Rabu, 28 Oktober 2026

ANAK USIA DINI BELAJAR BERTANI LANGSUNG DI SAWAH, KELOMPOKTANI KARYA PRISMA JADI WADAH EDUKASI PERTANIAN



Kelompoktani tidak hanya berfungsi sebagai wadah belajar bagi petani, tetapi juga dapat menjadi sarana edukasi pertanian bagi dunia pendidikan formal sejak usia dini.


Hal tersebut terlihat dari kegiatan kunjungan edukasi Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Al-Barokah ke Kelompoktani Karya Prisma yang berlokasi di Kampung Nyeunang, Desa Muarajaya, Kecamatan Caringin, Kabupaten Bogor. Dalam kegiatan ini, anak-anak diperkenalkan secara langsung dengan dunia pertanian, mulai dari mengenal berbagai jenis tanaman pangan, hortikultura, dan perkebunan hingga praktik menanam padi di sawah.


Dengan penuh ketelatenan dan kesabaran, Kang Beni Muhibbin selaku Petugas Organisme Pengganggu Tumbuhan (POPT), bersama Bapak Dayat Hidayat dan Bapak Apud dari Kelompoktani Karya Prisma, membimbing anak-anak untuk mengenal tata cara menanam padi, menanam sayuran, serta merawat tanaman agar tumbuh dengan baik dan menghasilkan panen yang dapat dimanfaatkan sebagai bahan pangan.


Melalui pembelajaran langsung di lapangan, anak-anak memperoleh pengalaman berharga untuk memahami bahwa nasi yang mereka konsumsi setiap hari berasal dari tanaman padi yang ditanam dan dirawat oleh para petani. Kegiatan ini juga menjadi sarana menanamkan kecintaan terhadap pertanian, mengenalkan pentingnya pangan, serta menumbuhkan apresiasi terhadap peran petani sejak usia dini.


Kolaborasi antara Kelompoktani dan lembaga pendidikan seperti ini diharapkan dapat terus dikembangkan sebagai upaya mengenalkan pertanian kepada generasi penerus bangsa sekaligus membangun kesadaran akan pentingnya menjaga ketahanan pangan sejak dini.


Ceritakan pengalaman Anda di kolom komentar.

[Red_AKw]

-------

Kunjungi kami di:

IG: @jejak_penyuluh

FB: Jejak Penyuluh Pertanian

https://jejak-penyuluh.blogspot.com


°

°

°

#kementerianpertanian #pusluhtanri #bppsdmp #pusluhtanri #amran_sulaiman #distanhortijabar #dedimulyadi71 #distanhorbunkabbogor #kabupatenbogor #rudysusmanto #jaro_ade #kecamatancaringin #kecamatancijeruk #kecamatancigombong #jejak_penyuluh #desa #desamuarajaya #kelompoktani #kelompoktanikaryaprisma #popt #paud_albarokah




















POTENSI PERKEBUNAN KOPI 35 HEKTARE! PENYULUH PERTANIAN BERSAMA TIM UPT & POPT LAKUKAN IDENTIFIKASI PENGEMBANGAN KOPI ROBUSTA DI DESA CIMANDE

Penyuluh Pertanian WKPP Cimande bersama Kepala dan Kasubag UPT Pertanian Wilayah VII, Ibu Tjietjie Farida dan Bapak Junaidi, serta Petugas Organisme Pengganggu Tumbuhan (POPT), Kang Beni Muhibin, melaksanakan kegiatan identifikasi potensi perkebunan komoditas kopi di Kelompoktani Tawakal, Kampung Baru, Desa Cimande, Kecamatan Caringin, Kabupaten Bogor.

Kelompoktani Tawakal yang diketuai oleh Bapak Nurdin ini tidak hanya aktif membudidayakan tanaman hortikultura jenis sayuran, tetapi juga mengembangkan komoditas kopi. Saat ini, perkebunan kopi yang telah menghasilkan panen mencapai 5 hektare. Berdasarkan hasil identifikasi di lapangan, Kelompoktani Tawakal memiliki potensi pengembangan perkebunan kopi hingga 35 hektare. Potensi tersebut menjadi peluang untuk meningkatkan produktivitas lahan, memperluas usaha tani, serta mendorong peningkatan pendapatan petani melalui pengembangan komoditas perkebunan yang sesuai dengan kondisi agroklimat setempat.

Mengingat lokasi perkebunan berada pada ketinggian kurang dari 900 meter di atas permukaan laut (mdpl), Kepala UPT Pertanian Wilayah VII, Ibu Tjietjie Farida, merekomendasikan pengembangan kopi jenis Robusta. Kopi Robusta (Coffea canephora) relatif sesuai untuk wilayah dataran rendah hingga menengah, umumnya pada ketinggian sekitar 100–900 mdpl, dengan suhu hangat sekitar 22–30°C. Tanaman ini memiliki pertumbuhan yang kuat dan relatif lebih tahan terhadap penyakit karat daun dibandingkan kopi Arabika. Karakteristik tersebut menjadikan Robusta sebagai pilihan potensial untuk dikembangkan di kawasan Kampung Baru, dengan tetap memperhatikan kesesuaian tanah, ketersediaan air, drainase, dan pemeliharaan tanaman.

Sementara itu, kopi Arabika (Coffea arabica) umumnya lebih sesuai dibudidayakan di dataran tinggi dengan suhu lebih sejuk, lazimnya sekitar 1.000–2.000 mdpl. Pada dataran rendah yang bersuhu lebih panas, Arabika berisiko mengalami gangguan pertumbuhan, penurunan kualitas biji, serta peningkatan tekanan fisiologis tanaman. Oleh karena itu, pengembangan kopi Robusta pada lahan potensial seluas 35 hektare di Kelompoktani Tawakal diharapkan menjadi langkah strategis untuk mengoptimalkan pemanfaatan lahan dan meningkatkan nilai ekonomi perkebunan kopi di Desa Cimande.

Melalui kegiatan identifikasi potensi ini, Penyuluh Pertanian bersama UPT Pertanian Wilayah VII dan POPT mendorong pengembangan komoditas kopi yang sesuai dengan kondisi lingkungan setempat. Sinergi antara petugas pertanian dan Kelompoktani diharapkan mampu memperkuat usaha tani, meningkatkan produksi, serta mendukung kesejahteraan petani secara berkelanjutan.

Ceritakan pengalaman Anda di kolom komentar.
[Red_AKw]
--------

Kunjungi kami di:
IG: @jejak_penyuluh
FB: Jejak Penyuluh Pertanian
https://jejak-penyuluh.blogspot.com

°
°
°
#kementerianpertanian #pusluhtanri #bppsdmp #pusluhtanri #amran_sulaiman #distanhortijabar #dedimulyadi71 #distanhorbunkabbogor #kabupatenbogor #rudysusmanto #jaro_ade #kecamatancaringin #kecamatancijeruk #kecamatancigombong #jejak_penyuluh #desaCimande #kelompoktaniTawakal















Selasa, 27 Oktober 2026

PENANAMAN PADI PM-AAS VARIETAS INPARI 49 DI KELOMPOKTANI KARYA PRISMA DESA MUARAJAYA, UPAYA MENINGKATKAN PRODUKSI MENUJU SWASEMBADA PANGAN BERKELANJUTAN



Penyuluh Pertanian WKPP Muarajaya dan Petugas Organisme Pengganggu Tumbuhan (POPT) Kecamatan Caringin melakukan pendampingan kegiatan budidaya padi sawah Musim Tanam (MT) III yang dilaksanakan oleh Kelompoktani Karya Prisma di Kampung Nyeunang, Desa Muarajaya, Kecamatan Caringin, Kabupaten Bogor. Pada musim tanam kali ini, petani menerapkan metode PM-AAS (Pertanian Modern Advance Agriculture System) dengan menggunakan varietas padi Inpari 49 sebagai upaya mendukung peningkatan produktivitas pertanian.

Ketua Kelompoktani Karya Prisma, Ustadz Hidayatullah, menargetkan sebagian lahan persawahan di Kampung Nyeunang dapat menerapkan metode PM-AAS secara bertahap. Langkah ini sejalan dengan arahan Kementerian Pertanian Republik Indonesia untuk mendorong peningkatan produksi padi hingga dua kali lipat serta memperkuat upaya mewujudkan swasembada pangan berkelanjutan. Melalui penerapan teknologi pertanian modern dan pendampingan Penyuluh Pertanian, diharapkan produktivitas lahan meningkat, kesejahteraan petani semakin baik, dan ketahanan pangan nasional semakin kuat.

Ceritakan pengalaman Anda di kolom komentar.
[Red_AKw]
--------

Kunjungi kami di:
IG: @jejak_penyuluh
FB: Jejak Penyuluh Pertanian
https://jejak-penyuluh.blogspot.com

°
°
°
#kementerianpertanian #pusluhtanri #bppsdmp #pusluhtanri #amran_sulaiman #distanhortijabar #dedimulyadi71 #distanhorbunkabbogor #kabupatenbogor #rudysusmanto #jaro_ade #kecamatancaringin #kecamatancijeruk #kecamatancigombong #jejak_penyuluh #desaMuarajaya #kelompoktaniKaryaPrisma 

#pmaas









Jumat, 23 Oktober 2026

MONITORING PADI SAWAH PM-AAS DI PASIRBUNCIR, PENYULUH PERTANIAN BERSAMA POPT IDENTIFIKASI GANGGUAN PERTUMBUHAN DAN KENDALIKAN HAMA TIKUS



PASIRBUNCIR – Penyuluh Pertanian bersama Petugas Organisme Pengganggu Tumbuhan (POPT) melaksanakan monitoring pertumbuhan dan perkembangan tanaman padi sawah yang dibudidayakan menggunakan metode PM-AAS di Kelompoktani Satria Muda, Desa Pasirbuncir, Kecamatan Caringin, Kabupaten Bogor.

Dari hasil monitoring, ditemukan beberapa petak sawah yang pertumbuhan dan perkembangannya kurang optimal. Menindaklanjuti temuan tersebut, Penyuluh Pertanian setempat, Ibu Deudeu, SH, SP., bersama petugas POPT melakukan identifikasi lebih lanjut. Hasil identifikasi menunjukkan bahwa tanaman mengalami keterlambatan pemupukan yang diperparah oleh kondisi kekeringan, sehingga pertumbuhan dan perkembangan tanaman padi terganggu.

Dalam kesempatan tersebut, Ibu Deudeu, SH, SP., mengimbau petani agar melaksanakan pemupukan secara tepat waktu, tepat dosis, dan sesuai rekomendasi budidaya padi sawah metode PM-AAS.

Adapun rekomendasi pemupukan yang disampaikan meliputi:

1. Pemupukan pertama: pada umur 20–25 hari setelah tanam (HST), menggunakan NPK Phonska sebanyak 300 kg/ha.

2. Pemupukan kedua: pada umur 40–45 HST, menggunakan Urea sebanyak 175 kg/ha yang dicampur dengan NPK Phonska sebanyak 100 kg/ha.

3. Pemupukan susulan: apabila diperlukan, Urea sebanyak 175 kg/ha dapat diberikan pada fase primordia dengan mempertimbangkan kondisi tanaman dan rekomendasi teknis setempat.

Selain pemupukan anorganik, pengelolaan kesuburan tanah dan pemenuhan kebutuhan unsur hara juga perlu diperhatikan. Pada saat pengolahan lahan, pemberian pupuk organik perlu dilakukan sesuai kebutuhan dan kondisi lahan. Pupuk organik cair (POC) dapat ditambahkan sesuai kebutuhan tanaman dan petunjuk penggunaan produk.

Untuk mendukung kekuatan batang dan membantu mengurangi risiko kerebahan, silika padat dapat diaplikasikan sekitar 400 kg/ha sebelum atau saat tanam sesuai rekomendasi teknis. Sementara itu, silika cair dapat diberikan pada umur 25, 35, 45, dan 55 HST sesuai dosis pada label produk. Penggunaan Zat Pengatur Tumbuh (ZPT) juga perlu disesuaikan dengan fase vegetatif maupun generatif tanaman serta petunjuk penggunaan yang berlaku.

PENGENDALIAN HAMA TIKUS DENGAN PENDAMPINGAN POPT

Kegiatan dilanjutkan dengan pengendalian serangan hama tikus pada lahan sawah milik Ketua Kelompoktani Satria Bergitar, Bapak Asep Saepuloh, yang akrab disapa Bapak Duleh.

Pengendalian tersebut didampingi langsung oleh Kang Beni Muhibin selaku Petugas Organisme Pengganggu Tumbuhan (POPT), dengan metode fumigasi pada lubang tikus sesuai prosedur pengendalian yang berlaku.

Pengendalian hama tikus perlu dilakukan secara tepat dan terpadu untuk menekan risiko kerusakan tanaman serta mengurangi potensi kehilangan hasil panen. Pelaksanaannya harus memperhatikan keselamatan petani, lingkungan, dan organisme bukan sasaran, serta mengikuti petunjuk teknis penggunaan bahan fumigan.

Ceritakan pengalaman Anda di kolom komentar.
[Red_AKw]
-------
Kunjungi kami di:
IG: @jejak_penyuluh
FB: Jejak Penyuluh Pertanian
https://jejak-penyuluh.blogspot.com

°
°
°
#kementerianpertanian #pusluhtanri #bppsdmp #pusluhtanri #amran_sulaiman #distanhortijabar #dedimulyadi71 #distanhorbunkabbogor #kabupatenbogor #rudysusmanto #jaro_ade #kecamatancaringin #kecamatancijeruk #kecamatancigombong #jejak_penyuluh #desapasirbuncir #kelompoktanisatriamuda #pmaas #popt









Kamis, 22 Oktober 2026

ESTAFET KEPEMIMPINAN! KELOMPOKTANI TAWAKAL RESMI PEREMAJAAN PENGURUS UNTUK MASA BAKTI 2026–2030



Pada Selasa malam, 20 Oktober 2026, pukul 21.00 WIB, telah dilaksanakan kegiatan peremajaan kepengurusan Kelompoktani Tawakal melalui musyawarah mufakat. Kegiatan ini menjadi langkah penting dalam memperkuat kelembagaan petani serta melanjutkan perjuangan pembangunan pertanian di Kecamatan Caringin, Kabupaten Bogor.

Berdasarkan hasil musyawarah mufakat, telah disepakati susunan kepengurusan Kelompoktani Tawakal masa bakti 2026–2030 sebagai berikut:

Ketua: Nurdin
Sekretaris: Syaprudin
Bendahara: Faizal Mayang Mulyono
Seksi Produksi dan Budidaya: Ujang
Seksi Sarana Produksi (Saprotan): Komar
Seksi Pengendalian Organisme Pengganggu Tumbuhan (OPT): Acep
Seksi Pengairan dan Konservasi Lahan: Endang
Seksi Pemasaran dan Kemitraan: Nurdin
Seksi Humas dan Pengembangan SDM: Edi

Dalam kesempatan tersebut, Penyuluh Pertanian Desa Cimande menyampaikan bahwa Kelompoktani Tawakal memiliki sejarah dan perjalanan panjang dalam pembangunan pertanian. Pada masa sebelumnya, kelompok ini dipimpin oleh tokoh luar biasa, yaitu Bapak H. Bunyamin, yang memiliki kiprah besar dalam memajukan pertanian di Kabupaten Bogor, khususnya pada sektor peternakan.

Dengan terbentuknya kepengurusan yang baru di bawah kepemimpinan Bapak Nurdin, diharapkan semangat perjuangan dan pengabdian para pendahulu dapat terus dilanjutkan. Kepengurusan yang baru diharapkan mampu memperkuat kekompakan anggota, meningkatkan produktivitas usaha tani, mengembangkan kemitraan, serta mendorong kesejahteraan petani di Kecamatan Caringin dan sekitarnya.

Penyuluh Pertanian setempat juga menegaskan bahwa Kelompoktani merupakan wadah bagi para petani untuk berhimpun, bekerja sama, dan mencapai tujuan bersama demi meningkatkan kesejahteraan. Oleh karena itu, seluruh aktivitas dan pengelolaan organisasi Kelompoktani Tawakal hendaknya dilaksanakan secara terbuka, transparan, dan bertanggung jawab kepada seluruh anggota.

Ceritakan pengalaman Anda di kolom komentar.
[Red_AKw]
------
Kunjungi kami di:
IG: @jejak_penyuluh
FB: Jejak Penyuluh Pertanian
https://jejak-penyuluh.blogspot.com

°
°
°
#kementerianpertanian #pusluhtanri #bppsdmp #pusluhtanri #amran_sulaiman #distanhortijabar #dedimulyadi71 #distanhorbunkabbogor #kabupatenbogor #rudysusmanto #jaro_ade #kecamatancaringin #kecamatancijeruk #kecamatancigombong #jejak_penyuluh #desaCimande #kelompoktaniTawakal






Sabtu, 17 Oktober 2026

PEMBELAJARAN MATA KULIAH POD DI P4S ANTANAN DESA CIMANDE, MAHASISWA POLBANGTAN BOGOR BELAJAR LANGSUNG PADA SUMBERNYA



Pada Kamis, 15 Oktober 2026, sebanyak 68 mahasiswa Tingkat I Kelas IA dan IB Program Studi Penyuluhan Peternakan dan Kesejahteraan Hewan, Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) Bogor, melaksanakan kunjungan praktik mata kuliah Pendidikan Orang Dewasa (POD) di Pusat Pelatihan Pertanian Pedesaan Swadaya (P4S) Antanan, Cimande, Kabupaten Bogor, yang langsung didampingi oleh Prof. Dr. Drs. Lukman Effendy, M.Si., dan Bapak Opik A. Taopik, S.Pd., M.Pd., serta Bapak  Abdul Solihin, A.Md. Kom.

Dalam sambutannya, Prof. Dr. Drs. Lukman Effendy, M.Si. menyampaikan bahwa kunjungan praktik ke P4S Antanan merupakan kesempatan bagi mahasiswa untuk memahami secara langsung penerapan prinsip Pendidikan Orang Dewasa dalam kegiatan pelatihan pertanian di pedesaan. Melalui pembelajaran di lapangan, mahasiswa diharapkan mampu menghubungkan teori yang diperoleh di bangku kuliah dengan kondisi nyata di masyarakat, sekaligus memahami pentingnya pengalaman, partisipasi aktif, dan kemandirian peserta dalam proses pembelajaran. Beliau juga menekankan pentingnya peran penyuluh pertanian sebagai fasilitator yang mampu mendorong peningkatan kapasitas petani dan pelaku usaha pertanian.

Dalam kegiatan tersebut, Bapak Suhandi selaku Ketua P4S Antanan menyampaikan materi mengenai P4S sebagai lembaga pelatihan pertanian yang tumbuh dan berkembang atas inisiatif serta kemandirian pelaku utama pertanian di pedesaan. Penyampaian materi turut didukung oleh Bapak Haji Agus Asmara, Bapak Haji Nur Ichwan, dan Bapak Sofyan Hadi. Melalui kegiatan ini, mahasiswa memperoleh wawasan mengenai peran P4S dalam meningkatkan pengetahuan, keterampilan, dan kapasitas sumber daya manusia pertanian melalui pembelajaran berbasis pengalaman dan praktik langsung di lapangan.

Pada kesempatan tersebut, Bapak Opik A. Taopik, S.Pd., M.Pd. turut menyampaikan bahwa kegiatan praktikum ini menjadi sarana pembelajaran kontekstual bagi mahasiswa untuk mengenal lebih dekat proses pendidikan dan pelatihan yang berkembang di tengah masyarakat pertanian. Menurutnya, interaksi langsung dengan pengelola P4S dan pelaku pertanian memberikan pengalaman berharga dalam memahami metode pembelajaran orang dewasa yang menempatkan pengalaman peserta sebagai bagian penting dalam proses belajar. Ia berharap mahasiswa dapat mengambil pelajaran dari praktik baik yang diterapkan P4S Antanan serta mengembangkan kemampuan komunikasi, pendampingan, dan penyuluhan yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat.

Sebagai testimoni atas pelaksanaan kegiatan, Prof. Dr. Drs. Lukman Effendy, M.Si. dan Bapak Opik A. Taopik, S.Pd., M.Pd. menilai bahwa kunjungan ke P4S Antanan memberikan nilai tambah bagi mahasiswa karena menghadirkan suasana belajar yang nyata, partisipatif, dan dekat dengan kehidupan masyarakat pertanian. Kegiatan ini juga memperlihatkan bahwa P4S dapat menjadi mitra strategis lembaga pendidikan dalam mendukung proses pembelajaran, pertukaran pengetahuan, serta penguatan kompetensi calon penyuluh pertanian. Pengalaman tersebut diharapkan dapat menjadi bekal bagi mahasiswa dalam menjalankan peran profesionalnya di masa mendatang.

Kegiatan dipandu langsung oleh Penyuluh Pertanian setempat, dengan suasana pembelajaran berlangsung lancar, menarik, interaktif, dan seru. Para mahasiswa mendapatkan kesempatan untuk menambah wawasan, mengenal praktik pendidikan orang dewasa di lingkungan pertanian pedesaan, serta memahami pentingnya kolaborasi antara penyuluh pertanian, pengelola P4S, dan generasi muda pertanian dalam mendukung pembangunan pertanian yang maju, mandiri, dan berkelanjutan. Kunjungan ini diharapkan dapat menjadi pengalaman belajar yang bermanfaat sekaligus memperkuat pemahaman mahasiswa terhadap penerapan metode penyuluhan dan pelatihan pertanian di masyarakat.

Ceritakan pengalaman Anda di kolom komentar.
[Red_AKw]
------
Kunjungi kami di:
IG: @jejak_penyuluh
FB: Jejak Penyuluh Pertanian
https://jejak-penyuluh.blogspot.com

°
°
°
#kementerianpertanian #pusluhtanri #bppsdmp #pusluhtanri #amran_sulaiman #distanhortijabar #dedimulyadi71 #distanhorbunkabbogor #kabupatenbogor #rudysusmanto #jaro_ade #kecamatancaringin #kecamatancijeruk #kecamatancigombong #jejak_penyuluh #desacimande #p4santanan #polbangtanbogorofficial



























ANAK USIA DINI BELAJAR BERTANI LANGSUNG DI SAWAH, KELOMPOKTANI KARYA PRISMA JADI WADAH EDUKASI PERTANIAN

Kelompoktani tidak hanya berfungsi sebagai wadah belajar bagi petani, tetapi juga dapat menjadi sarana edukasi pertanian bagi dunia pendidik...