Rabu, 25 Maret 2026

PANEN BERKELANJUTAN! KELOMPOKTANI SUKAMANAH SUKSES PANEN MENTIMUN, KACANG PANJANG & CABAI BESAR DI CIMANDE






Kegiatan panen hortikultura kembali dilaksanakan oleh Kelompoktani Sukamanah yang berlokasi di Kampung Nanggoh, Desa Cimande, Kecamatan Caringin, Kabupaten Bogor. Kegiatan ini merupakan hasil dari kerja keras dan pengelolaan budidaya yang baik oleh kelompoktani di bawah kepemimpinan Babang Ciko sebagai ketua kelompok.
Pada musim tanam kali ini, Kelompoktani Sukamanah menanam beberapa komoditas hortikultura unggulan yaitu mentimun, kacang panjang, dan cabai besar. Tanaman mentimun telah berhasil dipanen sebanyak 4 kali panen, kacang panjang telah mencapai 3 kali panen, sedangkan cabai besar menunjukkan produktivitas yang tinggi dengan total 8 kali panen hingga saat ini. Frekuensi panen yang berulang ini menunjukkan bahwa tanaman tumbuh dengan baik dan pemeliharaan yang dilakukan petani berjalan optimal.

Kegiatan panen dilakukan secara bertahap sesuai dengan tingkat kematangan buah dan umur panen masing-masing komoditas. Mentimun dipanen secara selektif untuk menjaga kualitas buah tetap segar dan sesuai permintaan pasar. Kacang panjang dipanen dengan interval beberapa hari sekali untuk mempertahankan ukuran polong yang ideal, sedangkan cabai besar dipanen berkala untuk menjaga kualitas warna, ukuran, dan ketahanan simpan.

Peran penyuluh pertanian & Petugas Organisme Pengganggu Tumbuhan (POPT) dalam kegiatan ini adalah melakukan pendampingan sejak tahap persiapan lahan, penanaman, pemupukan, pengendalian hama dan penyakit, hingga saat panen dan pascapanen. Pendampingan tersebut bertujuan untuk meningkatkan keterampilan petani dalam menerapkan budidaya yang baik (Good Agricultural Practices) serta memastikan hasil panen memiliki kualitas yang baik dan bernilai jual tinggi.

Selain meningkatkan pendapatan petani, keberhasilan panen ini juga menjadi motivasi bagi anggota kelompoktani untuk terus mengembangkan usaha tani hortikultura secara berkelanjutan. Kegiatan ini sekaligus menjadi contoh nyata bahwa dengan penerapan teknologi budidaya yang tepat dan kerja sama kelompok yang solid, produktivitas pertanian dapat ditingkatkan secara signifikan.


Output Kegiatan:

Terlaksananya panen mentimun sebanyak 4 kali panen, kacang panjang 3 kali panen, dan cabai besar 8 kali panen.

Meningkatnya produksi dan kualitas hasil hortikultura di Kelompoktani Sukamanah.

Meningkatnya pengetahuan dan keterampilan petani dalam teknik panen dan pascapanen yang baik.

Terciptanya semangat dan kekompakan anggota kelompoktani dalam mengelola usaha tani hortikultura secara berkelanjutan.

[Red_AKw]
-----
Kunjungi kami di:
IG: @jejak_penyuluh
FB: Jejak Penyuluh Pertanian
https://jejak-penyuluh.blogspot.com
°
°
°
#kementerianpertanian #pusluhtanri #bppsdmp #pusluhtanri #amran_sulaiman #distanhortijabar #dedimulyadi71 #distanhorbunkabbogor #kabupatenbogor #rudysusmanto #jaro_ade #kecamatancaringin #kecamatancijeruk #kecamatancigombong #jejak_penyuluh #desacimande #kelompoktanisukamanah

Rabu, 18 Maret 2026

PENGUMUMAN: PENYULUH PERTANIAN CUTI BERSAMA & LIBUR HARI RAYA IDUL FITRI 2026



Dalam rangka menyambut Hari Raya Idul Fitri 1447 H, kami informasikan kepada seluruh Petani dan Kelompoktani di wilayah binaan bahwa Penyuluh Pertanian akan melaksanakan cuti bersama dan libur mulai tanggal 18 Maret hingga 24 Maret 2026.

Selama periode tersebut, kegiatan pelayanan, pendampingan, dan konsultasi pertanian akan diliburkan sementara. Kami mengucapkan terima kasih atas perhatian dan kerja sama seluruh petani yang selama ini telah aktif berkoordinasi dalam kegiatan pembangunan pertanian.

Kami akan kembali beraktivitas seperti biasa pada tanggal 25 Maret 2026, untuk melanjutkan pendampingan dan bersama-sama membangun sektor pertanian yang lebih maju, mandiri, modern dan berkelanjutan menuju swasembada pangan berkelanjutan.

Semoga momentum Hari Raya Idul Fitri ini membawa keberkahan, kesehatan, dan semangat baru bagi kita semua dalam meningkatkan produktivitas pertanian.

Terima kasih atas pengertian dan kebersamaannya.
Selamat Hari Raya Idul Fitri, mohon maaf lahir dan batin dari kami Tim Jejak Penyuluh Pertanian... πŸ™πŸ™πŸ™

Selasa, 17 Maret 2026

WASPADA PENYAKIT BULAI PADA TANAMAN JAGUNG! PENYULUH PERTANIAN AJAK PETANI LAKUKAN PENCEGAHAN SEJAK DINI



Penyakit bulai merupakan salah satu penyakit penting pada budidaya jagung yang dapat menurunkan produksi secara signifikan apabila tidak ditangani dengan baik. Penyakit ini disebabkan oleh jamur patogen Peronosclerospora sp. yang menyerang tanaman sejak fase awal pertumbuhan.

Dalam kegiatan penyuluhan tersebut dijelaskan bahwa tanaman jagung yang terserang penyakit bulai memiliki ciri-ciri daun berwarna pucat hingga putih bergaris memanjang, pertumbuhan tanaman menjadi kerdil, serta perkembangan tanaman tidak normal. Apabila tidak segera dikendalikan, penyakit ini dapat menyebar dengan cepat ke tanaman jagung lain yang masih sehat.

Beberapa langkah pencegahan agar tanaman jagung tidak terserang penyakit bulai dapat dilakukan melalui penerapan budidaya yang baik sejak awal tanam. Upaya tersebut antara lain menggunakan benih jagung unggul dan berlabel, melakukan penanaman secara serempak, menjaga kebersihan lahan dari gulma dan sisa tanaman, serta melakukan pengamatan tanaman secara rutin sejak awal pertumbuhan. Selain itu, petani juga dianjurkan melakukan perlakuan benih (seed treatment) dengan fungisida, melakukan pergiliran tanaman (rotasi tanaman) dengan komoditas selain jagung, menggunakan varietas jagung yang tahan terhadap penyakit bulai, serta mencabut dan memusnahkan tanaman yang sudah terserang agar tidak menjadi sumber penularan. Pengaturan jarak tanam yang tepat, pemupukan berimbang sesuai anjuran, serta menjaga kondisi drainase lahan agar tidak terlalu lembab juga penting dilakukan karena lingkungan yang lembab dapat mempercepat perkembangan penyakit bulai. Dengan menerapkan langkah-langkah tersebut secara terpadu, diharapkan tanaman jagung dapat tumbuh sehat dan produktivitas tetap optimal.

Apabila ditemukan beberapa tanaman jagung yang sudah terserang penyakit bulai, maka tanaman tersebut harus segera dicabut agar tidak menular ke tanaman lainnya. Namun pencabutan tanaman jagung yang terserang penyakit bulai sebaiknya dilakukan paling akhir setelah petani menyelesaikan seluruh pekerjaan di lahan, seperti pemupukan, penyiraman, pembumbunan, maupun pengendalian organisme pengganggu tanaman lainnya. Hal ini bertujuan untuk mencegah penyebaran patogen ke tanaman sehat melalui aktivitas petani di lahan.

Pencabutan tanaman yang terserang bulai harus dilakukan dengan hati-hati agar tanah maupun sisa bagian tanaman yang terinfeksi tidak berceceran di lahan. Tanaman yang telah dicabut sebaiknya segera dikumpulkan dan dimusnahkan di luar area pertanaman. Selain itu, alat pertanian seperti cangkul, arit, dan peralatan lainnya yang digunakan untuk membersihkan tanaman yang terserang penyakit bulai harus dicuci hingga bersih sebelum digunakan kembali, sehingga jamur penyebab penyakit tidak menempel dan menyebar ke tanaman jagung yang sehat.

Melalui kegiatan penyuluhan ini diharapkan para petani semakin memahami pentingnya deteksi dini, pencegahan, serta penanganan yang tepat terhadap penyakit bulai sehingga produktivitas tanaman jagung dapat tetap terjaga.

[Red_AKw]
-----
Kunjungi kami di:
IG: @jejak_penyuluh
FB: Jejak Penyuluh Pertanian
https://jejak-penyuluh.blogspot.com
°
°
°
#kementerianpertanian #pusluhtanri #bppsdmp #pusluhtanri #amran_sulaiman #distanhortijabar #dedimulyadi71 #distanhorbunkabbogor #kabupatenbogor #rudysusmanto #jaro_ade #kecamatancaringin #kecamatancijeruk #kecamatancigombong #jejak_penyuluh

Senin, 16 Maret 2026

INFORMASI UNTUK PETANI TENTANG HARGA PUPUK BERSUBSIDI



Perlu diketahui oleh seluruh petani bahwa Harga Eceran Tertinggi (HET) Pupuk Bersubsidi telah mengalami penurunan sejak tanggal 22 Oktober 2025. Adapun dua jenis pupuk bersubsidi yang mengalami penurunan harga yang biasa ditebus oleh petani di wilayah Kabupaten Bogor yaitu pupuk Urea sebesar Rp90.000 per karung ukuran 50 Kg dan pupuk NPK Phonska sebesar Rp92.000 per karung ukuran 50 Kg.

Namun demikian, terkadang masih ada petani yang melaporkan kepada Penyuluh Pertanian bahwa harga pupuk bersubsidi yang dibeli melebihi Harga Eceran Tertinggi. Setelah dilakukan penelusuran, terdapat beberapa faktor yang menyebabkan hal tersebut terjadi. Pertama, petani membeli jenis pupuk yang tidak termasuk pupuk bersubsidi, sehingga harganya mengikuti harga pasar. Oleh karena itu, perlu diingat bahwa pupuk yang mendapat subsidi dari pemerintah hanya beberapa jenis saja, yaitu Urea, NPK Phonska, pupuk Organik, dan pupuk ZA (khusus untuk petani yang menanam tebu). Lalu yang kedua, pupuk dibeli dengan layanan pengantaran ke lokasi usaha tani, sehingga terdapat tambahan biaya transportasi yang besarannya disesuaikan dengan jarak pengantaran ke lahan petani. Dengan memahami informasi ini, diharapkan petani dapat lebih bijak dalam membeli pupuk serta mengetahui perbedaan antara harga pupuk bersubsidi dan pupuk non-subsidi. 🌾🚜

[Red_AKw]
-----
Kunjungi kami di:
IG: @jejak_penyuluh
FB: Jejak Penyuluh Pertanian
https://jejak-penyuluh.blogspot.com

°
°
°
#kementerianpertanian #pusluhtanri #bppsdmp #pusluhtanri #amran_sulaiman #distanhortijabar #dedimulyadi71 #distanhorbunkabbogor #kabupatenbogor #rudysusmanto #jaro_ade #kecamatancaringin #kecamatancijeruk #kecamatancigombong #jejak_penyuluh #pupukbersubsidi

Minggu, 15 Maret 2026

PETANI PERLU TAHU! INILAH ALASAN PENYULUH PERTANIAN MEMBENTUK GRUP WHATSAPP KELOMPENCAPIR DAN KP-WKPP

Dalam rangka mempercepat penyebaran & penderasan informasi pembangunan pertanian kepada masyarakat tani, Penyuluh Pertanian membentuk grup WhatsApp Kelompok Pendengar, Pembaca, dan Pemirsa (Kelompencapir) serta grup WhatsApp KP-WKPP (Komando Pembangunan Wilayah Kerja Penyuluh Pertanian). Pembentukan kedua grup ini merupakan salah satu upaya untuk memastikan bahwa setiap petani dapat memperoleh informasi terbaru mengenai kebijakan, program, dan inovasi pertanian yang bersumber dari Kementerian Pertanian Republik Indonesia.

Melalui grup WhatsApp tersebut, Penyuluh Pertanian menargetkan jumlah anggota hingga 1.000 orang yang terdiri dari petani, keluarga tani, pengurus kelompok tani, serta masyarakat yang memiliki kepedulian terhadap sektor pertanian. Dengan jumlah anggota yang besar, diharapkan informasi yang disampaikan dapat menjangkau lebih banyak petani secara cepat dan merata.

Setiap harinya, Penyuluh Pertanian akan mengirimkan berbagai informasi penting terkait pembangunan pertanian yang berasal dari Kementerian Pertanian. Informasi tersebut dapat berupa kebijakan terbaru, program pemerintah, teknologi budidaya pertanian, penguatan kelembagaan petani, hingga berbagai peluang dan dukungan yang dapat dimanfaatkan oleh para petani untuk meningkatkan produksi dan kesejahteraan.

Oleh karena itu, para petani yang telah bergabung di dalam grup WhatsApp Kelompencapir maupun grup WhatsApp KP-WKPP diharapkan dapat menyimak, membaca, dan memperhatikan dengan baik setiap informasi yang dibagikan oleh Penyuluh Pertanian. Dengan memahami informasi yang disampaikan, petani dapat memperoleh pengetahuan baru, mengikuti perkembangan program pemerintah, serta menerapkan berbagai inovasi yang bermanfaat bagi usaha tani mereka.

Melalui pemanfaatan media komunikasi digital seperti WhatsApp ini, diharapkan hubungan komunikasi antara Penyuluh Pertanian dengan petani dapat semakin erat, cepat, dan efektif, sehingga informasi pembangunan pertanian dapat tersampaikan secara langsung kepada petani sebagai pelaku utama pembangunan pertanian di lapangan. πŸŒΎπŸ“±


[Red_AKw]
-----
Kunjungi kami di:
IG: @jejak_penyuluh
FB: Jejak Penyuluh Pertanian
https://jejak-penyuluh.blogspot.com

°
°
°
#kementerianpertanian #pusluhtanri #bppsdmp #pusluhtanri #amran_sulaiman #distanhortijabar #dedimulyadi71 #distanhorbunkabbogor #kabupatenbogor #rudysusmanto #jaro_ade #kecamatancaringin #kecamatancijeruk #kecamatancigombong #jejak_penyuluh #kelompencapir #kpwkpp

Jumat, 13 Maret 2026

VERIFIKASI DAN VALIDASI DISTRIBUSI PUPUK BERSUBSIDI: MEMASTIKAN PUPUK TEPAT SASARAN UNTUK PETANI



Kegiatan Verifikasi dan Validasi (VerVal) pendistribusian pupuk bersubsidi dilaksanakan oleh petugas VerVal di Kios Pupuk Berkah Tani dan Kios Pupuk Tani Makmur. Kegiatan ini bertujuan untuk memastikan bahwa penyaluran pupuk bersubsidi benar-benar tepat sasaran kepada petani yang telah terdaftar dalam sistem e-RDKK (Elektronik Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok).


Dalam kegiatan ini, petugas VerVal melakukan pengecekan secara langsung terhadap proses pendistribusian pupuk bersubsidi kepada petani, sekaligus memastikan harga pupuk sesuai dengan ketentuan yang telah ditetapkan oleh pemerintah. Harga pupuk bersubsidi yang diverifikasi di tingkat kios yaitu Urea kemasan 50 Kg sebesar Rp90.000,- per bal dan NPK Phonska kemasan 50 Kg sebesar Rp92.000,- per bal.


Selain memastikan ketepatan sasaran dan harga pupuk, petugas VerVal juga melakukan pemeriksaan terhadap kelengkapan administrasi kios sebagai bentuk transparansi dan akuntabilitas dalam distribusi pupuk bersubsidi. Beberapa dokumen yang diverifikasi antara lain laporan distribusi pupuk, data petani penerima, hingga dokumen serah terima barang.


Melalui kegiatan ini diharapkan proses penyaluran pupuk bersubsidi dapat berjalan dengan baik, transparan, serta tepat sasaran sehingga mampu mendukung peningkatan produktivitas pertanian dan kesejahteraan petani.


Output / Hasil Kegiatan:


Terverifikasinya penyaluran pupuk bersubsidi kepada petani yang terdaftar dalam e-RDKK.


Terpantaunya kesesuaian harga pupuk bersubsidi di tingkat kios sesuai ketetapan pemerintah.


Terlaksananya pengecekan ketersediaan stok pupuk bersubsidi di kios penyalur.


Tervalidasinya kelengkapan administrasi kios pupuk meliputi:

Laporan Bulanan Titik Serah Pupuk Bersubsidi

Ketersediaan stok pupuk

Data cetak e-RDKK

Surat Perjanjian Jual Beli (SPJB) Pelaku Usaha Distribusi dengan Penerima Pupuk Bersubsidi pada Titik Serah

Berita Acara Serah Terima Barang (BASTB) antara Pelaku Usaha Distribusi dengan Penerima Pupuk Bersubsidi pada Titik Serah

Surat Pernyataan Kebenaran Dokumen


[Red_AKw]

-----

Kunjungi kami di:

IG: @jejak_penyuluh

FB: Jejak Penyuluh Pertanian

https://jejak-penyuluh.blogspot.com

°

°

°

#kementerianpertanian #pusluhtanri #bppsdmp #pusluhtanri #amran_sulaiman #distanhortijabar #dedimulyadi71 #distanhorbunkabbogor #kabupatenbogor #rudysusmanto #jaro_ade #kecamatancaringin #kecamatancijeruk #kecamatancigombong #jejak_penyuluh #verifikasivalidasipupukbersubsidi #verval #psp












Kamis, 12 Maret 2026

PERTEMUAN RUTIN SEKALIGUS BUKA PUASA BERSAMA DI KWT SRI REZEKI DESA LEMAHDUHUR



Kegiatan pertemuan Kelompok Wanita Tani (KWT) Sri Rezeki yang berlokasi di Desa Lemahduhur, Kecamatan Caringin, Kabupaten Bogor dilaksanakan dalam rangka pendampingan administrasi kelembagaan kelompok. KWT Sri Rezeki sebenarnya telah lama terbentuk, namun hingga saat ini belum terdaftar di dalam sistem Simluhtan (Sistem Informasi Penyuluhan Pertanian).

Pada kesempatan ini, Penyuluh Pertanian melakukan upaya untuk menginput KWT Sri Rezeki ke dalam Simluhtan. Upaya tersebut dilakukan melalui mekanisme peremajaan Kelompoktani yang sebelumnya telah terdaftar di Simluhtan namun saat ini sudah tidak aktif. Ketidakaktifan tersebut disebabkan oleh berkurangnya jumlah anggota kelompok serta semakin berkurangnya lahan pertanian yang sebagian besar telah beralih fungsi menjadi non pertanian.

Melalui pendekatan ini, Penyuluh Pertanian bersama pengurus KWT Sri Rezeki melakukan koordinasi dengan pengurus Kelompoktani yang masih ada akan tetapi tidak aktif untuk menyusun Berita Acara Peralihan Kepengurusan, sehingga ID Kelompoktani yang sebelumnya tidak aktif dapat dialihkan kepada KWT Sri Rezeki. Langkah ini dipandang sebagai solusi yang bijak dan tepat, mengingat di Desa Lemahduhur sudah terdapat banyak Kelompoktani, baik yang terdaftar maupun yang belum terdaftar di Simluhtan.

Saat ini tercatat 14 Kelompoktani di Desa Lemahduhur telah terdaftar di Simluhtan, sementara kondisi lahan pertanian di wilayah tersebut semakin terbatas akibat alih fungsi lahan. Oleh karena itu, dibandingkan membentuk kelompok baru, langkah peremajaan kelembagaan kelompok yang tidak aktif dinilai lebih efektif untuk menghidupkan kembali fungsi organisasi petani, meskipun dengan kepengurusan dan keanggotaan yang baru.

Pertemuan KWT Sri Rezeki kali ini juga dilaksanakan bersamaan dengan acara buka puasa bersama, sehingga suasana pertemuan berlangsung penuh keakraban, kekeluargaan, dan mempererat kekompakan antar anggota kelompok serta Penyuluh Pertanian yang mendampingi kegiatan tersebut.



Output / Hasil Kegiatan:

Terlaksananya pendampingan administrasi kelembagaan KWT Sri Rezeki.

Tersusunnya rencana peremajaan Kelompoktani yang tidak aktif di Desa Lemahduhur.

Adanya kesepakatan awal untuk proses peralihan kepengurusan melalui Berita Acara sebagai dasar pengalihan ID Kelompoktani ke KWT Sri Rezeki.

Meningkatnya pemahaman anggota KWT mengenai pentingnya kelembagaan yang terdaftar di Simluhtan.

Terjalinnya kebersamaan dan kekompakan anggota KWT melalui kegiatan pertemuan dan buka puasa bersama.


[Red_AKw]
------
Kunjungi kami di:
IG: @jejak_penyuluh
FB: Jejak Penyuluh Pertanian
https://jejak-penyuluh.blogspot.com
°
°
°
#kementerianpertanian #pusluhtanri #bppsdmp #pusluhtanri #amran_sulaiman #distanhortijabar #dedimulyadi71 #distanhorbunkabbogor #kabupatenbogor #rudysusmanto #jaro_ade #kecamatancaringin #kecamatancijeruk #kecamatancigombong #jejak_penyuluh #desalemahduhur #kelompokwanitatanisrirezeki #kwtsrirezeki



























PANEN BERKELANJUTAN! KELOMPOKTANI SUKAMANAH SUKSES PANEN MENTIMUN, KACANG PANJANG & CABAI BESAR DI CIMANDE

Kegiatan panen hortikultura kembali dilaksanakan oleh Kelompoktani Sukamanah yang berlokasi di Kampung Nanggoh, Desa Cimande, Kecamatan Car...