Kamis, 13 Agustus 2026

PM-AAS: TEROBOSAN BUDIDAYA PADI MODERN, TARGET PANEN 10 TON/HEKTARE




FASILITASI KONSULTASI AGRIBISNIS PENYULUH PERTANIAN WKPP MUARAJAYA

Penyuluh Pertanian WKPP Muarajaya melaksanakan Fasilitasi Konsultasi Agribisnis di Sekretariat KTNA Kecamatan Caringin dengan materi Budidaya Padi Sawah menggunakan metode PM-AAS (Pertanian Modern–Advanced Agriculture System).


Kegiatan konsultasi diikuti oleh perwakilan Petani dari beberapa Kelompoktani, yaitu Kelompoktani Pirang Maju Jaya yang dihadiri Apih Moch Gumyadi, Kelompoktani Sari Bumi Mandiri yang dihadiri Ustadz Hilali Al-Inongi, Kelompoktani Satria Muda 1 yang diwakili Bapak Asep Saepuloh, serta Kelompoktani Harapan Sugih yang dihadiri Bapak Haji Yudi Mulyadi.


PM-AAS merupakan sistem budidaya padi modern yang mengintegrasikan teknologi, mekanisasi, pengelolaan data, pengaturan populasi tanaman, pemupukan berimbang, pengelolaan air dan pertanian presisi untuk meningkatkan produktivitas, efisiensi serta keberlanjutan usaha tani. Kementerian Pertanian menargetkan penerapan PM-AAS mampu mendorong produktivitas padi dapat mencapai 10 ton/ha.



🌾 TEKNIS BUDIDAYA PADI SAWAH DENGAN PM-AAS


1️⃣ PERSIAPAN LAHAN DAN PUPUK ORGANIK


Pada saat pengolahan lahan, diberikan pupuk organik berupa pupuk kandang atau kompos. Petunjuk teknis PM-AAS mencantumkan kebutuhan pupuk kandang/kompos minimal 500 s.d 1.000 kg/ha, sedangkan dalam penerapan lapangan juga dapat disesuaikan dengan kondisi kesuburan tanah dan rekomendasi setempat.


2️⃣ PERSIAPAN BENIH


Benih padi yang digunakan harus merupakan benih unggul, bermutu, bersertifikat dan berlabel. Benih direndam selama 24 jam, kemudian diperam selama sekitar 24 jam hingga benih mengalami proses melentis, yaitu muncul titik tumbuh putih tetapi belum membentuk akar sempurna.


Perendaman bertujuan membantu benih menyerap air secara merata sehingga proses fisiologis perkecambahan dapat dimulai, sedangkan pemeraman bertujuan merangsang munculnya titik tumbuh agar benih siap ditanam secara langsung.


3️⃣ TANAM BENIH LANGSUNG (TABELA) DENGAN DRUM SEEDER


Setelah kondisi lahan siap, penanaman dilakukan secara Tanam Benih Langsung (Tabela) menggunakan drum seeder. Lahan harus dalam kondisi macak-macak atau lembap dan tidak tergenang.


Pola tanam PM-AAS menekankan penanaman rapat dan teratur dalam barisan dengan ukuran yaitu jarak antar tanaman 1 sampai 3 cm, dan jarak antar baris 25 Cm dan setiap 4 atau 6 baris wajib dibuat legowo dengan jarak 50 cm, demikian diulang seterusnya sampai lahan sawah tertanami seluruhnya.


Konfigurasi yang direkomendasikan dalam juknis adalah 4:1 atau 6:1, dengan lorong kosong/legowo untuk meningkatkan penetrasi cahaya, memperbaiki sirkulasi udara dan memudahkan pemeliharaan.


Jarak tanam yang rapat bertujuan meningkatkan populasi tanaman per satuan luas sehingga peluang pembentukan malai dan produksi gabah dapat ditingkatkan. Sementara itu, lorong legowo berfungsi memberikan ruang bagi masuknya cahaya matahari dan udara serta memudahkan kegiatan pemupukan, pengendalian OPT dan pemeliharaan.


Dalam penerapan PM-AAS, kebutuhan benih resmi dalam juknis berada di kisaran 70 kg/ha.


4️⃣ PENGELOLAAN AIR HARUS DIKONTROL


Benih yang telah ditanam tidak boleh dibiarkan terendam dalam waktu lama maupun mengalami kekeringan berat. Genangan berlebihan dapat menghambat perkecambahan dan pertumbuhan awal, sedangkan kekeringan dapat menyebabkan benih kehilangan kelembapan sehingga proses perkecambahan terganggu dan tanaman tumbuh tidak seragam.


Karena itu, PM-AAS menekankan pengelolaan air secara terukur dan berselang. Pada fase awal, lahan dijaga lembap/macak-macak; setelah tanaman memiliki sekitar 3–4 helai daun, pengairan dapat dilakukan sesuai kebutuhan tanaman.


Khusus setelah Tabela, kondisi cuaca juga harus diperhatikan. Hujan deras segera setelah penanaman berpotensi menyebabkan benih hanyut dan pola tanam menjadi tidak beraturan. Juknis PM-AAS merekomendasikan mempertimbangkan prakiraan cuaca dan kondisi tanpa hujan pada beberapa hari awal setelah Tabela.


5️⃣ KELEBIHAN DAN KENDALA PM-AAS


✅ Kelebihan PM-AAS:

• Tidak melalui proses persemaian dan pindah tanam sehingga tanaman tidak mengalami stres akibat transplanting.

• Pertumbuhan awal dapat lebih cepat karena benih langsung tumbuh di lokasi tanam.

• Populasi tanaman per hektare dapat ditingkatkan secara terukur.

• Penanaman menggunakan mekanisasi menjadi lebih cepat, rapi dan efisien.

• Menghemat waktu, tenaga kerja dan berpotensi menekan biaya produksi.

• Pengaturan populasi, pemupukan dan pengairan diarahkan secara lebih presisi.

• Berpotensi meningkatkan produktivitas padi secara signifikan.


⚠️ Kendala yang harus diantisipasi:

• Benih yang baru ditanam sangat rentan terhadap genangan dan aliran air.

• Kekeringan pada fase awal dapat menghambat perkecambahan dan pertumbuhan.

• Hujan deras setelah Tabela dapat menyebabkan benih hanyut sehingga pola tanam berantakan.

• Benih yang masih muda mudah menjadi sasaran burung, ayam dan tikus sehingga pengamanan harus dilakukan sejak awal.

• Sistem tanam rapat membutuhkan monitoring hama dan penyakit yang lebih intensif.

• Pengelolaan air dan gulma harus dilakukan secara disiplin.


6️⃣ PEMUPUKAN BERIMBANG


Karena PM-AAS menggunakan populasi tanaman yang tinggi, kebutuhan hara harus dikelola secara tepat. Sebagai acuan yang diberitakan Kementerian Pertanian, PM-AAS menggunakan NPK sekitar 400 kg/ha dan Urea sekitar 300 kg/ha, sedangkan pupuk organik sekitar 1–2 ton/ha, dengan tetap memperhatikan rekomendasi spesifik lokasi.


Untuk pupuk Silika (Si), juknis PM-AAS diperlukan sekitar 200 s.d 300 Kg/Ha. Silika diaplikasikan secara bertahap, antara lain pada umur 25, 35, 45 dan 55 Hari Setelah Sebar (HSS) atau disesuaikan dengan perkembangan tanaman dan dosis produk/rekomendasi setempat. Silika berperan dalam memperkuat jaringan tanaman dan membantu mengurangi risiko kerebahan.


7️⃣ TARGET PRODUKSI 10 TON/HEKTARE LEBIH


Penerapan PM-AAS diarahkan untuk meningkatkan produktivitas secara signifikan. Jika produktivitas konvensional berada pada kisaran 5–6 ton/ha, maka PM-AAS ditargetkan mampu menghasilkan mencapai 10 ton/ha.


Melalui konsultasi agribisnis ini, Penyuluh Pertanian WKPP Muarajaya terus mendorong Petani untuk memahami bahwa keberhasilan PM-AAS bukan hanya ditentukan oleh benih yang lebih banyak, tetapi juga oleh ketepatan populasi tanaman, pengelolaan air, pemupukan berimbang, mekanisasi, pengendalian gulma serta pengamatan hama dan penyakit secara rutin.


🌾 PM-AAS BUKAN SEKADAR MENANAM LEBIH BANYAK, TETAPI MENANAM LEBIH TEPAT, LEBIH EFISIEN DAN MENARGETKAN HASIL LEBIH TINGGI!


πŸ’¬ Ceritakan pengalaman Anda di kolom komentar.




[Red_AKw]

------------

Kunjungi kami di:

IG: @jejak_penyuluh

FB: Jejak Penyuluh Pertanian

"Jejak Penyuluh Pertanian" (https://reference-url-citation.invalid/11)

°

°

°

#kementerianpertanian #pusluhtanri #bppsdmp #pusluhtanri #amran_sulaiman #distanhortijabar #dedimulyadi71 #distanhorbunkabbogor #kabupatenbogor #rudysusmanto #jaro_ade #kecamatancaringin #kecamatancijeruk #kecamatancigombong #jejak_penyuluh #desamuarajaya #desacaringin #desapasirbuncir #kelompoktanipirangmajujaya #kelompoktanisaribumimandiri #kelompoktanisatriamuda1 #kelompoktaniharapansugih #pm_aas





Rabu, 12 Agustus 2026

MONITORING PENGEMBANGAN CABAI: MENANGGULANGI KEKERINGAN DAN WASPADAI SERANGAN PENYAKIT TANAMAN



🌢️ _*Monitoring Kegiatan Pengembangan Cabai di Kelompoktani Bina Mandiri*_

Monitoring kegiatan pengembangan cabai di Kelompoktani Bina Mandiri, Kampung Nangleng, Desa Lemahduhur, Kecamatan Caringin, Kabupaten Bogor. Kegiatan ini dilakukan untuk melihat perkembangan tanaman sekaligus mengidentifikasi berbagai kendala yang dihadapi petani di lapangan.

Kondisi kemarau yang berlangsung cukup panjang menyebabkan sebagian petani cabai yang tergabung dalam Kelompoktani Bina Mandiri, khususnya penerima fasilitasi kegiatan pengembangan cabai, belum sepenuhnya melakukan penanaman. Kondisi tersebut dipengaruhi oleh keterbatasan sumber air, di mana debit air yang tersedia belum memadai untuk memenuhi kebutuhan pengairan areal pertanaman cabai.

Selain menanam cabai merah keriting, Kelompoktani Bina Mandiri juga menerapkan pola tumpangsari dengan berbagai komoditas hortikultura lainnya, seperti buncis, kacang panjang, dan kol. Pola tersebut menjadi salah satu upaya petani dalam mengoptimalkan pemanfaatan lahan dan memperoleh hasil dari beberapa komoditas.

πŸ”Ž WASPADA VIRUS KUNING DAN LAYU FUSARIUM

Hasil pemantauan di lapangan menunjukkan adanya beberapa tanaman cabai yang mengalami serangan virus kuning dan layu Fusarium.

🟑 Ciri-ciri virus kuning pada cabai antara lain daun mengalami perubahan warna menjadi kuning, terutama pada daun muda, tulang daun dapat terlihat lebih jelas, daun mengalami penyempitan atau keriting, pertumbuhan tanaman menjadi terhambat, dan tanaman dapat menjadi kerdil. Penyakit virus umumnya berkaitan dengan keberadaan serangga vektor, terutama kutu kebul.

Upaya penanggulangan: tanaman yang menunjukkan gejala berat sebaiknya segera dicabut dan dimusnahkan untuk mengurangi sumber inokulum. Lakukan pengendalian kutu kebul secara terpadu, gunakan benih sehat dan varietas yang lebih toleran, lakukan sanitasi lahan, serta kendalikan gulma yang dapat menjadi inang alternatif.

🟀 Ciri-ciri layu Fusarium biasanya ditandai dengan tanaman layu secara bertahap, daun menguning kemudian mengering, dan pertumbuhan tanaman terhambat. Pada bagian pangkal batang atau jaringan pembuluh, dapat ditemukan perubahan warna kecokelatan. Penyakit ini disebabkan oleh jamur tular tanah dan dapat berkembang lebih cepat pada kondisi lingkungan yang mendukung.

Upaya penanggulangan: cabut dan musnahkan tanaman yang terserang, jangan membuang sisa tanaman sakit di sekitar lahan, lakukan sanitasi alat dan lahan, gunakan benih atau bibit sehat, perbaiki drainase, hindari perpindahan tanah dari tanaman sakit ke tanaman sehat, serta manfaatkan agens hayati atau fungisida yang terdaftar dan sesuai rekomendasi apabila diperlukan.

πŸ… PENDAMPINGAN PANEN TOMAT

Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan pendampingan panen tomat di lahan garapan Kang Agus Santoso salah satu anggota dari Kelompoktani Kerukunan Tani Cimande. Saat ini, kegiatan panen telah memasuki panen yang ke-5, menunjukkan bahwa tanaman tomat masih mampu memberikan hasil dan terus dipanen secara bertahap.

🀝 Setelah pendampingan panen tomat, kegiatan dilanjutkan dengan anjangsana ke Kelompoktani Hijau Subur Makmur sebagai bagian dari upaya memperkuat komunikasi, pendampingan, serta mengetahui perkembangan kegiatan usaha tani dan berbagai permasalahan yang dihadapi petani di lapangan.

🌱 Kegiatan monitoring dan pendampingan secara rutin menjadi bagian penting dalam mendukung petani agar mampu menghadapi perubahan kondisi lingkungan, mengantisipasi serangan organisme pengganggu tanaman, serta meningkatkan produktivitas dan keberlanjutan usaha tani.

πŸ’¬ Ceritakan pengalaman Anda di kolom komentar.

πŸ“ Desa Lemahduhur
πŸ‘₯ Kelompoktani Bina Mandiri, Kelompoktani Hijau Subur Makmur

[Red_AKw]
--------
Kunjungi kami di:
IG: @jejak_penyuluh
FB: Jejak Penyuluh Pertanian
https://jejak-penyuluh.blogspot.com
°
°
°
#kementerianpertanian #pusluhtanri #bppsdmp #pusluhtanri #amran_sulaiman #distanhortijabar #dedimulyadi71 #distanhorbunkabbogor #kabupatenbogor #rudysusmanto #jaro_ade #kecamatancaringin #kecamatancijeruk #kecamatancigombong #jejak_penyuluh #desalemahduhur #kelompoktanibinamandiri #kelompoktanihijausuburmakmur










Selasa, 11 Agustus 2026

Pupuk Subsidi vs Pupuk Non Subsidi

 


_*PERTANYAAN:*_

Kalau bicara soal harga, perbedaannya sangat jauh dengan pupuk bersubsidi, Pak!


_*JAWABAN:*_

Betul, Pak. Harga pupuk nonsubsidi memang relatif lebih tinggi dibandingkan dengan pupuk bersubsidi. Berdasarkan Keputusan Menteri Pertanian Nomor 1117/KPTS/SR.310/M/10/2025, pemerintah telah menetapkan penurunan Harga Eceran Tertinggi (HET) pupuk bersubsidi sekitar 20% di seluruh Indonesia yang berlaku mulai 22 Oktober 2025. Kebijakan tersebut merupakan bagian dari penguatan tata kelola pupuk bersubsidi berdasarkan Peraturan Presiden Nomor 6 Tahun 2025 tentang Tata Kelola Pupuk Bersubsidi.


Rincian HET Pupuk Bersubsidi Terbaru (per kilogram), mulai 22 Oktober 2025:


- Urea: Rp1.800/kg

- NPK: Rp1.840/kg

- NPK Formula Khusus (Kakao): Rp2.640/kg

- ZA (Khusus Tebu): Rp1.360/kg

- Pupuk Organik: Rp640/kg


Sementara itu, berdasarkan harga pupuk nonsubsidi yang beredar di wilayah Kabupaten Bogor, khususnya Kecamatan Caringin, Cijeruk, dan Cigombong, antara lain:


- Nitrea: Rp15.000/kg atau setara dengan Rp750.000 per sak

- NPK Plus: Rp15.000/kg atau sekitar Rp750.000 per sak

- NPK Mutiara: Rp20.000/kg


Perbedaan harga tersebut memang cukup signifikan. Oleh karena itu, petani yang memenuhi persyaratan sebaiknya memanfaatkan fasilitas pupuk bersubsidi sesuai ketentuan yang berlaku.


Adapun persyaratan agar petani dapat memperoleh pupuk bersubsidi, petani harus tergabung atau terdaftar dalam Kelompoktani dan terdata dalam Simluhtan. Selanjutnya, kebutuhan pupuk diusulkan melalui e-RDKK sesuai alokasi pupuk bersubsidi yang ditetapkan pemerintah.


Dengan demikian, keberadaan dan keaktifan petani dalam Kelompoktani sangat penting agar data petani dapat terverifikasi dan kebutuhan pupuk bersubsidi dapat diusulkan sesuai ketentuan.


[Q: agussyahronisyahroni]

[A: wandi_irawan]

[Str: AKw]

PEMBERDAYAAN PEREMPUAN LEWAT HIDROPONIK: KWT EMBUN PAGI SIAP KEMBANGKAN USAHA PERTANIAN BERKELANJUTAN

Program Pelatihan Pemberdayaan Ekonomi Perempuan melalui Budidaya Sayuran Hidroponik dan Manajemen Usaha Berkelanjutan dilaksanakan di KWT Embun Pagi, Desa Cimande Hilir, Kecamatan Caringin, Kabupaten Bogor. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini menjadi langkah nyata dalam mendukung peningkatan produksi komoditas pertanian sekaligus memperkuat kemampuan pengelolaan usaha secara berkelanjutan.

Dalam kegiatan pelatihan, Ibu-Ibu anggota KWT Embun Pagi mendapatkan pendampingan dan pembelajaran mengenai budidaya sayuran hidroponik, mulai dari persiapan penyemaian bibit, pembuatan nutrisi AB Mix, pindah tanam, hingga pemeliharaan tanaman hidroponik. Selain aspek budidaya, peserta juga memperoleh pelatihan mengenai manajemen usaha berkelanjutan sebagai bekal dalam mengembangkan kegiatan usaha KWT agar semakin produktif dan memiliki nilai ekonomi.

Kegiatan ini didanai oleh Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Riset, dan Teknologi melalui LPPM Universitas Djuanda berdasarkan Nomor Induk Kontrak: 207/C3/DT.05.00/PM/2026.

Tim pelaksana Program Pemberdayaan Ekonomi Perempuan melalui Hidroponik dan Manajemen Usaha Berkelanjutan terdiri dari Syaima Lailatul Mubarokah, SP., M.Si selaku Ketua, Dr. Ir. Himmatul Miftah, M.Si selaku Anggota, dan Yanyan Mulyaningsih, S.P., M.Si selaku Anggota.

🌱 Hidroponik bukan hanya tentang menanam sayuran, tetapi juga tentang menumbuhkan kemandirian, keterampilan, dan peluang ekonomi perempuan.

πŸ’¬ Ceritakan pengalaman Anda di kolom komentar.

Kunjungi kami di:
IG: @jejak_penyuluh
FB: Jejak Penyuluh Pertanian
https://jejak-penyuluh.blogspot.com
°
°
°
#kementerianpertanian #pusluhtanri #bppsdmp #pusluhtanri #amran_sulaiman #distanhortijabar #dedimulyadi71 #distanhorbunkabbogor #kabupatenbogor #rudysusmanto #jaro_ade #kecamatancaringin #kecamatancijeruk #kecamatancigombong #jejak_penyuluh #desacimandehilir #kwtembunpagi

Jumat, 07 Agustus 2026

PANEN KETIGA HIDROPONIK KWT EMBUN PAGI, BUKTI KEBERHASILAN PENDAMPINGAN DAN PENGABDIAN MASYARAKAT! 🌿πŸ₯¬



Alhamdulillah, panen sayuran untuk ketiga kalinya hasil budidaya pada instalasi hidroponik di Kelompok Wanita Tani (KWT) Embun Pagi Desa Cimande Hilir, Kecamatan Caringin, Kabupaten Bogor telah berhasil dilaksanakan. Kegiatan panen ini dihadiri oleh tim dari Universitas Djuanda Bogor sekaligus menjadi penutup rangkaian kegiatan Pengabdian Masyarakat yang telah dilaksanakan di KWT Embun Pagi.

Komoditas yang dipanen pada kesempatan ini meliputi bayam merah, pakcoy, dan selada keriting. Keberhasilan panen yang telah berlangsung hingga tiga kali ini menjadi bukti nyata bahwa penerapan teknologi budidaya hidroponik mampu memberikan hasil yang baik apabila dilakukan dengan pengelolaan yang tepat dan berkelanjutan.

Ucapan terima kasih yang sebesar-besarnya disampaikan kepada seluruh tim Universitas Djuanda Bogor, baik dosen maupun mahasiswa yang telah berkontribusi dalam kegiatan Pengabdian Masyarakat di KWT Embun Pagi. Berkat pendampingan, bimbingan, dan transfer ilmu yang diberikan, kini anggota KWT Embun Pagi tidak hanya memiliki fasilitas instalasi hidroponik, tetapi juga telah memiliki kemampuan dan keterampilan dalam membudidayakan berbagai jenis sayuran secara hidroponik. Dari yang sebelumnya belum terbiasa, kini para anggota telah mampu dan semakin mahir mengelola budidaya sayuran hidroponik secara mandiri.

Semoga sinergi antara Penyuluh Pertanian, perguruan tinggi, dan masyarakat terus terjalin sehingga mampu melahirkan inovasi, meningkatkan ketahanan pangan, serta mendukung terwujudnya pertanian yang maju, mandiri, dan modern.

Ceritakan pengalaman Anda di kolom komentar.

Kunjungi kami di:
IG: @jejak_penyuluh
FB: Jejak Penyuluh Pertanian
https://jejak-penyuluh.blogspot.com

° ° °

#kementerianpertanian #pusluhtanri #bppsdmp #pusluhtanri #amran_sulaiman #distanhortijabar #dedimulyadi71 #distanhorbunkabbogor #kabupatenbogor #rudysusmanto #jaro_ade #kecamatancaringin #kecamatancijeruk #kecamatancigombong #jejak_penyuluh #desacimandehilir #kelompoktani #kwtembunpagi

PERSIAPAN MATANG MENUJU TARGET 10 TON/HA! PENYULUH PERTANIAN DORONG PENERAPAN METODE PM-AAS DI KELOMPOKTANI ANTANAN



Penyuluh Pertanian WKPP Cimande melaksanakan kegiatan sosialisasi persiapan budidaya padi sawah menggunakan metode PM-AAS (Pertanian Modern - Advanced Agricultural System) bersama Kelompoktani Antanan yang berlokasi di Kp. Tarikolot, Desa Cimande, Kecamatan Caringin, Kabupaten Bogor.

Di bawah kepemimpinan Mama Haji Agus Asmara, petani yang tergabung dalam Kelompoktani Antanan menyatakan kesiapan untuk menerapkan budidaya padi sawah metode PM-AAS pada untuk perdana pada lahan seluas 1 hektare. Pelaksanaan penanaman direncanakan dimulai pada bulan Oktober setelah musim panen, mengingat kondisi lahan saat ini masih ditanami padi yang baru berumur sekitar 1,5 bulan.

Dalam mendukung keberhasilan program tersebut, Penyuluh Pertanian mengupayakan pengadaan benih dan drum seeder. Untuk luasan 1 hektare dibutuhkan sekitar 70 kg benih. Penyuluh juga menekankan pentingnya persiapan lahan sebelum penanaman, yaitu dengan memberikan pupuk kandang yang telah matang sebagai pupuk dasar sebelum pengolahan tanah agar tercampur merata dan mampu memperbaiki struktur tanah, meningkatkan kandungan bahan organik, aktivitas mikroorganisme, serta menyediakan unsur hara yang dibutuhkan tanaman sejak awal pertumbuhan.

Penyuluh Pertanian menjelaskan bahwa teknik budidaya PM-AAS dilakukan dengan tanam benih langsung, menggunakan jarak antar tanaman sekitar 2–3 cm, jarak antar baris 25 cm, kemudian dibuat sistem legowo setiap 4 atau 6 baris dengan jarak 50 cm. Selain itu disampaikan pula bahwa kebutuhan pemupukan pada metode PM-AAS umumnya lebih tinggi dibandingkan budidaya konvensional sehingga diperlukan pengelolaan hara yang lebih baik agar potensi hasil dapat tercapai secara optimal.

Dalam kesempatan tersebut, Bapak Haji Iwan menyambut baik penerapan metode PM-AAS karena memiliki berbagai keunggulan, di antaranya tanaman tidak mengalami stres akibat pindah tanam sehingga pertumbuhannya lebih cepat, sistem perakaran berkembang lebih kuat, umur panen berpotensi lebih singkat, populasi tanaman lebih banyak dan seragam, efisiensi penggunaan tenaga kerja saat tanam, kehilangan bibit akibat proses pindah tanam dapat diminimalkan, tanaman lebih cepat menutup permukaan lahan sehingga mampu menekan pertumbuhan gulma, serta memiliki potensi peningkatan produktivitas hingga mencapai target 10 ton/ha apabila diterapkan sesuai rekomendasi teknis dan didukung pengelolaan budidaya yang baik.

Sementara itu, Mama Haji Agus Asmara menambahkan bahwa di samping berbagai kelebihan tersebut, metode PM-AAS juga memiliki beberapa tantangan yang perlu diantisipasi. Benih yang ditanam langsung tidak boleh tergenang atau tertimbun lumpur terlalu lama karena dapat membusuk sebelum berkecambah. Curah hujan yang tinggi setelah tanam berpotensi menghanyutkan benih, sedangkan hama seperti burung, ayam, dan tikus juga dapat menurunkan populasi tanaman apabila tidak dilakukan pengamanan sejak awal pertumbuhan.

Pada sesi diskusi, Bapak Hadi menyampaikan pentingnya menjaga lapisan lumpur paling atas (top soil) agar tidak dibuang keluar petakan sawah saat proses penyorongan atau perataan lahan. Lapisan top soil merupakan bagian tanah yang paling subur karena mengandung bahan organik, humus, mikroorganisme bermanfaat, unsur hara makro dan mikro, serta memiliki struktur yang lebih gembur sehingga sangat berperan dalam pertumbuhan akar tanaman. Apabila lapisan ini dibuang keluar petakan sawah, maka tingkat kesuburan lahan akan menurun, kemampuan tanah menyimpan air dan unsur hara berkurang, aktivitas mikroba tanah terganggu, serta produktivitas tanaman dalam jangka panjang dapat mengalami penurunan. Oleh karena itu, proses perataan lahan sebaiknya hanya memindahkan lumpur di dalam petakan sawah tanpa membuang lapisan tanah paling subur tersebut ke luar areal persawahan.

Selain sosialisasi PM-AAS, Penyuluh Pertanian WKPP Cimande juga menyampaikan rencana kegiatan Kementerian Koordinator Bidang Pangan mengenai program Pengembangan Budidaya Sayuran yang akan dilaksanakan di Desa Cimande. Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi peluang bagi petani untuk meningkatkan diversifikasi usaha tani sekaligus memperkuat ketahanan pangan di wilayah pedesaan.

Diskusi kemudian dilanjutkan mengenai perkembangan Pusat Pelatihan Pertanian Pedesaan Swadaya (P4S). Dalam sesi diskusi memiliki inti kesimpulan yaitu berharap fungsi P4S sebagai lembaga pelatihan pertanian di tingkat pedesaan dapat kembali diperkuat melalui sinergi seluruh pihak, sehingga mampu menjadi pusat pembelajaran, inovasi, dan pengembangan kapasitas petani secara berkelanjutan.

Ceritakan pengalaman Anda di kolom komentar.

[Red_AKw]
---------

Kunjungi kami di:
IG: @jejak_penyuluh
FB: Jejak Penyuluh Pertanian
https://jejak-penyuluh.blogspot.com

°
°
°

#kementerianpertanian #pusluhtanri #bppsdmp #pusluhtanri #amran_sulaiman #distanhortijabar #dedimulyadi71 #distanhorbunkabbogor #kabupatenbogor #rudysusmanto #jaro_ade #kecamatancaringin #kecamatancijeruk #kecamatancigombong #jejak_penyuluh #desacimande #kelompoktaniantanan #pm_aas #p4s








SIAP TERAPKAN METODE PM-AAS! KELOMPOKTANI SATRIA MUDA 1 TARGETKAN BUDIDAYA PADI SELUAS 3 HEKTARE DEMI PENINGKATAN PRODUKSI PANGAN

Penyuluh Pertanian WKPP Pasirbuncir, Ibu Deudeu, SH, SP., bersama Penyuluh Pertanian Swadaya (PPS) Desa Pasirbuncir, Bapak Haji Solah, melaksanakan kegiatan sosialisasi persiapan budidaya padi menggunakan metode PM-AAS di Kelompoktani Satria Muda 1 yang berlokasi di Kp. Sungapan RT/RW 001/005, Desa Pasirbuncir, Kecamatan Caringin, Kabupaten Bogor.

Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman petani mengenai tahapan persiapan budidaya padi dengan metode PM-AAS agar pelaksanaannya berjalan optimal sejak pengolahan lahan hingga masa tanam. Di bawah kepemimpinan Bapak Asep Saepuloh, petani yang tergabung dalam Kelompoktani Satria Muda 1 berkomitmen melaksanakan budidaya padi sawah menggunakan metode PM-AAS pada lahan seluas 3 hektare yang direncanakan dimulai pada hari Rabu, 19 Agustus 2026.

Dalam mendukung keberhasilan kegiatan tersebut, Penyuluh Pertanian setempat terus mengupayakan pengadaan sarana produksi berupa benih padi dan alat tanam drum seeder. Untuk kebutuhan areal tanam seluas 3 hektare diperkirakan diperlukan benih sebanyak 210 kg sehingga ketersediaannya menjadi salah satu prioritas sebelum pelaksanaan tanam.

Pada kesempatan tersebut, Penyuluh Pertanian Swadaya (PPS) Desa Pasirbuncir, Bapak Haji Solahudin, juga mengimbau para petani agar saat melakukan perataan sawah atau penyorongan lumpur tidak membuang lapisan lumpur paling atas (top soil) keluar dari kotak persawahan. Hal ini karena lapisan top soil merupakan lapisan tanah yang paling subur, kaya akan bahan organik, unsur hara makro dan mikro, mikroorganisme bermanfaat, serta memiliki struktur tanah yang baik untuk mendukung pertumbuhan akar tanaman padi. Top soil juga berperan penting dalam menjaga kemampuan tanah menyimpan air, meningkatkan aktivitas biologis tanah, mempercepat dekomposisi bahan organik, serta menyediakan nutrisi yang dibutuhkan tanaman pada fase awal pertumbuhan. Apabila lapisan ini dibuang, maka kesuburan tanah akan menurun, kebutuhan pupuk menjadi lebih tinggi, pertumbuhan tanaman kurang optimal, dan produktivitas padi berpotensi mengalami penurunan. Oleh karena itu, saat melakukan penyorongan lumpur, lapisan top soil sebaiknya tetap dipertahankan di dalam petakan sawah agar kesuburan lahan tetap terjaga dan hasil panen dapat lebih optimal.

Melalui kegiatan sosialisasi ini diharapkan seluruh petani semakin memahami pentingnya persiapan budidaya yang baik, menjaga kesuburan tanah, serta menerapkan teknologi budidaya PM-AAS secara tepat sehingga mampu meningkatkan produktivitas, efisiensi usaha tani, dan mendukung ketahanan pangan nasional.

πŸ’¬ Ceritakan pengalaman Anda di kolom komentar.

[Red_AKw]
-------
Kunjungi kami di:
IG: @jejak_penyuluh
FB: Jejak Penyuluh Pertanian
https://jejak-penyuluh.blogspot.com
°
°
°
#kementerianpertanian #pusluhtanri #bppsdmp #pusluhtanri #amran_sulaiman #distanhortijabar #dedimulyadi71 #distanhorbunkabbogor #kabupatenbogor #rudysusmanto #jaro_ade #kecamatancaringin #kecamatancijeruk #kecamatancigombong #jejak_penyuluh #desapasirbuncir #kelompoktanisatriamuda1
















PM-AAS: TEROBOSAN BUDIDAYA PADI MODERN, TARGET PANEN 10 TON/HEKTARE

FASILITASI KONSULTASI AGRIBISNIS PENYULUH PERTANIAN WKPP MUARAJAYA Penyuluh Pertanian WKPP Muarajaya melaksanakan Fasilitasi Konsultasi Agri...