Sabtu, 21 Februari 2026

OPTIMALISASI BUDIDAYA CABAI RAWIT MELALUI PERBAIKAN TEKNIK SEMAI DAN MANAJEMEN TUMPANGSARI DI DESA CIHERANG PONDOK



Penyuluh Pertanian Swadaya (PPS) Desa Ciherang Pondok, Kecamatan Caringin, Kabupaten Bogor, Reni Natalia, melaksanakan kunjungan lapangan ke Kelompoktani Tani Mukti 2 yang berlokasi di Gang Boneka, Desa Ciherang Pondok, Kecamatan Caringin, Kabupaten Bogor.

Pada kegiatan tersebut dilakukan konsultasi agribisnis bersama salah satu anggota kelompok tani yang menyampaikan keluhan terkait rendahnya daya tumbuh bibit cabai rawit. Dari 2 amplop benih yang ditanam, hanya sekitar 10 tanaman yang mampu bertahan hidup. Jenis cabai yang ditanam adalah cabai rawit dengan bentuk buah cenderung tumpul dan bercita rasa pedas.

Setelah dilakukan identifikasi lapangan, diketahui bahwa benih ditanam langsung ke lahan tanpa melalui proses penyemaian terlebih dahulu. Selain itu, tanaman cabai ditanam secara tumpangsari dengan pepaya yang sudah berukuran besar, sehingga menghalangi intensitas sinar matahari yang dibutuhkan tanaman cabai untuk pertumbuhan optimal.

PERMASALAHAN YANG DITEMUKAN

Teknik Budidaya Kurang Tepat
Penanaman cabai dilakukan langsung dari biji ke lahan tanpa proses penyemaian, sehingga tingkat keberhasilan tumbuh sangat rendah.

Manajemen Tumpangsari Kurang Optimal
Tanaman pepaya yang sudah terlalu besar menyebabkan naungan berlebihan dan menghambat penerimaan sinar matahari oleh tanaman cabai.

Rendahnya Daya Tumbuh dan Ketahanan Bibit
Benih yang langsung ditanam di lahan rentan terhadap gangguan lingkungan seperti hujan, hama, penyakit, serta fluktuasi suhu.


PEMECAHAN MASALAH

Penerapan Sistem Persemaian Terlebih Dahulu
Benih cabai sebaiknya disemai pada tray atau bedengan semai selama 21–30 hari hingga memiliki 4–5 helai daun sejati sebelum dipindahkan ke lahan.

Perbaikan Pola dan Jarak Tumpangsari
Pengaturan jarak tanam dan pemangkasan tanaman pepaya agar tidak menutupi sinar matahari. Cabai membutuhkan paparan sinar matahari minimal 6–8 jam per hari.

Penggunaan Benih Berkualitas dan Perlakuan Benih
Memilih benih bersertifikat serta melakukan perendaman benih dengan larutan perangsang tumbuh untuk meningkatkan daya kecambah.


DAMPAK BURUK MENANAM CABAI LANGSUNG DARI BIJI TANPA DISEMAI
- Persentase perkecambahan rendah.
- Bibit tidak seragam dan pertumbuhan tidak merata.
- Rentan terhadap serangan hama dan penyakit sejak awal.
- Akar kurang berkembang optimal.
- Efisiensi benih rendah sehingga meningkatkan biaya produksi.
- Potensi gagal panen lebih besar.

OUTPUT / HASIL KEGIATAN
- Petani memahami pentingnya proses persemaian sebelum tanam.
- Petani mengetahui dampak negatif naungan berlebih pada tanaman cabai.
- Disepakati perbaikan sistem budidaya untuk musim tanam berikutnya.
- Meningkatnya kesadaran petani terhadap manajemen agribisnis yang lebih efektif dan efisien.
- Melalui kegiatan ini diharapkan produktivitas cabai rawit di Desa Ciherang Pondok dapat meningkat serta mengurangi risiko kerugian petani akibat teknik budidaya yang kurang tepat.

[Red_AKw]
-----

Kunjungi kami di:
IG: @jejak_penyuluh
FB: Jejak Penyuluh Pertanian
https://jejak-penyuluh.blogspot.com
°
°
°
#kementerianpertanian #pusluhtanri #bppsdmp #pusluhtanri #amran_sulaiman #distanhortijabar #dedimulyadi71 #distanhorbunkabbogor #kabupatenbogor #rudysusmanto #jaro_ade #kecamatancaringin #kecamatancijeruk #kecamatancigombong #jejak_penyuluh #desaciherangpondok #kelompoktanitanimukti2

Jumat, 20 Februari 2026

PANEN LEUNCA & INDENTIFIKASI LAYU FUSARIUM DI KELOMPOKTANI TUMPANGSARI MAJU DESA CIMANDE






Penyuluh Pertanian bersama Penyuluh Pertanian Swadaya (PPS) Desa Cimande Kecamatan Caringin Kabupaten Bogor,. Andri Kw dan Bapak Iyer Suherman melaksanakan kunjungan lapangan ke Kelompoktani Tumpangsari Maju, Desa Cimande, Kecamatan Caringin, Kabupaten Bogor.

Kunjungan kali ini dilaksanakan di lahan milik Bapak Hasan yang berlokasi di Kampung Nangoh. Saat kunjungan berlangsung, Bapak Hasan bersama anggota Kelompoktani Tumpangsari Maju tengah melakukan panen leunca dengan hasil yang cukup menggembirakan.

Leunca (Solanum nigrum L.) merupakan tanaman hortikultura yang banyak dibudidayakan sebagai sayuran dan lalapan khas masyarakat Sunda. Tanaman ini memiliki buah kecil berwarna hijau yang tumbuh bergerombol dan dapat dipanen dalam waktu relatif singkat. Selain mudah dibudidayakan, leunca juga memiliki nilai ekonomi yang baik karena permintaannya stabil di pasar tradisional maupun modern.

Dari sisi kesehatan, leunca kaya akan antioksidan, vitamin A, vitamin C, zat besi, serta senyawa flavonoid dan alkaloid yang bermanfaat untuk meningkatkan daya tahan tubuh, membantu mengontrol kadar gula darah, menjaga kesehatan mata, serta berpotensi sebagai antiinflamasi alami. Kandungan nutrisinya yang tinggi menjadikan leunca kini mulai dikenal sebagai salah satu super food lokal yang potensial dan bernilai gizi tinggi.

Di sela kegiatan panen, Penyuluh Pertanian juga melakukan monitoring pada tanaman cabai keriting dan tomat yang berada di lahan yang sama. Ditemukan gejala serangan penyakit layu Fusarium dengan ciri khas: tanaman tampak layu pada siang hari terutama saat cuaca panas, kemudian kembali segar pada sore hingga pagi hari, dan kembali layu saat suhu meningkat. Gejala ini disebabkan oleh jamur Fusarium sp. yang menyerang pembuluh angkut tanaman sehingga distribusi air dan nutrisi terganggu.

Langkah pengendalian yang direkomendasikan meliputi:
1. Pengendalian preventif dan kimiawi
- Penyemprotan fungisida sistemik berbahan aktif yang efektif terhadap Fusarium sesuai dosis anjuran.
- Pengocoran fungisida ke area perakaran untuk menekan perkembangan patogen di dalam tanah.
- Aplikasi agens hayati seperti Trichoderma sp. untuk menekan populasi jamur patogen di tanah.

2. Pengendalian kultur teknis
- Perbaikan drainase lahan agar tidak terjadi genangan air.
- Rotasi tanaman dengan komoditas non inang.
- Penggunaan pupuk organik matang untuk memperbaiki struktur dan kesehatan tanah.

3. Pengendalian tanaman terserang
- Tanaman yang menunjukkan gejala berat segera dicabut hingga ke akar.
- Proses pencabutan harus dilakukan secara hati-hati agar tanah bekas tanaman sakit tidak berceceran ke tanaman sehat.
- Tanaman yang telah dicabut dimusnahkan (dibakar atau dikubur jauh dari lahan).
- Lubang bekas tanaman sakit diberikan perlakuan fungisida atau agens hayati.
- Sanitasi lahan dan alat pertanian dilakukan sebelum meninggalkan lokasi agar tidak menularkan penyakit ke tanaman sehat lainnya.

Sebagai tindak lanjut atas temuan serangan layu Fusarium pada cabai merah keriting dan tomat, Penyuluh Pertanian segera melakukan koordinasi dengan Petugas Organisme Pengganggu Tumbuhan (POPT) guna mendapatkan penanganan teknis yang lebih intensif dan tepat sasaran.

Melalui sinergi antara petani, Penyuluh Pertanian, PPS, dan POPT diharapkan produksi hortikultura di Desa Cimande tetap terjaga, sehat, dan berkelanjutan.

[Red_AKw]
-----

Kunjungi kami di:
IG: @jejak_penyuluh
FB: Jejak Penyuluh Pertanian
https://jejak-penyuluh.blogspot.com
°
°
°
#kementerianpertanian #pusluhtanri #bppsdmp #pusluhtanri #amran_sulaiman #distanhortijabar #dedimulyadi71 #distanhorbunkabbogor #kabupatenbogor #rudysusmanto #jaro_ade #kecamatancaringin #kecamatancijeruk #kecamatancigombong #jejak_penyuluh #desalemahduhur #kelompoktanitumpangsarimaju

KWT SRI REZEKI DESA LEMAHDUHUR LAKUKAN 5 TEPAT PEMUPUKAN PADA TANAMAN JAGUNG




Kegiatan Pemupukan Tanaman Jagung Hibrida dilaksanakan di lahan Kelompok Wanita Tani (KWT) Sri Rezeki, Desa Lemahduhur, Kecamatan Caringin, Kabupaten Bogor.

Pemupukan merupakan salah satu faktor penentu keberhasilan budidaya jagung. Dalam kegiatan ini, berpedoman pada prinsip 5T (Tepat Cara, Tepat Dosis, Tepat Jenis, Tepat Waktu, dan Tepat Lokasi) agar pertumbuhan tanaman optimal dan hasil panen meningkat.

🌱 Tatacara Pemupukan Jagung dengan Prinsip 5T:
✅ 1. Tepat Cara
Pemupukan dilakukan dengan cara ditugal atau larikan di samping tanaman dengan jarak ±5–7 cm dari batang dan kedalaman ±3–5 cm, kemudian ditutup tanah agar pupuk tidak menguap dan mudah diserap akar.
✅ 2. Tepat Dosis
Dosis pupuk disesuaikan dengan rekomendasi spesifik lokasi. Secara umum:
Pupuk dasar: Urea, NPK, atau kombinasi sesuai anjuran.
Pemupukan susulan dilakukan bertahap sesuai fase pertumbuhan.
✅ 3. Tepat Jenis
Menggunakan pupuk sesuai kebutuhan tanaman, seperti:
Pupuk N (Urea) untuk pertumbuhan vegetatif
Pupuk P dan K (NPK/Phonska) untuk penguatan akar dan pembentukan tongkol
✅ 4. Tepat Waktu
Pemupukan pertama (dasar) saat tanam atau umur 7–10 HST
Pemupukan kedua pada umur 21–30 HST
Penyesuaian dilakukan berdasarkan kondisi tanaman di lapangan.
✅ 5. Tepat Lokasi
Pupuk ditempatkan di sekitar perakaran aktif, tidak terlalu dekat dengan batang agar tidak menyebabkan luka akar dan tidak terlalu jauh agar efisien penyerapan.

Melalui kegiatan ini, anggota KWT Sri Rezeki semakin memahami teknik pemupukan yang benar sehingga diharapkan produktivitas jagung hibrida meningkat dan pendapatan petani bertambah.

📌 Output/Hasil Kegiatan:
✔️ Meningkatnya pemahaman petani tentang prinsip pemupukan 5T
✔️ Petani mampu melakukan pemupukan sesuai rekomendasi teknis
✔️ Tanaman jagung tumbuh lebih seragam dan sehat
✔️ Meningkatkan potensi hasil panen jagung hibrida

[Red_AKw]
-----

Kunjungi kami di:
IG: @jejak_penyuluh
FB: Jejak Penyuluh Pertanian
https://jejak-penyuluh.blogspot.com
°
°
°
#kementerianpertanian #pusluhtanri #bppsdmp #pusluhtanri #amran_sulaiman #distanhortijabar #dedimulyadi71 #distanhorbunkabbogor #kabupatenbogor #rudysusmanto #jaro_ade #kecamatancaringin #kecamatancijeruk #kecamatancigombong #jejak_penyuluh #desalemahduhur #kwtsrirezeki

Kamis, 19 Februari 2026

MONITORING JAGUNG HIBRIDA KWT SRI REZEKI, SINERGI PENYULUH DAN POLSEK CARINGIN DORONG PERTUMBUHAN OPTIMAL!



Kegiatan monitoring pertumbuhan dan perkembangan tanaman jagung hibrida dilaksanakan di Kelompok Wanita Tani (KWT) Sri Rezeki yang diketuai oleh Ibu Siti Susanti Jasidah. Kegiatan ini dilakukan oleh Penyuluh Pertanian setempat bersama Kapolsek Caringin beserta jajarannya sebagai bentuk sinergi dalam mendukung ketahanan pangan di wilayah Kecamatan Caringin.


Berdasarkan hasil monitoring di lapangan, kondisi tanaman jagung hibrida saat ini tumbuh dan berkembang dengan baik pada usia ±3 minggu setelah tanam. Pertumbuhan vegetatif terlihat cukup optimal, ditandai dengan tinggi tanaman yang seragam serta warna daun hijau segar.


Namun demikian, tim monitoring menghimbau agar gulma yang tumbuh di sekitar tanaman segera dibersihkan. Pengendalian gulma sangat penting agar tidak terjadi persaingan dalam penyerapan unsur hara, air, dan cahaya matahari yang dapat menghambat pertumbuhan tanaman jagung.


Pada fase usia 3 minggu, tanaman jagung hibrida telah memasuki fase pertumbuhan vegetatif aktif, dimana kebutuhan unsur hara terutama Nitrogen (Urea) untuk meningkat secara signifikan. Oleh karena itu, sudah saatnya dilakukan pemupukan susulan pertama menggunakan pupuk Urea.


Maksud dan tujuan pemberian pupuk Urea pada usia 3 minggu antara lain:

- Menyediakan unsur Nitrogen yang dibutuhkan untuk pertumbuhan batang dan daun.

- Merangsang pembentukan klorofil sehingga daun lebih hijau dan proses fotosintesis optimal.

- Mendukung pertumbuhan vegetatif yang kuat sebagai dasar pembentukan tongkol yang maksimal.

- Mencegah gejala kekurangan Nitrogen seperti daun menguning dan pertumbuhan terhambat.

- Dengan pemupukan yang tepat waktu dan pengendalian gulma yang optimal, diharapkan produktivitas jagung hibrida KWT Sri Rezeki dapat meningkat dan memberikan hasil panen yang maksimal bagi anggota kelompok.


Semangat terus untuk para petani dan KWT Sri Rezeki dalam mewujudkan pertanian maju, mandiri, dan modern! 💪🌾


[Red_AKw]

-----


Kunjungi kami di:

IG: @jejak_penyuluh

FB: Jejak Penyuluh Pertanian

https://jejak-penyuluh.blogspot.com


°

°

°

#kementerianpertanian #pusluhtanri #bppsdmp #pusluhtanri #amran_sulaiman #distanhortijabar #dedimulyadi71 #distanhorbunkabbogor #kabupatenbogor #rudysusmanto #jaro_ade #kecamatancaringin #kecamatancijeruk #kecamatancigombong #jejak_penyuluh #desalemahduhur #kwtsrirezeki #polsekcaringin

IDENTIFIKASI POTENSI WILAYAH, LANGKAH AWAL PENGEMBANGAN PERTANIAN BERKELANJUTAN DI DESA PASIRMUNCANG



Penyuluh Pertanian Desa Pasirmuncang, Kecamatan Caringin, Kabupaten Bogor, Ibu Deudeu, SH., SP., melaksanakan kegiatan Identifikasi Potensi Wilayah bersama Kelompoktani Cempaka Agro sebagai bagian dari upaya perencanaan dan pengembangan usaha tani yang lebih terarah dan berkelanjutan.

Kegiatan ini dilakukan melalui pengumpulan data dan informasi di lapangan, meliputi potensi sumber daya alam, kondisi lahan, komoditas unggulan, sarana dan prasarana pendukung, serta kondisi kelembagaan kelompok tani. Identifikasi ini menjadi dasar penting dalam menyusun program kerja yang sesuai dengan kebutuhan dan karakteristik wilayah.

Maksud dan tujuan dari kegiatan Identifikasi Potensi Wilayah ini adalah:
- Menggali dan memetakan potensi sumber daya pertanian yang dimiliki wilayah Desa Pasirmuncang.
- Menentukan komoditas unggulan yang berpeluang untuk dikembangkan secara optimal.
- Menyusun perencanaan kegiatan penyuluhan dan pengembangan usaha tani yang tepat sasaran.
- Mendorong peningkatan produktivitas dan kesejahteraan petani melalui pemanfaatan potensi lokal secara maksimal.
- Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan Kelompoktani Cempaka Agro dapat semakin berkembang, mandiri, dan mampu meningkatkan daya saing hasil pertanian di tingkat lokal maupun regional.

OUTPUT / HASIL KEGIATAN:
✔ Tersusunnya data potensi wilayah pertanian Desa Pasirmuncang
✔ Teridentifikasinya komoditas unggulan dan peluang pengembangan usaha tani
✔ Tersusunnya rencana tindak lanjut kegiatan penyuluhan berbasis potensi wilayah
✔ Meningkatnya pemahaman anggota kelompoktani terhadap potensi dan peluang usaha pertanian

[Red_AKw]
-----
Kunjungi kami di:
IG: @jejak_penyuluh
FB: Jejak Penyuluh Pertanian
https://jejak-penyuluh.blogspot.com
°
°
°
#kementerianpertanian #pusluhtanri #bppsdmp #pusluhtanri #amran_sulaiman #distanhortijabar #dedimulyadi71 #distanhorbunkabbogor #kabupatenbogor #rudysusmanto #jaro_ade #kecamatancaringin #kecamatancijeruk #kecamatancigombong #jejak_penyuluh #desapasirmuncang #kelompoktanicempakaagro

Rabu, 18 Februari 2026

SUKSES MELALUI INSEMINASI BUATAN: 3 PEDET LAHIR SEHAT, KELOMPOKTANI SUKAMANAH TERUS GENJOT PENINGKATAN MUTU SAPI POTONG




Pendampingan kegiatan Inseminasi Buatan (IB) pada sapi potong kembali dilaksanakan di Kelompoktani Sukamanah, Desa Cimande, Kecamatan Caringin, Kabupaten Bogor yang diketuai oleh Babang Ciko.

Kegiatan ini dilakukan oleh Petugas Inseminator Mandiri, Bapak Khotib, sebagai bentuk komitmen dalam meningkatkan mutu genetik dan produktivitas ternak sapi potong di wilayah tersebut.

Hingga saat ini, sudah 3 ekor sapi hasil Inseminasi Buatan oleh Bapak Khotib yang berhasil melahirkan pedet sehat sesuai dengan harapan dan keinginan peternak. Keberhasilan ini menjadi bukti nyata bahwa penerapan teknologi reproduksi melalui IB mampu memberikan dampak positif terhadap peningkatan kualitas ternak.

Pada pelaksanaan kali ini, Inseminasi dilakukan menggunakan strow Limosin. Pemilihan strow tersebut dilakukan karena indukan Sapi PO yang diinseminasi sebelumnya juga merupakan hasil IB oleh Bapak Khotib dan telah terbukti mampu melahirkan dengan baik. Dengan kondisi indukan yang sudah pernah beranak, IB ke dua kali ini dipastikan memiliki peluang kuat untuk menghasilkan pedet Limousin, meskipun indukannya merupakan jenis Sapi PO.

Melalui kegiatan ini, diharapkan peningkatan kualitas genetik sapi potong di Kelompoktani Sukamanah dapat terus berkembang, sehingga berdampak pada peningkatan nilai jual ternak dan kesejahteraan peternak.


Output/Hasil Kegiatan:

Terlaksananya pendampingan Inseminasi Buatan pada sapi potong.

Bertambahnya 3 pedet sehat hasil IB sebelumnya.

Peningkatan mutu genetik ternak melalui penggunaan strow Limosin.

Meningkatnya kepercayaan peternak terhadap teknologi Inseminasi Buatan.

[Red_AKw]
-----

Kunjungi kami di:
IG: @jejak_penyuluh
FB: Jejak Penyuluh Pertanian
https://jejak-penyuluh.blogspot.com

°
°
°
#kementerianpertanian #pusluhtanri #bppsdmp #pusluhtanri #amran_sulaiman #distanhortijabar #dedimulyadi71 #distanhorbunkabbogor #kabupatenbogor #rudysusmanto #jaro_ade #kecamatancaringin #kecamatancijeruk #kecamatancigombong #jejak_penyuluh #desacimande #kelompoktanisukamanah #inseminasibuatan #ib

Minggu, 15 Februari 2026

PANEN RAYA PALA BERKAH! KELOMPOKTANI ALAM TANGKIL MANDIRI SUKSES TINGKATKAN NILAI TAMBAH HASIL PERKEBUNAN



Panen Pala kembali dilaksanakan oleh Kelompoktani Alam Tangkil Mandiri yang berlokasi di Kampung Singapeu, Desa Tangkil, Kecamatan Caringin, Kabupaten Bogor. Kegiatan ini menjadi bukti nyata konsistensi dan semangat petani dalam mengembangkan komoditas pala sebagai salah satu unggulan perkebunan desa.

Kelompoktani yang diketuai oleh Bapak Haji Agus Kosasih, yang juga merupakan Penyuluh Pertanian Swadaya (PPS) Desa Tangkil, telah lama dikenal sebagai petani pekebun pala yang inovatif. Tidak hanya menjual pala segar, namun Kelompoktani Alam Tangkil Mandiri mampu melakukan pengolahan pascapanen sehingga menghasilkan berbagai produk turunan bernilai ekonomi tinggi.

Melalui pendampingan dan sinergi antara Penyuluh Pertanian setempat dan petani, kegiatan panen ini tidak hanya menjadi momen produksi, tetapi juga penguatan kelembagaan dan peningkatan kapasitas usaha tani berbasis agribisnis.

Adapun produk olahan pala yang telah dikembangkan antara lain:
Minyak Atsiri
Minyak Pala
Manisan Pala
Sirup Pala
Minyak dari daun pala
Puli dan biji pala dengan nilai ekonomis tinggi

OUTPUT / HASIL KEGIATAN:
✅ Terlaksananya panen pala dengan kualitas baik dan produktivitas optimal
✅ Meningkatnya nilai tambah komoditas pala melalui pengolahan pascapanen
✅ Bertambahnya ragam produk olahan berbasis pala
✅ Meningkatnya pendapatan dan kemandirian Kelompoktani
✅ Terjalinnya sinergi antara Penyuluh Pertanian dan PPS dalam penguatan agribisnis lokal

Semoga kegiatan ini terus memberikan manfaat dan menjadi inspirasi bagi kelompoktani lainnya dalam mengembangkan komoditas unggulan berbasis nilai tambah.

[Red_AKw]
-----
Kunjungi kami di:
IG: @jejak_penyuluh
FB: Jejak Penyuluh Pertanian
https://jejak-penyuluh.blogspot.com

°
°
°
#kementerianpertanian #pusluhtanri #bppsdmp #pusluhtanri #amran_sulaiman #distanhortijabar #dedimulyadi71 #distanhorbunkabbogor #kabupatenbogor #rudysusmanto #jaro_ade #kecamatancaringin #kecamatancijeruk #kecamatancigombong #jejak_penyuluh #desatangkil #kelompoktanialamtangkilmandiri

OPTIMALISASI BUDIDAYA CABAI RAWIT MELALUI PERBAIKAN TEKNIK SEMAI DAN MANAJEMEN TUMPANGSARI DI DESA CIHERANG PONDOK

Penyuluh Pertanian Swadaya (PPS) Desa Ciherang Pondok, Kecamatan Caringin, Kabupaten Bogor, Reni Natalia, melaksanakan kunjungan lapangan k...