Jumat, 27 Februari 2026

PERSEMAIAN CABAI MERAH BESAR, LANGKAH AWAL MENUJU PANEN BERKUALITAS DAN PRODUKTIVITAS MAKSIMAL DI KELOMPOKTANI SUKAMANAH

 


*PERSEMAIAN CABAI MERAH BESAR, LANGKAH AWAL MENUJU PANEN BERKUALITAS DAN PRODUKTIVITAS MAKSIMAL DI KELOMPOKTANI SUKAMANAH*
-----

Kegiatan persemaian cabai merah besar dilaksanakan di Kelompoktani Sukamanah Kp. Nanggoh Desa Cimande Kecamatan Caringin Kabupaten Bogor. Ketua Kelompoktani Sukamanah, babang Ciko langsung melakukan tahapan awal persemaian dengan mempersiapkan media semai yang berkualitas dan sesuai anjuran teknis budidaya hortikultura.

Media semai yang digunakan terdiri dari tanah humus, arang sekam, dolomit, NPK Mutiara dan Puradan dengan takaran yang direkomendasikan untuk mendukung pertumbuhan optimal, yaitu:
✅ Tanah humus : 2 bagian
✅ Arang sekam : 1 bagian
✅ Dolomit : 1–2% dari total media (±10–20 gram per kg media) untuk menstabilkan pH 5,5–6,8
✅ NPK Mutiara : ±2–3 gram per kg media (dicampur merata)
✅ Puradan (karbofuran) : ±1 gram per kg media atau sesuai dosis anjuran label untuk pencegahan hama tanah.

Komposisi ini bertujuan menciptakan media yang gembur, kaya unsur hara, memiliki aerasi dan drainase baik serta mampu menekan serangan hama sejak dini sehingga bibit tumbuh sehat dan seragam.

Hal-hal yang harus diperhatikan agar persemaian tumbuh optimal dan terhindar dari hama penyakit:
- Menggunakan benih bersertifikat dan bermutu tinggi.
- Melakukan perendaman benih dengan air hangat (±50°C) selama 15–30 menit untuk memecah dormansi dan menekan patogen.
- Menjaga kelembaban media tetap stabil (tidak terlalu basah dan tidak kering).
- Menggunakan naungan paranet 50–60% untuk melindungi bibit dari hujan dan sinar matahari langsung.
- Melakukan penyiraman secara teratur menggunakan sprayer halus.
- Melakukan sanitasi area persemaian agar bebas gulma dan sisa tanaman sakit.

Pengendalian dini terhadap penyakit rebah semai (damping off), kutu daun, thrips dan tungau dengan pengamatan rutin.
Melakukan seleksi bibit (roguing) untuk mempertahankan bibit sehat dan vigor.

Benih yang digunakan: Bintang Asia F1 Darmais
Keunggulan benih cabai merah besar Bintang Asia F1 Darmais antara lain:
✔️ Pertumbuhan vigor dan seragam
✔️ Toleran terhadap beberapa penyakit penting tanaman cabai
✔️ Buah besar, panjang dan warna merah cerah menarik
✔️ Potensi hasil tinggi
✔️ Adaptif di berbagai kondisi agroklimat dataran rendah hingga menengah
✔️ Daya simpan buah relatif baik


Output / Hasil Kegiatan:

Terlaksananya persemaian cabai merah besar sesuai standar teknis budidaya.

Tersedianya bibit sehat, seragam dan siap pindah tanam umur 21–25 hari setelah semai.

Meningkatnya kapasitas dan keterampilan petani dalam teknik persemaian yang baik dan benar.

Meningkatkan peluang keberhasilan budidaya dan produktivitas cabai merah besar di musim tanam berjalan.

Semangat dan kolaborasi antara petani dan penyuluh menjadi kunci dalam menghasilkan pertanian maju, mandiri dan modern.

[Red_AKw]
-----
Kunjungi kami di:
IG: @jejak_penyuluh
FB: Jejak Penyuluh Pertanian
https://jejak-penyuluh.blogspot.com
°
°
°
#kementerianpertanian #pusluhtanri #bppsdmp #pusluhtanri #amran_sulaiman #distanhortijabar #dedimulyadi71 #distanhorbunkabbogor #kabupatenbogor #rudysusmanto #jaro_ade #kecamatancaringin #kecamatancijeruk #kecamatancigombong #jejak_penyuluh #desacimande #kelompoktanisukamanah

PROLIGA CABAI: PRODUKSI BERLIPAT GANDA, PETANI MAKIN SEJAHTERA



Dalam rangka meningkatkan produktivitas dan pendapatan petani, Penyuluh Pertanian melaksanakan kegiatan desiminasi melalui media sosial Jejak Penyuluh tentang penerapan teknologi PROLIGA (Produksi Berlipat Ganda) yang merupakan inovasi dari Balitbangtan. Teknologi ini terbukti mampu meningkatkan produktivitas cabai hingga dua kali lipat dibandingkan pola budidaya biasa.


Adapun tahapan teknologi PROLIGA yang diterapkan meliputi:

🌱 Persiapan Benih dan Persemaian

✔ Pemilihan varietas unggul seperti Ciko, Kencana, dan Lingga yang toleran OPT dan kondisi lingkungan tertentu

✔ Sterilisasi lokasi dengan insektisida spirotetramat & imidakloprid 1 ml/L serta pemasangan perangkap kuning

✔ Perendaman benih menggunakan fungisida propamokarb hidroklorida 1 ml/L selama 1 jam

✔ Media persemaian campuran tanah bawah pohon bambu dan pupuk kandang (1:1)

✔ Pemangkasan pucuk saat bibit berumur 3 pekan

✔ Pengendalian penyakit menggunakan insektisida hayati (ekstrak daun pagoda atau bunga pukul empat)


🚜 Persiapan Lahan

✔ Pengolahan tanah sedalam 30–40 cm, pemberian dolomit dan didiamkan 2 pekan

✔ Pupuk dasar: pupuk kandang 20 ton/ha, NPK 16:16:16 (500 kg/ha), ZA (200 kg/ha)

✔ Pembuatan bedengan zig-zag atau selang-seling dengan jarak tanam 50 cm x 70 cm


🌾 Penanaman

✔ Dilakukan pada sore hari untuk menghindari stres tanaman

🌿 Perawatan

✔ Pemupukan susulan NPK 16:16:16 sebanyak 500 kg/ha tiap pekan sejak umur 1 bulan

✔ Penanaman jagung sebagai barrier/pelindung tanaman cabai

✔ Sanitasi lahan, penyemprotan bioinsektisida dan fungisida campuran saat tanaman terserang


📊 OUTPUT / HASIL KEGIATAN:

✅ Petani memahami dan mampu menerapkan teknologi PROLIGA secara mandiri

✅ Terlaksananya demplot budidaya cabai sistem PROLIGA

✅ Peningkatan produktivitas cabai mencapai ±15,81 s.d 22,78 ton/hektare

✅ Produktivitas meningkat hingga 2 kali lipat dibanding pola konvensional

✅ Meningkatnya semangat dan kepercayaan diri petani dalam budidaya cabai intensif


Dengan inovasi PROLIGA, diharapkan petani mampu meningkatkan produksi sekaligus kesejahteraan keluarga tani secara berkelanjutan.


Sumber: Balitbangtan

LPM: Agus Prasojo, SP.

[Red_AKw]

-----

Kunjungi kami di:

IG: @jejak_penyuluh

FB: Jejak Penyuluh Pertanian

https://jejak-penyuluh.blogspot.com


°

°

°

#kementerianpertanian #pusluhtanri #bppsdmp #pusluhtanri #amran_sulaiman #distanhortijabar #dedimulyadi71 #distanhorbunkabbogor #kabupatenbogor #rudysusmanto #jaro_ade #kecamatancaringin #kecamatancijeruk #kecamatancigombong #jejak_penyuluh #proliga #petanicabai

Kamis, 26 Februari 2026

SEMANGAT BARU PENYULUH PERTANIAN SWADAYA CIBURAYUT, DAMPINGI PETANI HORTIKULTURA



Penyuluh Pertanian Swadaya (PPS) Desa Ciburayut, Kecamatan Cigombong, Kabupaten Bogor, Kang Cecep, menunjukkan komitmennya dalam mendampingi para petani hortikultura di wilayah binaannya. Sejak mulai bertugas di tahun 2026 menggantikan Bapak Hasanuddin yang telah memasuki masa purna bakti, Kang Cecep aktif turun langsung ke lapangan memberikan bimbingan teknis dan motivasi kepada para petani.

Pendampingan difokuskan pada budidaya tanaman hortikultura, khususnya aneka sayuran daun, cabai, dan tomat. Selain itu, pengembangan komoditas buah-buahan seperti stroberi dan melon juga terus digencarkan sebagai upaya peningkatan nilai tambah dan pendapatan petani.

Melalui kegiatan pendampingan rutin, diskusi teknis, serta praktik langsung di lahan, diharapkan petani semakin memahami teknik budidaya yang baik dan benar, mulai dari persiapan lahan, pemupukan berimbang, pengendalian hama penyakit, hingga panen dan pascapanen.

Kehadiran PPS di tengah petani menjadi energi baru dalam mendorong peningkatan produktivitas dan kualitas hasil hortikultura di Desa Ciburayut dan sekitarnya. Sinergi dan kolaborasi yang terbangun menjadi kunci dalam mewujudkan pertanian yang maju, mandiri, dan modern.

Output/Hasil Kegiatan:

Meningkatnya pemahaman petani terkait teknik budidaya hortikultura yang baik dan benar.

Peningkatan intensitas pendampingan pada komoditas sayuran daun, cabai, dan tomat.

Berkembangnya budidaya buah hortikultura seperti stroberi dan melon.

Terjalinnya komunikasi dan koordinasi yang lebih aktif antara PPS dan petani.

Meningkatnya semangat dan motivasi petani dalam mengembangkan usaha taninya.

[Red_AKw]
-----

Kunjungi kami di:
IG: @jejak_penyuluh
FB: Jejak Penyuluh Pertanian
https://jejak-penyuluh.blogspot.com⁠�
°
°
°
#kementerianpertanian #pusluhtanri #bppsdmp #pusluhtanri #amran_sulaiman #distanhortijabar #dedimulyadi71 #distanhorbunkabbogor #kabupatenbogor #rudysusmanto #jaro_ade #kecamatancaringin #kecamatancijeruk #kecamatancigombong #jejak_penyuluh #desaciburayut















SEMANGAT BARU KELOMPOKTANI KERUKUNAN TANI CIMANDE, BERSATU TINGKATKAN KESEJAHTERAAN PETANI



Kelompoktani Kerukunan Tani Cimande merupakan kelompoktani hasil peremajaan dari Kelompoktani Berkah Tani Cimande yang kini semakin solid dan berkembang. Dengan luasan garapan hampir mencapai 50 hektar, para petani membudidayakan berbagai komoditas hortikultura jenis sayuran sebagai sumber utama penghasilan mereka.

Di bawah kepemimpinan Bapak Haji Achmad Suhaemi, Kelompoktani Kerukunan Tani Cimande bertekad kuat untuk membantu anggotanya dalam penyediaan sarana dan prasarana produksi pertanian, hingga membuka akses pemasaran hasil panen dengan harga jual yang lebih berpihak kepada petani. Harapannya, seluruh anggota dapat menikmati hasil jerih payahnya secara lebih adil dan optimal, sejalan dengan cita-cita utama kelompok yaitu meningkatkan kesejahteraan petani.

Sebagaimana disampaikan oleh Bapak Supendi dan Bapak Haji Sodri, yang saat ini menggarap lahan seluas 1–2 hektar, usaha tani yang dijalankan belum sepenuhnya mampu meningkatkan taraf ekonomi keluarga secara signifikan. “Besar harapan kami tergabung dalam Kelompoktani Kerukunan Tani Cimande kami dapat memiliki akses permodalan yang lebih mudah dan menjual hasil panen kami dengan harga yang jauh berpihak kepada kami,” ujar Bapak Haji Sodri di sela obrolan hangat bersama Penyuluh Pertanian Desa Lemahduhur Kecamatan Caringin Kabupaten Bogor.

Kehadiran Penyuluh Pertanian di tengah-tengah petani diharapkan menjadi penerang, pendamping, serta jembatan dalam menyelesaikan berbagai permasalahan yang dihadapi petani melalui jalur birokrasi, sehingga program pemberdayaan benar-benar tepat sasaran dan sesuai kebutuhan petani di lapangan.

Output/Hasil Kegiatan:
✅ Terbentuk dan terorganisirnya kembali Kelompoktani Kerukunan Tani Cimande hasil peremajaan kelembagaan.
✅ Meningkatnya semangat dan komitmen anggota dalam penguatan kelembagaan kelompok.
✅ Teridentifikasinya permasalahan utama petani terkait akses permodalan dan pemasaran hasil.
✅ Terbangunnya koordinasi antara petani dan Penyuluh Pertanian dalam upaya fasilitasi solusi melalui jalur birokrasi.
✅ Tersusunnya rencana tindak lanjut penguatan sarana produksi dan akses pasar yang lebih berpihak kepada petani.


[Red_AKw]
-----

Kunjungi kami di:
IG: @jejak_penyuluh
FB: Jejak Penyuluh Pertanian
https://jejak-penyuluh.blogspot.com
°
°
°
#kementerianpertanian #pusluhtanri #bppsdmp #pusluhtanri #amran_sulaiman #distanhortijabar #dedimulyadi71 #distanhorbunkabbogor #kabupatenbogor #rudysusmanto #jaro_ade #kecamatancaringin #kecamatancijeruk #kecamatancigombong #jejak_penyuluh #desalemahduhur #kelompoktanikerukunantanicimande







PEMUPUKAN DURIAN PRODUKTIF: PPS DESA LEMAHDUHUR DAMPINGI PETANI DURIAN DI KP. NANGLEUNG DESA LEMAHDUHUR KEC. CARINGIN



Penyuluh Pertanian Swadaya (PPS) Desa Lemahduhur Kecamatan Caringin, Kang Hikmatullah yang akrab disapa Kang Cuik, melaksanakan kegiatan pendampingan teknis pemupukan tanaman durian produktif bersama para petani durian di Kampung Nangleng, Desa Lemahduhur, Kecamatan Caringin, Kabupaten Bogor.

Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan produktivitas, kualitas buah, serta menjaga kesehatan tanaman durian yang telah memasuki fase menghasilkan. Dalam kesempatan tersebut, PPS memberikan edukasi langsung di kebun terkait teknik pemupukan berimbang dengan menggunakan campuran Pupuk NPK Mutiara, bokasi, dolomit, serta asam humat.

Pada tanaman durian yang sudah berbuah (umur ±5 tahun ke atas), kebutuhan unsur hara semakin tinggi karena tanaman memerlukan nutrisi untuk pertumbuhan vegetatif sekaligus pembentukan bunga dan buah.

Adapun komposisi dan dosis pemupukan yang disampaikan dalam pendampingan antara lain:
✅ Pupuk NPK Mutiara: 0.5 s.d 1 kg per pohon (disesuaikan umur dan diameter tajuk)
✅ Bokasi/pupuk organik: 15–25 kg per pohon
✅ Dolomit: 1–2 kg per pohon (untuk menetralkan pH tanah)
✅ Asam humat: 50–100 ml dilarutkan dalam 10–15 liter air per pohon

Tata Cara Aplikasi Pemupukan:
1️⃣ Pembersihan area tajuk
Bersihkan gulma di bawah tajuk daun (daerah proyeksi percabangan terluar).
2️⃣ Pembuatan larikan/parit melingkar
Buat parit melingkar sedalam ±10–15 cm mengikuti garis tajuk daun, karena akar aktif penyerap hara berada di area tersebut.
3️⃣ Aplikasi pupuk padat (ditabur dan dibenamkan)
Campurkan NPK Mutiara dengan dolomit.
Taburkan secara merata di dalam larikan/parit melingkar.
Tambahkan bokasi di atasnya (atau dapat dicampurkan seluruh bahan pupuk di awal sebelum dilakukan pemupukan). Tutup kembali dengan tanah agar pupuk tidak menguap dan tercuci air hujan.
4️⃣ Aplikasi asam humat (dikocor/dicor)
Larutkan asam humat ke dalam air, lalu siramkan (dikocor) merata di area perakaran/tajuk setelah pemupukan padat selesai dilakukan.
Pemupukan idealnya dilakukan 2–3 kali dalam setahun, yaitu:
Setelah panen
Menjelang pembungaan
Saat pembesaran buah

Melalui pendampingan ini, petani mendapatkan pemahaman bahwa pemupukan tidak dilakukan di pangkal batang, melainkan di bawah tajuk daun karena di situlah akar aktif menyerap unsur hara.

Output/Hasil Kegiatan
✔️ Meningkatnya pemahaman petani tentang dosis dan teknik pemupukan berimbang pada durian produktif.
✔️ Petani mampu mempraktikkan langsung pembuatan larikan pupuk sesuai standar teknis.
✔️ Meningkatnya kesadaran penggunaan pupuk organik dan pembenah tanah untuk menjaga kesuburan jangka panjang.
✔️ Diharapkan terjadi peningkatan ukuran buah, kualitas rasa, dan jumlah produksi pada musim panen berikutnya.

Kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen PPS dalam mendukung peningkatan produksi hortikultura khususnya komoditas durian unggulan di wilayah Kecamatan Caringin, Kabupaten Bogor.

[Red_AKw]
-----
Kunjungi kami di:
IG: @jejak_penyuluh
FB: Jejak Penyuluh Pertanian
https://jejak-penyuluh.blogspot.com
°
°
°
#kementerianpertanian #pusluhtanri #bppsdmp #pusluhtanri #amran_sulaiman #distanhortijabar #dedimulyadi71 #distanhorbunkabbogor #kabupatenbogor #rudysusmanto #jaro_ade #kecamatancaringin #kecamatancijeruk #kecamatancigombong #jejak_penyuluh #desalemahduhur

PEMUPUKAN PADI SAWAH, PENYULUH PASTIKAN PETANI TERAPKAN 5 T DI DESA CARINGIN



Kegiatan pemupukan padi sawah dilaksanakan di Kelompoktani Suka Tani III yang berlokasi di Kampung Babakan Selaawi, Desa Caringin, Kecamatan Caringin, Kabupaten Bogor, tepatnya di lahan sawah milik Bapak Haji Ujang.

Pada kesempatan ini, Penyuluh Pertanian melakukan pendampingan langsung guna memastikan proses pemupukan berjalan sesuai prinsip 5 T, yaitu:

1️⃣ Tepat Jenis
Pemilihan jenis pupuk harus sesuai dengan kebutuhan tanaman dan kondisi lahan. Pada padi sawah, umumnya digunakan pupuk Urea (sumber Nitrogen), NPK (unsur hara makro lengkap), serta pupuk tambahan sesuai hasil rekomendasi atau analisis tanah. Pemilihan jenis pupuk yang tepat akan mendukung pertumbuhan vegetatif, pembentukan anakan, hingga pengisian bulir secara optimal.

2️⃣ Tepat Waktu
Pemupukan dilakukan sesuai fase pertumbuhan tanaman, seperti fase awal (vegetatif), fase pembentukan anakan, dan fase primordia/pembungaan. Keterlambatan atau terlalu cepat dalam pemberian pupuk dapat menyebabkan pertumbuhan tidak maksimal dan berdampak pada penurunan hasil produksi.

3️⃣ Tepat Sasaran
Pupuk harus diberikan pada tanaman yang benar-benar membutuhkan, sesuai luasan dan kondisi pertanaman. Penempatan pupuk diarahkan di sekitar perakaran agar unsur hara dapat terserap secara efektif oleh tanaman.

4️⃣ Tepat Dosis
Dosis pupuk harus sesuai anjuran rekomendasi. Kekurangan dosis menyebabkan tanaman tidak tumbuh optimal, sedangkan kelebihan dosis dapat menyebabkan pemborosan biaya, keracunan tanaman, serta berdampak negatif pada lingkungan.

5️⃣ Tepat Tempat
Pupuk diaplikasikan pada lahan dan posisi yang benar, yaitu di sekitar zona perakaran dan tidak ditebar sembarangan. Penempatan yang tepat meningkatkan efisiensi serapan unsur hara dan meminimalkan kehilangan pupuk.

Selain itu, Penyuluh Pertanian juga menghimbau agar pemupukan tidak dilakukan saat cuaca panas terik maupun saat akan turun hujan, apalagi ketika hujan berlangsung. Mengapa demikian?
Saat cuaca panas terik, pupuk terutama yang mengandung Nitrogen seperti Urea dapat mengalami penguapan (volatilisasi). Pupuk yang mencair dan menguap tersebut tidak sepenuhnya terserap oleh tanaman sehingga efisiensinya menurun dan merugikan petani.
Jika pemupukan dilakukan saat akan turun hujan atau ketika hujan, pupuk dapat tersapu atau terbawa aliran air (run off). Hal ini menyebabkan unsur hara hilang sebelum sempat diserap akar tanaman, sehingga mengurangi efektivitas pemupukan dan berpotensi mencemari lingkungan.

Dengan pengawalan dan pendampingan intensif ini, diharapkan petani semakin memahami pentingnya pemupukan berimbang dan tepat guna guna meningkatkan produktivitas padi sawah serta mendukung ketahanan pangan di wilayah Kecamatan Caringin.

Output/Hasil Kegiatan:
✅ Petani memahami dan menerapkan prinsip 5 T dalam pemupukan padi sawah
✅ Meningkatnya kesadaran petani terhadap efisiensi penggunaan pupuk
✅ Mengurangi risiko kehilangan unsur hara akibat kesalahan waktu aplikasi
✅ Meningkatkan potensi produktivitas dan kualitas hasil panen padi

[Red_AKw]
-----

Kunjungi kami di: 
IG: @jejak_penyuluh 
FB: Jejak Penyuluh Pertanian 
https://jejak-penyuluh.blogspot.com 
° 
° 
° 
#kementerianpertanian #pusluhtanri #bppsdmp #pusluhtanri #amran_sulaiman #distanhortijabar #dedimulyadi71 #distanhorbunkabbogor #kabupatenbogor #rudysusmanto #jaro_ade #kecamatancaringin #kecamatancijeruk #kecamatancigombong #jejak_penyuluh #desacaringin #kelompoktanisukatani3





Rabu, 25 Februari 2026

ASPIRASI MASYARAKAT DI RESES DPR RI: PENYULUH PERTANIAN DAN KTNA CARINGIN TURUT HADIRI RESES DAN KAWAL ASPIRASI PETANI



Penyuluh Pertanian Desa Caringin bersama Ketua KTNA Kecamatan Caringin menghadiri kegiatan Reses Anggota DPR RI Komisi IX yaitu Bapak drh. H. Achmad Ru’yat, M.Si., yang dilaksanakan di Kampung Dukuh Babakan Selaawi, Desa Caringin, Kecamatan Caringin, Kabupaten Bogor.

Kegiatan reses ini juga dihadiri oleh KH. Entis Sutisna selaku Ketua MUI Kecamatan Caringin beserta jajaran, serta para tokoh masyarakat di wilayah Kecamatan Caringin.

Dalam forum tersebut, isu utama yang diangkat adalah pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dinilai masih belum sesuai dengan ketentuan, baik dari sisi kesesuaian anggaran maupun kualitas menu yang disajikan. Aspirasi ini disampaikan langsung oleh KH. Entis Sutisna kepada Bapak H. Achmad Ru’yat selaku Anggota DPR RI Komisi IX yang bermitra dengan Badan Gizi Nasional (BGN).

Menanggapi hal tersebut, Bapak H. Achmad Ru’yat menyampaikan bahwa aspirasi terkait MBG telah banyak diterima dan telah beberapa kali disampaikan kepada pihak BGN agar dilakukan pembenahan di tingkat SPPG, sehingga pengadaan dan pelaksanaan program MBG dapat berjalan sesuai aturan yang telah ditetapkan.

Pada kesempatan yang sama, Apih Moch Gumyadi selaku Ketua KTNA Kecamatan Caringin turut menyampaikan apresiasi atas fasilitasi sarana produksi pertanian melalui jalur aspirasi yang difasilitasi oleh Bapak H. Achmad Ru’yat. Bantuan tersebut hingga saat ini dirasakan manfaatnya secara nyata oleh para petani penerima manfaat di wilayah Kecamatan Caringin.

Kehadiran Penyuluh Pertanian dalam kegiatan ini menjadi wujud sinergi antara petani, tokoh masyarakat, dan pemangku kebijakan dalam mengawal program strategis pemerintah sekaligus memperjuangkan kepentingan petani di tingkat lapangan.


Output/Hasil Kegiatan:

Tersampaikannya aspirasi masyarakat terkait pelaksanaan Program MBG kepada Anggota DPR RI Komisi IX.

Komitmen untuk mendorong evaluasi dan pembenahan pelaksanaan MBG di tingkat SPPG.

Penguatan sinergi antara Penyuluh Pertanian, KTNA, tokoh masyarakat, dan legislatif.

Apresiasi dan keberlanjutan dukungan sarana produksi pertanian bagi petani di Kecamatan Caringin.

[Red_AKw]
-----
Kunjungi kami di:
IG: @jejak_penyuluh
FB: Jejak Penyuluh Pertanian
https://jejak-penyuluh.blogspot.com
°
°
°
#kementerianpertanian #pusluhtanri #bppsdmp #pusluhtanri #amran_sulaiman #distanhortijabar #dedimulyadi71 #distanhorbunkabbogor #kabupatenbogor #rudysusmanto #jaro_ade #kecamatancaringin #kecamatancijeruk #kecamatancigombong #jejak_penyuluh

PERSEMAIAN CABAI MERAH BESAR, LANGKAH AWAL MENUJU PANEN BERKUALITAS DAN PRODUKTIVITAS MAKSIMAL DI KELOMPOKTANI SUKAMANAH

  *PERSEMAIAN CABAI MERAH BESAR, LANGKAH AWAL MENUJU PANEN BERKUALITAS DAN PRODUKTIVITAS MAKSIMAL DI KELOMPOKTANI SUKAMANAH* ----- Kegiata...