Dalam upaya meningkatkan produktivitas dan kualitas hasil budidaya sayuran, telah dilaksanakan kegiatan fasilitasi pupuk hayati cair Ekstragen kepada Kelompok Wanita Tani (KWT) Sri Rezeki yang berlokasi di Desa Lemahduhur, Kecamatan Caringin, Kabupaten Bogor. KWT yang diketuai oleh Ibu Siti Susanti ini saat ini аktif mengembangkan budidaya tanaman hortikultura jenis sayuran sehingga sangat membutuhkan dukungan sarana produksi berupa pupuk hayati cair.
Kegiatan ini sekaligus diisi dengan penyuluhan oleh Penyuluh Pertanian Desa Lemahduhur yang memberikan pemahaman kepada ibu-ibu KWT Sri Rezeki mengenai manfaat, kandungan, serta tata cara aplikasi pupuk hayati cair Ekstragen.
Dalam penyuluhan dijelaskan bahwa pupuk hayati cair Ekstragen merupakan pupuk berbasis mikroorganisme hidup yang berperan penting dalam meningkatkan kesuburan tanah secara alami. Kandungan utama dalam pupuk ini meliputi:
- Bakteri penambat nitrogen (N): Membantu menyediakan unsur nitrogen dari udara untuk kebutuhan tanaman.
- Bakteri pelarut fosfat (P): Meningkatkan ketersediaan unsur fosfor yang penting untuk pertumbuhan akar dan pembungaan.
- Mikroorganisme pengurai bahan organik: Mempercepat dekomposisi bahan organik menjadi unsur hara yang mudah diserap tanaman.
- Zat perangsang tumbuh alami (ZPT): Membantu merangsang pertumbuhan akar, batang, dan daun.
Disampaikan pula bahwa penggunaan pupuk hayati cair Ekstragen sangat efektif untuk tanaman hortikultura seperti cabai, tomat, terong, dan sayuran daun karena mampu memperbaiki struktur tanah, meningkatkan daya tahan tanaman terhadap penyakit, serta meningkatkan hasil produksi secara berkelanjutan dan ramah lingkungan.
Adapun tata cara aplikasi pupuk hayati cair Ekstragen yang dianjurkan adalah sebagai berikut:
1. Pengolahan lahan: Pupuk dicampurkan dengan air kemudian disiramkan ke tanah sebelum tanam untuk mengaktifkan mikroorganisme tanah.
2. Perendaman bibit: Bibit sayuran direndam selama beberapa menit sebelum ditanam untuk meningkatkan daya tumbuh dan ketahanan tanaman.
3. Aplikasi kocor: Pupuk dilarutkan dan dikocorkan ke sekitar perakaran tanaman secara rutin setiap 7–10 hari.
4. Aplikasi semprot: Dapat disemprotkan ke daun pada fase vegetatif untuk merangsang pertumbuhan optimal.
5. Dosis aplikasi: Disesuaikan dengan umur tanaman dan kondisi lahan, dengan tetap memperhatikan anjuran penggunaan agar hasil lebih maksimal.
Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan ibu-ibu KWT Sri Rezeki dapat lebih memahami pentingnya penggunaan pupuk hayati dalam budidaya sayuran, serta mampu mengaplikasikannya secara tepat guna untuk meningkatkan hasil panen dan menjaga kelestarian lingkungan.
OUTPUT KEGIATAN:
- Tersalurkannya fasilitasi pupuk hayati cair Ekstragen kepada KWT Sri Rezeki.
- Meningkatnya pengetahuan dan keterampilan anggota KWT dalam penggunaan pupuk hayati.
- Peningkatan kualitas pertumbuhan tanaman sayuran yang dibudidayakan.
- Terwujudnya budidaya hortikultura yang ramah lingkungan dan berkelanjutan.
- Meningkatnya semangat dan kemandirian ibu-ibu KWT dalam mengembangkan usaha tani.
[Red_AKw]
------
Kunjungi kami di:
IG: @jejak_penyuluh
FB: Jejak Penyuluh Pertanian
https://jejak-penyuluh.blogspot.com
°
°
°
#kementerianpertanian #pusluhtanri #bppsdmp #pusluhtanri #amran_sulaiman #distanhortijabar #dedimulyadi71 #distanhorbunkabbogor #kabupatenbogor #rudysusmanto #jaro_ade #kecamatancaringin #kecamatancijeruk #kecamatancigombong #jejak_penyuluh #desalemahduhur #kelompokwanitatanisririzeki #kwtsrirezeki







































































