Senin, 05 Oktober 2026

PETANI LEGGOK MAHMUD SIAP TERAPKAN BUDIDAYA PADI SAWAH METODE PM-AAS, DORONG PRODUKTIVITAS MENUJU SWASEMBADA PANGAN BERKELANJUTAN



Penyuluhan Teknik Budidaya Padi Sawah menggunakan metode PM-AAS (Pertanian Modern Advance Agriculture System) dilaksanakan di Kelompoktani Legok Mahmud, Desa Lemahduhur, Kecamatan Caringin, Kabupaten Bogor. Dalam kegiatan tersebut, petani padi yang tergabung dalam Kelompoktani Legok Mahmud menyatakan kesiapan untuk menerapkan metode PM-AAS pada lahan sawah seluas 1 hektare, meskipun lokasinya tidak berada dalam satu hamparan.

Penyuluh Pertanian Desa Lemahduhur menyampaikan materi mengenai penerapan 5 Tepat dalam pemupukan, yaitu Tepat Waktu, Tepat Jenis, Tepat Dosis, Tepat Tempat, dan Tepat Cara. Prinsip tersebut menjadi bagian penting dalam penerapan budidaya padi sawah metode PM-AAS agar pemupukan lebih efisien, sesuai kebutuhan tanaman, kondisi tanah, serta fase pertumbuhan tanaman.

Dalam materi penyuluhan dijelaskan pembagian dosis dan waktu pemupukan, antara lain Urea dengan total dosis 300 kg/ha, yang diberikan dalam dua tahap. Aplikasi pertama sebanyak 150 kg/ha pada umur sekitar 40–45 Hari Setelah Semai (HSS), kemudian aplikasi kedua sebanyak 150 kg/ha pada fase primordia atau inisiasi malai berdasarkan hasil monitoring Bagan Warna Daun (BWD).
Untuk NPK Majemuk dengan total dosis 400 kg/ha, pemupukan dibagi menjadi dua tahap, yaitu 300 kg/ha pada umur 20–25 Hari Setelah Tanam (HST) dan 100 kg/ha pada umur 40–45 HST.

Selain NPK dan Urea, materi juga mencakup penggunaan SP-36 (fosfat) sesuai status hara tanah, dengan rekomendasi dosis berdasarkan kondisi tanah; pupuk organik seperti pupuk kandang matang, kompos atau biochar dengan dosis minimal 2 ton/ha; pupuk silika (Si) dengan kandungan SiO₂ minimal 25% dan aplikasi sesuai anjuran; serta amelioran dolomit yang disesuaikan dengan kondisi pH tanah.

Penyuluhan juga menekankan pentingnya penggunaan Zat Pengatur Tumbuh (ZPT/booster) secara bijaksana untuk mendukung pertumbuhan tanaman, meningkatkan ketahanan terhadap hama dan penyakit, serta mendukung pertumbuhan pada fase vegetatif dan generatif.

Penerapan PM-AAS tetap mengedepankan pemupukan berimbang antara unsur hara makro dan mikro sesuai kebutuhan tanaman dan kondisi lahan. Monitoring warna daun melalui BWD juga menjadi salah satu dasar dalam menentukan waktu aplikasi Urea berikutnya. Dengan demikian, penggunaan pupuk tidak hanya berorientasi pada peningkatan produksi, tetapi juga efisiensi pemupukan, kesehatan tanaman, dan keberlanjutan lahan.

Bapak Ade, selaku Ketua Kelompoktani Legok Mahmud, menyampaikan bahwa Kelompoktani yang dipimpinnya siap mendukung program pemerintah, khususnya Kementerian Pertanian, dalam menyukseskan penerapan budidaya padi sawah menggunakan metode PM-AAS sebagai salah satu upaya menuju Swasembada Pangan Berkelanjutan.

Kelompoktani Legok Mahmud memiliki potensi lahan sawah sekitar 15 hektare. Dari potensi tersebut, saat ini petani mulai mempersiapkan penerapan metode PM-AAS pada lahan seluas 1 hektare sebagai langkah awal. Penerapan teknologi dan tata kelola budidaya yang lebih terukur diharapkan dapat meningkatkan produktivitas padi dan memberikan hasil yang lebih optimal bagi petani.

“Pemupukan tepat, padi sehat, hasil meningkat, dan lahan lestari.”
Ceritakan pengalaman Anda di kolom komentar.

[Red_AKw]
------
Kunjungi kami di:
IG: @jejak_penyuluh
FB: Jejak Penyuluh Pertanian
https://jejak-penyuluh.blogspot.com
°
°
°
#kementerianpertanian #pusluhtanri #bppsdmp #pusluhtanri #amran_sulaiman #distanhortijabar #dedimulyadi71 #distanhorbunkabbogor #kabupatenbogor #rudysusmanto #jaro_ade #kecamatancaringin #kecamatancijeruk #kecamatancigombong #jejak_penyuluh #lemahduhur #legokmahmud









Jumat, 02 Oktober 2026

IDENTIFIKASI LANGSUNG LUAS BAKU SAWAH (LBS), PENYULUH PERTANIAN BERSAMA PETUGAS LAKUKAN VALIDASI TITIK KOORDINAT DI LAPANGAN



Penyuluh Pertanian WKPP Muarajaya dan WKPP Cimande bersama Petugas Pencatat Data Tingkat Kecamatan Caringin (PPDK) serta Petugas Organisme Pengganggu Tumbuhan (POPT) Kecamatan Caringin melaksanakan kegiatan identifikasi langsung ke sejumlah titik koordinat dalam rangka validasi dan pengidentifikasian Luas Baku Sawah (LBS) di wilayah Kecamatan Caringin, Kabupaten Bogor.

Sebelum melaksanakan kegiatan di lapangan, tim terlebih dahulu melakukan koordinasi dengan UPT Pertanian Wilayah Caringin yang diterima langsung oleh Ibu Kepala UPT dan Kasubag UPT Pertanian Wilayah Caringin. Koordinasi tersebut dilakukan untuk menyamakan informasi, teknis pelaksanaan, serta memastikan kegiatan identifikasi di lapangan dapat berjalan secara terarah.

Kegiatan identifikasi LBS merupakan bagian dari projek Dinas Tanaman Pangan Hortikultura dan Perkebunan Kabupaten Bogor. Tim melakukan pengecekan secara langsung pada titik koordinat yang telah ditentukan untuk memastikan kondisi faktual lahan, khususnya apakah lokasi tersebut masih berupa lahan sawah atau telah mengalami perubahan fungsi penggunaan lahan.

Beberapa titik koordinat yang dilakukan identifikasi langsung meliputi:

📍 VALIDASI SP LAHAN
• Desa Caringin
https://maps.app.goo.gl/dVQA4ioF9HWCahfa6

• Desa Pancawati
https://maps.app.goo.gl/h7Y8hn9Z3NdGgyna7

• Desa Ciderum
https://maps.app.goo.gl/HrUDuQXgfuyqX19T6

📍 LAHAN PANGAN LBS PARSIAL
• Desa Cimande
https://maps.app.goo.gl/3cpeCvUrhVsvbPtHA

• Desa Muara Jaya
https://maps.app.goo.gl/wUKqhrHUCZFpzQU18

📋 KUESIONER LAHAN PANGAN LBS PARSIAL
https://forms.gle/mugvY8b77KobnE4z7


_*MENGAPA IDENTIFIKASI LBS HARUS DILAKUKAN LANGSUNG KE LAPANGAN?*_

Identifikasi langsung ke titik koordinat penting dilakukan karena data administrasi, peta, maupun koordinat yang tersedia perlu dicocokkan dengan kondisi nyata di lapangan. Melalui pengecekan langsung, petugas dapat memastikan apakah suatu titik benar-benar berada pada lahan sawah, mengetahui kondisi dan penggunaan lahannya saat ini, serta mengidentifikasi apabila telah terjadi perubahan penggunaan atau alih fungsi lahan.

Data hasil identifikasi lapangan menjadi bagian penting dalam menghasilkan data Luas Baku Sawah yang lebih akurat dan sesuai kondisi faktual. Data yang akurat diperlukan sebagai dasar perencanaan pembangunan pertanian, pemetaan potensi lahan pangan, penyusunan program dan kebijakan pertanian, serta pemantauan keberadaan lahan sawah.

Validasi lapangan juga membantu mengurangi kemungkinan terjadinya ketidaksesuaian antara data spasial dengan kondisi sebenarnya. Dengan demikian, keputusan dan perencanaan yang menggunakan data LBS dapat dilakukan berdasarkan informasi yang lebih aktual, terukur, dan dapat dipertanggungjawabkan.

Bagi Penyuluh Pertanian, kegiatan ini juga menjadi bagian dari peran dalam membantu menyediakan informasi kondisi pertanian di wilayah kerja penyuluhan secara faktual dan terkini.

Ceritakan pengalaman Anda di kolom komentar.
[Red_AKw]
----------

Kunjungi kami di:
IG: @jejak_penyuluh
FB: Jejak Penyuluh Pertanian
https://jejak-penyuluh.blogspot.com

°
°
°
#kementerianpertanian #pusluhtanri #bppsdmp #pusluhtanri #amran_sulaiman #distanhortijabar #dedimulyadi71 #distanhorbunkabbogor #kabupatenbogor #rudysusmanto #jaro_ade #kecamatancaringin #kecamatancijeruk #kecamatancigombong #jejak_penyuluh #desacaringin #desapancawati #desaciderum #desacimande #desamuarajaya #ppdk #popt






Rabu, 30 September 2026

OPT CABAI TERIDENTIFIKASI, KSA DAN CPCL PM-AAS TERUS DIKAWAL! PENYULUH PERTANIAN BERSAMA POPT MONITORING LAHAN PETANI



Rabu, 30 September 2026 — Penyuluh Pertanian melaksanakan kegiatan kunjungan dan anjangsana ke beberapa Kelompoktani di wilayah Kecamatan Caringin, Kabupaten Bogor, bersama Petugas Organisme Pengganggu Tumbuhan (POPT) Kecamatan Caringin dan Penyuluh Pertanian Swadaya (PPS) Desa Lemahduhur. Kegiatan meliputi identifikasi Organisme Pengganggu Tumbuhan (OPT) pada tanaman cabai keriting, survei Pengubinan Kerangka Sample Area (KSA), survei Calon Petani dan Calon Lahan (CPCL), serta monitoring dan persiapan budidaya padi sawah menggunakan metode PM-AAS (Pertanian Modern Advance Agriculture System).


📍 IDENTIFIKASI OPT TANAMAN CABAI KERITING


Pukul 08.00–09.30 WIB, Penyuluh Pertanian bersama POPT melakukan identifikasi serangan hama dan penyakit pada tanaman cabai keriting di Kelompoktani Bina Mandiri, Desa Lemahduhur, tepatnya di lahan milik Bapak Ujang Aceng.


Berdasarkan hasil pengamatan lapangan, ditemukan beberapa permasalahan OPT, yaitu ulat daun, virus kuning, serta rebah semai yang disebabkan oleh jamur Phytophthora. Serangan tersebut perlu segera ditangani agar tidak berkembang dan menurunkan pertumbuhan maupun produktivitas tanaman.


POPT memberikan penjelasan kepada petani mengenai langkah pengendalian secara terpadu. Pada serangan ulat daun, petani diarahkan melakukan pengamatan rutin pada daun dan pucuk tanaman, mengambil serta memusnahkan ulat maupun bagian tanaman yang terserang apabila populasinya masih rendah, menjaga kebersihan lahan, serta melakukan pengendalian menggunakan pestisida secara tepat apabila tingkat serangan telah melewati ambang pengendalian. Penggunaan pestisida harus memperhatikan jenis bahan aktif, dosis, waktu aplikasi, serta petunjuk pada label agar efektif dan tidak menimbulkan dampak yang tidak diinginkan.


Untuk virus kuning, POPT menjelaskan bahwa pengendalian perlu difokuskan pada sumber dan vektor penularannya, terutama serangga kutu kebul. Petani dianjurkan melakukan monitoring rutin, mengendalikan populasi kutu kebul, mencabut dan memusnahkan tanaman yang menunjukkan gejala berat agar tidak menjadi sumber penularan, menjaga sanitasi lahan, mengendalikan gulma inang, serta menggunakan bibit yang sehat. Pengendalian harus dilakukan secara terpadu karena tanaman yang telah terinfeksi virus pada umumnya tidak dapat dipulihkan kembali seperti tanaman sehat.


Sementara itu, pada gejala rebah semai, petani diberikan pemahaman mengenai pentingnya menjaga kondisi media dan kelembapan lahan agar tidak terlalu basah, memperbaiki drainase, menggunakan benih dan media tanam yang sehat, menjaga kebersihan persemaian, serta menghindari penyiraman berlebihan. Tanaman yang telah terserang parah perlu segera dipisahkan atau dimusnahkan agar sumber penyakit tidak menyebar ke tanaman lainnya. Apabila diperlukan, penggunaan fungisida harus dilakukan berdasarkan rekomendasi dan prinsip penggunaan pestisida yang tepat.


POPT juga mengingatkan petani agar tidak hanya mengandalkan pestisida, tetapi mengutamakan pengamatan rutin, sanitasi lahan, penggunaan benih sehat, pengaturan kelembapan, pengendalian vektor, serta penerapan Pengendalian Hama Terpadu (PHT).


🌾 SURVEI KSA DAN CPCL BUDIDAYA PADI PM-AAS


Pukul 09.30–12.00 WIB, kegiatan dilanjutkan dengan survei lokasi Pengubinan Kerangka Sample Area (KSA) yang dilakukan oleh POPT bersama Penyuluh Pertanian dan PPS Desa Lemahduhur di Kelompoktani Taruna Mandiri, Kampung Nangleng.


Pada kesempatan yang sama dilakukan pula survei Calon Petani dan Calon Lahan (CPCL) untuk rencana budidaya padi sawah menggunakan metode PM-AAS (Pertanian Modern Advance Agriculture System). Survei dilakukan sebagai bagian dari persiapan untuk memastikan kondisi calon petani dan calon lahan sesuai dengan kebutuhan pelaksanaan budidaya padi menggunakan pendekatan pertanian modern.


🌱 MONITORING PADI PM-AAS UMUR 31 HST


Pukul 13.00–14.00 WIB, Penyuluh Pertanian melaksanakan monitoring pertumbuhan dan perkembangan tanaman padi sawah yang dibudidayakan menggunakan metode PM-AAS di Kelompoktani Setia Wargi, Desa Muarajaya, Kecamatan Caringin, Kabupaten Bogor, tepatnya di lahan sawah milik Bapak Haji Tumirin.


Tanaman padi PM-AAS saat ini telah memasuki umur 31 Hari Setelah Tanam (HST). Monitoring dilakukan untuk melihat perkembangan tanaman di lapangan sekaligus memastikan proses budidaya berjalan sesuai dengan tahapan yang telah direncanakan.


🚜 PERSIAPAN LAHAN PADI PM-AAS


Pukul 14.00–15.00 WIB, kegiatan dilanjutkan ke Kelompoktani Sukamanah, Desa Cimande, tepatnya di lahan sawah garapan milik Bapak Syahroni.


Kunjungan dilakukan dalam rangka persiapan lahan untuk budidaya padi sawah yang direncanakan menggunakan metode PM-AAS. Persiapan lahan menjadi salah satu tahapan penting untuk mendukung pertumbuhan tanaman padi agar dapat berkembang secara optimal sejak awal musim tanam.


Rangkaian kegiatan kunjungan dan anjangsana ini menjadi bagian dari pendampingan Penyuluh Pertanian kepada petani, mulai dari pengamatan dan pengendalian OPT, survei KSA dan CPCL, monitoring pertumbuhan tanaman, hingga persiapan lahan untuk penerapan teknologi dan metode pertanian modern.


Ceritakan pengalaman Anda di kolom komentar.

[Red_AKw]

---------


Kunjungi kami di:

IG: @jejak_penyuluh

FB: Jejak Penyuluh Pertanian

https://jejak-penyuluh.blogspot.com


°

°

°

#kementerianpertanian #pusluhtanri #bppsdmp #pusluhtanri #amran_sulaiman #distanhortijabar #dedimulyadi71 #distanhorbunkabbogor #kabupatenbogor #rudysusmanto #jaro_ade #kecamatancaringin #kecamatancijeruk #kecamatancigombong #jejak_penyuluh #desalemahduhur #desemuarajaya #desacimande #kelompoktanibinamandiri #kelompoktanitarunamandiri #kelompoktanisetiawargi #kelompoktanisukamanah #popt






































Selasa, 29 September 2026

PEMBUKAAN PELATIHAN KETERAMPILAN WIRAUSAHA TERPADU PROGRAM KERJASAMA MABES ANGKATAN UDARA TAHUN 2026 DI P4S KARYA NYATA CINAGARA



Pusat Pelatihan Pertanian Pedesaan Swadaya (P4S) Karya Nyata Cinagara Bogor melaksanakan kegiatan Pelatihan Keterampilan Wirausaha Terpadu Program Kerjasama Mabes Angkatan Udara Tahun 2026. Kegiatan yang dimulai hari ini, Selasa, 29 September 2026, diawali dengan Pembukaan Pelatihan Keterampilan Wirausaha Terpadu Program Kerjasama Mabes Angkatan Udara Tahun 2026 yang dilaksanakan di P4S Karya Nyata Cinagara Bogor.


Pelatihan tersebut akan berlangsung selama 29 September s.d. 12 Oktober 2026 dengan berbagai materi keterampilan pertanian terpadu yang diarahkan untuk meningkatkan pengetahuan, keterampilan, serta kemampuan peserta dalam mengembangkan kegiatan pertanian yang produktif dan berkelanjutan.


Adapun materi Pelatihan Pertanian Terpadu yang diberikan meliputi:


🌱 Teknik Perbaikan Tanah Pertanian

🌱 Pembuatan Bokashi

🌱 Pembuatan Pupuk Cair

🌱 Pembuatan Probiotik Pembenah Tanah dan Penyubur Tanah Pertanian

🌱 Teknik Budidaya Aneka Tanaman Pangan

🌱 Teknik Budidaya Aneka Tanaman Hortikultura

🐐 Budidaya Ternak Kambing

🐑 Budidaya Ternak Domba

🐄 Budidaya Ternak Sapi

🐔 Budidaya Ayam Buras

🐟 Teknik Budidaya Ikan Air Tawar


Ketua P4S Karya Nyata Cinagara Bogor, Bapak Haji Bambang Aah Wahyudi, menyampaikan bahwa berbagai materi tersebut akan disampaikan oleh para instruktur yang biasa mengisi kegiatan pelatihan di P4S Karya Nyata Cinagara.


Para instruktur berasal dari berbagai unsur, mulai dari Penyuluh Pertanian, Pelaku Utama dan Pelaku Usaha, hingga Praktisi yang memiliki pengalaman dan kompetensi di bidang pertanian terpadu.


Melalui kegiatan ini, P4S Karya Nyata Cinagara Bogor terus berperan dalam mendukung peningkatan kapasitas sumber daya manusia melalui pembelajaran pertanian berbasis praktik, sehingga pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh dapat diterapkan untuk mendukung kegiatan usaha pertanian dan kewirausahaan.


Kegiatan ini juga menjadi bagian dari upaya memperkuat keterampilan peserta dalam mengelola berbagai bidang usaha pertanian secara terpadu, mulai dari pengelolaan tanah, pembuatan sarana produksi pertanian, budidaya tanaman, peternakan, hingga perikanan.


Ceritakan pengalaman Anda di kolom komentar.

[Red_AKw]

----------


Kunjungi kami di:

IG: @jejak_penyuluh

FB: Jejak Penyuluh Pertanian

https://jejak-penyuluh.blogspot.com


°

°

°

#kementerianpertanian #pusluhtanri #bppsdmp #pusluhtanri #amran_sulaiman #distanhortijabar #dedimulyadi71 #distanhorbunkabbogor #kabupatenbogor #rudysusmanto #jaro_ade #kecamatancaringin #kecamatancijeruk #kecamatancigombong #jejak_penyuluh #desacinagara #p4skaryanyata #tniau



Senin, 28 September 2026

BUDIDAYA BAWANG MERAH DI KELOMPOKTANI SUKA TANI II DESA CARINGIN KEC. CARINGIN



Budidaya bawang merah terus dikembangkan oleh petani di wilayah Kecamatan Caringin, Kabupaten Bogor. Salah satunya dilaksanakan oleh Kelompoktani Suka Tani II melalui lahan garapan milik Bapak Arif Jakarana yang berlokasi di Kampung Curugdengdeng, Desa Caringin, Kecamatan Caringin, Kabupaten Bogor tepatnya dekat lapangan Curugdengdeng.

Selain Bapak Arif Jakarana, terdapat pula Bapak Mulya, anggota Kelompoktani Suka Tani II yang cukup intens membudidayakan bawang merah. Saat ini, budidaya bawang merah dilaksanakan di lahan Curugdengdeng seluas 0,15 Ha.

Pengembangan budidaya juga direncanakan pada lahan Kemang dengan target luasan mencapai 1,5 Ha. Sementara itu, Bapak Mulya juga memiliki areal budidaya bawang merah di lahan Palasari, Kecamatan Cijeruk, seluas 2 Ha. Namun, kegiatan budidaya di lahan tersebut untuk sementara off karena adanya serangan penyakit tanaman pada bawang merah antara lain penyakit layu Fusarium (Fusarium oxysporum), penyakit antraknosa atau otomatis (Colletotrichum spp.), penyakit bercak ungu (Alternaria porri), serta penyakit moler yang dapat menyebabkan pertumbuhan tanaman terganggu dan umbi tidak berkembang secara optimal.

Dalam kondisi tersebut, Penyuluh Pertanian melakukan koordinasi dengan Petugas Pengendali Organisme Pengganggu Tumbuhan (POPT) yang ada di wilayah Kecamatan Caringin dan Cijeruk untuk melakukan identifikasi dan penanganan permasalahan OPT pada budidaya bawang merah di lahan Palasari, Kecamatan Cijeruk. Koordinasi tersebut mencakup pemeriksaan langsung kondisi tanaman dan gejala serangan untuk memastikan jenis penyakit, tingkat dan luas serangan, serta faktor penyebabnya.

Semangat petani untuk terus mengembangkan bawang merah menjadi salah satu upaya dalam meningkatkan produktivitas pertanian dan memperkuat kemandirian pangan di wilayah Kecamatan Caringin.

Ceritakan pengalaman Anda di kolom komentar.
[Red_AKw]
-------------

Kunjungi kami di:
IG: @jejak_penyuluh
FB: Jejak Penyuluh Pertanian
https://jejak-penyuluh.blogspot.com

°
°
°
#kementerianpertanian #pusluhtanri #bppsdmp #pusluhtanri #amran_sulaiman #distanhortijabar #dedimulyadi71 #distanhorbunkabbogor #kabupatenbogor #rudysusmanto #jaro_ade #kecamatancaringin #kecamatancijeruk #kecamatancigombong #jejak_penyuluh #desacaringin #kelompoktanisukatani2









PETANI LEGGOK MAHMUD SIAP TERAPKAN BUDIDAYA PADI SAWAH METODE PM-AAS, DORONG PRODUKTIVITAS MENUJU SWASEMBADA PANGAN BERKELANJUTAN

Penyuluhan Teknik Budidaya Padi Sawah menggunakan metode PM-AAS (Pertanian Modern Advance Agriculture System) dilaksanakan di Kelompoktani ...