Rabu, 02 September 2026

PERKUAT KETAHANAN GIZI, PENYULUH PERTANIAN DORONG PEMANFAATAN BENIH SAYURAN UNTUK POSYANDU DESA CIHERANG PONDOK

 


Caringin, Kabupaten Bogor — Penyuluh Pertanian bersama Penyuluh Pertanian Swadaya (PPS) Desa Ciherang Pondok Kecamatan Caringin melaksanakan koordinasi dengan Pemerintah Desa Ciherang Pondok dalam rangka pendistribusian fasilitasi bantuan benih sayuran untuk mendukung kegiatan Posyandu Desa Ciherang Pondok.

Fasilitasi bantuan benih sayuran tersebut terdiri dari 5 macam benih, yaitu:

🌿 Kangkung: 1 amplop
🌿 Bayam: 1 amplop
🌿 Sawi Hijau: 2 amplop
🌶️ Cabai Keriting: 2 amplop
🍆 Terong Ungu: 2 amplop

Fasilitasi bantuan benih sayuran ini merupakan salah satu bentuk upaya Pemerintah Daerah Kabupaten Bogor melalui Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan Kabupaten Bogor dalam mendukung pemenuhan gizi masyarakat sekaligus membantu menekan angka stunting.

Melalui pemanfaatan benih tersebut, Posyandu Desa Ciherang Pondok nantinya dapat menghasilkan produk segar sayuran yang memiliki nilai gizi dan dapat dimanfaatkan untuk mendukung pemenuhan kebutuhan pangan bergizi bagi masyarakat.

Dalam pelaksanaannya, Posyandu akan bekerja sama dengan Kelompok Wanita Tani (KWT) Kemuning sebagai eksekutor pelaksana teknis budidaya berbagai jenis sayuran tersebut. Hasil budidaya selanjutnya akan didistribusikan untuk Posyandu dan dibagikan kepada ibu hamil, ibu menyusui, bayi dan balita sebagai bagian dari upaya pemenuhan gizi masyarakat.

Kegiatan ini diharapkan dapat memperkuat sinergi antara Pemerintah Desa, Penyuluh Pertanian, PPS, Posyandu dan Kelompoktani/KWT dalam mengoptimalkan potensi pertanian sebagai sumber pangan bergizi, sekaligus menjadi bagian dari langkah nyata dalam mendukung percepatan penurunan angka stunting di Desa Ciherang Pondok, Kecamatan Caringin, Kabupaten Bogor.

🤝 Kolaborasi pertanian dan kesehatan masyarakat menjadi langkah nyata untuk menghadirkan pangan bergizi dari lingkungan sendiri.

💬 Ceritakan pengalaman Anda di kolom komentar.
[Red_AKw]
-----

Kunjungi kami di:
IG: @jejak_penyuluh
FB: Jejak Penyuluh Pertanian
https://jejak-penyuluh.blogspot.com
°
°
°
#kementerianpertanian #pusluhtanri #bppsdmp #pusluhtanri #amran_sulaiman #distanhortijabar #dedimulyadi71 #distanhorbunkabbogor #kabupatenbogor #rudysusmanto #jaro_ade #kecamatancaringin #kecamatancijeruk #kecamatancigombong #jejak_penyuluh #desaCiherangPondok #kelompoktaniKWTKemuning


MONITORING LUAS TAMBAH TANAM PADI SAWAH: CIHERANG PONDOK MEMILIKI POTENSI 20 HEKTARE LAHAN SAWAH



CARINGIN — Penyuluh Pertanian bersama Penyuluh Pertanian Swadaya (PPS) Desa Ciherang Pondok Kecamatan Caringin melaksanakan kegiatan monitoring Luas Tambah Tanam (LTT) Padi Sawah di Kelompoktani Tani Mukti 1 yang berlokasi di Kampung Babakan, Desa Ciherang Pondok, Kecamatan Caringin, Kabupaten Bogor.

Kegiatan monitoring ini dilakukan untuk melihat perkembangan penanaman padi sawah sekaligus mengidentifikasi potensi lahan pertanian yang masih dapat dimanfaatkan untuk mendukung peningkatan produksi padi di wilayah Desa Ciherang Pondok.

Musim tanam kali ini dilaksanakan pada areal persawahan yang masih produktif seluas 3,6 hektare. Lahan tersebut ditanami padi varietas Inpari 32 yang berasal dari fasilitasi bantuan benih padi.

Kelompoktani Tani Mukti 1 yang diketuai oleh Bapak Udin Saripudin terus berupaya memanfaatkan lahan sawah yang masih tersisa untuk mendukung keberlanjutan budidaya padi sawah dan peningkatan produktivitas pertanian di tingkat desa.

Dari total lahan sawah yang masih produktif seluas 3,6 hektare tersebut, Desa Ciherang Pondok sebenarnya memiliki potensi pengembangan lahan sawah hingga sekitar 15–20 hektare. Namun, optimalisasi potensi tersebut sangat bergantung pada perbaikan dan peningkatan kondisi saluran irigasi agar ketersediaan air dapat mendukung kegiatan budidaya secara berkelanjutan.

Melalui monitoring LTT ini, Penyuluh Pertanian bersama PPS terus mendorong optimalisasi lahan pertanian, peningkatan indeks pertanaman, serta penguatan koordinasi bersama Kelompoktani dalam mendukung peningkatan produksi pangan dan ketahanan pangan di Kabupaten Bogor.

🌱 Potensi lahan ada, irigasi diperbaiki, produksi padi dapat ditingkatkan!

💬 Ceritakan pengalaman Anda di kolom komentar.

[Red_AKw]

Kunjungi kami di:
IG: @jejak_penyuluh
FB: Jejak Penyuluh Pertanian
https://jejak-penyuluh.blogspot.com
°
°
°
#kementerianpertanian #pusluhtanri #bppsdmp #pusluhtanri #amran_sulaiman #distanhortijabar #dedimulyadi71 #distanhorbunkabbogor #kabupatenbogor #rudysusmanto #jaro_ade #kecamatancaringin #kecamatancijeruk #kecamatancigombong #jejak_penyuluh #desaCiherangPondok #kelompoktanitaniMukti1







Senin, 31 Agustus 2026

PM-AAS DITERAPKAN DI MUARAJAYA! TARGET 10 TON GABAH/HEKTARE, PERTANIAN PADI MAKIN PRESISI



Kegiatan Penanaman Padi Sawah menggunakan metode PM-AAS (Pertanian Modern – Advanced Agriculture System) dilaksanakan di Kelompoktani Setia Wargi yang berlokasi di Desa Muarajaya, Kecamatan Caringin, Kabupaten Bogor.

Kegiatan ini didampingi langsung oleh Penyuluh Pertanian setempat, serta dibantu oleh Penyuluh Pertanian WKPP Pasirbuncir, Petugas Organisme Pengganggu Tumbuhan (POPT), dan Penyuluh Pertanian Swadaya (PPS) Desa Muarajaya.

Kelompoktani Setia Wargi yang diketuai oleh Bapak Hoerudin menargetkan penerapan metode PM-AAS pada lahan seluas 0,13 hektare.

Dalam kegiatan tersebut, Penyuluh Pertanian menjelaskan berbagai keunggulan budidaya padi sawah menggunakan metode PM-AAS, antara lain pengaturan populasi dan jarak tanam yang lebih optimal, efisiensi penggunaan air dan pupuk, pemanfaatan mekanisasi, pengelolaan tanaman secara presisi, efisiensi biaya dan tenaga kerja, serta peningkatan produktivitas lahan.

PM-AAS juga mengintegrasikan praktik budidaya modern dengan teknologi dan pengelolaan input secara lebih terukur sehingga penggunaan sarana produksi dapat dilakukan secara lebih efisien.

Selain praktik penanaman, Penyuluh Pertanian memberikan Penyuluhan tentang Urutan Praktis Pemupukan Padi Sawah Metode PM-AAS yaitu:

1️⃣ Sebelum tanam
Memeriksa kondisi dan pH tanah. Apabila tanah masam, diberikan dolomit sekitar 1–2 minggu sebelum tanam sesuai kebutuhan.

2️⃣ Awal tanam
Memberikan SP-36 apabila diperlukan berdasarkan status P tanah. Pupuk organik juga diberikan sebagai bagian dari upaya menjaga kesehatan tanah.

3️⃣ Umur 20–25 HST
Memberikan NPK majemuk sebanyak 300 kg/ha.

4️⃣ Umur 40–45 HST
Memberikan NPK majemuk sebanyak 100 kg/ha, sehingga total NPK menjadi 400 kg/ha.

5️⃣ Umur 40–45 HSS
Memberikan Urea sebanyak 150 kg/ha, yaitu setengah dari total dosis 300 kg/ha.

6️⃣ Memasuki fase primordia
Memberikan sisa Urea sebanyak 150 kg/ha, dengan pemberian mengikuti hasil monitoring menggunakan BWD.

7️⃣ Umur 15, 25, 35, 45, dan 55 HST
Apabila menggunakan Silika cair, dilakukan penyemprotan sekitar 3 L/ha atau sesuai dosis label produk, pada pagi hari saat stomata terbuka.

💧 MANAJEMEN PENGAIRAN METODE AWD PADA SISTEM PM-AAS

Penyuluh Pertanian juga memberikan Penyuluhan tentang Manajemen Pengairan Metode AWD (Alternate Wetting and Drying) atau pengairan berselang pada sistem PM-AAS.

Urutan pengelolaan air adalah sebagai berikut:

🌱 Fase vegetatif awal, umur 0–21 HSS: kondisi sawah macak-macak atau permukaan jenuh air.

🌾 Umur 21–45 HSS: sawah dalam kondisi tergenang.

💧 Umur 45–55 HSS: dilakukan pengeringan, yaitu lahan dibiarkan kering tanpa penggenangan air kembali.

🌾 Fase generatif, umur 55–65 HSS, sub-fase inisiasi–bunting: kondisi sawah kembali tergenang.

🌼 Sub-fase pembungaan, umur 65–85 HSS: kondisi air tetap tergenang.

🌾 Fase pengisian malai, umur 85–100 HSS: dilakukan pengeringan sejak penggenangan terakhir di fase pembungaan dan lahan dibiarkan kering secara alami hingga memasuki panen pada umur >100 HSS.

📈 POTENSI PRODUKSI MENINGKAT

Dari sisi produksi, penerapan PM-AAS secara baik dan benar memiliki potensi menghasilkan minimal 10 ton gabah per hektare. Bahkan, hasil uji lapangan telah mencapai 12,4 ton per hektare.

Pencapaian tersebut didukung antara lain oleh optimalisasi fotosintesis melalui pengaturan jarak tanam, peningkatan populasi tanaman, serta penerapan pertanian presisi sehingga input produksi dapat digunakan secara lebih efisien.

Melalui pendampingan intensif dari Penyuluh Pertanian bersama seluruh pihak yang terlibat, diharapkan penerapan PM-AAS di Desa Muarajaya, khususnya di Kelompoktani Setia Wargi, dapat berjalan optimal, meningkatkan produktivitas padi, menekan biaya produksi, memberikan manfaat nyata bagi kesejahteraan petani, serta mendukung terwujudnya swasembada pangan berkelanjutan.

Ceritakan pengalaman Anda di kolom komentar.
[Red_AKw]
------------
Kunjungi kami di:
IG: @jejak_penyuluh
FB: Jejak Penyuluh Pertanian
https://jejak-penyuluh.blogspot.com
°
°
°
#kementerianpertanian #pusluhtanri #bppsdmp #pusluhtanri #amran_sulaiman #distanhortijabar #dedimulyadi71 #distanhorbunkabbogor #kabupatenbogor #rudysusmanto #jaro_ade #kecamatancaringin #kecamatancijeruk #kecamatancigombong #jejak_penyuluh #desamuarajaya #kelompoktanisetiawargi
























































PERKUAT KETAHANAN GIZI, PENYULUH PERTANIAN DORONG PEMANFAATAN BENIH SAYURAN UNTUK POSYANDU DESA CIHERANG PONDOK

  Caringin, Kabupaten Bogor — Penyuluh Pertanian bersama Penyuluh Pertanian Swadaya (PPS) Desa Ciherang Pondok Kecamatan Caringin melaksana...