Senin, 07 September 2026

MUSRENBANGDES 2027 DESA MUARAJAYA: PERKUAT PEMBANGUNAN, IRIGASI PERTANIAN, DAN KUALITAS SDM MASYARAKAT



Musyawarah Rencana Pembangunan Desa (Musrenbangdes) Tahun Anggaran 2027 dilaksanakan di Desa Muarajaya, Kecamatan Caringin, Kabupaten Bogor, sebagai forum partisipatif untuk menggali, membahas, menyepakati, serta menetapkan prioritas kebutuhan pembangunan desa yang akan menjadi bahan penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Desa (RKP Desa) Tahun 2027. Kegiatan ini menjadi ruang penting bagi pemerintah desa, lembaga kemasyarakatan, tokoh masyarakat, pendamping desa, serta berbagai unsur terkait untuk menyampaikan aspirasi dan menentukan arah pembangunan yang benar-benar sesuai dengan kebutuhan masyarakat.

Dalam kegiatan tersebut disampaikan informasi dari Pendamping Desa bahwa pada tahun 2026 Desa Muarajaya berstatus sebagai Desa Maju dan telah terverifikasi oleh Kementerian Desa. Dalam kerangka Indeks Desa, Desa Maju merupakan desa yang memiliki kemampuan mengelola pembangunan dan pemberdayaan masyarakat dengan capaian yang relatif baik, ditandai antara lain dengan meningkatnya ketahanan sosial, ekonomi, dan ekologi serta kemampuan desa dalam mengembangkan potensi dan meningkatkan kualitas kehidupan masyarakat. Status tersebut tentunya menjadi motivasi agar Desa Muarajaya terus meningkatkan kualitas tata kelola pemerintahan, pelayanan masyarakat, pembangunan, dan pemberdayaan secara berkelanjutan.

Penyuluh Pertanian Desa Muarajaya turut hadir dan berpartisipasi dalam Musrenbangdes tersebut. Kehadiran Penyuluh Pertanian sangat penting karena sektor pertanian merupakan salah satu bagian strategis dalam mendukung ketahanan pangan, perekonomian, dan kesejahteraan masyarakat desa. Penyuluh dapat menyampaikan kondisi nyata di lapangan, kebutuhan petani, permasalahan sarana dan prasarana pertanian, serta memberikan masukan teknis agar program pembangunan desa di bidang pertanian dapat lebih tepat sasaran, berkelanjutan, dan memberikan manfaat langsung bagi petani.

Salah satu usulan prioritas yang disampaikan Penyuluh Pertanian Desa Muarajaya adalah memperlancar dan meningkatkan debit air irigasi yang berasal dari Desa Cinagara menuju lahan pertanian di Desa Muarajaya. Kondisi di lapangan menunjukkan adanya permasalahan debit air yang kecil, bahkan pada beberapa kondisi dapat mengalami mati total, sementara debit sumber air dari wilayah Desa Cinagara relatif besar. Oleh karena itu, diperlukan koordinasi dan penanganan bersama antardesa serta pihak terkait untuk mengidentifikasi titik-titik hambatan, kebocoran, sedimentasi, pembagian air, maupun persoalan teknis lainnya sehingga distribusi air irigasi dapat berjalan lebih optimal dan mampu mendukung kebutuhan budidaya pertanian masyarakat.

Selain pembangunan fisik seperti jalan dan fasilitas umum, Musrenbangdes juga perlu memberikan perhatian serius terhadap pembangunan nonfisik. Pembangunan nonfisik dapat berupa peningkatan kapasitas dan keterampilan masyarakat, pendidikan dan pelatihan, pemberdayaan ekonomi, penguatan kelembagaan masyarakat, pelayanan kesehatan, ketahanan pangan, literasi digital, pembinaan kepemudaan, serta penguatan pendidikan karakter, moral, etika, dan adab generasi penerus. Pembangunan manusia tidak kalah penting dengan pembangunan infrastruktur karena kemajuan desa harus diikuti dengan peningkatan kualitas sumber daya manusia.

Hal tersebut juga berkaitan dengan penyampaian Babinsa Desa Muarajaya mengenai pentingnya keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas). Kerukunan, kepedulian, gotong royong, toleransi, serta kesadaran masyarakat untuk menjaga lingkungan merupakan modal penting dalam menciptakan desa yang aman, tertib, nyaman, dan harmonis. Dengan demikian, pembangunan Desa Muarajaya diharapkan tidak hanya menghasilkan infrastruktur yang semakin baik, tetapi juga membentuk masyarakat yang berkarakter, beradab, produktif, peduli terhadap lingkungan, serta mampu menjaga persatuan dan kerukunan.

Musrenbangdes Tahun Anggaran 2027 di Desa Muarajaya menjadi momentum bersama untuk mewujudkan pembangunan desa yang seimbang antara pembangunan fisik dan nonfisik, dengan tetap memperhatikan kebutuhan pertanian, ketahanan pangan, peningkatan kualitas sumber daya manusia, serta keamanan dan kerukunan masyarakat.

Ceritakan pengalaman Anda di kolom komentar.
[Red_AKw]
------
Kunjungi kami di:
IG: @jejak_penyuluh
FB: Jejak Penyuluh Pertanian
https://jejak-penyuluh.blogspot.com
°
°
°
#kementerianpertanian #pusluhtanri #bppsdmp #pusluhtanri #amran_sulaiman #distanhortijabar #dedimulyadi71 #distanhorbunkabbogor #kabupatenbogor #rudysusmanto #jaro_ade #kecamatancaringin #kecamatancijeruk #kecamatancigombong #jejak_penyuluh #desaMuarajaya


SEMANGAT KELOMPOKTANI TANI MUKTI 1, P2B TETAP PRODUKTIF DI TENGAH KEMARAU



Penyuluh Pertanian dan Penyuluh Pertanian Swadaya (PPS) Ciherang Pondok melaksanakan kunjungan ke Kelompoktani Tani Mukti 1 yang diketuai oleh Bapak Udin Saripudin dalam rangka monitoring kegiatan Pekarangan Pangan Bergizi (P2B) di titik lokasi Kampung Babakan, Desa Ciherang Pondok, Kecamatan Caringin, Kabupaten Bogor.

Monitoring difokuskan pada pemantauan pertumbuhan dan perkembangan berbagai komoditas tanaman, yaitu pisang raja bulu kuning, terong, serta aneka cabai yang meliputi cabai rawit, cabai merah keriting, dan cabai besar. Hasil monitoring menunjukkan adanya kendala dalam pengairan lahan P2B akibat sulitnya mendapatkan sumber air irigasi sebagai dampak kemarau panjang.

Meskipun telah mendapatkan fasilitasi bantuan mesin pompa air, sumber air berada cukup jauh dan memiliki kondisi medan yang curam karena berada di lereng, sehingga upaya penyedotan air menggunakan mesin pompa belum dapat dilakukan secara optimal. Namun, kondisi tersebut tidak menyurutkan semangat anggota Kelompoktani Tani Mukti 1. Pemenuhan kebutuhan air tetap dilakukan secara manual dengan membawa air menggunakan galon bekas air mineral dari rumah beberapa anggota Kelompoktani menggunakan kendaraan bermotor.

Dalam satu kali penyiraman dibutuhkan tidak kurang dari 50 galon, dan kegiatan penyiraman dilakukan setiap 2–3 hari sekali. Upaya tersebut dilakukan secara gotong royong sebagai bentuk kepedulian anggota Kelompoktani dalam mempertahankan produktivitas lahan P2B di tengah kondisi kemarau.

Selain melakukan monitoring, Penyuluh Pertanian juga memberikan penyuluhan mengenai tata cara penanganan tanaman yang terserang penyakit agar tidak menjadi sumber penularan bagi tanaman yang masih sehat. Salah satu hal penting yang ditekankan adalah waktu pelaksanaan eksekusi atau penanganan tanaman sakit.

Petani dianjurkan untuk menyelesaikan terlebih dahulu berbagai aktivitas rutin di kebun, seperti pembersihan gulma, pembumbunan, penyiraman, dan pengairan. Setelah seluruh pekerjaan tersebut selesai, barulah dilakukan eksekusi terhadap tanaman yang terserang penyakit, baik melalui tindakan pengobatan maupun pembasmian atau pemusnahan tanaman apabila memang diperlukan.

Penanganan tanaman sakit harus dilakukan dengan hati-hati agar bagian tanaman maupun tanah yang berada di sekitar perakaran tanaman yang terserang penyakit tidak berceceran dan berpindah ke area tanaman sehat. Hal ini penting untuk meminimalkan risiko penyebaran patogen melalui tanah, air, alat pertanian, maupun aktivitas petani.

Alat-alat yang digunakan untuk menangani tanaman sakit juga perlu segera dibersihkan dan tidak langsung digunakan pada tanaman sehat. Setelah kegiatan di kebun selesai, alat yang digunakan untuk penanganan tanaman sakit sebaiknya dibersihkan di luar area kebun sebelum dibawa pulang.

Selain alat pertanian, kebersihan perlengkapan yang digunakan petani juga perlu diperhatikan. Pakaian kerja, sepatu boots, sarung tangan, dan perlengkapan lainnya yang digunakan saat melakukan penanganan tanaman sakit agar segera dicuci dan dibersihkan dengan baik sebelum digunakan kembali ke kebun pada hari berikutnya.

Penyuluhan tersebut menjadi bagian penting dalam penerapan prinsip budidaya tanaman sehat dan pengendalian penyakit secara tepat, sehingga tanaman yang sehat dapat terlindungi dan risiko penyebaran penyakit di lahan P2B dapat ditekan.

Berkat kegigihan dan kerja sama anggota Kelompoktani, seluruh komoditas tanaman P2B tetap dapat tumbuh dan berkembang dengan subur. Bahkan, beberapa tanaman telah berhasil dipanen berkali-kali. Kondisi ini menjadi bukti bahwa keterbatasan air dan berbagai tantangan di lapangan tidak menghalangi semangat Kelompoktani Tani Mukti 1 dalam menjaga keberlanjutan kegiatan P2B serta mendukung ketersediaan pangan bergizi bagi masyarakat.

Semangat, gotong royong, dan ketekunan menjadi kunci bagi Kelompoktani untuk tetap produktif dan adaptif menghadapi berbagai tantangan dalam kegiatan pertanian.

Ceritakan pengalaman Anda di kolom komentar. πŸ‘‡
[Red_AKw]
--------
Kunjungi kami di:
IG: @jejak_penyuluh
FB: Jejak Penyuluh Pertanian
https://jejak-penyuluh.blogspot.com
°
°
°
#kementerianpertanian #pusluhtanri #bppsdmp #pusluhtanri #amran_sulaiman #distanhortijabar #dedimulyadi71 #distanhorbunkabbogor #kabupatenbogor #rudysusmanto #jaro_ade #kecamatancaringin #kecamatancijeruk #kecamatancigombong #jejak_penyuluh #desaciherangpondok #kelompoktanitanimukti1















Minggu, 06 September 2026

WASPADA DAMPAK ABU VULKANIK ANAK KRAKATAU TERHADAP TANAMAN PERTANIAN



Erupsi Gunung Anak Krakatau dapat membawa dampak terhadap sektor pertanian, terutama ketika abu vulkanik terbawa angin dan mengendap di permukaan tanaman. Abu yang menutupi daun dapat mengganggu proses fisiologis tanaman dan, apabila cukup tebal, menyebabkan permukaan daun tertutup sehingga penerimaan cahaya dan pertukaran gas menjadi terganggu. Kondisi tersebut dapat menghambat proses fotosintesis karena permukaan daun, termasuk bagian yang memiliki klorofil dan mulut daun (stomata), tertutup oleh partikel abu vulkanik.

Dampak lainnya antara lain daun menjadi kotor dan sulit menerima cahaya secara optimal, stomata dapat terganggu, respirasi tanaman terhambat, pertumbuhan tanaman melambat, daun dapat menguning atau mengalami kerusakan, serta bunga dan buah berpotensi terganggu perkembangannya. Pada kondisi abu yang tebal dan berlangsung lama, tanaman dapat mengalami stres berat, penurunan produktivitas, bahkan berisiko mengalami kematian sehingga menyebabkan gagal panen.

_*LANGKAH PENANGGULANGAN TANAMAN TERDAMPAK ABU VULKANIK:*_

Untuk mencegah kerusakan tanaman semakin parah, petani dapat melakukan beberapa langkah penanganan, antara lain:

✅ 1. Membersihkan abu dari permukaan tanaman
Lakukan pembersihan secara hati-hati setelah kondisi aman. Abu yang menempel pada daun dapat dibersihkan dengan air bersih menggunakan semprotan bertekanan rendah agar tidak merusak daun.

✅ 2. Hindari menggosok daun secara kasar
Pembersihan secara mekanis dengan menggosok daun dapat menyebabkan luka pada jaringan tanaman. Gunakan aliran air yang lembut dan merata.

✅ 3. Bersihkan tanaman sesegera mungkin
Semakin lama abu menumpuk, semakin besar kemungkinan terganggunya proses fotosintesis dan pertukaran gas. Prioritaskan tanaman yang masih muda, tanaman hortikultura, dan tanaman yang memiliki lapisan abu cukup tebal.

✅ 4. Perhatikan kondisi tanah
Abu vulkanik yang menumpuk di lahan perlu dikelola dengan tepat. Amati perubahan kondisi tanah dan lakukan pengelolaan sesuai kebutuhan tanaman, termasuk pemupukan berdasarkan kondisi dan rekomendasi setempat.

✅ 5. Jaga ketersediaan air
Pastikan tanaman mendapatkan air yang cukup, terutama ketika tanaman mengalami stres akibat tertutup abu. Namun, hindari penyiraman berlebihan yang dapat menyebabkan genangan.

✅ 6. Pangkas bagian tanaman yang rusak berat
Daun atau bagian tanaman yang benar-benar rusak dapat dipangkas secara selektif agar tanaman dapat memusatkan pertumbuhan pada bagian yang masih sehat.

✅ 7. Lakukan pemantauan secara berkala
Amati warna daun, pertumbuhan tunas, bunga dan buah, serta munculnya gejala penyakit. Jika ditemukan kerusakan yang semakin parah, segera lakukan tindakan sesuai kondisi tanaman dan konsultasikan dengan Penyuluh Pertanian atau petugas terkait.

🌾 Intinya, jangan langsung mencabut tanaman yang masih memiliki bagian sehat. Dengan penanganan yang cepat, tepat dan hati-hati, tanaman yang terdampak abu vulkanik masih memiliki peluang untuk pulih dan melanjutkan pertumbuhannya.

Penyuluh Pertanian bersama petani perlu terus melakukan pemantauan kondisi tanaman dan lahan sebagai langkah antisipasi agar dampak abu vulkanik tidak berkembang menjadi kerusakan yang lebih parah hingga menyebabkan gagal panen.

Ceritakan pengalaman Anda di kolom komentar.
[Red_AKw]
------

Kunjungi kami di:
IG: @jejak_penyuluh
FB: Jejak Penyuluh Pertanian
https://jejak-penyuluh.blogspot.com
°
°
°
#kementerianpertanian #pusluhtanri #bppsdmp #pusluhtanri #amran_sulaiman #distanhortijabar #dedimulyadi71 #distanhorbunkabbogor #kabupatenbogor #rudysusmanto #jaro_ade #kecamatancaringin #kecamatancijeruk #kecamatancigombong #jejak_penyuluh

Kamis, 03 September 2026

PERCEPAT TANAM PADI, PPL & POPT DAMPINGI PEMANFAATAN HAND TRAKTOR DI DESA LEMAHDUHUR



Penyuluh Pertanian WKPP Cimande bersama Petugas Organisme Pengganggu Tumbuhan (POPT) Kecamatan Caringin melaksanakan kegiatan pendampingan pemanfaatan Alat Mesin Pertanian (Alsintan) di Kelompoktani Bendungan, Desa Lemahduhur, Kecamatan Caringin, Kabupaten Bogor. Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya mendukung pengolahan lahan secara lebih efektif dan efisien guna mempercepat persiapan tanam padi sawah.

Dalam kegiatan tersebut, Bapak Samsu mengoperasikan hand traktor tangan bermesin diesel 8,5 PK untuk mengolah lahan sawah seluas 7,3 hektare. Dengan waktu kerja mulai pukul 07.00 sampai 12.00 WIB atau sekitar 5 jam per hari, pembajakan lahan diperkirakan membutuhkan waktu ±10 hari kerja, tergantung kondisi tanah, kedalaman olah, bentuk dan petakan lahan, serta kondisi operasional alat.

Pemanfaatan Alsintan di Kelompoktani Bendungan diharapkan dapat mempercepat proses pengolahan lahan sehingga jadwal tanam padi sawah dapat dilaksanakan tepat waktu. Pendampingan Penyuluh Pertanian bersama POPT juga menjadi bagian penting dalam mendorong penerapan teknologi pertanian sekaligus meningkatkan efisiensi usaha tani di tingkat Kelompoktani.

🌾 Alsintan dimanfaatkan, pengolahan lahan dipercepat, tanam padi semakin tepat waktu!

Ceritakan pengalaman Anda di kolom komentar.
[Red_AKw]
------
Kunjungi kami di:
IG: @jejak_penyuluh
FB: Jejak Penyuluh Pertanian
https://jejak-penyuluh.blogspot.com
°
°
°
#kementerianpertanian #pusluhtanri #bppsdmp #pusluhtanri #amran_sulaiman #distanhortijabar #dedimulyadi71 #distanhorbunkabbogor #kabupatenbogor #rudysusmanto #jaro_ade #kecamatancaringin #kecamatancijeruk #kecamatancigombong #jejak_penyuluh #desalemahduhur #kelompoktanibendungan



DESA CIHERANG PONDOK, SENTRA PALA TERBESAR DI KECAMATAN CARINGIN YANG TERUS BERTAHAN DI TENGAH ANCAMAN ALIH FUNGSI LAHAN

 


Penyuluh Pertanian bersama Penyuluh Pertanian Swadaya (PPS) Desa Ciherang Pondok Kecamatan Caringin melaksanakan Kegiatan Identifikasi Potensi Komoditas Perkebunan Pala di Kelompoktani Tani Mukti 1, yang berlokasi di Kampung Babakan, Desa Ciherang Pondok, Kecamatan Caringin, Kabupaten Bogor.

Di tengah semakin gencarnya alih fungsi lahan pertanian menjadi kawasan perumahan, jalan tol, maupun industri, Desa Ciherang Pondok masih menyimpan potensi besar pada komoditas perkebunan pala. Tanaman pala tumbuh dengan sangat baik di wilayah ini dan telah menjadi bagian dari kehidupan serta sumber pendapatan masyarakat secara turun-temurun.

Sejak dahulu, Desa Ciherang Pondok dikenal sebagai salah satu sentra produksi dan penghasil pala terbesar di wilayah Kecamatan Caringin. Kondisi agroklimat yang mendukung, kesesuaian lahan untuk pertumbuhan tanaman pala, serta tradisi budidaya yang diwariskan dari generasi ke generasi menjadi faktor yang membuat tanaman pala mampu bertahan dan berkembang di wilayah ini. Selain itu, pengalaman petani dalam memelihara tanaman pala dan keberadaan tanaman pala yang telah berumur cukup panjang turut memperkuat identitas Desa Ciherang Pondok sebagai daerah penghasil pala.

Komoditas pala juga memberikan nilai ekonomi yang cukup menjanjikan bagi petani. Saat musim panen tiba, hasil dari kebun pala dapat menjadi sumber tambahan pendapatan keluarga. Bahkan, terdapat kisah petani yang mampu mewujudkan impian berangkat ibadah haji dari hasil berkebun pala, menjadi gambaran nyata bahwa komoditas perkebunan ini memiliki nilai ekonomi dan sejarah yang kuat bagi masyarakat setempat.

Kelompoktani Tani Mukti 1 yang diketuai oleh Bapak Udin Saripudin hingga saat ini masih berkomitmen mempertahankan komoditas perkebunan pala. Di tengah tekanan alih fungsi lahan yang semakin besar, keberadaan petani pala menjadi bagian penting dalam menjaga keberlanjutan komoditas unggulan sekaligus mempertahankan identitas pertanian Desa Ciherang Pondok.

Kegiatan identifikasi ini diharapkan dapat menjadi langkah awal dalam menggali lebih jauh potensi komoditas pala, mendukung keberlanjutan usaha perkebunan petani, serta mendorong upaya pelestarian lahan pertanian agar pala tetap menjadi komoditas unggulan dan warisan pertanian Desa Ciherang Pondok.

🌱 Mari bersama menjaga lahan pertanian dan melestarikan pala sebagai potensi ekonomi serta warisan pertanian masyarakat Desa Ciherang Pondok!

Ceritakan pengalaman Anda di kolom komentar.
[Red_AKw]
--------
Kunjungi kami di:
IG: @jejak_penyuluh
FB: Jejak Penyuluh Pertanian
https://jejak-penyuluh.blogspot.com
°
°
°
#kementerianpertanian #pusluhtanri #bppsdmp #pusluhtanri #amran_sulaiman #distanhortijabar #dedimulyadi71 #distanhorbunkabbogor #kabupatenbogor #rudysusmanto #jaro_ade #kecamatancaringin #kecamatancijeruk #kecamatancigombong #jejak_penyuluh #DesaCiherangPondok #KelompoktaniTaniMukti1


KWT SRI REZEKI TANAM BAWANG PUTIH LUMBU HIJAU, DUKUNG PERCEPATAN SWASEMBADA BAWANG



Kelompok Wanita Tani (KWT) Sri Rezeki yang berlokasi di Desa Lemahduhur, Kecamatan Caringin, Kabupaten Bogor, melaksanakan kegiatan penanaman bawang putih varietas Lumbu Hijau sebagai bagian dari upaya mendukung program swasembada bawang.


KWT Sri Rezeki yang diketuai oleh Ibu Siti Susanti Jasidah mendapatkan kepercayaan dari Polres Bogor untuk melaksanakan budidaya bawang putih sesuai dengan instruksi Presiden Republik Indonesia dalam rangka memperkuat ketahanan pangan dan mewujudkan swasembada bawang.


Kegiatan penanaman dilaksanakan pada lahan seluas 0,2 hektare. KWT Sri Rezeki menargetkan seluruh proses penanaman dapat diselesaikan pada akhir minggu ini. Semangat dan partisipasi aktif Kelompoktani menjadi salah satu kunci dalam mendukung keberhasilan program pertanian dan ketahanan pangan di wilayah Kabupaten Bogor.


Mari terus dukung dan apresiasi semangat para petani dalam mewujudkan pertanian yang maju, mandiri, dan berkelanjutan. πŸŒΎπŸ§„


Ceritakan pengalaman Anda di kolom komentar.

[Red_AKw]

-----


Kunjungi kami di:

IG: @jejak_penyuluh

FB: Jejak Penyuluh Pertanian

https://jejak-penyuluh.blogspot.com

°

°

°

#kementerianpertanian #pusluhtanri #bppsdmp #pusluhtanri #amran_sulaiman #distanhortijabar #dedimulyadi71 #distanhorbunkabbogor #kabupatenbogor #rudysusanto #jaro_ade #kecamatancaringin #kecamatancijeruk #kecamatancigombong #jejak_penyuluh #DesaLemahduhur #KelompokWanitaTaniSriRezeki

MONITORING PM-AAS DI KECAMATAN CARINGIN, PENYULUH TEMUKAN SEJUMLAH HAL YANG PERLU DITINDAKLANJUTI



Penyuluh Pertanian WKPP Muarajaya, WKPP Cimande dan WKPP Pasirbuncir bersama Petugas Organisme Pengganggu Tumbuhan (POPT) Kecamatan Caringin melaksanakan monitoring pertumbuhan dan perkembangan tanaman padi sawah yang dibudidayakan dengan metode PM-AAS (Pertanian Modern–Advanced Agriculture System). Metode PM-AAS merupakan sistem budidaya padi modern yang mengintegrasikan teknologi, mekanisasi, pengelolaan tanaman, air dan hara secara lebih terukur untuk meningkatkan produktivitas serta efisiensi usaha tani.

Di Kecamatan Caringin, penerapan PM-AAS telah dilakukan di beberapa lokasi, yaitu Kelompoktani Satria Muda 1 Desa Pasirbuncir, Kelompoktani Setia Wargi Desa Muarajaya, Kelompoktani Pohpohan Makmur Desa Lemahduhur, serta Kelompoktani Suka Tani III Desa Caringin. Berdasarkan hasil monitoring, ditemukan beberapa hal yang perlu segera ditindaklanjuti. Pada lahan Kelompoktani Pohpohan Makmur, ditemukan serangan hama penggerek batang yang ditandai dengan batang dan daun tanaman padi mengering akibat serangan larva yang berasal dari telur ngengat/kupu-kupu. POPT memberikan arahan pengendalian sesuai kondisi lapangan, termasuk penggunaan insektisida yang terdaftar dan sesuai rekomendasi, serta pemanfaatan tanaman suren sebagai salah satu alternatif pengendalian secara nabati.

Selain itu, kondisi lahan pada Kelompoktani Setia Wargi Desa Muarajaya dan Kelompoktani Satria Muda 1 Desa Pasirbuncir masih kurang lembap sehingga perlu dikondisikan macak-macak. Dalam PM-AAS, pada umur 0–21 HST kondisi lahan dijaga macak-macak atau permukaan tanah jenuh air, sedangkan pada umur 21–45 HST lahan memasuki fase penggenangan untuk mendukung pembentukan anakan. Kondisi lahan yang terlalu kering pada fase awal dapat menghambat perkembangan akar, pertumbuhan tanaman dan pembentukan anakan serta meningkatkan kompetisi gulma terhadap air dan unsur hara.

Monitoring juga menemukan bahwa tanaman padi pada Kelompoktani Pohpohan Makmur telah berumur 28 HST sehingga perlu segera mendapatkan pemupukan NPK Majemuk. Sesuai panduan PM-AAS, pemupukan NPK dilakukan pada kisaran umur 20–25 HST dan dilanjutkan pada fase berikutnya sesuai kebutuhan tanaman. Pemberian silika juga menjadi perhatian pada lahan yang digarap oleh Bapak Cece, karena tanaman telah memasuki umur 28 HST. Silika berperan dalam memperkuat batang dan membantu mengurangi risiko kerebahan; dalam panduan PM-AAS, aplikasi silika cair dilakukan secara bertahap sesuai fase pertumbuhan. Pemanfaatan sisa pembakaran jerami sebagai sumber silika juga dapat menjadi salah satu upaya untuk mendukung kekuatan tanaman.

Selanjutnya, ditemukan beberapa baris tanaman padi yang tidak tumbuh pada Kelompoktani Setia Wargi Desa Muarajaya, tepatnya di lahan Bapak Haji Tumirin, serta pada Kelompoktani Satria Muda 1 Desa Pasirbuncir, Kecamatan Caringin, Kabupaten Bogor yang diketuai Bapak Asep Saepuloh. Kondisi tersebut diduga dapat terjadi karena benih tidak keluar saat pengoperasian drum seeder maupun karena benih mengalami kematian. Oleh karena itu, perlu dilakukan penyulaman sedini mungkin agar populasi tanaman tetap optimal dan pertumbuhan lebih seragam. Secara umum, penyulaman padi dianjurkan dilakukan pada fase awal, sekitar 7–14 HST, sehingga tanaman sulaman tidak terlalu jauh tertinggal dari tanaman utama.

Kegiatan monitoring ini menjadi bagian penting dalam pengawalan penerapan PM-AAS di tingkat lapangan. Melalui pengamatan secara rutin, Penyuluh Pertanian bersama POPT dapat mengidentifikasi permasalahan sejak dini dan memberikan rekomendasi penanganan yang tepat sehingga pertumbuhan tanaman, populasi, pengelolaan air, pemupukan, pengendalian OPT dan produktivitas padi dapat terus dioptimalkan.

Ceritakan pengalaman Anda di kolom komentar. 🌾
[Red_AKw]
--------

Kunjungi kami di:
IG: @jejak_penyuluh
FB: Jejak Penyuluh Pertanian
https://jejak-penyuluh.blogspot.com
°
°
°
#kementerianpertanian #pusluhtanri #bppsdmp #pusluhtanri #amran_sulaiman #distanhortijabar #dedimulyadi71 #distanhorbunkabbogor #kabupatenbogor #rudysusmanto #jaro_ade #kecamatancaringin #kecamatancijeruk #kecamatancigombong #jejak_penyuluh #desaPasirbuncir #desaMuarajaya #desaLemahduhur #desaCaringin #kelompoktaniSatriaMuda1 #kelompoktaniSetiaWargi #kelompoktaniPohpohanMakmur #kelompoktaniSukaTani3

































MUSRENBANGDES 2027 DESA MUARAJAYA: PERKUAT PEMBANGUNAN, IRIGASI PERTANIAN, DAN KUALITAS SDM MASYARAKAT

Musyawarah Rencana Pembangunan Desa (Musrenbangdes) Tahun Anggaran 2027 dilaksanakan di Desa Muarajaya, Kecamatan Caringin, Kabupaten Bogor...