Rabu, 25 Maret 2026

PANEN PADI SAWAH DI KELOMPOKTANI SUKAMANAH, PETANI SAMBUT HASIL MUSIM TANAM DENGAN PENUH SYUKUR



Kegiatan panen padi sawah dilaksanakan oleh petani yang tergabung dalam Kelompoktani Sukamanah yang berlokasi di Kampung Nanggoh, Desa Cimande, Kecamatan Caringin, Kabupaten Bogor. Panen kali ini merupakan hasil dari budidaya padi varietas Ciherang dan Inpari 42 yang telah memasuki masa panen optimal.

Hamparan sawah seluas kurang lebih 8 hektare yang dikelola oleh anggota kelompoktani dijadwalkan akan dipanen secara bertahap dan serentak dalam kurun waktu satu minggu. Kegiatan panen serentak ini bertujuan untuk menjaga kualitas gabah, meminimalkan kehilangan hasil, serta mempercepat proses pascapanen.

Di antara hamparan tersebut, blok sawah yang dikelola oleh Bapak Abdulloh (Bapak Uwoh) menjadi area dengan luasan panen paling besar. Keberhasilan pertanaman pada lahan tersebut menjadi contoh penerapan budidaya padi yang baik, mulai dari penggunaan benih unggul, pengolahan lahan, pemupukan berimbang, hingga pengendalian organisme pengganggu tanaman secara tepat.

Penyuluh pertanian turut melakukan pendampingan selama kegiatan panen berlangsung, sekaligus melakukan monitoring produktivitas, kualitas gabah, serta memberikan arahan terkait penanganan pascapanen agar hasil yang diperoleh petani dapat memberikan nilai ekonomi yang maksimal.

OUTPUT / HASIL KEGIATAN:

Terlaksananya panen padi varietas Ciherang dan Inpari 42 pada hamparan sawah ± 8 Ha.

Meningkatnya semangat dan kekompakan petani dalam melaksanakan panen serentak.

Diperolehnya gabah berkualitas baik yang siap untuk proses pengeringan dan penyimpanan.

Terdata dan termonitornya hasil panen sebagai bahan evaluasi produktivitas musim tanam berikutnya.

Terjalinnya komunikasi dan koordinasi yang baik antara penyuluh pertanian dan anggota kelompoktani dalam kegiatan pascapanen.

[Red_AKw]




-----
Kunjungi kami di:
IG: @jejak_penyuluh
FB: Jejak Penyuluh Pertanian
https://jejak-penyuluh.blogspot.com
°
°
°
#kementerianpertanian #pusluhtanri #bppsdmp #pusluhtanri #amran_sulaiman #distanhortijabar #dedimulyadi71 #distanhorbunkabbogor #kabupatenbogor #rudysusmanto #jaro_ade #kecamatancaringin #kecamatancijeruk #kecamatancigombong #jejak_penyuluh #desacimande #kelompoktanisukamanah

PANEN JAGUNG MANIS DI KWT EMBUN PAGI, BUKTI NYATA KEGIATAN P2L DUKUNG KETAHANAN PANGAN DAN TEKAN STUNTING



Kegiatan panen jagung manis dilaksanakan pada lahan milik Ibu Sani, salah satu anggota Kelompok Wanita Tani (KWT) Embun Pagi, yang berlokasi di Kampung Lembur Situ, Desa Cimande Hilir, Kecamatan Caringin, Kabupaten Bogor. Panen ini merupakan bagian dari implementasi program Pekarangan Pangan Lestari (P2L) yang telah berjalan sejak tahun 2024 dan hingga saat ini masih terus berlanjut secara aktif.

Budidaya jagung manis yang dilakukan oleh anggota KWT Embun Pagi merupakan salah satu bentuk pemanfaatan lahan pekarangan secara produktif. Tanaman jagung manis dipilih karena memiliki nilai gizi yang baik, masa panen relatif singkat, serta mudah dibudidayakan oleh anggota kelompok. Keberhasilan panen ini menjadi bukti bahwa pemanfaatan pekarangan secara optimal dapat meningkatkan ketersediaan pangan keluarga sekaligus menambah pendapatan rumah tangga.

Program Pekarangan Pangan Lestari (P2L) sendiri bertujuan untuk:
meningkatkan kemandirian pangan rumah tangga,
menyediakan sumber pangan bergizi secara berkelanjutan,
serta mendukung upaya pemerintah dalam menekan angka stunting, khususnya di Desa Cimande Hilir.

Jagung manis yang dipanen memiliki kandungan karbohidrat, serat, serta vitamin yang baik bagi pertumbuhan anak. Dengan adanya kegiatan P2L ini, keluarga anggota KWT dapat mengakses pangan bergizi langsung dari pekarangan mereka, sehingga kebutuhan nutrisi anak dan keluarga dapat lebih terpenuhi secara rutin.

Selain itu, kegiatan ini juga memberikan dampak sosial positif berupa meningkatnya partisipasi perempuan dalam kegiatan pertanian, memperkuat kelembagaan kelompok, serta menumbuhkan kesadaran masyarakat akan pentingnya konsumsi pangan sehat dan beragam.

OUTPUT / HASIL KEGIATAN:

Terlaksananya panen jagung manis di lahan anggota KWT Embun Pagi.

Meningkatnya ketersediaan pangan bergizi di tingkat rumah tangga.

Bertambahnya keterampilan anggota KWT dalam budidaya tanaman pangan.

Mendukung program percepatan penurunan stunting melalui penyediaan sumber gizi dari pekarangan.

Terjalinnya sinergi antara penyuluh pertanian, kelompok wanita tani, dan pemerintah desa dalam pelaksanaan program P2L.

Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi contoh dan motivasi bagi masyarakat lainnya untuk memanfaatkan pekarangan secara optimal sebagai sumber pangan sehat, mandiri, dan berkelanjutan.


[Red_AKw]



------
Kunjungi kami di:
IG: @jejak_penyuluh
FB: Jejak Penyuluh Pertanian
https://jejak-penyuluh.blogspot.com
°
°
°
#kementerianpertanian #pusluhtanri #bppsdmp #pusluhtanri #amran_sulaiman #distanhortijabar #dedimulyadi71 #distanhorbunkabbogor #kabupatenbogor #rudysusmanto #jaro_ade #kecamatancaringin #kecamatancijeruk #kecamatancigombong #jejak_penyuluh #desacimandehilir #kelompokwanitataniembunpagi #kwtembunpagi #pekaranganpanganlestari #p2l

PANEN BERKELANJUTAN! KELOMPOKTANI SUKAMANAH SUKSES PANEN MENTIMUN, KACANG PANJANG & CABAI BESAR DI CIMANDE






Kegiatan panen hortikultura kembali dilaksanakan oleh Kelompoktani Sukamanah yang berlokasi di Kampung Nanggoh, Desa Cimande, Kecamatan Caringin, Kabupaten Bogor. Kegiatan ini merupakan hasil dari kerja keras dan pengelolaan budidaya yang baik oleh kelompoktani di bawah kepemimpinan Babang Ciko sebagai ketua kelompok.
Pada musim tanam kali ini, Kelompoktani Sukamanah menanam beberapa komoditas hortikultura unggulan yaitu mentimun, kacang panjang, dan cabai besar. Tanaman mentimun telah berhasil dipanen sebanyak 4 kali panen, kacang panjang telah mencapai 3 kali panen, sedangkan cabai besar menunjukkan produktivitas yang tinggi dengan total 8 kali panen hingga saat ini. Frekuensi panen yang berulang ini menunjukkan bahwa tanaman tumbuh dengan baik dan pemeliharaan yang dilakukan petani berjalan optimal.

Kegiatan panen dilakukan secara bertahap sesuai dengan tingkat kematangan buah dan umur panen masing-masing komoditas. Mentimun dipanen secara selektif untuk menjaga kualitas buah tetap segar dan sesuai permintaan pasar. Kacang panjang dipanen dengan interval beberapa hari sekali untuk mempertahankan ukuran polong yang ideal, sedangkan cabai besar dipanen berkala untuk menjaga kualitas warna, ukuran, dan ketahanan simpan.

Peran penyuluh pertanian & Petugas Organisme Pengganggu Tumbuhan (POPT) dalam kegiatan ini adalah melakukan pendampingan sejak tahap persiapan lahan, penanaman, pemupukan, pengendalian hama dan penyakit, hingga saat panen dan pascapanen. Pendampingan tersebut bertujuan untuk meningkatkan keterampilan petani dalam menerapkan budidaya yang baik (Good Agricultural Practices) serta memastikan hasil panen memiliki kualitas yang baik dan bernilai jual tinggi.

Selain meningkatkan pendapatan petani, keberhasilan panen ini juga menjadi motivasi bagi anggota kelompoktani untuk terus mengembangkan usaha tani hortikultura secara berkelanjutan. Kegiatan ini sekaligus menjadi contoh nyata bahwa dengan penerapan teknologi budidaya yang tepat dan kerja sama kelompok yang solid, produktivitas pertanian dapat ditingkatkan secara signifikan.


Output Kegiatan:

Terlaksananya panen mentimun sebanyak 4 kali panen, kacang panjang 3 kali panen, dan cabai besar 8 kali panen.

Meningkatnya produksi dan kualitas hasil hortikultura di Kelompoktani Sukamanah.

Meningkatnya pengetahuan dan keterampilan petani dalam teknik panen dan pascapanen yang baik.

Terciptanya semangat dan kekompakan anggota kelompoktani dalam mengelola usaha tani hortikultura secara berkelanjutan.

[Red_AKw]
-----
Kunjungi kami di:
IG: @jejak_penyuluh
FB: Jejak Penyuluh Pertanian
https://jejak-penyuluh.blogspot.com
°
°
°
#kementerianpertanian #pusluhtanri #bppsdmp #pusluhtanri #amran_sulaiman #distanhortijabar #dedimulyadi71 #distanhorbunkabbogor #kabupatenbogor #rudysusmanto #jaro_ade #kecamatancaringin #kecamatancijeruk #kecamatancigombong #jejak_penyuluh #desacimande #kelompoktanisukamanah

Rabu, 18 Maret 2026

PENGUMUMAN: PENYULUH PERTANIAN CUTI BERSAMA & LIBUR HARI RAYA IDUL FITRI 2026



Dalam rangka menyambut Hari Raya Idul Fitri 1447 H, kami informasikan kepada seluruh Petani dan Kelompoktani di wilayah binaan bahwa Penyuluh Pertanian akan melaksanakan cuti bersama dan libur mulai tanggal 18 Maret hingga 24 Maret 2026.

Selama periode tersebut, kegiatan pelayanan, pendampingan, dan konsultasi pertanian akan diliburkan sementara. Kami mengucapkan terima kasih atas perhatian dan kerja sama seluruh petani yang selama ini telah aktif berkoordinasi dalam kegiatan pembangunan pertanian.

Kami akan kembali beraktivitas seperti biasa pada tanggal 25 Maret 2026, untuk melanjutkan pendampingan dan bersama-sama membangun sektor pertanian yang lebih maju, mandiri, modern dan berkelanjutan menuju swasembada pangan berkelanjutan.

Semoga momentum Hari Raya Idul Fitri ini membawa keberkahan, kesehatan, dan semangat baru bagi kita semua dalam meningkatkan produktivitas pertanian.

Terima kasih atas pengertian dan kebersamaannya.
Selamat Hari Raya Idul Fitri, mohon maaf lahir dan batin dari kami Tim Jejak Penyuluh Pertanian... πŸ™πŸ™πŸ™

Selasa, 17 Maret 2026

WASPADA PENYAKIT BULAI PADA TANAMAN JAGUNG! PENYULUH PERTANIAN AJAK PETANI LAKUKAN PENCEGAHAN SEJAK DINI



Penyakit bulai merupakan salah satu penyakit penting pada budidaya jagung yang dapat menurunkan produksi secara signifikan apabila tidak ditangani dengan baik. Penyakit ini disebabkan oleh jamur patogen Peronosclerospora sp. yang menyerang tanaman sejak fase awal pertumbuhan.

Dalam kegiatan penyuluhan tersebut dijelaskan bahwa tanaman jagung yang terserang penyakit bulai memiliki ciri-ciri daun berwarna pucat hingga putih bergaris memanjang, pertumbuhan tanaman menjadi kerdil, serta perkembangan tanaman tidak normal. Apabila tidak segera dikendalikan, penyakit ini dapat menyebar dengan cepat ke tanaman jagung lain yang masih sehat.

Beberapa langkah pencegahan agar tanaman jagung tidak terserang penyakit bulai dapat dilakukan melalui penerapan budidaya yang baik sejak awal tanam. Upaya tersebut antara lain menggunakan benih jagung unggul dan berlabel, melakukan penanaman secara serempak, menjaga kebersihan lahan dari gulma dan sisa tanaman, serta melakukan pengamatan tanaman secara rutin sejak awal pertumbuhan. Selain itu, petani juga dianjurkan melakukan perlakuan benih (seed treatment) dengan fungisida, melakukan pergiliran tanaman (rotasi tanaman) dengan komoditas selain jagung, menggunakan varietas jagung yang tahan terhadap penyakit bulai, serta mencabut dan memusnahkan tanaman yang sudah terserang agar tidak menjadi sumber penularan. Pengaturan jarak tanam yang tepat, pemupukan berimbang sesuai anjuran, serta menjaga kondisi drainase lahan agar tidak terlalu lembab juga penting dilakukan karena lingkungan yang lembab dapat mempercepat perkembangan penyakit bulai. Dengan menerapkan langkah-langkah tersebut secara terpadu, diharapkan tanaman jagung dapat tumbuh sehat dan produktivitas tetap optimal.

Apabila ditemukan beberapa tanaman jagung yang sudah terserang penyakit bulai, maka tanaman tersebut harus segera dicabut agar tidak menular ke tanaman lainnya. Namun pencabutan tanaman jagung yang terserang penyakit bulai sebaiknya dilakukan paling akhir setelah petani menyelesaikan seluruh pekerjaan di lahan, seperti pemupukan, penyiraman, pembumbunan, maupun pengendalian organisme pengganggu tanaman lainnya. Hal ini bertujuan untuk mencegah penyebaran patogen ke tanaman sehat melalui aktivitas petani di lahan.

Pencabutan tanaman yang terserang bulai harus dilakukan dengan hati-hati agar tanah maupun sisa bagian tanaman yang terinfeksi tidak berceceran di lahan. Tanaman yang telah dicabut sebaiknya segera dikumpulkan dan dimusnahkan di luar area pertanaman. Selain itu, alat pertanian seperti cangkul, arit, dan peralatan lainnya yang digunakan untuk membersihkan tanaman yang terserang penyakit bulai harus dicuci hingga bersih sebelum digunakan kembali, sehingga jamur penyebab penyakit tidak menempel dan menyebar ke tanaman jagung yang sehat.

Melalui kegiatan penyuluhan ini diharapkan para petani semakin memahami pentingnya deteksi dini, pencegahan, serta penanganan yang tepat terhadap penyakit bulai sehingga produktivitas tanaman jagung dapat tetap terjaga.

[Red_AKw]
-----
Kunjungi kami di:
IG: @jejak_penyuluh
FB: Jejak Penyuluh Pertanian
https://jejak-penyuluh.blogspot.com
°
°
°
#kementerianpertanian #pusluhtanri #bppsdmp #pusluhtanri #amran_sulaiman #distanhortijabar #dedimulyadi71 #distanhorbunkabbogor #kabupatenbogor #rudysusmanto #jaro_ade #kecamatancaringin #kecamatancijeruk #kecamatancigombong #jejak_penyuluh

Senin, 16 Maret 2026

INFORMASI UNTUK PETANI TENTANG HARGA PUPUK BERSUBSIDI



Perlu diketahui oleh seluruh petani bahwa Harga Eceran Tertinggi (HET) Pupuk Bersubsidi telah mengalami penurunan sejak tanggal 22 Oktober 2025. Adapun dua jenis pupuk bersubsidi yang mengalami penurunan harga yang biasa ditebus oleh petani di wilayah Kabupaten Bogor yaitu pupuk Urea sebesar Rp90.000 per karung ukuran 50 Kg dan pupuk NPK Phonska sebesar Rp92.000 per karung ukuran 50 Kg.

Namun demikian, terkadang masih ada petani yang melaporkan kepada Penyuluh Pertanian bahwa harga pupuk bersubsidi yang dibeli melebihi Harga Eceran Tertinggi. Setelah dilakukan penelusuran, terdapat beberapa faktor yang menyebabkan hal tersebut terjadi. Pertama, petani membeli jenis pupuk yang tidak termasuk pupuk bersubsidi, sehingga harganya mengikuti harga pasar. Oleh karena itu, perlu diingat bahwa pupuk yang mendapat subsidi dari pemerintah hanya beberapa jenis saja, yaitu Urea, NPK Phonska, pupuk Organik, dan pupuk ZA (khusus untuk petani yang menanam tebu). Lalu yang kedua, pupuk dibeli dengan layanan pengantaran ke lokasi usaha tani, sehingga terdapat tambahan biaya transportasi yang besarannya disesuaikan dengan jarak pengantaran ke lahan petani. Dengan memahami informasi ini, diharapkan petani dapat lebih bijak dalam membeli pupuk serta mengetahui perbedaan antara harga pupuk bersubsidi dan pupuk non-subsidi. 🌾🚜

[Red_AKw]
-----
Kunjungi kami di:
IG: @jejak_penyuluh
FB: Jejak Penyuluh Pertanian
https://jejak-penyuluh.blogspot.com

°
°
°
#kementerianpertanian #pusluhtanri #bppsdmp #pusluhtanri #amran_sulaiman #distanhortijabar #dedimulyadi71 #distanhorbunkabbogor #kabupatenbogor #rudysusmanto #jaro_ade #kecamatancaringin #kecamatancijeruk #kecamatancigombong #jejak_penyuluh #pupukbersubsidi

Minggu, 15 Maret 2026

PETANI PERLU TAHU! INILAH ALASAN PENYULUH PERTANIAN MEMBENTUK GRUP WHATSAPP KELOMPENCAPIR DAN KP-WKPP

Dalam rangka mempercepat penyebaran & penderasan informasi pembangunan pertanian kepada masyarakat tani, Penyuluh Pertanian membentuk grup WhatsApp Kelompok Pendengar, Pembaca, dan Pemirsa (Kelompencapir) serta grup WhatsApp KP-WKPP (Komando Pembangunan Wilayah Kerja Penyuluh Pertanian). Pembentukan kedua grup ini merupakan salah satu upaya untuk memastikan bahwa setiap petani dapat memperoleh informasi terbaru mengenai kebijakan, program, dan inovasi pertanian yang bersumber dari Kementerian Pertanian Republik Indonesia.

Melalui grup WhatsApp tersebut, Penyuluh Pertanian menargetkan jumlah anggota hingga 1.000 orang yang terdiri dari petani, keluarga tani, pengurus kelompok tani, serta masyarakat yang memiliki kepedulian terhadap sektor pertanian. Dengan jumlah anggota yang besar, diharapkan informasi yang disampaikan dapat menjangkau lebih banyak petani secara cepat dan merata.

Setiap harinya, Penyuluh Pertanian akan mengirimkan berbagai informasi penting terkait pembangunan pertanian yang berasal dari Kementerian Pertanian. Informasi tersebut dapat berupa kebijakan terbaru, program pemerintah, teknologi budidaya pertanian, penguatan kelembagaan petani, hingga berbagai peluang dan dukungan yang dapat dimanfaatkan oleh para petani untuk meningkatkan produksi dan kesejahteraan.

Oleh karena itu, para petani yang telah bergabung di dalam grup WhatsApp Kelompencapir maupun grup WhatsApp KP-WKPP diharapkan dapat menyimak, membaca, dan memperhatikan dengan baik setiap informasi yang dibagikan oleh Penyuluh Pertanian. Dengan memahami informasi yang disampaikan, petani dapat memperoleh pengetahuan baru, mengikuti perkembangan program pemerintah, serta menerapkan berbagai inovasi yang bermanfaat bagi usaha tani mereka.

Melalui pemanfaatan media komunikasi digital seperti WhatsApp ini, diharapkan hubungan komunikasi antara Penyuluh Pertanian dengan petani dapat semakin erat, cepat, dan efektif, sehingga informasi pembangunan pertanian dapat tersampaikan secara langsung kepada petani sebagai pelaku utama pembangunan pertanian di lapangan. πŸŒΎπŸ“±


[Red_AKw]
-----
Kunjungi kami di:
IG: @jejak_penyuluh
FB: Jejak Penyuluh Pertanian
https://jejak-penyuluh.blogspot.com

°
°
°
#kementerianpertanian #pusluhtanri #bppsdmp #pusluhtanri #amran_sulaiman #distanhortijabar #dedimulyadi71 #distanhorbunkabbogor #kabupatenbogor #rudysusmanto #jaro_ade #kecamatancaringin #kecamatancijeruk #kecamatancigombong #jejak_penyuluh #kelompencapir #kpwkpp

PANEN PADI SAWAH DI KELOMPOKTANI SUKAMANAH, PETANI SAMBUT HASIL MUSIM TANAM DENGAN PENUH SYUKUR

Kegiatan panen padi sawah dilaksanakan oleh petani yang tergabung dalam Kelompoktani Sukamanah yang berlokasi di Kampung Nanggoh, Desa Cima...