Jumat, 13 Maret 2026

VERIFIKASI DAN VALIDASI DISTRIBUSI PUPUK BERSUBSIDI: MEMASTIKAN PUPUK TEPAT SASARAN UNTUK PETANI



Kegiatan Verifikasi dan Validasi (VerVal) pendistribusian pupuk bersubsidi dilaksanakan oleh petugas VerVal di Kios Pupuk Berkah Tani dan Kios Pupuk Tani Makmur. Kegiatan ini bertujuan untuk memastikan bahwa penyaluran pupuk bersubsidi benar-benar tepat sasaran kepada petani yang telah terdaftar dalam sistem e-RDKK (Elektronik Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok).


Dalam kegiatan ini, petugas VerVal melakukan pengecekan secara langsung terhadap proses pendistribusian pupuk bersubsidi kepada petani, sekaligus memastikan harga pupuk sesuai dengan ketentuan yang telah ditetapkan oleh pemerintah. Harga pupuk bersubsidi yang diverifikasi di tingkat kios yaitu Urea kemasan 50 Kg sebesar Rp90.000,- per bal dan NPK Phonska kemasan 50 Kg sebesar Rp92.000,- per bal.


Selain memastikan ketepatan sasaran dan harga pupuk, petugas VerVal juga melakukan pemeriksaan terhadap kelengkapan administrasi kios sebagai bentuk transparansi dan akuntabilitas dalam distribusi pupuk bersubsidi. Beberapa dokumen yang diverifikasi antara lain laporan distribusi pupuk, data petani penerima, hingga dokumen serah terima barang.


Melalui kegiatan ini diharapkan proses penyaluran pupuk bersubsidi dapat berjalan dengan baik, transparan, serta tepat sasaran sehingga mampu mendukung peningkatan produktivitas pertanian dan kesejahteraan petani.


Output / Hasil Kegiatan:


Terverifikasinya penyaluran pupuk bersubsidi kepada petani yang terdaftar dalam e-RDKK.


Terpantaunya kesesuaian harga pupuk bersubsidi di tingkat kios sesuai ketetapan pemerintah.


Terlaksananya pengecekan ketersediaan stok pupuk bersubsidi di kios penyalur.


Tervalidasinya kelengkapan administrasi kios pupuk meliputi:

Laporan Bulanan Titik Serah Pupuk Bersubsidi

Ketersediaan stok pupuk

Data cetak e-RDKK

Surat Perjanjian Jual Beli (SPJB) Pelaku Usaha Distribusi dengan Penerima Pupuk Bersubsidi pada Titik Serah

Berita Acara Serah Terima Barang (BASTB) antara Pelaku Usaha Distribusi dengan Penerima Pupuk Bersubsidi pada Titik Serah

Surat Pernyataan Kebenaran Dokumen


[Red_AKw]

-----

Kunjungi kami di:

IG: @jejak_penyuluh

FB: Jejak Penyuluh Pertanian

https://jejak-penyuluh.blogspot.com

°

°

°

#kementerianpertanian #pusluhtanri #bppsdmp #pusluhtanri #amran_sulaiman #distanhortijabar #dedimulyadi71 #distanhorbunkabbogor #kabupatenbogor #rudysusmanto #jaro_ade #kecamatancaringin #kecamatancijeruk #kecamatancigombong #jejak_penyuluh #verifikasivalidasipupukbersubsidi #verval #psp












Kamis, 12 Maret 2026

PERTEMUAN RUTIN SEKALIGUS BUKA PUASA BERSAMA DI KWT SRI REZEKI DESA LEMAHDUHUR



Kegiatan pertemuan Kelompok Wanita Tani (KWT) Sri Rezeki yang berlokasi di Desa Lemahduhur, Kecamatan Caringin, Kabupaten Bogor dilaksanakan dalam rangka pendampingan administrasi kelembagaan kelompok. KWT Sri Rezeki sebenarnya telah lama terbentuk, namun hingga saat ini belum terdaftar di dalam sistem Simluhtan (Sistem Informasi Penyuluhan Pertanian).

Pada kesempatan ini, Penyuluh Pertanian melakukan upaya untuk menginput KWT Sri Rezeki ke dalam Simluhtan. Upaya tersebut dilakukan melalui mekanisme peremajaan Kelompoktani yang sebelumnya telah terdaftar di Simluhtan namun saat ini sudah tidak aktif. Ketidakaktifan tersebut disebabkan oleh berkurangnya jumlah anggota kelompok serta semakin berkurangnya lahan pertanian yang sebagian besar telah beralih fungsi menjadi non pertanian.

Melalui pendekatan ini, Penyuluh Pertanian bersama pengurus KWT Sri Rezeki melakukan koordinasi dengan pengurus Kelompoktani yang masih ada akan tetapi tidak aktif untuk menyusun Berita Acara Peralihan Kepengurusan, sehingga ID Kelompoktani yang sebelumnya tidak aktif dapat dialihkan kepada KWT Sri Rezeki. Langkah ini dipandang sebagai solusi yang bijak dan tepat, mengingat di Desa Lemahduhur sudah terdapat banyak Kelompoktani, baik yang terdaftar maupun yang belum terdaftar di Simluhtan.

Saat ini tercatat 14 Kelompoktani di Desa Lemahduhur telah terdaftar di Simluhtan, sementara kondisi lahan pertanian di wilayah tersebut semakin terbatas akibat alih fungsi lahan. Oleh karena itu, dibandingkan membentuk kelompok baru, langkah peremajaan kelembagaan kelompok yang tidak aktif dinilai lebih efektif untuk menghidupkan kembali fungsi organisasi petani, meskipun dengan kepengurusan dan keanggotaan yang baru.

Pertemuan KWT Sri Rezeki kali ini juga dilaksanakan bersamaan dengan acara buka puasa bersama, sehingga suasana pertemuan berlangsung penuh keakraban, kekeluargaan, dan mempererat kekompakan antar anggota kelompok serta Penyuluh Pertanian yang mendampingi kegiatan tersebut.



Output / Hasil Kegiatan:

Terlaksananya pendampingan administrasi kelembagaan KWT Sri Rezeki.

Tersusunnya rencana peremajaan Kelompoktani yang tidak aktif di Desa Lemahduhur.

Adanya kesepakatan awal untuk proses peralihan kepengurusan melalui Berita Acara sebagai dasar pengalihan ID Kelompoktani ke KWT Sri Rezeki.

Meningkatnya pemahaman anggota KWT mengenai pentingnya kelembagaan yang terdaftar di Simluhtan.

Terjalinnya kebersamaan dan kekompakan anggota KWT melalui kegiatan pertemuan dan buka puasa bersama.


[Red_AKw]
------
Kunjungi kami di:
IG: @jejak_penyuluh
FB: Jejak Penyuluh Pertanian
https://jejak-penyuluh.blogspot.com
°
°
°
#kementerianpertanian #pusluhtanri #bppsdmp #pusluhtanri #amran_sulaiman #distanhortijabar #dedimulyadi71 #distanhorbunkabbogor #kabupatenbogor #rudysusmanto #jaro_ade #kecamatancaringin #kecamatancijeruk #kecamatancigombong #jejak_penyuluh #desalemahduhur #kelompokwanitatanisrirezeki #kwtsrirezeki



























FORMULASI RANSUM TERNAK SEDERHANA DENGAN SQUARE METHOD: MUDAH, PRAKTIS, DAN EFISIEN



Square Method merupakan metode sederhana yang digunakan untuk menghitung formulasi ransum ternak agar mencapai kadar protein yang diinginkan. Metode ini sangat mudah dipahami dan dapat dihitung secara manual, sehingga cocok diterapkan oleh peternak maupun penyuluh di lapangan.

Pada contoh perhitungan ini akan dibuat 100 kg ransum untuk domba dengan kadar protein yang diinginkan sebesar PK 20%. Bahan pakan yang digunakan terdiri dari:
Dedak padi dengan kandungan PK 13%
Ampas tahu dengan kandungan PK 30%

Melalui perhitungan menggunakan Square Method, dilakukan langkah berikut:
Tentukan kadar protein target yaitu 20%.
Kurangkan kadar protein bahan pakan secara silang:
30 – 20 = 10 bagian dedak padi
20 – 13 = 7 bagian ampas tahu
Sehingga total bagian yang diperoleh adalah 17 bagian.

Selanjutnya dihitung kebutuhan bahan untuk membuat 100 kg ransum, yaitu:
Dedak padi : 10/17 × 100 kg = 58,8 kg
Ampas tahu : 7/17 × 100 kg = 41,2 kg

Dengan demikian komposisi ransum yang diperoleh untuk mencapai protein PK 20% adalah 58,8 kg dedak padi dan 41,2 kg ampas tahu.

Hal yang perlu diingat:
Metode ini hanya digunakan untuk 2 jenis bahan pakan.
Umumnya digunakan untuk menghitung kadar protein.
Mineral dan vitamin dapat ditambahkan secara terpisah sesuai kebutuhan ternak.

Kelebihan Square Method:
Mudah diaplikasikan di lapangan
Dapat dihitung secara manual tanpa alat khusus
Sangat cocok untuk peternakan tradisional

Tips:
Gunakan bahan pakan yang mudah diperoleh di sekitar petani atau peternak agar biaya pakan lebih hemat dan usaha ternak menjadi lebih efisien.

Sumber media Penyuluhan: Tirya Nugraha, S.Pt. (Penyuluh Pertanian Kec. Megamendung)
[Red_AKw]

-----
Kunjungi kami di:
IG: @jejak_penyuluh
FB: Jejak Penyuluh Pertanian
https://jejak-penyuluh.blogspot.com

°
°
°
#kementerianpertanian #pusluhtanri #bppsdmp #pusluhtanri #amran_sulaiman #distanhortijabar #dedimulyadi71 #distanhorbunkabbogor #kabupatenbogor #rudysusmanto #jaro_ade #kecamatancaringin #kecamatancijeruk #kecamatancigombong #jejak_penyuluh

Rabu, 11 Maret 2026

MONITORING PERTUMBUHAN PADI INPARI 32 DAN INPARI 42 DI KELOMPOKTANI SUKA TANI I DESA CARINGIN

Kegiatan kunjungan lapangan di Kelompoktani Suka Tani I yang berlokasi di Kp. Curugdengdeng RT/RW 001/003 Desa Caringin, Kecamatan Caringin, Kabupaten Bogor. Kegiatan ini dilaksanakan dalam rangka monitoring pertumbuhan dan perkembangan tanaman padi sawah varietas Inpari 32 dan Inpari 42 yang merupakan hasil fasilitasi pengadaan benih padi pada tahun 2024 dan 2025.

Berdasarkan hasil pemantauan di lapangan, varietas Inpari 32 telah memasuki musim tanam ke-3 dan secara umum masih menunjukkan pertumbuhan dan perkembangan yang baik sejak pertama kali benih diterima hingga saat ini.

Sementara itu untuk varietas Inpari 42, saat pertama kali benih diterima petani mengalami kendala pada proses persemaian dan pertumbuhan awal tanaman. Menurut keterangan Bapak Hakim selaku salah satu anggota Kelompoktani Suka Tani I, kondisi tersebut diduga disebabkan oleh proses pengeringan benih di tingkat penangkar yang menggunakan oven sehingga tingkat kekeringan benih tidak merata bahkan terlalu kering yang mengakibatkan sebagian benih kehilangan daya tumbuh.

Namun pada musim tanam ke-2, petani melakukan seleksi benih secara mandiri sebelum proses persemaian. Hasilnya menunjukkan pertumbuhan dan perkembangan tanaman yang cukup memuaskan baik saat persemaian maupun setelah dipindahkan ke lahan tanam. Saat ini tanaman padi varietas Inpari 42 telah memasuki umur sekitar 35 Hari Setelah Tanam (HST) dengan kondisi pertumbuhan yang relatif baik.

Dari hasil pemantauan di beberapa petak sawah, baik pada varietas Inpari 32 maupun Inpari 42 ditemukan beberapa batang tanaman padi yang menunjukkan gejala serangan Penyakit Hawar Daun Bakteri (HDB) atau yang sering dikenal petani sebagai penyakit kresek. Gejala yang terlihat pada tanaman yaitu daun padi berubah warna menjadi kemerahan hingga kecokelatan kemudian mengering mulai dari ujung daun dan dapat menyebabkan daun menjadi kering secara bertahap.

Upaya pengendalian yang dapat dilakukan antara lain dengan menjaga sanitasi lahan, mengatur pengairan agar tidak terlalu lembab, melakukan pemupukan berimbang terutama tidak berlebihan dalam penggunaan pupuk nitrogen, serta melakukan pengendalian menggunakan bakterisida yang direkomendasikan apabila serangan mulai meluas.

Hasil identifikasi pada kunjungan kali ini akan segera ditindaklanjuti dengan melakukan koordinasi bersama Petugas Pengendali Organisme Pengganggu Tumbuhan (POPT) setempat guna menentukan langkah pencegahan dan pengobatan yang tepat sehingga penyebaran penyakit dapat dikendalikan dan tidak meluas ke areal pertanaman lainnya.


Output/Hasil Kegiatan:

Terlaksananya monitoring pertumbuhan tanaman padi varietas Inpari 32 dan Inpari 42 di Kelompoktani Suka Tani I.

Diperolehnya informasi perkembangan varietas padi hasil fasilitasi benih tahun 2024 dan 2025.

Teridentifikasinya gejala serangan penyakit Hawar Daun Bakteri (HDB) pada beberapa petak sawah.

Meningkatnya kewaspadaan petani terhadap serangan penyakit pada tanaman padi.

Rencana tindak lanjut koordinasi dengan petugas POPT untuk pengendalian penyakit tanaman.

[Red_AKw]
-----
Kunjungi kami di:
IG: @jejak_penyuluh
FB: Jejak Penyuluh Pertanian
https://jejak-penyuluh.blogspot.com
°
°
°
#kementerianpertanian #pusluhtanri #bppsdmp #pusluhtanri #amran_sulaiman #distanhortijabar #dedimulyadi71 #distanhorbunkabbogor #kabupatenbogor #rudysusmanto #jaro_ade #kecamatancaringin #kecamatancijeruk #kecamatancigombong #jejak_penyuluh #desacaringin #kelompoktanisukatani1

KUNJUNGAN KERJA SEKSI EKONOMI PEMBANGUNAN KECAMATAN CARINGIN KE SEKRETARIAT KTNA DAN GAPOKTAN MAJU JAYA DESA MUARAJAYA




Perwakilan dari Seksi Ekonomi Pembangunan Pemerintah Kecamatan Caringin Kabupaten Bogor, yaitu Bapak Aruman, melakukan kunjungan kerja ke Sekretariat KTNA Kecamatan Caringin sekaligus Sekretariat Gapoktan Maju Jaya yang berlokasi di Kp. Muara RT/RW 004/004 Desa Muarajaya, Kecamatan Caringin, Kabupaten Bogor. Kunjungan ini disambut langsung oleh Ketua Gapoktan Maju Jaya sekaligus pengurus KTNA Kecamatan Caringin, Apih Moch Gumyadi.

Kunjungan dari Pemerintah Kecamatan Caringin, khususnya dari Seksi Ekonomi Pembangunan, bertujuan untuk melakukan koordinasi dan silaturahmi dengan para pelaku utama sektor pertanian yang tergabung dalam KTNA dan Gapoktan Maju Jaya. Dalam kesempatan tersebut, Bapak Aruman menyampaikan bahwa kunjungan kerja ini merupakan bagian dari upaya Pemerintah Kecamatan Caringin untuk memperkuat sinergi antara pemerintah Kecamatan dengan kelembagaan petani di tingkat desa.









Selain itu, kunjungan ini juga dimaksudkan untuk menggali informasi secara langsung mengenai kondisi perkembangan sektor pertanian, potensi usaha tani, serta berbagai tantangan yang dihadapi oleh para petani di wilayah Kecamatan Caringin. Melalui dialog yang berlangsung, diharapkan dapat teridentifikasi berbagai kebutuhan petani, mulai dari penguatan kelembagaan kelompoktani, peningkatan kapasitas sumber daya manusia petani, hingga peluang pengembangan usaha pertanian yang dapat meningkatkan kesejahteraan petani.

Sekretariat KTNA Kecamatan Caringin yang juga menjadi pusat aktivitas Gapoktan Maju Jaya dinilai memiliki peran strategis sebagai wadah komunikasi, koordinasi, serta pusat pembelajaran bagi para petani di wilayah tersebut. Oleh karena itu, Pemerintah Kecamatan Caringin mendorong agar keberadaan kelembagaan petani ini terus diperkuat sehingga mampu menjadi motor penggerak pembangunan pertanian di tingkat desa.

Dalam kegiatan tersebut, tampak hadir Penyuluh Pertanian setempat yang turut mendampingi jalannya pertemuan. Peran Penyuluh Pertanian sangat penting dalam menjembatani komunikasi antara pemerintah dan petani, sekaligus memastikan bahwa berbagai program pembangunan pertanian dapat tersampaikan dengan baik kepada para pelaku utama di lapangan.

Penyuluh Pertanian juga berperan memberikan informasi teknis terkait inovasi teknologi pertanian, penguatan kelembagaan kelompoktani, serta memfasilitasi diskusi antara pemerintah kecamatan dengan pengurus KTNA dan Gapoktan. Dengan pendampingan dari penyuluh, diharapkan setiap hasil pertemuan dan rencana tindak lanjut dapat diimplementasikan secara nyata dalam kegiatan usaha tani di wilayah Kecamatan Caringin.

Melalui kunjungan kerja ini, diharapkan terbangun sinergi yang semakin kuat antara pemerintah kecamatan, penyuluh pertanian, serta kelembagaan petani dalam mendorong kemajuan sektor pertanian dan meningkatkan kesejahteraan petani di Kecamatan Caringin, Kabupaten Bogor.


Output Kegiatan:

Terjalinnya koordinasi dan komunikasi yang baik antara Pemerintah Kecamatan Caringin dengan KTNA Kecamatan Caringin dan Gapoktan Maju Jaya.

Teridentifikasinya berbagai potensi dan permasalahan yang dihadapi petani di wilayah Desa Muarajaya.

Penguatan peran kelembagaan petani sebagai mitra strategis pemerintah dalam pembangunan sektor pertanian.

Meningkatnya sinergi antara penyuluh pertanian, pemerintah kecamatan, dan kelembagaan petani dalam mendukung program pembangunan pertanian.

Tersusunnya rencana tindak lanjut untuk mendukung pengembangan usaha pertanian dan pemberdayaan petani di Kecamatan Caringin.


[Red_AKw]
-----
Kunjungi kami di:
IG: @jejak_penyuluh
FB: Jejak Penyuluh Pertanian
https://jejak-penyuluh.blogspot.com
°
°
°
#kementerianpertanian #pusluhtanri #bppsdmp #pusluhtanri #amran_sulaiman #distanhortijabar #dedimulyadi71 #distanhorbunkabbogor #kabupatenbogor #rudysusmanto #jaro_ade #kecamatancaringin #kecamatancijeruk #kecamatancigombong #jejak_penyuluh #desamuarajaya #ktnakecamatancaringin #gapoktanmajujaya

PESTISIDA NABATI DAUN PEPAYA: SOLUSI ALAMI PENGENDALIAN HAMA RAMAH LINGKUNGAN



Pestisida nabati merupakan pestisida yang berasal dari bahan alami tumbuhan yang dimanfaatkan untuk membantu mengendalikan hama tanaman secara lebih aman dan ramah lingkungan. Salah satu bahan yang mudah ditemukan dan efektif digunakan adalah daun pepaya.

Daun pepaya diketahui mengandung beberapa senyawa aktif seperti enzim papain, alkaloid, dan saponin yang bersifat racun bagi beberapa jenis hama tanaman. Kandungan tersebut dapat dimanfaatkan sebagai pestisida nabati untuk membantu mengendalikan berbagai serangan hama di lahan pertanian.

Penggunaan pestisida dari daun pepaya memiliki beberapa manfaat antara lain:
• Membantu mengendalikan hama seperti ulat, kutu daun, dan belalang
• Lebih ramah lingkungan dan relatif aman bagi manusia
• Dapat mengurangi penggunaan pestisida kimia
• Bahan mudah diperoleh serta biaya pembuatannya relatif murah

Untuk membuat pestisida nabati dari daun pepaya, bahan yang diperlukan yaitu:
• 1 kg daun pepaya segar
• 10 liter air bersih
• 2 sendok makan sabun cair atau deterjen

Langkah-langkah pembuatan pestisida nabati daun pepaya sebagai berikut:
- Cuci daun pepaya hingga bersih.
- Tumbuk atau blender daun pepaya hingga halus.
- Campurkan hasil tumbukan dengan 10 liter air.
- Diamkan larutan selama 12–24 jam agar proses ekstraksi berjalan optimal.
- Setelah itu saring larutan untuk memisahkan ampasnya.
- Tambahkan sabun cair sebagai perekat larutan pada daun tanaman.
- Masukkan larutan ke dalam sprayer.
- Larutan pestisida nabati daun pepaya siap digunakan untuk - penyemprotan pada tanaman yang terserang hama.

Agar hasilnya optimal, beberapa hal yang perlu diperhatikan yaitu:
• Gunakan larutan pestisida maksimal 2–3 hari setelah dibuat
• Simpan larutan di tempat yang teduh
• Lakukan penyemprotan secara rutin pada tanaman

Penggunaan pestisida nabati menjadi salah satu alternatif yang dapat diterapkan petani dalam mendukung pertanian ramah lingkungan, sekaligus memanfaatkan bahan alami yang tersedia di sekitar kita.



Sumber informasi ini dibuat oleh Penyuluh Pertanian atas nama Deudeu SH, SP.
[Red_AKw]
-----
Kunjungi kami di:
IG: @jejak_penyuluh
FB: Jejak Penyuluh Pertanian
https://jejak-penyuluh.blogspot.com
°
°
°
#kementerianpertanian #pusluhtanri #bppsdmp #pusluhtanri #amran_sulaiman #distanhortijabar #dedimulyadi71 #distanhorbunkabbogor #kabupatenbogor #rudysusmanto #jaro_ade #kecamatancaringin #kecamatancijeruk #kecamatancigombong #jejak_penyuluh

VERIFIKASI DAN VALIDASI DISTRIBUSI PUPUK BERSUBSIDI: MEMASTIKAN PUPUK TEPAT SASARAN UNTUK PETANI

Kegiatan Verifikasi dan Validasi (VerVal) pendistribusian pupuk bersubsidi dilaksanakan oleh petugas VerVal di Kios Pupuk Berkah Tani dan Ki...