Jumat, 10 Juli 2026

MUSYAWARAH DESA (MUSDES) CIMANDE HILIR KEC. CARINGIN KAB. BOGOR TAHUN 2026



Kegiatan Musyawarah Desa (MUSDES) Tahun 2026 sebagai bentuk dukungan terhadap sinergi pembangunan desa yang partisipatif, transparan, dan berkelanjutan.

Musyawarah Desa ini dihadiri oleh Sekretaris Camat Caringin beserta jajaran Ekbang, Kapolsek Caringin beserta jajarannya, Pemerintah Desa Cimande Hilir, Ketua dan Pengurus BPD Cimande Hilir, Pendamping Desa, Penyuluh Pertanian Desa Cimande Hilir, TP PKK Desa Cimande Hilir beserta kader, RT dan RW se-Desa Cimande Hilir, Ketua Kelompoktani dan KWT Desa Cimande Hilir, serta berbagai tokoh masyarakat.

Adapun agenda utama yang dibahas dalam Musyawarah Desa meliputi:

✅ 1. Laporan Realisasi Triwulan I
Pemerintah Desa memaparkan laporan realisasi pelaksanaan program dan penggunaan anggaran selama Triwulan I Tahun 2026. Penyampaian laporan ini bertujuan untuk memberikan informasi kepada masyarakat mengenai capaian kegiatan, realisasi pembangunan, serta penggunaan dana desa sebagai wujud transparansi dan akuntabilitas penyelenggaraan pemerintahan desa.

✅ 2. Pembentukan Tim Penyusun RKP Desa
Musyawarah juga membahas pembentukan Tim Penyusun Rencana Kerja Pemerintah (RKP) Desa yang bertugas menyusun rencana pembangunan desa tahun berikutnya. Tim ini akan menghimpun usulan dari masyarakat, termasuk sektor pertanian, sehingga program pembangunan dapat disusun sesuai kebutuhan dan potensi desa serta mendukung peningkatan kesejahteraan masyarakat.

✅ 3. Persiapan Panitia Pembentukan BPD
Agenda berikutnya adalah persiapan pembentukan panitia pembentukan Badan Permusyawaratan Desa (BPD). Pembahasan meliputi mekanisme, tahapan, serta pembentukan kepanitiaan yang akan mengawal proses agar berjalan sesuai ketentuan yang berlaku, sehingga menghasilkan BPD yang representatif dan mampu menjalankan fungsi pengawasan serta penyaluran aspirasi masyarakat.

Melalui kegiatan ini diharapkan terjalin koordinasi yang semakin baik antara pemerintah desa, lembaga desa, Penyuluh Pertanian, Kelompoktani, KWT, dan seluruh unsur masyarakat dalam mewujudkan pembangunan desa yang maju, transparan, partisipatif, dan mendukung kemajuan sektor pertanian.

[Red_AKw]
--------
Kunjungi kami di:
IG: @jejak_penyuluh
FB: Jejak Penyuluh Pertanian
https://jejak-penyuluh.blogspot.com
°
°
°
#kementerianpertanian #pusluhtanri #bppsdmp #pusluhtanri #amran_sulaiman #distanhortijabar #dedimulyadi71 #distanhorbunkabbogor #kabupatenbogor #rudysusmanto #jaro_ade #kecamatancaringin #kecamatancijeruk #kecamatancigombong #jejak_penyuluh #desacimandehilir






WASPADA HAMA PENGGEREK BATANG! MONITORING TANAMAN PADI SAWAH DI KELOMPOKTANI TANI MUKTI 1 DESA CIHERANG PONDOK



Penyuluh Pertanian WKPP Muarajaya bersama Petugas Organisme Pengganggu Tumbuhan (POPT) melaksanakan kegiatan monitoring pertumbuhan dan perkembangan tanaman padi sawah di Kelompoktani Tani Mukti 1 yang berlokasi di Kampung Babakan, Desa Ciherang Pondok, Kecamatan Caringin, Kabupaten Bogor.

Monitoring dilakukan di Blok Sawah Legok, tepatnya pada lahan garapan milik Bapak Haji Koma, Bapak Jajang, Kang Hapidin, dan Bapak Haji Apin. Varietas padi yang dibudidayakan di lokasi tersebut adalah Super Thailand dan Super Ciherang.

Berdasarkan hasil pengamatan di lapangan, ditemukan beberapa titik serangan hama penggerek batang padi. Serangan hama ini ditandai dengan gejala berupa daun pucuk tanaman yang menguning, layu, kemudian mengering sehingga mudah dicabut dan dikenal sebagai gejala sundep pada fase vegetatif. Apabila serangan terjadi pada fase generatif, malai padi berubah menjadi putih, hampa, tidak berisi, dan dikenal sebagai gejala beluk. Batang tanaman yang terserang umumnya terdapat lubang gerekan dan apabila dibelah terlihat bekas lorong serta kotoran larva di dalam batang.

Petugas OPT, kang Beni Muhibbin memberikan pendampingan kepada petani agar segera melakukan pengendalian secara terpadu, antara lain melakukan pengamatan rutin sejak awal pertumbuhan tanaman, memusnahkan tanaman yang terserang berat, menjaga kebersihan lahan, mengatur waktu tanam secara serempak, menghindari penggunaan pupuk nitrogen secara berlebihan, serta memanfaatkan musuh alami seperti laba-laba, capung, dan parasitoid untuk menekan perkembangan populasi hama. Apabila intensitas serangan telah melampaui ambang pengendalian, penggunaan insektisida yang direkomendasikan dilakukan secara tepat sasaran, tepat dosis, tepat waktu, dan sesuai petunjuk teknis agar tetap efektif serta ramah terhadap lingkungan.

Lahan sawah Kelompoktani Tani Mukti 1 di Blok Sawah Legok berbatasan langsung dengan Kelurahan Rancamaya, Kecamatan Bogor Selatan, Kota Bogor. Sebagian anggota Kelompoktani Tani Mukti 1 yang menggarap lahan di lokasi tersebut juga merupakan warga Kelurahan Rancamaya, sehingga koordinasi dan sinergi antarpetani lintas wilayah menjadi sangat penting dalam upaya pengendalian hama secara bersama-sama.

_*Kesimpulan:*_
Monitoring pertumbuhan tanaman padi secara berkala merupakan langkah penting untuk mendeteksi sejak dini serangan hama penggerek batang. Melalui pendampingan Penyuluh Pertanian dan Petugas POPT, petani memperoleh pemahaman mengenai gejala serangan serta teknik pengendalian hama terpadu sehingga diharapkan mampu menekan tingkat serangan, menjaga produktivitas tanaman padi, dan meningkatkan keberhasilan panen.

[Red_AKw]
-----
Kunjungi kami di:
IG: @jejak_penyuluh
FB: Jejak Penyuluh Pertanian
https://jejak-penyuluh.blogspot.com

°
°
°

#kementerianpertanian #pusluhtanri #bppsdmp #pusluhtanri #amran_sulaiman #distanhortijabar #dedimulyadi71 #distanhorbunkabbogor #kabupatenbogor #rudysusmanto #jaro_ade #kecamatancaringin #kecamatancijeruk #kecamatancigombong #jejak_penyuluh #desaciherangpondok #kelompoktanitanimukti1



















Kamis, 09 Juli 2026

MONITORING KEKERINGAN LAHAN SAWAH: PENYULUH PERTANIAN DAN POPT CARI SOLUSI DEMI MENYELAMATKAN HASIL PANEN PETANI



Penyuluh Pertanian WKPP Muarajaya bersama Petugas Organisme Pengganggu Tumbuhan (POPT) melanjutkan kegiatan monitoring setelah pelaksanaan pengendalian hama tikus dengan melakukan pemantauan dampak kekeringan pada lahan sawah milik anggota Kelompoktani Setia Wargi, tepatnya di Blok BI Kampung Nyeunnang, Desa Muarajaya, Kecamatan Caringin, Kabupaten Bogor.

Berdasarkan hasil monitoring di lapangan, hampir 50% lahan sawah di Blok BI Kampung Nyeunnang mengalami kekeringan. Kondisi terparah terjadi pada lahan sawah milik Ustadz Abdullah yang mengalami kekurangan pasokan air sehingga berpotensi mengganggu pertumbuhan tanaman padi.

Hasil identifikasi menunjukkan bahwa penyebab utama kekeringan bukan semata-mata karena berkurangnya sumber air, melainkan terganggunya distribusi air irigasi dari Desa Cinagara menuju Desa Muarajaya. Hambatan tersebut disebabkan oleh banyaknya saluran irigasi yang tersumbat sampah akibat gorong-gorong penyeberangan yang dibangun terlalu rendah. Selain itu, terdapat beberapa bangunan warga yang bagian terasnya berada di atas saluran irigasi sehingga mempersempit aliran air. Akibatnya, ketika terjadi penumpukan sampah, aliran air menjadi tidak lancar dan meluap ke jalan maupun keluar dari saluran irigasi sehingga pasokan air ke lahan sawah berkurang.

Sebagai tindak lanjut, Penyuluh Pertanian bersama POPT akan melakukan koordinasi dengan Pemerintah Desa Muarajaya dan Pemerintah Desa Cinagara untuk mencari solusi bersama dalam penanganan permasalahan irigasi tersebut. Upaya yang akan dilakukan meliputi kegiatan gotong royong pembersihan saluran irigasi secara berkala, pendataan titik-titik penyumbatan, usulan perbaikan gorong-gorong yang terlalu rendah agar sesuai dengan elevasi saluran, serta koordinasi penertiban dan penyesuaian bangunan warga yang berada di atas saluran irigasi sehingga tidak menghambat aliran air. Selain itu, Penyuluh Pertanian akan mengedukasi masyarakat mengenai pentingnya menjaga kebersihan saluran irigasi agar distribusi air tetap lancar dan keberlanjutan usaha tani dapat terjaga.

Petugas Organisme Pengganggu Tumbuhan (POPT) menyampaikan bahwa apabila kondisi kekeringan ini tidak segera ditangani, maka dapat mengakibatkan tanaman mengalami cekaman air, pertumbuhan menjadi terhambat, pembentukan anakan berkurang, malai tidak berkembang optimal, meningkatnya gabah hampa, penurunan produktivitas bahkan berpotensi menyebabkan puso pada lahan yang mengalami kekeringan berat. Dampak lainnya adalah meningkatnya biaya produksi akibat kebutuhan penyiraman tambahan serta menurunnya pendapatan petani.

_*Kesimpulan:*_
Monitoring bersama Penyuluh Pertanian dan POPT menunjukkan bahwa permasalahan utama kekeringan di lahan sawah Kelompoktani Setia Wargi disebabkan oleh terganggunya fungsi saluran irigasi. Oleh karena itu, diperlukan sinergi antara petani, pemerintah desa, Penyuluh Pertanian, POPT, dan seluruh pemangku kepentingan untuk segera melakukan normalisasi saluran irigasi, perbaikan gorong-gorong, penertiban bangunan yang menghambat aliran air, serta meningkatkan kepedulian masyarakat dalam menjaga kebersihan saluran irigasi agar pasokan air kembali normal dan produktivitas pertanian tetap terjaga.

[Red_AKw]
-------
Kunjungi kami di:
IG: @jejak_penyuluh
FB: Jejak Penyuluh Pertanian
https://jejak-penyuluh.blogspot.com
°
°
°
#kementerianpertanian #pusluhtanri #bppsdmp #pusluhtanri #amran_sulaiman #distanhortijabar #dedimulyadi71 #distanhorbunkabbogor #kabupatenbogor #rudysusmanto #jaro_ade #kecamatancaringin #kecamatancijeruk #kecamatancigombong #jejak_penyuluh #desamuarajaya #kelompoktanisetiawargi













WASPADAI SERANGAN HAMA TIKUS! POPT DAN PENYULUH PERTANIAN LAKUKAN PENGENDALIAN SARANG TIKUS DENGAN BRANKUS BELERANG DI KELOMPOKTANI SETIA WARGI



Petugas Organisme Pengganggu Tumbuhan (POPT) bersama Penyuluh Pertanian WKPP Muarajaya melaksanakan kegiatan pengendalian hama tikus di lahan sawah milik salah satu anggota Kelompoktani Setia Wargi, yaitu Bapak Haji Tumirin. Kegiatan ini bertujuan untuk menekan populasi hama tikus yang berpotensi menimbulkan kerusakan tanaman serta mengurangi kehilangan hasil panen.

Kegiatan diawali dengan pembabatan rumput liar yang tumbuh di sekitar galengan sawah. Pembersihan area ini dilakukan agar keberadaan lubang atau sarang tikus lebih mudah ditemukan sekaligus mengurangi tempat persembunyian hama. Setelah lubang aktif berhasil diidentifikasi, dilakukan pengendalian menggunakan brankus belerang (sulfur) bakar melalui metode pengemposan.

Penggunaan brankus belerang dilakukan dengan cara menyalakan brankus hingga menghasilkan asap putih pekat. Setelah asap keluar secara stabil, brankus segera dimasukkan ke dalam lubang atau sarang tikus. Mulut lubang kemudian ditutup rapat menggunakan tanah agar asap tidak keluar dan tetap memenuhi seluruh lorong sarang. Apabila ditemukan lubang lain yang saling terhubung, lubang tersebut juga ditutup agar asap terkonsentrasi di dalam sistem sarang sehingga tikus yang berada di dalamnya dapat mati karena paparan asap. Setelah beberapa saat, kondisi lubang diamati kembali untuk memastikan tidak ada asap yang keluar dan proses pengemposan berlangsung secara efektif.

Pada kesempatan tersebut, Petugas Organisme Pengganggu Tumbuhan (POPT) yaitu kang Beni Muhibbin, juga memberikan penjelasan mengenai teknik pengaplikasian brankus yang benar agar pengendalian berlangsung efektif sekaligus aman bagi petani. Pengaplikasian sebaiknya dilakukan pada lubang yang benar-benar aktif, saat kondisi angin tidak terlalu kencang, dan petugas harus selalu berdiri di sisi yang tidak terkena arah hembusan asap. Selama proses berlangsung, petani dianjurkan menggunakan alat pelindung diri seperti masker, sarung tangan, dan pakaian lengan panjang. Petani juga diingatkan agar tidak menghirup asap belerang secara langsung karena dapat mengganggu saluran pernapasan, menyebabkan iritasi mata, hidung, dan tenggorokan. Setelah pengemposan selesai, petani dianjurkan segera menjauh dari lokasi hingga asap benar-benar hilang serta mencuci tangan dan membersihkan peralatan yang digunakan.

Melalui kegiatan ini diharapkan populasi hama tikus dapat ditekan secara efektif sehingga tanaman padi terhindar dari serangan yang dapat menurunkan produktivitas. Sinergi antara POPT, Penyuluh Pertanian, dan petani menjadi kunci keberhasilan pengendalian Organisme Pengganggu Tumbuhan (OPT) secara tepat, aman, dan berkelanjutan.

Kesimpulan:
Kegiatan pengendalian hama tikus menggunakan brankus belerang (sulfur) bakar merupakan salah satu metode yang efektif untuk memusnahkan tikus di dalam sarang apabila dilakukan sesuai prosedur. Penerapan teknik pengemposan yang benar, disertai penggunaan alat pelindung diri dan memperhatikan aspek keselamatan kerja, mampu meningkatkan efektivitas pengendalian sekaligus melindungi kesehatan petani. Kolaborasi antara POPT, Penyuluh Pertanian, dan Kelompoktani menjadi langkah penting dalam menjaga produktivitas tanaman padi serta mendukung keberhasilan usaha tani.


[Red_AKw]
-------
Kunjungi kami di:
IG: @jejak_penyuluh
FB: Jejak Penyuluh Pertanian
https://jejak-penyuluh.blogspot.com

°
°
°

#kementerianpertanian #pusluhtanri #bppsdmp #pusluhtanri #amran_sulaiman #distanhortijabar #dedimulyadi71 #distanhorbunkabbogor #kabupatenbogor #rudysusmanto #jaro_ade #kecamatancaringin #kecamatancijeruk #kecamatancigombong #jejak_penyuluh #desamuarajaya #kelompoktanisetiawargi










Selasa, 07 Juli 2026

SURVEI PM-AAS: LANGKAH MENUJU PERTANIAN MODERN UNTUK MENINGKATKAN PRODUKTIVITAS DAN SWASEMBADA PANGAN



Kegiatan Survei PM-AAS (Pertanian Modern Advanced Agricultural System) di Kelompoktani Setia Wargi dan Kelompoktani Pirang Maju Jaya, Desa Muarajaya, Kecamatan Caringin, Kabupaten Bogor. Kegiatan ini bertujuan untuk melakukan identifikasi serta penetapan Calon Petani Calon Lahan (CPCL) sebagai lokasi penerapan Program PM-AAS di wilayah kerja penyuluhan.

PM-AAS merupakan pendekatan budidaya pertanian modern yang mengintegrasikan mekanisasi, teknologi digital, serta pertanian presisi untuk meningkatkan produktivitas sekaligus mengoptimalkan pemanfaatan sumber daya secara efektif, efisien, dan berkelanjutan.

Berdasarkan hasil survei, telah ditetapkan CPCL Program PM-AAS pada beberapa lokasi, yaitu:
1. Kelompoktani Setia Wargi Desa Muarajaya di lahan Bapak H. Tumirin seluas 1 Ha.
2. Kelompoktani Suka Tani III Desa Caringin di lahan Kang Endang Abdul Haris seluas 1 Ha.
3. Kelompoktani Tunas Harapan III Desa Cimande Hilir di lahan Bapak Iyep seluas 1 Ha.
4. Kelompoktani Tani Mukti 1 Desa Ciherang Pondok di lahan Kang Hapidin seluas 0,3 Ha.
5. Kelompoktani Sukagalih Desa Cimande di lahan Bapak H. Uki seluas 1 Ha.
6. Kelompoktani Pohpohan Makmur Desa Lemahduhur di lahan Bapak H. Ujang Hikmatullah seluas 1 Ha.

Program PM-AAS mengedepankan enam prinsip utama, yaitu:
✅ Tanam rapat dalam baris untuk meningkatkan efisiensi lahan dan produktivitas.
✅ Efisiensi sumber daya melalui pemanfaatan teknologi digital, khususnya pengelolaan air irigasi.
✅ Mekanisasi pertanian menggunakan traktor, land leveler, rotavator, drone, drum seeder, dan combine harvester.
✅ Implementasi berbasis korporasi melalui pengelolaan lahan secara terintegrasi dalam skala luas.
✅ Intensifikasi produksi dengan sistem tanam benih langsung, pemupukan berimbang, serta pengelolaan irigasi dan gulma secara optimal.
✅ Penerapan teknologi yang spesifik lokasi sesuai kondisi agroekosistem setempat.

Teknologi pendukung PM-AAS meliputi mekanisasi modern, sistem tanam benih langsung (Tabela) menggunakan drum seeder, Automatic Weather Station (AWS), teknologi irigasi hemat air AWD (Alternate Wetting and Drying), serta pengelolaan hara dan Pengendalian Hama Terpadu (PHT) secara terintegrasi.

Melalui penerapan teknologi tersebut, PM-AAS memiliki berbagai keunggulan, antara lain mampu meningkatkan produktivitas padi dari rata-rata sekitar 5,5 ton per hektare menjadi 10–12,4 ton per hektare, meningkatkan efisiensi penggunaan air, pupuk, dan tenaga kerja, menghasilkan kualitas panen yang lebih baik, serta mendukung sistem pertanian yang ramah lingkungan dan berkelanjutan.

_*Kesimpulan:*_
Kegiatan survei PM-AAS menjadi langkah awal yang strategis dalam menentukan lokasi penerapan pertanian modern berbasis teknologi di wilayah kerja penyuluhan. Dengan penetapan CPCL yang tepat serta penerapan mekanisasi, digitalisasi, dan pertanian presisi, diharapkan Program PM-AAS mampu meningkatkan produktivitas, efisiensi usaha tani, kesejahteraan petani, serta mendukung terwujudnya swasembada pangan nasional.

[Red_AKw]
------
Kunjungi kami di:
IG: @jejak_penyuluh
FB: Jejak Penyuluh Pertanian
https://jejak-penyuluh.blogspot.com

°
°
°

#kementerianpertanian #pusluhtanri #bppsdmp #pusluhtanri #amran_sulaiman #distanhortijabar #dedimulyadi71 #distanhorbunkabbogor #kabupatenbogor #rudysusmanto #jaro_ade #kecamatancaringin #kecamatancijeruk #kecamatancigombong #jejak_penyuluh #desamuarajaya #kelompoktanipirangmajujaya #kelompoktanisetiawargi #PMAAS #PertanianModern #TeknologiPertanian #PertanianIndonesia #SwasembadaPangan












MUSYAWARAH DESA (MUSDES) CIMANDE HILIR KEC. CARINGIN KAB. BOGOR TAHUN 2026

Kegiatan Musyawarah Desa (MUSDES) Tahun 2026 sebagai bentuk dukungan terhadap sinergi pembangunan desa yang partisipatif, transparan, dan b...