Kegiatan kunjungan lapangan di Kelompoktani Suka Tani I yang berlokasi di Kp. Curugdengdeng RT/RW 001/003 Desa Caringin, Kecamatan Caringin, Kabupaten Bogor. Kegiatan ini dilaksanakan dalam rangka monitoring pertumbuhan dan perkembangan tanaman padi sawah varietas Inpari 32 dan Inpari 42 yang merupakan hasil fasilitasi pengadaan benih padi pada tahun 2024 dan 2025.
Berdasarkan hasil pemantauan di lapangan, varietas Inpari 32 telah memasuki musim tanam ke-3 dan secara umum masih menunjukkan pertumbuhan dan perkembangan yang baik sejak pertama kali benih diterima hingga saat ini.
Sementara itu untuk varietas Inpari 42, saat pertama kali benih diterima petani mengalami kendala pada proses persemaian dan pertumbuhan awal tanaman. Menurut keterangan Bapak Hakim selaku salah satu anggota Kelompoktani Suka Tani I, kondisi tersebut diduga disebabkan oleh proses pengeringan benih di tingkat penangkar yang menggunakan oven sehingga tingkat kekeringan benih tidak merata bahkan terlalu kering yang mengakibatkan sebagian benih kehilangan daya tumbuh.
Namun pada musim tanam ke-2, petani melakukan seleksi benih secara mandiri sebelum proses persemaian. Hasilnya menunjukkan pertumbuhan dan perkembangan tanaman yang cukup memuaskan baik saat persemaian maupun setelah dipindahkan ke lahan tanam. Saat ini tanaman padi varietas Inpari 42 telah memasuki umur sekitar 35 Hari Setelah Tanam (HST) dengan kondisi pertumbuhan yang relatif baik.
Dari hasil pemantauan di beberapa petak sawah, baik pada varietas Inpari 32 maupun Inpari 42 ditemukan beberapa batang tanaman padi yang menunjukkan gejala serangan Penyakit Hawar Daun Bakteri (HDB) atau yang sering dikenal petani sebagai penyakit kresek. Gejala yang terlihat pada tanaman yaitu daun padi berubah warna menjadi kemerahan hingga kecokelatan kemudian mengering mulai dari ujung daun dan dapat menyebabkan daun menjadi kering secara bertahap.
Upaya pengendalian yang dapat dilakukan antara lain dengan menjaga sanitasi lahan, mengatur pengairan agar tidak terlalu lembab, melakukan pemupukan berimbang terutama tidak berlebihan dalam penggunaan pupuk nitrogen, serta melakukan pengendalian menggunakan bakterisida yang direkomendasikan apabila serangan mulai meluas.
Hasil identifikasi pada kunjungan kali ini akan segera ditindaklanjuti dengan melakukan koordinasi bersama Petugas Pengendali Organisme Pengganggu Tumbuhan (POPT) setempat guna menentukan langkah pencegahan dan pengobatan yang tepat sehingga penyebaran penyakit dapat dikendalikan dan tidak meluas ke areal pertanaman lainnya.
Output/Hasil Kegiatan:
Terlaksananya monitoring pertumbuhan tanaman padi varietas Inpari 32 dan Inpari 42 di Kelompoktani Suka Tani I.
Diperolehnya informasi perkembangan varietas padi hasil fasilitasi benih tahun 2024 dan 2025.
Teridentifikasinya gejala serangan penyakit Hawar Daun Bakteri (HDB) pada beberapa petak sawah.
Meningkatnya kewaspadaan petani terhadap serangan penyakit pada tanaman padi.
Rencana tindak lanjut koordinasi dengan petugas POPT untuk pengendalian penyakit tanaman.
[Red_AKw]
-----
Kunjungi kami di:
IG: @jejak_penyuluh
FB: Jejak Penyuluh Pertanian
https://jejak-penyuluh.blogspot.com
°
°
°
#kementerianpertanian #pusluhtanri #bppsdmp #pusluhtanri #amran_sulaiman #distanhortijabar #dedimulyadi71 #distanhorbunkabbogor #kabupatenbogor #rudysusmanto #jaro_ade #kecamatancaringin #kecamatancijeruk #kecamatancigombong #jejak_penyuluh #desacaringin #kelompoktanisukatani1



















