Senin, 25 Mei 2026

BUDIDAYA CABAI MERAH KERITING SISTEM PROLIGA (PRODUKSI LIPAT GANDA)



Budidaya cabai merah keriting dengan inovasi PROLIGA (Produksi Lipat Ganda) merupakan teknik intensifikasi budidaya yang bertujuan meningkatkan jumlah cabang produktif, jumlah bunga, dan jumlah buah melalui kombinasi:
Potong pucuk bibit muda
Perempelan ketiak daun/tunas air
Peningkatan dosis pemupukan
Pengaturan tajuk tanaman
Perawatan intensif
Teknik ini membuat tanaman cabai lebih rimbun, bercabang banyak, dan mampu menghasilkan buah lebih banyak dibanding sistem biasa.

1. KEUNGGULAN SISTEM PROLIGA
Keuntungan:
Jumlah cabang produktif lebih banyak
Jumlah bunga meningkat drastis
Produksi buah bisa meningkat 1,5 s.d 2 kali lipat
Tanaman lebih kokoh
Panen lebih panjang
Buah lebih seragam
Prinsip Dasar:
Tanaman cabai secara alami tumbuh dominan ke atas. Jika pucuk utama dipotong, hormon pertumbuhan akan merangsang munculnya banyak cabang samping produktif.

2. PEMILIHAN VARIETAS
Gunakan varietas unggul yang tahan penyakit dan produktif, misalnya:
Panah Merah varietas Lado F1
East West Seed Indonesia varietas Kastilo F1
BISI varietas PM 999
ORI 212
Baja F1
Ciri varietas yang cocok:
Percabangan kuat
Batang besar
Tahan layu
Adaptif dataran rendah–menengah

3. PERSIAPAN LAHAN
Pengolahan Tanah
Bajak/cangkul sedalam 30 s.d 40 cm
Diamkan 5 s.d 7 hari terkena matahari
Bersihkan gulma
Pembuatan Bedengan
Ukuran ideal:
Lebar: 100 s.d 120 cm
Tinggi: 40 s.d 50 cm
Panjang menyesuaikan lahan
Jarak antar bedengan: 50 s.d 70 cm
Pemberian Pupuk Dasar
Karena sistem PROLIGA membutuhkan nutrisi tinggi, gunakan pupuk dasar lebih banyak.
Dosis per hektar:
Pupuk kandang matang: 20 s.d 30 ton
Dolomit: 1 s.d 2 ton
NPK: 500 s.d 700 kg
SP-36: 300 kg
KCl: 200 kg
Campur merata ke tanah 7 s.d 14 hari sebelum tanam.

4. PENYEMAIAN BENIH
Media Semai
Campuran:
Tanah halus
Kompos
Sekam bakar
Perbandingan: 1 : 1 : 1
Penyemaian
Rendam benih 2 s.d 4 jam air hangat
Semai di tray semai/polybag kecil
Tutup tipis media
Siram rutin pagi dan sore
Bibit siap tanam umur: 21 s.d 28 hari.

5. TEKNIK POTONG PUCUK BIBIT (KUNCI PROLIGA)
Waktu Potong Pucuk
Dilakukan saat:
Bibit umur 18 s.d 23 hari
Sudah memiliki 4 s.d 6 helai daun sejati
Cara Potong Pucuk
Potong pucuk utama menggunakan gunting steril.
(Pada sistem Proliga, prinsipnya adalah memperbanyak titik tumbuh/cabang sehingga pertumbuhan vegetatif meningkat bercabang seperti pola percabangan menyebar.)
Bagian yang dipotong:
Pucuk paling atas ±1 s.d 2 cm
Tujuan:
Menghilangkan dominansi apikal
Merangsang 2 s.d 4 cabang utama baru
Membentuk tanaman pendek tetapi rimbun
Setelah Dipotong
Simpan bibit di tempat teduh 2 s.d 3 hari
Semprot pupuk daun dosis ringan
Siram secukupnya
Biasanya 5 s.d 7 hari kemudian muncul banyak tunas baru.

6. PENANAMAN
Jarak Tanam PROLIGA
Karena tanaman lebih rimbun, gunakan jarak lebih lebar:
70 × 70 cm atau
80 × 60 cm
Cara Tanam
Tanam sore hari
Lepas polybag hati-hati
Padatkan tanah sekitar batang
Siram segera

7. PEMASANGAN AJIR
Ajir wajib dipasang karena tanaman akan sangat berat oleh buah.
Ukuran:
Tinggi 120 s.d 150 cm
Pasang:
7 hari setelah tanam
Ikat batang secara bertahap.

8. PEREMPELAN KETIAK DAUN (TUNAS AIR)
Ini merupakan inti kedua sistem PROLIGA.
Perempelan adalah membuang tunas liar/tunas air yang tumbuh di ketiak daun bagian bawah.
Waktu Perempelan
Mulai:
Umur 20 s.d 30 HST
Dilakukan rutin:
5 s.d 7 hari sekali
Cara Perempelan
Buang:
Tunas kecil di bawah percabangan utama
Cabang tidak produktif
Daun tua menyentuh tanah
Sisakan:
3 s.d 4 cabang utama terbaik
Tujuan
Nutrisi fokus ke cabang produktif
Sirkulasi udara lebih baik
Mengurangi penyakit
Merangsang pembentukan bunga

9. PEMUPUKAN DOSIS GANDA SISTEM PROLIGA
Karena jumlah cabang dan buah lebih banyak, kebutuhan nutrisi meningkat tajam.
Prinsip PROLIGA:
Pupuk diberikan sekitar 1,5 s.d 2 kali lebih banyak dibanding budidaya biasa.

10. JADWAL PEMUPUKAN
Umur 7 HST
NPK 16:16:16 → 5 gram/tanaman
Umur 14 HST
NPK + KNO3
7 s.d 10 gram/tanaman
Umur 21 HST
Tambahkan pupuk tinggi nitrogen
Untuk pembentukan cabang
Umur 30 HST
NPK tinggi kalium
Tambahkan kalsium boron
Saat Berbunga
Fokus:
Kalium tinggi
Kalsium
Magnesium
Saat Pembuahan
Tambahkan:
KNO3 merah
MKP
ZPT perangsang buah

11. POLA PEMUPUKAN YANG DIANJURKAN
Sistem Kocor
Dilakukan:
5 s.d 7 hari sekali
Sistem Fertigasi
Lebih bagus jika tersedia:
Nutrisi lebih stabil
Pertumbuhan lebih cepat

12. PENYIRAMAN
Musim kemarau: setiap hari
Musim hujan: sesuai kondisi
Jangan terlalu becek karena akar cabai sensitif busuk akar.

13. PENGENDALIAN HAMA DAN PENYAKIT
Hama Utama
Thrips
Kutu daun
Ulat buah
Tungau
Penyakit
Layu fusarium
Antraknosa
Bercak daun
Patek
Pencegahan
Sanitasi kebun
Rotasi tanaman
Mulsa plastik
Penyemprotan preventif

14. PEMANGKASAN LANJUTAN
Pada sistem PROLIGA:
Cabang terlalu rimbun harus dikurangi
Buang daun tua
Buang cabang sakit
Tujuannya:
Cahaya masuk merata
Buah lebih besar
Mengurangi kelembapan

15. PEMBUNGAAN DAN PENGISIAN BUAH
Saat mulai berbunga:
Kurangi nitrogen
Tingkatkan kalium dan kalsium
Tujuan:
Mengurangi bunga rontok
Buah lebih padat dan panjang

16. PANEN
Umur Panen
75 s.d 90 HST tergantung varietas.
Ciri Buah Siap Panen
Warna merah 80 s.d 90%
Buah keras
Mengkilap
Frekuensi Panen
2 s.d 3 hari sekali

17. HASIL PRODUKSI SISTEM PROLIGA
Budidaya Biasa
Produksi rata-rata:
10 s.d 15 ton/ha
Sistem PROLIGA
Produksi bisa mencapai:
20 s.d 30 ton/ha
Jika perawatan optimal bahkan lebih.

18. FAKTOR KEBERHASILAN PROLIGA
Kunci utama:
1. Potong pucuk tepat waktu
2. Pemupukan tinggi dan seimbang
3. Perempelan rutin
4. Pengendalian hama intensif
5. Air cukup
6. Drainase bagus

19. KESALAHAN YANG SERING TERJADI
Potong pucuk terlalu dini
Akibat:
Bibit stres
Pertumbuhan lambat
Terlalu banyak cabang dipelihara
Akibat:
Buah kecil
Penyakit meningkat
Pupuk kurang
Akibat:
Cabang banyak tetapi buah sedikit
Kelembapan terlalu tinggi
Akibat:
Jamur mudah menyerang

20. KESIMPULAN
Teknik PROLIGA pada cabai merah keriting bekerja dengan prinsip:
Memperbanyak cabang produktif melalui potong pucuk
Mengarahkan nutrisi melalui perempelan
Menambah asupan nutrisi melalui pemupukan intensif
Jika dilakukan dengan benar, produksi cabai merah keriting dapat meningkat sangat signifikan dibanding budidaya konvensional, baik dari jumlah buah, lama panen, maupun total tonase hasil panen.

Sumber: brmp.pertanian.go.id (Menjelaskan bahwa teknologi PROLIGA merupakan hasil penelitian Balai Penelitian Sayuran (Balitsa) Kementerian Pertanian, dengan komponen teknologi berupa penggunaan varietas unggul, persemaian sehat, pola tanam zig-zag double row, pemasangan mulsa plastik hitam perak, pemenuhan unsur hara, dan pengendalian OPT terpadu.)

Disadur dan dirangkum oleh: AKw
------
Kunjungi kami di:
IG: @jejak_penyuluh
FB: Jejak Penyuluh Pertanian
https://jejak-penyuluh.blogspot.com

°
°
°
#kementerianpertanian #pusluhtanri #bppsdmp #pusluhtanri #amran_sulaiman #distanhortijabar #dedimulyadi71 #distanhorbunkabbogor #kabupatenbogor #rudysusmanto #jaro_ade #kecamatancaringin #kecamatancijeruk #kecamatancigombong #jejak_penyuluh #proliga #produksilipatganda

Minggu, 24 Mei 2026

KWT EMBUN PAGI TERUS BERINOVASI! HADIRNYA INSTALASI HIDROPONIK DAN PEMBIBITAN ALOEVERA MENUJU KEMANDIRIAN USAHA



Kelompok Wanita Tani (KWT) Embun Pagi Desa Cimande Hilir Kecamatan Caringin Kabupaten Bogor terus berbenah dan melakukan pengembangan usaha tani produktif. Saat ini KWT Embun Pagi telah menerima bantuan 2 unit instalasi hidroponik dari Universitas Djuanda Bogor sebagai bentuk dukungan terhadap pengembangan pertanian modern dan pemberdayaan kelompok wanita tani.

Bersamaan dengan pemasangan instalasi hidroponik tersebut, ibu-ibu KWT Embun Pagi juga melaksanakan kegiatan pemindahan anakan Aloevera atau pembibitan kembali guna menambah jumlah populasi tanaman Aloevera. Kegiatan ini dilakukan sebagai upaya pemenuhan bahan baku secara mandiri untuk produksi olahan Aloevera berupa jelly dan minuman Aloevera yang selama ini terus berkembang.

Dengan adanya penambahan budidaya Aloevera dan dukungan sarana hidroponik, diharapkan KWT Embun Pagi tidak hanya mampu memproduksi olahan Aloevera, namun juga dapat menjual Aloevera segar utuh dalam bentuk papan serta mengembangkan berbagai produk olahan Aloevera lainnya sesuai dengan perkembangan permintaan pasar dan kebutuhan konsumen.

Output/Hasil Kegiatan:
✅ Terpasangnya 2 unit instalasi hidroponik bantuan dari Universitas Djuanda Bogor.
✅ Bertambahnya jumlah bibit tanaman Aloevera melalui kegiatan pembibitan kembali.
✅ Meningkatnya kesiapan ketersediaan bahan baku Aloevera untuk produksi jelly dan minuman Aloevera.
✅ Meningkatnya semangat dan kapasitas anggota KWT Embun Pagi dalam pengembangan usaha pertanian dan olahan pangan.
✅ Terbukanya peluang pengembangan usaha penjualan Aloevera segar dan diversifikasi produk olahan Aloevera lainnya.

[Red_AKw]
-------
Kunjungi kami di:
IG: @jejak_penyuluh
FB: Jejak Penyuluh Pertanian
https://jejak-penyuluh.blogspot.com

°
°
°
#kementerianpertanian #pusluhtanri #bppsdmp #pusluhtanri #amran_sulaiman #distanhortijabar #dedimulyadi71 #distanhorbunkabbogor #kabupatenbogor #rudysusmanto #jaro_ade #kecamatancaringin #kecamatancijeruk #kecamatancigombong #jejak_penyuluh #desacimandehilir #kelompokwanitataniembunpagi

Sabtu, 23 Mei 2026

ALOEVERA JADI PELUANG USAHA! KWT EMBUN PAGI CIMANDE HILIR SUKSES OLAH HASIL PANEN MENJADI PRODUK BERNILAI EKONOMI



Penyuluh Pertanian Desa Cimande Hilir Kecamatan Caringin Kabupaten Bogor bersama Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (PKK) Desa Cimande Hilir terus intens melakukan kolaborasi dalam pembinaan dan pendampingan kepada ibu-ibu yang tergabung dalam Kelompok Wanita Tani (KWT) Embun Pagi.

Berdasarkan hasil identifikasi potensi wilayah dan sumber daya manusia, Desa Cimande Hilir memiliki potensi tanaman Aloevera yang cukup melimpah namun belum dimanfaatkan secara optimal untuk meningkatkan nilai tambah ekonominya. Selain itu, sebagian besar anggota KWT Embun Pagi juga merupakan kader desa yang memiliki keterbatasan waktu dalam melakukan aktivitas budidaya tanaman yang membutuhkan pemeliharaan intensif.

Melalui pertimbangan tersebut, dipilihlah tanaman Aloevera sebagai salah satu komoditas unggulan KWT Embun Pagi karena relatif mudah dibudidayakan dan tidak memerlukan perawatan yang intensif. Hasil panen Aloevera kemudian diolah menjadi berbagai produk olahan seperti jelly aloevera dan minuman aloevera yang memiliki nilai jual lebih tinggi.

Selain pengolahan produk, ke depan apabila hasil panen Aloevera semakin melimpah, maka hasil panen juga akan dipasarkan dalam bentuk Aloevera segar utuh yang dijual per lembar maupun per papan. Dalam hal pemasaran, nantinya akan dilakukan kerja sama dengan P4S Antanan Desa Cimande untuk mendukung pemasaran Aloevera segar apabila produksi telah surplus dan mampu memenuhi kebutuhan bahan baku olahan KWT Embun Pagi.

Kegiatan pasca panen Aloevera ini terbukti mampu memberikan dampak positif dalam meningkatkan pendapatan keluarga serta menumbuhkan semangat kewirausahaan bagi ibu-ibu KWT Embun Pagi Desa Cimande Hilir Kecamatan Caringin Kabupaten Bogor.

OUTPUT/HASIL KEGIATAN:
✅ Meningkatkan keterampilan ibu-ibu KWT dalam pengolahan hasil pertanian Aloevera
✅ Terciptanya produk olahan berupa jelly aloevera dan minuman aloevera
✅ Meningkatkan nilai tambah dan nilai ekonomi komoditas Aloevera
✅ Menumbuhkan jiwa kewirausahaan anggota KWT Embun Pagi
✅ Menambah penghasilan keluarga melalui kegiatan pasca panen Aloevera
✅ Terjalinnya kolaborasi antara Penyuluh Pertanian, PKK Desa dan KWT Embun Pagi
✅ Membuka peluang kerja sama pemasaran Aloevera segar dengan P4S Antanan Desa Cimande


[Red_AKw]
-----
Kunjungi kami di:
IG: @jejak_penyuluh
FB: Jejak Penyuluh Pertanian
jejak-penyuluh.blogspot.com
°
°
°
#kementerianpertanian #pusluhtanri #bppsdmp #pusluhtanri #amran_sulaiman #distanhortijabar #dedimulyadi71 #distanhorbunkabbogor #kabupatenbogor #rudysusmanto #jaro_ade #kecamatancaringin #kecamatancijeruk #kecamatancigombong #jejak_penyuluh #desacimandehilir #kelompokwanitataniembunpagi #tppkkkecamatancaringin #tppkkdesacimandehilir











Jumat, 22 Mei 2026

KEGIATAN PANEN MENTIMUN DI KELOMPOKTANI SUKAMANAH DESA CIMANDE KECAMATAN CARINGIN KAB. BOGOR




Ketua Kelompoktani Sukamanah, Babang Ciko, melaksanakan kegiatan panen mentimun untuk yang ke-5 kalinya dengan hasil yang memuaskan. Kegiatan panen ini menjadi bukti nyata bahwa pengelolaan budidaya yang dilakukan secara intensif dan berkelanjutan mampu memberikan hasil optimal bagi petani di tingkat lapangan.


Panen mentimun kali ini menunjukkan kondisi tanaman yang tumbuh sehat dengan kualitas buah yang baik serta produktivitas yang terus meningkat. Keberhasilan tersebut tidak terlepas dari kerja keras petani dalam menerapkan teknik budidaya yang tepat, mulai dari pengolahan lahan, pemeliharaan tanaman, pengendalian hama penyakit, hingga pemupukan yang teratur. Selain menjadi sumber penghasilan bagi petani, keberhasilan panen ini juga menjadi motivasi bagi anggota kelompoktani lainnya untuk terus mengembangkan usaha tani hortikultura yang berdaya saing.


Melalui kegiatan panen ke-5 ini, Kelompoktani Sukamanah diharapkan dapat terus meningkatkan produktivitas pertanian serta memperkuat ketahanan pangan di wilayah Kecamatan Caringin. Penyuluh Pertanian juga terus mendorong para petani agar tetap semangat dalam berinovasi dan menjaga kualitas hasil pertanian sehingga mampu memenuhi kebutuhan pasar serta meningkatkan kesejahteraan petani di pedesaan.


Output/Hasil Kegiatan:


Terlaksananya panen mentimun ke-5 oleh Kelompoktani Sukamanah.


Meningkatnya produktivitas dan kualitas hasil panen mentimun.


Bertambahnya semangat dan motivasi petani dalam mengembangkan budidaya hortikultura.


Terjaganya keberlanjutan usaha tani hortikultura di Desa Cimande.


Mendukung peningkatan ekonomi dan kesejahteraan petani setempat.


[Red_AKw]

-----

Kunjungi kami di:

IG: @jejak_penyuluh

FB: Jejak Penyuluh Pertanian

https://jejak-penyuluh.blogspot.com


°

°

°

#kementerianpertanian #pusluhtanri #bppsdmp #pusluhtanri #amran_sulaiman #distanhortijabar #dedimulyadi71 #distanhorbunkabbogor #kabupatenbogor #rudysusmanto #jaro_ade #kecamatancaringin #kecamatancijeruk #kecamatancigombong #jejak_penyuluh #desacimande #kelompoktanisukamanah

PERTEMUAN KELOMPOKTANI TANI MAJU VI: PENERAPAN SISTEM TANAM JAJAR LEGOWO DORONG PENINGKATAN PRODUKSI PADI DI DESA TANGKIL



Pembinaan dan pertemuan Kelompoktani Tani Maju VI dilaksanakan di Desa Tangkil, Kecamatan Caringin, Kabupaten Bogor, sebagai upaya meningkatkan kapasitas petani dalam budidaya padi sawah yang lebih efektif dan produktif. Kegiatan ini dipandu langsung oleh PPL Desa Tangkil, Ibu Deudeu SH, SP., dengan materi mengenai inovasi sistem tanam jajar legowo guna mendukung peningkatan hasil produksi pertanian.

Dalam penyampaiannya, dijelaskan bahwa sistem tanam jajar legowo memiliki berbagai keunggulan, di antaranya mampu meningkatkan populasi tanaman, memperbaiki sirkulasi udara antar tanaman, memaksimalkan penyerapan sinar matahari, serta memudahkan kegiatan pemeliharaan tanaman seperti pemupukan dan pengendalian Organisme Pengganggu Tumbuhan (OPT). Melalui penerapan teknologi budidaya yang tepat, diharapkan produktivitas padi semakin meningkat guna mendukung program swasembada pangan yang berkelanjutan.

Kegiatan ini turut dihadiri oleh Ketua Kelompoktani Maju VI, Bapak Jaya Permana, serta perwakilan Pemerintah Desa Tangkil yaitu Ketua BPD Desa Tangkil. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan dukungan penuh terhadap kegiatan pembinaan dan pertemuan kelompok tani sebagai sarana meningkatkan wawasan dan pengetahuan petani, khususnya dalam penerapan sistem tanam jajar legowo bagi petani yang belum memahami teknologi tersebut.

Melalui kegiatan penyuluhan dan pembinaan ini, diharapkan para petani mampu menerapkan teknologi budidaya padi yang tepat sehingga dapat meningkatkan produktivitas pertanian, kesejahteraan petani, serta mendukung tercapainya swasembada pangan nasional secara berkelanjutan.

📌 OUTPUT/HASIL KEGIATAN:
✅ Meningkatnya pemahaman petani mengenai sistem tanam jajar legowo pada budidaya padi sawah
✅ Petani mengetahui manfaat jajar legowo dalam meningkatkan populasi tanaman dan hasil produksi padi
✅ Terjalinnya koordinasi dan sinergi antara petani, penyuluh, dan pemerintah desa dalam mendukung pembangunan pertanian
✅ Meningkatnya motivasi petani untuk menerapkan teknologi budidaya padi yang lebih efektif dan efisien
✅ Mendukung upaya swasembada pangan melalui peningkatan produktivitas padi secara berkelanjutan

Sumber: DSH
[Red_AKw]
------
Kunjungi kami di:
IG: @jejak_penyuluh
FB: Jejak Penyuluh Pertanian
https://jejak-penyuluh.blogspot.com

°
°
°
#kementerianpertanian #pusluhtanri #bppsdmp #pusluhtanri #amran_sulaiman #distanhortijabar #dedimulyadi71 #distanhorbunkabbogor #kabupatenbogor #rudysusmanto #jaro_ade #kecamatancaringin #kecamatancijeruk #kecamatancigombong #jejak_penyuluh #desatangkil #kelompoktanitanimajuvi

Kamis, 21 Mei 2026

ASAM HUMAT MAMPU MENINGKATKAN PRODUKSI SAYURAN! PENYULUH PERTANIAN AJAK PETANI TERAPKAN TEKNOLOGI PEMUPUKAN RAMAH LINGKUNGAN



Kegiatan Penyuluhan Pertanian dilaksanakan melalui penyuluhan perorangan kepada petani sayuran mengenai manfaat Asam Humat dan tata cara pengaplikasiannya pada tanaman hortikultura, khususnya komoditas tomat, cabai, mentimun, buncis, kacang panjang, kol, serta aneka sayuran daun. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan pemahaman petani mengenai pentingnya penggunaan bahan organik dalam memperbaiki kesuburan tanah dan meningkatkan produktivitas tanaman secara berkelanjutan.

Dalam kegiatan penyuluhan dijelaskan bahwa Asam Humat merupakan senyawa organik alami hasil dekomposisi bahan organik yang telah mengalami proses pelapukan dalam waktu yang sangat lama. Asam humat mengandung unsur karbon organik tinggi yang sangat bermanfaat untuk memperbaiki struktur tanah, meningkatkan kapasitas tukar kation tanah, membantu penyerapan unsur hara, serta merangsang pertumbuhan akar tanaman.

Penggunaan Asam Humat pada tanaman hortikultura memiliki banyak manfaat, diantaranya:
Membantu memperbaiki struktur tanah agar lebih gembur dan subur.
Meningkatkan aktivitas mikroorganisme tanah yang bermanfaat.
Membantu akar tanaman lebih mudah menyerap unsur hara.
Mengurangi kehilangan pupuk akibat pencucian oleh air hujan.
Meningkatkan pertumbuhan akar, batang, daun, bunga, dan buah.
Membantu tanaman lebih tahan terhadap cekaman cuaca dan serangan penyakit.
Meningkatkan kualitas hasil panen seperti ukuran buah, warna, dan ketahanan simpan.
Mengurangi penggunaan pupuk kimia secara berlebihan sehingga lebih hemat biaya produksi.

Pada tanaman sayuran seperti tomat dan cabai, Asam Humat dapat membantu pembentukan bunga dan buah lebih optimal. Pada mentimun, buncis, serta kacang panjang dapat membantu pertumbuhan tanaman lebih cepat dan produktif. Sedangkan pada kol dan sayuran daun, Asam Humat membantu pertumbuhan daun lebih hijau, segar, dan sehat.

Dalam penyuluhan juga dijelaskan bahwa cara pengaplikasian Asam Humat yang paling baik adalah dengan cara dicairkan terlebih dahulu menggunakan air agar lebih mudah diserap oleh akar tanaman maupun daun. Asam Humat dapat diaplikasikan melalui dua cara yaitu:
Dikocorkan ke tanah di sekitar perakaran tanaman.
Disemprotkan ke daun dengan dosis yang sesuai.

Pengaplikasian melalui pengocoran dinilai sangat efektif untuk memperbaiki kondisi tanah dan merangsang pertumbuhan akar. Sedangkan penyemprotan daun membantu penyerapan nutrisi lebih cepat pada fase pertumbuhan vegetatif maupun generatif tanaman.

Secara umum, dosis aplikasi Asam Humat cair dapat dilakukan dengan mencampurkan sekitar 5–10 ml Asam Humat per liter air, kemudian diaplikasikan setiap 7–14 hari sekali tergantung kondisi tanaman dan kesuburan tanah. Waktu aplikasi terbaik dilakukan pada pagi atau sore hari agar penyerapan lebih maksimal dan menghindari penguapan berlebih.

Melalui kegiatan penyuluhan ini diharapkan petani semakin memahami pentingnya penggunaan bahan organik seperti Asam Humat dalam budidaya hortikultura modern sehingga mampu meningkatkan produktivitas, menjaga kesuburan tanah, serta mendukung pertanian ramah lingkungan yang berkelanjutan.

Output/Hasil Kegiatan:

Petani memahami pengertian dan manfaat Asam Humat bagi tanaman hortikultura.

Meningkatnya pengetahuan petani mengenai teknik aplikasi Asam Humat yang tepat dan efektif.

Petani memahami pentingnya menjaga kesuburan tanah dengan bahan organik.

Petani termotivasi untuk menerapkan penggunaan Asam Humat pada budidaya sayuran.

Terjalinnya komunikasi dan pendampingan antara Penyuluh Pertanian dengan petani dalam penerapan teknologi budidaya ramah lingkungan.



[Red_AKw]
Kunjungi kami di:
IG: @jejak_penyuluh
FB: Jejak Penyuluh Pertanian
https://jejak-penyuluh.blogspot.com
°
°
°
#kementerianpertanian #pusluhtanri #bppsdmp #pusluhtanri #amran_sulaiman #distanhortijabar #dedimulyadi71 #distanhorbunkabbogor #kabupatenbogor #rudysusmanto #jaro_ade #kecamatancaringin #kecamatancijeruk #kecamatancigombong #jejak_penyuluh #asamhumat #desalemahduhur #kelompoktanibendungan

KETAHANAN PANGAN DESA, KELOMPOKTANI BAROKAH SIAP KEMBANGKAN 1.020 AYAM PETELUR DI CIHERANG PONDOK








Kegiatan persiapan pengembangan budidaya ayam petelur dilaksanakan oleh Kelompoktani Barokah Desa Ciherang Pondok Kecamatan Caringin Kabupaten Bogor yang bekerjasama dengan Pemerintah Desa Ciherang Pondok melalui program Ketahanan Pangan. Pada tahun ini direncanakan adanya pengembangan dan penambahan populasi ayam petelur sebanyak kurang lebih 1.020 ekor guna meningkatkan produktivitas serta mendukung penguatan ketahanan pangan masyarakat desa.

Kegiatan ini menjadi salah satu langkah strategis dalam mendukung peningkatan ekonomi petani dan peternak melalui usaha budidaya ayam petelur yang berkelanjutan. Selain itu, pengembangan usaha ternak ini diharapkan mampu meningkatkan ketersediaan pangan sumber protein hewani bagi masyarakat sekitar.

Turut hadir dalam kegiatan persiapan pengembangan budidaya ayam petelur tersebut yaitu Kepala Desa Ciherang Pondok, Penyuluh Pertanian, Penyuluh Pertanian Swadaya (PPS) Desa Ciherang Pondok, serta pengurus Kelompoktani Barokah yang bersama-sama melakukan koordinasi dan persiapan teknis pelaksanaan kegiatan.

Output/Hasil Kegiatan:
• Terlaksananya koordinasi dan persiapan pengembangan budidaya ayam petelur di Kelompoktani Barokah.
• Meningkatnya sinergi antara Pemerintah Desa, Penyuluh Pertanian dan Kelompoktani dalam mendukung program Ketahanan Pangan.
• Adanya rencana penambahan populasi ayam petelur sebanyak ±1.020 ekor.
• Meningkatnya kesiapan sarana, prasarana dan manajemen kelompok dalam pengembangan usaha ternak ayam petelur.
• Mendukung peningkatan ekonomi dan ketahanan pangan masyarakat desa.


[Red_AKw]
-------
Kunjungi kami di:
IG: @jejak_penyuluh
FB: Jejak Penyuluh Pertanian
https://jejak-penyuluh.blogspot.com

°
°
°
#kementerianpertanian #pusluhtanri #bppsdmp #pusluhtanri #amran_sulaiman #distanhortijabar #dedimulyadi71 #distanhorbunkabbogor #kabupatenbogor #rudysusmanto #jaro_ade #kecamatancaringin #kecamatancijeruk #kecamatancigombong #jejak_penyuluh #desaciherangpondok #kelompoktanibarokah

BUDIDAYA CABAI MERAH KERITING SISTEM PROLIGA (PRODUKSI LIPAT GANDA)

Budidaya cabai merah keriting dengan inovasi PROLIGA (Produksi Lipat Ganda) merupakan teknik intensifikasi budidaya yang bertujuan meningka...