Pengembangan komoditas unggulan terus dilakukan oleh Kelompoktani Pirang Maju Jaya yang diketuai oleh Apih Moch Gumyadi. Kelompoktani ini telah lama dikenal aktif membudidayakan berbagai varietas talas, seperti Talas Pratama 1, Pratama 2, Pratama 3, serta beberapa jenis talas lainnya. Sebagai upaya diversifikasi dan peningkatan nilai ekonomi, kini di lahan milik Bapak Ade Suningrat dikembangkan budidaya 400 batang Talas Bentoel.
Talas Bentoel merupakan salah satu varietas talas yang memiliki potensi ekonomi tinggi. Varietas ini dikenal memiliki ukuran umbi yang besar, bentuk umbi relatif seragam, tekstur daging umbi lebih padat, rasa lebih pulen, serta kadar gatal yang lebih rendah dibandingkan beberapa jenis talas lokal. Selain itu, produktivitas Talas Bentoel cukup tinggi, memiliki daya simpan yang baik setelah panen, serta berpeluang besar dikembangkan sebagai bahan baku aneka olahan pangan seperti keripik, tepung talas, hingga berbagai produk kuliner bernilai tambah. Keunggulan tersebut menjadikan Talas Bentoel sebagai salah satu komoditas yang prospektif untuk meningkatkan pendapatan petani.
Dalam pengelolaannya, Bapak Ade Suningrat menerapkan sistem tumpangsari dengan tanaman jagung dan kacang tanah. Pola tanam ini memberikan berbagai manfaat, di antaranya meningkatkan efisiensi pemanfaatan lahan, mengurangi pertumbuhan gulma karena lahan lebih tertutup, menekan risiko kegagalan usaha tani melalui diversifikasi hasil panen, meningkatkan pendapatan petani dari beberapa komoditas sekaligus, serta membantu menjaga kelembapan tanah.
Keberadaan tanaman jagung juga berfungsi sebagai penutup lahan sehingga dapat mengurangi erosi dan menjaga kondisi mikroklimat di sekitar pertanaman talas. Sementara itu, kacang tanah sebagai tanaman leguminosa memiliki kemampuan membentuk bintil akar yang bersimbiosis dengan bakteri Rhizobium untuk mengikat nitrogen dari udara. Nitrogen tersebut akan memperkaya unsur hara tanah sehingga meningkatkan kesuburan lahan, mengurangi kebutuhan pupuk nitrogen anorganik, memperbaiki struktur tanah melalui perkembangan sistem perakaran, serta mendukung pertumbuhan tanaman talas secara lebih optimal dan berkelanjutan.
Di sela-sela kegiatan pemeliharaan Talas Bentoel, berlangsung diskusi antara Penyuluh Pertanian dengan Ketua Kelompoktani Pirang Maju Jaya mengenai peluang pemanfaatan kembali lahan untuk budidaya padi sawah. Salah satu pembahasan utama adalah potensi penyediaan air irigasi. Mengingat lokasi lahan tidak jauh dari Sungai Cisadane yang memiliki debit air melimpah sepanjang tahun, meskipun posisi sungai berada lebih rendah dari lahan, kondisi tersebut dinilai masih memungkinkan dimanfaatkan melalui pembangunan Irigasi Perpompaan (Irpom). Apabila hasil kajian teknis menunjukkan kelayakan, Penyuluh Pertanian akan mengusulkan fasilitasi pembangunan Irpom guna mendukung perluasan areal tanam padi sawah, meningkatkan intensitas tanam, memperkuat ketahanan pangan, serta meningkatkan kesejahteraan petani di wilayah tersebut.
_*Kesimpulan:*_
Kegiatan pengembangan Talas Bentoel di Kelompoktani Pirang Maju Jaya menunjukkan komitmen petani dalam mengembangkan komoditas bernilai ekonomi tinggi dengan menerapkan sistem budidaya yang ramah lingkungan melalui pola tumpangsari. Selain meningkatkan produktivitas dan pendapatan petani, kegiatan ini juga membuka peluang pengembangan kembali lahan menjadi areal persawahan melalui dukungan Irigasi Perpompaan yang memanfaatkan potensi Sungai Cisadane sebagai sumber air berkelanjutan.
[Red_AKw]
-------
Kunjungi kami di:
IG: @jejak_penyuluh
FB: Jejak Penyuluh Pertanian
https://jejak-penyuluh.blogspot.com
°
°
°
#kementerianpertanian #pusluhtanri #bppsdmp #pusluhtanri #amran_sulaiman #distanhortijabar #dedimulyadi71 #distanhorbunkabbogor #kabupatenbogor #rudysusmanto #jaro_ade #kecamatancaringin #kecamatancijeruk #kecamatancigombong #jejak_penyuluh #desamuarajaya #kelompoktanipirangmajujaya






















