Penyuluh Pertanian Swadaya (PPS) Desa Ciherang Pondok, Kecamatan Caringin, Kabupaten Bogor, Reni Natalia, melaksanakan kunjungan lapangan ke Kelompoktani Tani Mukti 2 yang berlokasi di Gang Boneka, Desa Ciherang Pondok, Kecamatan Caringin, Kabupaten Bogor.
Pada kegiatan tersebut dilakukan konsultasi agribisnis bersama salah satu anggota kelompok tani yang menyampaikan keluhan terkait rendahnya daya tumbuh bibit cabai rawit. Dari 2 amplop benih yang ditanam, hanya sekitar 10 tanaman yang mampu bertahan hidup. Jenis cabai yang ditanam adalah cabai rawit dengan bentuk buah cenderung tumpul dan bercita rasa pedas.
Setelah dilakukan identifikasi lapangan, diketahui bahwa benih ditanam langsung ke lahan tanpa melalui proses penyemaian terlebih dahulu. Selain itu, tanaman cabai ditanam secara tumpangsari dengan pepaya yang sudah berukuran besar, sehingga menghalangi intensitas sinar matahari yang dibutuhkan tanaman cabai untuk pertumbuhan optimal.
PERMASALAHAN YANG DITEMUKAN
Teknik Budidaya Kurang Tepat
Penanaman cabai dilakukan langsung dari biji ke lahan tanpa proses penyemaian, sehingga tingkat keberhasilan tumbuh sangat rendah.
Manajemen Tumpangsari Kurang Optimal
Tanaman pepaya yang sudah terlalu besar menyebabkan naungan berlebihan dan menghambat penerimaan sinar matahari oleh tanaman cabai.
Rendahnya Daya Tumbuh dan Ketahanan Bibit
Benih yang langsung ditanam di lahan rentan terhadap gangguan lingkungan seperti hujan, hama, penyakit, serta fluktuasi suhu.
PEMECAHAN MASALAH
Penerapan Sistem Persemaian Terlebih Dahulu
Benih cabai sebaiknya disemai pada tray atau bedengan semai selama 21–30 hari hingga memiliki 4–5 helai daun sejati sebelum dipindahkan ke lahan.
Perbaikan Pola dan Jarak Tumpangsari
Pengaturan jarak tanam dan pemangkasan tanaman pepaya agar tidak menutupi sinar matahari. Cabai membutuhkan paparan sinar matahari minimal 6–8 jam per hari.
Penggunaan Benih Berkualitas dan Perlakuan Benih
Memilih benih bersertifikat serta melakukan perendaman benih dengan larutan perangsang tumbuh untuk meningkatkan daya kecambah.
DAMPAK BURUK MENANAM CABAI LANGSUNG DARI BIJI TANPA DISEMAI
- Persentase perkecambahan rendah.
- Bibit tidak seragam dan pertumbuhan tidak merata.
- Rentan terhadap serangan hama dan penyakit sejak awal.
- Akar kurang berkembang optimal.
- Efisiensi benih rendah sehingga meningkatkan biaya produksi.
- Potensi gagal panen lebih besar.
OUTPUT / HASIL KEGIATAN
- Petani memahami pentingnya proses persemaian sebelum tanam.
- Petani mengetahui dampak negatif naungan berlebih pada tanaman cabai.
- Disepakati perbaikan sistem budidaya untuk musim tanam berikutnya.
- Meningkatnya kesadaran petani terhadap manajemen agribisnis yang lebih efektif dan efisien.
- Melalui kegiatan ini diharapkan produktivitas cabai rawit di Desa Ciherang Pondok dapat meningkat serta mengurangi risiko kerugian petani akibat teknik budidaya yang kurang tepat.
[Red_AKw]
-----
Kunjungi kami di:
IG: @jejak_penyuluh
FB: Jejak Penyuluh Pertanian
https://jejak-penyuluh.blogspot.com
°
°
°
#kementerianpertanian #pusluhtanri #bppsdmp #pusluhtanri #amran_sulaiman #distanhortijabar #dedimulyadi71 #distanhorbunkabbogor #kabupatenbogor #rudysusmanto #jaro_ade #kecamatancaringin #kecamatancijeruk #kecamatancigombong #jejak_penyuluh #desaciherangpondok #kelompoktanitanimukti2







