"Jejak Penyuluh Pertanian" adalah blog yang memuat kisah, catatan lapangan, inovasi, dan inspirasi dari dunia penyuluhan pertanian. Dikelola oleh para penyuluh pertanian yang berdedikasi, blog ini menyajikan dokumentasi kegiatan, pembelajaran dari lapangan, serta berbagi informasi teknis dan praktis seputar budidaya, pascapanen, agribisnis, hingga pemberdayaan petani dan kelompoktani.
Dengan semangat "Bergerak Bersama Petani", blog ini menjadi wadah berbagi pengalaman dan pengetahuan
Semangat gotong royong kembali ditunjukkan oleh Kelompoktani Pirang Maju Jaya yang berlokasi di Kampung Muara RT/RW 004/004, Desa Muarajaya, Kecamatan Caringin, Kabupaten Bogor. Kegiatan pembuatan saluran irigasi ini dipimpin langsung oleh Ketua Kelompoktani Pirang Maju Jaya, Apih Moch Gumyadi, sebagai bentuk komitmen dalam meningkatkan ketersediaan air bagi lahan pertanian yang saat ini dikelola oleh Kelompoktani Pirang Maju Jaya.
Pembangunan saluran irigasi ini diharapkan mampu mengembalikan fungsi lahan yang beberapa dekade terakhir mengalami perubahan dari sawah menjadi tegalan akibat berkurangnya debit air. Dengan tersedianya saluran irigasi yang memadai, diharapkan lahan garapan utama Kelompoktani Pirang Maju Jaya dapat kembali menjadi hamparan sawah produktif sehingga mampu meningkatkan produktivitas pertanian, ketahanan pangan, serta kesejahteraan petani.
Kegiatan ini dilaksanakan secara swadaya dengan semangat kebersamaan dan kepedulian seluruh anggota Kelompoktani Pirang Maju Jaya. Sinergi, kerja keras, dan partisipasi aktif seluruh anggota menjadi bukti nyata bahwa pembangunan pertanian dapat dimulai dari kekompakan masyarakat dalam mengelola sumber daya yang dimiliki.
Kegiatan pemasangan instalasi hidroponik telah dilaksanakan di Kelompok Wanita Tani (KWT) Embun Pagi, Desa Cimande Hilir, Kecamatan Caringin. Pemasangan instalasi dilakukan oleh salah satu pengurus Gapoktan Sejahtera, yaitu Bapak Bunyamin atau yang akrab disapa Bapak Bebeng, dengan pendampingan dari Penyuluh Pertanian setempat.
Melalui kegiatan ini diharapkan KWT Embun Pagi dapat mengembangkan budidaya sayuran secara hidroponik yang lebih efektif, efisien, dan menghasilkan produk sayuran yang sehat serta berkualitas.
Dalam kesempatan tersebut, Penyuluh Pertanian juga menghimbau kepada seluruh anggota KWT Embun Pagi agar melakukan pengelolaan instalasi hidroponik secara rutin, antara lain:
- Memeriksa kadar nutrisi (EC/PPM) secara berkala agar sesuai dengan kebutuhan tanaman.
- Memeriksa dan menjaga pH air pada kisaran yang sesuai untuk pertumbuhan tanaman.
- Menambah larutan nutrisi apabila konsentrasinya berkurang.
- Mengganti larutan nutrisi secara berkala apabila kualitasnya sudah menurun.
- Memastikan pompa air dan sistem sirkulasi berfungsi dengan baik.
- Membersihkan talang, pipa, dan wadah hidroponik dari lumut maupun kotoran.
- Memeriksa kondisi akar tanaman agar tetap sehat dan tidak membusuk.
- Mengendalikan hama dan penyakit sejak dini.
- Mengganti tanaman yang mati atau pertumbuhannya kurang baik.
- Memanen sayuran tepat waktu agar kualitas hasil tetap optimal.
Unit Pengelola Jasa Alat Mesin Pertanian (UPJA) merupakan kelembagaan ekonomi di bidang pertanian yang dibentuk untuk mengelola, mengoperasikan, menyewakan, memelihara, serta mengembangkan pemanfaatan alat dan mesin pertanian (Alsintan) agar dapat dimanfaatkan secara optimal oleh Petani maupun Kelompoktani. Keberadaan UPJA berperan penting dalam mendukung mekanisasi pertanian sehingga kegiatan budidaya dapat dilaksanakan secara lebih efektif, efisien, dan produktif.
Adapun tugas pokok dan fungsi UPJA meliputi pengelolaan administrasi Alsintan, penyediaan jasa sewa alat dan mesin pertanian, inventarisasi ketersediaan Alsintan, pemeliharaan dan perawatan alat, koordinasi perbaikan Alsintan yang mengalami kerusakan, serta memfasilitasi kebutuhan Petani dan Kelompoktani terhadap penggunaan Alsintan sesuai kebutuhan di lapangan.
Sebagai informasi bagi Petani dan khususnya Kelompoktani yang berada di Kecamatan Caringin, Ketua Unit Pengelola Jasa Alat Mesin Pertanian (UPJA) Kecamatan Caringin Kabupaten Bogor saat ini adalah Bapak Ustadz Agus Mulyana. Apabila terdapat Petani maupun Kelompoktani yang membutuhkan jasa alat dan mesin pertanian, dapat melakukan koordinasi dengan Bapak Ustadz Agus Mulyana agar kebutuhan Alsintan dapat difasilitasi melalui UPJA Kecamatan Caringin.
Bapak Ustadz Agus Mulyana menyampaikan bahwa saat ini di Kecamatan Caringin telah tersedia berbagai jenis alat dan mesin pertanian, antara lain hand traktor, kultivator, pompa air, cooper, motor roda tiga, dan power thresher yang dimiliki oleh berbagai Kelompoktani, baik berasal dari bantuan pemerintah maupun hasil pengadaan secara swadaya. Oleh karena itu, diperlukan inventarisasi Alsintan secara menyeluruh untuk mengetahui jumlah, kondisi, serta lokasi keberadaan alat yang masih tersedia.
Data inventarisasi tersebut akan menjadi dasar bagi pengurus UPJA Kecamatan Caringin dalam memberikan rekomendasi penyewaan Alsintan kepada Petani maupun Kelompoktani yang membutuhkan, sehingga dapat diarahkan ke Kelompoktani terdekat yang memiliki Alsintan sesuai kebutuhan. Selain itu, inventarisasi juga bertujuan untuk memantau kelayakan operasional Alsintan sehingga apabila ditemukan alat yang mengalami kerusakan dapat segera dikoordinasikan dengan UPT Alsintan untuk dilakukan pemeliharaan maupun perbaikan.
Melalui sinergi antara Penyuluh Pertanian, UPJA, Petani, dan Kelompoktani diharapkan pemanfaatan Alsintan di Kecamatan Caringin semakin optimal sehingga mampu meningkatkan efisiensi usaha tani, mempercepat proses budidaya, dan mendukung peningkatan produktivitas pertanian.
Pertemuan rutin Kelompoktani Wanita Tani (KWT) Embun Pagi di Desa Cimande Hilir, Kecamatan Caringin, Kabupaten Bogor, kembali dilaksanakan dengan semangat belajar dan berbagi pengalaman dalam budidaya tanaman sayuran secara hidroponik. Kegiatan ini merupakan bagian dari bimbingan teknis yang difasilitasi oleh Universitas Djuanda untuk meningkatkan kapasitas anggota Kelompoktani dalam mengembangkan usaha tani sayuran hidroponik.
Pada pertemuan kali ini, peserta memperoleh berbagai materi penting, di antaranya Pencatatan Usaha Tani yang disampaikan oleh Bapak Himatul Miftah sebagai bekal dalam mengelola administrasi dan analisis usaha tani. Selanjutnya, Ibu Yeyen Mulyaningsih memberikan materi sekaligus praktik pembuatan larutan AB MIX, pengukuran kandungan nutrisi menggunakan TDS meter, serta pengukuran pH air tandon untuk memastikan kebutuhan nutrisi tanaman hidroponik terpenuhi secara optimal.
Materi berikutnya disampaikan oleh Ibu Syaima Lailatul Mubarokah, yaitu praktik persemaian menggunakan media rockwool dan praktik penanaman pada instalasi hidroponik. Seluruh peserta mengikuti kegiatan dengan antusias sehingga mampu memahami setiap tahapan budidaya hidroponik secara langsung melalui praktik lapangan.
Sebagai hasil dari proses bimbingan teknis yang telah berlangsung selama lebih dari satu bulan, kegiatan ditutup dengan panen sayuran selada keriting dan pakcoy yang dilakukan oleh ibu-ibu KWT Embun Pagi. Hasil panen tersebut menjadi bukti nyata bahwa penerapan teknologi budidaya hidroponik mampu menghasilkan produk sayuran yang berkualitas sekaligus membuka peluang peningkatan pendapatan bagi anggota Kelompoktani.
_*Kesimpulan:*_
Kegiatan bimbingan teknis budidaya sayuran hidroponik di KWT Embun Pagi berhasil meningkatkan pengetahuan dan keterampilan anggota Kelompoktani, mulai dari pencatatan usaha tani, pengelolaan nutrisi tanaman, persemaian, hingga penanaman dan panen. Diharapkan ilmu yang telah diperoleh dapat diterapkan dan dikembangkan secara berkelanjutan untuk mendukung kemandirian pangan serta meningkatkan kesejahteraan petani.
Penyuluh Pertanian melaksanakan kegiatan pendampingan panen padi sawah bersama Kelompoktani Bendungan yang berlokasi di lahan sawah milik Bapak Ujang Kusnadi, Desa Lemahduhur, Kecamatan Caringin, Kabupaten Bogor.
Pada kesempatan tersebut, Penyuluh Pertanian tidak hanya mendampingi proses panen, tetapi juga melakukan sosialisasi sejak dini sebagai persiapan menghadapi musim tanam berikutnya. Sebelum dilakukan pengolahan lahan, Bapak Ujang Kusnadi diberikan arahan dan pendampingan teknis agar pada musim tanam selanjutnya menerapkan budidaya padi sawah menggunakan metode PM-AAS sesuai arahan Kementerian Pertanian.
Penerapan metode PM-AAS diharapkan mampu meningkatkan produktivitas usahatani padi hingga dua kali lipat melalui penerapan budidaya yang lebih efektif, efisien, dan berkelanjutan. Kegiatan ini merupakan salah satu bentuk komitmen Penyuluh Pertanian dalam mendampingi petani untuk mengadopsi inovasi teknologi budidaya guna mendukung terwujudnya swasembada pangan yang berkelanjutan.
Penyuluh Pertanian WKPP Muarajaya dan WKPP Cimande bersama Penyuluh Pertanian Swadaya (PPS) Desa Muarajaya serta Penyuluh Pertanian Swadaya (PPS) Desa Lemahduhur melaksanakan pendampingan kepada Petugas Poskeswan Laladon Dinas Perikanan dan Peternakan Kabupaten Bogor, yaitu Bapak Ramadhan Tri Atmojo, dalam kegiatan kunjungan lapangan sekaligus pelayanan kesehatan ternak di beberapa Kelompoktani di Kecamatan Caringin.
Kegiatan ini dilaksanakan di Kelompoktani Pirang Maju Jaya Desa Muarajaya yang diketuai oleh Apih Moch Gumyadi, Kelompoktani Harapan Sugih Desa Caringin yang diketuai oleh Bapak Haji Yudi Mulyadi, Kelompoktani Gede Pangrango Desa Lemahduhur yang diketuai oleh Bapak Haji Bambang Herwindo, serta Kelompoktani Sukamanah Desa Cimande yang diketuai oleh Bapak Ahmad Zaenal Abidin (Ciko).
Dalam kegiatan tersebut dilakukan pelayanan pemberian Vitamin B Kompleks, pemberian obat cacing, serta pendampingan proses kelahiran domba sebagai bagian dari upaya peningkatan kesehatan dan produktivitas ternak. Pemberian Vitamin B Kompleks bertujuan untuk membantu meningkatkan metabolisme tubuh ternak, memperbaiki nafsu makan, mengurangi dampak stres, mempercepat pemulihan kondisi tubuh, serta menunjang pertumbuhan dan produktivitas ternak agar tetap optimal. Sementara itu, pemberian obat cacing dilakukan sebagai langkah pencegahan dan pengendalian infeksi cacing yang dapat menyebabkan penurunan bobot badan, gangguan pertumbuhan, anemia, hingga menurunnya daya tahan tubuh ternak.
Selain pelayanan kesehatan, petugas juga memberikan pendampingan proses kelahiran domba guna memastikan induk dan anak domba berada dalam kondisi sehat, meminimalkan risiko kematian saat melahirkan, memberikan penanganan apabila terjadi kesulitan kelahiran (distokia), serta memberikan edukasi kepada peternak mengenai tata cara penanganan induk pascamelahirkan dan perawatan anak domba sejak dini. Pendampingan ini juga bertujuan meningkatkan pengetahuan peternak dalam menerapkan manajemen reproduksi ternak yang baik sehingga angka keberhasilan kelahiran dan kelangsungan hidup anak domba semakin tinggi.
Melalui sinergi antara Penyuluh Pertanian, Penyuluh Pertanian Swadaya, dan Petugas Poskeswan Laladon, diharapkan pelayanan kesehatan hewan dapat menjangkau peternak secara lebih optimal, meningkatkan produktivitas usaha peternakan rakyat, menekan risiko penyebaran penyakit, serta mendukung terwujudnya usaha peternakan yang sehat, berdaya saing, dan berkelanjutan di wilayah Kecamatan Caringin.
_*Kesimpulan:*_
Kolaborasi antara Penyuluh Pertanian, Penyuluh Pertanian Swadaya, dan Petugas Poskeswan Laladon merupakan langkah nyata dalam meningkatkan kesehatan, kesejahteraan, dan produktivitas ternak melalui pelayanan vitamin, pengendalian parasit, serta pendampingan kelahiran domba. Kegiatan ini diharapkan mampu meningkatkan pengetahuan peternak, menekan angka penyakit dan kematian ternak, serta mendukung peningkatan pendapatan peternak melalui usaha peternakan yang lebih sehat, produktif, dan berkelanjutan.
Penyuluh Pertanian WKPP Cimande bersama Penyuluh Pertanian Swadaya (PPS) Desa Lemahduhur melaksanakan kegiatan kunjungan dan pendampingan ke Kelompoktani Ternak Gede Pangrango yang berlokasi di Desa Lemahduhur, Kecamatan Caringin, Kabupaten Bogor. Kegiatan ini difokuskan pada pembinaan administrasi kelembagaan, khususnya updating data keanggotaan Kelompoktani pada aplikasi Simluhtan agar data yang tercatat selalu akurat, valid, dan sesuai dengan kondisi terkini di lapangan.
Updating data keanggotaan Kelompoktani pada Simluhtan memiliki peran yang sangat penting karena menjadi dasar dalam penetapan legalitas kelembagaan, penyusunan program penyuluhan, pendataan petani, penyaluran bantuan pemerintah, akses pupuk bersubsidi, usulan berbagai program Kementerian Pertanian, pelaksanaan e-RDKK, hingga sebagai bahan perencanaan, monitoring, dan evaluasi pembangunan pertanian. Data yang selalu diperbarui juga akan memudahkan Kelompoktani memperoleh akses terhadap berbagai kegiatan pemberdayaan, pelatihan, bantuan sarana produksi, serta program pengembangan usaha pertanian dan peternakan.
Kelompoktani Ternak Gede Pangrango yang diketuai oleh Bapak Haji Bambang Herwindo merupakan Kelompoktani yang aktif mengembangkan usaha peternakan domba, baik breeding maupun feedtening, budidaya ayam pedaging, serta mengusahakan berbagai komoditas pertanian mulai dari padi sawah hingga aneka tanaman hortikultura sayuran. Dengan potensi usaha yang beragam tersebut, administrasi kelembagaan yang tertib dan data Simluhtan yang selalu diperbarui menjadi salah satu kunci dalam mendukung kemajuan dan keberlanjutan usaha Kelompoktani.
_*Kesimpulan:*_
Pendampingan updating data keanggotaan Kelompoktani pada Simluhtan merupakan upaya penting dalam memperkuat kelembagaan petani. Data yang valid dan mutakhir akan mendukung perencanaan pembangunan pertanian yang tepat sasaran, memperluas akses Kelompoktani terhadap berbagai program pemerintah, serta meningkatkan kualitas pelayanan penyuluhan demi terwujudnya Kelompoktani yang maju, mandiri, dan berdaya saing.