Kamis, 05 Februari 2026

PENYULUHAN PENGENDALIAN HAMA DAN PENYAKIT TANAMAN MELALUI PENGENALAN JENIS-JENIS PESTISIDA DI KELOMPOKTANI SUKA TANI III




Kegiatan Pertemuan Kelompoktani Suka Tani III yang berlokasi di Kampung Babakan Selaawi, Desa Caringin, Kecamatan Caringin, Kabupaten Bogor, kali ini diisi dengan kegiatan penyuluhan pertanian yang membahas pengenalan jenis-jenis racun atau pestisida dalam upaya pengendalian dan pemberantasan Hama dan Penyakit Tanaman (HPT).


Penyuluhan ini dipandu langsung oleh Penyuluh Pertanian setempat dan disampaikan oleh Petugas Organisme Pengganggu Tumbuhan (POPT) Kecamatan Caringin, yaitu Kang Beni Muhibbin. Materi yang disampaikan meliputi pengenalan dan fungsi beberapa jenis pestisida, antara lain Insektisida, Herbisida, Fungisida, Moluskasida, dan Rodentisida, beserta tata cara pengaplikasiannya yang tepat, aman, dan bijaksana sesuai kebutuhan di lapangan.


Insektisida dijelaskan sebagai racun yang berfungsi untuk mengendalikan dan memberantas hama serangga perusak tanaman, seperti ulat, wereng, dan kutu. Pengaplikasiannya dilakukan dengan penyemprotan sesuai dosis anjuran, pada waktu yang tepat, serta memperhatikan jenis hama sasaran agar hasilnya efektif dan tidak merusak lingkungan.


Herbisida berfungsi untuk mengendalikan gulma atau tanaman pengganggu yang dapat menghambat pertumbuhan tanaman utama. Aplikasi herbisida dilakukan secara selektif pada gulma sasaran, dengan dosis yang sesuai dan menghindari kontak langsung dengan tanaman budidaya.


Fungisida digunakan untuk mengendalikan penyakit tanaman yang disebabkan oleh jamur, seperti blas, busuk daun, dan bercak daun. Pengaplikasian fungisida dilakukan secara preventif maupun kuratif, dengan penyemprotan merata pada bagian tanaman yang terserang sesuai anjuran.


Moluskasida berfungsi untuk mengendalikan hama keong atau siput yang sering merusak tanaman muda, terutama pada lahan sawah. Penggunaannya dilakukan dengan menebarkan moluskasida pada area yang menjadi jalur atau tempat berkembangnya hama tersebut.


Rodentisida digunakan untuk mengendalikan hama tikus. Pada kegiatan ini dijelaskan penggunaan rodentisida berbahan belerang yang diaplikasikan dengan cara dibakar. Asap dari pembakaran belerang dimasukkan ke dalam lubang aktif tikus, kemudian lubang ditutup rapat agar asap bekerja secara maksimal. Pengaplikasian dilakukan secara hati-hati, memperhatikan arah angin, dan menggunakan alat pelindung diri demi keselamatan.


Melalui kegiatan ini, petani diharapkan dapat memahami fungsi masing-masing jenis pestisida serta mampu menerapkannya secara bijak, tepat sasaran, dan sesuai kebutuhan, sehingga pengendalian Hama dan Penyakit Tanaman dapat dilakukan secara efektif, aman, dan berkelanjutan.


OUTPUT / HASIL KEGIATAN:


Meningkatnya pengetahuan dan pemahaman petani tentang jenis-jenis pestisida dan fungsinya.


Petani mampu membedakan penggunaan Insektisida, Herbisida, Fungisida, Moluskasida, dan Rodentisida sesuai sasaran HPT.


Petani memahami tata cara pengaplikasian pestisida yang tepat, aman, dan bijaksana.


Terwujudnya pengendalian Hama dan Penyakit Tanaman yang efektif serta ramah lingkungan.


Meningkatnya kesadaran petani akan pentingnya penggunaan pestisida sesuai dosis dan kebutuhan lapangan.


[Red_AKw]

-----

Kunjungi kami di:

IG: @jejak_penyuluh

FB: Jejak Penyuluh Pertanian

https://jejak-penyuluh.blogspot.com


°

°

°

#kementerianpertanian #pusluhtanri #bppsdmp #pusluhtanri #amran_sulaiman #distanhortijabar #dedimulyadi71 #distanhorbunkabbogor #kabupatenbogor #rudysusmanto #jaro_ade #kecamatancaringin #kecamatancijeruk #kecamatancigombong #jejak_penyuluh #desacaringin #kelompoktanisukatani3









































Rabu, 04 Februari 2026

MONITORING LTT DORONG KEMBALI SAWAH BLOK BI UNTUK DUKUNG PERLUASAN AREAL TANAM PADI SAWAH BERKELANJUTAN
















Monitoring Luas Tambah Tanam (LTT) dilaksanakan Penyuluh Pertanian dalam rangka mendukung Perluasan Areal Tanam (PAT) Padi Sawah di Kelompoktani Setia Wargi, khususnya di Blok BI Kampung Nyeunang, Desa Muarajaya, Kecamatan Caringin, Kabupaten Bogor.

Kegiatan ini menjadi langkah strategis dalam mengembalikan fungsi lahan pertanian yang selama hampir satu dekade terakhir berubah menjadi lahan darat dan ditanami aneka sayuran serta ubi-ubian. Perubahan tersebut terjadi akibat rusaknya saluran irigasi karena longsor di kawasan Leuwikaso. Setelah dilakukan perbaikan pada saluran irigasi, petani mulai kembali diarahkan untuk mengembangkan budidaya padi sawah.

Penyuluh Pertanian Desa Muarajaya memberikan pendampingan dan himbauan kepada petani agar Blok BI kembali dijadikan lahan sawah, sejalan dengan Program Perluasan Areal Tanam (PAT) Padi Sawah guna mendukung swasembada pangan berkelanjutan sesuai instruksi Presiden Republik Indonesia melalui Kementerian Pertanian Republik Indonesia.

Saat ini, lebih dari 60% lahan pertanian di Blok BI yang sebelumnya merupakan lahan darat telah beralih fungsi menjadi sawah. Namun demikian, masih terdapat kendala utama yaitu keterbatasan debit air irigasi. Meskipun saluran irigasi telah diperbaiki, pasokan air yang mengalir ke kawasan persawahan Blok BI masih sangat kecil sehingga belum mampu mencukupi kebutuhan air seluruh areal sawah di Kampung Nyeunang.

Menindaklanjuti permasalahan tersebut, Penyuluh Pertanian Desa Muarajaya segera berkoordinasi dengan Penyuluh Pertanian Desa Cinagara serta Petugas Organisme Pengganggu Tumbuhan (POPT) Wilayah Kecamatan Caringin. Hal ini dilakukan karena saluran irigasi yang berada di wilayah Desa Cinagara dan dialirkan ke Desa Muarajaya memiliki debit yang terbatas.

Ke depan, diperlukan pertemuan bersama antara Penyuluh Pertanian Desa Muarajaya, Penyuluh Pertanian Desa Cinagara, Petugas Organisme Pengganggu Tumbuhan (POPT), Ketua KTNA Kecamatan Caringin, Ulu-ulu Desa Cinagara, serta Ulu-ulu Desa Muarajaya untuk duduk bersama membahas dan mencari solusi terbaik terkait pengelolaan irigasi. Langkah ini diharapkan mampu memberikan jalan keluar yang adil dan berkelanjutan demi mendukung keberhasilan Program PAT Padi Sawah, khususnya di Blok BI Kampung Nyeunang yang direncanakan 100% menjadi lahan sawah produktif.


OUTPUT / HASIL KEGIATAN:

Terlaksananya monitoring Luas Tambah Tanam (LTT) pada lokasi PAT Padi Sawah Blok BI Kampung Nyeunang.

Lebih dari 60% lahan darat berhasil dialihfungsikan kembali menjadi lahan sawah.

Meningkatnya kesadaran dan komitmen petani untuk mendukung PAT Padi Sawah berkelanjutan.

Teridentifikasinya kendala utama berupa keterbatasan debit air irigasi.

Terbangunnya koordinasi lintas desa dan lintas sektor untuk penyelesaian permasalahan irigasi.

Tersusunnya rencana tindak lanjut pertemuan bersama pemangku kepentingan irigasi demi optimalisasi PAT Padi Sawah.

[Red_AKw]
---------
Kunjungi kami di:
IG: @jejak_penyuluh
FB: Jejak Penyuluh Pertanian
https://jejak-penyuluh.blogspot.com
°
°
°
#kementerianpertanian #pusluhtanri #bppsdmp #pusluhtanri #amran_sulaiman #distanhortijabar #dedimulyadi71 #distanhorbunkabbogor #kabupatenbogor #rudysusmanto #jaro_ade #kecamatancaringin #kecamatancijeruk #kecamatancigombong #jejak_penyuluh #desamuarajaya #kelompoktanisetiawargi



PENYULUHAN PENGENDALIAN HAMA DAN PENYAKIT TANAMAN MELALUI PENGENALAN JENIS-JENIS PESTISIDA DI KELOMPOKTANI SUKA TANI III

Kegiatan Pertemuan Kelompoktani Suka Tani III yang berlokasi di Kampung Babakan Selaawi, Desa Caringin, Kecamatan Caringin, Kabupaten Bogor,...