Sabtu, 31 Oktober 2026

DIREKTUR JENDERAL TANAMAN PANGAN KEMENTERIAN PERTANIAN LAKUKAN MONITORING PM-AAS DI WKPP MUARAJAYA DAN WKPP CIMANDE

Kegiatan monitoring Pertanian Modern Advance Agriculture System atau PM-AAS dilakukan oleh Tim Direktorat Jenderal Tanaman Pangan Kementerian Pertanian Republik Indonesia ke WKPP Muarajaya dan WKPP Cimande, Kecamatan Caringin, Kabupaten Bogor.

Kunjungan ini bertujuan untuk memantau secara langsung perkembangan penerapan budidaya padi sawah menggunakan metode PM-AAS, mengevaluasi kesesuaian pelaksanaan budidaya dengan tahapan dan rekomendasi teknis yang telah ditetapkan, mengidentifikasi berbagai kendala dan permasalahan yang dihadapi petani di lapangan, mengevaluasi penggunaan sarana produksi termasuk benih dan pemupukan, serta menghimpun informasi sebagai bahan tindak lanjut dalam mendukung keberhasilan pelaksanaan program PM-AAS.

Hasil monitoring langsung di lapangan menunjukkan bahwa sejumlah Kelompoktani telah menerapkan metode PM-AAS dalam budidaya tanaman padi sawah dengan perkembangan pertumbuhan tanaman yang berbeda-beda.

Di Kelompoktani Setia Wargi, Desa Muarajaya, Kecamatan Caringin, monitoring dilakukan pada lahan sawah milik Bapak Haji Tumirin. Tanaman padi sawah yang dibudidayakan menggunakan metode PM-AAS saat ini telah memasuki usia sekitar 60 hari setelah pindah tanam.

Monitoring juga dilakukan di Kelompoktani Pirang Maju Jaya, Desa Muarajaya, Kecamatan Caringin, tepatnya di lahan milik Bapak Rahmat. Tanaman padi sawah menggunakan metode PM-AAS di lokasi tersebut telah memasuki usia sekitar 13 hari setelah tanam benih langsung.

Selanjutnya, Tim melakukan monitoring di Kelompoktani Karya Prisma yang berlokasi di Kampung Nyeunang, Desa Muarajaya, Kecamatan Caringin. Tanaman padi sawah di lahan milik Bapak Ibrahim dan Ustadz Hidayatullah baru memasuki usia sekitar 1 sampai 5 hari setelah pindah tanam, sedangkan tanaman padi sawah di lahan milik Bapak Dayat Hidayat telah memasuki usia sekitar 20 hari setelah pindah tanam.

Monitoring kemudian dilanjutkan ke lahan sawah milik Bapak Cece, salah satu anggota Kelompoktani Pohpohan Makmur, Desa Lemahduhur, Kecamatan Caringin. Tanaman padi sawah yang dibudidayakan menggunakan metode PM-AAS telah memasuki usia sekitar 91 hari dan diperkirakan sekitar satu minggu lagi akan memasuki masa panen perdana.

Selain itu, Bapak Cece bersama beberapa petani lainnya, yaitu Bapak Doel dan Bapak Haji Neo, tengah mempersiapkan pengolahan lahan sawah seluas kurang lebih 1 hektare untuk kembali dibudidayakan dengan komoditas padi sawah menggunakan metode PM-AAS. Kegiatan budidaya selanjutnya direncanakan menggunakan benih Inpari 49 yang merupakan fasilitasi dari Kementerian Pertanian Republik Indonesia melalui Direktorat Jenderal Tanaman Pangan.

Berdasarkan hasil monitoring, terdapat beberapa temuan dan kendala dalam pelaksanaan budidaya padi sawah menggunakan metode PM-AAS di lapangan. Benih padi yang digunakan oleh sebagian petani adalah Inpari 32, bukan benih Inpari 49 yang dialokasikan untuk kegiatan PM-AAS, karena bantuan benih Inpari 49 belum tersedia pada saat pelaksanaan penanaman. Selain itu, sebagian besar petani belum memberikan pupuk organik atau pupuk kompos pada saat pengolahan lahan maupun sebelum penanaman. Penerapan silika juga masih belum dilakukan oleh sebagian besar petani.

Temuan lainnya adalah masih terdapat beberapa petani yang terlambat melakukan pemupukan. Dalam metode penanaman, sebagian besar petani juga belum menerapkan sistem tanam benih langsung karena adanya kekhawatiran benih terbawa hanyut saat hujan, serta adanya ancaman serangan hama burung dan tikus. Oleh karena itu, sebagian besar petani memilih melakukan penanaman dengan sistem tanam pindah.

Hasil monitoring ini menjadi bahan evaluasi penting bagi seluruh pihak terkait untuk meningkatkan pendampingan, memastikan ketersediaan sarana produksi tepat waktu, serta memperkuat penerapan tahapan budidaya PM-AAS sesuai rekomendasi teknis. Diharapkan berbagai temuan di lapangan dapat segera ditindaklanjuti sehingga penerapan PM-AAS mampu memberikan hasil yang optimal dan mendukung peningkatan produktivitas padi sawah serta kesejahteraan petani.

Ceritakan pengalaman Anda di kolom komentar.
[Red_AKw]
-------

Kunjungi kami di:
IG: @jejak_penyuluh
FB: Jejak Penyuluh Pertanian
https://jejak-penyuluh.blogspot.com

°
°
°
#kementerianpertanian #pusluhtanri #bppsdmp #pusluhtanri #amran_sulaiman #distanhortijabar #dedimulyadi71 #distanhorbunkabbogor #kabupatenbogor #rudysusmanto #jaro_ade #kecamatancaringin #kecamatancijeruk #kecamatancigombong #jejak_penyuluh #desa #muarajaya #lemahduhur #kelompoktani #setiawargi #pirangmajujaya #karyaprisma #pohpohanmakmur




































Rabu, 28 Oktober 2026

ANAK USIA DINI BELAJAR BERTANI LANGSUNG DI SAWAH, KELOMPOKTANI KARYA PRISMA JADI WADAH EDUKASI PERTANIAN



Kelompoktani tidak hanya berfungsi sebagai wadah belajar bagi petani, tetapi juga dapat menjadi sarana edukasi pertanian bagi dunia pendidikan formal sejak usia dini.


Hal tersebut terlihat dari kegiatan kunjungan edukasi Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Al-Barokah ke Kelompoktani Karya Prisma yang berlokasi di Kampung Nyeunang, Desa Muarajaya, Kecamatan Caringin, Kabupaten Bogor. Dalam kegiatan ini, anak-anak diperkenalkan secara langsung dengan dunia pertanian, mulai dari mengenal berbagai jenis tanaman pangan, hortikultura, dan perkebunan hingga praktik menanam padi di sawah.


Dengan penuh ketelatenan dan kesabaran, Kang Beni Muhibbin selaku Petugas Organisme Pengganggu Tumbuhan (POPT), bersama Bapak Dayat Hidayat dan Bapak Apud dari Kelompoktani Karya Prisma, membimbing anak-anak untuk mengenal tata cara menanam padi, menanam sayuran, serta merawat tanaman agar tumbuh dengan baik dan menghasilkan panen yang dapat dimanfaatkan sebagai bahan pangan.


Melalui pembelajaran langsung di lapangan, anak-anak memperoleh pengalaman berharga untuk memahami bahwa nasi yang mereka konsumsi setiap hari berasal dari tanaman padi yang ditanam dan dirawat oleh para petani. Kegiatan ini juga menjadi sarana menanamkan kecintaan terhadap pertanian, mengenalkan pentingnya pangan, serta menumbuhkan apresiasi terhadap peran petani sejak usia dini.


Kolaborasi antara Kelompoktani dan lembaga pendidikan seperti ini diharapkan dapat terus dikembangkan sebagai upaya mengenalkan pertanian kepada generasi penerus bangsa sekaligus membangun kesadaran akan pentingnya menjaga ketahanan pangan sejak dini.


Ceritakan pengalaman Anda di kolom komentar.

[Red_AKw]

-------

Kunjungi kami di:

IG: @jejak_penyuluh

FB: Jejak Penyuluh Pertanian

https://jejak-penyuluh.blogspot.com


°

°

°

#kementerianpertanian #pusluhtanri #bppsdmp #pusluhtanri #amran_sulaiman #distanhortijabar #dedimulyadi71 #distanhorbunkabbogor #kabupatenbogor #rudysusmanto #jaro_ade #kecamatancaringin #kecamatancijeruk #kecamatancigombong #jejak_penyuluh #desa #desamuarajaya #kelompoktani #kelompoktanikaryaprisma #popt #paud_albarokah




















POTENSI PERKEBUNAN KOPI 35 HEKTARE! PENYULUH PERTANIAN BERSAMA TIM UPT & POPT LAKUKAN IDENTIFIKASI PENGEMBANGAN KOPI ROBUSTA DI DESA CIMANDE

Penyuluh Pertanian WKPP Cimande bersama Kepala dan Kasubag UPT Pertanian Wilayah VII, Ibu Tjietjie Farida dan Bapak Junaidi, serta Petugas Organisme Pengganggu Tumbuhan (POPT), Kang Beni Muhibin, melaksanakan kegiatan identifikasi potensi perkebunan komoditas kopi di Kelompoktani Tawakal, Kampung Baru, Desa Cimande, Kecamatan Caringin, Kabupaten Bogor.

Kelompoktani Tawakal yang diketuai oleh Bapak Nurdin ini tidak hanya aktif membudidayakan tanaman hortikultura jenis sayuran, tetapi juga mengembangkan komoditas kopi. Saat ini, perkebunan kopi yang telah menghasilkan panen mencapai 5 hektare. Berdasarkan hasil identifikasi di lapangan, Kelompoktani Tawakal memiliki potensi pengembangan perkebunan kopi hingga 35 hektare. Potensi tersebut menjadi peluang untuk meningkatkan produktivitas lahan, memperluas usaha tani, serta mendorong peningkatan pendapatan petani melalui pengembangan komoditas perkebunan yang sesuai dengan kondisi agroklimat setempat.

Mengingat lokasi perkebunan berada pada ketinggian kurang dari 900 meter di atas permukaan laut (mdpl), Kepala UPT Pertanian Wilayah VII, Ibu Tjietjie Farida, merekomendasikan pengembangan kopi jenis Robusta. Kopi Robusta (Coffea canephora) relatif sesuai untuk wilayah dataran rendah hingga menengah, umumnya pada ketinggian sekitar 100–900 mdpl, dengan suhu hangat sekitar 22–30°C. Tanaman ini memiliki pertumbuhan yang kuat dan relatif lebih tahan terhadap penyakit karat daun dibandingkan kopi Arabika. Karakteristik tersebut menjadikan Robusta sebagai pilihan potensial untuk dikembangkan di kawasan Kampung Baru, dengan tetap memperhatikan kesesuaian tanah, ketersediaan air, drainase, dan pemeliharaan tanaman.

Sementara itu, kopi Arabika (Coffea arabica) umumnya lebih sesuai dibudidayakan di dataran tinggi dengan suhu lebih sejuk, lazimnya sekitar 1.000–2.000 mdpl. Pada dataran rendah yang bersuhu lebih panas, Arabika berisiko mengalami gangguan pertumbuhan, penurunan kualitas biji, serta peningkatan tekanan fisiologis tanaman. Oleh karena itu, pengembangan kopi Robusta pada lahan potensial seluas 35 hektare di Kelompoktani Tawakal diharapkan menjadi langkah strategis untuk mengoptimalkan pemanfaatan lahan dan meningkatkan nilai ekonomi perkebunan kopi di Desa Cimande.

Melalui kegiatan identifikasi potensi ini, Penyuluh Pertanian bersama UPT Pertanian Wilayah VII dan POPT mendorong pengembangan komoditas kopi yang sesuai dengan kondisi lingkungan setempat. Sinergi antara petugas pertanian dan Kelompoktani diharapkan mampu memperkuat usaha tani, meningkatkan produksi, serta mendukung kesejahteraan petani secara berkelanjutan.

Ceritakan pengalaman Anda di kolom komentar.
[Red_AKw]
--------

Kunjungi kami di:
IG: @jejak_penyuluh
FB: Jejak Penyuluh Pertanian
https://jejak-penyuluh.blogspot.com

°
°
°
#kementerianpertanian #pusluhtanri #bppsdmp #pusluhtanri #amran_sulaiman #distanhortijabar #dedimulyadi71 #distanhorbunkabbogor #kabupatenbogor #rudysusmanto #jaro_ade #kecamatancaringin #kecamatancijeruk #kecamatancigombong #jejak_penyuluh #desaCimande #kelompoktaniTawakal















DIREKTUR JENDERAL TANAMAN PANGAN KEMENTERIAN PERTANIAN LAKUKAN MONITORING PM-AAS DI WKPP MUARAJAYA DAN WKPP CIMANDE

Kegiatan monitoring Pertanian Modern Advance Agriculture System atau PM-AAS dilakukan oleh Tim Direktorat Jenderal Tanaman Pangan Kementeri...