Kamis, 17 September 2026

PANEN PADI, SURVEI CPCL PM-AAS, HINGGA TANAM KANGKUNG DAN PANEN KACANG PANJANG DI DESA CIMANDE



Giat pagi ini dilaksanakan bersama Kelompoktani Sukamanah yang berlokasi di Kampung Nanggoh, Desa Cimande, Kecamatan Caringin, Kabupaten Bogor. Kegiatan diawali dengan panen padi sawah di lahan garapan milik Bapak Roni sekaligus pelaksanaan survei CPCL PM-AAS (Pertanian Modern – Agricultural Advanced System) untuk memastikan kondisi dan luasan lahan calon penerima kegiatan budidaya padi sawah.


Berdasarkan hasil survei, didapati CPCL untuk Budidaya Padi Sawah menggunakan metode PM-AAS, yaitu lahan sawah milik Bapak Roni dengan luas 829,23 m² dan lahan sawah milik Bapak Iyep Haripudin dengan luas 455,91 m². Kegiatan survei ini menjadi bagian penting dalam memastikan data calon penerima dan calon lokasi sesuai dengan kondisi di lapangan.


Bersamaan dengan kegiatan survei CPCL PM-AAS, Kelompoktani Sukamanah yang diketuai oleh Ahmad Zaenal Abidin, atau yang lebih akrab disapa Babang Ciko, juga tengah melaksanakan kegiatan pertanian lainnya. Di lahan anggota kelompok berlangsung penanaman kangkung darat serta panen kacang panjang sebagai bagian dari upaya pemanfaatan lahan dan pengembangan komoditas hortikultura.


Kegiatan ini menunjukkan bahwa aktivitas Kelompoktani tidak hanya berfokus pada satu komoditas, tetapi juga terus mengembangkan berbagai kegiatan budidaya sesuai potensi lahan. Semangat dan kekompakan anggota menjadi salah satu kekuatan dalam mendorong produktivitas serta keberlanjutan usaha pertanian di tingkat lapangan.


Ceritakan pengalaman Anda di kolom komentar. 👇

[Red_AKw]

------

Kunjungi kami di:

IG: @jejak_penyuluh

FB: Jejak Penyuluh Pertanian

https://jejak-penyuluh.blogspot.com


°

°

°

#kementerianpertanian #pusluhtanri #bppsdmp #pusluhtanri #amran_sulaiman #distanhortijabar #dedimulyadi71 #distanhorbunkabbogor #kabupatenbogor #rudysusmanto #jaro_ade #kecamatancaringin #kecamatancijeruk #kecamatancigombong #jejak_penyuluh #desaCimande #kelompoktaniSukamanah






Rabu, 16 September 2026

PANEN TERONG UNGU DAN PERAWATAN JAGUNG MANIS, UPAYA PETANI MENJAGA KUALITAS HASIL PANEN



Giat pagi ini dilaksanakan di lahan Ketua Kelompoktani Pirang Maju Jaya, Apih Moch Gumyadi, yang berlokasi di Kp. Muarajaya, Kecamatan Caringin, Kabupaten Bogor.

Kegiatan diawali dengan panen terong ungu yang telah memasuki masa panen. Saat ini, harga terong ungu di tingkat petani berada pada kisaran Rp4.000–Rp4.500 per kilogram.

Panen dilakukan secara selektif dengan memilih buah yang telah mencapai ukuran dan tingkat kematangan yang sesuai. Pemanenan secara rutin dan tepat waktu menjadi salah satu langkah penting untuk menjaga kualitas buah sekaligus mempertahankan produktivitas tanaman agar dapat terus menghasilkan panen berikutnya.

Setelah kegiatan panen terong ungu selesai, kegiatan dilanjutkan dengan perawatan tanaman jagung manis melalui pemangkasan bunga jantan (tassel) pada tanaman yang telah memasuki fase pembentukan dan pengisian tongkol.

Perlu diperhatikan bahwa pemangkasan bunga jantan tidak boleh dilakukan terlalu dini, karena bunga jantan menghasilkan serbuk sari yang diperlukan untuk proses penyerbukan bunga betina. Apabila tassel dipotong sebelum penyerbukan berlangsung dengan baik, proses pembuahan dapat terganggu sehingga jumlah biji pada tongkol menjadi tidak penuh.

Pemangkasan dapat dilakukan setelah proses penyerbukan berlangsung, terutama ketika rambut jagung (silk) telah berubah warna dan mulai mengering. Tujuannya antara lain untuk membantu mengurangi bagian tanaman yang sudah tidak lagi diperlukan setelah penyerbukan, memperbaiki sirkulasi udara di sekitar tanaman, serta memudahkan pemantauan dan perawatan tanaman.

Namun demikian, ukuran dan kepadatan tongkol jagung manis tidak hanya ditentukan oleh pemangkasan bunga. Tongkol yang besar dan padat berisi sangat dipengaruhi oleh keberhasilan penyerbukan, varietas yang digunakan, kecukupan unsur hara terutama nitrogen dan kalium, ketersediaan air yang stabil, kondisi tanah, pengendalian gulma serta pengendalian hama dan penyakit.

Pada fase pembentukan hingga pengisian biji, tanaman membutuhkan ketersediaan air dan unsur hara yang cukup agar hasil fotosintesis dapat dialirkan secara optimal menuju tongkol. Dengan pengelolaan tanaman yang tepat, diharapkan tongkol jagung dapat berkembang dengan ukuran yang optimal, bijinya terisi merata, padat, dan memiliki kualitas yang baik.

Kegiatan ini menjadi bagian dari pendampingan penyuluhan pertanian di tingkat lapangan dalam mendorong penerapan budidaya yang tepat, meningkatkan produktivitas, serta menghasilkan komoditas pertanian yang berkualitas dan bernilai ekonomi.

🌱 Petani maju, pertanian tangguh, hasil panen berkualitas!

Ceritakan pengalaman Anda di kolom komentar. 👇
[Red_AKwA]
----------
Kunjungi kami di:
IG: @jejak_penyuluh
FB: Jejak Penyuluh Pertanian
https://jejak-penyuluh.blogspot.com

°
°
°
#kementerianpertanian #pusluhtanri #bppsdmp #pusluhtanri #amran_sulaiman #distanhortijabar #dedimulyadi71 #distanhorbunkabbogor #kabupatenbogor #rudysusmanto #jaro_ade #kecamatancaringin #kecamatancijeruk #kecamatancigombong #jejak_penyuluh #desamuarajaya #kelompoktanipirangmajujaya








SINERGI KWT SRI REZEKI & POLSEK CARINGIN, KEMBALI BUDIDAYAKAN JAGUNG PIPIL

 

CARINGIN – Jajaran Kepolisian Daerah (Polda) Jawa Barat secara serentak melaksanakan kegiatan penanaman jagung di berbagai wilayah melalui jajaran Polsek. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari dukungan kepolisian terhadap penguatan ketahanan pangan sekaligus mendorong pemanfaatan lahan produktif di tengah masyarakat.


Kegiatan serupa dilaksanakan oleh Polsek Caringin, Polres Bogor, dengan melibatkan Kelompok Wanita Tani (KWT) Sri Rezeki di Desa Lemah Duhur, Kecamatan Caringin, Kabupaten Bogor, Rabu (16/9/2026).


Dalam kegiatan tersebut, Kasubbag Binkar Bag SDM Polres Bogor, AKP Yayan Sofian Sauri, S.Pd.I., hadir mewakili Kapolres Bogor. Ia bersama Kapolsek Caringin, AKP Jajang, dan KWT Sri Rezeki melakukan penanaman jagung di lahan pertanian Desa Lemah Duhur seluas lima hektar.


Penanaman jagung secara serentak ini menjadi salah satu bentuk keterlibatan jajaran kepolisian dalam mendukung sektor pertanian. Selain mendorong ketahanan pangan, kegiatan tersebut diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat untuk memanfaatkan lahan yang tersedia secara produktif.


AKP Yayan Sofian Sauri mengatakan, keterlibatan kepolisian dalam kegiatan penanaman jagung merupakan bentuk dukungan terhadap program ketahanan pangan sekaligus memperkuat sinergisitas dengan masyarakat.


Menurutnya, sektor pertanian membutuhkan dukungan dari berbagai pihak agar lahan yang tersedia dapat dimanfaatkan secara optimal dan memberikan manfaat bagi masyarakat.


“Kegiatan ini merupakan bentuk dukungan kepolisian terhadap program ketahanan pangan. Kami bersama masyarakat dan kelompok tani ikut melakukan penanaman agar lahan yang ada dapat dimanfaatkan secara produktif,” ujar AKP Yayan Sofian Sauri kepada Pakar, Kamis (16/9/2026).


Ia menambahkan, keterlibatan kelompok masyarakat seperti KWT Sri Rezeki menjadi bagian penting dalam menjaga keberlanjutan kegiatan pertanian di tingkat desa.


Menurutnya, setelah proses penanaman dilakukan, pemeliharaan tanaman hingga masa panen juga harus menjadi perhatian. Dengan demikian, kegiatan tersebut tidak berhenti pada seremoni penanaman saja, tetapi dapat menghasilkan manfaat nyata bagi masyarakat.


Sementara itu, Kapolsek Caringin, AKP Jajang, menyampaikan bahwa pihaknya mendukung kegiatan pertanian yang dilaksanakan bersama masyarakat, khususnya yang berkaitan dengan ketahanan pangan.


“Kami dari Polsek Caringin tentunya mendukung kegiatan penanaman jagung ini. Yang paling penting adalah bagaimana kegiatan ini bisa terus berlanjut dan masyarakat dapat memanfaatkan lahan secara produktif,” kata AKP Jajang.


Menurutnya, sinergisitas antara kepolisian, kelompok tani, pemerintah desa, dan masyarakat sangat diperlukan agar program ketahanan pangan dapat berjalan secara berkelanjutan.


AKP Jajang berharap masyarakat dapat ikut menjaga dan merawat tanaman yang telah ditanam sehingga nantinya dapat menghasilkan panen yang optimal.


“Kami berharap tanaman yang sudah ditanam dapat dirawat bersama sampai masa panen. Dengan adanya kegiatan seperti ini, komunikasi dan kebersamaan antara kepolisian dan masyarakat juga semakin kuat,” ujarnya.


Kegiatan penanaman jagung di Desa Lemah Duhur tersebut turut melibatkan KWT Sri Rezeki. Keterlibatan kelompok wanita tani tersebut menjadi bagian dari pemberdayaan masyarakat dalam mengembangkan sektor pertanian di tingkat desa.


KWT memiliki peran dalam mengelola dan memanfaatkan lahan, termasuk melakukan pemeliharaan tanaman serta mengembangkan hasil pertanian yang dapat memberikan nilai tambah bagi masyarakat.


Desa Lemah Duhur merupakan salah satu wilayah di Kecamatan Caringin yang memiliki potensi lahan pertanian. Pemanfaatan lahan untuk tanaman jagung diharapkan dapat menjadi salah satu kegiatan produktif sekaligus mendukung ketersediaan pangan.


Kegiatan tersebut juga menunjukkan bahwa penguatan ketahanan pangan membutuhkan kolaborasi berbagai unsur. Tidak hanya pemerintah dan petani, tetapi kepolisian serta kelompok masyarakat juga dapat mengambil bagian sesuai dengan peran masing-masing.


Penanaman jagung secara serentak yang dilakukan jajaran Polda Jawa Barat melalui Polsek di wilayah masing-masing diharapkan dapat memberikan dorongan bagi masyarakat untuk terus mengembangkan sektor pertanian.


Di Kecamatan Caringin, kegiatan yang dilaksanakan di Desa Lemah Duhur tersebut menjadi momentum untuk memperkuat hubungan antara kepolisian dan masyarakat melalui kegiatan yang bersentuhan langsung dengan kehidupan warga.


Keberhasilan program tentunya tidak hanya ditentukan dari proses penanaman, tetapi juga bagaimana tanaman tersebut dirawat hingga menghasilkan. Oleh karena itu, keberlanjutan pendampingan dan pengelolaan lahan menjadi bagian penting setelah kegiatan penanaman dilaksanakan.


Melalui kegiatan tersebut, AKP Yayan Sofian Sauri bersama AKP Jajang dan KWT Sri Rezeki menunjukkan komitmen untuk mendukung pemanfaatan lahan produktif dan penguatan ketahanan pangan di wilayah Kecamatan Caringin.=UJG

Senin, 14 September 2026

MUSRENBANGDES DESA CIMANDE HILIR: MENYUSUN PRIORITAS PEMBANGUNAN 2027 DEMI PEMBANGUNAN YANG MERATA



Musyawarah Perencanaan Pembangunan Desa (MUSRENBANGDES) dalam rangka penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Desa (RKPDes) Tahun Anggaran 2027 dan Daftar Usulan Rencana Kerja Tahun Anggaran 2028 dilaksanakan di Desa Cimande Hilir, Kecamatan Caringin, Kabupaten Bogor.

Dalam musyawarah tersebut, Kepala Desa Cimande Hilir menyampaikan bahwa prioritas pembangunan perlu diarahkan pada titik-titik wilayah desa yang masih tertinggal, khususnya di wilayah perbatasan antardesa. Setiap usulan pembangunan diharapkan benar-benar memperhatikan aspirasi masyarakat serta kebutuhan yang dirasakan dan dibutuhkan oleh mayoritas masyarakat Desa Cimande Hilir.

Ketua BPD Cimande Hilir turut menyampaikan terkait adanya penurunan data jumlah penduduk, baik berdasarkan data Pemerintah Desa Cimande Hilir maupun data dari Badan Pusat Statistik (BPS). Data jumlah penduduk tersebut menjadi salah satu dasar penting dalam penyusunan dan pengusulan perencanaan pembangunan di wilayah Desa Cimande Hilir, Kecamatan Caringin, Kabupaten Bogor.

Sementara itu, Pemerintah Kecamatan Caringin melalui Sekretaris Camat Caringin menekankan pentingnya pemerataan dan keadilan dalam perputaran usulan pembangunan. Setiap usulan perlu disusun berdasarkan skala prioritas yang nantinya akan dirumuskan oleh Tim 11, sehingga pembangunan dapat dilaksanakan secara lebih tepat sasaran dan memberikan manfaat bagi masyarakat.

Menghadapi musim kemarau, Sekretaris Camat Caringin juga mengingatkan masyarakat agar tidak membakar sampah sembarangan, karena dapat memicu dan memperluas risiko kebakaran lingkungan. Selain itu, masyarakat diminta tidak terlena dengan kondisi musim kemarau. Saluran air, solokan, dan sungai tetap harus diperhatikan dan dibersihkan sebagai langkah antisipasi menghadapi musim penghujan. Kondisi saluran air yang tidak terawat dapat meningkatkan risiko banjir, terutama bagi wilayah yang berada di sekitar aliran air.

Dalam kesempatan tersebut, Kasie Pemerintahan Kecamatan Caringin juga menyampaikan pentingnya masyarakat memiliki Identitas Kependudukan Digital (IKD). IKD merupakan identitas kependudukan dalam bentuk digital yang memudahkan masyarakat mengakses dan memanfaatkan berbagai layanan administrasi pemerintahan secara lebih praktis, cepat, dan aman.

Masyarakat sangat dianjurkan untuk segera melakukan pendaftaran IKD karena kepemilikan identitas digital dapat membantu mempermudah proses verifikasi identitas dan mendukung pelayanan publik yang semakin berbasis digital. Pendaftaran dapat dilakukan dengan memperoleh pelayanan melalui Pemerintah Desa, Pemerintah Kecamatan, atau langsung ke Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) setempat sesuai mekanisme dan persyaratan yang berlaku.

Melalui MUSRENBANGDES ini, diharapkan seluruh usulan pembangunan dapat disusun berdasarkan kebutuhan nyata masyarakat, skala prioritas, pemerataan wilayah, serta kemampuan dan ketentuan perencanaan pembangunan desa. Sinergi antara Pemerintah Desa, BPD, Pemerintah Kecamatan, dan masyarakat menjadi kunci terwujudnya pembangunan Desa Cimande Hilir yang lebih merata, berkeadilan, dan berkelanjutan.

Ceritakan pengalaman Anda di kolom komentar.
[Red_AKw]
-----
Kunjungi kami di:
IG: @jejak_penyuluh
FB: Jejak Penyuluh Pertanian
https://jejak-penyuluh.blogspot.com
° ° ° #kementerianpertanian #pusluhtanri #bppsdmp #pusluhtanri #amran_sulaiman #distanhortijabar #dedimulyadi71 #distanhorbunkabbogor #kabupatenbogor #rudysusmanto #jaro_ade #kecamatancaringin #kecamatancijeruk #kecamatancigombong #jejak_penyuluh #desacimandehilir

Rabu, 09 September 2026

MONITORING LTT PADI SAWAH, PETANI TERAPKAN JAJAR LEGOWO DAN PM-AAS



📍 Desa Muarajaya, Kecamatan Caringin, Kabupaten Bogor

Kegiatan Monitoring Luas Tambah Tanam (LTT) Padi Sawah di Kelompoktani Setia Wargi, Desa Muarajaya, Kecamatan Caringin, Kabupaten Bogor.

Kegiatan monitoring kali ini dilaksanakan di lahan sawah milik Bapak Haji Tumirin yang dikelola dengan menerapkan sistem Tanpa Olah Tanah (TOT). Sebagian besar lahan sawah tersebut ditanami padi menggunakan sistem Jajar Legowo 6:1 sebagai salah satu upaya untuk meningkatkan efektivitas pengelolaan pertanaman padi di lapangan.

Selain itu, Bapak Haji Tumirin juga melaksanakan penanaman padi sawah dengan metode PM-AAS pada lahan seluas 0,05 Ha. Namun, penerapannya tidak dilakukan melalui tanam benih langsung, melainkan menggunakan bibit padi hasil persemaian yang kemudian ditanam dengan pola PM-AAS.

Pola tanam yang diterapkan yaitu dengan jarak antar tanaman 3–5 cm, jarak antarbaris 25 cm, serta setiap 6 baris dibuat jalur legowo dengan jarak 50 cm.

Pemilihan metode tersebut dilakukan dengan mempertimbangkan kondisi di lokasi yang cukup banyak terdapat hama tikus dan burung. Dengan menggunakan bibit hasil persemaian, risiko benih yang dimakan hama sebelum tumbuh dapat diminimalkan.

Penerapan berbagai inovasi dan metode tanam yang disesuaikan dengan kondisi lapangan menjadi salah satu bentuk upaya petani dalam menjaga pertumbuhan tanaman, mengoptimalkan pemanfaatan lahan, serta mendukung peningkatan produksi padi.

Semangat petani, kuatkan produksi pangan!
Ceritakan pengalaman Anda di kolom komentar.
[Red_AKw]
--------
Kunjungi kami di:
IG: @jejak_penyuluh
FB: Jejak Penyuluh Pertanian
https://jejak-penyuluh.blogspot.com
°
°
°
#kementerianpertanian #pusluhtanri #bppsdmp #pusluhtanri #amran_sulaiman #distanhortijabar #dedimulyadi71 #distanhorbunkabbogor #kabupatenbogor #rudysusmanto #jaro_ade #kecamatancaringin #kecamatancijeruk #kecamatancigombong #jejak_penyuluh #desaMuarajaya #kelompoktaniSetiaWargi





PANEN BUNCIS EMHA, KELOMPOKTANI TUMPANG SARI MAJU TERUS PRODUKTIF DAN BERHASIL




📍 Cimande, Caringin – Kabupaten Bogor


Giat pagi ini, Penyuluh Pertanian melaksanakan kunjungan dan pendampingan kegiatan panen buncis bersama Kelompoktani Tumpang Sari Maju yang berlokasi di Kampung Lemahduhur RT/RW 016/004, Desa Cimande, Kecamatan Caringin, Kabupaten Bogor.


Kegiatan panen kali ini dilaksanakan di lahan milik Ketua Kelompoktani, Bapak Didi, dengan luas lahan sekitar 0,25 hektare. Panen yang dilakukan saat ini merupakan panen ke-4, sebagai salah satu indikator bahwa budidaya buncis yang dilakukan secara intensif mampu memberikan hasil dan peluang ekonomi bagi petani.


Buncis yang dibudidayakan oleh Kelompoktani Tumpang Sari Maju menggunakan varietas EMHA dari Bintang Asia. Varietas ini memiliki karakteristik biji hitam dengan polong berwarna hijau tua, ukuran polong sekitar 20 cm, umur panen sekitar 44 hari setelah tanam (HST), serta potensi hasil sekitar 21 ton/hektare. EMHA juga memiliki polong berbentuk gilig, biji tidak menonjol, buah lebat, dan produksi tinggi.


Dengan karakteristik tersebut, varietas EMHA menjadi salah satu pilihan yang mendukung produksi buncis berkualitas, khususnya pada wilayah adaptasi utamanya di dataran tinggi. Hasil panen yang diperoleh Kelompoktani Tumpang Sari Maju saat ini memiliki harga jual sekitar Rp20.000,-/Kg, sehingga kegiatan budidaya buncis diharapkan dapat terus memberikan nilai tambah dan meningkatkan pendapatan petani.


Keberhasilan panen ini menjadi bukti bahwa melalui pemilihan varietas yang sesuai, pengelolaan budidaya yang baik, serta pendampingan dan penerapan teknologi pertanian secara tepat, produktivitas hortikultura dapat terus dikembangkan.


Semangat terus Kelompoktani Tumpang Sari Maju! Terus produktif, terus berinovasi, dan terus menghasilkan!


Ceritakan pengalaman Anda di kolom komentar.

[Red_AKw]

-----

Kunjungi kami di:

IG: @jejak_penyuluh

FB: Jejak Penyuluh Pertanian

https://jejak-penyuluh.blogspot.com

°

°

°

#kementerianpertanian #pusluhtanri #bppsdmp #pusluhtanri #amran_sulaiman #distanhortijabar #dedimulyadi71 #distanhorbunkabbogor #kabupatenbogor #rudysusmanto #jaro_ade #kecamatancaringin #kecamatancijeruk #kecamatancigombong #jejak_penyuluh #desaCimande #kelompoktaniTumpangSariMaju






Selasa, 08 September 2026

PERTEMUAN RUTIN KWT EMBUN PAGI DALAM RANGKA PENUTUPAN KEGIATAN PENGABDIAN MASYARAKAT DARI UNIVERSITAS DJUANDA BOGOR



Pertemuan rutin Kelompok Wanita Tani (KWT) Embun Pagi pada bulan September ini dilaksanakan bersamaan dengan kegiatan penutupan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) yang dilaksanakan oleh Tim dari Universitas Djuanda Bogor, yang terdiri dari dosen dan mahasiswa.

Dalam kegiatan tersebut, Ibu Syaima Lailatul Mubarokah, S.P., M.Si. selaku Ketua Tim Pelaksana Program Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat menyampaikan harapan agar inovasi dan fasilitasi instalasi hidroponik yang telah dialokasikan untuk KWT Embun Pagi dapat memberikan dampak positif bagi para anggota KWT, khususnya dalam meningkatkan pengetahuan, keterampilan dan sikap. Selain itu, kegiatan tersebut diharapkan mampu mendukung peningkatan pendapatan ekonomi keluarga sekaligus memenuhi kebutuhan gizi keluarga melalui konsumsi sayuran sehat yang dibudidayakan secara hidroponik.

Beliau juga berharap instalasi hidroponik yang telah diberikan dapat dimanfaatkan secara berkesinambungan dan dikembangkan menjadi kegiatan produktif yang memberikan manfaat bagi KWT Embun Pagi dalam jangka panjang.

Penyuluh Pertanian setempat turut memberikan motivasi kepada seluruh ibu-ibu KWT Embun Pagi agar semangat dan keuletan dalam mengembangkan budidaya hidroponik tidak kendur meskipun kegiatan PKM telah berakhir. Kekompakan, kemandirian dan konsistensi menjadi kunci agar fasilitas instalasi hidroponik yang telah diberikan dapat dimanfaatkan secara maksimal.

Penyuluh juga mengingatkan pentingnya penerapan manajemen usaha tani, terutama dalam memastikan kebutuhan sarana produksi seperti nutrisi, rockwool, benih dan kebutuhan lainnya dapat terpenuhi secara mandiri. Dengan demikian, kegiatan budidaya sayuran hidroponik dapat terus berjalan dan berkembang tanpa selalu bergantung pada bantuan dari Universitas Djuanda Bogor maupun pemerintah.

Sementara itu, Ketua Tim Penggerak PKK Desa Cimande Hilir, Ibu Jameela Bisyir, bersama Ibu Sekretaris Desa Cimande Hilir menyampaikan ucapan terima kasih yang mendalam atas kepercayaan Tim PKM Universitas Djuanda Bogor yang telah menjadikan KWT Embun Pagi sebagai lokasi kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat.

Diharapkan berbagai ilmu, pengetahuan dan inovasi yang telah diberikan oleh Tim Universitas Djuanda Bogor dapat terus diterapkan oleh seluruh anggota KWT Embun Pagi secara berkesinambungan, sehingga budidaya hidroponik mampu menjadi kegiatan produktif yang mendukung ketahanan pangan, pemenuhan gizi keluarga serta peningkatan ekonomi rumah tangga.

Mari terus bergerak, belajar, berkarya dan mandiri melalui pertanian! 🌱🥬

Ceritakan pengalaman Anda di kolom komentar.
[Red_AKw]
-------
Kunjungi kami di:
IG: @jejak_penyuluh
FB: Jejak Penyuluh Pertanian
https://jejak-penyuluh.blogspot.com
°
°
°
#kementerianpertanian #pusluhtanri #bppsdmp #pusluhtanri #amran_sulaiman #distanhortijabar #dedimulyadi71 #distanhorbunkabbogor #kabupatenbogor #rudysusmanto #jaro_ade #kecamatancaringin #kecamatancijeruk #kecamatancigombong #jejak_penyuluh #desaCimandeHilir #kelompoktaniKWTEmbunPagi #universitasdjuandabogor #unida








PANEN PADI, SURVEI CPCL PM-AAS, HINGGA TANAM KANGKUNG DAN PANEN KACANG PANJANG DI DESA CIMANDE

Giat pagi ini dilaksanakan bersama Kelompoktani Sukamanah yang berlokasi di Kampung Nanggoh, Desa Cimande, Kecamatan Caringin, Kabupaten Bog...