Rabu, 05 Agustus 2026

PEMELIHARAAN HIDROPONIK UNTUK GIZI KELUARGA, LANGKAH NYATA KWT EMBUN PAGI CEGAH STUNTING



Kegiatan pemeliharaan dan perawatan tanaman sayuran yang dibudidayakan menggunakan metode hidroponik terus dilakukan oleh Kelompok Wanita Tani (KWT) Embun Pagi yang berlokasi di Desa Cimande Hilir, Kecamatan Caringin, Kabupaten Bogor.

Selain membudidayakan tanaman aloevera dan aneka sayuran secara konvensional, kini ibu-ibu KWT Embun Pagi memiliki kesibukan baru melalui budidaya sayuran pada instalasi hidroponik. Meskipun baru memasuki musim tanam dan panen yang ketiga, hasil budidaya tersebut telah memberikan manfaat yang nyata. Selain memenuhi kebutuhan dapur anggota KWT Embun Pagi, hasil panen juga dimanfaatkan untuk membantu menyuplai kebutuhan gizi ibu hamil, ibu menyusui, serta anak-anak balita sebagai salah satu upaya menekan dan mencegah stunting di Desa Cimande Hilir, Kecamatan Caringin, Kabupaten Bogor.

Kelompok Wanita Tani yang diketuai oleh Ibu Esih Sukaesih ini tidak hanya membudidayakan tanaman hortikultura berupa aneka sayuran, tetapi juga mengembangkan tanaman pangan seperti talas dan jagung. Tidak berhenti sampai di budidaya, KWT Embun Pagi juga melaksanakan kegiatan pascapanen sebagai bentuk peningkatan nilai tambah dari hasil pertanian yang mereka usahakan. Semangat inovasi, kebersamaan, dan pemberdayaan yang ditunjukkan KWT Embun Pagi diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi masyarakat dalam mewujudkan ketahanan pangan keluarga sekaligus mendukung peningkatan gizi masyarakat.

Ceritakan pengalaman Anda di kolom komentar.

Kunjungi kami di:
IG: @jejak_penyuluh
FB: Jejak Penyuluh Pertanian
https://jejak-penyuluh.blogspot.com

° ° °

#kementerianpertanian #pusluhtanri #bppsdmp #pusluhtanri #amran_sulaiman #distanhortijabar #dedimulyadi71 #distanhorbunkabbogor #kabupatenbogor #rudysusmanto #jaro_ade #kecamatancaringin #kecamatancijeruk #kecamatancigombong #jejak_penyuluh #desa #DesaCimandeHilir #kelompoktani #KWTEmbunPagi







Selasa, 04 Agustus 2026

SEMANGAT BERKARYA! PINDAH TANAM ALOEVERA, LANGKAH NYATA MENUJU KEMANDIRIAN USAHA KWT EMBUN PAGI



Selasa pagi berlangsung kegiatan pindah tanam bibit aloevera dari polibag pembibitan ke polibag pembesaran atau polibag budidaya yang dilaksanakan oleh Kelompok Wanita Tani (KWT) Embun Pagi. Kegiatan ini dilaksanakan bersama mahasiswa KKN UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, didampingi langsung oleh Penyuluh Pertanian setempat serta Ketua Tim Penggerak PKK Desa Cimande Hilir, Ibu Jameela Bisyir, yang turut serta melakukan proses pindah tanam bersama para anggota KWT.

Pada kesempatan tersebut, Penyuluh Pertanian memberikan penyuluhan mengenai pentingnya penggunaan media tanam yang tepat untuk mendukung pertumbuhan tanaman aloevera. Media tanam yang digunakan terdiri atas tanah, pupuk kandang ayam, pupuk kandang domba, serta pupuk cair hayati jenis Ekstragen. Komposisi media tanam yang direkomendasikan yaitu 2 bagian tanah : 1 bagian pupuk kandang domba matang : 1 bagian pupuk kandang ayam matang yang dicampur hingga merata, kemudian media disiram menggunakan larutan pupuk cair hayati Ekstragen sesuai dosis anjuran sebelum digunakan. Kombinasi tersebut menghasilkan media tanam yang gembur, kaya unsur hara, memiliki aerasi dan drainase yang baik, serta mampu mendukung pertumbuhan akar, pembentukan anakan, dan perkembangan daun aloevera secara optimal.

Teknis pemindahan bibit dilakukan dengan memilih bibit yang sehat dan telah memiliki 4–6 helai daun. Polibag pembibitan disiram terlebih dahulu agar media tetap utuh saat bibit dikeluarkan. Bibit kemudian dipindahkan secara hati-hati tanpa merusak perakaran, selanjutnya ditanam pada polibag pembesaran yang telah diisi media tanam. Posisi tanaman dibuat tegak, media dipadatkan secukupnya di sekitar pangkal tanaman, kemudian dilakukan penyiraman hingga media cukup lembap. Setelah tanam, tanaman ditempatkan pada lokasi yang memperoleh sinar matahari cukup dan dilakukan pemeliharaan secara rutin melalui penyiraman, penyiangan, serta pemupukan lanjutan sesuai kebutuhan.

Dalam penyuluhan juga disampaikan bahwa tanaman aloevera umumnya mulai dapat dipanen pada umur sekitar 8–12 bulan setelah pindah tanam, tergantung kondisi pertumbuhan dan pemeliharaan. Ciri-ciri tanaman yang siap dipanen yaitu memiliki daun berwarna hijau segar, tebal dan berisi, panjang sekitar 40–60 cm, lebar maksimal, tekstur daun kokoh, serta bagian pangkal daun telah berkembang sempurna sehingga menghasilkan gel yang melimpah dan berkualitas baik.

KWT Embun Pagi secara intensif membudidayakan tanaman aloevera sebagai bahan baku utama dalam pengembangan berbagai produk olahan bernilai ekonomi. Hasil panen aloevera dimanfaatkan untuk pembuatan minuman aloevera, jelly aloevera, serta berbagai produk olahan lainnya yang terus dikembangkan sebagai upaya meningkatkan nilai tambah, pendapatan kelompok, dan pemberdayaan perempuan di bidang agribisnis.

Melalui sinergi antara Penyuluh Pertanian, Pemerintah Desa, mahasiswa KKN, dan KWT, diharapkan budidaya aloevera dapat terus berkembang menjadi usaha yang berkelanjutan serta mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat pedesaan.

Ceritakan pengalaman Anda di kolom komentar.
[Red_AKw]
--------
Kunjungi kami di:
IG: @jejak_penyuluh
FB: Jejak Penyuluh Pertanian
https://jejak-penyuluh.blogspot.com
°
°
°
#kementerianpertanian #pusluhtanri #bppsdmp #pusluhtanri #amran_sulaiman #distanhortijabar #dedimulyadi71 #distanhorbunkabbogor #kabupatenbogor #rudysusmanto #jaro_ade #kecamatancaringin #kecamatancijeruk #kecamatancigombong #jejak_penyuluh #desacimandehilir #kelompokwanitataniembunpagi #kwtembunpagi #uinsyarifhidayatullah





PEREMAJAAN KEPENGURUSAN KELOMPOKTANI KARYA PRISMA: LANGKAH STRATEGIS MEMPERKUAT KELEMBAGAAN PETANI DI DESA MUARAJAYA



Penyuluh Pertanian WKPP Muarajaya melaksanakan kegiatan fasilitasi Peremajaan Kepengurusan Kelompoktani Karya Prisma dengan ID Kelompoktani Simluhtan 1034549. Kegiatan ini dilaksanakan melalui musyawarah dan mufakat pada Senin, 3 Agustus 2026 pukul 23.00 WIB sebagai upaya memperkuat kelembagaan petani agar tetap mampu berperan aktif dalam pembangunan pertanian di Desa Muarajaya.


Peremajaan kepengurusan dilakukan karena sebagian besar pengurus dan anggota lama sudah tidak lagi aktif dalam kegiatan pertanian. Hal tersebut disebabkan oleh semakin banyaknya lahan usaha tani yang beralih fungsi menjadi kawasan industri dan permukiman, sehingga banyak petani yang turut beralih profesi. Dengan kondisi tersebut, diperlukan regenerasi kepengurusan yang lebih aktif, produktif, dan siap menggerakkan kembali kegiatan Kelompoktani agar tetap eksis, mampu mengakses berbagai program pemerintah, meningkatkan kapasitas petani, serta mendukung pembangunan pertanian yang berkelanjutan.


Berdasarkan hasil musyawarah dan mufakat, disepakati susunan kepengurusan baru Kelompoktani Karya Prisma sebagai berikut:


• Ketua: Hidayatullah

• Sekretaris: Ujang Gunawan

• Bendahara: Edi Suwardi


Seksi:

• Produksi dan Budidaya: Apud Saripudin

• Sarana Produksi (Saprotan): Heriyanto

• Pengendalian Organisme Pengganggu Tumbuhan (OPT): Dayat Hidayat

• Pengairan dan Konservasi Lahan: Ibrohim

• Pemasaran dan Kemitraan: Naning

• Humas dan Pengembangan SDM: Dede Ismail


Diharapkan kepengurusan yang baru dapat menjalankan amanah dengan penuh tanggung jawab, memperkuat kelembagaan Kelompoktani, meningkatkan partisipasi anggota, serta menjadi motor penggerak dalam mewujudkan pertanian yang maju, mandiri, dan berkelanjutan di Desa Muarajaya.


Ceritakan pengalaman Anda di kolom komentar.

[Red_AKw]

---------

Kunjungi kami di:

IG: @jejak_penyuluh

FB: Jejak Penyuluh Pertanian

https://jejak-penyuluh.blogspot.com

°

°

°

#kementerianpertanian #pusluhtanri #bppsdmp #pusluhtanri #amran_sulaiman #distanhortijabar #dedimulyadi71 #distanhorbunkabbogor #kabupatenbogor #rudysusmanto #jaro_ade #kecamatancaringin #kecamatancijeruk #kecamatancigombong #jejak_penyuluh #desamuarajaya #kelompoktanikaryaprisma







PENYULUH PERTANIAN TURUN LANGSUNG KE LAHAN, DORONG PENINGKATAN PRODUKSI SAYURAN BERSAMA PETANI






Penyuluh Pertanian WKPP Desa Pasirmuncang, Ibu Deudeu, SH, SP., melaksanakan kunjungan ke lahan garapan milik Bapak Wiwin, salah satu anggota Kelompoktani Mekar Tani II yang berlokasi di Kp. Cipopokol, Desa Pasirmuncang, Kecamatan Caringin, Kabupaten Bogor.

Kunjungan ini bertujuan untuk melakukan pendampingan teknis budidaya, memantau kondisi pertumbuhan tanaman, mengidentifikasi permasalahan yang dihadapi petani di lapangan, serta memberikan solusi dan rekomendasi teknis terkait pengelolaan tanaman agar produktivitas dan kualitas hasil panen dapat terus ditingkatkan. Melalui kegiatan ini, Penyuluh Pertanian juga memberikan motivasi kepada petani agar terus menerapkan budidaya yang baik, efisien, dan ramah lingkungan sehingga usaha tani dapat berkembang secara berkelanjutan.

Bapak Wiwin merupakan salah satu petani yang aktif dan intensif membudidayakan berbagai komoditas hortikultura, di antaranya aneka cabai, tomat, mentimun, buncis, terong, serta berbagai jenis sayuran lainnya. Keberagaman komoditas yang diusahakan diharapkan mampu meningkatkan pendapatan petani sekaligus mendukung ketersediaan pangan dan sayuran segar bagi masyarakat.

Pendampingan secara rutin merupakan salah satu bentuk komitmen Penyuluh Pertanian dalam mendukung kemajuan sektor pertanian melalui peningkatan kapasitas petani, penerapan teknologi budidaya yang tepat, serta penguatan kelembagaan Kelompoktani sebagai ujung tombak pembangunan pertanian di wilayah binaan.

Ceritakan pengalaman Anda di kolom komentar....!!!

[Red_AKw]
-------
Kunjungi kami di:
IG: @jejak_penyuluh
FB: Jejak Penyuluh Pertanian
https://jejak-penyuluh.blogspot.com
°
°
°
#kementerianpertanian #pusluhtanri #bppsdmp #pusluhtanri #amran_sulaiman #distanhortijabar #dedimulyadi71 #distanhorbunkabbogor #kabupatenbogor #rudysusmanto #jaro_ade #kecamatancaringin #kecamatancijeruk #kecamatancigombong #jejak_penyuluh #desapasirmuncang #kelompoktanimekartani2

Senin, 03 Agustus 2026

UNIVERSITAS DJUANDA BOGOR LAKUKAN PEMBERDAYAAN PEREMPUAN TANI MELALUI HIDROPONIK, WUJUDKAN USAHA TANI YANG BERKELANJUTAN



Program Pelatihan Pemberdayaan Ekonomi Perempuan Melalui Budidaya Sayuran Hidroponik dan Manajemen Usaha Berkelanjutan merupakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat yang dilaksanakan di KWT Embun Pagi, Desa Cimande Hilir, Kecamatan Caringin, Kabupaten Bogor. Kegiatan ini bertujuan untuk mendukung pengembangan produksi komoditas pertanian yang diusahakan oleh KWT Embun Pagi sekaligus meningkatkan kemampuan manajemen usaha secara berkelanjutan.

Dalam pelaksanaannya, anggota KWT Embun Pagi mendapatkan pendampingan mulai dari proses penyemaian benih, pembuatan nutrisi AB Mix, pindah tanam, hingga teknik pemeliharaan sayuran hidroponik. Selain itu, peserta juga dibekali materi mengenai manajemen usaha berkelanjutan agar mampu mengembangkan usaha tani yang lebih produktif, efisien, dan bernilai ekonomi.

Program ini didanai oleh Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Riset, dan Teknologi melalui LPPM Universitas Djuanda berdasarkan Nomor Induk Kontrak: 207/C3/DT.05.00/PM/2026.

Tim Pelaksana Program Pemberdayaan Ekonomi Perempuan Melalui Hidroponik dan Manajemen Usaha Berkelanjutan:
• Syaima Lailatul Mubarokah, S.P., M.Si. (Ketua)
• Dr. Ir. Himmatul Miftah, M.Si. (Anggota)
• Yanyan Mulyaningsih, S.P., M.Si. (Anggota)

Terima kasih kepada KWT Embun Pagi atas dukungan, kolaborasi, dan partisipasi aktif yang telah diberikan sehingga kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini dapat terlaksana dengan baik serta memberikan manfaat bagi seluruh anggota KWT Embun Pagi dalam meningkatkan keterampilan dan kemandirian ekonomi.

💬 Ceritakan pengalaman Anda di kolom komentar.

[Red_Unida_Bogor]
--------
Kunjungi kami di:
IG: @jejak_penyuluh
FB: Jejak Penyuluh Pertanian
https://jejak-penyuluh.blogspot.com
°
°
°
#kementerianpertanian #pusluhtanri #bppsdmp #pusluhtanri #amran_sulaiman #distanhortijabar #dedimulyadi71 #distanhorbunkabbogor #kabupatenbogor #rudysusmanto #jaro_ade #kecamatancaringin #kecamatancijeruk #kecamatancigombong #jejak_penyuluh #desacimandehilir #kwtembunpagi #unidabogor



Minggu, 02 Agustus 2026

TANAMAN SUDAH HIJAU, TAPI KENAPA ANAKANNYA BELUM BANYAK? JANGAN SALAH MENILAI KONDISI PADI

Warna daun padi yang hijau sering kali dianggap sebagai tanda bahwa pemupukan sudah berhasil. Padahal, kondisi tersebut belum tentu menunjukkan pertumbuhan tanaman yang optimal. Daun hijau memang menandakan tanaman memperoleh unsur nitrogen, namun pembentukan anakan yang banyak juga sangat dipengaruhi oleh ketersediaan unsur fosfor, kalium, serta kondisi perakaran yang sehat agar penyerapan unsur hara berlangsung secara maksimal.

Melalui kegiatan Penyuluhan Digital ini, Penyuluh mengajak petani agar tidak hanya berpatokan pada warna daun sebagai indikator keberhasilan pemupukan. Pemupukan berimbang sesuai kebutuhan tanaman dan fase pertumbuhan merupakan kunci untuk mendorong pembentukan anakan yang produktif, meningkatkan pertumbuhan tanaman, serta mendukung hasil panen yang lebih optimal.

🌱 Sudah pernah mengalami kondisi seperti ini di lahan? Ceritakan pengalaman Anda di kolom komentar.

[Red_AKw]
--------
Kunjungi kami di:
IG: @jejak_penyuluh
FB: Jejak Penyuluh Pertanian
https://jejak-penyuluh.blogspot.com

°
°
°

#kementerianpertanian #pusluhtanri #bppsdmp #pusluhtanri #amran_sulaiman #distanhortijabar #dedimulyadi71 #distanhorbunkabbogor #kabupatenbogor #rudysusmanto #jaro_ade #kecamatancaringin #kecamatancijeruk #kecamatancigombong #jejak_penyuluh


KKN BERKOLABORASI DENGAN KWT EMBUN PAGI, WUJUDKAN PEMBERDAYAAN PEREMPUAN DAN PERTANIAN BERKELANJUTAN DI DESA CIMANDE HILIR



Semangat kolaborasi antara Penyuluh Pertanian, Kelompok Wanita Tani (KWT) Embun Pagi, Pemerintah Desa Cimande Hilir, dan mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) UIN Syarif Hidayatullah Jakarta menjadi langkah nyata dalam mendorong pengembangan sektor pertanian dan pemberdayaan masyarakat di Desa Cimande Hilir, Kecamatan Caringin, Kabupaten Bogor. Pada pertemuan kali ini, Penyuluh Pertanian melaksanakan pendampingan kegiatan KKN yang diikuti oleh 17 mahasiswa UIN Syarif Hidayatullah Jakarta selama satu bulan. Salah satu fokus kegiatan mereka adalah pengembangan usaha tani dan pascapanen bersama KWT Embun Pagi.

Selama pelaksanaan KKN, mahasiswa bersama anggota KWT Embun Pagi akan berkolaborasi dalam berbagai kegiatan, di antaranya penanaman aloevera, panen sayuran hidroponik, pembuatan jelly aloevera sebagai produk olahan bernilai tambah, serta penanaman berbagai tanaman buah. Rangkaian kegiatan tersebut diharapkan dapat meningkatkan keterampilan, kreativitas, dan jiwa kewirausahaan masyarakat, khususnya kaum perempuan, sekaligus menjadi media pembelajaran bagi mahasiswa dalam mengaplikasikan ilmu yang diperoleh di bangku perkuliahan.

Ketua Tim Penggerak PKK Desa Cimande Hilir, Ibu Jameela Bisyir, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi dan ucapan selamat datang kepada 17 mahasiswa KKN UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. Beliau berharap kehadiran mahasiswa dapat memberikan semangat baru, ide-ide kreatif, serta inovasi yang bermanfaat bagi masyarakat Desa Cimande Hilir. Menurut beliau, sinergi antara mahasiswa, Penyuluh Pertanian, KWT Embun Pagi, PKK, dan pemerintah desa diharapkan mampu menghasilkan program-program yang berdampak positif, seperti penguatan budidaya pertanian, pengolahan hasil pertanian, penghijauan melalui penanaman tanaman buah, edukasi lingkungan, serta peningkatan kapasitas masyarakat sehingga manfaat kegiatan KKN dapat terus dirasakan meskipun masa pengabdian mahasiswa telah berakhir.

[Red_AKw]
------
Kunjungi kami di:
IG: @jejak_penyuluh
FB: Jejak Penyuluh Pertanian
https://jejak-penyuluh.blogspot.com

°
°
°

#kementerianpertanian #pusluhtanri #bppsdmp #pusluhtanri #amran_sulaiman #distanhortijabar #dedimulyadi71 #distanhorbunkabbogor #kabupatenbogor #rudysusmanto #jaro_ade #kecamatancaringin #kecamatancijeruk #kecamatancigombong #jejak_penyuluh #desacimandehilir #kwtembunpagi #uinsyarifhidayatullah







PEMELIHARAAN HIDROPONIK UNTUK GIZI KELUARGA, LANGKAH NYATA KWT EMBUN PAGI CEGAH STUNTING

Kegiatan pemeliharaan dan perawatan tanaman sayuran yang dibudidayakan menggunakan metode hidroponik terus dilakukan oleh Kelompok Wanita T...