Kegiatan Penyuluhan Pertanian dilaksanakan melalui penyuluhan perorangan kepada petani sayuran mengenai manfaat Asam Humat dan tata cara pengaplikasiannya pada tanaman hortikultura, khususnya komoditas tomat, cabai, mentimun, buncis, kacang panjang, kol, serta aneka sayuran daun. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan pemahaman petani mengenai pentingnya penggunaan bahan organik dalam memperbaiki kesuburan tanah dan meningkatkan produktivitas tanaman secara berkelanjutan.
Dalam kegiatan penyuluhan dijelaskan bahwa Asam Humat merupakan senyawa organik alami hasil dekomposisi bahan organik yang telah mengalami proses pelapukan dalam waktu yang sangat lama. Asam humat mengandung unsur karbon organik tinggi yang sangat bermanfaat untuk memperbaiki struktur tanah, meningkatkan kapasitas tukar kation tanah, membantu penyerapan unsur hara, serta merangsang pertumbuhan akar tanaman.
Penggunaan Asam Humat pada tanaman hortikultura memiliki banyak manfaat, diantaranya:
Membantu memperbaiki struktur tanah agar lebih gembur dan subur.
Meningkatkan aktivitas mikroorganisme tanah yang bermanfaat.
Membantu akar tanaman lebih mudah menyerap unsur hara.
Mengurangi kehilangan pupuk akibat pencucian oleh air hujan.
Meningkatkan pertumbuhan akar, batang, daun, bunga, dan buah.
Membantu tanaman lebih tahan terhadap cekaman cuaca dan serangan penyakit.
Meningkatkan kualitas hasil panen seperti ukuran buah, warna, dan ketahanan simpan.
Mengurangi penggunaan pupuk kimia secara berlebihan sehingga lebih hemat biaya produksi.
Pada tanaman sayuran seperti tomat dan cabai, Asam Humat dapat membantu pembentukan bunga dan buah lebih optimal. Pada mentimun, buncis, serta kacang panjang dapat membantu pertumbuhan tanaman lebih cepat dan produktif. Sedangkan pada kol dan sayuran daun, Asam Humat membantu pertumbuhan daun lebih hijau, segar, dan sehat.
Dalam penyuluhan juga dijelaskan bahwa cara pengaplikasian Asam Humat yang paling baik adalah dengan cara dicairkan terlebih dahulu menggunakan air agar lebih mudah diserap oleh akar tanaman maupun daun. Asam Humat dapat diaplikasikan melalui dua cara yaitu:
Dikocorkan ke tanah di sekitar perakaran tanaman.
Disemprotkan ke daun dengan dosis yang sesuai.
Pengaplikasian melalui pengocoran dinilai sangat efektif untuk memperbaiki kondisi tanah dan merangsang pertumbuhan akar. Sedangkan penyemprotan daun membantu penyerapan nutrisi lebih cepat pada fase pertumbuhan vegetatif maupun generatif tanaman.
Secara umum, dosis aplikasi Asam Humat cair dapat dilakukan dengan mencampurkan sekitar 5–10 ml Asam Humat per liter air, kemudian diaplikasikan setiap 7–14 hari sekali tergantung kondisi tanaman dan kesuburan tanah. Waktu aplikasi terbaik dilakukan pada pagi atau sore hari agar penyerapan lebih maksimal dan menghindari penguapan berlebih.
Melalui kegiatan penyuluhan ini diharapkan petani semakin memahami pentingnya penggunaan bahan organik seperti Asam Humat dalam budidaya hortikultura modern sehingga mampu meningkatkan produktivitas, menjaga kesuburan tanah, serta mendukung pertanian ramah lingkungan yang berkelanjutan.
Output/Hasil Kegiatan:
Petani memahami pengertian dan manfaat Asam Humat bagi tanaman hortikultura.
Meningkatnya pengetahuan petani mengenai teknik aplikasi Asam Humat yang tepat dan efektif.
Petani memahami pentingnya menjaga kesuburan tanah dengan bahan organik.
Petani termotivasi untuk menerapkan penggunaan Asam Humat pada budidaya sayuran.
Terjalinnya komunikasi dan pendampingan antara Penyuluh Pertanian dengan petani dalam penerapan teknologi budidaya ramah lingkungan.
[Red_AKw]
Kunjungi kami di:
IG: @jejak_penyuluh
FB: Jejak Penyuluh Pertanian
https://jejak-penyuluh.blogspot.com
°
°
°
#kementerianpertanian #pusluhtanri #bppsdmp #pusluhtanri #amran_sulaiman #distanhortijabar #dedimulyadi71 #distanhorbunkabbogor #kabupatenbogor #rudysusmanto #jaro_ade #kecamatancaringin #kecamatancijeruk #kecamatancigombong #jejak_penyuluh #asamhumat #desalemahduhur #kelompoktanibendungan









































