Kamis, 30 April 2026

DUKUNG PRODUKSI SAYURAN BERKELANJUTAN, KWT SRI REZEKI TERIMA FASILITASI PUPUK HAYATI CAIR EKSTRAGEN




Dalam upaya meningkatkan produktivitas dan kualitas hasil budidaya sayuran, telah dilaksanakan kegiatan fasilitasi pupuk hayati cair Ekstragen kepada Kelompok Wanita Tani (KWT) Sri Rezeki yang berlokasi di Desa Lemahduhur, Kecamatan Caringin, Kabupaten Bogor. KWT yang diketuai oleh Ibu Siti Susanti ini saat ini аktif mengembangkan budidaya tanaman hortikultura jenis sayuran sehingga sangat membutuhkan dukungan sarana produksi berupa pupuk hayati cair.

Kegiatan ini sekaligus diisi dengan penyuluhan oleh Penyuluh Pertanian Desa Lemahduhur yang memberikan pemahaman kepada ibu-ibu KWT Sri Rezeki mengenai manfaat, kandungan, serta tata cara aplikasi pupuk hayati cair Ekstragen.

Dalam penyuluhan dijelaskan bahwa pupuk hayati cair Ekstragen merupakan pupuk berbasis mikroorganisme hidup yang berperan penting dalam meningkatkan kesuburan tanah secara alami. Kandungan utama dalam pupuk ini meliputi:

- Bakteri penambat nitrogen (N): Membantu menyediakan unsur nitrogen dari udara untuk kebutuhan tanaman.
- Bakteri pelarut fosfat (P): Meningkatkan ketersediaan unsur fosfor yang penting untuk pertumbuhan akar dan pembungaan.
- Mikroorganisme pengurai bahan organik: Mempercepat dekomposisi bahan organik menjadi unsur hara yang mudah diserap tanaman.
- Zat perangsang tumbuh alami (ZPT): Membantu merangsang pertumbuhan akar, batang, dan daun.

Disampaikan pula bahwa penggunaan pupuk hayati cair Ekstragen sangat efektif untuk tanaman hortikultura seperti cabai, tomat, terong, dan sayuran daun karena mampu memperbaiki struktur tanah, meningkatkan daya tahan tanaman terhadap penyakit, serta meningkatkan hasil produksi secara berkelanjutan dan ramah lingkungan.

Adapun tata cara aplikasi pupuk hayati cair Ekstragen yang dianjurkan adalah sebagai berikut:

1. Pengolahan lahan: Pupuk dicampurkan dengan air kemudian disiramkan ke tanah sebelum tanam untuk mengaktifkan mikroorganisme tanah.
2. Perendaman bibit: Bibit sayuran direndam selama beberapa menit sebelum ditanam untuk meningkatkan daya tumbuh dan ketahanan tanaman.
3. Aplikasi kocor: Pupuk dilarutkan dan dikocorkan ke sekitar perakaran tanaman secara rutin setiap 7–10 hari.
4. Aplikasi semprot: Dapat disemprotkan ke daun pada fase vegetatif untuk merangsang pertumbuhan optimal.
5. Dosis aplikasi: Disesuaikan dengan umur tanaman dan kondisi lahan, dengan tetap memperhatikan anjuran penggunaan agar hasil lebih maksimal.

Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan ibu-ibu KWT Sri Rezeki dapat lebih memahami pentingnya penggunaan pupuk hayati dalam budidaya sayuran, serta mampu mengaplikasikannya secara tepat guna untuk meningkatkan hasil panen dan menjaga kelestarian lingkungan.


OUTPUT KEGIATAN:

- Tersalurkannya fasilitasi pupuk hayati cair Ekstragen kepada KWT Sri Rezeki.
- Meningkatnya pengetahuan dan keterampilan anggota KWT dalam penggunaan pupuk hayati.
- Peningkatan kualitas pertumbuhan tanaman sayuran yang dibudidayakan.
- Terwujudnya budidaya hortikultura yang ramah lingkungan dan berkelanjutan.
- Meningkatnya semangat dan kemandirian ibu-ibu KWT dalam mengembangkan usaha tani.

[Red_AKw]
------
Kunjungi kami di:
IG: @jejak_penyuluh
FB: Jejak Penyuluh Pertanian
https://jejak-penyuluh.blogspot.com

°
°
°
#kementerianpertanian #pusluhtanri #bppsdmp #pusluhtanri #amran_sulaiman #distanhortijabar #dedimulyadi71 #distanhorbunkabbogor #kabupatenbogor #rudysusmanto #jaro_ade #kecamatancaringin #kecamatancijeruk #kecamatancigombong #jejak_penyuluh #desalemahduhur #kelompokwanitatanisririzeki #kwtsrirezeki







Rabu, 29 April 2026

PENINGKATAN PRODUKTIVITAS HORTIKULTURA MELALUI PENGENALAN PUPUK HAYATI CAIR EKSTRAGEN DI KELOMPOKTANI HIJAU SUBUR MAKMUR



Pertemuan rutin Kelompoktani Hijau Subur Makmur yang berlokasi di Kampung Nangleng, Desa Lemahduhur, Kecamatan Caringin, Kabupaten Bogor, telah dilaksanakan pada Rabu malam, 29 April 2026. Kegiatan ini diisi dengan penyuluhan pertanian mengenai Pengenalan Pupuk Hayati Cair Ekstragen serta tata cara aplikasinya pada tanaman hortikultura khususnya jenis sayuran.

Kegiatan penyuluhan disampaikan langsung oleh Penyuluh Pertanian bersama Penyuluh Pertanian Swadaya (PPS) setempat. Dalam materi yang disampaikan, dijelaskan bahwa pupuk hayati cair Ekstragen merupakan pupuk berbasis mikroorganisme hidup yang berfungsi untuk meningkatkan kesuburan tanah, memperbaiki struktur tanah, serta membantu ketersediaan unsur hara bagi tanaman.

Pupuk hayati ini mengandung berbagai mikroba menguntungkan seperti bakteri pelarut fosfat, bakteri penambat nitrogen, serta mikroorganisme yang mampu merangsang pertumbuhan tanaman. Penggunaan pupuk hayati cair Ekstragen sangat efektif dalam mendukung fase vegetatif maupun generatif tanaman hortikultura, karena mampu meningkatkan pertumbuhan akar, mempercepat pembentukan daun, serta meningkatkan kualitas dan kuantitas hasil panen.

Adapun tata cara aplikasi pupuk hayati cair Ekstragen pada tanaman sayuran dijelaskan sebagai berikut:

1. Aplikasi awal (pra-tanam): Dicampurkan ke dalam air dan disiramkan ke lahan untuk meningkatkan kesuburan tanah serta mengaktifkan mikroorganisme tanah.
2. Aplikasi saat tanam: Dapat diberikan dengan cara perendaman akar bibit sebelum tanam untuk meningkatkan daya tumbuh dan ketahanan tanaman.
3. Aplikasi fase vegetatif: Disemprotkan atau dikocorkan secara berkala untuk merangsang pertumbuhan daun dan batang.
4. Aplikasi fase generatif: Dilakukan untuk mendukung pembentukan bunga dan buah agar lebih optimal.
5. Dosis dan frekuensi: Disesuaikan dengan jenis tanaman dan kondisi lahan, umumnya diaplikasikan setiap 7–10 hari sekali.

Melalui kegiatan ini, diharapkan para petani dapat memahami manfaat penggunaan pupuk hayati sebagai alternatif ramah lingkungan dalam budidaya pertanian, serta mampu mengaplikasikannya secara tepat guna untuk meningkatkan hasil produksi hortikultura.

OUTPUT KEGIATAN:

- Meningkatnya pengetahuan dan pemahaman petani tentang pupuk hayati cair Ekstragen.
- Petani mampu menerapkan teknik aplikasi pupuk hayati dengan benar.
- Mendorong penggunaan pupuk ramah lingkungan untuk pertanian berkelanjutan.
- Terbentuknya komitmen petani dalam meningkatkan produktivitas tanaman hortikultura.

[Red_AKw]
-----
Kunjungi kami di:
IG: @jejak_penyuluh
FB: Jejak Penyuluh Pertanian
https://jejak-penyuluh.blogspot.com
°
°
°
#kementerianpertanian #pusluhtanri #bppsdmp #pusluhtanri #amran_sulaiman #distanhortijabar #dedimulyadi71 #distanhorbunkabbogor #kabupatenbogor #rudysusmanto #jaro_ade #kecamatancaringin #kecamatancijeruk #kecamatancigombong #jejak_penyuluh #desalemahduhur #kelompoktanihijausuburmakmur























MONITORING INTENSIF PERSIAPAN LAHAN CABAI MERAH KERITING, PPS TURUN LANGSUNG DAMPINGI PETANI



Kegiatan penyuluhan pertanian kembali dilaksanakan oleh Penyuluh Pertanian Swadaya (PPS) Desa Ciherang Pondok, Kecamatan Caringin, Kabupaten Bogor. Pada kesempatan ini, Reni Natalia melakukan kunjungan ke Kelompoktani Tani Mukti 2 yang berlokasi di Kampung Ciherang Pondok RT/RW 006/001 dalam rangka monitoring persiapan lahan untuk pengembangan komoditas cabai merah keriting.

Dalam kegiatan tersebut, PPS bersama petani melakukan beberapa tahapan penting dalam persiapan lahan, di antaranya:
Pembersihan lahan dari gulma dan sisa tanaman sebelumnya guna mengurangi potensi hama dan penyakit.
Pengolahan tanah melalui pencangkulan agar struktur tanah menjadi gembur dan siap tanam.
Pembuatan bedengan dengan ukuran yang disesuaikan untuk mendukung sistem drainase yang baik.
Pemberian pupuk dasar, baik pupuk kandang maupun pupuk anorganik, untuk meningkatkan kesuburan tanah.
Pengapuran untuk menetralkan pH tanah.
Pemasangan mulsa plastik guna menjaga kelembaban tanah serta menekan pertumbuhan gulma.
Pengecekan saluran irigasi agar distribusi air merata dan tidak terjadi genangan.

Kegiatan monitoring ini bertujuan untuk memastikan bahwa seluruh tahapan persiapan lahan dilakukan sesuai anjuran teknis, sehingga dapat mendukung pertumbuhan optimal tanaman cabai merah keriting serta meningkatkan produktivitas petani.

Selain itu, PPS juga memberikan arahan dan motivasi kepada anggota kelompoktani agar terus menerapkan budidaya yang baik dan berkelanjutan serta meningkatkan kerjasama antar anggota kelompok.

OUTPUT KEGIATAN:

Terlaksananya monitoring persiapan lahan cabai merah keriting secara langsung di lapangan.

Meningkatnya pemahaman petani terhadap teknik persiapan lahan yang baik dan benar.

Tersusunnya langkah-langkah teknis budidaya cabai merah keriting secara optimal.

Terbangunnya koordinasi dan komunikasi yang baik antara PPS dan Kelompoktani.

Kesiapan lahan tanam yang lebih optimal untuk mendukung peningkatan hasil produksi.

[Red_AKw]
-----
Kunjungi kami di:
IG: @jejak_penyuluh
FB: Jejak Penyuluh Pertanian
https://jejak-penyuluh.blogspot.com
°
°
°
#kementerianpertanian #pusluhtanri #bppsdmp #pusluhtanri #amran_sulaiman #distanhortijabar #dedimulyadi71 #distanhorbunkabbogor #kabupatenbogor #rudysusmanto #jaro_ade #kecamatancaringin #kecamatancijeruk #kecamatancigombong #jejak_penyuluh #desaciherangpondok #kelompoktanitanimukti2

PENYULUHAN APLIKASI & PENDISTRIBUSIAN PUPUK HAYATI CAIR EKSTRAGEN DI KELOMPOKTANI KERUKUNAN TANI CIMANDE DESA LEMAHDUHUR KEC. CARINGIN KAB. BOGOR



Pertemuan rutin Kelompoktani Kerukunan Tani Cimande (KTC) yang berlokasi di Kampung Nangleng, Desa Lemahduhur, Kecamatan Caringin, Kabupaten Bogor telah dilaksanakan pada Selasa malam, 28 April 2026. Kegiatan ini dihadiri oleh pengurus & anggota kelompoktani dan diisi dengan penyuluhan pertanian yang bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan serta keterampilan petani dalam budidaya tanaman hortikultura, khususnya sayuran.

Pada kesempatan tersebut, Penyuluh Pertanian setempat menyampaikan materi mengenai pengenalan Pupuk Hayati Cair Ekstragen serta tata cara aplikasinya. Pupuk hayati cair Ekstragen merupakan pupuk berbasis mikroorganisme hidup yang berfungsi meningkatkan kesuburan tanah melalui aktivitas biologis. Kandungan utama dalam pupuk ini meliputi bakteri pelarut fosfat, bakteri penambat nitrogen, serta mikroorganisme yang mampu memperbaiki struktur tanah dan meningkatkan ketersediaan unsur hara bagi tanaman.

Dalam penyuluhan dijelaskan bahwa penggunaan pupuk hayati cair memiliki beberapa manfaat penting, antara lain:
Meningkatkan kesuburan tanah secara alami dan berkelanjutan
Memperbaiki struktur tanah sehingga lebih gembur dan mudah diolah
Meningkatkan daya serap unsur hara oleh tanaman
Mengurangi ketergantungan terhadap pupuk kimia
Meningkatkan pertumbuhan dan hasil produksi tanaman hortikultura


Adapun tata cara aplikasi pupuk hayati cair Ekstragen pada tanaman sayuran dijelaskan sebagai berikut:

Persiapan larutan: Campurkan pupuk hayati cair Ekstragen sebanyak 10–20 ml per liter air, kemudian aduk hingga merata.
Aplikasi melalui penyemprotan daun (foliar): Semprotkan larutan ke seluruh bagian tanaman terutama daun pada pagi atau sore hari agar penyerapan optimal.

Aplikasi ke tanah (kocor): Siramkan larutan di sekitar perakaran tanaman untuk meningkatkan aktivitas mikroorganisme dalam tanah.

Waktu aplikasi: Dilakukan secara rutin setiap 7–10 hari sekali untuk hasil maksimal.

Tahap aplikasi: Dimulai sejak awal tanam hingga masa pertumbuhan vegetatif dan generatif tanaman.

Melalui kegiatan ini, diharapkan petani dapat memahami pentingnya penggunaan pupuk hayati sebagai solusi pertanian ramah lingkungan sekaligus meningkatkan produktivitas tanaman sayuran seperti cabai, tomat, sawi, dan komoditas hortikultura lainnya.




OUTPUT KEGIATAN:

Meningkatnya pengetahuan petani tentang pupuk hayati cair Ekstragen

Petani mampu memahami dan mempraktikkan tata cara aplikasi pupuk hayati secara tepat

Terjadinya perubahan pola pikir petani menuju pertanian ramah lingkungan

Peningkatan keterampilan dalam budidaya tanaman hortikultura

Terbangunnya komitmen petani untuk mengurangi penggunaan pupuk kimia secara bertahap


[Red_AKw]
-----
Kunjungi kami di:
IG: @jejak_penyuluh
FB: Jejak Penyuluh Pertanian
https://jejak-penyuluh.blogspot.com
°
°
°
#kementerianpertanian #pusluhtanri #bppsdmp #pusluhtanri #amran_sulaiman #distanhortijabar #dedimulyadi71 #distanhorbunkabbogor #kabupatenbogor #rudysusmanto #jaro_ade #kecamatancaringin #kecamatancijeruk #kecamatancigombong #jejak_penyuluh #desalemahduhur #kelompoktanikerukunantanicimande





















PUPUK HAYATI CAIR EKSTRAGEN SIAP DIAPLIKASIKAN! UPAYA DORONG PRODUKTIVITAS LAHAN KELOMPOKTANI TUMPANG SARI MAJU



Kegiatan kunjungan Penyuluh Pertanian WKPP Cimande ke Kelompoktani Tumpang Sari Maju yang berlokasi di Kampung Baru, Desa Cimande, Kecamatan Caringin, Kabupaten Bogor dilaksanakan dalam rangka sosialisasi fasilitasi pupuk hayati cair bagi petani. Pupuk hayati cair yang telah tersedia diharapkan dapat segera dimanfaatkan untuk mendukung peningkatan kesuburan tanah dan produktivitas usaha tani.

Pada kunjungan tersebut, Kang Didi selaku Ketua Kelompoktani Tumpang Sari Maju bersama Bapak Hasan tengah melakukan pengolahan lahan yang direncanakan akan ditanami komoditas buncis dalam waktu dekat. Momentum ini dimanfaatkan oleh Penyuluh Pertanian untuk memberikan arahan teknis terkait pemanfaatan pupuk hayati cair Ekstragen yang tepat guna.

Adapun tata cara aplikatif dan inovatif penggunaan pupuk hayati cair Ekstragen yang dipadukan dengan pupuk kandang ayam petelur pada lahan yang sedang diolah adalah sebagai berikut:

Persiapan Lahan Awal
Lahan dibersihkan dari gulma dan sisa tanaman, kemudian dilakukan pencangkulan agar struktur tanah menjadi gembur.

Penebaran Pupuk Kandang Ayam Petelur
Pupuk kandang ayam petelur yang telah matang ditebarkan secara merata di atas lahan dengan dosis ±1–2 ton per hektar atau disesuaikan dengan kondisi lahan.

Pengadukan Pupuk Kandang
Pupuk kandang dicampur dengan tanah melalui proses pencangkulan kedua atau penggaruan agar tercampur merata dan memperbaiki struktur tanah.

Pembuatan Larutan Pupuk Hayati Cair Ekstragen
Campurkan pupuk hayati cair Ekstragen dengan air bersih dengan perbandingan ±10–20 ml per liter air (sesuai anjuran label).

Aplikasi pada Lahan Olah
Larutan pupuk hayati disiramkan atau disemprotkan secara merata ke permukaan tanah yang telah dicampur pupuk kandang, terutama pada kondisi tanah lembab.

Inkubasi Mikroorganisme
Setelah aplikasi, lahan didiamkan selama ±5–7 hari agar mikroorganisme dalam pupuk hayati berkembang dan beradaptasi dengan lingkungan tanah.

Pengolahan Lanjutan (Bedengan)
Lahan kemudian dibentuk menjadi bedengan sesuai kebutuhan budidaya buncis lalu dipasangi mulsa jika diperlukan.

Penanaman
Setelah masa inkubasi selesai, lahan siap ditanami dengan benih buncis untuk mendapatkan pertumbuhan yang optimal.

Melalui penerapan kombinasi pupuk organik dan pupuk hayati ini, diharapkan mampu meningkatkan kesuburan tanah secara berkelanjutan, memperbaiki aktivitas mikroorganisme tanah, serta mendukung hasil panen yang lebih maksimal.



OUTPUT KEGIATAN:

Petani memahami manfaat dan cara aplikasi pupuk hayati cair Ekstragen

Terlaksananya sosialisasi pemanfaatan pupuk hayati cair kepada Kelompoktani

Lahan siap tanam dengan penerapan teknologi pemupukan terpadu

Meningkatnya kesiapan petani dalam budidaya buncis secara ramah lingkungan

[Red_AKw]
------
Kunjungi kami di:
IG: @jejak_penyuluh
FB: Jejak Penyuluh Pertanian
https://jejak-penyuluh.blogspot.com
°
°
°
#kementerianpertanian #pusluhtanri #bppsdmp #pusluhtanri #amran_sulaiman #distanhortijabar #dedimulyadi71 #distanhorbunkabbogor #kabupatenbogor #rudysusmanto #jaro_ade #kecamatancaringin #kecamatancijeruk #kecamatancigombong #jejak_penyuluh #desacimande #kelompoktanitumpangsarimaju































DUKUNG PRODUKSI SAYURAN BERKELANJUTAN, KWT SRI REZEKI TERIMA FASILITASI PUPUK HAYATI CAIR EKSTRAGEN

Dalam upaya meningkatkan produktivitas dan kualitas hasil budidaya sayuran, telah dilaksanakan kegiatan fasilitasi pupuk hayati cair Ekstra...