"Jejak Penyuluh Pertanian" adalah blog yang memuat kisah, catatan lapangan, inovasi, dan inspirasi dari dunia penyuluhan pertanian. Dikelola oleh para penyuluh pertanian yang berdedikasi, blog ini menyajikan dokumentasi kegiatan, pembelajaran dari lapangan, serta berbagi informasi teknis dan praktis seputar budidaya, pascapanen, agribisnis, hingga pemberdayaan petani dan kelompoktani.
Dengan semangat "Bergerak Bersama Petani", blog ini menjadi wadah berbagi pengalaman dan pengetahuan
Ketua Kelompoktani Sukamanah, Babang Ciko, melaksanakan kegiatan panen mentimun untuk yang ke-5 kalinya dengan hasil yang memuaskan. Kegiatan panen ini menjadi bukti nyata bahwa pengelolaan budidaya yang dilakukan secara intensif dan berkelanjutan mampu memberikan hasil optimal bagi petani di tingkat lapangan.
Panen mentimun kali ini menunjukkan kondisi tanaman yang tumbuh sehat dengan kualitas buah yang baik serta produktivitas yang terus meningkat. Keberhasilan tersebut tidak terlepas dari kerja keras petani dalam menerapkan teknik budidaya yang tepat, mulai dari pengolahan lahan, pemeliharaan tanaman, pengendalian hama penyakit, hingga pemupukan yang teratur. Selain menjadi sumber penghasilan bagi petani, keberhasilan panen ini juga menjadi motivasi bagi anggota kelompoktani lainnya untuk terus mengembangkan usaha tani hortikultura yang berdaya saing.
Melalui kegiatan panen ke-5 ini, Kelompoktani Sukamanah diharapkan dapat terus meningkatkan produktivitas pertanian serta memperkuat ketahanan pangan di wilayah Kecamatan Caringin. Penyuluh Pertanian juga terus mendorong para petani agar tetap semangat dalam berinovasi dan menjaga kualitas hasil pertanian sehingga mampu memenuhi kebutuhan pasar serta meningkatkan kesejahteraan petani di pedesaan.
Output/Hasil Kegiatan:
Terlaksananya panen mentimun ke-5 oleh Kelompoktani Sukamanah.
Meningkatnya produktivitas dan kualitas hasil panen mentimun.
Bertambahnya semangat dan motivasi petani dalam mengembangkan budidaya hortikultura.
Terjaganya keberlanjutan usaha tani hortikultura di Desa Cimande.
Mendukung peningkatan ekonomi dan kesejahteraan petani setempat.
Pembinaan dan pertemuan Kelompoktani Tani Maju VI dilaksanakan di Desa Tangkil, Kecamatan Caringin, Kabupaten Bogor, sebagai upaya meningkatkan kapasitas petani dalam budidaya padi sawah yang lebih efektif dan produktif. Kegiatan ini dipandu langsung oleh PPL Desa Tangkil, Ibu Deudeu SH, SP., dengan materi mengenai inovasi sistem tanam jajar legowo guna mendukung peningkatan hasil produksi pertanian.
Dalam penyampaiannya, dijelaskan bahwa sistem tanam jajar legowo memiliki berbagai keunggulan, di antaranya mampu meningkatkan populasi tanaman, memperbaiki sirkulasi udara antar tanaman, memaksimalkan penyerapan sinar matahari, serta memudahkan kegiatan pemeliharaan tanaman seperti pemupukan dan pengendalian Organisme Pengganggu Tumbuhan (OPT). Melalui penerapan teknologi budidaya yang tepat, diharapkan produktivitas padi semakin meningkat guna mendukung program swasembada pangan yang berkelanjutan.
Kegiatan ini turut dihadiri oleh Ketua Kelompoktani Maju VI, Bapak Jaya Permana, serta perwakilan Pemerintah Desa Tangkil yaitu Ketua BPD Desa Tangkil. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan dukungan penuh terhadap kegiatan pembinaan dan pertemuan kelompok tani sebagai sarana meningkatkan wawasan dan pengetahuan petani, khususnya dalam penerapan sistem tanam jajar legowo bagi petani yang belum memahami teknologi tersebut.
Melalui kegiatan penyuluhan dan pembinaan ini, diharapkan para petani mampu menerapkan teknologi budidaya padi yang tepat sehingga dapat meningkatkan produktivitas pertanian, kesejahteraan petani, serta mendukung tercapainya swasembada pangan nasional secara berkelanjutan.
📌 OUTPUT/HASIL KEGIATAN:
✅ Meningkatnya pemahaman petani mengenai sistem tanam jajar legowo pada budidaya padi sawah
✅ Petani mengetahui manfaat jajar legowo dalam meningkatkan populasi tanaman dan hasil produksi padi
✅ Terjalinnya koordinasi dan sinergi antara petani, penyuluh, dan pemerintah desa dalam mendukung pembangunan pertanian
✅ Meningkatnya motivasi petani untuk menerapkan teknologi budidaya padi yang lebih efektif dan efisien
✅ Mendukung upaya swasembada pangan melalui peningkatan produktivitas padi secara berkelanjutan
Kegiatan Penyuluhan Pertanian dilaksanakan melalui penyuluhan perorangan kepada petani sayuran mengenai manfaat Asam Humat dan tata cara pengaplikasiannya pada tanaman hortikultura, khususnya komoditas tomat, cabai, mentimun, buncis, kacang panjang, kol, serta aneka sayuran daun. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan pemahaman petani mengenai pentingnya penggunaan bahan organik dalam memperbaiki kesuburan tanah dan meningkatkan produktivitas tanaman secara berkelanjutan.
Dalam kegiatan penyuluhan dijelaskan bahwa Asam Humat merupakan senyawa organik alami hasil dekomposisi bahan organik yang telah mengalami proses pelapukan dalam waktu yang sangat lama. Asam humat mengandung unsur karbon organik tinggi yang sangat bermanfaat untuk memperbaiki struktur tanah, meningkatkan kapasitas tukar kation tanah, membantu penyerapan unsur hara, serta merangsang pertumbuhan akar tanaman.
Penggunaan Asam Humat pada tanaman hortikultura memiliki banyak manfaat, diantaranya:
Membantu memperbaiki struktur tanah agar lebih gembur dan subur.
Meningkatkan aktivitas mikroorganisme tanah yang bermanfaat.
Membantu akar tanaman lebih mudah menyerap unsur hara.
Mengurangi kehilangan pupuk akibat pencucian oleh air hujan.
Meningkatkan pertumbuhan akar, batang, daun, bunga, dan buah.
Membantu tanaman lebih tahan terhadap cekaman cuaca dan serangan penyakit.
Meningkatkan kualitas hasil panen seperti ukuran buah, warna, dan ketahanan simpan.
Mengurangi penggunaan pupuk kimia secara berlebihan sehingga lebih hemat biaya produksi.
Pada tanaman sayuran seperti tomat dan cabai, Asam Humat dapat membantu pembentukan bunga dan buah lebih optimal. Pada mentimun, buncis, serta kacang panjang dapat membantu pertumbuhan tanaman lebih cepat dan produktif. Sedangkan pada kol dan sayuran daun, Asam Humat membantu pertumbuhan daun lebih hijau, segar, dan sehat.
Dalam penyuluhan juga dijelaskan bahwa cara pengaplikasian Asam Humat yang paling baik adalah dengan cara dicairkan terlebih dahulu menggunakan air agar lebih mudah diserap oleh akar tanaman maupun daun. Asam Humat dapat diaplikasikan melalui dua cara yaitu:
Dikocorkan ke tanah di sekitar perakaran tanaman.
Disemprotkan ke daun dengan dosis yang sesuai.
Pengaplikasian melalui pengocoran dinilai sangat efektif untuk memperbaiki kondisi tanah dan merangsang pertumbuhan akar. Sedangkan penyemprotan daun membantu penyerapan nutrisi lebih cepat pada fase pertumbuhan vegetatif maupun generatif tanaman.
Secara umum, dosis aplikasi Asam Humat cair dapat dilakukan dengan mencampurkan sekitar 5–10 ml Asam Humat per liter air, kemudian diaplikasikan setiap 7–14 hari sekali tergantung kondisi tanaman dan kesuburan tanah. Waktu aplikasi terbaik dilakukan pada pagi atau sore hari agar penyerapan lebih maksimal dan menghindari penguapan berlebih.
Melalui kegiatan penyuluhan ini diharapkan petani semakin memahami pentingnya penggunaan bahan organik seperti Asam Humat dalam budidaya hortikultura modern sehingga mampu meningkatkan produktivitas, menjaga kesuburan tanah, serta mendukung pertanian ramah lingkungan yang berkelanjutan.
Output/Hasil Kegiatan:
Petani memahami pengertian dan manfaat Asam Humat bagi tanaman hortikultura.
Meningkatnya pengetahuan petani mengenai teknik aplikasi Asam Humat yang tepat dan efektif.
Petani memahami pentingnya menjaga kesuburan tanah dengan bahan organik.
Petani termotivasi untuk menerapkan penggunaan Asam Humat pada budidaya sayuran.
Terjalinnya komunikasi dan pendampingan antara Penyuluh Pertanian dengan petani dalam penerapan teknologi budidaya ramah lingkungan.
Kegiatan persiapan pengembangan budidaya ayam petelur dilaksanakan oleh Kelompoktani Barokah Desa Ciherang Pondok Kecamatan Caringin Kabupaten Bogor yang bekerjasama dengan Pemerintah Desa Ciherang Pondok melalui program Ketahanan Pangan. Pada tahun ini direncanakan adanya pengembangan dan penambahan populasi ayam petelur sebanyak kurang lebih 1.020 ekor guna meningkatkan produktivitas serta mendukung penguatan ketahanan pangan masyarakat desa.
Kegiatan ini menjadi salah satu langkah strategis dalam mendukung peningkatan ekonomi petani dan peternak melalui usaha budidaya ayam petelur yang berkelanjutan. Selain itu, pengembangan usaha ternak ini diharapkan mampu meningkatkan ketersediaan pangan sumber protein hewani bagi masyarakat sekitar.
Turut hadir dalam kegiatan persiapan pengembangan budidaya ayam petelur tersebut yaitu Kepala Desa Ciherang Pondok, Penyuluh Pertanian, Penyuluh Pertanian Swadaya (PPS) Desa Ciherang Pondok, serta pengurus Kelompoktani Barokah yang bersama-sama melakukan koordinasi dan persiapan teknis pelaksanaan kegiatan.
Output/Hasil Kegiatan:
• Terlaksananya koordinasi dan persiapan pengembangan budidaya ayam petelur di Kelompoktani Barokah.
• Meningkatnya sinergi antara Pemerintah Desa, Penyuluh Pertanian dan Kelompoktani dalam mendukung program Ketahanan Pangan.
• Adanya rencana penambahan populasi ayam petelur sebanyak ±1.020 ekor.
• Meningkatnya kesiapan sarana, prasarana dan manajemen kelompok dalam pengembangan usaha ternak ayam petelur.
• Mendukung peningkatan ekonomi dan ketahanan pangan masyarakat desa.
Giat Selasa siang, 19 Mei 2026 bertempat di Kelompok Wanita Tani (KWT) Embun Pagi Desa Cimande Hilir Kecamatan Caringin Kabupaten Bogor dilaksanakan pertemuan perdana kegiatan Pengabdian Masyarakat dari Universitas Djuanda Bogor yang dihadiri langsung oleh Ibu Syaima Lailatul Mubarokah dan Ibu Yenyen beserta dua orang mahasiswa pendamping.
Kegiatan diawali dengan sosialisasi pelaksanaan Pengabdian Masyarakat sebagai implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi yang meliputi:
Pendidikan dan Pengajaran, yaitu kegiatan transfer ilmu pengetahuan kepada masyarakat.
Penelitian dan Pengembangan, yaitu kegiatan pengkajian dan pengembangan inovasi untuk kemajuan ilmu pengetahuan.
Pengabdian kepada Masyarakat, yaitu penerapan ilmu pengetahuan dan teknologi secara langsung guna membantu serta memberdayakan masyarakat.
Pada kesempatan ini juga dilakukan pengisian Pre Test bagi anggota KWT Embun Pagi. Pre Test bertujuan untuk mengetahui tingkat pemahaman awal peserta sebelum menerima materi pelatihan sehingga tim pelaksana dapat mengukur peningkatan pengetahuan dan keterampilan peserta setelah kegiatan selesai dilaksanakan.
Rangkaian kegiatan Pengabdian Masyarakat dari dosen Universitas Djuanda Bogor ini dijadwalkan berlangsung sebanyak 4 sampai 5 kali pertemuan dengan agenda kegiatan yang sangat bermanfaat, mulai dari sosialisasi program, pelatihan budidaya aneka sayuran daun menggunakan inovasi hidroponik, hingga pelatihan manajemen usaha tani.
Dalam kegiatan ini, KWT Embun Pagi akan mendapatkan fasilitasi bantuan instalasi hidroponik sebanyak 2 unit yang nantinya akan digunakan untuk budidaya berbagai jenis sayuran daun seperti selada, romen, kailan, bayam dan aneka sayuran lainnya. Ibu-ibu KWT Embun Pagi juga akan diberikan pelatihan teknis mulai dari persemaian menggunakan media rockwool, penanaman pada instalasi hidroponik, hingga pembuatan larutan nutrisi AB MIX secara mandiri.
Tidak hanya fokus pada budidaya, peserta juga akan dibekali pelatihan manajemen usaha tani yang baik dan benar agar bantuan instalasi hidroponik dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan dan mampu memberikan manfaat ekonomi bagi anggota kelompok. Selain itu, kegiatan ini juga akan dilanjutkan dengan pendampingan intensif oleh tim dosen dan mahasiswa dari Universitas Djuanda Bogor.
Penyuluh pertanian setempat mengapresiasi dan menyambut baik kegiatan Pengabdian Masyarakat yang dilaksanakan di KWT Embun Pagi, terlebih dengan adanya fasilitasi bantuan instalasi hidroponik sebanyak 2 unit beserta pembekalan keterampilan budidaya sayuran daun menggunakan inovasi hidroponik.
Penyuluh pertanian juga berpesan agar seluruh anggota KWT Embun Pagi dapat mengikuti seluruh rangkaian pelatihan dengan serius dan sungguh-sungguh serta mampu memanfaatkan bantuan instalasi hidroponik sebaik-baiknya agar tetap berdaya, produktif dan menghasilkan produksi sayuran yang dapat membantu memenuhi kebutuhan dapur keluarga sekaligus meningkatkan pendapatan keluarga. Selain itu, diharapkan fasilitas bantuan hidroponik yang diberikan tidak terbengkalai setelah kegiatan Pengabdian Masyarakat selesai dilaksanakan.
Output/Hasil Kegiatan:
Terlaksananya pertemuan perdana kegiatan Pengabdian Masyarakat dari dosen Universitas Djuanda Bogor di KWT Embun Pagi.
Meningkatnya pemahaman anggota KWT mengenai Tri Dharma Perguruan Tinggi.
Terlaksananya pengisian Pre Test untuk mengetahui kemampuan awal peserta.
Adanya fasilitasi bantuan 2 unit instalasi hidroponik bagi KWT Embun Pagi.
Meningkatnya pengetahuan dan keterampilan anggota KWT mengenai budidaya sayuran hidroponik mulai dari persemaian, penanaman hingga pembuatan nutrisi AB MIX.
Terbangunnya semangat pemberdayaan perempuan tani melalui pengembangan usaha sayuran hidroponik.
Adanya pendampingan intensif dari dosen dan mahasiswa guna mendukung keberlanjutan program.
Selasa, 19 Mei 2026 kegiatan pengendalian hama dan penyakit tanaman dilaksanakan di lahan jagung manis milik Kelompoktani Pirang Maju Jaya yang berlokasi di Kampung Muara Desa Muarajaya Kecamatan Caringin Kabupaten Bogor. Kegiatan ini dilakukan bersama Penyuluh Pertanian setempat dengan salah satu anggota kelompoktani yaitu Bapak Jaya dalam rangka pengendalian serangan hama ulat grayak pada tanaman jagung manis.
Berdasarkan hasil pengamatan di lapangan, intensitas serangan hama ulat grayak masih tergolong ringan karena serangan yang ditemukan kurang dari 5% dari total populasi tanaman jagung manis yang dibudidayakan. Oleh karena itu, pengendalian dilakukan secara manual agar lebih efektif, ramah lingkungan serta mampu menjaga keseimbangan ekosistem di sekitar lahan pertanian.
Pengendalian manual dilakukan dengan cara memeriksa tanaman satu per satu terutama pada bagian pucuk, lipatan daun dan bagian daun muda yang menjadi tempat persembunyian ulat grayak. Ulat yang ditemukan langsung diambil menggunakan tangan kemudian dimusnahkan agar tidak berkembang biak kembali. Selain itu telur-telur hama yang menempel pada permukaan daun juga dibersihkan dan dimusnahkan untuk memutus siklus hidup hama sejak dini.
Penyuluh Pertanian setempat juga memberikan arahan agar pengendalian dilakukan secara rutin terutama pada pagi dan sore hari ketika ulat mulai aktif menyerang tanaman. Petani dianjurkan melakukan monitoring minimal 2 sampai 3 kali dalam seminggu agar perkembangan populasi hama dapat segera diketahui dan ditangani lebih cepat sebelum menyebabkan kerusakan berat pada tanaman jagung manis.
Untuk mencegah serangan ulat grayak kembali muncul, petani diarahkan melakukan sanitasi lingkungan kebun dengan membersihkan sisa-sisa tanaman, gulma dan rumput liar yang dapat menjadi tempat persembunyian telur maupun larva hama. Selain itu dianjurkan melakukan pergiliran tanaman, menjaga kebersihan drainase serta menggunakan perangkap lampu atau perangkap feromon guna menekan populasi ngengat dewasa penyebab munculnya ulat grayak.
Menurut Apih Moch Gumyadi, intensitas serangan ulat grayak di wilayah tersebut selalu ada karena di sekitar kebun terdapat banyak penerangan dari penyedia jasa rafting pada malam hari sehingga menarik kedatangan kupu-kupu atau ngengat untuk hinggap di area kebun jagung manis. Serangga tersebut kemudian bertelur pada daun jagung dan berkembang menjadi hama ulat grayak yang merusak tanaman.
Menanggapi hal tersebut, Penyuluh Pertanian memberikan solusi dengan menyarankan pengaturan arah penerangan agar tidak langsung menghadap ke area kebun pertanian, penggunaan lampu berwarna kuning redup yang lebih sedikit menarik serangga malam, pemasangan jaring atau screen di sekitar sumber cahaya, serta penggunaan perangkap lampu khusus di titik tertentu untuk mengalihkan dan menangkap ngengat dewasa sebelum masuk ke area pertanaman jagung manis. Selain itu, penanaman tanaman refugia di sekitar lahan juga dianjurkan untuk membantu menghadirkan musuh alami hama sehingga keseimbangan ekosistem tetap terjaga.
Selain melakukan pengendalian hama ulat grayak, Pak Jaya juga melaksanakan pembersihan gulma yang tumbuh di sekitar tanaman jagung manis. Kegiatan ini sangat penting karena gulma dapat menjadi pesaing tanaman dalam menyerap unsur hara, air dan cahaya matahari sehingga pertumbuhan tanaman jagung menjadi kurang optimal.
Gulma juga dapat menjadi tempat persembunyian hama dan sumber penyebaran penyakit tanaman apabila tidak dibersihkan secara rutin.
Apabila gulma dibiarkan tumbuh secara berlebihan, maka tanaman jagung manis akan mengalami persaingan nutrisi yang tinggi sehingga pertumbuhan tanaman menjadi kerdil, tongkol tidak maksimal bahkan produksi dapat menurun secara signifikan. Kondisi kebun yang lembap akibat banyaknya gulma juga dapat mempercepat perkembangan organisme pengganggu tanaman lainnya.
Pembersihan gulma dianjurkan dilakukan secara rutin setiap 2 minggu sekali atau disesuaikan dengan kondisi pertumbuhan gulma di lapangan. Dengan pengendalian gulma yang baik dan teratur, tanaman jagung manis dapat tumbuh lebih sehat, memperoleh unsur hara secara optimal serta meminimalisir serangan hama dan penyakit sehingga produktivitas pertanian tetap terjaga.
Output kegiatan:
Terkendalinya serangan hama ulat grayak pada tanaman jagung manis sejak dini.
Meningkatnya pemahaman petani tentang teknik pengendalian hama secara manual dan ramah lingkungan.
Terlaksananya sanitasi kebun dan pembersihan gulma untuk menjaga kesehatan tanaman.
Meningkatnya kewaspadaan petani terhadap faktor lingkungan yang memicu perkembangan hama.
Terjaganya pertumbuhan dan produktivitas tanaman jagung manis milik Kelompoktani Pirang Maju Jaya.
Kegiatan pembinaan kepada Kelompoktani Gunung Hijau Bersemi Desa Pasirbuncir Kecamatan Caringin Kabupaten Bogor oleh Penyuluh Pertanian setempat yaitu Ibu Deudeu SH, S.P. dilaksanakan dalam rangka meningkatkan pengetahuan dan kapasitas petani terkait usaha tani. Kegiatan ini menjadi salah satu upaya pendampingan kepada petani agar mampu menerapkan budidaya pertanian yang lebih efektif, efisien, dan berkelanjutan.
Dalam kegiatan tersebut dibahas mengenai manfaat dan kegunaan pupuk hayati cair sebagai salah satu solusi untuk meningkatkan kesuburan tanah, memperbaiki pertumbuhan tanaman, serta mengurangi ketergantungan terhadap penggunaan pupuk kimia secara berlebihan. Petani juga diberikan pemahaman terkait tata cara aplikasi pupuk hayati cair yang tepat serta berbagai keuntungan yang dapat diperoleh dalam mendukung peningkatan hasil produksi pertanian.
Selain itu, dilakukan pembahasan mengenai pentingnya permodalan kelompoktani dalam menunjang keberlangsungan usaha tani. Petani diarahkan agar lebih aktif memanfaatkan peluang bantuan, akses pembiayaan melalui lembaga perbankan, maupun program pemerintah guna memenuhi kebutuhan sarana produksi pertanian dan pengembangan usaha tani kelompok.
Output/Hasil Kegiatan:
Meningkatnya pengetahuan petani mengenai manfaat dan aplikasi pupuk hayati cair.
Petani memahami pentingnya menjaga kesuburan tanah secara berkelanjutan.
Meningkatnya pemahaman petani terkait akses permodalan usaha tani.
Terjalinnya komunikasi dan koordinasi yang baik antara penyuluh pertanian dan kelompoktani.
Mendorong petani untuk lebih mandiri dan aktif dalam pengembangan usaha tani.