Giat PM-AAS (Pertanian Modern Advance Agriculture System) dilaksanakan di WKPP Muarajaya dan WKPP Cimande, tepatnya di Desa Muarajaya dan Desa Lemahduhur, Kecamatan Caringin, Kabupaten Bogor. Kegiatan monitoring diawali di Kelompoktani Setia Wargi, Desa Muarajaya, pada lahan sawah milik Bapak Haji Tumirin seluas 0,13 Ha yang telah menerapkan budidaya padi metode PM-AAS. Secara umum, pertumbuhan tanaman cukup baik, namun ditemukan beberapa titik tanaman yang pertumbuhannya terganggu akibat kekeringan pada awal musim tanam, gulma yang perlu segera dibersihkan, serta pemberian silika yang perlu segera dilakukan. Tanaman saat ini berusia sekitar 39 hari setelah tanam benih langsung dan 30 hari setelah pindah tanam.
Monitoring dilanjutkan ke lahan milik Bapak Dayat Hidayat, anggota Kelompoktani Karya Prisma, di Kampung Nyeunnang, Desa Muarajaya. Tanaman padi PM-AAS yang baru dibudidayakan tersebut telah berusia 14 hari setelah pindah tanam. Hasil pemantauan menunjukkan pertumbuhan cukup baik, namun jarak tanam masih terlalu jauh. Dalam metode PM-AAS, jarak tanam yang direkomendasikan antara 3–5 cm, jarak antarbaris 25 cm, serta setiap 4 atau 6 baris dibuat legowo selebar 50 cm.
Selanjutnya, monitoring dilakukan di Kelompoktani Pohpohan Makmur, Desa Lemahduhur, pada lahan sawah milik Bapak Cece. Tanaman padi PM-AAS telah berusia 70 hari setelah tanam benih langsung dan secara umum menunjukkan pertumbuhan serta perkembangan yang cukup baik. Namun, ditemukan beberapa barisan tanaman yang terserang hama tikus sehingga perlu segera dilakukan pengendalian menggunakan rodentisida. Selain itu, pemupukan kedua yang seharusnya dilakukan pada umur 40–45 hari setelah tanam menggunakan campuran NPK Phonska dan Urea hingga saat ini belum dilaksanakan.
Dari tiga Kelompoktani yang telah memulai penerapan budidaya padi metode PM-AAS di WKPP Muarajaya dan WKPP Cimande, penerapan metode ini akan segera diperluas kepada Kelompoktani Suka Tani II di Kampung Kebon Cengkeh Desa Caringin, Kelompoktani Tunas Harapan III di Kampung Bojong Menteng Desa Cimande Hilir, Kelompoktani Tani Mukti 1 dan Kelompoktani Ciherang Bersatu di Desa Ciherang Pondok, Kelompoktani Sukagalih Desa Cimande, serta Kelompoktani Gede Pangrango dan Kelompoktani Legok Mahmud di Desa Lemahduhur, Kecamatan Caringin, Kabupaten Bogor.
Kelompoktani yang akan menerapkan budidaya padi metode PM-AAS tersebut akan difasilitasi benih padi varietas Inpari 49 yang memiliki sejumlah keunggulan, di antaranya lebih tahan terhadap serangan hama dan penyakit seperti kresek dan blas, menghasilkan beras yang nikmat dan pulen, memiliki potensi hasil panen tinggi, serta berlabel ungu sehingga hasil panennya dapat digunakan kembali sebagai benih. Kegiatan pendampingan dan monitoring ini menjadi langkah penting dalam mendorong penerapan pertanian modern sekaligus meningkatkan produktivitas dan kualitas hasil usaha tani padi di Kecamatan Caringin.
💬 Ceritakan pengalaman Anda di kolom komentar.
Kunjungi kami di: IG: @jejak_penyuluh FB: Jejak Penyuluh Pertanian https://jejak-penyuluh.blogspot.com
° ° ° #kementerianpertanian #pusluhtanri #bppsdmp #pusluhtanri #amran_sulaiman #distanhortijabar #dedimulyadi71 #distanhorbunkabbogor #kabupatenbogor #rudysusmanto #jaro_ade #kecamatancaringin #kecamatancijeruk #kecamatancigombong #jejak_penyuluh #desa #Muarajaya #Lemahduhur #Caringin #CimandeHilir #CiherangPondok #Cimande #Caringin #kelompoktani #SetiaWargi #KaryaPrisma #PohpohanMakmur #SukaTaniII #TunasHarapanIII #TaniMukti1 #CiherangBersatu #Sukagalih #GedePangrango #LegokMahmud



















































