Sabtu, 25 Juli 2026

PENINGKATAN KOMPETENSI PETANI SAYURAN MELALUI BIMBINGAN TEKNIS GOOD AGRICULTURAL PRACTICES (GAP) DAN LITERASI KEUANGAN DEMI MEWUJUDKAN PERTANIAN MODERN, PRODUKTIF, DAN BERKELANJUTAN



Penyuluh Pertanian WKPP Muarajaya sekaligus WKPP Cimande melakukan Kegiatan Penyuluhan dan Diseminasi Teknik Budidaya Sayuran serta Literasi Keuangan bagi Petani Sayuran Kabupaten Bogor yang disampaikan pada kegiatan Bimbingan Teknis yang diselenggarakan oleh Dinas Tanaman Pangan Hortikultura dan Perkebunan Kabupaten Bogor bekerja sama dengan CV. Pionir. Kegiatan ini dilaksanakan pada tanggal 20 s.d. 22 Juli 2026 bertempat di Hotel Bale Arimbi, Jln. Raya Puncak Cibogo II No. 21, Desa Cipayung Datar, Kecamatan Megamendung, Kabupaten Bogor.

Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas sumber daya manusia pertanian, khususnya petani sayuran, agar mampu menerapkan sistem budidaya yang baik, benar, efisien, ramah lingkungan, serta menghasilkan produk yang aman dikonsumsi dan memiliki daya saing tinggi. Materi yang disampaikan berpedoman pada Standar Operasional Prosedur (SOP) budidaya sayuran sesuai prinsip Good Agricultural Practices (GAP).

Melalui penerapan SOP dan GAP, petani memperoleh pemahaman mengenai pentingnya pemilihan benih bermutu, pengolahan lahan yang tepat, penggunaan pupuk berimbang berdasarkan kebutuhan tanaman, pengelolaan air yang efisien, pengendalian Organisme Pengganggu Tumbuhan (OPT) secara terpadu, sanitasi lahan, keselamatan kerja, hingga teknik panen dan penanganan pascapanen yang benar. Penerapan seluruh tahapan tersebut bertujuan meningkatkan produktivitas, menjaga kualitas hasil panen, memperpanjang umur simpan produk, mengurangi kehilangan hasil, menekan biaya produksi, serta menjaga kelestarian lingkungan.

Selain aspek teknis budidaya, peserta juga mendapatkan materi Literasi Keuangan sebagai bekal penting dalam mengelola usaha tani secara profesional. Petani dibekali kemampuan menyusun perencanaan usaha, mencatat seluruh biaya produksi dan hasil penjualan, menghitung keuntungan usaha, mengelola arus kas, menyusun anggaran, memisahkan keuangan usaha dengan keuangan rumah tangga, serta memahami pentingnya menabung, berinvestasi, dan memanfaatkan akses pembiayaan secara bijaksana.

Literasi keuangan menjadi salah satu faktor penting dalam meningkatkan keberlanjutan usaha tani. Dengan pengelolaan keuangan yang baik, petani dapat mengetahui kondisi usahanya secara nyata, mengambil keputusan berdasarkan data, mengurangi risiko kerugian, meningkatkan efisiensi penggunaan modal, serta lebih mudah memperoleh akses pembiayaan dari lembaga keuangan. Pada akhirnya, kemampuan teknis budidaya yang baik akan semakin optimal apabila didukung dengan kemampuan mengelola keuangan usaha secara disiplin dan terencana.

Melalui kegiatan Bimbingan Teknis ini diharapkan para Penyuluh Pertanian dapat mendiseminasikan kembali ilmu dan teknologi yang diperoleh kepada petani di wilayah binaannya sehingga penerapan budidaya sayuran sesuai SOP dan GAP dapat semakin luas diterapkan. Dengan demikian akan tercipta usaha tani sayuran yang lebih produktif, efisien, aman, berdaya saing, berorientasi pasar, serta mampu meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan petani secara berkelanjutan.


_*Kesimpulan:*_
Kegiatan Bimbingan Teknis Teknik Budidaya Sayuran dan Literasi Keuangan merupakan upaya strategis dalam meningkatkan kompetensi Penyuluh Pertanian dan petani untuk mewujudkan budidaya sayuran yang sesuai Standar Operasional Prosedur (SOP) dan prinsip Good Agricultural Practices (GAP). Penguasaan teknik budidaya yang benar, dipadukan dengan kemampuan mengelola keuangan usaha tani secara profesional, akan menghasilkan usaha tani yang lebih produktif, efisien, berkualitas, menguntungkan, berdaya saing, serta berkelanjutan dalam mendukung ketahanan pangan dan peningkatan kesejahteraan petani.

[Red_AKw]
-------
Kunjungi kami di:
IG: @jejak_penyuluh
FB: Jejak Penyuluh Pertanian
https://jejak-penyuluh.blogspot.com

°
°
°

#kementerianpertanian #pusluhtanri #bppsdmp #pusluhtanri #amran_sulaiman #distanhortijabar #dedimulyadi71 #distanhorbunkabbogor #kabupatenbogor #rudysusmanto #jaro_ade #kecamatancaringin #kecamatancijeruk #kecamatancigombong #jejak_penyuluh















Jumat, 24 Juli 2026

CEGAH PENYAKIT, TINGKATKAN PRODUKTIVITAS! PENYULUH PERTANIAN DAN POSKESWAN BERSINERGI MENJAGA KESEHATAN TERNAK DI DESA CIMANDE HILIR



Penyuluh Pertanian Desa Cimande Hilir bersama Petugas Kesehatan Hewan Poskeswan Laladon, Kang Ramadhan Tri Atmojo, melaksanakan kegiatan pelayanan kesehatan hewan melalui pemberian obat cacing dan vitamin pada ternak sapi potong jenis Simental milik anggota Kelompoktani Tunas Harapan I yang berlokasi di Kampung Tenggek, Desa Cimande Hilir, Kecamatan Caringin, Kabupaten Bogor.

Kegiatan diawali dengan pemberian obat cacing melalui metode oral (dicekokkan) sebagai upaya mengendalikan infeksi cacing yang sering menyerang saluran pencernaan ternak. Pemberian obat cacing secara oral dipilih karena merupakan metode yang efektif untuk memastikan obat masuk langsung ke dalam sistem pencernaan sehingga mampu membasmi cacing parasit secara optimal. Pengendalian cacing sangat penting karena serangan parasit dapat menurunkan nafsu makan, menghambat pertumbuhan, menyebabkan penurunan bobot badan, mengganggu penyerapan nutrisi, menurunkan daya tahan tubuh, hingga menyebabkan kerugian ekonomi bagi peternak apabila tidak segera ditangani.

Selanjutnya dilakukan pemberian vitamin melalui metode injeksi untuk mempercepat penyerapan nutrisi ke dalam tubuh ternak. Pemberian vitamin secara injeksi bertujuan meningkatkan daya tahan tubuh, membantu proses metabolisme, mempercepat pemulihan kondisi fisik, mengurangi risiko stres akibat perubahan cuaca maupun lingkungan, serta mendukung pertumbuhan dan performa sapi potong agar tetap sehat dan produktif. Dengan kondisi kesehatan yang optimal, diharapkan pertumbuhan sapi Simental menjadi lebih maksimal sehingga mampu meningkatkan produktivitas dan nilai ekonomi usaha peternakan.

Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan pemeriksaan kesehatan ternak domba di Kelompoktani Tunas Harapan III yang berlokasi di Kampung Bojong Menteng, Desa Cimande Hilir, Kecamatan Caringin, Kabupaten Bogor. Kelompoktani yang diketuai oleh Bapak Haji Saep ini secara aktif membudidayakan ternak domba bersama para anggotanya, serta mengembangkan usaha peternakan kambing sebagai salah satu sumber pendapatan masyarakat.

Pemeriksaan kesehatan ternak domba dan kambing dilakukan secara menyeluruh, meliputi pengamatan kondisi fisik, pemeriksaan suhu tubuh, kondisi mata, mulut, hidung, kulit, bulu, kuku, sistem pernapasan, hingga evaluasi kondisi tubuh secara umum. Pemeriksaan ini bertujuan mendeteksi secara dini adanya gejala penyakit, gangguan kesehatan, maupun kelainan yang dapat memengaruhi produktivitas ternak. Selain itu, kegiatan ini menjadi sarana edukasi bagi peternak mengenai pentingnya penerapan manajemen kesehatan ternak, sanitasi kandang, pemberian pakan yang berkualitas, biosekuriti, serta langkah-langkah pencegahan penyakit agar penyebaran penyakit dapat diminimalkan.

Melalui sinergi antara Penyuluh Pertanian dan Petugas Kesehatan Hewan, diharapkan kesadaran peternak terhadap pentingnya kesehatan ternak semakin meningkat sehingga usaha peternakan di Desa Cimande Hilir dapat berkembang lebih produktif, berdaya saing, dan berkelanjutan dalam mendukung ketahanan pangan serta peningkatan kesejahteraan peternak.

_*Kesimpulan:*_
Kegiatan pendampingan kesehatan ternak di Kelompoktani Tunas Harapan I dan Kelompoktani Tunas Harapan III merupakan langkah nyata dalam menjaga kesehatan, meningkatkan produktivitas, serta mencegah penyebaran penyakit pada ternak sapi, domba, dan kambing. Kolaborasi antara Penyuluh Pertanian dan Petugas Kesehatan Hewan diharapkan mampu meningkatkan pengetahuan serta keterampilan peternak dalam menerapkan manajemen kesehatan ternak yang baik sehingga produktivitas peternakan dan kesejahteraan peternak terus meningkat.

[Red_AKw]
------
Kunjungi kami di:
IG: @jejak_penyuluh
FB: Jejak Penyuluh Pertanian
https://jejak-penyuluh.blogspot.com
°
°
°
#kementerianpertanian #pusluhtanri #bppsdmp #pusluhtanri #amran_sulaiman #distanhortijabar #dedimulyadi71 #distanhorbunkabbogor #kabupatenbogor #rudysusmanto #jaro_ade #kecamatancaringin #kecamatancijeruk #kecamatancigombong #jejak_penyuluh #desaCimandeHilir #kelompoktaniTunasHarapan1 #kelompoktaniTunasHarapan3






Kamis, 23 Juli 2026

PANEN CABAI RAWIT JABLAI JADI BUKTI NYATA SEMANGAT TARUNA TANI REPLI FARM



Kegiatan panen cabai rawit putih atau yang lebih dikenal sebagai cabai rawit jablai dilaksanakan bersama Kelompoktani Taruna Repli Farm. Kelompoktani ini dikenal sebagai salah satu Kelompoktani yang secara intensif membudidayakan tanaman cabai, khususnya cabai rawit putih, serta terus mengembangkan berbagai komoditas hortikultura yang bernilai ekonomi.

Kelompoktani Taruna Repli Farm yang diketuai oleh Ade Ramdani berawal dari sekumpulan anak muda yang memiliki kepedulian tinggi terhadap kelestarian lingkungan. Berbagai aksi nyata yang mereka lakukan di antaranya menjaga kebersihan lingkungan, melaksanakan penghijauan dan penanaman pohon, mengelola sampah agar lebih ramah lingkungan, menjaga kelestarian sumber daya air, mengedukasi masyarakat tentang pentingnya menjaga lingkungan, serta mengajak generasi muda untuk aktif dalam kegiatan sosial dan pelestarian alam. Berangkat dari semangat tersebut, mereka membentuk wadah Remaja Peduli Lingkungan (REPLI).

Melalui koordinasi dan pendampingan bersama Penyuluh Pertanian Desa Caringin, REPLI kemudian berkembang menjadi sebuah Taruna Tani dengan nama Repli Farm. Saat ini, Kelompoktani Taruna Repli Farm tidak hanya berperan dalam menjaga kelestarian lingkungan, tetapi juga aktif mengembangkan usaha pertanian melalui budidaya aneka jenis cabai serta berbagai sayuran daun yang dibudidayakan baik di lahan terbuka maupun dengan inovasi sistem hidroponik.

Kegiatan panen cabai rawit jablai ini menjadi bukti bahwa bahwa semangat generasi muda, serta penerapan inovasi budidaya mampu menghasilkan produk pertanian yang berkualitas sekaligus memberikan nilai ekonomi bagi anggota Kelompoktani. Diharapkan keberhasilan ini dapat menjadi inspirasi bagi generasi muda lainnya untuk terjun ke sektor pertanian modern yang produktif, inovatif, dan tetap menjaga kelestarian lingkungan.

_*Kesimpulan:*_
Pendampingan Penyuluh Pertanian telah mendorong berkembangnya Kelompoktani Taruna Repli Farm dari komunitas peduli lingkungan menjadi Kelompoktani yang produktif dan inovatif. Keberhasilan panen cabai rawit jablai membuktikan bahwa kolaborasi, semangat generasi muda, penerapan teknologi budidaya, dan kepedulian terhadap lingkungan mampu menciptakan pertanian yang berkelanjutan serta meningkatkan kesejahteraan petani.

[Red_AKw]
-----
Kunjungi kami di:
IG: @jejak_penyuluh
FB: Jejak Penyuluh Pertanian
https://jejak-penyuluh.blogspot.com
° ° °
#kementerianpertanian #pusluhtanri #bppsdmp #pusluhtanri #amran_sulaiman #distanhortijabar #dedimulyadi71 #distanhorbunkabbogor #kabupatenbogor #rudysusmanto #jaro_ade #kecamatancaringin #kecamatancijeruk #kecamatancigombong #jejak_penyuluh #desacaringin #kelompoktaniTarunaRepliFarm


PEMUPUKAN TEPAT, HASIL PANEN MENINGKAT! PENDAMPINGAN PENYULUH PERTANIAN DORONG PETANI TERAPKAN PEMUPUKAN BERDASARKAN PRINSIP 5T



Penyuluh Pertanian melaksanakan kegiatan pendampingan pemupukan padi sawah bersama Kelompoktani Suka Tani III yang berlokasi di Kampung Kebon Cengkeh, Desa Caringin, Kecamatan Caringin, Kabupaten Bogor, tepatnya di lahan sawah garapan milik Bapak Haji Ujang.

Kegiatan pendampingan ini bertujuan untuk memastikan proses pemupukan dilakukan sesuai dengan kaidah budidaya yang baik sehingga tanaman padi dapat tumbuh optimal, sehat, serta mampu menghasilkan produktivitas yang tinggi.

Dalam kesempatan tersebut, Penyuluh Pertanian mengingatkan petani agar selalu berpedoman pada prinsip 5T Pemupukan, yaitu:
- Tepat Jenis, menggunakan jenis pupuk sesuai kebutuhan tanaman.
- Tepat Dosis, memberikan pupuk sesuai rekomendasi agar tidak berlebihan maupun kekurangan.
- Tepat Waktu, melakukan pemupukan pada fase pertumbuhan tanaman yang membutuhkan unsur hara.
- Tepat Cara, mengaplikasikan pupuk dengan teknik yang benar agar penyerapannya optimal.
- Tepat Tempat, menempatkan pupuk pada area perakaran sehingga dapat dimanfaatkan secara maksimal oleh tanaman.

Selain itu, Penyuluh Pertanian juga menghimbau agar kegiatan pemupukan dilakukan pada saat cuaca tidak sedang panas terik maupun ketika hujan tidak akan segera turun. Pemupukan pada kondisi cuaca yang terlalu panas dapat menyebabkan kehilangan unsur hara, terutama nitrogen, melalui proses penguapan sehingga efisiensi pupuk menjadi berkurang. Sementara itu, apabila pemupukan dilakukan menjelang hujan deras, pupuk berpotensi hanyut bersama aliran air atau tercuci ke lapisan tanah yang lebih dalam sehingga tidak dapat diserap secara optimal oleh akar tanaman. Oleh karena itu, waktu terbaik melakukan pemupukan adalah pada pagi atau sore hari dengan kondisi cuaca yang cerah dan tidak berpotensi hujan.

Melalui pendampingan yang berkelanjutan, diharapkan petani semakin memahami pentingnya penerapan teknologi budidaya yang tepat sehingga penggunaan pupuk menjadi lebih efisien, pertumbuhan tanaman lebih optimal, dan hasil panen padi dapat terus meningkat.

_*Kesimpulan:*_
Pendampingan pemupukan padi sawah oleh Penyuluh Pertanian kepada Kelompoktani Suka Tani III merupakan upaya meningkatkan pengetahuan dan keterampilan petani dalam menerapkan prinsip 5T Pemupukan. Dengan pemupukan yang tepat serta memperhatikan kondisi cuaca saat aplikasi pupuk, diharapkan efisiensi penggunaan pupuk meningkat, pertumbuhan tanaman lebih baik, dan produktivitas padi sawah semakin optimal.

[Red_AKw]
-----
Kunjungi kami di:
IG: @jejak_penyuluh
FB: Jejak Penyuluh Pertanian
https://jejak-penyuluh.blogspot.com

°
°
°

#kementerianpertanian #pusluhtanri #bppsdmp #pusluhtanri #amran_sulaiman #distanhortijabar #dedimulyadi71 #distanhorbunkabbogor #kabupatenbogor #rudysusmanto #jaro_ade #kecamatancaringin #kecamatancijeruk #kecamatancigombong #jejak_penyuluh #desacaringin #kelompoktanisukatani3








Rabu, 22 Juli 2026

MONITORING BANTUAN BIBIT PALA DAN KOPI, WUJUD NYATA DUKUNGAN PEMERINTAH UNTUK MENINGKATKAN KESEJAHTERAAN PETANI DI KECAMATAN CARINGIN



Penyuluh Pertanian WKPP Cinagara, Ibu Deudeu SH, SP., melaksanakan kegiatan pendampingan Tim UPT Perbenihan dalam rangka monitoring bantuan bibit pala dan kopi kepada petani yang membudidayakan tanaman pala dan kopi di Desa Cinagara dan Desa Tangkil, Kecamatan Caringin, Kabupaten Bogor.

Kegiatan monitoring dipimpin oleh Bapak Firman (Kentung) selaku Ketua Tim UPT Perbenihan. Beliau menyampaikan bahwa monitoring ini bertujuan untuk memastikan bantuan bibit yang telah disalurkan benar-benar diterima oleh petani sasaran, ditanam sesuai dengan rekomendasi teknis, dipelihara dengan baik, serta memiliki tingkat pertumbuhan yang optimal. Selain itu, monitoring juga bertujuan untuk mengevaluasi keberhasilan program bantuan, mengidentifikasi berbagai kendala yang dihadapi petani dalam proses budidaya, memberikan solusi dan pembinaan teknis secara langsung di lapangan, serta menjadi bahan evaluasi dalam penyusunan program pengembangan komoditas perkebunan pada masa mendatang agar semakin tepat sasaran, efektif, dan berkelanjutan.

Salah satu anggota Tim Monitoring UPT Perbenihan, Babeh Dwi (Mukti), menyampaikan rasa syukur dan kebahagiaannya karena bantuan bibit pala dan kopi yang telah difasilitasi oleh Dinas Tanaman Pangan Hortikultura dan Perkebunan Kabupaten Bogor melalui UPT Perbenihan menunjukkan hasil yang positif. Bantuan tersebut memberikan berbagai manfaat, di antaranya meningkatkan semangat petani dalam mengembangkan usaha tani perkebunan, memperluas areal tanam pala dan kopi, meningkatkan kualitas dan produktivitas tanaman, mengurangi beban biaya pengadaan bibit, mempercepat pengembangan komoditas unggulan daerah, meningkatkan peluang peningkatan pendapatan petani di masa mendatang, serta mendorong terwujudnya usaha tani yang lebih produktif, mandiri, dan berkelanjutan. Program ini juga menjadi bentuk nyata komitmen pemerintah daerah dalam mendukung pengembangan sektor pertanian dan meningkatkan kesejahteraan petani di Kecamatan Caringin.

Melalui sinergi antara Penyuluh Pertanian, UPT Perbenihan, dan para petani, diharapkan budidaya pala dan kopi di Desa Cinagara dan Desa Tangkil terus berkembang sehingga mampu menjadi salah satu komoditas unggulan yang memberikan nilai ekonomi tinggi serta mendukung pembangunan pertanian yang maju, mandiri, dan modern.

_*Kesimpulan:*_
Kegiatan monitoring bantuan bibit pala dan kopi berjalan dengan baik serta memberikan gambaran bahwa program bantuan pemerintah telah dimanfaatkan secara optimal oleh petani. Pendampingan yang dilakukan Penyuluh Pertanian bersama Tim UPT Perbenihan menjadi langkah penting untuk memastikan keberhasilan budidaya, meningkatkan produktivitas tanaman, serta mendukung peningkatan kesejahteraan petani melalui pengembangan komoditas pala dan kopi yang berkelanjutan.

[Red_AKw]
-----
Kunjungi kami di:
IG: @jejak_penyuluh
FB: Jejak Penyuluh Pertanian
https://jejak-penyuluh.blogspot.com
°
°
°
#kementerianpertanian #pusluhtanri #bppsdmp #pusluhtanri #amran_sulaiman #distanhortijabar #dedimulyadi71 #distanhorbunkabbogor #kabupatenbogor #rudysusmanto #jaro_ade #kecamatancaringin #kecamatancijeruk #kecamatancigombong #jejak_penyuluh #desacinagara #desatangkil

PM-AAS HADIR DI KELOMPOKTANI SUKA TANI III: INOVASI BUDIDAYA PADI MODERN UNTUK MENINGKATKAN PRODUKTIVITAS DAN MENDUKUNG KETAHANAN PANGAN NASIONAL



Penyuluh Pertanian Desa Caringin melakukan monitoring di Kelompoktani Suka Tani III yang melaksanakan kegiatan tanam padi sawah menggunakan metode PM-AAS (Pertanian Modern – Advanced Agricultural System). Program ini merupakan strategi Kementerian Pertanian Republik Indonesia yang mengintegrasikan mekanisasi pertanian, teknologi digital, dan pertanian presisi guna meningkatkan produktivitas padi serta mengoptimalkan pemanfaatan sumber daya secara lebih efektif dan efisien.

Pada pelaksanaan kali ini, penerapan PM-AAS dilakukan di lahan sawah milik Ketua Kelompoktani Suka Tani III, yaitu Bapak Nurdin Prihatnadi. Meskipun implementasinya masih dilakukan secara manual karena keterbatasan alat dan bahan, semangat untuk mengadopsi inovasi pertanian modern tetap menjadi komitmen bersama. Hal ini membuktikan bahwa transformasi menuju pertanian modern dapat dimulai secara bertahap sesuai dengan kondisi di lapangan.

Keunggulan budidaya padi sawah dengan metode PM-AAS antara lain:
🌱 Meningkatkan produktivitas hasil panen melalui penerapan budidaya yang lebih presisi.
🌱 Mengoptimalkan penggunaan benih, pupuk, air, dan sarana produksi sehingga lebih efisien.
🌱 Mendukung pengelolaan lahan yang lebih modern dan berkelanjutan.
🌱 Mempermudah pengambilan keputusan budidaya berbasis teknologi dan data.
🌱 Mengurangi kehilangan hasil serta meningkatkan kualitas produksi padi.
🌱 Mendorong percepatan modernisasi pertanian sebagai upaya memperkuat ketahanan pangan nasional.

Melalui kegiatan ini diharapkan inovasi PM-AAS dapat terus dikembangkan dan diterapkan secara lebih luas, sehingga petani semakin siap menghadapi tantangan pertanian masa depan serta mampu meningkatkan kesejahteraan melalui usaha tani yang lebih maju, efisien, dan berdaya saing.

_*Kesimpulan:*_
Penerapan metode PM-AAS (Pertanian Modern – Advanced Agricultural System) di Kelompoktani Suka Tani III menunjukkan bahwa inovasi pertanian modern dapat mulai diterapkan meskipun masih menggunakan cara manual. Dengan pendampingan Penyuluh Pertanian dan komitmen petani, penerapan teknologi budidaya yang lebih presisi diharapkan mampu meningkatkan produktivitas, efisiensi penggunaan sumber daya, serta mendukung terwujudnya ketahanan pangan nasional.

[Red_AKw]
------
Kunjungi kami di:
IG: @jejak_penyuluh
FB: Jejak Penyuluh Pertanian
https://jejak-penyuluh.blogspot.com

°
°
°

#kementerianpertanian #pusluhtanri #bppsdmp #pusluhtanri #amran_sulaiman #distanhortijabar #dedimulyadi71 #distanhorbunkabbogor #kabupatenbogor #rudysusmanto #jaro_ade #kecamatancaringin #kecamatancijeruk #kecamatancigombong #jejak_penyuluh #desacaringin #kelompoktanisukatani3 #pmaas









MONITORING CPCL SAWAH DAN SOSIALISASI PM-AAS: WUJUD NYATA MENJAGA DAN MENINGKATKAN LUAS LAHAN PERTANIAN DI DESA MUARAJAYA



Penyuluh Pertanian WKPP Muarajaya bersama Petugas Pencatat Data Kecamatan (PPDK) Caringin melaksanakan kegiatan monitoring CPCL (Calon Petani Calon Lokasi) Luas Lahan Padi Sawah di Desa Muarajaya, Kecamatan Caringin, Kabupaten Bogor. Kegiatan ini dilaksanakan di Kelompoktani Pirang Maju Jaya dan Kelompoktani Setia Wargi sebagai bagian dari upaya pendataan sekaligus pembinaan kepada petani dalam mempertahankan keberadaan lahan sawah produktif.

Monitoring CPCL bertujuan untuk memastikan kesesuaian data luas lahan sawah, kondisi eksisting di lapangan, serta potensi pengembangan areal tanam padi. Kegiatan ini juga menjadi sarana untuk mengidentifikasi berbagai kendala yang dihadapi petani, sehingga dapat menjadi dasar dalam penyusunan program pembangunan pertanian yang lebih tepat sasaran.

Pada kesempatan tersebut, Penyuluh Pertanian juga melaksanakan sosialisasi PM-AAS kepada para petani. Melalui sosialisasi ini, petani diberikan pemahaman mengenai pentingnya penerapan inovasi budidaya padi, khususnya dengan menerapkan sistem tanam padi secara langsung sesuai rekomendasi teknologi yang disampaikan oleh Penyuluh Pertanian. Inovasi tersebut diharapkan mampu meningkatkan efisiensi usaha tani, menekan biaya produksi, meningkatkan produktivitas, serta mendukung keberlanjutan usaha pertanian.

Selain penyampaian materi, kegiatan juga diisi dengan pembinaan, diskusi, dan pemberian motivasi kepada seluruh anggota Kelompoktani agar terus menjaga keberadaan lahan sawah yang masih tersisa di Desa Muarajaya. Penyuluh Pertanian mengajak seluruh petani untuk tidak mengalihfungsikan lahan sawah ke sektor lain, bahkan berupaya menambah luas areal sawah secara bertahap. Penambahan luas lahan, meskipun hanya sekitar 0,1 hektare setiap tahun, akan memberikan dampak positif terhadap peningkatan produksi padi, ketahanan pangan daerah, serta kesejahteraan petani di masa yang akan datang.

Sinergi antara Penyuluh Pertanian, PPDK, pemerintah desa, dan seluruh anggota Kelompoktani diharapkan mampu mewujudkan pertanian yang maju, mandiri, modern, dan berkelanjutan sehingga Desa Muarajaya tetap menjadi salah satu sentra produksi padi di Kecamatan Caringin.

_*Kesimpulan:*_
Kegiatan monitoring CPCL Luas Lahan Padi Sawah dan sosialisasi PM-AAS berjalan dengan baik serta mendapat respons positif dari petani. Melalui kegiatan ini, data lahan sawah dapat diperbarui, petani memperoleh pembinaan dan motivasi untuk mempertahankan bahkan menambah luas lahan sawah secara bertahap, serta semakin memahami pentingnya penerapan inovasi budidaya padi guna meningkatkan produktivitas dan mendukung ketahanan pangan yang berkelanjutan.

[Red_AKw]
-----
Kunjungi kami di:
IG: @jejak_penyuluh
FB: Jejak Penyuluh Pertanian
https://jejak-penyuluh.blogspot.com

°
°
°

#kementerianpertanian #pusluhtanri #bppsdmp #pusluhtanri #amran_sulaiman #distanhortijabar #dedimulyadi71 #distanhorbunkabbogor #kabupatenbogor #rudysusmanto #jaro_ade #kecamatancaringin #kecamatancijeruk #kecamatancigombong #jejak_penyuluh #desamuarajaya #kelompoktanipirangmajujaya #setiawargi





PENINGKATAN KOMPETENSI PETANI SAYURAN MELALUI BIMBINGAN TEKNIS GOOD AGRICULTURAL PRACTICES (GAP) DAN LITERASI KEUANGAN DEMI MEWUJUDKAN PERTANIAN MODERN, PRODUKTIF, DAN BERKELANJUTAN

Penyuluh Pertanian WKPP Muarajaya sekaligus WKPP Cimande melakukan Kegiatan Penyuluhan dan Diseminasi Teknik Budidaya Sayuran serta Literasi...