Sabtu, 29 Agustus 2026

15.000 BATANG CABAI MERAH KERITING SIAP DIBUDIDAYAKAN KELOMPOKTANI BINA MANDIRI



Kegiatan Penanaman Cabai Merah Keriting dilaksanakan oleh Kelompoktani Bina Mandiri yang berlokasi di Kampung Nangleng, Desa Lemahduhur, Kecamatan Caringin, Kabupaten Bogor.

Pada blok lahan seluas 0,073 Ha yang dikelola oleh Bapak Ujang Aceng, telah dilakukan penanaman sebanyak 2.500 batang tanaman cabai merah keriting varietas TM 99 pada Jumat pagi, 28 Agustus 2026.

Sebelumnya, kegiatan pengembangan cabai merah keriting ini difasilitasi benih varietas PM 99. Namun, setelah dilakukan persemaian, pertumbuhan dan perkembangannya tidak maksimal, bahkan sekitar 50–60% tanaman mengalami kematian pada fase persemaian. Atas kondisi tersebut, Kelompoktani memutuskan mengganti varietas dengan TM 99, yang selama ini sudah biasa dibudidayakan oleh Kelompoktani Bina Mandiri yang diketuai oleh Bapak Yayan.

Untuk lahan seluas 0,073 Ha tersebut, digunakan 1,5 rol mulsa, yang merupakan bagian dari paket fasilitasi Program Pengembangan Cabai Merah Keriting.

Pelaksanaan kegiatan pengembangan cabai merah keriting ini mengalami keterlambatan akibat musim kemarau yang cukup panjang. Kegiatan yang seharusnya dilaksanakan pada bulan April baru dapat dimulai pada akhir bulan Agustus, seiring mulai turunnya hujan. Diharapkan intensitas curah hujan kembali normal sehingga petani dapat lebih optimal dalam melaksanakan pemeliharaan dan budidaya cabai merah keriting.

Dari total 30 rol mulsa yang diterima oleh Kelompoktani Bina Mandiri, sampai saat ini telah terpasang dan ditanami sebanyak 14,5 rol, dengan rincian:

🌶️ Bapak Oteng: 4 rol – 4.500 batang
🌶️ Bapak Parid: 2 rol – 1.500 batang
🌶️ Bapak Yadi: 2 rol – 2.000 batang
🌶️ Bapak Yayan: 4 rol – 3.000 batang
🌶️ Bapak Usman: 1 rol – 1.500 batang
🌶️ Bapak Ujang Aceng: 1,5 rol – 2.500 batang

Kegiatan ini menjadi salah satu langkah nyata dalam mendukung pengembangan komoditas hortikultura sekaligus meningkatkan pemanfaatan lahan dan produktivitas petani di wilayah Kecamatan Caringin.

Semoga seluruh tanaman dapat tumbuh dan berkembang dengan baik, menghasilkan produksi yang optimal, serta memberikan manfaat dan peningkatan pendapatan bagi para petani.

Ceritakan pengalaman Anda di kolom komentar.
[Red_AKw]
------
Kunjungi kami di:
IG: @jejak_penyuluh
FB: Jejak Penyuluh Pertanian
https://jejak-penyuluh.blogspot.com
°
°
°
#kementerianpertanian #pusluhtanri #bppsdmp #pusluhtanri #amran_sulaiman #distanhortijabar #dedimulyadi71 #distanhorbunkabbogor #kabupatenbogor #rudysusmanto #jaro_ade #kecamatancaringin #kecamatancijeruk #kecamatancigombong #jejak_penyuluh #desalemahdhuhur #kelompoktanibinamandiri






Kamis, 27 Agustus 2026

TANAM PADI METODE PM-AAS DI KELOMPOKTANI SATRIA MUDA DESA PASIRBUNCIR, TARGETKAN PRODUKTIVITAS 10 TON LEBIH PER HEKTARE



Kegiatan Penanaman Padi Sawah menggunakan metode PM-AAS (Pertanian Modern – Advanced Agriculture System) dilaksanakan bersama  yang berlokasi di Desa Pasirbuncir, Kecamatan Caringin, Kabupaten Bogor.

Kegiatan ini didampingi langsung oleh Penyuluh Pertanian setempat, Ibu Deudeu, SH, SP., serta dibantu oleh Penyuluh Pertanian WKPP Muarajaya dan WKPP Cimande, Petugas Organisme Pengganggu Tumbuhan (POPT), Penyuluh Pertanian Swadaya (PPS) Desa Pasirbuncir, serta mahasiswa Polbangtan Cinagara Bogor.

Kelompoktani yang diketuai oleh Bapak Asep Saepuloh ini menargetkan penerapan metode PM-AAS pada lahan seluas 3 hektare, dengan pelaksanaan penanaman dijadwalkan selesai pada hari Minggu.

Penyuluh Pertanian setempat menyampaikan bahwa budidaya padi sawah menggunakan metode PM-AAS memiliki sejumlah keunggulan, antara lain pengaturan populasi dan jarak tanam yang lebih optimal, efisiensi penggunaan air dan pupuk, pemanfaatan mekanisasi, pengelolaan tanaman secara presisi, efisiensi biaya dan tenaga kerja, serta peningkatan produktivitas lahan. PM-AAS juga mengintegrasikan praktik budidaya modern dengan teknologi dan pengelolaan input secara lebih terukur.

Dari sisi produksi, penerapan PM-AAS secara baik dan benar memiliki potensi menghasilkan minimal 10 ton gabah per hektare, bahkan hasil uji lapangan telah mencapai 12,4 ton per hektare. Pencapaian tersebut didukung antara lain oleh optimalisasi fotosintesis melalui pengaturan jarak tanam, peningkatan populasi tanaman, serta penerapan pertanian presisi sehingga input produksi dapat digunakan secara lebih efisien.

Melalui pendampingan yang intensif dari Penyuluh Pertanian bersama seluruh pihak yang terlibat, diharapkan penerapan PM-AAS di Desa Pasirbuncir khususnya di Kelompoktani Satria Muda 1 dapat berjalan optimal, meningkatkan produktivitas padi, menekan biaya produksi, serta memberikan manfaat nyata bagi kesejahteraan petani dan mendukung terwujudnya swasembada pangan berkelanjutan.

💬 Ceritakan pengalaman Anda di kolom komentar.

[Red_AKw]
------------
Kunjungi kami di:
IG: @jejak_penyuluh
FB: Jejak Penyuluh Pertanian
https://jejak-penyuluh.blogspot.com
°
°
°
#kementerianpertanian #pusluhtanri #bppsdmp #pusluhtanri #amran_sulaiman #distanhortijabar #dedimulyadi71 #distanhorbunkabbogor #kabupatenbogor #rudysusmanto #jaro_ade #kecamatancaringin #kecamatancijeruk #kecamatancigombong #jejak_penyuluh #desaPasirbuncir #kelompoktaniSatriaMuda1
















































































15.000 BATANG CABAI MERAH KERITING SIAP DIBUDIDAYAKAN KELOMPOKTANI BINA MANDIRI

Kegiatan Penanaman Cabai Merah Keriting dilaksanakan oleh Kelompoktani Bina Mandiri yang berlokasi di Kampung Nangleng, Desa Lemahduhur, Ke...