Minggu, 03 Mei 2026

SEMANGAT MINGGU PAGI! KWT SRI REZEKI OPTIMALKAN BUDIDAYA SAYURAN DAN TERAPKAN TEKNIK PEMANGKASAN JAGUNG UNTUK HASIL MAKSIMAL



Kegiatan Minggu pagi di Kelompok Wanita Tani (KWT) Sri Rezeki, Desa Lemahduhur, Kecamatan Caringin, Kabupaten Bogor berlangsung penuh semangat dan kebersamaan. KWT yang diketuai oleh Ibu Siti Susanti ini melaksanakan pemeliharaan berbagai tanaman sayuran yang saat ini tengah dibudidayakan.

Adapun jenis sayuran yang dibudidayakan meliputi kangkung, bayam, caisim, dan pakcoy. Kegiatan pemeliharaan yang dilakukan mencakup penyiraman, penyiangan gulma, serta pemupukan guna menjaga pertumbuhan tanaman tetap optimal dan produktif.

Tidak hanya fokus pada tanaman sayuran daun, KWT Sri Rezeki juga melakukan perawatan pada tanaman jagung pipil. Salah satu teknik yang diterapkan adalah pemangkasan daun bagian bawah hingga sebagian daun atas. Kegiatan ini memiliki tujuan penting, di antaranya untuk meningkatkan efisiensi penyerapan nutrisi menuju tongkol, memperbaiki sirkulasi udara di sekitar tanaman, serta mengurangi kelembapan yang dapat memicu serangan hama dan penyakit.

Pemangkasan daun pada jagung pipil umumnya dilakukan saat tanaman memasuki fase generatif awal, yaitu pada umur sekitar 45–60 hari setelah tanam (HST), atau ketika tongkol mulai terbentuk. Daun yang dipangkas biasanya adalah daun bagian bawah yang sudah tua atau tidak produktif, serta sebagian daun atas yang menutupi tongkol agar proses pengisian biji dapat berlangsung lebih optimal.

Melalui kegiatan ini, KWT Sri Rezeki menunjukkan komitmennya dalam menerapkan teknik budidaya yang baik dan benar guna meningkatkan hasil produksi serta kualitas panen. Peran aktif anggota kelompok juga menjadi bukti bahwa pemberdayaan perempuan di sektor pertanian mampu memberikan kontribusi nyata terhadap ketahanan pangan keluarga.


Output/Hasil Kegiatan:

Terlaksananya pemeliharaan tanaman sayuran daun secara optimal

Meningkatnya pemahaman anggota KWT terkait teknik budidaya jagung pipil yang baik

Penerapan teknik pemangkasan daun jagung untuk mendukung peningkatan hasil produksi

Terjaganya kekompakan dan semangat gotong royong antar anggota KWT

Potensi peningkatan hasil panen sayuran dan jagung pipil ke depan


[Red_AKw]
-----
Kunjungi kami di:
IG: @jejak_penyuluh
FB: Jejak Penyuluh Pertanian
https://jejak-penyuluh.blogspot.com
°
°
°
#kementerianpertanian #pusluhtanri #bppsdmp #pusluhtanri #amran_sulaiman #distanhortijabar #dedimulyadi71 #distanhorbunkabbogor #kabupatenbogor #rudysusmanto #jaro_ade #kecamatancaringin #kecamatancijeruk #kecamatancigombong #jejak_penyuluh #desalemahduhur #kelompokwanitatanisrirezeki #kwtsrirezeki

KELOMPOKTANI ALAM TANGKIL MANDIRI GENJOT PRODUKSI CABAI RAWIT HINGGA PULUHAN RIBU BATANG



Kegiatan penanaman cabai rawit kembali dilakukan oleh Kelompoktani Alam Tangkil Mandiri sebagai bentuk komitmen dalam meningkatkan produktivitas hortikultura di wilayah binaan. Pada gelombang ke-6 ini, kelompoktani yang diketuai oleh Bapak Haji Agus Kosasih berhasil melakukan penanaman sebanyak 15.000 pohon cabai rawit di lahan baru seluas 0,8 hektare yang sebelumnya telah melalui proses pengolahan lahan secara optimal.

Kegiatan ini tidak hanya menjadi rutinitas budidaya, namun juga merupakan wujud nyata sinergi antara petani dan Penyuluh Pertanian setempat dalam mendorong peningkatan produksi serta pemanfaatan lahan secara maksimal. Dengan penerapan teknik budidaya yang baik dan berkelanjutan, diharapkan hasil panen dapat memberikan nilai tambah ekonomi bagi anggota kelompoktani.

Hingga saat ini, total tanaman cabai rawit yang telah dibudidayakan oleh Kelompoktani Alam Tangkil Mandiri mencapai 60.000 batang. Dengan tambahan pada penanaman gelombang ke-6 ini, maka secara keseluruhan jumlah tanaman cabai yang telah ditanam mencapai 75.000 batang, termasuk tanaman yang sudah memasuki fase produksi dan mulai menghasilkan buah.

Peran aktif Penyuluh Pertanian setempat yaitu Ibu Deudeu SH, SP., dalam mendampingi petani mulai dari tahap persiapan lahan, penanaman hingga pemeliharaan menjadi faktor penting dalam keberhasilan kegiatan ini. Diharapkan, keberhasilan ini dapat menjadi inspirasi bagi kelompoktani lainnya dalam meningkatkan skala usaha dan produktivitas pertanian.

OUTPUT KEGIATAN:

Terlaksananya penanaman cabai rawit sebanyak 15.000 batang pada lahan seluas 0,8 Ha

Total keseluruhan tanaman cabai yang dibudidayakan mencapai 75.000 batang

Meningkatnya semangat dan kapasitas petani dalam budidaya cabai berkelanjutan

Terjalinnya sinergi yang baik antara Penyuluh Pertanian dan Kelompoktan

Sebagian tanaman telah memasuki fase produksi dan menghasilkan buah


[Red_AKw]
-------
Kunjungi kami di:
IG: @jejak_penyuluh
FB: Jejak Penyuluh Pertanian
https://jejak-penyuluh.blogspot.com

°
°
°
#kementerianpertanian #pusluhtanri #bppsdmp #pusluhtanri #amran_sulaiman #distanhortijabar #dedimulyadi71 #distanhorbunkabbogor #kabupatenbogor #rudysusmanto #jaro_ade #kecamatancaringin #kecamatancijeruk #kecamatancigombong #jejak_penyuluh #desatangkil #kelompoktanialamtangkilmandiri

Jumat, 01 Mei 2026

PHT HAMA LALAT BUAH PADA TANAMAN CABAI: LANGKAH TERPADU MENUJU HASIL PANEN OPTIMAL



Jumat, 1 Mei 2026 | Penyuluh Pertanian WKPP Pasirbuncir dan WKPP Cinagara, Ibu Deudeu SH, SP., menyampaikan pentingnya penerapan Pengendalian Hama Terpadu (PHT) dalam mengatasi serangan lalat buah pada tanaman cabai. Serangan hama ini kerap menjadi salah satu penyebab utama penurunan produksi dan kualitas hasil panen petani.
Dalam kegiatan penyuluhan di lapangan, Ibu Deudeu menjelaskan bahwa lalat buah (Bactrocera spp.) merupakan hama yang menyerang buah cabai dengan cara bertelur di dalam buah. Larva yang menetas kemudian berkembang di dalam buah dan menyebabkan kerusakan serius.

“Gejala serangan lalat buah dapat dikenali dari adanya bercak atau tusukan kecil pada permukaan buah, buah menjadi busuk dan mudah rontok, serta terdapat belatung di dalam buah,” jelasnya.

Prinsip Pengendalian Hama Terpadu (PHT)
Lebih lanjut, beliau menekankan bahwa pengendalian lalat buah harus dilakukan secara terpadu dengan prinsip:
Terpadu (mengombinasikan berbagai metode)
Ramah lingkungan
Berkelanjutan
Pendekatan ini bertujuan untuk menjaga keseimbangan ekosistem sekaligus menekan populasi hama secara efektif tanpa merusak lingkungan.

Upaya Pencegahan (Preventif)
Dalam praktik di lapangan, beberapa langkah pencegahan yang dianjurkan meliputi:
Sanitasi kebun, dengan memusnahkan buah yang terserang agar tidak menjadi sumber berkembangnya hama.
Pergiliran tanaman, untuk menghindari penanaman cabai secara terus-menerus di lahan yang sama.
Penggunaan mulsa plastik, guna menekan perkembangan hama dari dalam tanah.
Pemasangan perangkap atraktan, seperti menggunakan methyl eugenol untuk menarik dan menangkap lalat buah.
Tanam serempak, agar siklus hidup hama dapat diputus secara alami.

Ibu Deudeu juga menekankan beberapa hal penting dalam pengendalian lalat buah:
Melakukan monitoring minimal 1–2 kali per minggu
Menggunakan ambang kendali sebelum melakukan tindakan
Mengombinasikan berbagai metode pengendalian
Mengutamakan cara yang ramah lingkungan
“Pengendalian yang efektif bukan hanya bergantung pada satu metode saja, tetapi kombinasi antara sanitasi, penggunaan perangkap, pemanfaatan agen hayati, serta monitoring rutin,” tambahnya.

Kesimpulan
Melalui penerapan PHT yang tepat, petani diharapkan mampu menekan serangan lalat buah secara signifikan sehingga produksi cabai tetap optimal dan berkualitas. Kombinasi antara sanitasi + perangkap + hayati + monitoring menjadi kunci utama keberhasilan pengendalian hama ini.

Sumber:
Materi penyuluhan berdasarkan infografis “PHT Hama Lalat Buah pada Tanaman Cabai (Pencegahan & Pengendalian Terpadu)” yang disampaikan oleh Penyuluh Pertanian, serta mengacu pada prinsip umum Pengendalian Hama Terpadu (PHT) dalam budidaya hortikultura.


[Red_AKw]
-------
Kunjungi kami di:
IG: @jejak_penyuluh
FB: Jejak Penyuluh Pertanian
https://jejak-penyuluh.blogspot.com

°
°
°
#kementerianpertanian #pusluhtanri #bppsdmp #pusluhtanri #amran_sulaiman #distanhortijabar #dedimulyadi71 #distanhorbunkabbogor #kabupatenbogor #rudysusmanto #jaro_ade #kecamatancaringin #kecamatancijeruk #kecamatancigombong #jejak_penyuluh

Kamis, 30 April 2026

SINERGI KELOMPOKTANI: MANFAATKAN LIMBAH TERNAK SAPI JADI PUPUK ORGANIK BERNILAI



Penyuluh Pertanian WKPP Muarajaya sekaligus WKPP Cimande melaksanakan fasilitasi diskusi antara Ketua Kelompoktani Sulanjana Mandiri Sejahtera yang berlokasi di Desa Lemahduhur Kecamatan Caringin dengan anggota Kelompoktani Ciherang Bersatu yang berlokasi di Kp. Bojong Koneng Desa Ciherang Pondok Kecamatan Caringin Kabupaten Bogor.

Kegiatan ini bertujuan untuk menjawab kebutuhan petani terhadap ketersediaan pupuk kandang. Dalam diskusi tersebut, Penyuluh Pertanian menyampaikan adanya peluang pemanfaatan limbah faeces ternak sapi potong dari mitra yang berbeda di Karyana Gita Utama (KGU) Cidahu Sukabumi sebanyak ±7 ton yang dapat dimanfaatkan secara gratis oleh petani, dengan catatan biaya armada pengangkutan ditanggung oleh kelompoktani.

Limbah faeces ternak sapi potong tersebut merupakan campuran antara kotoran sapi, sekam padi, dan serbuk gergaji kayu yang sebelumnya digunakan sebagai alas kandang (litter). Meskipun masih dalam kondisi mentah, bahan ini sangat potensial untuk diolah menjadi kompos berkualitas melalui proses pengomposan sederhana secara mandiri oleh Kelompoktani Sulanjana Mandiri Sejahtera yang diketuai oleh Bapak Haji Kurdi dan Kelompoktani Ciherang Bersatu oleh Bapak Doel.

Kandungan Limbah Faeces Ternak Sapi Potong:
Unsur hara makro: Nitrogen (N), Fosfor (P), Kalium (K) yang penting untuk pertumbuhan tanaman
Unsur hara mikro: Kalsium (Ca), Magnesium (Mg), serta mikro lainnya
Bahan organik tinggi yang mampu memperbaiki struktur tanah
Sekam padi: meningkatkan aerasi dan porositas tanah
Serbuk gergaji: sebagai sumber karbon (C) untuk keseimbangan rasio C/N dalam proses pengomposan

Tahapan Pembuatan Kompos Sederhana:
Persiapan Bahan: Limbah faeces sapi campuran sekam dan serbuk kayu disiapkan di tempat teduh
Penyusunan: Tumpuk bahan setinggi ±1–1,5 meter di atas tanah atau terpal
Penambahan Aktivator: Tambahkan larutan dekomposer (misalnya EM4 atau sejenisnya seperti Ekstragen) untuk mempercepat proses fermentasi
Pengaturan Kelembapan: Siram air secukupnya hingga lembab (tidak terlalu basah)
Penutupan: Tutup tumpukan menggunakan terpal untuk menjaga suhu dan kelembapan
Pembalikan: Lakukan pembalikan setiap 5–7 hari agar proses berlangsung merata
Pematangan: Kompos siap digunakan setelah 3–4 minggu, ditandai dengan warna coklat kehitaman, tidak berbau, dan suhu normal

Melalui kegiatan ini, diharapkan kelompoktani mampu memanfaatkan sumber daya lokal secara optimal, meningkatkan kemandirian dalam penyediaan pupuk organik, serta mendukung pertanian berkelanjutan di wilayah binaan.

Output/Hasil Kegiatan:

Terjalinnya koordinasi dan kerjasama antar kelompoktani dalam pemanfaatan limbah ternak

Tersedianya sumber bahan baku pupuk organik sebanyak ±7 ton

Meningkatnya pengetahuan dan keterampilan petani dalam pembuatan kompos sederhana

Rencana tindak lanjut pengangkutan dan pengolahan limbah menjadi kompos oleh kelompoktani

[Red_AKw]
-------
Kunjungi kami di:
IG: @jejak_penyuluh
FB: Jejak Penyuluh Pertanian
https://jejak-penyuluh.blogspot.com

°
°
°
#kementerianpertanian #pusluhtanri #bppsdmp #pusluhtanri #amran_sulaiman #distanhortijabar #dedimulyadi71 #distanhorbunkabbogor #kabupatenbogor #rudysusmanto #jaro_ade #kecamatancaringin #kecamatancijeruk #kecamatancigombong #jejak_penyuluh #desalemahduhur #desaciherangpondok #kelompoktanisulanjanamandirisejahtera #kelompoktaniciherangbersatu







































































SEMANGAT MINGGU PAGI! KWT SRI REZEKI OPTIMALKAN BUDIDAYA SAYURAN DAN TERAPKAN TEKNIK PEMANGKASAN JAGUNG UNTUK HASIL MAKSIMAL

Kegiatan Minggu pagi di Kelompok Wanita Tani (KWT) Sri Rezeki, Desa Lemahduhur, Kecamatan Caringin, Kabupaten Bogor berlangsung penuh seman...