Jumat, 06 November 2026

KOLABORASI PENYULUH PERTANIAN WKPP MUARAJAYA & PENYULUH PERTANIAN WKPP CIAWI: TINGKATKAN SDM PETERNAKAN MELALUI BIMBINGAN TEKNIS BUDIDAYA AYAM PETELUR



CIAWI, KABUPATEN BOGOR – Kolaborasi dan sinergi antarpenyuluh pertanian melalui kegiatan Penyuluhan Teknik Budidaya Ayam Petelur yang melibatkan Penyuluh Pertanian Kecamatan Caringin, khususnya WKPP Muarajaya dan WKPP Cimande, bersama Penyuluh Pertanian Kecamatan Ciawi, khususnya Penyuluh Pertanian WKPP Ciawi.

Kegiatan penyuluhan ini diselenggarakan oleh Pemerintah Desa Ciawi, Kecamatan Ciawi, Kabupaten Bogor, dalam rangka pelaksanaan Bimbingan Teknis (Bimtek) Budidaya Ayam Petelur bagi Kelompok Ternak yang akan mendapatkan Program Ketahanan Pangan dari Pemerintah Desa Ciawi pada Tahun Anggaran 2026.

Kegiatan ini menjadi langkah strategis dalam mempersiapkan sumber daya manusia, khususnya para calon pelaku usaha peternakan, agar memiliki pengetahuan, keterampilan, dan kesiapan teknis sebelum melaksanakan kegiatan budidaya ayam petelur. Sebab, keberhasilan program ketahanan pangan tidak cukup hanya dengan menyediakan anggaran, sarana produksi, maupun bantuan ternak, tetapi juga harus diimbangi dengan peningkatan kapasitas dan kompetensi masyarakat penerima manfaat.

Budidaya ayam petelur merupakan salah satu kegiatan usaha peternakan yang memiliki prospek ekonomi sekaligus berpotensi mendukung ketersediaan pangan bergizi bagi masyarakat. Namun, di balik peluang tersebut, terdapat berbagai aspek teknis dan manajerial yang harus benar-benar dipahami oleh Kelompok Ternak agar usaha yang dijalankan dapat berkembang, produktif, berkelanjutan, dan memberikan manfaat ekonomi.

Oleh karena itu, Penyuluhan Pertanian dan pendampingan intensif menjadi bagian penting yang tidak boleh diabaikan, baik sebelum program dimulai maupun selama kegiatan budidaya berlangsung.

Sebelum menerima dan memelihara ayam petelur, Kelompok Ternak perlu memahami terlebih dahulu karakteristik ayam petelur, tahapan pemeliharaan, kebutuhan nutrisi, manajemen kandang, sanitasi, biosekuriti, serta tata cara pemeliharaan yang baik dan benar.

Pengetahuan tersebut sangat diperlukan agar Kelompok Ternak tidak hanya mampu memelihara ayam, tetapi juga memahami bagaimana menghasilkan produksi telur secara optimal dengan memperhatikan kesehatan dan kesejahteraan ternak.

Penyuluhan sejak awal juga dapat meminimalkan kesalahan dalam pengambilan keputusan yang berpotensi menimbulkan kerugian ekonomi.

MEMASTIKAN KESIAPAN KANDANG DAN SARANA PRASARANA

Kandang merupakan salah satu faktor penentu keberhasilan budidaya ayam petelur. Oleh sebab itu, Kelompok Ternak harus mendapatkan arahan teknis mengenai persyaratan lokasi kandang, konstruksi bangunan, ventilasi, pencahayaan, kepadatan populasi, tempat pakan, tempat minum, serta sistem pengelolaan limbah.

Kondisi kandang yang tidak sesuai dapat menyebabkan ayam mengalami stres, mudah terserang penyakit, menurunnya produktivitas, bahkan meningkatkan angka kematian ternak.

Melalui pendampingan Penyuluh Pertanian, kesiapan kandang dan sarana pendukung dapat dievaluasi sebelum ayam ditempatkan sehingga risiko kesalahan teknis dapat ditekan sejak awal.


MEMAHAMI MANAJEMEN PAKAN DAN KEBUTUHAN NUTRISI

Pakan merupakan salah satu komponen biaya terbesar dalam usaha budidaya ayam petelur. Kesalahan dalam pemberian pakan, baik dari segi jumlah, kualitas, kandungan nutrisi, maupun jadwal pemberian, dapat berdampak langsung terhadap pertumbuhan, kesehatan, dan produksi telur.

Kelompok Ternak perlu memahami kebutuhan nutrisi ayam sesuai umur dan fase produksinya, termasuk pentingnya keseimbangan energi, protein, mineral, kalsium, dan vitamin.

Pendampingan diperlukan agar pemberian pakan lebih efisien, tidak boros, serta mampu menunjang pencapaian produktivitas ayam petelur.


MENCEGAH PENYAKIT MELALUI PENERAPAN BIOSEKURITI

Salah satu tantangan terbesar dalam usaha peternakan ayam adalah ancaman penyakit yang dapat menyebar dengan cepat dan menimbulkan kerugian besar.

Kelompok Ternak harus memahami pentingnya menjaga kebersihan kandang, melakukan desinfeksi secara tepat, mengendalikan lalu lintas orang dan kendaraan, menjaga kualitas air minum, menerapkan program vaksinasi sesuai arahan tenaga kesehatan hewan, serta melakukan pemantauan kesehatan ternak secara rutin.

Penyuluhan dan pendampingan juga diperlukan agar Kelompok Ternak mampu mengenali gejala awal gangguan kesehatan pada ayam dan segera berkoordinasi dengan petugas kesehatan hewan apabila ditemukan indikasi penyakit.

Dengan penerapan biosekuriti yang baik, risiko penularan penyakit dapat diminimalkan dan keberlangsungan usaha lebih terjaga.


MENINGKATKAN KEMAMPUAN MANAJEMEN PEMELIHARAAN DAN PRODUKSI TELUR

Memelihara ayam petelur bukan sekadar memberikan pakan dan air minum, kemudian menunggu telur dihasilkan. Terdapat kegiatan pemeliharaan yang harus dilakukan secara teratur, terukur, dan berkesinambungan.

Kelompok Ternak perlu dibekali keterampilan dalam melakukan pengamatan kondisi ayam, pengumpulan telur, pemilahan telur berdasarkan kualitas, penanganan dan penyimpanan telur, serta pencatatan jumlah produksi harian.

Pencatatan produksi sangat penting untuk mengetahui tingkat produktivitas ayam, mengevaluasi penggunaan pakan, menghitung biaya operasional, serta mengidentifikasi permasalahan yang terjadi selama proses pemeliharaan.

Melalui pendampingan Penyuluh Pertanian, Kelompok Ternak diharapkan mampu mengelola kegiatan budidaya berdasarkan data dan pencatatan yang dapat dipertanggungjawabkan.

MEMBANGUN KEMAMPUAN MANAJEMEN KEUANGAN DAN KELEMBAGAAN KELOMPOK

Program Ketahanan Pangan yang dilaksanakan melalui kegiatan budidaya ayam petelur harus dikelola secara transparan, bertanggung jawab, dan berorientasi pada keberlanjutan usaha.

Kelompok Ternak perlu memahami pengelolaan modal, pembelian pakan, pengeluaran operasional, pencatatan hasil penjualan telur, perhitungan keuntungan dan kerugian, serta penyusunan laporan perkembangan usaha.

Selain itu, kekompakan dan pembagian tugas antaranggota kelompok harus dibangun sejak awal. Harus ada kejelasan mengenai siapa yang bertanggung jawab terhadap pemeliharaan ayam, pemberian pakan, kebersihan kandang, pengumpulan telur, pencatatan administrasi, hingga pemasaran hasil produksi.

Dengan manajemen kelompok yang baik, bantuan program tidak hanya menjadi kegiatan sesaat, tetapi dapat berkembang menjadi usaha produktif milik masyarakat.


MEMBANTU MEMBUKA AKSES PEMASARAN DAN MENJAGA KEBERLANJUTAN USAHA

Keberhasilan budidaya ayam petelur tidak hanya diukur dari banyaknya ayam yang dipelihara atau jumlah telur yang dihasilkan, tetapi juga dari kemampuan Kelompok Ternak dalam memasarkan hasil produksi dan memperoleh keuntungan.

Oleh karena itu, Kelompok Ternak perlu mendapatkan pemahaman mengenai potensi pasar, penentuan harga jual, pengemasan, distribusi, serta membangun jaringan pemasaran dengan warung, pedagang telur, pasar tradisional, maupun konsumen di lingkungan sekitar.

Pendampingan juga diperlukan untuk membantu kelompok menyusun perencanaan usaha jangka panjang, termasuk pengelolaan hasil penjualan untuk memenuhi kebutuhan operasional dan pengembangan usaha berikutnya.


MEMASTIKAN PROGRAM KETAHANAN PANGAN MEMBERIKAN DAMPAK NYATA BAGI MASYARAKAT

Program Ketahanan Pangan Pemerintah Desa Ciawi Tahun Anggaran 2026 diharapkan tidak hanya menghasilkan kegiatan budidaya ayam petelur, tetapi juga mampu memberikan dampak nyata terhadap peningkatan ekonomi masyarakat, terbukanya peluang usaha produktif, penciptaan aktivitas ekonomi di tingkat desa, serta mendukung ketersediaan sumber pangan hewani berupa telur.

Untuk mencapai tujuan tersebut, pendampingan Penyuluh Pertanian harus dilaksanakan secara berkelanjutan, mulai dari tahap persiapan, pelaksanaan kegiatan budidaya, pemeliharaan, penanganan permasalahan teknis, hingga evaluasi hasil usaha.

Penyuluh Pertanian berperan sebagai fasilitator, motivator, edukator, sekaligus pendamping yang membantu Kelompok Ternak dalam menerapkan teknologi dan inovasi budidaya sesuai kebutuhan di lapangan.

Kolaborasi Penyuluh Pertanian Kecamatan Caringin dan Kecamatan Ciawi ini menjadi bukti bahwa sinergi lintas wilayah dan lintas WKPP merupakan kekuatan penting dalam memperluas jangkauan pelayanan penyuluhan kepada masyarakat.

Melalui kegiatan Bimbingan Teknis dan pendampingan yang terarah, diharapkan Kelompok Ternak calon penerima Program Ketahanan Pangan Pemerintah Desa Ciawi Tahun Anggaran 2026 benar-benar siap menjalankan usaha budidaya ayam petelur secara profesional, produktif, dan berkelanjutan.

Karena pada hakikatnya, keberhasilan Program Ketahanan Pangan bukan hanya terletak pada tersalurkannya bantuan, melainkan pada sejauh mana masyarakat mampu mengelola, mengembangkan, dan mempertahankan usaha tersebut sehingga manfaatnya dapat dirasakan dalam jangka panjang.

Mari kita kawal bersama Program Ketahanan Pangan melalui penguatan kapasitas masyarakat, penerapan teknologi budidaya yang tepat, serta pendampingan Penyuluh Pertanian yang berkelanjutan.

Bagaimana menurut Anda, apakah penyuluhan dan pendampingan intensif merupakan faktor penting dalam menentukan keberhasilan Program Ketahanan Pangan di tingkat desa?

Ceritakan pengalaman Anda di kolom komentar.

Jangan lupa berikan LIKE, KOMENTAR, dan BAGIKAN postingan ini agar semakin banyak masyarakat yang mendapatkan informasi dan edukasi pertanian.

Salam Penyuluhan!
Salam Pertanian Indonesia!

[Red_AKw]
--------
Kunjungi kami di:
IG: @jejak_penyuluh
FB: Jejak Penyuluh Pertanian
https://jejak-penyuluh.blogspot.com

°
°
°
#kementerianpertanian #pusluhtanri #bppsdmp #pusluhtanri #amran_sulaiman #distanhortijabar #dedimulyadi71 #distanhorbunkabbogor #kabupatenbogor #rudysusmanto #jaro_ade #kecamatancaringin #kecamatancijeruk #kecamatancigombong #jejak_penyuluh #desa #desaciawi #desamuarajaya #desacimande


































Kamis, 05 November 2026

UPT WILAYAH VIII SALURKAN BANTUAN BIBIT PALA UNTUK KELOMPOKTANI TAWAKAL, UNTUK PENGEMBANGAN PERKEBUNAN BERKELANJUTAN DI DESA CIMANDE




CIMANDE – Kelompoktani Tawakal yang berlokasi di Kampung Baru, Desa Cimande, Kecamatan Caringin, Kabupaten Bogor, mendapatkan fasilitasi bantuan sebanyak 700 batang bibit pala dari UPT Pertanian Wilayah VIII untuk dikembangkan pada lahan perkebunan Kelompoktani.

Bantuan bibit pala tersebut akan dibudidayakan pada lahan seluas kurang lebih 3,43 hektare dengan menerapkan sistem tumpang sari bersama tanaman hortikultura jenis sayuran. Dengan jarak tanam 7 x 7 meter, pola budidaya ini diharapkan dapat mengoptimalkan pemanfaatan lahan sekaligus memberikan manfaat ekonomi secara berkelanjutan bagi anggota Kelompoktani.

Kelompoktani Tawakal yang diketuai oleh Bapak Nurdin selama ini aktif dan intensif membudidayakan berbagai komoditas pertanian, mulai dari tanaman hortikultura jenis sayuran, tanaman pangan, hingga tanaman perkebunan. Selain tanaman pala yang akan dikembangkan, Kelompoktani Tawakal juga telah terlebih dahulu membudidayakan tanaman kopi.

Pengembangan tanaman pala menjadi salah satu langkah strategis untuk melakukan diversifikasi usaha tani. Budidaya pala dipilih karena memiliki potensi ekonomi yang baik dan dapat menjadi investasi jangka panjang bagi Kelompoktani. Tanaman pala juga dapat dikembangkan secara terpadu dengan komoditas lain melalui sistem tumpang sari, sehingga lahan tetap produktif sambil menunggu tanaman pala memasuki masa produktif.

Selain itu, keberadaan tanaman kopi yang telah lebih dahulu dibudidayakan menunjukkan bahwa Kelompoktani Tawakal memiliki potensi dan pengalaman dalam mengembangkan komoditas perkebunan. Kombinasi pengembangan kopi dan pala, yang didukung dengan tanaman hortikultura sebagai tanaman sela, diharapkan dapat menciptakan sistem usaha tani yang lebih beragam, produktif, dan berkelanjutan.

Melalui pengembangan 700 batang bibit pala pada lahan seluas 3,43 hektare, Kelompoktani Tawakal diharapkan mampu memperkuat potensi perkebunan di Desa Cimande serta meningkatkan peluang pendapatan petani melalui pengembangan komoditas bernilai ekonomi.

Ceritakan pengalaman Anda di kolom komentar.
[Red_AKw]
-------
Kunjungi kami di:
IG: @jejak_penyuluh
FB: Jejak Penyuluh Pertanian
https://jejak-penyuluh.blogspot.com

°
°
°
#kementerianpertanian #pusluhtanri #bppsdmp #pusluhtanri #amran_sulaiman #distanhortijabar #dedimulyadi71 #distanhorbunkabbogor #kabupatenbogor #rudysusmanto #jaro_ade #kecamatancaringin #kecamatancijeruk #kecamatancigombong #jejak_penyuluh #desa #cimande #kelompoktani #tawakal



Rabu, 04 November 2026

LAHAN TIDUR 3 TAHUN DISULAP MENJADI SAWAH PRODUKTIF, KELOMPOKTANI POHPOHAN MAKMUR SIAP TERAPKAN PM-AAS



Dalam rangka menyukseskan Program Pertanian Modern Advance Agriculture System (PM-AAS), Kelompoktani Pohpohan Makmur yang berlokasi di Kampung Cikodok, Desa Lemahduhur, Kecamatan Caringin, Kabupaten Bogor, melaksanakan kegiatan pembukaan lahan tidur seluas 1,2 hektare. Lahan tersebut sebelumnya telah lebih dari tiga tahun tidak produktif dan kini mulai disiapkan untuk kembali menjadi lahan pertanian produktif.

Kegiatan pembukaan lahan telah dilakukan selama kurang lebih satu minggu oleh Bang Ucok selaku Ketua Kelompoktani Pohpohan Makmur bersama para anggota Kelompoktaninya. Lahan tersebut direncanakan untuk dijadikan lahan sawah baru atau cetak sawah seluas 1,2 hektare yang selanjutnya akan digunakan untuk budidaya padi sawah dengan menerapkan metode Pertanian Modern Advance Agriculture System (PM-AAS).

Bang Ucok menyampaikan bahwa di wilayah Kecamatan Caringin, metode budidaya padi PM-AAS sedang menjadi perhatian dan banyak diperbincangkan karena penerapan teknologi budidaya yang tepat diyakini mampu meningkatkan produktivitas tanaman padi dibandingkan pola budidaya konvensional. Ketertarikan tersebut mendorong Kelompoktani Pohpohan Makmur untuk ikut menerapkan metode PM-AAS secara bertahap dan terukur pada lahan yang sedang dipersiapkan.

Penyuluh Pertanian Desa Lemahduhur bersama Petugas Pengendali Organisme Pengganggu Tumbuhan (POPT) setempat turut memberikan pendampingan dan penyuluhan kepada Kelompoktani Pohpohan Makmur. Pendampingan dilakukan mulai dari tahap persiapan lahan hingga panen dan pascapanen agar penerapan PM-AAS dapat dilaksanakan sesuai dengan kondisi lahan dan kebutuhan tanaman.

Pada tahap persiapan lahan, petani diarahkan untuk melakukan pembersihan lahan, pengolahan tanah, perataan permukaan sawah, serta perbaikan pematang dan saluran irigasi. Sebelum tanam, dilakukan pemberian pupuk organik untuk membantu memperbaiki kondisi tanah, meningkatkan bahan organik, memperbaiki struktur tanah, serta mendukung kehidupan mikroorganisme yang bermanfaat bagi pertumbuhan tanaman.

Pada tahap penanaman, digunakan benih bermutu dengan kebutuhan sekitar 70 kg per hektare atau kurang lebih tiga kali penggunaan benih pada pola budidaya biasa, sesuai konsep penerapan PM-AAS yang akan dilaksanakan. Penanaman dilakukan secara langsung dengan populasi tanaman yang lebih rapat dan pengaturan jarak tanam yang tetap memperhatikan sistem legowo, sehingga tanaman memperoleh ruang tumbuh yang baik, sirkulasi udara lebih lancar, dan kegiatan pemeliharaan dapat dilakukan dengan lebih efektif.

Selanjutnya, keberhasilan budidaya sangat ditentukan oleh manajemen irigasi yang tepat. Ketersediaan air harus dikelola sesuai fase pertumbuhan tanaman dengan memperhatikan kondisi tanah dan kebutuhan padi. Air tidak hanya dibiarkan menggenang secara terus-menerus, tetapi pengelolaannya dilakukan secara terukur agar akar tanaman dapat tumbuh dengan baik dan penggunaan air menjadi lebih efisien.

Dalam kegiatan pemupukan, petani diberikan pemahaman mengenai prinsip 5 Tepat atau 5T, yaitu tepat jenis, tepat dosis, tepat waktu, tepat cara, dan tepat tempat. Pemupukan harus disesuaikan dengan kebutuhan tanaman dan kondisi lahan sehingga unsur hara dapat dimanfaatkan secara optimal. Selain pemupukan utama, dilakukan pula pemberian silika sebagai salah satu unsur yang bermanfaat dalam mendukung kekuatan jaringan tanaman, membantu memperkuat batang dan daun, serta meningkatkan ketahanan tanaman terhadap berbagai tekanan lingkungan.

Pada tahap pemeliharaan, dilakukan pengamatan rutin terhadap pertumbuhan tanaman serta penerapan pengendalian hama dan penyakit tanaman secara terpadu. Petani bersama Penyuluh Pertanian dan POPT melakukan monitoring secara berkala untuk mengetahui keberadaan organisme pengganggu tanaman sejak dini. Pengendalian dilakukan berdasarkan hasil pengamatan lapangan dengan mengutamakan tindakan pencegahan, sanitasi lingkungan, pengelolaan tanaman yang baik, serta penggunaan metode pengendalian yang tepat sesuai kondisi serangan.

Menjelang panen, tanaman terus dipantau untuk menentukan waktu panen yang tepat agar hasil produksi memiliki kualitas yang baik. Pemanenan dilakukan pada tingkat kematangan yang sesuai untuk meminimalkan kehilangan hasil. Selanjutnya, pada tahap pascapanen, gabah segera ditangani dengan baik melalui proses perontokan, pembersihan, pengeringan hingga mencapai kondisi yang sesuai untuk penyimpanan. Penanganan pascapanen yang tepat menjadi bagian penting dalam menjaga kualitas dan mengurangi kehilangan hasil setelah panen.

Melalui kegiatan pembukaan kembali lahan tidur dan penerapan metode PM-AAS, diharapkan Kelompoktani Pohpohan Makmur dapat mengoptimalkan potensi lahan yang sebelumnya tidak produktif menjadi lahan sawah yang menghasilkan. Pendampingan berkelanjutan dari Penyuluh Pertanian dan POPT diharapkan mampu meningkatkan pengetahuan, keterampilan, serta kemampuan petani dalam menerapkan teknologi budidaya padi yang lebih modern, efektif, dan berorientasi pada peningkatan produktivitas.

Ceritakan pengalaman Anda di kolom komentar.
[Red_AKw]
-----
Kunjungi kami di:
IG: @jejak_penyuluh
FB: Jejak Penyuluh Pertanian
https://jejak-penyuluh.blogspot.com

°
°
°
#kementerianpertanian #pusluhtanri #bppsdmp #pusluhtanri #amran_sulaiman #distanhortijabar #dedimulyadi71 #distanhorbunkabbogor #kabupatenbogor #rudysusmanto #jaro_ade #kecamatancaringin #kecamatancijeruk #kecamatancigombong #jejak_penyuluh #desa #lemahduhur #kelompoktani #pohpohanmakmur





Sabtu, 31 Oktober 2026

DIREKTUR JENDERAL TANAMAN PANGAN KEMENTERIAN PERTANIAN LAKUKAN MONITORING PM-AAS DI WKPP MUARAJAYA DAN WKPP CIMANDE

Kegiatan monitoring Pertanian Modern Advance Agriculture System atau PM-AAS dilakukan oleh Tim Direktorat Jenderal Tanaman Pangan Kementerian Pertanian Republik Indonesia ke WKPP Muarajaya dan WKPP Cimande, Kecamatan Caringin, Kabupaten Bogor.

Kunjungan ini bertujuan untuk memantau secara langsung perkembangan penerapan budidaya padi sawah menggunakan metode PM-AAS, mengevaluasi kesesuaian pelaksanaan budidaya dengan tahapan dan rekomendasi teknis yang telah ditetapkan, mengidentifikasi berbagai kendala dan permasalahan yang dihadapi petani di lapangan, mengevaluasi penggunaan sarana produksi termasuk benih dan pemupukan, serta menghimpun informasi sebagai bahan tindak lanjut dalam mendukung keberhasilan pelaksanaan program PM-AAS.

Hasil monitoring langsung di lapangan menunjukkan bahwa sejumlah Kelompoktani telah menerapkan metode PM-AAS dalam budidaya tanaman padi sawah dengan perkembangan pertumbuhan tanaman yang berbeda-beda.

Di Kelompoktani Setia Wargi, Desa Muarajaya, Kecamatan Caringin, monitoring dilakukan pada lahan sawah milik Bapak Haji Tumirin. Tanaman padi sawah yang dibudidayakan menggunakan metode PM-AAS saat ini telah memasuki usia sekitar 60 hari setelah pindah tanam.

Monitoring juga dilakukan di Kelompoktani Pirang Maju Jaya, Desa Muarajaya, Kecamatan Caringin, tepatnya di lahan milik Bapak Rahmat. Tanaman padi sawah menggunakan metode PM-AAS di lokasi tersebut telah memasuki usia sekitar 13 hari setelah tanam benih langsung.

Selanjutnya, Tim melakukan monitoring di Kelompoktani Karya Prisma yang berlokasi di Kampung Nyeunang, Desa Muarajaya, Kecamatan Caringin. Tanaman padi sawah di lahan milik Bapak Ibrahim dan Ustadz Hidayatullah baru memasuki usia sekitar 1 sampai 5 hari setelah pindah tanam, sedangkan tanaman padi sawah di lahan milik Bapak Dayat Hidayat telah memasuki usia sekitar 20 hari setelah pindah tanam.

Monitoring kemudian dilanjutkan ke lahan sawah milik Bapak Cece, salah satu anggota Kelompoktani Pohpohan Makmur, Desa Lemahduhur, Kecamatan Caringin. Tanaman padi sawah yang dibudidayakan menggunakan metode PM-AAS telah memasuki usia sekitar 91 hari dan diperkirakan sekitar satu minggu lagi akan memasuki masa panen perdana.

Selain itu, Bapak Cece bersama beberapa petani lainnya, yaitu Bapak Doel dan Bapak Haji Neo, tengah mempersiapkan pengolahan lahan sawah seluas kurang lebih 1 hektare untuk kembali dibudidayakan dengan komoditas padi sawah menggunakan metode PM-AAS. Kegiatan budidaya selanjutnya direncanakan menggunakan benih Inpari 49 yang merupakan fasilitasi dari Kementerian Pertanian Republik Indonesia melalui Direktorat Jenderal Tanaman Pangan.

Berdasarkan hasil monitoring, terdapat beberapa temuan dan kendala dalam pelaksanaan budidaya padi sawah menggunakan metode PM-AAS di lapangan. Benih padi yang digunakan oleh sebagian petani adalah Inpari 32, bukan benih Inpari 49 yang dialokasikan untuk kegiatan PM-AAS, karena bantuan benih Inpari 49 belum tersedia pada saat pelaksanaan penanaman. Selain itu, sebagian besar petani belum memberikan pupuk organik atau pupuk kompos pada saat pengolahan lahan maupun sebelum penanaman. Penerapan silika juga masih belum dilakukan oleh sebagian besar petani.

Temuan lainnya adalah masih terdapat beberapa petani yang terlambat melakukan pemupukan. Dalam metode penanaman, sebagian besar petani juga belum menerapkan sistem tanam benih langsung karena adanya kekhawatiran benih terbawa hanyut saat hujan, serta adanya ancaman serangan hama burung dan tikus. Oleh karena itu, sebagian besar petani memilih melakukan penanaman dengan sistem tanam pindah.

Hasil monitoring ini menjadi bahan evaluasi penting bagi seluruh pihak terkait untuk meningkatkan pendampingan, memastikan ketersediaan sarana produksi tepat waktu, serta memperkuat penerapan tahapan budidaya PM-AAS sesuai rekomendasi teknis. Diharapkan berbagai temuan di lapangan dapat segera ditindaklanjuti sehingga penerapan PM-AAS mampu memberikan hasil yang optimal dan mendukung peningkatan produktivitas padi sawah serta kesejahteraan petani.

Ceritakan pengalaman Anda di kolom komentar.
[Red_AKw]
-------

Kunjungi kami di:
IG: @jejak_penyuluh
FB: Jejak Penyuluh Pertanian
https://jejak-penyuluh.blogspot.com

°
°
°
#kementerianpertanian #pusluhtanri #bppsdmp #pusluhtanri #amran_sulaiman #distanhortijabar #dedimulyadi71 #distanhorbunkabbogor #kabupatenbogor #rudysusmanto #jaro_ade #kecamatancaringin #kecamatancijeruk #kecamatancigombong #jejak_penyuluh #desa #muarajaya #lemahduhur #kelompoktani #setiawargi #pirangmajujaya #karyaprisma #pohpohanmakmur




































KOLABORASI PENYULUH PERTANIAN WKPP MUARAJAYA & PENYULUH PERTANIAN WKPP CIAWI: TINGKATKAN SDM PETERNAKAN MELALUI BIMBINGAN TEKNIS BUDIDAYA AYAM PETELUR

CIAWI, KABUPATEN BOGOR – Kolaborasi dan sinergi antarpenyuluh pertanian melalui kegiatan Penyuluhan Teknik Budidaya Ayam Petelur yang meliba...