di antaranya mampu meningkatkan populasi tanaman, memperbaiki sirkulasi udara antar tanaman, memaksimalkan penyerapan sinar matahari, serta memudahkan kegiatan pemeliharaan tanaman seperti pemupukan dan pengendalian Organisme Pengganggu Tumbuhan (OPT). Melalui penerapan teknologi budidaya yang tepat, diharapkan produktivitas padi semakin meningkat guna mendukung program swasembada pangan yang berkelanjutan.

Kegiatan ini turut dihadiri oleh Ketua Kelompoktani Maju VI, Bapak Jaya Permana, serta perwakilan Pemerintah Desa Tangkil yaitu Ketua BPD Desa Tangkil. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan dukungan penuh terhadap kegiatan pembinaan dan pertemuan kelompok tani sebagai sarana meningkatkan wawasan dan pengetahuan petani, khususnya dalam penerapan sistem tanam jajar legowo bagi petani yang belum memahami teknologi tersebut.

Melalui kegiatan penyuluhan dan pembinaan ini, diharapkan para petani mampu menerapkan teknologi budidaya padi yang tepat sehingga dapat meningkatkan produktivitas pertanian, kesejahteraan petani, serta mendukung tercapainya swasembada pangan nasional secara berkelanjutan.

📌 OUTPUT/HASIL KEGIATAN:
✅ Meningkatnya pemahaman petani mengenai sistem tanam jajar legowo pada budidaya padi sawah
✅ Petani mengetahui manfaat jajar legowo dalam meningkatkan populasi tanaman dan hasil produksi padi
✅ Terjalinnya koordinasi dan sinergi antara petani, penyuluh, dan pemerintah desa dalam mendukung pembangunan pertanian
✅ Meningkatnya motivasi petani untuk menerapkan teknologi budidaya padi yang lebih efektif dan efisien
✅ Mendukung upaya swasembada pangan melalui peningkatan produktivitas padi secara berkelanjutan

Sumber: DSH
[Red_AKw]
------
Kunjungi kami di:
IG: @jejak_penyuluh
FB: Jejak Penyuluh Pertanian
https://jejak-penyuluh.blogspot.com

°
°
°
#kementerianpertanian #pusluhtanri #bppsdmp #pusluhtanri #amran_sulaiman #distanhortijabar #dedimulyadi71 #distanhorbunkabbogor #kabupatenbogor #rudysusmanto #jaro_ade #kecamatancaringin #kecamatancijeruk #kecamatancigombong #jejak_penyuluh #desatangkil #kelompoktanitanimajuvi

Kamis, 21 Mei 2026

ASAM HUMAT MAMPU MENINGKATKAN PRODUKSI SAYURAN! PENYULUH PERTANIAN AJAK PETANI TERAPKAN TEKNOLOGI PEMUPUKAN RAMAH LINGKUNGAN



Kegiatan Penyuluhan Pertanian dilaksanakan melalui penyuluhan perorangan kepada petani sayuran mengenai manfaat Asam Humat dan tata cara pengaplikasiannya pada tanaman hortikultura, khususnya komoditas tomat, cabai, mentimun, buncis, kacang panjang, kol, serta aneka sayuran daun. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan pemahaman petani mengenai pentingnya penggunaan bahan organik dalam memperbaiki kesuburan tanah dan meningkatkan produktivitas tanaman secara berkelanjutan.

Dalam kegiatan penyuluhan dijelaskan bahwa Asam Humat merupakan senyawa organik alami hasil dekomposisi bahan organik yang telah mengalami proses pelapukan dalam waktu yang sangat lama. Asam humat mengandung unsur karbon organik tinggi yang sangat bermanfaat untuk memperbaiki struktur tanah, meningkatkan kapasitas tukar kation tanah, membantu penyerapan unsur hara, serta merangsang pertumbuhan akar tanaman.

Penggunaan Asam Humat pada tanaman hortikultura memiliki banyak manfaat, diantaranya:
Membantu memperbaiki struktur tanah agar lebih gembur dan subur.
Meningkatkan aktivitas mikroorganisme tanah yang bermanfaat.
Membantu akar tanaman lebih mudah menyerap unsur hara.
Mengurangi kehilangan pupuk akibat pencucian oleh air hujan.
Meningkatkan pertumbuhan akar, batang, daun, bunga, dan buah.
Membantu tanaman lebih tahan terhadap cekaman cuaca dan serangan penyakit.
Meningkatkan kualitas hasil panen seperti ukuran buah, warna, dan ketahanan simpan.
Mengurangi penggunaan pupuk kimia secara berlebihan sehingga lebih hemat biaya produksi.

Pada tanaman sayuran seperti tomat dan cabai, Asam Humat dapat membantu pembentukan bunga dan buah lebih optimal. Pada mentimun, buncis, serta kacang panjang dapat membantu pertumbuhan tanaman lebih cepat dan produktif. Sedangkan pada kol dan sayuran daun, Asam Humat membantu pertumbuhan daun lebih hijau, segar, dan sehat.

Dalam penyuluhan juga dijelaskan bahwa cara pengaplikasian Asam Humat yang paling baik adalah dengan cara dicairkan terlebih dahulu menggunakan air agar lebih mudah diserap oleh akar tanaman maupun daun. Asam Humat dapat diaplikasikan melalui dua cara yaitu:
Dikocorkan ke tanah di sekitar perakaran tanaman.
Disemprotkan ke daun dengan dosis yang sesuai.

Pengaplikasian melalui pengocoran dinilai sangat efektif untuk memperbaiki kondisi tanah dan merangsang pertumbuhan akar. Sedangkan penyemprotan daun membantu penyerapan nutrisi lebih cepat pada fase pertumbuhan vegetatif maupun generatif tanaman.

Secara umum, dosis aplikasi Asam Humat cair dapat dilakukan dengan mencampurkan sekitar 5–10 ml Asam Humat per liter air, kemudian diaplikasikan setiap 7–14 hari sekali tergantung kondisi tanaman dan kesuburan tanah. Waktu aplikasi terbaik dilakukan pada pagi atau sore hari agar penyerapan lebih maksimal dan menghindari penguapan berlebih.

Melalui kegiatan penyuluhan ini diharapkan petani semakin memahami pentingnya penggunaan bahan organik seperti Asam Humat dalam budidaya hortikultura modern sehingga mampu meningkatkan produktivitas, menjaga kesuburan tanah, serta mendukung pertanian ramah lingkungan yang berkelanjutan.

Output/Hasil Kegiatan:

Petani memahami pengertian dan manfaat Asam Humat bagi tanaman hortikultura.

Meningkatnya pengetahuan petani mengenai teknik aplikasi Asam Humat yang tepat dan efektif.

Petani memahami pentingnya menjaga kesuburan tanah dengan bahan organik.

Petani termotivasi untuk menerapkan penggunaan Asam Humat pada budidaya sayuran.

Terjalinnya komunikasi dan pendampingan antara Penyuluh Pertanian dengan petani dalam penerapan teknologi budidaya ramah lingkungan.



[Red_AKw]
Kunjungi kami di:
IG: @jejak_penyuluh
FB: Jejak Penyuluh Pertanian
https://jejak-penyuluh.blogspot.com
°
°
°
#kementerianpertanian #pusluhtanri #bppsdmp #pusluhtanri #amran_sulaiman #distanhortijabar #dedimulyadi71 #distanhorbunkabbogor #kabupatenbogor #rudysusmanto #jaro_ade #kecamatancaringin #kecamatancijeruk #kecamatancigombong #jejak_penyuluh #asamhumat #desalemahduhur #kelompoktanibendungan

KETAHANAN PANGAN DESA, KELOMPOKTANI BAROKAH SIAP KEMBANGKAN 1.020 AYAM PETELUR DI CIHERANG PONDOK








Kegiatan persiapan pengembangan budidaya ayam petelur dilaksanakan oleh Kelompoktani Barokah Desa Ciherang Pondok Kecamatan Caringin Kabupaten Bogor yang bekerjasama dengan Pemerintah Desa Ciherang Pondok melalui program Ketahanan Pangan. Pada tahun ini direncanakan adanya pengembangan dan penambahan populasi ayam petelur sebanyak kurang lebih 1.020 ekor guna meningkatkan produktivitas serta mendukung penguatan ketahanan pangan masyarakat desa.

Kegiatan ini menjadi salah satu langkah strategis dalam mendukung peningkatan ekonomi petani dan peternak melalui usaha budidaya ayam petelur yang berkelanjutan. Selain itu, pengembangan usaha ternak ini diharapkan mampu meningkatkan ketersediaan pangan sumber protein hewani bagi masyarakat sekitar.

Turut hadir dalam kegiatan persiapan pengembangan budidaya ayam petelur tersebut yaitu Kepala Desa Ciherang Pondok, Penyuluh Pertanian, Penyuluh Pertanian Swadaya (PPS) Desa Ciherang Pondok, serta pengurus Kelompoktani Barokah yang bersama-sama melakukan koordinasi dan persiapan teknis pelaksanaan kegiatan.

Output/Hasil Kegiatan:
• Terlaksananya koordinasi dan persiapan pengembangan budidaya ayam petelur di Kelompoktani Barokah.
• Meningkatnya sinergi antara Pemerintah Desa, Penyuluh Pertanian dan Kelompoktani dalam mendukung program Ketahanan Pangan.
• Adanya rencana penambahan populasi ayam petelur sebanyak ±1.020 ekor.
• Meningkatnya kesiapan sarana, prasarana dan manajemen kelompok dalam pengembangan usaha ternak ayam petelur.
• Mendukung peningkatan ekonomi dan ketahanan pangan masyarakat desa.


[Red_AKw]
-------
Kunjungi kami di:
IG: @jejak_penyuluh
FB: Jejak Penyuluh Pertanian
https://jejak-penyuluh.blogspot.com

°
°
°
#kementerianpertanian #pusluhtanri #bppsdmp #pusluhtanri #amran_sulaiman #distanhortijabar #dedimulyadi71 #distanhorbunkabbogor #kabupatenbogor #rudysusmanto #jaro_ade #kecamatancaringin #kecamatancijeruk #kecamatancigombong #jejak_penyuluh #desaciherangpondok #kelompoktanibarokah

Selasa, 19 Mei 2026

SEMANGAT BARU KWT EMBUN PAGI! DOSEN UNIVERSITAS DJUANDA BOGOR HADIRKAN PELATIHAN HIDROPONIK DAN PENDAMPINGAN INTENSIF UNTUK PEMBERDAYAAN PEREMPUAN TANI



Giat Selasa siang, 19 Mei 2026 bertempat di Kelompok Wanita Tani (KWT) Embun Pagi Desa Cimande Hilir Kecamatan Caringin Kabupaten Bogor dilaksanakan pertemuan perdana kegiatan Pengabdian Masyarakat dari Universitas Djuanda Bogor yang dihadiri langsung oleh Ibu Syaima Lailatul Mubarokah dan Ibu Yenyen beserta dua orang mahasiswa pendamping.

Kegiatan diawali dengan sosialisasi pelaksanaan Pengabdian Masyarakat sebagai implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi yang meliputi:
Pendidikan dan Pengajaran, yaitu kegiatan transfer ilmu pengetahuan kepada masyarakat.
Penelitian dan Pengembangan, yaitu kegiatan pengkajian dan pengembangan inovasi untuk kemajuan ilmu pengetahuan.
Pengabdian kepada Masyarakat, yaitu penerapan ilmu pengetahuan dan teknologi secara langsung guna membantu serta memberdayakan masyarakat.

Pada kesempatan ini juga dilakukan pengisian Pre Test bagi anggota KWT Embun Pagi. Pre Test bertujuan untuk mengetahui tingkat pemahaman awal peserta sebelum menerima materi pelatihan sehingga tim pelaksana dapat mengukur peningkatan pengetahuan dan keterampilan peserta setelah kegiatan selesai dilaksanakan.

Rangkaian kegiatan Pengabdian Masyarakat dari dosen Universitas Djuanda Bogor ini dijadwalkan berlangsung sebanyak 4 sampai 5 kali pertemuan dengan agenda kegiatan yang sangat bermanfaat, mulai dari sosialisasi program, pelatihan budidaya aneka sayuran daun menggunakan inovasi hidroponik, hingga pelatihan manajemen usaha tani.

Dalam kegiatan ini, KWT Embun Pagi akan mendapatkan fasilitasi bantuan instalasi hidroponik sebanyak 2 unit yang nantinya akan digunakan untuk budidaya berbagai jenis sayuran daun seperti selada, romen, kailan, bayam dan aneka sayuran lainnya. Ibu-ibu KWT Embun Pagi juga akan diberikan pelatihan teknis mulai dari persemaian menggunakan media rockwool, penanaman pada instalasi hidroponik, hingga pembuatan larutan nutrisi AB MIX secara mandiri.

Tidak hanya fokus pada budidaya, peserta juga akan dibekali pelatihan manajemen usaha tani yang baik dan benar agar bantuan instalasi hidroponik dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan dan mampu memberikan manfaat ekonomi bagi anggota kelompok. Selain itu, kegiatan ini juga akan dilanjutkan dengan pendampingan intensif oleh tim dosen dan mahasiswa dari Universitas Djuanda Bogor.

Penyuluh pertanian setempat mengapresiasi dan menyambut baik kegiatan Pengabdian Masyarakat yang dilaksanakan di KWT Embun Pagi, terlebih dengan adanya fasilitasi bantuan instalasi hidroponik sebanyak 2 unit beserta pembekalan keterampilan budidaya sayuran daun menggunakan inovasi hidroponik.

Penyuluh pertanian juga berpesan agar seluruh anggota KWT Embun Pagi dapat mengikuti seluruh rangkaian pelatihan dengan serius dan sungguh-sungguh serta mampu memanfaatkan bantuan instalasi hidroponik sebaik-baiknya agar tetap berdaya, produktif dan menghasilkan produksi sayuran yang dapat membantu memenuhi kebutuhan dapur keluarga sekaligus meningkatkan pendapatan keluarga. Selain itu, diharapkan fasilitas bantuan hidroponik yang diberikan tidak terbengkalai setelah kegiatan Pengabdian Masyarakat selesai dilaksanakan.



Output/Hasil Kegiatan:

Terlaksananya pertemuan perdana kegiatan Pengabdian Masyarakat dari dosen Universitas Djuanda Bogor di KWT Embun Pagi.

Meningkatnya pemahaman anggota KWT mengenai Tri Dharma Perguruan Tinggi.

Terlaksananya pengisian Pre Test untuk mengetahui kemampuan awal peserta.

Adanya fasilitasi bantuan 2 unit instalasi hidroponik bagi KWT Embun Pagi.

Meningkatnya pengetahuan dan keterampilan anggota KWT mengenai budidaya sayuran hidroponik mulai dari persemaian, penanaman hingga pembuatan nutrisi AB MIX.

Terbangunnya semangat pemberdayaan perempuan tani melalui pengembangan usaha sayuran hidroponik.

Adanya pendampingan intensif dari dosen dan mahasiswa guna mendukung keberlanjutan program.



[Red_AKw]
-------
Kunjungi kami di:
IG: @jejak_penyuluh
FB: Jejak Penyuluh Pertanian
https://jejak-penyuluh.blogspot.com

°
°
°
#kementerianpertanian #pusluhtanri #bppsdmp #pusluhtanri #amran_sulaiman #distanhortijabar #dedimulyadi71 #distanhorbunkabbogor #kabupatenbogor #rudysusmanto #jaro_ade #kecamatancaringin #kecamatancijeruk #kecamatancigombong #jejak_penyuluh #desacimandehilir #kelompokwanitataniembunpagi #kwtembunpagi #unidabogor #universitasdjuanda












GERAK CEPAT PENGENDALIAN ULAT GRAYAK PADA JAGUNG MANIS, PENYULUH DAN PETANI KOMPAK JAGA PRODUKSI TETAP OPTIMAL



Selasa, 19 Mei 2026 kegiatan pengendalian hama dan penyakit tanaman dilaksanakan di lahan jagung manis milik Kelompoktani Pirang Maju Jaya yang berlokasi di Kampung Muara Desa Muarajaya Kecamatan Caringin Kabupaten Bogor. Kegiatan ini dilakukan bersama Penyuluh Pertanian setempat dengan salah satu anggota kelompoktani yaitu Bapak Jaya dalam rangka pengendalian serangan hama ulat grayak pada tanaman jagung manis.

Berdasarkan hasil pengamatan di lapangan, intensitas serangan hama ulat grayak masih tergolong ringan karena serangan yang ditemukan kurang dari 5% dari total populasi tanaman jagung manis yang dibudidayakan. Oleh karena itu, pengendalian dilakukan secara manual agar lebih efektif, ramah lingkungan serta mampu menjaga keseimbangan ekosistem di sekitar lahan pertanian.

Pengendalian manual dilakukan dengan cara memeriksa tanaman satu per satu terutama pada bagian pucuk, lipatan daun dan bagian daun muda yang menjadi tempat persembunyian ulat grayak. Ulat yang ditemukan langsung diambil menggunakan tangan kemudian dimusnahkan agar tidak berkembang biak kembali. Selain itu telur-telur hama yang menempel pada permukaan daun juga dibersihkan dan dimusnahkan untuk memutus siklus hidup hama sejak dini.

Penyuluh Pertanian setempat juga memberikan arahan agar pengendalian dilakukan secara rutin terutama pada pagi dan sore hari ketika ulat mulai aktif menyerang tanaman. Petani dianjurkan melakukan monitoring minimal 2 sampai 3 kali dalam seminggu agar perkembangan populasi hama dapat segera diketahui dan ditangani lebih cepat sebelum menyebabkan kerusakan berat pada tanaman jagung manis.

Untuk mencegah serangan ulat grayak kembali muncul, petani diarahkan melakukan sanitasi lingkungan kebun dengan membersihkan sisa-sisa tanaman, gulma dan rumput liar yang dapat menjadi tempat persembunyian telur maupun larva hama. Selain itu dianjurkan melakukan pergiliran tanaman, menjaga kebersihan drainase serta menggunakan perangkap lampu atau perangkap feromon guna menekan populasi ngengat dewasa penyebab munculnya ulat grayak.

Menurut Apih Moch Gumyadi, intensitas serangan ulat grayak di wilayah tersebut selalu ada karena di sekitar kebun terdapat banyak penerangan dari penyedia jasa rafting pada malam hari sehingga menarik kedatangan kupu-kupu atau ngengat untuk hinggap di area kebun jagung manis. Serangga tersebut kemudian bertelur pada daun jagung dan berkembang menjadi hama ulat grayak yang merusak tanaman.

Menanggapi hal tersebut, Penyuluh Pertanian memberikan solusi dengan menyarankan pengaturan arah penerangan agar tidak langsung menghadap ke area kebun pertanian, penggunaan lampu berwarna kuning redup yang lebih sedikit menarik serangga malam, pemasangan jaring atau screen di sekitar sumber cahaya, serta penggunaan perangkap lampu khusus di titik tertentu untuk mengalihkan dan menangkap ngengat dewasa sebelum masuk ke area pertanaman jagung manis. Selain itu, penanaman tanaman refugia di sekitar lahan juga dianjurkan untuk membantu menghadirkan musuh alami hama sehingga keseimbangan ekosistem tetap terjaga.

Selain melakukan pengendalian hama ulat grayak, Pak Jaya juga melaksanakan pembersihan gulma yang tumbuh di sekitar tanaman jagung manis. Kegiatan ini sangat penting karena gulma dapat menjadi pesaing tanaman dalam menyerap unsur hara, air dan cahaya matahari sehingga pertumbuhan tanaman jagung menjadi kurang optimal.

Gulma juga dapat menjadi tempat persembunyian hama dan sumber penyebaran penyakit tanaman apabila tidak dibersihkan secara rutin.
Apabila gulma dibiarkan tumbuh secara berlebihan, maka tanaman jagung manis akan mengalami persaingan nutrisi yang tinggi sehingga pertumbuhan tanaman menjadi kerdil, tongkol tidak maksimal bahkan produksi dapat menurun secara signifikan. Kondisi kebun yang lembap akibat banyaknya gulma juga dapat mempercepat perkembangan organisme pengganggu tanaman lainnya.

Pembersihan gulma dianjurkan dilakukan secara rutin setiap 2 minggu sekali atau disesuaikan dengan kondisi pertumbuhan gulma di lapangan. Dengan pengendalian gulma yang baik dan teratur, tanaman jagung manis dapat tumbuh lebih sehat, memperoleh unsur hara secara optimal serta meminimalisir serangan hama dan penyakit sehingga produktivitas pertanian tetap terjaga.



Output kegiatan:

Terkendalinya serangan hama ulat grayak pada tanaman jagung manis sejak dini.

Meningkatnya pemahaman petani tentang teknik pengendalian hama secara manual dan ramah lingkungan.

Terlaksananya sanitasi kebun dan pembersihan gulma untuk menjaga kesehatan tanaman.

Meningkatnya kewaspadaan petani terhadap faktor lingkungan yang memicu perkembangan hama.

Terjaganya pertumbuhan dan produktivitas tanaman jagung manis milik Kelompoktani Pirang Maju Jaya.

[Red_AKw]
------
Kunjungi kami di:
IG: @jejak_penyuluh
FB: Jejak Penyuluh Pertanian
https://jejak-penyuluh.blogspot.com

°
°
°
#kementerianpertanian #pusluhtanri #bppsdmp #pusluhtanri #amran_sulaiman #distanhortijabar #dedimulyadi71 #distanhorbunkabbogor #kabupatenbogor #rudysusmanto #jaro_ade #kecamatancaringin #kecamatancijeruk #kecamatancigombong #jejak_penyuluh #desamuarajaya #kelompoktanipirangmajujaya








TINGKATKAN PRODUKTIVITAS PERTANIAN, PENYULUH PERTANIAN BINA KELOMPOKTANI GUNUNG HIJAU BERSEMI DI DESA PASIRBUNCIR



Kegiatan pembinaan kepada Kelompoktani Gunung Hijau Bersemi Desa Pasirbuncir Kecamatan Caringin Kabupaten Bogor oleh Penyuluh Pertanian setempat yaitu Ibu Deudeu SH, S.P. dilaksanakan dalam rangka meningkatkan pengetahuan dan kapasitas petani terkait usaha tani. Kegiatan ini menjadi salah satu upaya pendampingan kepada petani agar mampu menerapkan budidaya pertanian yang lebih efektif, efisien, dan berkelanjutan.

Dalam kegiatan tersebut dibahas mengenai manfaat dan kegunaan pupuk hayati cair sebagai salah satu solusi untuk meningkatkan kesuburan tanah, memperbaiki pertumbuhan tanaman, serta mengurangi ketergantungan terhadap penggunaan pupuk kimia secara berlebihan. Petani juga diberikan pemahaman terkait tata cara aplikasi pupuk hayati cair yang tepat serta berbagai keuntungan yang dapat diperoleh dalam mendukung peningkatan hasil produksi pertanian.

Selain itu, dilakukan pembahasan mengenai pentingnya permodalan kelompoktani dalam menunjang keberlangsungan usaha tani. Petani diarahkan agar lebih aktif memanfaatkan peluang bantuan, akses pembiayaan melalui lembaga perbankan, maupun program pemerintah guna memenuhi kebutuhan sarana produksi pertanian dan pengembangan usaha tani kelompok.

Output/Hasil Kegiatan:

Meningkatnya pengetahuan petani mengenai manfaat dan aplikasi pupuk hayati cair.

Petani memahami pentingnya menjaga kesuburan tanah secara berkelanjutan.

Meningkatnya pemahaman petani terkait akses permodalan usaha tani.

Terjalinnya komunikasi dan koordinasi yang baik antara penyuluh pertanian dan kelompoktani.

Mendorong petani untuk lebih mandiri dan aktif dalam pengembangan usaha tani.

[Red_AKw]
-----
Kunjungi kami di:
IG: @jejak_penyuluh
FB: Jejak Penyuluh Pertanian
https://jejak-penyuluh.blogspot.com

°
°
°
#kementerianpertanian #pusluhtanri #bppsdmp #pusluhtanri #amran_sulaiman #distanhortijabar #dedimulyadi71 #distanhorbunkabbogor #kabupatenbogor #rudysusmanto #jaro_ade #kecamatancaringin #kecamatancijeruk #kecamatancigombong #jejak_penyuluh #desapasirbuncir #kelompoktanigununghijaubersemi

Selasa, 12 Mei 2026

POTENSI PERTANIAN DAN PERIKANAN TERPADU JADI PELUANG PENINGKATAN EKONOMI PETANI DI DESA CARINGIN



Penyuluh Pertanian WKPP Muarajaya dan WKPP Cimande bersama Petugas Pencatat Data Kecamatan Caringin melaksanakan kegiatan kunjungan lapangan ke salah satu anggota Kelompoktani Suka Tani III yaitu Bapak Nurdin yang berlokasi di Kampung Babakan Selaawi, Desa Caringin, Kecamatan Caringin, Kabupaten Bogor. Kegiatan ini dilaksanakan sebagai bagian dari upaya pendampingan, monitoring, serta pengumpulan data potensi usaha tani dan perikanan yang dikembangkan oleh petani di wilayah binaan.

Dalam kunjungan tersebut, diketahui bahwa Bapak Nurdin tidak hanya membudidayakan tanaman padi sawah, tetapi juga mengembangkan berbagai komoditas tanaman pangan lainnya seperti jagung, aneka umbi-umbian, talas, serta tanaman buah pisang. Selain sektor pertanian tanaman pangan, beliau juga mengembangkan usaha budidaya ikan air tawar seperti nila, mujaer, bawal, patin, dan lele yang menjadi sumber tambahan pendapatan bagi keluarga.

Kegiatan ini bertujuan untuk melihat secara langsung perkembangan usaha tani terpadu yang dijalankan petani, sekaligus memberikan motivasi dan pendampingan agar petani terus meningkatkan produktivitas, diversifikasi usaha, serta pemanfaatan lahan secara optimal. Pola pertanian terpadu antara tanaman pangan dan perikanan diharapkan mampu menciptakan sistem usaha tani yang lebih efisien, berkelanjutan, serta mampu meningkatkan ketahanan pangan dan kesejahteraan petani.

Selain itu, kegiatan kunjungan ini juga menjadi sarana koordinasi dan validasi data lapangan guna mendukung penyusunan program pembangunan pertanian yang tepat sasaran sesuai kondisi dan potensi wilayah. Penyuluh Pertanian terus mendorong para petani agar mampu mengembangkan usaha pertanian modern, mandiri, dan berdaya saing melalui penerapan teknologi budidaya yang baik serta pengelolaan usaha tani yang terintegrasi.



Output/Hasil Kegiatan:

• Terlaksananya kunjungan dan pendampingan kepada petani anggota Kelompoktani Suka Tani III.

• Teridentifikasinya potensi usaha tani terpadu tanaman pangan dan budidaya ikan air tawar di wilayah Desa Caringin.

• Meningkatnya koordinasi antara Penyuluh Pertanian, Petugas Pencatat Data, dan petani dalam penguatan data pertanian wilayah.

• Petani mendapatkan motivasi dan arahan terkait pengembangan usaha tani terpadu yang produktif dan berkelanjutan.

• Tersusunnya data dan informasi lapangan sebagai bahan evaluasi serta penyusunan program pembangunan pertanian ke depan.

[Red_AKw]
-----
Kunjungi kami di:
IG: @jejak_penyuluh
FB: Jejak Penyuluh Pertanian
https://jejak-penyuluh.blogspot.com⁠�
°
°
°
#kementerianpertanian #pusluhtanri #bppsdmp #pusluhtanri #amran_sulaiman #distanhortijabar #dedimulyadi71 #distanhorbunkabbogor #kabupatenbogor #rudysusmanto #jaro_ade #kecamatancaringin #kecamatancijeruk #kecamatancigombong #jejak_penyuluh #desa #kelompoktani















BENAH KELEMBAGAAN PETANI, LANGKAH NYATA MEMPERKUAT KELOMPOKTANI MENUJU LEBIH MAJU DAN AKTIF



Penyuluh Pertanian WKPP Pasirbuncir & WKPP Cinagara bersama Penyuluh Pertanian WKPP Muarajaya dan WKPP Cimande melaksanakan kunjungan dan identifikasi kelembagaan petani ke Kelompoktani Aroma Atsiri yang berlokasi di Kp. Cibeuling Desa Cinagara Kecamatan Caringin Kabupaten Bogor. Kegiatan ini dilakukan dalam rangka identifikasi rencana pembenahan dan peremajaan kepengurusan kelompoktani agar kelembagaan petani dapat berjalan lebih aktif, efektif, serta mampu meningkatkan pelayanan dan peran kelompok terhadap para anggotanya.

Dalam kegiatan tersebut dilakukan diskusi bersama pengurus dan anggota kelompok terkait rencana pengalihan kepengurusan Kelompoktani Aroma Atsiri dari Bapak Mudrikah kepada Bapak Muhtadin. Sementara itu, Bapak Mudrikah beserta beberapa anggota lainnya direncanakan akan bergabung ke dalam Kelompoktani Mekar Jaya karena lokasi lahan usaha tani yang berdekatan dan masih berada dalam satu hamparan wilayah pertanian.

Kegiatan benah dan peremajaan kepengurusan kelompoktani ini bertujuan untuk memperkuat kelembagaan petani agar lebih tertata, aktif, dan adaptif terhadap perkembangan program pembangunan pertanian. Selain itu, pembenahan kelompok juga dilakukan untuk meningkatkan efektivitas koordinasi antar anggota, memperjelas administrasi dan struktur organisasi kelompok, serta mempermudah akses kelompok terhadap program pemerintah, bantuan sarana prasarana, pelatihan, maupun pengembangan usaha tani ke depan.

Melalui penggabungan anggota berdasarkan kesamaan hamparan dan kedekatan wilayah usaha tani, diharapkan sinergi antar petani dapat semakin kuat sehingga memudahkan dalam pengelolaan budidaya, pengawasan kegiatan kelompok, penyusunan rencana usaha tani, hingga pengembangan usaha agribisnis yang lebih maju dan berkelanjutan.

Penyuluh Pertanian terus berkomitmen mendampingi petani dalam penguatan kelembagaan sebagai salah satu fondasi utama pembangunan pertanian yang maju, mandiri, dan modern.


Output/Hasil Kegiatan :

Terlaksananya identifikasi kelembagaan Kelompoktani Aroma Atsiri.

Tersusunnya rencana peremajaan dan pembenahan kepengurusan kelompoktani.

Terjalinnya kesepakatan awal terkait pengalihan kepengurusan kelompok.

Terarahkannya penggabungan anggota kelompok berdasarkan kesamaan hamparan wilayah usaha tani.

Meningkatnya pemahaman anggota mengenai pentingnya kelembagaan petani yang aktif dan tertata.

Terbangunnya sinergi antar kelompoktani untuk mendukung efektivitas kegiatan pertanian di wilayah.


Kunjungi kami di:
IG: @jejak_penyuluh
FB: Jejak Penyuluh Pertanian
https://jejak-penyuluh.blogspot.com

°
°
°
#kementerianpertanian #pusluhtanri #bppsdmp #pusluhtanri #amran_sulaiman #distanhortijabar #dedimulyadi71 #distanhorbunkabbogor #kabupatenbogor #rudysusmanto #jaro_ade #kecamatancaringin #kecamatancijeruk #kecamatancigombong #jejak_penyuluh #desacinagara #kelompoktaniaromaatsiri #kelompoktanimekarjaya










PENDISTRIBUSIAN BENIH PADI INPARI 32 DAN PENATAAN KELEMBAGAAN PETANI, LANGKAH STRATEGIS MENUJU KELOMPOKTANI YANG LEBIH AKTIF DAN MANDIRI

Penyuluh Pertanian melaksanakan kegiatan pendistribusian fasilitasi bantuan benih padi Inbrida Varietas Inpari 32 kepada petani yang tergabu...