Kamis, 09 Juli 2026

MONITORING KEKERINGAN LAHAN SAWAH: PENYULUH PERTANIAN DAN POPT CARI SOLUSI DEMI MENYELAMATKAN HASIL PANEN PETANI



Penyuluh Pertanian WKPP Muarajaya bersama Petugas Organisme Pengganggu Tumbuhan (POPT) melanjutkan kegiatan monitoring setelah pelaksanaan pengendalian hama tikus dengan melakukan pemantauan dampak kekeringan pada lahan sawah milik anggota Kelompoktani Setia Wargi, tepatnya di Blok BI Kampung Nyeunnang, Desa Muarajaya, Kecamatan Caringin, Kabupaten Bogor.

Berdasarkan hasil monitoring di lapangan, hampir 50% lahan sawah di Blok BI Kampung Nyeunnang mengalami kekeringan. Kondisi terparah terjadi pada lahan sawah milik Ustadz Abdullah yang mengalami kekurangan pasokan air sehingga berpotensi mengganggu pertumbuhan tanaman padi.

Hasil identifikasi menunjukkan bahwa penyebab utama kekeringan bukan semata-mata karena berkurangnya sumber air, melainkan terganggunya distribusi air irigasi dari Desa Cinagara menuju Desa Muarajaya. Hambatan tersebut disebabkan oleh banyaknya saluran irigasi yang tersumbat sampah akibat gorong-gorong penyeberangan yang dibangun terlalu rendah. Selain itu, terdapat beberapa bangunan warga yang bagian terasnya berada di atas saluran irigasi sehingga mempersempit aliran air. Akibatnya, ketika terjadi penumpukan sampah, aliran air menjadi tidak lancar dan meluap ke jalan maupun keluar dari saluran irigasi sehingga pasokan air ke lahan sawah berkurang.

Sebagai tindak lanjut, Penyuluh Pertanian bersama POPT akan melakukan koordinasi dengan Pemerintah Desa Muarajaya dan Pemerintah Desa Cinagara untuk mencari solusi bersama dalam penanganan permasalahan irigasi tersebut. Upaya yang akan dilakukan meliputi kegiatan gotong royong pembersihan saluran irigasi secara berkala, pendataan titik-titik penyumbatan, usulan perbaikan gorong-gorong yang terlalu rendah agar sesuai dengan elevasi saluran, serta koordinasi penertiban dan penyesuaian bangunan warga yang berada di atas saluran irigasi sehingga tidak menghambat aliran air. Selain itu, Penyuluh Pertanian akan mengedukasi masyarakat mengenai pentingnya menjaga kebersihan saluran irigasi agar distribusi air tetap lancar dan keberlanjutan usaha tani dapat terjaga.

Petugas Organisme Pengganggu Tumbuhan (POPT) menyampaikan bahwa apabila kondisi kekeringan ini tidak segera ditangani, maka dapat mengakibatkan tanaman mengalami cekaman air, pertumbuhan menjadi terhambat, pembentukan anakan berkurang, malai tidak berkembang optimal, meningkatnya gabah hampa, penurunan produktivitas bahkan berpotensi menyebabkan puso pada lahan yang mengalami kekeringan berat. Dampak lainnya adalah meningkatnya biaya produksi akibat kebutuhan penyiraman tambahan serta menurunnya pendapatan petani.

_*Kesimpulan:*_
Monitoring bersama Penyuluh Pertanian dan POPT menunjukkan bahwa permasalahan utama kekeringan di lahan sawah Kelompoktani Setia Wargi disebabkan oleh terganggunya fungsi saluran irigasi. Oleh karena itu, diperlukan sinergi antara petani, pemerintah desa, Penyuluh Pertanian, POPT, dan seluruh pemangku kepentingan untuk segera melakukan normalisasi saluran irigasi, perbaikan gorong-gorong, penertiban bangunan yang menghambat aliran air, serta meningkatkan kepedulian masyarakat dalam menjaga kebersihan saluran irigasi agar pasokan air kembali normal dan produktivitas pertanian tetap terjaga.

[Red_AKw]
-------
Kunjungi kami di:
IG: @jejak_penyuluh
FB: Jejak Penyuluh Pertanian
https://jejak-penyuluh.blogspot.com
°
°
°
#kementerianpertanian #pusluhtanri #bppsdmp #pusluhtanri #amran_sulaiman #distanhortijabar #dedimulyadi71 #distanhorbunkabbogor #kabupatenbogor #rudysusmanto #jaro_ade #kecamatancaringin #kecamatancijeruk #kecamatancigombong #jejak_penyuluh #desamuarajaya #kelompoktanisetiawargi













WASPADAI SERANGAN HAMA TIKUS! POPT DAN PENYULUH PERTANIAN LAKUKAN PENGENDALIAN SARANG TIKUS DENGAN BRANKUS BELERANG DI KELOMPOKTANI SETIA WARGI



Petugas Organisme Pengganggu Tumbuhan (POPT) bersama Penyuluh Pertanian WKPP Muarajaya melaksanakan kegiatan pengendalian hama tikus di lahan sawah milik salah satu anggota Kelompoktani Setia Wargi, yaitu Bapak Haji Tumirin. Kegiatan ini bertujuan untuk menekan populasi hama tikus yang berpotensi menimbulkan kerusakan tanaman serta mengurangi kehilangan hasil panen.

Kegiatan diawali dengan pembabatan rumput liar yang tumbuh di sekitar galengan sawah. Pembersihan area ini dilakukan agar keberadaan lubang atau sarang tikus lebih mudah ditemukan sekaligus mengurangi tempat persembunyian hama. Setelah lubang aktif berhasil diidentifikasi, dilakukan pengendalian menggunakan brankus belerang (sulfur) bakar melalui metode pengemposan.

Penggunaan brankus belerang dilakukan dengan cara menyalakan brankus hingga menghasilkan asap putih pekat. Setelah asap keluar secara stabil, brankus segera dimasukkan ke dalam lubang atau sarang tikus. Mulut lubang kemudian ditutup rapat menggunakan tanah agar asap tidak keluar dan tetap memenuhi seluruh lorong sarang. Apabila ditemukan lubang lain yang saling terhubung, lubang tersebut juga ditutup agar asap terkonsentrasi di dalam sistem sarang sehingga tikus yang berada di dalamnya dapat mati karena paparan asap. Setelah beberapa saat, kondisi lubang diamati kembali untuk memastikan tidak ada asap yang keluar dan proses pengemposan berlangsung secara efektif.

Pada kesempatan tersebut, Petugas Organisme Pengganggu Tumbuhan (POPT) yaitu kang Beni Muhibbin, juga memberikan penjelasan mengenai teknik pengaplikasian brankus yang benar agar pengendalian berlangsung efektif sekaligus aman bagi petani. Pengaplikasian sebaiknya dilakukan pada lubang yang benar-benar aktif, saat kondisi angin tidak terlalu kencang, dan petugas harus selalu berdiri di sisi yang tidak terkena arah hembusan asap. Selama proses berlangsung, petani dianjurkan menggunakan alat pelindung diri seperti masker, sarung tangan, dan pakaian lengan panjang. Petani juga diingatkan agar tidak menghirup asap belerang secara langsung karena dapat mengganggu saluran pernapasan, menyebabkan iritasi mata, hidung, dan tenggorokan. Setelah pengemposan selesai, petani dianjurkan segera menjauh dari lokasi hingga asap benar-benar hilang serta mencuci tangan dan membersihkan peralatan yang digunakan.

Melalui kegiatan ini diharapkan populasi hama tikus dapat ditekan secara efektif sehingga tanaman padi terhindar dari serangan yang dapat menurunkan produktivitas. Sinergi antara POPT, Penyuluh Pertanian, dan petani menjadi kunci keberhasilan pengendalian Organisme Pengganggu Tumbuhan (OPT) secara tepat, aman, dan berkelanjutan.

Kesimpulan:
Kegiatan pengendalian hama tikus menggunakan brankus belerang (sulfur) bakar merupakan salah satu metode yang efektif untuk memusnahkan tikus di dalam sarang apabila dilakukan sesuai prosedur. Penerapan teknik pengemposan yang benar, disertai penggunaan alat pelindung diri dan memperhatikan aspek keselamatan kerja, mampu meningkatkan efektivitas pengendalian sekaligus melindungi kesehatan petani. Kolaborasi antara POPT, Penyuluh Pertanian, dan Kelompoktani menjadi langkah penting dalam menjaga produktivitas tanaman padi serta mendukung keberhasilan usaha tani.


[Red_AKw]
-------
Kunjungi kami di:
IG: @jejak_penyuluh
FB: Jejak Penyuluh Pertanian
https://jejak-penyuluh.blogspot.com

°
°
°

#kementerianpertanian #pusluhtanri #bppsdmp #pusluhtanri #amran_sulaiman #distanhortijabar #dedimulyadi71 #distanhorbunkabbogor #kabupatenbogor #rudysusmanto #jaro_ade #kecamatancaringin #kecamatancijeruk #kecamatancigombong #jejak_penyuluh #desamuarajaya #kelompoktanisetiawargi










Selasa, 07 Juli 2026

SURVEI PM-AAS: LANGKAH MENUJU PERTANIAN MODERN UNTUK MENINGKATKAN PRODUKTIVITAS DAN SWASEMBADA PANGAN



Kegiatan Survei PM-AAS (Pertanian Modern Advanced Agricultural System) di Kelompoktani Setia Wargi dan Kelompoktani Pirang Maju Jaya, Desa Muarajaya, Kecamatan Caringin, Kabupaten Bogor. Kegiatan ini bertujuan untuk melakukan identifikasi serta penetapan Calon Petani Calon Lahan (CPCL) sebagai lokasi penerapan Program PM-AAS di wilayah kerja penyuluhan.

PM-AAS merupakan pendekatan budidaya pertanian modern yang mengintegrasikan mekanisasi, teknologi digital, serta pertanian presisi untuk meningkatkan produktivitas sekaligus mengoptimalkan pemanfaatan sumber daya secara efektif, efisien, dan berkelanjutan.

Berdasarkan hasil survei, telah ditetapkan CPCL Program PM-AAS pada beberapa lokasi, yaitu:
1. Kelompoktani Setia Wargi Desa Muarajaya di lahan Bapak H. Tumirin seluas 1 Ha.
2. Kelompoktani Suka Tani III Desa Caringin di lahan Kang Endang Abdul Haris seluas 1 Ha.
3. Kelompoktani Tunas Harapan III Desa Cimande Hilir di lahan Bapak Iyep seluas 1 Ha.
4. Kelompoktani Tani Mukti 1 Desa Ciherang Pondok di lahan Kang Hapidin seluas 0,3 Ha.
5. Kelompoktani Sukagalih Desa Cimande di lahan Bapak H. Uki seluas 1 Ha.
6. Kelompoktani Pohpohan Makmur Desa Lemahduhur di lahan Bapak H. Ujang Hikmatullah seluas 1 Ha.

Program PM-AAS mengedepankan enam prinsip utama, yaitu:
✅ Tanam rapat dalam baris untuk meningkatkan efisiensi lahan dan produktivitas.
✅ Efisiensi sumber daya melalui pemanfaatan teknologi digital, khususnya pengelolaan air irigasi.
✅ Mekanisasi pertanian menggunakan traktor, land leveler, rotavator, drone, drum seeder, dan combine harvester.
✅ Implementasi berbasis korporasi melalui pengelolaan lahan secara terintegrasi dalam skala luas.
✅ Intensifikasi produksi dengan sistem tanam benih langsung, pemupukan berimbang, serta pengelolaan irigasi dan gulma secara optimal.
✅ Penerapan teknologi yang spesifik lokasi sesuai kondisi agroekosistem setempat.

Teknologi pendukung PM-AAS meliputi mekanisasi modern, sistem tanam benih langsung (Tabela) menggunakan drum seeder, Automatic Weather Station (AWS), teknologi irigasi hemat air AWD (Alternate Wetting and Drying), serta pengelolaan hara dan Pengendalian Hama Terpadu (PHT) secara terintegrasi.

Melalui penerapan teknologi tersebut, PM-AAS memiliki berbagai keunggulan, antara lain mampu meningkatkan produktivitas padi dari rata-rata sekitar 5,5 ton per hektare menjadi 10–12,4 ton per hektare, meningkatkan efisiensi penggunaan air, pupuk, dan tenaga kerja, menghasilkan kualitas panen yang lebih baik, serta mendukung sistem pertanian yang ramah lingkungan dan berkelanjutan.

_*Kesimpulan:*_
Kegiatan survei PM-AAS menjadi langkah awal yang strategis dalam menentukan lokasi penerapan pertanian modern berbasis teknologi di wilayah kerja penyuluhan. Dengan penetapan CPCL yang tepat serta penerapan mekanisasi, digitalisasi, dan pertanian presisi, diharapkan Program PM-AAS mampu meningkatkan produktivitas, efisiensi usaha tani, kesejahteraan petani, serta mendukung terwujudnya swasembada pangan nasional.

[Red_AKw]
------
Kunjungi kami di:
IG: @jejak_penyuluh
FB: Jejak Penyuluh Pertanian
https://jejak-penyuluh.blogspot.com

°
°
°

#kementerianpertanian #pusluhtanri #bppsdmp #pusluhtanri #amran_sulaiman #distanhortijabar #dedimulyadi71 #distanhorbunkabbogor #kabupatenbogor #rudysusmanto #jaro_ade #kecamatancaringin #kecamatancijeruk #kecamatancigombong #jejak_penyuluh #desamuarajaya #kelompoktanipirangmajujaya #kelompoktanisetiawargi #PMAAS #PertanianModern #TeknologiPertanian #PertanianIndonesia #SwasembadaPangan












Senin, 06 Juli 2026

KELOMPOKTANI ALAM TANGKIL MANDIRI SUKSES KEMBANGKAN CABAI MERAH KERITING



Kelompoktani Alam Tangkil Mandiri yang berlokasi di Kampung Singapeu, Desa Tangkil, Kecamatan Caringin, Kabupaten Bogor terus menunjukkan semangat dan komitmennya dalam mengembangkan sektor pertanian hortikultura. Kelompoktani yang diketuai oleh Bapak Haji Agus Kosasih, yang juga merupakan Penyuluh Pertanian Swadaya (PPS), saat ini fokus membudidayakan berbagai komoditas, khususnya cabai merah keriting.

Selain itu, Kelompoktani Alam Tangkil Mandiri juga baru saja berhasil melaksanakan panen raya tomat dan jagung dengan hasil yang memuaskan. Puluhan ribu tanaman cabai dan tomat berhasil dibudidayakan sebagai upaya meningkatkan produktivitas usaha tani sekaligus mendorong peningkatan pendapatan dan kesejahteraan seluruh anggota Kelompoktani. Keberhasilan ini diharapkan menjadi inspirasi bagi petani lainnya untuk terus mengembangkan usaha pertanian yang produktif, berkelanjutan, dan berdaya saing.

[Red_AKw]
-------
Kunjungi kami di:
IG: @jejak_penyuluh
FB: Jejak Penyuluh Pertanian
https://jejak-penyuluh.blogspot.com
°
°
°
#kementerianpertanian #pusluhtanri #bppsdmp #pusluhtanri #amran_sulaiman #distanhortijabar #dedimulyadi71 #distanhorbunkabbogor #kabupatenbogor #rudysusmanto #jaro_ade #kecamatancaringin #kecamatancijeruk #kecamatancigombong #jejak_penyuluh #desatangkil #kelompoktanialamtangkilmandiri

Minggu, 05 Juli 2026

PENYULUH PERTANIAN SWADAYA BERGERAK! MISTER MUMUH DUKUNG HILIRISASI CABAI UNTUK TINGKATKAN NILAI TAMBAH PRODUK LOKAL DESA CIADEG



Penyuluh Pertanian Swadaya (PPS) Desa Ciadeg, Kecamatan Cigombong, Bapak Mumuh Muhtar yang akrab disapa Mister Mumuh, turut berperan aktif dalam mendukung program Desa Emas melalui kegiatan hilirisasi produk pertanian sebagai upaya meningkatkan nilai tambah potensi lokal. Pada kesempatan tersebut, komoditas cabai menjadi fokus pengembangan dengan menghadirkan berbagai produk olahan bernilai ekonomi tinggi, di antaranya manisan cabai, cabai kering, dan bubuk cabai.

Kegiatan yang digagas oleh Yayasan Indonesia Setara Inotec Foundation bersama MNC Peduli ini menjadi langkah nyata dalam mendorong petani agar tidak hanya berorientasi pada produksi hasil panen, tetapi juga mampu mengembangkan usaha pengolahan pascapanen sehingga memiliki nilai jual yang lebih tinggi. Melalui pendampingan dan kolaborasi berbagai pihak, diharapkan potensi cabai di Desa Ciadeg dapat berkembang menjadi produk unggulan yang memiliki daya saing di pasar, memperluas peluang usaha, meningkatkan pendapatan petani, sekaligus memperkuat perekonomian masyarakat pedesaan secara berkelanjutan.

Kesimpulan:

Partisipasi aktif Penyuluh Pertanian Swadaya dalam program hilirisasi cabai membuktikan bahwa sinergi antara petani, penyuluh, yayasan, dan dunia usaha mampu menciptakan inovasi produk bernilai tambah. Melalui pengolahan cabai menjadi berbagai produk olahan, diharapkan kesejahteraan petani meningkat serta potensi lokal Desa Ciadeg semakin dikenal dan memiliki daya saing yang lebih tinggi.

Kunjungi kami di:
IG: @jejak_penyuluh
FB: Jejak Penyuluh Pertanian
https://jejak-penyuluh.blogspot.com
°
°
°
#kementerianpertanian #pusluhtanri #bppsdmp #pusluhtanri #amran_sulaiman #distanhortijabar #dedimulyadi71 #distanhorbunkabbogor #kabupatenbogor #rudysusmanto #jaro_ade #kecamatancaringin #kecamatancijeruk #kecamatancigombong #jejak_penyuluh #desa #kelompoktani

Sabtu, 04 Juli 2026

USAI PANEN JAGUNG MANIS, KETUA KELOMPOKTANI PIRANG MAJU JAYA SIAP KEMBANGKAN 2.000 BATANG TERONG UNGU DI LAHAN 700 M²



Ketua Kelompoktani Pirang Maju Jaya, Apih Moch Gumyadi yang berlokasi di Kampung Muara RT/RW 004/004, Desa Muarajaya, Kecamatan Caringin, Kabupaten Bogor, terus menunjukkan semangat dalam mengembangkan usaha taninya. Setelah berhasil melaksanakan panen jagung manis, lahan seluas kurang lebih 700 m² kini dipersiapkan untuk penanaman 2.000 batang bibit terong ungu dengan jarak tanam 50 cm × 70 cm. Kegiatan ini merupakan bentuk optimalisasi pemanfaatan lahan secara berkelanjutan melalui pergiliran komoditas, sehingga diharapkan dapat menjaga produktivitas lahan, meningkatkan hasil usaha tani, serta memberikan nilai tambah bagi pendapatan petani.

[Red_AKw]
------
Kunjungi kami di:
IG: @jejak_penyuluh
FB: Jejak Penyuluh Pertanian
https://jejak-penyuluh.blogspot.com
°
°
°
#kementerianpertanian #pusluhtanri #bppsdmp #pusluhtanri #amran_sulaiman #distanhortijabar #dedimulyadi71 #distanhorbunkabbogor #kabupatenbogor #rudysusmanto #jaro_ade #kecamatancaringin #kecamatancijeruk #kecamatancigombong #jejak_penyuluh #desamuarajaya #kelompoktanipirangmajujaya






Kamis, 02 Juli 2026

PENYUNTIKAN VITAMIN B KOMPLEKS PADA DOMBA GARUT PASCA MELAHIRKAN DI KELOMPOKTANI HARAPAN SUGIH



Kegiatan pendampingan penyuntikan vitamin B kompleks pada ternak Domba Garut di Kelompoktani Harapan Sugih yang berlokasi di Kampung Babakan Selaawi, Desa Caringin, Kecamatan Caringin, Kabupaten Bogor. Pada kegiatan tersebut, Kyai Haji Yudi Mulyadi selaku Ketua Kelompoktani Harapan Sugih melakukan injeksi vitamin B kompleks secara mandiri kepada ternak domba milik anggota Kelompoktani, khususnya induk domba yang baru saja melahirkan. Kegiatan ini merupakan salah satu upaya pemeliharaan kesehatan ternak pasca melahirkan agar kondisi induk tetap prima dan mampu merawat anaknya dengan baik.

Pemberian vitamin B kompleks bertujuan untuk membantu mempercepat proses pemulihan kondisi tubuh induk setelah melahirkan, meningkatkan nafsu makan, memperbaiki metabolisme tubuh, mengurangi stres akibat proses persalinan, serta mendukung pembentukan energi sehingga ternak lebih aktif dan tidak mudah lemah. Selain itu, vitamin B kompleks juga berperan dalam menjaga fungsi saraf, membantu pembentukan sel darah merah, serta mendukung produksi susu yang optimal sehingga kebutuhan nutrisi anak domba dapat terpenuhi dengan baik selama masa menyusui.

Melalui penerapan manajemen kesehatan ternak yang baik, diharapkan angka kematian induk maupun anak domba dapat ditekan, produktivitas ternak meningkat, serta usaha peternakan yang dijalankan oleh anggota Kelompoktani Harapan Sugih semakin berkembang dan memberikan manfaat ekonomi yang berkelanjutan bagi para peternak.

_*Kesimpulan:*_
Penyuntikan vitamin B kompleks pada induk Domba Garut pasca melahirkan merupakan langkah penting dalam menjaga kesehatan, mempercepat pemulihan, meningkatkan produksi susu, serta mendukung pertumbuhan anak domba. Kegiatan ini menunjukkan komitmen Kelompoktani Harapan Sugih dalam menerapkan manajemen kesehatan ternak yang baik guna meningkatkan produktivitas dan keberhasilan usaha peternakan.

[Red_AKw]
-------
Kunjungi kami di:
IG: @jejak_penyuluh
FB: Jejak Penyuluh Pertanian
https://jejak-penyuluh.blogspot.com
°
°
°
#kementerianpertanian #pusluhtanri #bppsdmp #pusluhtanri #amran_sulaiman #distanhortijabar #dedimulyadi71 #distanhorbunkabbogor #kabupatenbogor #rudysusmanto #jaro_ade #kecamatancaringin #kecamatancijeruk #kecamatancigombong #jejak_penyuluh #desacaringin #kelompoktaniharapansugih
















MONITORING KEKERINGAN LAHAN SAWAH: PENYULUH PERTANIAN DAN POPT CARI SOLUSI DEMI MENYELAMATKAN HASIL PANEN PETANI

Penyuluh Pertanian WKPP Muarajaya bersama Petugas Organisme Pengganggu Tumbuhan (POPT) melanjutkan kegiatan monitoring setelah pelaksanaan ...