Rabu, 30 September 2026

OPT CABAI TERIDENTIFIKASI, KSA DAN CPCL PM-AAS TERUS DIKAWAL! PENYULUH PERTANIAN BERSAMA POPT MONITORING LAHAN PETANI



Rabu, 30 September 2026 — Penyuluh Pertanian melaksanakan kegiatan kunjungan dan anjangsana ke beberapa Kelompoktani di wilayah Kecamatan Caringin, Kabupaten Bogor, bersama Petugas Organisme Pengganggu Tumbuhan (POPT) Kecamatan Caringin dan Penyuluh Pertanian Swadaya (PPS) Desa Lemahduhur. Kegiatan meliputi identifikasi Organisme Pengganggu Tumbuhan (OPT) pada tanaman cabai keriting, survei Pengubinan Kerangka Sample Area (KSA), survei Calon Petani dan Calon Lahan (CPCL), serta monitoring dan persiapan budidaya padi sawah menggunakan metode PM-AAS (Pertanian Modern Advance Agriculture System).


📍 IDENTIFIKASI OPT TANAMAN CABAI KERITING


Pukul 08.00–09.30 WIB, Penyuluh Pertanian bersama POPT melakukan identifikasi serangan hama dan penyakit pada tanaman cabai keriting di Kelompoktani Bina Mandiri, Desa Lemahduhur, tepatnya di lahan milik Bapak Ujang Aceng.


Berdasarkan hasil pengamatan lapangan, ditemukan beberapa permasalahan OPT, yaitu ulat daun, virus kuning, serta rebah semai yang disebabkan oleh jamur Phytophthora. Serangan tersebut perlu segera ditangani agar tidak berkembang dan menurunkan pertumbuhan maupun produktivitas tanaman.


POPT memberikan penjelasan kepada petani mengenai langkah pengendalian secara terpadu. Pada serangan ulat daun, petani diarahkan melakukan pengamatan rutin pada daun dan pucuk tanaman, mengambil serta memusnahkan ulat maupun bagian tanaman yang terserang apabila populasinya masih rendah, menjaga kebersihan lahan, serta melakukan pengendalian menggunakan pestisida secara tepat apabila tingkat serangan telah melewati ambang pengendalian. Penggunaan pestisida harus memperhatikan jenis bahan aktif, dosis, waktu aplikasi, serta petunjuk pada label agar efektif dan tidak menimbulkan dampak yang tidak diinginkan.


Untuk virus kuning, POPT menjelaskan bahwa pengendalian perlu difokuskan pada sumber dan vektor penularannya, terutama serangga kutu kebul. Petani dianjurkan melakukan monitoring rutin, mengendalikan populasi kutu kebul, mencabut dan memusnahkan tanaman yang menunjukkan gejala berat agar tidak menjadi sumber penularan, menjaga sanitasi lahan, mengendalikan gulma inang, serta menggunakan bibit yang sehat. Pengendalian harus dilakukan secara terpadu karena tanaman yang telah terinfeksi virus pada umumnya tidak dapat dipulihkan kembali seperti tanaman sehat.


Sementara itu, pada gejala rebah semai, petani diberikan pemahaman mengenai pentingnya menjaga kondisi media dan kelembapan lahan agar tidak terlalu basah, memperbaiki drainase, menggunakan benih dan media tanam yang sehat, menjaga kebersihan persemaian, serta menghindari penyiraman berlebihan. Tanaman yang telah terserang parah perlu segera dipisahkan atau dimusnahkan agar sumber penyakit tidak menyebar ke tanaman lainnya. Apabila diperlukan, penggunaan fungisida harus dilakukan berdasarkan rekomendasi dan prinsip penggunaan pestisida yang tepat.


POPT juga mengingatkan petani agar tidak hanya mengandalkan pestisida, tetapi mengutamakan pengamatan rutin, sanitasi lahan, penggunaan benih sehat, pengaturan kelembapan, pengendalian vektor, serta penerapan Pengendalian Hama Terpadu (PHT).


🌾 SURVEI KSA DAN CPCL BUDIDAYA PADI PM-AAS


Pukul 09.30–12.00 WIB, kegiatan dilanjutkan dengan survei lokasi Pengubinan Kerangka Sample Area (KSA) yang dilakukan oleh POPT bersama Penyuluh Pertanian dan PPS Desa Lemahduhur di Kelompoktani Taruna Mandiri, Kampung Nangleng.


Pada kesempatan yang sama dilakukan pula survei Calon Petani dan Calon Lahan (CPCL) untuk rencana budidaya padi sawah menggunakan metode PM-AAS (Pertanian Modern Advance Agriculture System). Survei dilakukan sebagai bagian dari persiapan untuk memastikan kondisi calon petani dan calon lahan sesuai dengan kebutuhan pelaksanaan budidaya padi menggunakan pendekatan pertanian modern.


🌱 MONITORING PADI PM-AAS UMUR 31 HST


Pukul 13.00–14.00 WIB, Penyuluh Pertanian melaksanakan monitoring pertumbuhan dan perkembangan tanaman padi sawah yang dibudidayakan menggunakan metode PM-AAS di Kelompoktani Setia Wargi, Desa Muarajaya, Kecamatan Caringin, Kabupaten Bogor, tepatnya di lahan sawah milik Bapak Haji Tumirin.


Tanaman padi PM-AAS saat ini telah memasuki umur 31 Hari Setelah Tanam (HST). Monitoring dilakukan untuk melihat perkembangan tanaman di lapangan sekaligus memastikan proses budidaya berjalan sesuai dengan tahapan yang telah direncanakan.


🚜 PERSIAPAN LAHAN PADI PM-AAS


Pukul 14.00–15.00 WIB, kegiatan dilanjutkan ke Kelompoktani Sukamanah, Desa Cimande, tepatnya di lahan sawah garapan milik Bapak Syahroni.


Kunjungan dilakukan dalam rangka persiapan lahan untuk budidaya padi sawah yang direncanakan menggunakan metode PM-AAS. Persiapan lahan menjadi salah satu tahapan penting untuk mendukung pertumbuhan tanaman padi agar dapat berkembang secara optimal sejak awal musim tanam.


Rangkaian kegiatan kunjungan dan anjangsana ini menjadi bagian dari pendampingan Penyuluh Pertanian kepada petani, mulai dari pengamatan dan pengendalian OPT, survei KSA dan CPCL, monitoring pertumbuhan tanaman, hingga persiapan lahan untuk penerapan teknologi dan metode pertanian modern.


Ceritakan pengalaman Anda di kolom komentar.

[Red_AKw]

---------


Kunjungi kami di:

IG: @jejak_penyuluh

FB: Jejak Penyuluh Pertanian

https://jejak-penyuluh.blogspot.com


°

°

°

#kementerianpertanian #pusluhtanri #bppsdmp #pusluhtanri #amran_sulaiman #distanhortijabar #dedimulyadi71 #distanhorbunkabbogor #kabupatenbogor #rudysusmanto #jaro_ade #kecamatancaringin #kecamatancijeruk #kecamatancigombong #jejak_penyuluh #desalemahduhur #desemuarajaya #desacimande #kelompoktanibinamandiri #kelompoktanitarunamandiri #kelompoktanisetiawargi #kelompoktanisukamanah #popt






































Selasa, 29 September 2026

PEMBUKAAN PELATIHAN KETERAMPILAN WIRAUSAHA TERPADU PROGRAM KERJASAMA MABES ANGKATAN UDARA TAHUN 2026 DI P4S KARYA NYATA CINAGARA



Pusat Pelatihan Pertanian Pedesaan Swadaya (P4S) Karya Nyata Cinagara Bogor melaksanakan kegiatan Pelatihan Keterampilan Wirausaha Terpadu Program Kerjasama Mabes Angkatan Udara Tahun 2026. Kegiatan yang dimulai hari ini, Selasa, 29 September 2026, diawali dengan Pembukaan Pelatihan Keterampilan Wirausaha Terpadu Program Kerjasama Mabes Angkatan Udara Tahun 2026 yang dilaksanakan di P4S Karya Nyata Cinagara Bogor.


Pelatihan tersebut akan berlangsung selama 29 September s.d. 12 Oktober 2026 dengan berbagai materi keterampilan pertanian terpadu yang diarahkan untuk meningkatkan pengetahuan, keterampilan, serta kemampuan peserta dalam mengembangkan kegiatan pertanian yang produktif dan berkelanjutan.


Adapun materi Pelatihan Pertanian Terpadu yang diberikan meliputi:


🌱 Teknik Perbaikan Tanah Pertanian

🌱 Pembuatan Bokashi

🌱 Pembuatan Pupuk Cair

🌱 Pembuatan Probiotik Pembenah Tanah dan Penyubur Tanah Pertanian

🌱 Teknik Budidaya Aneka Tanaman Pangan

🌱 Teknik Budidaya Aneka Tanaman Hortikultura

🐐 Budidaya Ternak Kambing

🐑 Budidaya Ternak Domba

🐄 Budidaya Ternak Sapi

🐔 Budidaya Ayam Buras

🐟 Teknik Budidaya Ikan Air Tawar


Ketua P4S Karya Nyata Cinagara Bogor, Bapak Haji Bambang Aah Wahyudi, menyampaikan bahwa berbagai materi tersebut akan disampaikan oleh para instruktur yang biasa mengisi kegiatan pelatihan di P4S Karya Nyata Cinagara.


Para instruktur berasal dari berbagai unsur, mulai dari Penyuluh Pertanian, Pelaku Utama dan Pelaku Usaha, hingga Praktisi yang memiliki pengalaman dan kompetensi di bidang pertanian terpadu.


Melalui kegiatan ini, P4S Karya Nyata Cinagara Bogor terus berperan dalam mendukung peningkatan kapasitas sumber daya manusia melalui pembelajaran pertanian berbasis praktik, sehingga pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh dapat diterapkan untuk mendukung kegiatan usaha pertanian dan kewirausahaan.


Kegiatan ini juga menjadi bagian dari upaya memperkuat keterampilan peserta dalam mengelola berbagai bidang usaha pertanian secara terpadu, mulai dari pengelolaan tanah, pembuatan sarana produksi pertanian, budidaya tanaman, peternakan, hingga perikanan.


Ceritakan pengalaman Anda di kolom komentar.

[Red_AKw]

----------


Kunjungi kami di:

IG: @jejak_penyuluh

FB: Jejak Penyuluh Pertanian

https://jejak-penyuluh.blogspot.com


°

°

°

#kementerianpertanian #pusluhtanri #bppsdmp #pusluhtanri #amran_sulaiman #distanhortijabar #dedimulyadi71 #distanhorbunkabbogor #kabupatenbogor #rudysusmanto #jaro_ade #kecamatancaringin #kecamatancijeruk #kecamatancigombong #jejak_penyuluh #desacinagara #p4skaryanyata #tniau



Senin, 28 September 2026

BUDIDAYA BAWANG MERAH DI KELOMPOKTANI SUKA TANI II DESA CARINGIN KEC. CARINGIN



Budidaya bawang merah terus dikembangkan oleh petani di wilayah Kecamatan Caringin, Kabupaten Bogor. Salah satunya dilaksanakan oleh Kelompoktani Suka Tani II melalui lahan garapan milik Bapak Arif Jakarana yang berlokasi di Kampung Curugdengdeng, Desa Caringin, Kecamatan Caringin, Kabupaten Bogor tepatnya dekat lapangan Curugdengdeng.

Selain Bapak Arif Jakarana, terdapat pula Bapak Mulya, anggota Kelompoktani Suka Tani II yang cukup intens membudidayakan bawang merah. Saat ini, budidaya bawang merah dilaksanakan di lahan Curugdengdeng seluas 0,15 Ha.

Pengembangan budidaya juga direncanakan pada lahan Kemang dengan target luasan mencapai 1,5 Ha. Sementara itu, Bapak Mulya juga memiliki areal budidaya bawang merah di lahan Palasari, Kecamatan Cijeruk, seluas 2 Ha. Namun, kegiatan budidaya di lahan tersebut untuk sementara off karena adanya serangan penyakit tanaman pada bawang merah antara lain penyakit layu Fusarium (Fusarium oxysporum), penyakit antraknosa atau otomatis (Colletotrichum spp.), penyakit bercak ungu (Alternaria porri), serta penyakit moler yang dapat menyebabkan pertumbuhan tanaman terganggu dan umbi tidak berkembang secara optimal.

Dalam kondisi tersebut, Penyuluh Pertanian melakukan koordinasi dengan Petugas Pengendali Organisme Pengganggu Tumbuhan (POPT) yang ada di wilayah Kecamatan Caringin dan Cijeruk untuk melakukan identifikasi dan penanganan permasalahan OPT pada budidaya bawang merah di lahan Palasari, Kecamatan Cijeruk. Koordinasi tersebut mencakup pemeriksaan langsung kondisi tanaman dan gejala serangan untuk memastikan jenis penyakit, tingkat dan luas serangan, serta faktor penyebabnya.

Semangat petani untuk terus mengembangkan bawang merah menjadi salah satu upaya dalam meningkatkan produktivitas pertanian dan memperkuat kemandirian pangan di wilayah Kecamatan Caringin.

Ceritakan pengalaman Anda di kolom komentar.
[Red_AKw]
-------------

Kunjungi kami di:
IG: @jejak_penyuluh
FB: Jejak Penyuluh Pertanian
https://jejak-penyuluh.blogspot.com

°
°
°
#kementerianpertanian #pusluhtanri #bppsdmp #pusluhtanri #amran_sulaiman #distanhortijabar #dedimulyadi71 #distanhorbunkabbogor #kabupatenbogor #rudysusmanto #jaro_ade #kecamatancaringin #kecamatancijeruk #kecamatancigombong #jejak_penyuluh #desacaringin #kelompoktanisukatani2









Rabu, 23 September 2026

PENGUMUMAN BAGI PETANI WILAYAH CARINGIN, CIJERUK & CIGOMBONG! PENGINPUTAN DATA E-RDKK PUPUK BERSUBSIDI TAHUN 2027 TELAH DIBUKA



Dalam rangka mendukung ketepatan pendataan kebutuhan pupuk bersubsidi, Penginputan Data E-RDKK Pupuk Bersubsidi Tahun 2027 telah dibuka mulai tanggal 22 September 2026 sampai dengan 25 Oktober 2026.

Pengumuman ini ditujukan khususnya bagi para petani di wilayah Kecamatan Caringin, Kecamatan Cijeruk, dan Kecamatan Cigombong, Kabupaten Bogor, serta umumnya bagi petani di seluruh Indonesia.
Bagi petani yang belum terdaftar namanya dalam E-RDKK, segera menghubungi Penyuluh Pertanian yang ada di desa masing-masing untuk mendapatkan informasi dan pendampingan dalam proses pengusulan.

📋 PERSYARATAN ADMINISTRASI
Petani yang akan mengusulkan E-RDKK Pupuk Bersubsidi perlu mempersiapkan:
Fotokopi KTP
Fotokopi Kartu Keluarga (KK)
SPPT

Pendaftaran/pengusulan dapat dilakukan melalui:
Balai Penyuluhan Pertanian (BPP)
Penyuluh Pertanian
Kelompoktani terdekat

Mari segera pastikan data diri dan data usahatani telah terdata dalam E-RDKK Pupuk Bersubsidi Tahun 2027 sebelum batas waktu 25 Oktober 2026.

Pendataan yang tepat menjadi bagian penting dalam mendukung ketersediaan pupuk dan kelancaran produksi pertanian menuju swasembada pangan.


Ceritakan pengalaman Anda di kolom komentar.
[Red_AKw]
--------
Kunjungi kami di:
IG: @jejak_penyuluh
FB: Jejak Penyuluh Pertanian
https://jejak-penyuluh.blogspot.com
°
°
°
#kementerianpertanian #pusluhtanri #bppsdmp #pusluhtanri #amran_sulaiman #distanhortijabar #dedimulyadi71 #distanhorbunkabbogor #kabupatenbogor #rudysusmanto #jaro_ade #kecamatancaringin #kecamatancijeruk #kecamatancigombong #jejak_penyuluh #rdkk #erdkk

PENILAIAN KELAS KEMAMPUAN KELOMPOKTANI: MENUJU KELOMPOKTANI YANG MANDIRI DAN BERKELANJUTAN



Perwakilan Kelompoktani dari Kecamatan Caringin, Cijeruk dan Cigombong, bersama Ketua KTNA masing-masing kecamatan, menghadiri kegiatan sosialisasi Penilaian Kelas Kemampuan Kelompoktani yang disampaikan oleh Prof. Dr. Drs. Lukman Effendi, M.Si., Guru Besar Politeknik Pembangunan Pertanian Bogor (Polbangtan Bogor).


Kegiatan ini memberikan pemahaman mengenai pentingnya penilaian kelas kemampuan Kelompoktani sebagai salah satu instrumen untuk melihat perkembangan kapasitas, kemandirian, serta kemampuan Kelompoktani dalam menjalankan organisasi dan kegiatan usaha secara berkelanjutan. Penilaian kelas kemampuan Kelompoktani mengacu pada Permentan Nomor 25 Tahun 2018.


Berdasarkan kondisi Kelompoktani di Kabupaten Bogor tahun 2023, terdapat 2.485 Kelompoktani, yang terdiri atas 779 Kelompoktani kelas Pemula, 897 Kelompoktani kelas Lanjut, 171 Kelompoktani kelas Madya, 19 Kelompoktani kelas Utama, serta 619 Kelompoktani yang belum dinilai.


Dalam mendukung tertib administrasi, Kelompoktani juga perlu memiliki 11 buku administrasi Kelompoktani sebagai bagian dari indikator dalam penilaian kelas kemampuan.

Adapun penilaian kelas kemampuan Kelompoktani mencakup 6 kriteria utama, yaitu: Organisasi dan Kelembagaan; Perencanaan dan Program; Pelaksanaan Kegiatan; Hasil dan Capaian; Kemitraan dan Jejaring; serta Keberlanjutan.


Pada aspek Organisasi dan Kelembagaan, penilaian meliputi legalitas, struktur organisasi, kejelasan tugas dan fungsi serta dinamika Kelompoktani. Perencanaan dan Program mencakup penyusunan rencana kerja, kesesuaian program dengan kebutuhan serta partisipasi anggota. Pelaksanaan Kegiatan melihat konsistensi pelaksanaan, pemanfaatan sumber daya dan keterlibatan anggota.


Sementara itu, Hasil dan Capaian mencakup peningkatan produksi, pendapatan, kemandirian anggota serta manfaat bagi lingkungan sekitar. Kemitraan dan Jejaring mencakup kerja sama dengan berbagai pihak, akses pembiayaan serta dukungan dan pengembangan jaringan. Sedangkan Keberlanjutan mencakup regenerasi anggota, kemampuan mengatasi permasalahan serta rencana pengembangan Kelompoktani dalam jangka panjang.


Sistem klasifikasi dan threshold skor kedewasaan Kelompoktani terbagi dalam beberapa fase, yaitu Pemula (<245 poin), Lanjut (246–455 poin), Madya (456–700 poin), dan Utama (701–1.000 poin). Penilaian tersebut bukan sekadar angka, tetapi menjadi gambaran posisi dan peta jalan menuju kemandirian Kelompoktani.


Melalui kegiatan sosialisasi ini, diharapkan Kelompoktani semakin memahami indikator penilaian, mampu membenahi administrasi dan kelembagaan, meningkatkan kapasitas anggota, memperkuat kemitraan, serta mengembangkan kegiatan usaha yang produktif dan berkelanjutan.


Ceritakan pengalaman Anda di kolom komentar.

[Red_AKw]

-------

Kunjungi kami di:

IG: @jejak_penyuluh

FB: Jejak Penyuluh Pertanian

https://jejak-penyuluh.blogspot.com

°

°

°

#kementerianpertanian #pusluhtanri #bppsdmp #pusluhtanri #amran_sulaiman #distanhortijabar #dedimulyadi71 #distanhorbunkabbogor #kabupatenbogor #rudysusmanto #jaro_ade #kecamatancaringin #kecamatancijeruk #kecamatancigombong #jejak_penyuluh




Selasa, 22 September 2026

GERAKAN TANAM CABAI SERENTAK, DORONG KEMANDIRIAN PANGAN DI KECAMATAN CARINGIN



Telah dilaksanakan kegiatan Gerakan Tanam Cabai (GERTAM CABAI) Serentak TP-PKK Kecamatan, Desa/Kelurahan se-Kabupaten Bogor Tahun 2026 pada Selasa, 22 September 2026. Ketua Tim Penggerak PKK Kecamatan Caringin, Ibu Septiarty Wulansary, turun langsung dalam kegiatan Gerakan Tanam Cabai serentak yang dilaksanakan di lahan Kelompok Wanita Tani (KWT) Embun Pagi, Desa Cimande Hilir, Kecamatan Caringin, Kabupaten Bogor.

Selain Desa Cimande Hilir, kegiatan tanam cabai serentak ini juga diikuti oleh seluruh Tim Penggerak PKK Desa yang ada di Kecamatan Caringin di Desa masing-masing sebagai bentuk dukungan terhadap pemanfaatan lahan untuk budidaya cabai sekaligus mendorong kemandirian pangan masyarakat melalui gerakan tanam cabai secara serentak.

🌱 Semangat menanam cabai, manfaatkan lahan, dan wujudkan ketahanan pangan dari lingkungan sendiri!

Ceritakan pengalaman Anda di kolom komentar.
[Red_AKw]
-------
Kunjungi kami di:
IG: @jejak_penyuluh
FB: Jejak Penyuluh Pertanian
https://jejak-penyuluh.blogspot.com

°
°
°
#kementerianpertanian #pusluhtanri #bppsdmp #pusluhtanri #amran_sulaiman #distanhortijabar #dedimulyadi71 #distanhorbunkabbogor #kabupatenbogor #rudysusmanto #jaro_ade #kecamatancaringin #kecamatancijeruk #kecamatancigombong #jejak_penyuluh #desaCimandeHilir #kelompoktaniKWTEmbunPagi #pkk








































OPT CABAI TERIDENTIFIKASI, KSA DAN CPCL PM-AAS TERUS DIKAWAL! PENYULUH PERTANIAN BERSAMA POPT MONITORING LAHAN PETANI

Rabu, 30 September 2026 — Penyuluh Pertanian melaksanakan kegiatan kunjungan dan anjangsana ke beberapa Kelompoktani di wilayah Kecamatan Ca...