Rabu, 29 Juli 2026

KUNJUNGAN PT. PUPUK INDONESIA KE GAPOKTAN MAJU JAYA: PERKUAT EDUKASI PERTANIAN MELALUI PEMBUATAN KONTEN DI LAHAN PETANI



Dalam rangka mendukung penyebarluasan informasi dan edukasi di bidang pertanian, PT. Pupuk Indonesia melaksanakan kunjungan ke Gapoktan Maju Jaya yang berlokasi di Desa Muarajaya, Kecamatan Caringin, Kabupaten Bogor. Kegiatan ini disambut langsung oleh Ketua Gapoktan Maju Jaya, Bapak Apih Moch Gumyadi, beserta anggota dan Penyuluh Pertanian setempat.
Kegiatan dilanjutkan dengan kunjungan lapangan ke lahan garapan milik Gapoktan Maju Jaya yang berada di Kampung Gajud, Desa Pasirjaya. Kunjungan ini bertujuan untuk melakukan pengambilan dokumentasi dan pembuatan konten edukasi pertanian yang akan digunakan oleh PT. Pupuk Indonesia sebagai media informasi kepada masyarakat luas mengenai praktik budidaya pertanian yang baik serta pentingnya penggunaan pupuk secara tepat, berimbang, efektif, dan efisien.
Melalui kegiatan ini, PT. Pupuk Indonesia menampilkan berbagai informasi mengenai pemanfaatan produk pupuk dalam mendukung peningkatan produktivitas lahan, menjaga kesuburan tanah, serta mendorong terciptanya usaha tani yang lebih berkelanjutan. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi sarana berbagi pengalaman antara petani, Penyuluh Pertanian, dan PT. Pupuk Indonesia dalam upaya meningkatkan pengetahuan serta adopsi teknologi pertanian di tingkat lapangan.
Sinergi antara PT. Pupuk Indonesia, Penyuluh Pertanian, dan Gapoktan Maju Jaya diharapkan mampu memperkuat penyebaran informasi pertanian yang bermanfaat, menginspirasi petani untuk menerapkan teknologi budidaya yang lebih baik, serta mendukung peningkatan produktivitas dan kesejahteraan petani di Kabupaten Bogor.

_*Kesimpulan:*_
Kunjungan PT. Pupuk Indonesia ke Gapoktan Maju Jaya merupakan wujud kolaborasi dalam mendukung edukasi pertanian melalui pembuatan konten informatif di lahan petani. Kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan pemahaman petani mengenai penggunaan pupuk yang tepat, memperkuat penyebaran inovasi pertanian, serta mendorong peningkatan produktivitas dan keberlanjutan sektor pertanian di Kecamatan Caringin, Kabupaten Bogor.

[Red_AKw]
------
Kunjungi kami di:
IG: @jejak_penyuluh
FB: Jejak Penyuluh Pertanian
https://jejak-penyuluh.blogspot.com
°
°
°
#kementerianpertanian #pusluhtanri #bppsdmp #pusluhtanri #amran_sulaiman #distanhortijabar #dedimulyadi71 #distanhorbunkabbogor #kabupatenbogor #rudysusmanto #jaro_ade #kecamatancaringin #kecamatancijeruk #kecamatancigombong #jejak_penyuluh #desaMuarajaya #desaPasirjaya #GapoktanMajuJaya #pupukindonesia




PANEN MELIMPAH! PRODUKTIVITAS JAGUNG HIBRIDA TEMBUS 12,8 TON PER HEKTARE, BUKTI NYATA SEMANGAT PETANI MENUJU KETAHANAN PANGAN NASIONAL



Penyuluh Pertanian WKPP Desa Pasirbuncir, Kecamatan Caringin, Kabupaten Bogor, Ibu Deudeu SH, SP., melaksanakan kegiatan panen dan pengubinan jagung hibrida bersama jajaran Kapolsek Caringin, Pemerintah Desa Pasirbuncir, serta jajaran Kecamatan Caringin. Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya monitoring dan evaluasi hasil budidaya jagung untuk mengetahui tingkat produktivitas tanaman secara nyata di lapangan sekaligus memberikan gambaran potensi hasil panen kepada para petani.

Pelaksanaan pengubinan dilakukan sesuai kaidah yang berlaku sehingga diperoleh data produktivitas yang akurat sebagai dasar evaluasi keberhasilan budidaya. Hasil yang diperoleh patut disyukuri, karena Alhamdulillah produktivitas jagung hibrida mencapai 12,8 ton per hektare dalam bentuk tongkol kering. Dengan kondisi tongkol yang telah cukup kering, hasil tersebut diperkirakan setara dengan sekitar 9 ton pipilan kering per hektare, yang menunjukkan potensi hasil yang sangat baik.

Keberhasilan ini merupakan buah dari kerja keras petani, pendampingan Penyuluh Pertanian, serta sinergi yang baik antara berbagai pihak dalam mendukung pembangunan sektor pertanian. Diharapkan capaian ini dapat menjadi motivasi bagi seluruh petani untuk terus menerapkan teknologi budidaya yang baik, meningkatkan produktivitas usaha tani, serta berkontribusi dalam mewujudkan ketahanan pangan yang kuat, mandiri, dan berkelanjutan.

📍 Lokasi: Kelompoktani Sagara Tani, Desa Pasirbuncir, Kecamatan Caringin, Kabupaten Bogor.

_*KESIMPULAN:*_
Kegiatan panen dan pengubinan jagung hibrida di Kelompoktani Sagara Tani membuktikan bahwa penerapan budidaya yang baik serta pendampingan Penyuluh Pertanian mampu menghasilkan produktivitas yang tinggi, yaitu mencapai 12,8 ton per hektare tongkol kering atau sekitar 9 ton per hektare pipilan kering. Keberhasilan ini menjadi bukti nyata bahwa kolaborasi antara petani, pemerintah, dan seluruh pemangku kepentingan merupakan kunci dalam meningkatkan produksi pertanian serta mendukung ketahanan pangan nasional.

[Red_DSH]
[Editor: AKw]
-------
Kunjungi kami di:
IG: @jejak_penyuluh
FB: Jejak Penyuluh Pertanian
https://jejak-penyuluh.blogspot.com

°
°
°

#kementerianpertanian #pusluhtanri #bppsdmp #pusluhtanri #amran_sulaiman #distanhortijabar #dedimulyadi71 #distanhorbunkabbogor #kabupatenbogor #rudysusmanto #jaro_ade #kecamatancaringin #kecamatancijeruk #kecamatancigombong #jejak_penyuluh #desaPasirbuncir #kelompoktaniSagaraTani

SIAPKAN MUSIM TANAM! METODE PM-AAS, LANGKAH CERDAS MENINGKATKAN PRODUKTIVITAS PADI SAWAH



Dalam rangka meningkatkan produktivitas padi sawah melalui penerapan teknologi budidaya yang lebih efektif dan efisien, Penyuluh Pertanian Desa Lemahduhur melaksanakan kegiatan diskusi persiapan tanam padi sawah menggunakan metode PM-AAS (PERTANIAN MODERN – ADVANCED AGRICULTURE SYSTEM) bersama Kelompoktani Bendungan di Desa Lemahduhur, Kecamatan Caringin, Kabupaten Bogor. Kegiatan ini dipersiapkan sebagai langkah awal sebelum pelaksanaan tanam di lahan sawah milik Bapak Cece dan Bapak Fatah bin Suardi.

Pada kesempatan tersebut, Penyuluh Pertanian memberikan arahan teknis mengenai tata cara budidaya padi sawah menggunakan metode PM-AAS agar diperoleh populasi tanaman yang optimal, pertumbuhan lebih seragam, serta hasil panen yang meningkat. Tahapan yang disampaikan diawali dengan menyiapkan lahan dalam kondisi olah tanah yang baik dan menyediakan air secukupnya akan tetapi tidak menggenang. Selanjutnya dibuat petakan atau plot tanam sesuai pola 4:1 maupun 6:1.

Untuk pola 4:1, penanaman dilakukan dengan 4 baris rapat, jarak antarbaris rapat 25 cm, jarak lorong atau legowo 50 cm, serta jarak antar lubang tanam dalam barisan 3 cm. Sedangkan pada pola 6:1, penanaman menggunakan 6 baris rapat dengan ketentuan jarak yang sama, yaitu jarak antarbaris 25 cm, lorong legowo 50 cm, dan jarak antar lubang tanam 3 cm. Pengaturan pola tersebut bertujuan agar tanaman memperoleh sinar matahari, sirkulasi udara, dan ruang tumbuh yang lebih optimal.

Metode tanam benih langsung (Tabela) PM-AAS dilaksanakan dengan tahapan sebagai berikut: benih padi terlebih dahulu diperam selama 1 hari untuk merangsang proses perkecambahan, kemudian benih diangin-anginkan selama 1 hari agar kondisinya optimal untuk ditanam. Setelah melalui tahapan tersebut, benih langsung ditanam pada lahan sawah yang telah dipersiapkan sesuai dengan prinsip budidaya padi modern PM-AAS guna mendukung pertumbuhan tanaman yang seragam dan meningkatkan produktivitas hasil panen.

Setelah tanam, pemeliharaan dilakukan melalui pemupukan berimbang sesuai rekomendasi, pengairan yang teratur, serta pengendalian Organisme Pengganggu Tumbuhan (OPT) secara rutin agar pertumbuhan tanaman tetap optimal hingga masa panen.

Melalui penerapan metode PM-AAS diharapkan populasi tanaman menjadi lebih merata, penggunaan pupuk dan air lebih efisien, pengendalian OPT lebih mudah dilakukan, pertumbuhan tanaman lebih seragam, serta mampu meningkatkan produktivitas dan hasil panen padi sawah sehingga mendukung peningkatan kesejahteraan petani.

PM-AAS merupakan model budidaya padi modern yang dikembangkan oleh Kementerian Pertanian dengan mengintegrasikan:
- Teknologi pertanian presisi.
- Mekanisasi pertanian.
- Pengelolaan budidaya yang efisien.
- Sistem tanam benih langsung (Tabela).
- Pemupukan berimbang.
- Pengelolaan air dan pengendalian OPT secara terpadu.

Tujuan utama PM-AAS adalah meningkatkan produktivitas padi, menekan biaya produksi, meningkatkan kesejahteraan petani, serta mendukung swasembada pangan nasional berkelanjutan.

_*Kesimpulan:*_
Kegiatan diskusi persiapan tanam menggunakan metode PM-AAS memberikan pemahaman teknis kepada anggota Kelompoktani Bendungan mengenai pola tanam yang tepat sebelum pelaksanaan tanam di lahan sawah. Dengan penerapan pola tanam yang teratur, penggunaan bibit muda berkualitas, serta pemeliharaan tanaman yang sesuai anjuran, diharapkan budidaya padi sawah dapat berlangsung lebih efektif, efisien, dan menghasilkan produktivitas yang lebih tinggi.

[Red_AKw]
-------
Kunjungi kami di:
IG: @jejak_penyuluh
FB: Jejak Penyuluh Pertanian
https://jejak-penyuluh.blogspot.com
°
°
°
#kementerianpertanian #pusluhtanri #bppsdmp #pusluhtanri #amran_sulaiman #distanhortijabar #dedimulyadi71 #distanhorbunkabbogor #kabupatenbogor #rudysusmanto #jaro_ade #kecamatancaringin #kecamatancijeruk #kecamatancigombong #jejak_penyuluh #desalemahduhur #kelompoktanibendungan






METODE TANAM PADI SISTEM PM-AAS DENGAN METODE TABELA, SOLUSI EFISIEN TINGKATKAN PRODUKTIVITAS PADI



Dalam upaya meningkatkan produktivitas padi secara berkelanjutan, Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) WKPP Muarajaya dan WKPP Cimande memperkenalkan penerapan Metode Tanam Padi Sistem PM-AAS dengan Metode TABELA (Tanam Benih Langsung).

Pendekatan ini mengintegrasikan konsep PM-AAS yang merupakan kolaborasi antara Manajemen Budidaya, Adaptif, Aman, dan Spesifik Lokasi, sehingga teknik budidaya dapat disesuaikan dengan kondisi lahan, iklim, dan kebutuhan tanaman.

Metode TABELA (Tanam Benih Langsung) merupakan teknik menanam padi dengan menebarkan atau menanam benih secara langsung di lahan tanpa melalui proses persemaian dan pindah tanam. Penerapan metode ini mampu menghemat tenaga kerja, menekan biaya produksi, serta mempercepat proses tanam.

Pelaksanaan budidaya dimulai dari persiapan lahan dengan mengolah tanah secara sempurna, meratakan permukaan lahan, dan membuat saluran drainase. Selanjutnya dilakukan persiapan benih menggunakan benih unggul bersertifikat yang direndam selama 24 jam dan diperam selama 24 jam hingga berkecambah.

Pada tahap penanaman, benih ditanam langsung pada kondisi tanah macak-macak dengan jarak tanam 20–25 cm dan menggunakan 3–5 benih pada setiap titik tanam. Tahap berikutnya adalah pemeliharaan, meliputi pengairan berselang (AWD), pemupukan berimbang, pengendalian gulma sejak dini, serta pengendalian hama dan penyakit secara terpadu.

Panen dilakukan ketika sekitar 90–95% gabah telah menguning, kemudian segera dilakukan pengeringan sebagai bagian dari penanganan pascapanen.

Penerapan Sistem PM-AAS dengan Metode TABELA memberikan berbagai keuntungan, antara lain menghemat tenaga kerja, mengurangi biaya tanam, memperbaiki pertumbuhan akar, mempercepat waktu tanam, meningkatkan potensi produktivitas, serta lebih ramah terhadap lingkungan.

Untuk memperoleh hasil yang optimal, petani dianjurkan menggunakan benih bermutu dan bersertifikat, memastikan kondisi lahan macak-macak dan rata, melakukan penanaman pada awal musim hujan atau saat ketersediaan air mencukupi, mengendalikan gulma sejak dini, serta menerapkan pemupukan berimbang sesuai rekomendasi.

Melalui penerapan metode ini diharapkan produktivitas padi terus meningkat sehingga mampu mendukung terwujudnya pertanian yang maju, mandiri, modern, sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani dengan semangat "Padi Sehat, Produksi Meningkat, Petani Sejahtera."

[Red_AKw]
------
Kunjungi kami di:
IG: @jejak_penyuluh
FB: Jejak Penyuluh Pertanian
https://jejak-penyuluh.blogspot.com

°
°
°
#kementerianpertanian #pusluhtanri #bppsdmp #pusluhtanri #amran_sulaiman #distanhortijabar #dedimulyadi71 #distanhorbunkabbogor #kabupatenbogor #rudysusmanto #jaro_ade #kecamatancaringin #kecamatancijeruk #kecamatancigombong #jejak_penyuluh #wkppmuarajaya #wkppcimande #pmaas

Senin, 27 Juli 2026

MONITORING PENGEMBANGAN CABAI MERAH KERITING: PASTIKAN PERSIAPAN LAHAN OPTIMAL, WUJUD NYATA UNTUK MENINGKATKAN PRODUKSI HORTIKULTURA



Penyuluh Pertanian bersama Penyuluh Pertanian Swadaya (PPS) Desa Ciherang Pondok melaksanakan kunjungan lapangan ke Kelompoktani Barokah dalam rangka monitoring kegiatan Pengembangan Cabai Merah Keriting.

Kegiatan diawali dengan peninjauan lahan utama yang dikelola oleh salah satu pengurus Kelompoktani Barokah, yaitu Bapak RW Ujang Suganda. Berdasarkan hasil pemantauan, kondisi lahan telah siap untuk penanaman dan saat ini hanya menunggu turunnya hujan. Setelah hujan turun, pemasangan mulsa akan segera dilakukan sebagai tahapan persiapan sebelum penanaman. Hingga saat ini lahan tersebut belum ditanami karena keterbatasan pasokan air irigasi yang belum mencukupi kebutuhan budidaya cabai pada musim kemarau.

Kunjungan kemudian dilanjutkan ke lahan milik salah satu anggota Kelompoktani Barokah, yaitu Bapak Apud. Pada lahan tersebut telah dilakukan penanaman cabai besar yang berasal dari persemaian benih swadaya petani. Hal ini dilakukan karena pada saat persemaian berlangsung, bantuan Program Pengembangan Cabai belum tersedia, sementara petani harus tetap memulai kegiatan budidaya agar tidak kehilangan waktu tanam.

Meskipun menggunakan benih swadaya, mulsa yang digunakan merupakan bantuan fasilitasi dari Program Pengembangan Cabai. Setelah panen cabai besar selesai, lahan tersebut akan dilanjutkan dengan budidaya cabai merah keriting menggunakan benih hasil fasilitasi program yang diperuntukkan bagi Kelompoktani Barokah.

Hasil monitoring di lapangan menunjukkan bahwa pertumbuhan dan perkembangan tanaman cabai berlangsung cukup baik. Walaupun saat ini memasuki musim kemarau, pasokan air irigasi di lahan milik Bapak Apud masih mencukupi untuk memenuhi kebutuhan tanaman cabai maupun lahan di sekitarnya. Pada umur sekitar satu bulan setelah tanam, sebagian besar tanaman cabai besar telah memasuki fase berbunga, bahkan beberapa tanaman telah mulai berbuah. Kondisi tersebut menjadi indikator positif bahwa penerapan budidaya dan pengelolaan tanaman telah berjalan dengan baik sehingga diharapkan mampu memberikan hasil panen yang optimal.

_*Kesimpulan:*_
Monitoring yang dilakukan menunjukkan bahwa persiapan Program Pengembangan Cabai Merah Keriting di Kelompoktani Barokah berjalan sesuai rencana. Meskipun terdapat kendala keterbatasan air irigasi pada lahan utama, petani tetap menunjukkan semangat dengan memanfaatkan benih swadaya sebagai upaya menjaga keberlangsungan usaha tani. Pendampingan Penyuluh Pertanian bersama PPS diharapkan mampu memastikan seluruh tahapan budidaya berjalan optimal sehingga Program Pengembangan Cabai dapat meningkatkan produktivitas, pendapatan petani, dan mendukung ketahanan pangan daerah.

[Red_AKw]
-----
Kunjungi kami di:
IG: @jejak_penyuluh
FB: Jejak Penyuluh Pertanian
https://jejak-penyuluh.blogspot.com
°
°
°
#kementerianpertanian #pusluhtanri #bppsdmp #pusluhtanri #amran_sulaiman #distanhortijabar #dedimulyadi71 #distanhorbunkabbogor #kabupatenbogor #rudysusmanto #jaro_ade #kecamatancaringin #kecamatancijeruk #kecamatancigombong #jejak_penyuluh #desaciherangpondok #kelompoktanibarokah












Minggu, 26 Juli 2026

TARUNA TANI REPLI FARM SIAP PERLUAS PRODUKSI DEMI MEMENUHI TINGGINYA PERMINTAAN PASAR



Kegiatan panen Cabai Rawit Putih atau yang lebih dikenal masyarakat dengan sebutan Cabai Jablai dilaksanakan di Kelompoktani Taruna Tani Repli Farm yang berlokasi di Kampung Curugdengdeng, Desa Caringin, Kecamatan Caringin, Kabupaten Bogor. Kegiatan ini menjadi salah satu bukti keberhasilan budidaya hortikultura yang mampu memberikan nilai ekonomi tinggi bagi petani, sekaligus menjadi motivasi untuk terus meningkatkan produktivitas pertanian di wilayah tersebut.

Cabai Rawit Putih merupakan salah satu komoditas hortikultura yang memiliki prospek usaha sangat baik karena permintaan pasar terus meningkat dan harga jualnya relatif stabil. Tanaman ini mulai dipanen ketika buah telah mencapai ukuran maksimal, berwarna putih kekuningan hingga krem cerah, tampak segar, keras, dan mengilap. Buah yang dipanen sebaiknya tidak mengalami kerusakan, luka, ataupun terserang hama dan penyakit sehingga kualitas hasil panen tetap terjaga.

Pemanenan Cabai Rawit Putih umumnya dilakukan setiap 3–5 hari sekali, tergantung kecepatan pertumbuhan dan tingkat kematangan buah. Pemetikan secara rutin akan merangsang munculnya bunga dan buah baru sehingga produktivitas tanaman tetap tinggi.

Waktu terbaik untuk melakukan panen adalah pada pagi hari, setelah embun mengering namun sebelum suhu udara menjadi terlalu panas. Kondisi tersebut membuat buah tetap segar, kadar air dalam tanaman masih optimal, dan kualitas cabai lebih terjaga selama proses penyimpanan maupun pemasaran. Panen pada sore hari juga masih dapat dilakukan, namun panen pada pagi hari umumnya memberikan hasil yang lebih baik dibandingkan siang hari ketika suhu udara cukup tinggi.

Tanaman Cabai Rawit Putih mampu menghasilkan panen secara berulang dalam waktu yang cukup panjang. Setelah panen pertama, tanaman masih dapat terus berproduksi selama kurang lebih 4 hingga 8 bulan, bahkan dapat lebih lama apabila pemeliharaan, pemupukan, pengendalian organisme pengganggu tanaman, dan pengairan dilakukan dengan baik. Dengan perawatan yang optimal, tanaman akan terus menghasilkan buah yang dapat dipanen secara bertahap hingga produktivitasnya mulai menurun.

Keberhasilan budidaya Cabai Jablai di Kelompoktani Taruna Tani Repli Farm tidak terlepas dari kerja keras seluruh anggota Kelompoktani. Melihat tingginya permintaan pasar yang terus meningkat dengan harga jual yang cukup stabil, Kelompoktani Taruna Tani yang diketuai oleh Kang Ade Ramdani berencana kembali mengembangkan budidaya Cabai Rawit Putih pada lahan baru. Langkah ini diharapkan mampu meningkatkan kapasitas produksi, memperluas peluang usaha, serta meningkatkan pendapatan petani sekaligus mendukung pengembangan komoditas hortikultura unggulan di Kecamatan Caringin.


_*Kesimpulan:*_
Kegiatan panen Cabai Rawit Putih (Cabai Jablai) di Kelompoktani Taruna Tani Repli Farm menunjukkan bahwa penerapan budidaya yang baik mampu menghasilkan produksi yang berkualitas dan berkelanjutan. Dengan potensi panen yang berlangsung hingga beberapa bulan, frekuensi panen yang rutin, serta peluang pasar yang terus meningkat, pengembangan areal tanam baru menjadi langkah strategis untuk memenuhi kebutuhan pasar sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani di Desa Caringin.


[Red_AKw]
------
Kunjungi kami di:
IG: @jejak_penyuluh
FB: Jejak Penyuluh Pertanian
https://jejak-penyuluh.blogspot.com
°
°
°
#kementerianpertanian #pusluhtanri #bppsdmp #pusluhtanri #amran_sulaiman #distanhortijabar #dedimulyadi71 #distanhorbunkabbogor #kabupatenbogor #rudysusmanto #jaro_ade #kecamatancaringin #kecamatancijeruk #kecamatancigombong #jejak_penyuluh #desaCaringin #kelompoktaniTarunaTaniRepliFarm

Sabtu, 25 Juli 2026

PENINGKATAN KOMPETENSI PETANI SAYURAN MELALUI BIMBINGAN TEKNIS GOOD AGRICULTURAL PRACTICES (GAP) DAN LITERASI KEUANGAN DEMI MEWUJUDKAN PERTANIAN MODERN, PRODUKTIF, DAN BERKELANJUTAN



Penyuluh Pertanian WKPP Muarajaya sekaligus WKPP Cimande melakukan Kegiatan Penyuluhan dan Diseminasi Teknik Budidaya Sayuran serta Literasi Keuangan bagi Petani Sayuran Kabupaten Bogor yang disampaikan pada kegiatan Bimbingan Teknis yang diselenggarakan oleh Dinas Tanaman Pangan Hortikultura dan Perkebunan Kabupaten Bogor bekerja sama dengan CV. Pionir. Kegiatan ini dilaksanakan pada tanggal 20 s.d. 22 Juli 2026 bertempat di Hotel Bale Arimbi, Jln. Raya Puncak Cibogo II No. 21, Desa Cipayung Datar, Kecamatan Megamendung, Kabupaten Bogor.

Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas sumber daya manusia pertanian, khususnya petani sayuran, agar mampu menerapkan sistem budidaya yang baik, benar, efisien, ramah lingkungan, serta menghasilkan produk yang aman dikonsumsi dan memiliki daya saing tinggi. Materi yang disampaikan berpedoman pada Standar Operasional Prosedur (SOP) budidaya sayuran sesuai prinsip Good Agricultural Practices (GAP).

Melalui penerapan SOP dan GAP, petani memperoleh pemahaman mengenai pentingnya pemilihan benih bermutu, pengolahan lahan yang tepat, penggunaan pupuk berimbang berdasarkan kebutuhan tanaman, pengelolaan air yang efisien, pengendalian Organisme Pengganggu Tumbuhan (OPT) secara terpadu, sanitasi lahan, keselamatan kerja, hingga teknik panen dan penanganan pascapanen yang benar. Penerapan seluruh tahapan tersebut bertujuan meningkatkan produktivitas, menjaga kualitas hasil panen, memperpanjang umur simpan produk, mengurangi kehilangan hasil, menekan biaya produksi, serta menjaga kelestarian lingkungan.

Selain aspek teknis budidaya, peserta juga mendapatkan materi Literasi Keuangan sebagai bekal penting dalam mengelola usaha tani secara profesional. Petani dibekali kemampuan menyusun perencanaan usaha, mencatat seluruh biaya produksi dan hasil penjualan, menghitung keuntungan usaha, mengelola arus kas, menyusun anggaran, memisahkan keuangan usaha dengan keuangan rumah tangga, serta memahami pentingnya menabung, berinvestasi, dan memanfaatkan akses pembiayaan secara bijaksana.

Literasi keuangan menjadi salah satu faktor penting dalam meningkatkan keberlanjutan usaha tani. Dengan pengelolaan keuangan yang baik, petani dapat mengetahui kondisi usahanya secara nyata, mengambil keputusan berdasarkan data, mengurangi risiko kerugian, meningkatkan efisiensi penggunaan modal, serta lebih mudah memperoleh akses pembiayaan dari lembaga keuangan. Pada akhirnya, kemampuan teknis budidaya yang baik akan semakin optimal apabila didukung dengan kemampuan mengelola keuangan usaha secara disiplin dan terencana.

Melalui kegiatan Bimbingan Teknis ini diharapkan para Penyuluh Pertanian dapat mendiseminasikan kembali ilmu dan teknologi yang diperoleh kepada petani di wilayah binaannya sehingga penerapan budidaya sayuran sesuai SOP dan GAP dapat semakin luas diterapkan. Dengan demikian akan tercipta usaha tani sayuran yang lebih produktif, efisien, aman, berdaya saing, berorientasi pasar, serta mampu meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan petani secara berkelanjutan.


_*Kesimpulan:*_
Kegiatan Bimbingan Teknis Teknik Budidaya Sayuran dan Literasi Keuangan merupakan upaya strategis dalam meningkatkan kompetensi Penyuluh Pertanian dan petani untuk mewujudkan budidaya sayuran yang sesuai Standar Operasional Prosedur (SOP) dan prinsip Good Agricultural Practices (GAP). Penguasaan teknik budidaya yang benar, dipadukan dengan kemampuan mengelola keuangan usaha tani secara profesional, akan menghasilkan usaha tani yang lebih produktif, efisien, berkualitas, menguntungkan, berdaya saing, serta berkelanjutan dalam mendukung ketahanan pangan dan peningkatan kesejahteraan petani.

[Red_AKw]
-------
Kunjungi kami di:
IG: @jejak_penyuluh
FB: Jejak Penyuluh Pertanian
https://jejak-penyuluh.blogspot.com

°
°
°

#kementerianpertanian #pusluhtanri #bppsdmp #pusluhtanri #amran_sulaiman #distanhortijabar #dedimulyadi71 #distanhorbunkabbogor #kabupatenbogor #rudysusmanto #jaro_ade #kecamatancaringin #kecamatancijeruk #kecamatancigombong #jejak_penyuluh















KUNJUNGAN PT. PUPUK INDONESIA KE GAPOKTAN MAJU JAYA: PERKUAT EDUKASI PERTANIAN MELALUI PEMBUATAN KONTEN DI LAHAN PETANI

Dalam rangka mendukung penyebarluasan informasi dan edukasi di bidang pertanian, PT. Pupuk Indonesia melaksanakan kunjungan ke Gapoktan Maju...