Kegiatan monitoring Pertanian Modern Advance Agriculture System atau PM-AAS dilakukan oleh Tim Direktorat Jenderal Tanaman Pangan Kementerian Pertanian Republik Indonesia ke WKPP Muarajaya dan WKPP Cimande, Kecamatan Caringin, Kabupaten Bogor.
Kunjungan ini bertujuan untuk memantau secara langsung perkembangan penerapan budidaya padi sawah menggunakan metode PM-AAS, mengevaluasi kesesuaian pelaksanaan budidaya dengan tahapan dan rekomendasi teknis yang telah ditetapkan, mengidentifikasi berbagai kendala dan permasalahan yang dihadapi petani di lapangan, mengevaluasi penggunaan sarana produksi termasuk benih dan pemupukan, serta menghimpun informasi sebagai bahan tindak lanjut dalam mendukung keberhasilan pelaksanaan program PM-AAS.
Hasil monitoring langsung di lapangan menunjukkan bahwa sejumlah Kelompoktani telah menerapkan metode PM-AAS dalam budidaya tanaman padi sawah dengan perkembangan pertumbuhan tanaman yang berbeda-beda.
Di Kelompoktani Setia Wargi, Desa Muarajaya, Kecamatan Caringin, monitoring dilakukan pada lahan sawah milik Bapak Haji Tumirin. Tanaman padi sawah yang dibudidayakan menggunakan metode PM-AAS saat ini telah memasuki usia sekitar 60 hari setelah pindah tanam.
Monitoring juga dilakukan di Kelompoktani Pirang Maju Jaya, Desa Muarajaya, Kecamatan Caringin, tepatnya di lahan milik Bapak Rahmat. Tanaman padi sawah menggunakan metode PM-AAS di lokasi tersebut telah memasuki usia sekitar 13 hari setelah tanam benih langsung.
Selanjutnya, Tim melakukan monitoring di Kelompoktani Karya Prisma yang berlokasi di Kampung Nyeunang, Desa Muarajaya, Kecamatan Caringin. Tanaman padi sawah di lahan milik Bapak Ibrahim dan Ustadz Hidayatullah baru memasuki usia sekitar 1 sampai 5 hari setelah pindah tanam, sedangkan tanaman padi sawah di lahan milik Bapak Dayat Hidayat telah memasuki usia sekitar 20 hari setelah pindah tanam.
Monitoring kemudian dilanjutkan ke lahan sawah milik Bapak Cece, salah satu anggota Kelompoktani Pohpohan Makmur, Desa Lemahduhur, Kecamatan Caringin. Tanaman padi sawah yang dibudidayakan menggunakan metode PM-AAS telah memasuki usia sekitar 91 hari dan diperkirakan sekitar satu minggu lagi akan memasuki masa panen perdana.
Selain itu, Bapak Cece bersama beberapa petani lainnya, yaitu Bapak Doel dan Bapak Haji Neo, tengah mempersiapkan pengolahan lahan sawah seluas kurang lebih 1 hektare untuk kembali dibudidayakan dengan komoditas padi sawah menggunakan metode PM-AAS. Kegiatan budidaya selanjutnya direncanakan menggunakan benih Inpari 49 yang merupakan fasilitasi dari Kementerian Pertanian Republik Indonesia melalui Direktorat Jenderal Tanaman Pangan.
Berdasarkan hasil monitoring, terdapat beberapa temuan dan kendala dalam pelaksanaan budidaya padi sawah menggunakan metode PM-AAS di lapangan. Benih padi yang digunakan oleh sebagian petani adalah Inpari 32, bukan benih Inpari 49 yang dialokasikan untuk kegiatan PM-AAS, karena bantuan benih Inpari 49 belum tersedia pada saat pelaksanaan penanaman. Selain itu, sebagian besar petani belum memberikan pupuk organik atau pupuk kompos pada saat pengolahan lahan maupun sebelum penanaman. Penerapan silika juga masih belum dilakukan oleh sebagian besar petani.
Temuan lainnya adalah masih terdapat beberapa petani yang terlambat melakukan pemupukan. Dalam metode penanaman, sebagian besar petani juga belum menerapkan sistem tanam benih langsung karena adanya kekhawatiran benih terbawa hanyut saat hujan, serta adanya ancaman serangan hama burung dan tikus. Oleh karena itu, sebagian besar petani memilih melakukan penanaman dengan sistem tanam pindah.
Hasil monitoring ini menjadi bahan evaluasi penting bagi seluruh pihak terkait untuk meningkatkan pendampingan, memastikan ketersediaan sarana produksi tepat waktu, serta memperkuat penerapan tahapan budidaya PM-AAS sesuai rekomendasi teknis. Diharapkan berbagai temuan di lapangan dapat segera ditindaklanjuti sehingga penerapan PM-AAS mampu memberikan hasil yang optimal dan mendukung peningkatan produktivitas padi sawah serta kesejahteraan petani.
Ceritakan pengalaman Anda di kolom komentar.
[Red_AKw]
-------
Kunjungi kami di:
IG: @jejak_penyuluh
FB: Jejak Penyuluh Pertanian
https://jejak-penyuluh.blogspot.com
°
°
°
#kementerianpertanian #pusluhtanri #bppsdmp #pusluhtanri #amran_sulaiman #distanhortijabar #dedimulyadi71 #distanhorbunkabbogor #kabupatenbogor #rudysusmanto #jaro_ade #kecamatancaringin #kecamatancijeruk #kecamatancigombong #jejak_penyuluh #desa #muarajaya #lemahduhur #kelompoktani #setiawargi #pirangmajujaya #karyaprisma #pohpohanmakmur
























































