Jumat, 08 Mei 2026

EVALUASI SILANG PESTISIDA NABATI: MAHASISWA IPB KUNJUNGI LANGSUNG KELOMPOKTANI PIRANG MAJU JAYA DI DESA MUARAJAYA



Jumat, 8 Mei 2026, Kelompoktani Pirang Maju Jaya yang berlokasi di Kampung Muara RT/RW 004/004 Desa Muarajaya, Kecamatan Caringin, Kabupaten Bogor menerima kunjungan mahasiswa Institut Pertanian Bogor (IPB). Kegiatan ini merupakan bagian dari evaluasi hasil dampak pengaplikasian pestisida nabati yang sebelumnya dilakukan oleh mahasiswa PKL di Kelompoktani Medal Jaya, Desa Cipicung, Kecamatan Cijeruk. Evaluasi dilaksanakan secara silang antar kelompok sebagai bentuk pembelajaran komparatif di dua lokasi berbeda.

Hasil evaluasi menunjukkan bahwa pengaplikasian pestisida nabati pada tanaman jagung manis mampu mengendalikan beberapa jenis hama seperti ulat grayak (Spodoptera frugiperda), penggerek batang jagung, dan kutu daun. Penggunaan pestisida berbahan alami dari limbah kulit bawang merah dan daun nimba terbukti efektif mengusir hama dari lahan. Namun, dalam kurun waktu 2–3 hari setelah aplikasi, hama kembali menyerang tanaman. Oleh karena itu, disarankan agar aplikasi pestisida nabati dilakukan secara rutin sebanyak 2–3 kali dalam seminggu untuk menjaga efektivitas pengendalian hama.

Apih Haji Moch Gumyadi menyampaikan bahwa pestisida nabati memiliki keunggulan dan kekurangan. Keunggulan pestisida nabati antara lain: ramah lingkungan dan tidak mencemari tanah maupun air, aman bagi kesehatan manusia dan hewan, serta bahan bakunya mudah diperoleh dan relatif murah. Sementara itu, kekurangannya meliputi daya kerja yang relatif lambat dibanding pestisida kimia, efek yang tidak bertahan lama sehingga perlu aplikasi berulang, serta efektivitas yang dapat bervariasi tergantung kondisi lingkungan dan jenis hama.


OUTPUT KEGIATAN:

Terlaksananya evaluasi silang antar kelompok PKL di dua wilayah berbeda.

Diketahuinya efektivitas pestisida nabati terhadap hama jagung manis.

Meningkatnya pengetahuan petani tentang teknik aplikasi pestisida nabati yang tepat.

Rekomendasi frekuensi aplikasi pestisida nabati untuk hasil optimal.

Terjalinnya kolaborasi antara petani dan mahasiswa dalam pengembangan pertanian ramah lingkungan.


[Red_AKw]
------
Kunjungi kami di:
IG: @jejak_penyuluh
FB: Jejak Penyuluh Pertanian
https://jejak-penyuluh.blogspot.com

°
°
°
#kementerianpertanian #pusluhtanri #bppsdmp #pusluhtanri #amran_sulaiman #distanhortijabar #dedimulyadi71 #distanhorbunkabbogor #kabupatenbogor #rudysusmanto #jaro_ade #kecamatancaringin #kecamatancijeruk #kecamatancigombong #jejak_penyuluh #desamuarajaya #kelompoktanipirangmajujaya #ipb

SURVEY PERSIAPAN PROGRAM B2SA DI KELOMPOKTANI HIJAU SUBUR MAKMUR MENUJU KETAHANAN PANGAN BERKELANJUTAN



Kegiatan survey persiapan Program Beragam, Bergizi, Seimbang dan Aman (B2SA) dilaksanakan di Kelompoktani Hijau Subur Makmur yang berlokasi di Kampung Nangleng Desa Lemahduhur Kecamatan Caringin Kabupaten Bogor. Kegiatan ini dilakukan oleh Tim dari Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Bogor sebagai langkah awal dalam menilai kesiapan kelompoktani yang direncanakan akan menerima fasilitasi kegiatan B2SA yang diagendakan mulai dilaksanakan pada bulan Juni 2026.

Dalam kegiatan tersebut, Tim Survey melakukan identifikasi secara langsung terhadap kesiapan Kelompoktani Hijau Subur Makmur baik dari aspek kelembagaan kelompok, potensi sumber daya pertanian, kesiapan lahan, ketersediaan sarana pendukung, partisipasi anggota kelompok, hingga kesiapan administrasi kelompok. Selain itu, tim juga melakukan peninjauan terhadap potensi pengembangan pangan lokal yang dapat mendukung program konsumsi pangan Beragam, Bergizi, Seimbang dan Aman (B2SA) di wilayah Desa Lemahduhur.

Kegiatan identifikasi ini bertujuan untuk memastikan bahwa Kelompoktani Hijau Subur Makmur memiliki kesiapan yang optimal dalam menerima dan melaksanakan fasilitasi Program B2SA secara efektif dan berkelanjutan. Program B2SA sendiri merupakan salah satu upaya pemerintah dalam meningkatkan kualitas konsumsi pangan masyarakat melalui pemanfaatan pangan lokal yang sehat, bergizi, aman dikonsumsi, serta mampu mendukung ketahanan pangan keluarga dan masyarakat.

Melalui survey ini, Tim Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Bogor juga memberikan arahan dan masukan kepada kelompoktani terkait langkah-langkah persiapan yang perlu diperkuat agar pelaksanaan kegiatan nantinya dapat berjalan dengan baik, tepat sasaran, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat sekitar.

Turut hadir dalam kegiatan survey tersebut Penyuluh Pertanian, Penyuluh Pertanian Swadaya (PPS), serta Kader Ketahanan Pangan Desa Lemahduhur Kecamatan Caringin Kabupaten Bogor yang bersama-sama mendukung kesiapan pelaksanaan Program B2SA di wilayah tersebut.



Output/Hasil Kegiatan:

Terlaksananya kegiatan survey dan identifikasi kesiapan Kelompoktani Hijau Subur Makmur sebagai calon penerima fasilitasi Program B2SA Tahun 2026.

Teridentifikasinya potensi dan kesiapan kelompoktani dalam mendukung pelaksanaan Program Beragam, Bergizi, Seimbang dan Aman (B2SA).

Meningkatnya koordinasi antara Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Bogor, Penyuluh Pertanian, PPS, kader ketahanan pangan desa, dan kelompoktani dalam mendukung ketahanan pangan masyarakat.

Tersusunnya bahan evaluasi dan rekomendasi tindak lanjut persiapan pelaksanaan Program B2SA yang direncanakan dimulai bulan Juni 2026.

Meningkatnya pemahaman kelompoktani terkait pentingnya penyediaan pangan yang beragam, bergizi, seimbang, dan aman berbasis potensi pangan lokal.


[Red_AKw]
-----
Kunjungi kami di:
IG: @jejak_penyuluh
FB: Jejak Penyuluh Pertanian
https://jejak-penyuluh.blogspot.com

°
°
°
#kementerianpertanian #pusluhtanri #bppsdmp #pusluhtanri #amran_sulaiman #distanhortijabar #dedimulyadi71 #distanhorbunkabbogor #kabupatenbogor #rudysusmanto #jaro_ade #kecamatancaringin #kecamatancijeruk #kecamatancigombong #jejak_penyuluh #desalemahduhur #kelompoktanihijausuburmakmur #b2sa #dkpkabupatenbogor

SURVEY LIMBAH TERNAK SAPI POTONG BERBUAH PELUANG! KELOMPOKTANI DIAJAK MANFAATKAN KOMPOS DAN KEMITRAAN HIJAUAN PAKAN TERNAK



Penyuluh Pertanian WKPP Muarajaya melaksanakan kegiatan pendampingan kepada salah satu anggota Kelompoktani Ciherang Bersatu Desa Ciherang Pondok Kecamatan Caringin Kabupaten Bogor yaitu Bapak Adoel dalam rangka survey dan identifikasi limbah ternak sapi potong, khususnya limbah faeces sebagai bahan baku pembuatan kompos.

Kegiatan ini didampingi langsung oleh tim dari PT Kariana Gita Utama yaitu Mas Gesit yang menunjukkan beberapa titik limbah faeces ternak sapi potong yang siap angkut. Diperkirakan terdapat sekitar 7 ton limbah faeces yang berpotensi dimanfaatkan oleh Kelompoktani sebagai bahan baku kompos organik untuk mendukung pertanian berkelanjutan.

Mas Gesit menjelaskan bahwa limbah faeces ternak sapi potong tersebut telah bercampur dengan serbuk gergaji kayu sebagai litter kandang sapi potong sekitar 20% dari total berat limbah, sehingga memiliki potensi yang baik untuk proses pengomposan.

Selain pemanfaatan limbah ternak, PT Kariana Gita Utama juga menawarkan peluang kemitraan kepada Kelompoktani dalam penyediaan Hijauan Pakan Ternak (HPT). Adapun skema harga yang ditawarkan yaitu Rp 600,-/Kg HPT untuk mitra lepas dan Rp 450,-/Kg HPT bagi mitra yang mendapatkan fasilitas penanaman HPT seperti bantuan kompos dan bibit Hijauan Pakan Ternak.

Bagi Kelompoktani yang berminat untuk bermitra dengan PT Kariana Gita Utama baik dalam pemanfaatan limbah faeces ternak sapi potong sebagai bahan baku kompos maupun kerjasama penyediaan Hijauan Pakan Ternak (HPT), dapat menghubungi Penyuluh WKPP Muarajaya dan WKPP Cimande atau datang langsung ke PT Kariana Gita Utama yang berlokasi di Kp. Ciutara Km. 28 Kecamatan Cidahu Kabupaten Sukabumi.

OUTPUT/HASIL KEGIATAN:
✅ Teridentifikasinya potensi limbah faeces ternak sapi potong sekitar 7 ton sebagai bahan baku kompos
✅ Meningkatnya wawasan Kelompoktani mengenai pemanfaatan limbah ternak untuk pertanian organik
✅ Terbukanya peluang kemitraan penyediaan Hijauan Pakan Ternak (HPT) dengan PT Kariana Gita Utama
✅ Terjalinnya komunikasi dan kerjasama antara Kelompoktani dengan pihak perusahaan
✅ Mendukung pengembangan pertanian ramah lingkungan dan efisiensi usaha tani peternakan

Kunjungi kami di:
IG: @jejak_penyuluh
FB: Jejak Penyuluh Pertanian
https://jejak-penyuluh.blogspot.com

°
°
°
#kementerianpertanian #pusluhtanri #bppsdmp #pusluhtanri #amran_sulaiman #distanhortijabar #dedimulyadi71 #distanhorbunkabbogor #kabupatenbogor #rudysusmanto #jaro_ade #kecamatancaringin #kecamatancijeruk #kecamatancigombong #jejak_penyuluh #desaciherangpondok #kelompoktaniciherangbersatu #kgu #karianagitautama













Senin, 04 Mei 2026

GIAT PANEN BUNCIS DI POKTAN KERUKUNAN TANI CIMANDE DESA LEMAHDUHUR KECAMATAN CARINGIN KABUPATEN BOGOR



Kegiatan panen buncis kembali dilaksanakan di Kelompoktani Kerukunan Tani Cimande (KTC) yang berlokasi di lahan Pasir Ipis, Desa Lemahduhur, Kecamatan Caringin, Kabupaten Bogor.


Pada kesempatan kali ini, panen dilaksanakan di lahan milik Kang Dede yang tergabung dalam anggota KTC, bersama Kang Zaenal, Kang Acep, dan Kang Pardi. Panen yang dilakukan merupakan panen ke-5 dari satu periode tanam. Secara umum, tanaman buncis di wilayah ini mampu dipanen sebanyak 12 hingga 15 kali selama satu siklus produksi, tergantung pada kondisi tanaman dan perawatan yang dilakukan.


Pendampingan oleh Penyuluh Pertanian bertujuan untuk memastikan proses panen berjalan optimal, menjaga kualitas hasil, serta memberikan motivasi kepada petani agar tetap konsisten dalam menerapkan budidaya yang baik.


Harga jual buncis di tingkat kebun saat ini berada di kisaran Rp7.000,-/Kg, yang cukup memberikan nilai tambah bagi petani dalam memenuhi kebutuhan ekonomi keluarga.


Output/Hasil Kegiatan:


Luas lahan: 0,35 Ha


Panen ke-5 menghasilkan: 600 Kg buncis


Perkiraan omzet panen ke-5: Rp4.200.000,-


Potensi total panen selama 1 musim: 12–15 kali panen


Peningkatan semangat dan kapasitas petani dalam budidaya hortikultura


Melalui kegiatan ini diharapkan produktivitas dan kualitas hasil panen buncis terus meningkat, serta mampu memberikan dampak positif bagi kesejahteraan anggota Kelompoktani Kerukunan Tani Cimande (KTC).


[Red_AKw]

-------

Kunjungi kami di:

IG: @jejak_penyuluh

FB: Jejak Penyuluh Pertanian

https://jejak-penyuluh.blogspot.com

°

°

°

#kementerianpertanian #pusluhtanri #bppsdmp #pusluhtanri #amran_sulaiman #distanhortijabar #dedimulyadi71 #distanhorbunkabbogor #kabupatenbogor #rudysusmanto #jaro_ade #kecamatancaringin #kecamatancijeruk #kecamatancigombong #jejak_penyuluh #desalemahduhur #kelompoktanikerukunantanicimande






Minggu, 03 Mei 2026

SEMANGAT MINGGU PAGI! KWT SRI REZEKI OPTIMALKAN BUDIDAYA SAYURAN DAN TERAPKAN TEKNIK PEMANGKASAN JAGUNG UNTUK HASIL MAKSIMAL



Kegiatan Minggu pagi di Kelompok Wanita Tani (KWT) Sri Rezeki, Desa Lemahduhur, Kecamatan Caringin, Kabupaten Bogor berlangsung penuh semangat dan kebersamaan. KWT yang diketuai oleh Ibu Siti Susanti ini melaksanakan pemeliharaan berbagai tanaman sayuran yang saat ini tengah dibudidayakan.

Adapun jenis sayuran yang dibudidayakan meliputi kangkung, bayam, caisim, dan pakcoy. Kegiatan pemeliharaan yang dilakukan mencakup penyiraman, penyiangan gulma, serta pemupukan guna menjaga pertumbuhan tanaman tetap optimal dan produktif.

Tidak hanya fokus pada tanaman sayuran daun, KWT Sri Rezeki juga melakukan perawatan pada tanaman jagung pipil. Salah satu teknik yang diterapkan adalah pemangkasan daun bagian bawah hingga sebagian daun atas. Kegiatan ini memiliki tujuan penting, di antaranya untuk meningkatkan efisiensi penyerapan nutrisi menuju tongkol, memperbaiki sirkulasi udara di sekitar tanaman, serta mengurangi kelembapan yang dapat memicu serangan hama dan penyakit.

Pemangkasan daun pada jagung pipil umumnya dilakukan saat tanaman memasuki fase generatif awal, yaitu pada umur sekitar 45–60 hari setelah tanam (HST), atau ketika tongkol mulai terbentuk. Daun yang dipangkas biasanya adalah daun bagian bawah yang sudah tua atau tidak produktif, serta sebagian daun atas yang menutupi tongkol agar proses pengisian biji dapat berlangsung lebih optimal.

Melalui kegiatan ini, KWT Sri Rezeki menunjukkan komitmennya dalam menerapkan teknik budidaya yang baik dan benar guna meningkatkan hasil produksi serta kualitas panen. Peran aktif anggota kelompok juga menjadi bukti bahwa pemberdayaan perempuan di sektor pertanian mampu memberikan kontribusi nyata terhadap ketahanan pangan keluarga.


Output/Hasil Kegiatan:

Terlaksananya pemeliharaan tanaman sayuran daun secara optimal

Meningkatnya pemahaman anggota KWT terkait teknik budidaya jagung pipil yang baik

Penerapan teknik pemangkasan daun jagung untuk mendukung peningkatan hasil produksi

Terjaganya kekompakan dan semangat gotong royong antar anggota KWT

Potensi peningkatan hasil panen sayuran dan jagung pipil ke depan


[Red_AKw]
-----
Kunjungi kami di:
IG: @jejak_penyuluh
FB: Jejak Penyuluh Pertanian
https://jejak-penyuluh.blogspot.com
°
°
°
#kementerianpertanian #pusluhtanri #bppsdmp #pusluhtanri #amran_sulaiman #distanhortijabar #dedimulyadi71 #distanhorbunkabbogor #kabupatenbogor #rudysusmanto #jaro_ade #kecamatancaringin #kecamatancijeruk #kecamatancigombong #jejak_penyuluh #desalemahduhur #kelompokwanitatanisrirezeki #kwtsrirezeki

KELOMPOKTANI ALAM TANGKIL MANDIRI GENJOT PRODUKSI CABAI RAWIT HINGGA PULUHAN RIBU BATANG



Kegiatan penanaman cabai rawit kembali dilakukan oleh Kelompoktani Alam Tangkil Mandiri sebagai bentuk komitmen dalam meningkatkan produktivitas hortikultura di wilayah binaan. Pada gelombang ke-6 ini, kelompoktani yang diketuai oleh Bapak Haji Agus Kosasih berhasil melakukan penanaman sebanyak 15.000 pohon cabai rawit di lahan baru seluas 0,8 hektare yang sebelumnya telah melalui proses pengolahan lahan secara optimal.

Kegiatan ini tidak hanya menjadi rutinitas budidaya, namun juga merupakan wujud nyata sinergi antara petani dan Penyuluh Pertanian setempat dalam mendorong peningkatan produksi serta pemanfaatan lahan secara maksimal. Dengan penerapan teknik budidaya yang baik dan berkelanjutan, diharapkan hasil panen dapat memberikan nilai tambah ekonomi bagi anggota kelompoktani.

Hingga saat ini, total tanaman cabai rawit yang telah dibudidayakan oleh Kelompoktani Alam Tangkil Mandiri mencapai 60.000 batang. Dengan tambahan pada penanaman gelombang ke-6 ini, maka secara keseluruhan jumlah tanaman cabai yang telah ditanam mencapai 75.000 batang, termasuk tanaman yang sudah memasuki fase produksi dan mulai menghasilkan buah.

Peran aktif Penyuluh Pertanian setempat yaitu Ibu Deudeu SH, SP., dalam mendampingi petani mulai dari tahap persiapan lahan, penanaman hingga pemeliharaan menjadi faktor penting dalam keberhasilan kegiatan ini. Diharapkan, keberhasilan ini dapat menjadi inspirasi bagi kelompoktani lainnya dalam meningkatkan skala usaha dan produktivitas pertanian.

OUTPUT KEGIATAN:

Terlaksananya penanaman cabai rawit sebanyak 15.000 batang pada lahan seluas 0,8 Ha

Total keseluruhan tanaman cabai yang dibudidayakan mencapai 75.000 batang

Meningkatnya semangat dan kapasitas petani dalam budidaya cabai berkelanjutan

Terjalinnya sinergi yang baik antara Penyuluh Pertanian dan Kelompoktan

Sebagian tanaman telah memasuki fase produksi dan menghasilkan buah


[Red_AKw]
-------
Kunjungi kami di:
IG: @jejak_penyuluh
FB: Jejak Penyuluh Pertanian
https://jejak-penyuluh.blogspot.com

°
°
°
#kementerianpertanian #pusluhtanri #bppsdmp #pusluhtanri #amran_sulaiman #distanhortijabar #dedimulyadi71 #distanhorbunkabbogor #kabupatenbogor #rudysusmanto #jaro_ade #kecamatancaringin #kecamatancijeruk #kecamatancigombong #jejak_penyuluh #desatangkil #kelompoktanialamtangkilmandiri

Jumat, 01 Mei 2026

PHT HAMA LALAT BUAH PADA TANAMAN CABAI: LANGKAH TERPADU MENUJU HASIL PANEN OPTIMAL



Jumat, 1 Mei 2026 | Penyuluh Pertanian WKPP Pasirbuncir dan WKPP Cinagara, Ibu Deudeu SH, SP., menyampaikan pentingnya penerapan Pengendalian Hama Terpadu (PHT) dalam mengatasi serangan lalat buah pada tanaman cabai. Serangan hama ini kerap menjadi salah satu penyebab utama penurunan produksi dan kualitas hasil panen petani.
Dalam kegiatan penyuluhan di lapangan, Ibu Deudeu menjelaskan bahwa lalat buah (Bactrocera spp.) merupakan hama yang menyerang buah cabai dengan cara bertelur di dalam buah. Larva yang menetas kemudian berkembang di dalam buah dan menyebabkan kerusakan serius.

“Gejala serangan lalat buah dapat dikenali dari adanya bercak atau tusukan kecil pada permukaan buah, buah menjadi busuk dan mudah rontok, serta terdapat belatung di dalam buah,” jelasnya.

Prinsip Pengendalian Hama Terpadu (PHT)
Lebih lanjut, beliau menekankan bahwa pengendalian lalat buah harus dilakukan secara terpadu dengan prinsip:
Terpadu (mengombinasikan berbagai metode)
Ramah lingkungan
Berkelanjutan
Pendekatan ini bertujuan untuk menjaga keseimbangan ekosistem sekaligus menekan populasi hama secara efektif tanpa merusak lingkungan.

Upaya Pencegahan (Preventif)
Dalam praktik di lapangan, beberapa langkah pencegahan yang dianjurkan meliputi:
Sanitasi kebun, dengan memusnahkan buah yang terserang agar tidak menjadi sumber berkembangnya hama.
Pergiliran tanaman, untuk menghindari penanaman cabai secara terus-menerus di lahan yang sama.
Penggunaan mulsa plastik, guna menekan perkembangan hama dari dalam tanah.
Pemasangan perangkap atraktan, seperti menggunakan methyl eugenol untuk menarik dan menangkap lalat buah.
Tanam serempak, agar siklus hidup hama dapat diputus secara alami.

Ibu Deudeu juga menekankan beberapa hal penting dalam pengendalian lalat buah:
Melakukan monitoring minimal 1–2 kali per minggu
Menggunakan ambang kendali sebelum melakukan tindakan
Mengombinasikan berbagai metode pengendalian
Mengutamakan cara yang ramah lingkungan
“Pengendalian yang efektif bukan hanya bergantung pada satu metode saja, tetapi kombinasi antara sanitasi, penggunaan perangkap, pemanfaatan agen hayati, serta monitoring rutin,” tambahnya.

Kesimpulan
Melalui penerapan PHT yang tepat, petani diharapkan mampu menekan serangan lalat buah secara signifikan sehingga produksi cabai tetap optimal dan berkualitas. Kombinasi antara sanitasi + perangkap + hayati + monitoring menjadi kunci utama keberhasilan pengendalian hama ini.

Sumber:
Materi penyuluhan berdasarkan infografis “PHT Hama Lalat Buah pada Tanaman Cabai (Pencegahan & Pengendalian Terpadu)” yang disampaikan oleh Penyuluh Pertanian, serta mengacu pada prinsip umum Pengendalian Hama Terpadu (PHT) dalam budidaya hortikultura.


[Red_AKw]
-------
Kunjungi kami di:
IG: @jejak_penyuluh
FB: Jejak Penyuluh Pertanian
https://jejak-penyuluh.blogspot.com

°
°
°
#kementerianpertanian #pusluhtanri #bppsdmp #pusluhtanri #amran_sulaiman #distanhortijabar #dedimulyadi71 #distanhorbunkabbogor #kabupatenbogor #rudysusmanto #jaro_ade #kecamatancaringin #kecamatancijeruk #kecamatancigombong #jejak_penyuluh

EVALUASI SILANG PESTISIDA NABATI: MAHASISWA IPB KUNJUNGI LANGSUNG KELOMPOKTANI PIRANG MAJU JAYA DI DESA MUARAJAYA

Jumat, 8 Mei 2026, Kelompoktani Pirang Maju Jaya yang berlokasi di Kampung Muara RT/RW 004/004 Desa Muarajaya, Kecamatan Caringin, Kabupate...