Selasa, 30 Juni 2026

BIMBINGAN TEKNIS HIDROPONIK KWT EMBUN PAGI, LANGKAH NYATA WUJUDKAN PERTANIAN MODERN DAN PRODUKTIF



Program Pengabdian Masyarakat dari Universitas Djuanda Bogor melaksanakan kegiatan Bimbingan Teknis Teknik Budidaya Sayuran secara Hidroponik di Kelompok Wanita Tani (KWT) Embun Pagi, Desa Cimande Hilir, Kecamatan Caringin, Kabupaten Bogor. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pengetahuan, keterampilan, dan kapasitas anggota KWT dalam mengembangkan budidaya sayuran hidroponik sebagai salah satu inovasi pertanian yang ramah lingkungan, produktif, dan bernilai ekonomi.

Materi yang disampaikan dalam kegiatan meliputi teknik dasar budidaya tanaman sayuran secara hidroponik oleh Ibu Yeyen Mulyaningsih, manajemen budidaya tanaman sayuran secara hidroponik oleh Bapak Hikmmatul Miftah, serta strategi pemasaran hasil pertanian oleh Ibu Syaima Lailatul Mubarokah. Adapun komoditas yang dibudidayakan pada instalasi hidroponik KWT Embun Pagi antara lain bayam merah, pakcoy, romaine, dan kailan.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Ketua TP PKK Desa Cimande Hilir, Ibu Jameela Bisyir, serta Sekretaris Desa Cimande Hilir, Bapak Mulyadi (Bapak Damuy), yang memberikan dukungan dan motivasi kepada seluruh anggota KWT agar bantuan instalasi hidroponik dapat dimanfaatkan secara optimal, berkelanjutan, dan memberikan manfaat bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Pada kesempatan tersebut, Penyuluh Pertanian setempat turut memberikan penguatan materi mengenai pentingnya penggunaan pestisida nabati sebagai alternatif pengendalian belalang, pentingnya menjaga kebersihan lahan dari gulma yang dapat menjadi tempat berkembangnya ulat dan hama lainnya, memastikan instalasi hidroponik tetap terawat dan tidak terbengkalai, serta melakukan pemangkasan dahan tanaman durian agar sinar matahari dapat masuk secara optimal ke area instalasi hidroponik sehingga pertumbuhan tanaman menjadi lebih baik.

_*Kesimpulan:*_
Kegiatan bimbingan teknis ini meningkatkan pengetahuan dan keterampilan anggota KWT Embun Pagi dalam budidaya sayuran hidroponik, mulai dari teknik budidaya, manajemen usaha, hingga strategi pemasaran. Sinergi antara perguruan tinggi, pemerintah desa, dan Penyuluh Pertanian diharapkan mampu mendorong keberlanjutan pemanfaatan instalasi hidroponik sehingga menjadi sumber pangan sehat sekaligus meningkatkan pendapatan masyarakat.


[Red_AKw]
------
Kunjungi kami di:
IG: @jejak_penyuluh
FB: Jejak Penyuluh Pertanian
https://jejak-penyuluh.blogspot.com
°
°
°
#kementerianpertanian #pusluhtanri #bppsdmp #pusluhtanri #amran_sulaiman #distanhortijabar #dedimulyadi71 #distanhorbunkabbogor #kabupatenbogor #rudysusmanto #jaro_ade #kecamatancaringin #kecamatancijeruk #kecamatancigombong #jejak_penyuluh #desacimandehilir #kelompokwanitataniembunpagi #kwtembunpagi #unida #universitasdjuandabogor


























PANEN MELIMPAH, HARGA MENURUN! HARAPAN PETANI JAGUNG MANIS EXSOTIC UNTUK MENDAPATKAN HARGA YANG LEBIH BAIK



Panen jagung manis dilaksanakan oleh Kelompoktani Pirang Maju Jaya yang berlokasi di Kp. Muara RT/RW 004/004, Desa Muarajaya, Kecamatan Caringin, Kabupaten Bogor. Pada musim panen kali ini, varietas yang dipanen adalah jagung manis Exsotic, salah satu varietas unggul yang memiliki cita rasa sangat manis, biji berwarna kuning cerah, ukuran tongkol seragam, serta tekstur biji yang renyah. Varietas Exsotic juga dikenal memiliki potensi hasil yang tinggi, pertumbuhan tanaman yang seragam, daya adaptasi yang baik terhadap berbagai kondisi lahan, dan memiliki tampilan yang menarik sehingga banyak diminati oleh pasar.

Kelompoktani Pirang Maju Jaya yang diketuai oleh Apih Moch Gumyadi telah cukup lama membudidayakan jagung manis di beberapa lahan garapannya, baik di lahan utama yang berada di Desa Muarajaya maupun di lahan yang berada di Kampung Nagrog dan Kampung Gajud. Keberhasilan budidaya tersebut menunjukkan komitmen dan pengalaman petani dalam menerapkan teknik budidaya yang baik sehingga mampu menghasilkan panen yang melimpah dan berkualitas.

Namun demikian, keberhasilan produksi tersebut belum sepenuhnya diikuti dengan peningkatan kesejahteraan petani. Saat ini harga jual jagung manis di tingkat petani mengalami penurunan sehingga banyak petani mengeluhkan rendahnya harga meskipun hasil panen yang diperoleh cukup melimpah. Kondisi ini menjadi tantangan yang perlu mendapat perhatian bersama agar petani tetap memperoleh keuntungan yang layak dan tetap termotivasi untuk mempertahankan produksi jagung manis sebagai salah satu komoditas hortikultura unggulan di Kecamatan Caringin.


_*Kesimpulan:*_
Panen jagung manis varietas Exsotic di Kelompoktani Pirang Maju Jaya membuktikan bahwa penerapan budidaya yang baik mampu menghasilkan produksi yang tinggi dan berkualitas. Namun, melimpahnya hasil panen belum diimbangi dengan harga jual yang menguntungkan sehingga diperlukan upaya bersama untuk memperkuat akses pasar, memperbaiki tata niaga, dan meningkatkan nilai tambah produk agar kesejahteraan petani dapat terus meningkat.

[Red_AKw]
------
Kunjungi kami di:
IG: @jejak_penyuluh
FB: Jejak Penyuluh Pertanian
https://jejak-penyuluh.blogspot.com
°
°
°
#kementerianpertanian #pusluhtanri #bppsdmp #pusluhtanri #amran_sulaiman #distanhortijabar #dedimulyadi71 #distanhorbunkabbogor #kabupatenbogor #rudysusmanto #jaro_ade #kecamatancaringin #kecamatancijeruk #kecamatancigombong #jejak_penyuluh #desamuarajaya #kelompoktanipirangmajujaya






Senin, 29 Juni 2026

TALAS BENTOEL, INOVASI BUDIDAYA YANG MENJANJIKAN MENUJU PERTANIAN BERKELANJUTAN



Pengembangan komoditas unggulan terus dilakukan oleh Kelompoktani Pirang Maju Jaya yang diketuai oleh Apih Moch Gumyadi. Kelompoktani ini telah lama dikenal aktif membudidayakan berbagai varietas talas, seperti Talas Pratama 1, Pratama 2, Pratama 3, serta beberapa jenis talas lainnya. Sebagai upaya diversifikasi dan peningkatan nilai ekonomi, kini di lahan milik Bapak Ade Suningrat dikembangkan budidaya 400 batang Talas Bentoel.

Talas Bentoel merupakan salah satu varietas talas yang memiliki potensi ekonomi tinggi. Varietas ini dikenal memiliki ukuran umbi yang besar, bentuk umbi relatif seragam, tekstur daging umbi lebih padat, rasa lebih pulen, serta kadar gatal yang lebih rendah dibandingkan beberapa jenis talas lokal. Selain itu, produktivitas Talas Bentoel cukup tinggi, memiliki daya simpan yang baik setelah panen, serta berpeluang besar dikembangkan sebagai bahan baku aneka olahan pangan seperti keripik, tepung talas, hingga berbagai produk kuliner bernilai tambah. Keunggulan tersebut menjadikan Talas Bentoel sebagai salah satu komoditas yang prospektif untuk meningkatkan pendapatan petani.

Dalam pengelolaannya, Bapak Ade Suningrat menerapkan sistem tumpangsari dengan tanaman jagung dan kacang tanah. Pola tanam ini memberikan berbagai manfaat, di antaranya meningkatkan efisiensi pemanfaatan lahan, mengurangi pertumbuhan gulma karena lahan lebih tertutup, menekan risiko kegagalan usaha tani melalui diversifikasi hasil panen, meningkatkan pendapatan petani dari beberapa komoditas sekaligus, serta membantu menjaga kelembapan tanah.

Keberadaan tanaman jagung juga berfungsi sebagai penutup lahan sehingga dapat mengurangi erosi dan menjaga kondisi mikroklimat di sekitar pertanaman talas. Sementara itu, kacang tanah sebagai tanaman leguminosa memiliki kemampuan membentuk bintil akar yang bersimbiosis dengan bakteri Rhizobium untuk mengikat nitrogen dari udara. Nitrogen tersebut akan memperkaya unsur hara tanah sehingga meningkatkan kesuburan lahan, mengurangi kebutuhan pupuk nitrogen anorganik, memperbaiki struktur tanah melalui perkembangan sistem perakaran, serta mendukung pertumbuhan tanaman talas secara lebih optimal dan berkelanjutan.

Di sela-sela kegiatan pemeliharaan Talas Bentoel, berlangsung diskusi antara Penyuluh Pertanian dengan Ketua Kelompoktani Pirang Maju Jaya mengenai peluang pemanfaatan kembali lahan untuk budidaya padi sawah. Salah satu pembahasan utama adalah potensi penyediaan air irigasi. Mengingat lokasi lahan tidak jauh dari Sungai Cisadane yang memiliki debit air melimpah sepanjang tahun, meskipun posisi sungai berada lebih rendah dari lahan, kondisi tersebut dinilai masih memungkinkan dimanfaatkan melalui pembangunan Irigasi Perpompaan (Irpom). Apabila hasil kajian teknis menunjukkan kelayakan, Penyuluh Pertanian akan mengusulkan fasilitasi pembangunan Irpom guna mendukung perluasan areal tanam padi sawah, meningkatkan intensitas tanam, memperkuat ketahanan pangan, serta meningkatkan kesejahteraan petani di wilayah tersebut.

_*Kesimpulan:*_
Kegiatan pengembangan Talas Bentoel di Kelompoktani Pirang Maju Jaya menunjukkan komitmen petani dalam mengembangkan komoditas bernilai ekonomi tinggi dengan menerapkan sistem budidaya yang ramah lingkungan melalui pola tumpangsari. Selain meningkatkan produktivitas dan pendapatan petani, kegiatan ini juga membuka peluang pengembangan kembali lahan menjadi areal persawahan melalui dukungan Irigasi Perpompaan yang memanfaatkan potensi Sungai Cisadane sebagai sumber air berkelanjutan.

[Red_AKw]
-------
Kunjungi kami di:
IG: @jejak_penyuluh
FB: Jejak Penyuluh Pertanian
https://jejak-penyuluh.blogspot.com
°
°
°
#kementerianpertanian #pusluhtanri #bppsdmp #pusluhtanri #amran_sulaiman #distanhortijabar #dedimulyadi71 #distanhorbunkabbogor #kabupatenbogor #rudysusmanto #jaro_ade #kecamatancaringin #kecamatancijeruk #kecamatancigombong #jejak_penyuluh #desamuarajaya #kelompoktanipirangmajujaya



Minggu, 28 Juni 2026

MANISAN CABAI HITS, INOVASI OLAHAN CABAI BERNILAI TAMBAH YANG SIAP MENEMBUS PASAR!



Dalam upaya meningkatkan nilai tambah komoditas hortikultura, mr. Mumuh Muhtar selaku Penyuluh Pertanian Swadaya (PPS) Desa Ciadeg Kecamatan Cigombong mendorong pengembangan inovasi olahan cabai melalui pembuatan Manisan Cabai Hits sebagai salah satu produk pangan yang memiliki cita rasa khas, yaitu perpaduan manis, pedas, dan gurih yang menggugah selera. Produk ini diolah dari 100% cabai segar asli dengan proses yang higienis serta tanpa menggunakan bahan pengawet berbahaya, sehingga aman dikonsumsi dan memiliki daya tarik tersendiri bagi masyarakat.

Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan motivasi kepada petani dan Kelompoktani agar tidak hanya menjual hasil panen dalam bentuk segar, tetapi juga mampu mengolahnya menjadi produk bernilai ekonomi tinggi. Selain memperpanjang umur simpan cabai, pengolahan ini diharapkan dapat meningkatkan pendapatan petani, memperluas peluang usaha, serta menciptakan produk unggulan lokal yang mampu bersaing di pasar.

Produk Jeuluetot – Aneka Olahan Cabe hadir dengan berbagai varian, yaitu Chili Powder, Chili Oil, Manisan Cabe, dan Sambel Goreng, yang dapat menjadi pilihan bagi konsumen pecinta cita rasa pedas khas Indonesia.

[Red_AKw]
-------
Kunjungi kami di:
IG: @jejak_penyuluh
FB: Jejak Penyuluh Pertanian
https://jejak-penyuluh.blogspot.com
°
°
°
#kementerianpertanian #pusluhtanri #bppsdmp #pusluhtanri #amran_sulaiman #distanhortijabar #dedimulyadi71 #distanhorbunkabbogor #kabupatenbogor #rudysusmanto #jaro_ade #kecamatancaringin #kecamatancijeruk #kecamatancigombong #jejak_penyuluh #desaciadeg #kelompoktanibarokah #jeuletot

Sabtu, 27 Juni 2026

TINGKATKAN KETERAMPILAN, WUJUDKAN KETAHANAN PANGAN! KWT EMBUN PAGI BELAJAR HIDROPONIK BERSAMA UNIVERSITAS DJUANDA BOGOR



Pertemuan rutin Kelompok Wanita Tani (KWT) Embun Pagi yang berlokasi di Desa Cimande Hilir, Kecamatan Caringin, Kabupaten Bogor, kali ini diisi dengan kegiatan Bimbingan Teknis Budidaya Sayuran Secara Hidroponik. Kegiatan ini mendapat pendampingan langsung dari Tim Universitas Djuanda Bogor yang terdiri dari dosen dan mahasiswa, sebagai bentuk sinergi antara dunia akademik dengan masyarakat dalam meningkatkan kapasitas sumber daya manusia di bidang pertanian.


Pada kegiatan tersebut, peserta memperoleh materi sekaligus praktik secara langsung, mulai dari merangkai dan merakit instalasi hidroponik, pembuatan media semai menggunakan rock wool, pembuatan larutan nutrisi menggunakan AB MIX, hingga teknik penanaman sayuran ke dalam instalasi hidroponik. Seluruh peserta mengikuti setiap tahapan dengan penuh antusias karena metode pembelajaran dilakukan secara interaktif dan aplikatif.


Dalam kesempatan tersebut, Ibu Syaima Lailatul Mubarokah selaku dosen Universitas Djuanda Bogor menyampaikan, "Budidaya sayuran secara hidroponik merupakan salah satu solusi pertanian modern yang dapat diterapkan pada lahan yang terbatas. Melalui bimbingan teknis ini kami berharap ibu-ibu KWT Embun Pagi mampu memahami setiap tahapan budidaya, mulai dari perakitan instalasi, penyemaian menggunakan rock wool, pembuatan larutan nutrisi AB MIX, hingga proses penanaman dan pemeliharaan tanaman. Harapan kami, ilmu yang diperoleh hari ini dapat dipraktikkan secara berkelanjutan sehingga mampu meningkatkan ketersediaan pangan keluarga, membuka peluang usaha, dan menambah pendapatan Kelompoktani."


Setelah kegiatan bimbingan teknis selesai, ibu-ibu KWT Embun Pagi melanjutkan aktivitas dengan melaksanakan panen tomat di kebun KWT sebagai wujud nyata semangat dalam mengembangkan usaha tani serta menjaga keberlanjutan produksi hortikultura di tingkat Kelompoktani.


_*Kesimpulan:*_

Kegiatan Bimbingan Teknis Budidaya Sayuran Secara Hidroponik memberikan tambahan pengetahuan dan keterampilan kepada anggota KWT Embun Pagi dalam menerapkan teknologi budidaya modern. Melalui kolaborasi antara Penyuluh Pertanian, Universitas Djuanda Bogor, dan Kelompoktani diharapkan mampu mendorong peningkatan produktivitas, kemandirian pangan, serta pengembangan usaha tani yang lebih maju, efisien, dan berkelanjutan.


[Red_AKw]

------

Kunjungi kami di:

IG: @jejak_penyuluh

FB: Jejak Penyuluh Pertanian

https://jejak-penyuluh.blogspot.com


°

°

°


#kementerianpertanian #pusluhtanri #bppsdmp #pusluhtanri #amran_sulaiman #distanhortijabar #dedimulyadi71 #distanhorbunkabbogor #kabupatenbogor #rudysusmanto #jaro_ade #kecamatancaringin #kecamatancijeruk #kecamatancigombong #jejak_penyuluh #desacimandehilir #kelompokwanitataniembunpagi #universitasdjuanda #unida













Jumat, 26 Juni 2026

EDAMAME BIOMAX 1, POTENSI HASIL TINGGI DENGAN RATA-RATA 65 POLONG PER TANAMAN



Benih Edamame varietas Biomax 1 merupakan salah satu varietas unggul yang memiliki potensi hasil tinggi. Dengan teknik budidaya yang tepat, setiap tanaman mampu menghasilkan rata-rata 65 polong, sehingga sangat menjanjikan untuk meningkatkan produktivitas dan pendapatan petani.

Keunggulan benih Edamame varietas Biomax 1 dibandingkan varietas edamame lainnya, antara lain:
✅ Potensi produksi lebih tinggi dengan rata-rata 65 polong per tanaman.
✅ Pertumbuhan tanaman lebih seragam sehingga memudahkan pemeliharaan.
✅ Polong berukuran besar, bernas, dan memiliki kualitas yang baik.
✅ Produktivitas tinggi sehingga memberikan peluang keuntungan yang lebih besar bagi petani.
✅ Adaptif terhadap berbagai kondisi lahan dengan penerapan budidaya yang baik.
✅ Cocok dikembangkan sebagai komoditas konsumsi maupun pasar ekspor karena kualitas polong yang menarik.

Melalui kegiatan penyuluhan pertanian ini, petani diberikan informasi mengenai keunggulan varietas Biomax 1, mulai dari pemilihan benih, teknik budidaya, pemupukan berimbang, hingga pemeliharaan tanaman agar potensi hasil dapat tercapai secara optimal.

Diharapkan informasi ini dapat menjadi motivasi bagi petani untuk menggunakan benih unggul bermutu sehingga produktivitas usahatani edamame semakin meningkat, berkualitas, dan mampu memberikan nilai tambah bagi kesejahteraan petani.


_*Kesimpulan:*_
Benih Edamame varietas Biomax 1 merupakan varietas unggul dengan potensi hasil rata-rata mencapai 65 polong per tanaman. Dengan penggunaan benih bermutu serta penerapan budidaya yang baik, varietas ini mampu memberikan produktivitas yang lebih tinggi, kualitas hasil yang lebih baik, serta meningkatkan daya saing dan pendapatan petani.

[Red_AKw]
------
Kunjungi kami di:
IG: @jejak_penyuluh
FB: Jejak Penyuluh Pertanian
https://jejak-penyuluh.blogspot.com

°
°
°

#kementerianpertanian #pusluhtanri #bppsdmp #pusluhtanri #amran_sulaiman #distanhortijabar #dedimulyadi71 #distanhorbunkabbogor #kabupatenbogor #rudysusmanto #jaro_ade #kecamatancaringin #kecamatancijeruk #kecamatancigombong #jejak_penyuluh #desalemahduhur #kelompoktanikerukunantanicimande



Kamis, 25 Juni 2026

MANISAN CABAI: INOVASI PASCA PANEN UNTUK MENINGKATKAN NILAI JUAL CABAI PETANI



Penyuluh Pertanian Swadaya (PPS) Desa Ciadeg, Bapak Mumuh Muhtar yang akrab disapa Mister Mumuh, melaksanakan kegiatan pasca panen cabai melalui pembuatan manisan cabai. Kegiatan ini menjadi salah satu inovasi pengolahan hasil pertanian yang dapat membantu petani dalam meningkatkan nilai tambah komoditas cabai merah besar, khususnya saat hasil panen melimpah dan harga cabai di pasaran mengalami penurunan.

Manisan cabai merupakan produk olahan cabai yang memiliki cita rasa unik, yaitu perpaduan rasa manis, sedikit asam, serta sensasi pedas yang tetap terasa. Produk ini dapat menjadi alternatif olahan cabai yang menarik, memiliki daya simpan lebih baik, dan berpotensi dipasarkan sebagai camilan maupun oleh-oleh khas daerah.

Dalam kegiatan tersebut, Mister Mumuh menjelaskan bahwa bahan utama yang digunakan adalah cabai merah segar dengan ukuran yang relatif seragam, bersih, tidak busuk, tidak memar, tidak terserang hama atau penyakit, serta memiliki warna merah cerah dan segar. Pemilihan cabai yang berkualitas sangat penting karena akan menentukan warna, rasa, tekstur, dan penampilan akhir manisan cabai. Cabai yang berukuran seragam juga membantu proses perendaman, pemasakan, dan penyerapan larutan gula agar lebih merata.

Tahapan pembuatan manisan cabai diawali dengan proses sortasi atau pemilahan cabai. Cabai merah dipilih berdasarkan tingkat kematangan dan kondisi fisiknya, kemudian dicuci menggunakan air bersih untuk menghilangkan debu, tanah, maupun kotoran yang menempel. Setelah dicuci, cabai dapat dibelah atau dibiarkan utuh sesuai kebutuhan, lalu bagian tangkai dan sebagian bijinya dapat dibersihkan untuk mengurangi tingkat kepedasan yang terlalu kuat.

Tahap berikutnya adalah perendaman cabai menggunakan larutan air garam. Cabai direndam dalam air garam secukupnya selama beberapa jam hingga semalaman. Proses ini bertujuan untuk membantu mengurangi rasa pedas yang terlalu tajam, mengurangi getah cabai, menjaga tekstur cabai agar tetap kokoh, serta membantu membersihkan sisa kotoran yang masih menempel. Setelah perendaman, cabai kembali dibilas menggunakan air bersih agar rasa asin tidak terlalu kuat.

Selanjutnya, cabai direndam dalam larutan gula. Larutan gula dibuat dengan mencampurkan gula pasir dan air, kemudian dapat ditambahkan sedikit perasan jeruk nipis atau bahan pengasam makanan secukupnya untuk memberikan rasa segar serta membantu menyeimbangkan rasa manis. Cabai kemudian dimasukkan ke dalam larutan gula dan direndam agar gula dapat meresap ke dalam daging cabai.

Agar rasa manis lebih merata tetapi karakter pedas cabai tetap ada, proses perendaman dalam larutan gula dapat dilakukan secara bertahap. Cabai yang telah direndam dapat dipanaskan dengan api kecil hingga larutan gula mulai meresap, kemudian didiamkan kembali selama beberapa jam atau semalaman. Proses ini dapat diulang sesuai kebutuhan sampai cabai memiliki rasa manis yang cukup, namun sensasi pedas alaminya masih tetap terasa. Penggunaan api kecil sangat penting agar cabai tidak hancur dan teksturnya tetap baik.

Setelah rasa manis dan pedas dirasa seimbang, cabai ditiriskan dari larutan gula. Cabai kemudian dapat dikeringkan menggunakan penjemuran yang higienis, oven suhu rendah, atau alat pengering makanan hingga kadar airnya berkurang. Tahap pengeringan bertujuan agar manisan cabai tidak mudah rusak, memiliki tekstur yang lebih kenyal, serta lebih tahan disimpan. Setelah kering, manisan cabai dapat dikemas dalam kemasan yang bersih, rapat, dan menarik agar siap dipasarkan.

Pengolahan cabai merah besar menjadi manisan cabai memiliki berbagai manfaat. Dari sisi pangan, cabai mengandung vitamin C, vitamin A, antioksidan, serta senyawa capsaicin yang memberikan rasa pedas khas. Dalam jumlah yang wajar, cabai dapat membantu menambah selera makan dan memberikan cita rasa unik pada produk olahan. Namun, konsumsi tetap perlu disesuaikan dengan kondisi tubuh masing-masing, terutama bagi masyarakat yang memiliki gangguan lambung.

Dari sisi ekonomi, pembuatan manisan cabai dapat meningkatkan nilai jual cabai merah besar dibandingkan hanya menjual cabai dalam bentuk segar. Cabai yang melimpah saat panen raya dapat diolah menjadi produk bernilai tambah sehingga membantu mengurangi risiko kerugian akibat harga cabai yang rendah. Produk manisan cabai juga berpeluang dikembangkan sebagai usaha rumah tangga, produk UMKM, camilan khas desa, serta komoditas pemasaran melalui bazar, toko oleh-oleh, pasar lokal, dan media sosial.

Melalui kegiatan ini, diharapkan petani dan Kelompoktani dapat semakin termotivasi untuk melakukan diversifikasi produk pertanian. Pengolahan pasca panen yang tepat tidak hanya menjaga hasil panen agar lebih tahan lama, tetapi juga membuka peluang usaha baru serta meningkatkan pendapatan petani.

_*KESIMPULAN:*_

Kegiatan pembuatan manisan cabai yang dilaksanakan oleh PPS Desa Ciadeg, Bapak Mumuh Muhtar atau Mister Mumuh, merupakan inovasi pasca panen yang bermanfaat untuk meningkatkan nilai tambah cabai merah besar. Dengan pemilihan cabai berkualitas, proses perendaman air garam untuk mengurangi rasa pedas, perendaman larutan gula secara bertahap, serta pengeringan dan pengemasan yang baik, cabai dapat diolah menjadi manisan dengan rasa manis, segar, dan tetap memiliki sensasi pedas khas. Kegiatan ini berpotensi mendukung peningkatan pendapatan petani, mengurangi kerugian saat harga cabai turun, serta mendorong tumbuhnya usaha pengolahan hasil pertanian di tingkat Kelompoktani dan masyarakat desa.


[Red_AKw]
-----
Kunjungi kami di:
IG: @jejak_penyuluh
FB: Jejak Penyuluh Pertanian
https://jejak-penyuluh.blogspot.com
°
°
°
#kementerianpertanian #pusluhtanri #bppsdmp #pusluhtanri #amran_sulaiman #distanhortijabar #dedimulyadi71 #distanhorbunkabbogor #kabupatenbogor #rudysusmanto #jaro_ade #kecamatancaringin #kecamatancijeruk #kecamatancigombong #jejak_penyuluh #desaciadeg #kelompoktanibarokah

BIMBINGAN TEKNIS HIDROPONIK KWT EMBUN PAGI, LANGKAH NYATA WUJUDKAN PERTANIAN MODERN DAN PRODUKTIF

Program Pengabdian Masyarakat dari Universitas Djuanda Bogor melaksanakan kegiatan Bimbingan Teknis Teknik Budidaya Sayuran secara Hidroponi...