Kamis, 25 Juni 2026

MANISAN CABAI: INOVASI PASCA PANEN UNTUK MENINGKATKAN NILAI JUAL CABAI PETANI



Penyuluh Pertanian Swadaya (PPS) Desa Ciadeg, Bapak Mumuh Muhtar yang akrab disapa Mister Mumuh, melaksanakan kegiatan pasca panen cabai melalui pembuatan manisan cabai. Kegiatan ini menjadi salah satu inovasi pengolahan hasil pertanian yang dapat membantu petani dalam meningkatkan nilai tambah komoditas cabai merah besar, khususnya saat hasil panen melimpah dan harga cabai di pasaran mengalami penurunan.

Manisan cabai merupakan produk olahan cabai yang memiliki cita rasa unik, yaitu perpaduan rasa manis, sedikit asam, serta sensasi pedas yang tetap terasa. Produk ini dapat menjadi alternatif olahan cabai yang menarik, memiliki daya simpan lebih baik, dan berpotensi dipasarkan sebagai camilan maupun oleh-oleh khas daerah.

Dalam kegiatan tersebut, Mister Mumuh menjelaskan bahwa bahan utama yang digunakan adalah cabai merah segar dengan ukuran yang relatif seragam, bersih, tidak busuk, tidak memar, tidak terserang hama atau penyakit, serta memiliki warna merah cerah dan segar. Pemilihan cabai yang berkualitas sangat penting karena akan menentukan warna, rasa, tekstur, dan penampilan akhir manisan cabai. Cabai yang berukuran seragam juga membantu proses perendaman, pemasakan, dan penyerapan larutan gula agar lebih merata.

Tahapan pembuatan manisan cabai diawali dengan proses sortasi atau pemilahan cabai. Cabai merah dipilih berdasarkan tingkat kematangan dan kondisi fisiknya, kemudian dicuci menggunakan air bersih untuk menghilangkan debu, tanah, maupun kotoran yang menempel. Setelah dicuci, cabai dapat dibelah atau dibiarkan utuh sesuai kebutuhan, lalu bagian tangkai dan sebagian bijinya dapat dibersihkan untuk mengurangi tingkat kepedasan yang terlalu kuat.

Tahap berikutnya adalah perendaman cabai menggunakan larutan air garam. Cabai direndam dalam air garam secukupnya selama beberapa jam hingga semalaman. Proses ini bertujuan untuk membantu mengurangi rasa pedas yang terlalu tajam, mengurangi getah cabai, menjaga tekstur cabai agar tetap kokoh, serta membantu membersihkan sisa kotoran yang masih menempel. Setelah perendaman, cabai kembali dibilas menggunakan air bersih agar rasa asin tidak terlalu kuat.

Selanjutnya, cabai direndam dalam larutan gula. Larutan gula dibuat dengan mencampurkan gula pasir dan air, kemudian dapat ditambahkan sedikit perasan jeruk nipis atau bahan pengasam makanan secukupnya untuk memberikan rasa segar serta membantu menyeimbangkan rasa manis. Cabai kemudian dimasukkan ke dalam larutan gula dan direndam agar gula dapat meresap ke dalam daging cabai.

Agar rasa manis lebih merata tetapi karakter pedas cabai tetap ada, proses perendaman dalam larutan gula dapat dilakukan secara bertahap. Cabai yang telah direndam dapat dipanaskan dengan api kecil hingga larutan gula mulai meresap, kemudian didiamkan kembali selama beberapa jam atau semalaman. Proses ini dapat diulang sesuai kebutuhan sampai cabai memiliki rasa manis yang cukup, namun sensasi pedas alaminya masih tetap terasa. Penggunaan api kecil sangat penting agar cabai tidak hancur dan teksturnya tetap baik.

Setelah rasa manis dan pedas dirasa seimbang, cabai ditiriskan dari larutan gula. Cabai kemudian dapat dikeringkan menggunakan penjemuran yang higienis, oven suhu rendah, atau alat pengering makanan hingga kadar airnya berkurang. Tahap pengeringan bertujuan agar manisan cabai tidak mudah rusak, memiliki tekstur yang lebih kenyal, serta lebih tahan disimpan. Setelah kering, manisan cabai dapat dikemas dalam kemasan yang bersih, rapat, dan menarik agar siap dipasarkan.

Pengolahan cabai merah besar menjadi manisan cabai memiliki berbagai manfaat. Dari sisi pangan, cabai mengandung vitamin C, vitamin A, antioksidan, serta senyawa capsaicin yang memberikan rasa pedas khas. Dalam jumlah yang wajar, cabai dapat membantu menambah selera makan dan memberikan cita rasa unik pada produk olahan. Namun, konsumsi tetap perlu disesuaikan dengan kondisi tubuh masing-masing, terutama bagi masyarakat yang memiliki gangguan lambung.

Dari sisi ekonomi, pembuatan manisan cabai dapat meningkatkan nilai jual cabai merah besar dibandingkan hanya menjual cabai dalam bentuk segar. Cabai yang melimpah saat panen raya dapat diolah menjadi produk bernilai tambah sehingga membantu mengurangi risiko kerugian akibat harga cabai yang rendah. Produk manisan cabai juga berpeluang dikembangkan sebagai usaha rumah tangga, produk UMKM, camilan khas desa, serta komoditas pemasaran melalui bazar, toko oleh-oleh, pasar lokal, dan media sosial.

Melalui kegiatan ini, diharapkan petani dan Kelompoktani dapat semakin termotivasi untuk melakukan diversifikasi produk pertanian. Pengolahan pasca panen yang tepat tidak hanya menjaga hasil panen agar lebih tahan lama, tetapi juga membuka peluang usaha baru serta meningkatkan pendapatan petani.

_*KESIMPULAN:*_

Kegiatan pembuatan manisan cabai yang dilaksanakan oleh PPS Desa Ciadeg, Bapak Mumuh Muhtar atau Mister Mumuh, merupakan inovasi pasca panen yang bermanfaat untuk meningkatkan nilai tambah cabai merah besar. Dengan pemilihan cabai berkualitas, proses perendaman air garam untuk mengurangi rasa pedas, perendaman larutan gula secara bertahap, serta pengeringan dan pengemasan yang baik, cabai dapat diolah menjadi manisan dengan rasa manis, segar, dan tetap memiliki sensasi pedas khas. Kegiatan ini berpotensi mendukung peningkatan pendapatan petani, mengurangi kerugian saat harga cabai turun, serta mendorong tumbuhnya usaha pengolahan hasil pertanian di tingkat Kelompoktani dan masyarakat desa.


[Red_AKw]
-----
Kunjungi kami di:
IG: @jejak_penyuluh
FB: Jejak Penyuluh Pertanian
https://jejak-penyuluh.blogspot.com
°
°
°
#kementerianpertanian #pusluhtanri #bppsdmp #pusluhtanri #amran_sulaiman #distanhortijabar #dedimulyadi71 #distanhorbunkabbogor #kabupatenbogor #rudysusmanto #jaro_ade #kecamatancaringin #kecamatancijeruk #kecamatancigombong #jejak_penyuluh #desaciadeg #kelompoktanibarokah

OLAH LAHAN MT II DIMULAI, KELOMPOKTANI SUKA TANI 1 SIAPKAN 5,93 HEKTARE SAWAH



Penyuluh Pertanian melaksanakan pendampingan kegiatan olah lahan untuk persiapan Musim Tanam II di Kelompoktani Suka Tani 1, Kampung Curugdengdeng RT/RW 003/003, Desa Caringin, Kecamatan Caringin, Kabupaten Bogor.

Kegiatan olah lahan saat ini difokuskan pada blok sawah utama Kelompoktani Suka Tani 1 dengan luas 3,77 hektare. Proses olah lahan tersebut ditargetkan selesai dalam waktu satu minggu ke depan. Setelah blok sawah utama selesai dikerjakan, kegiatan akan dilanjutkan pada blok sawah kedua seluas 2,16 hektare, sesuai hasil poligonisasi lahan sawah Kelompoktani Suka Tani 1.

Pada tahap awal, proses olah lahan masih berlangsung di lahan sawah milik Bapak Pepen dan Bapak Hakim. Dalam pelaksanaannya, Kelompoktani Suka Tani 1 menghadapi kendala karena mesin utama hand traktor yang dimiliki mengalami kerusakan berat. Untuk memastikan kegiatan tetap berjalan, mesin penggerak hand traktor sementara diganti menggunakan mesin pompa air Alkon.

Pendampingan ini dilakukan untuk memastikan persiapan lahan berjalan tepat waktu, sehingga pelaksanaan tanam pada Musim Tanam II dapat dilakukan secara serempak dan mendukung peningkatan produktivitas usaha tani padi di wilayah Desa Caringin.

_*KESIMPULAN:*_
Kegiatan olah lahan Musim Tanam II di Kelompoktani Suka Tani 1 telah dimulai pada blok sawah utama seluas 3,77 hektare dan akan dilanjutkan pada blok kedua seluas 2,16 hektare, sehingga total lahan yang dipersiapkan mencapai 5,93 hektare. Meskipun terdapat kendala kerusakan berat pada mesin utama hand traktor, Kelompoktani tetap melakukan upaya penanganan dengan menggunakan mesin pompa air Alkon sebagai pengganti sementara. Diharapkan kegiatan olah lahan dapat selesai sesuai target agar persiapan tanam Musim Tanam II berjalan lancar.


[Red_AKw]
-------
Kunjungi kami di:
IG: @jejak_penyuluh
FB: Jejak Penyuluh Pertanian
https://jejak-penyuluh.blogspot.com
°
°
°
#kementerianpertanian #pusluhtanri #bppsdmp #pusluhtanri #amran_sulaiman #distanhortijabar #dedimulyadi71 #distanhorbunkabbogor #kabupatenbogor #rudysusmanto #jaro_ade #kecamatancaringin #kecamatancijeruk #kecamatancigombong #jejak_penyuluh #desa #kelompoktani








Rabu, 24 Juni 2026

SELEKSI BENIH PADI BERKUALITAS DAN DISTRIBUSI PHC EXTRAGEN UNTUK DUKUNG PENINGKATAN PRODUKSI PADI SAWAH DI DESA PASIRBUNCIR



Penyuluh Pertanian Desa Pasirbuncir, Kecamatan Caringin, Kabupaten Bogor, Deudeu SH, SP., melaksanakan kegiatan fasilitasi pertemuan Kelompoktani dengan materi penyuluhan mengenai "Seleksi Benih Padi dan Manfaat serta Kegunaan PHC EXTRAGEN untuk Pertumbuhan Tanaman". Kegiatan dilanjutkan dengan pendistribusian benih padi kepada anggota Kelompoktani. Benih yang didistribusikan bersumber dari Kementerian Pertanian, sedangkan PHC EXTRAGEN merupakan bantuan dari Distanhorbun Kabupaten Bogor. Kegiatan dilaksanakan di Kelompoktani Sagara Tani, Desa Pasir Buncir, Kecamatan Caringin, Kabupaten Bogor.

Seleksi benih padi merupakan tahapan penting dalam budidaya padi untuk memperoleh benih yang berkualitas, sehat, dan memiliki daya tumbuh tinggi. Melalui kegiatan seleksi benih, petani dapat memisahkan benih bernas dari benih hampa sehingga tanaman dapat tumbuh lebih seragam, lebih kuat, serta memiliki potensi hasil yang lebih tinggi. Kegiatan ini menjadi salah satu upaya dalam meningkatkan produktivitas padi sawah sekaligus mendukung program swasembada pangan nasional.

Selain penyuluhan seleksi benih, petani juga mendapatkan informasi mengenai manfaat PHC EXTRAGEN sebagai pupuk hayati cair yang mengandung mikroorganisme bermanfaat untuk mendukung pertumbuhan tanaman. PHC EXTRAGEN berfungsi membantu meningkatkan kesuburan tanah, memperbaiki aktivitas mikroba tanah, mempercepat perkembangan perakaran, meningkatkan penyerapan unsur hara, serta membantu tanaman lebih tahan terhadap cekaman lingkungan.

Pada tanaman padi sawah, penggunaan PHC EXTRAGEN dapat mendukung pertumbuhan vegetatif yang lebih optimal, memperkuat sistem perakaran, meningkatkan jumlah anakan produktif, membantu efisiensi pemupukan, serta berpotensi meningkatkan produktivitas dan kualitas hasil panen. Dengan kondisi tanah yang lebih sehat dan ketersediaan hara yang lebih baik, tanaman padi dapat tumbuh lebih vigor dan berproduksi secara optimal.

Melalui kegiatan penyuluhan dan pendistribusian sarana produksi ini diharapkan anggota Kelompoktani Sagara Tani dapat menerapkan teknik seleksi benih yang baik serta memanfaatkan PHC EXTRAGEN secara tepat guna untuk mendukung keberhasilan usaha tani padi sawah yang lebih produktif, efisien, dan berkelanjutan.

_*Kesimpulan:*_
Kegiatan penyuluhan mengenai seleksi benih padi dan manfaat PHC EXTRAGEN serta pendistribusian bantuan benih dan pupuk hayati cair kepada anggota Kelompoktani Sagara Tani berjalan dengan baik. Petani memperoleh pemahaman tentang pentingnya penggunaan benih berkualitas dan pemanfaatan PHC EXTRAGEN untuk meningkatkan kesuburan tanah, pertumbuhan tanaman, serta produktivitas padi sawah. Kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan keberhasilan budidaya padi dan mendukung peningkatan produksi pangan di wilayah Kecamatan Caringin.


[Red_AKw]
[Sumber: Deu²_SH_SP]
------
Kunjungi kami di:
IG: @jejak_penyuluh
FB: Jejak Penyuluh Pertanian
https://jejak-penyuluh.blogspot.com
°
°
°
#kementerianpertanian #pusluhtanri #bppsdmp #pusluhtanri #amran_sulaiman #distanhortijabar #dedimulyadi71 #distanhorbunkabbogor #kabupatenbogor #rudysusmanto #jaro_ade #kecamatancaringin #kecamatancijeruk #kecamatancigombong #jejak_penyuluh #desapasirbuncir #kelompoktanisagaratani

Selasa, 23 Juni 2026

PETANI INOVATIF CIADEG SULAP LIMBAH MENJADI PUPUK ORGANIK DAN ASAM AMINO BERKUALITAS TINGGI



Penyuluh Pertanian Swadaya (PPS) Desa Ciadeg, Kecamatan Cigombong, yang akrab disapa Mister Mumuh Muhtar, merupakan salah satu petani inovatif yang terus mengembangkan teknologi pertanian ramah lingkungan. Berbekal pengalaman dan semangat untuk meningkatkan produktivitas pertanian, beliau berhasil memproduksi berbagai jenis pupuk organik cair (POC) dan asam amino berbahan baku lokal yang mudah diperoleh serta bernilai ekonomis.

Beberapa inovasi yang telah dikembangkan dan diaplikasikan pada lahan pertanian kelompoktaninya antara lain pupuk organik cair berbahan limbah buah, asam amino berbahan telur dan limbah jeroan ayam, serta asam amino berbahan keong mas. Pemanfaatan bahan-bahan yang selama ini dianggap limbah menjadi produk bermanfaat merupakan langkah nyata dalam mendukung pertanian berkelanjutan.

Proses pembuatannya dilakukan dengan mencampurkan bahan-bahan seperti keong mas, air cucian beras, molases, dan EM4 ke dalam wadah fermentasi. Seluruh bahan kemudian difermentasi selama 14 hari. Selama proses fermentasi berlangsung, gas yang terbentuk di dalam wadah harus dikeluarkan secara berkala agar proses berjalan optimal dan menghasilkan produk berkualitas.

Pupuk organik cair yang dihasilkan memiliki berbagai manfaat, di antaranya meningkatkan kesuburan tanah, memperbaiki aktivitas mikroorganisme tanah, menambah unsur hara, memperkuat pertumbuhan akar, batang, dan daun, serta meningkatkan ketahanan tanaman terhadap cekaman lingkungan. Sementara itu, asam amino berperan penting dalam mempercepat pertumbuhan vegetatif, meningkatkan pembentukan bunga dan buah, membantu penyerapan unsur hara, serta meningkatkan kualitas dan kuantitas hasil panen.

Keunggulan produk yang dibuat oleh Mister Mumuh Muhtar adalah biaya produksi yang relatif murah, bahan baku mudah diperoleh di lingkungan sekitar, ramah lingkungan, mengurangi ketergantungan terhadap pupuk kimia, serta mampu meningkatkan efisiensi usaha tani. Inovasi ini menjadi contoh nyata bahwa petani mampu menciptakan solusi mandiri untuk mendukung pertanian yang sehat, produktif, dan berkelanjutan.

📈 Output/Hasil Kegiatan:
✅ Meningkatnya pengetahuan petani mengenai pembuatan pupuk organik cair dan asam amino berbahan baku lokal.
✅ Petani mampu memanfaatkan limbah pertanian dan limbah organik menjadi produk yang bernilai guna.
✅ Tersedianya alternatif pupuk dan nutrisi tanaman yang lebih ekonomis dan ramah lingkungan.
✅ Berkurangnya ketergantungan petani terhadap pupuk kimia sintetis.
✅ Meningkatnya kesadaran petani terhadap penerapan pertanian berkelanjutan.
✅ Terwujudnya inovasi petani dalam mendukung peningkatan produktivitas dan kualitas hasil pertanian.


[Red_AKw]
-------
Kunjungi kami di:
IG: @jejak_penyuluh
FB: Jejak Penyuluh Pertanian
https://jejak-penyuluh.blogspot.com
°
°
°
#kementerianpertanian #pusluhtanri #bppsdmp #pusluhtanri #amran_sulaiman #distanhortijabar #dedimulyadi71 #distanhorbunkabbogor #kabupatenbogor #rudysusmanto #jaro_ade #kecamatancaringin #kecamatancijeruk #kecamatancigombong #jejak_penyuluh #desaciadeg #kelompoktanibarokah

DISTRIBUSI BENIH INPARI 32 DAN PELATIHAN PGPR, LANGKAH NYATA MENINGKATKAN PRODUKSI PADI DAN KETAHANAN TANAMAN



Penyuluh Pertanian Swadaya (PPS) Desa Cibalung Kecamatan Cijeruk, Bapak Iwan Ridwan, melaksanakan kegiatan pendistribusian bantuan benih padi inbrida varietas Inpari 32 kepada anggota Kelompoktani Wanti Asih, Desa Cibalung, Kecamatan Cijeruk, Kabupaten Bogor.

Dalam kesempatan tersebut, Bapak Iwan Ridwan menjelaskan bahwa varietas Inpari 32 merupakan salah satu varietas unggul yang banyak diminati petani karena memiliki potensi hasil yang tinggi, umur panen relatif genjah, anakan produktif yang banyak, serta memiliki ketahanan yang cukup baik terhadap beberapa serangan penyakit penting pada tanaman padi. Selain itu, Inpari 32 juga memiliki kualitas beras yang baik, rasa nasi yang pulen, dan adaptif ditanam pada berbagai kondisi lahan sawah sehingga mampu mendukung peningkatan produktivitas dan pendapatan petani.

Bersamaan dengan kegiatan distribusi benih, dilaksanakan pula penyuluhan mengenai pembuatan Plant Growth Promoting Rhizobacteria (PGPR) yang disampaikan oleh Petugas Organisme Pengganggu Tumbuhan (POPT) Kecamatan Cijeruk, Bapak Wildan.

PGPR merupakan kelompok bakteri menguntungkan yang hidup dan berkembang di sekitar perakaran tanaman (rhizosfer). Bakteri ini mampu berinteraksi secara positif dengan tanaman melalui berbagai mekanisme, seperti membantu penyerapan unsur hara, memproduksi hormon pertumbuhan tanaman seperti auksin, sitokinin, dan giberelin, serta meningkatkan pertumbuhan akar sehingga tanaman menjadi lebih sehat dan vigor.

Selain berperan sebagai pemacu pertumbuhan tanaman, PGPR juga memiliki fungsi penting dalam melindungi tanaman dari serangan penyakit. Beberapa jenis bakteri PGPR mampu menghasilkan senyawa antibiotik alami yang dapat menghambat perkembangan patogen penyebab penyakit tanaman. PGPR juga dapat bersaing dengan mikroorganisme patogen dalam memperebutkan ruang hidup dan sumber makanan di daerah perakaran sehingga keberadaan patogen menjadi berkurang.

Lebih lanjut, PGPR mampu menginduksi ketahanan sistemik tanaman (Induced Systemic Resistance/ISR), yaitu merangsang sistem pertahanan alami tanaman sehingga tanaman lebih siap menghadapi serangan penyakit yang disebabkan oleh jamur, bakteri, maupun patogen lainnya. Dengan penggunaan PGPR secara rutin, tanaman menjadi lebih sehat, pertumbuhannya lebih optimal, penggunaan pupuk kimia dapat ditekan, dan risiko serangan penyakit dapat diminimalkan.

Kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan dan keterampilan petani dalam memanfaatkan benih unggul serta teknologi hayati ramah lingkungan guna mendukung peningkatan produktivitas dan keberlanjutan usaha tani di Desa Cibalung.

Output/Hasil Kegiatan:
✅ Bantuan benih padi inbrida varietas Inpari 32 tersalurkan kepada anggota Kelompoktani Wanti Asih.
✅ Petani memahami keunggulan dan teknik budidaya varietas Inpari 32.
✅ Petani memperoleh pengetahuan tentang pembuatan dan pemanfaatan PGPR.
✅ Meningkatnya pemahaman petani mengenai perlindungan tanaman secara hayati melalui pemanfaatan bakteri menguntungkan.
✅ Mendorong penerapan teknologi ramah lingkungan untuk meningkatkan produktivitas dan kesehatan tanaman padi.

[Red_AKw]
-----
Kunjungi kami di:
IG: @jejak_penyuluh
FB: Jejak Penyuluh Pertanian
https://jejak-penyuluh.blogspot.com
°
°
°
#kementerianpertanian #pusluhtanri #bppsdmp #pusluhtanri #amran_sulaiman #distanhortijabar #dedimulyadi71 #distanhorbunkabbogor #kabupatenbogor #rudysusmanto #jaro_ade #kecamatancaringin #kecamatancijeruk #kecamatancigombong #jejak_penyuluh #desacibalung #kelompoktaniwantiasih

MONITORING PENGEMBANGAN CABAI MERAH KERITING: LAHAN SIAP TANAM TERUS BERTAMBAH, PENYULUH DORONG PENERAPAN IRIGASI MODERN DI MUSIM KEMARAU



Penyuluh Pertanian melaksanakan kegiatan monitoring Pengembangan Cabai Merah Keriting di Kelompoktani Bina Mandiri yang berlokasi di Kampung Nangleng, Desa Lemahduhur, Kecamatan Caringin, Kabupaten Bogor.

Berdasarkan hasil monitoring di lapangan, dari total target pengembangan cabai merah keriting seluas 3 hektare, saat ini lahan yang telah siap tanam dan dipasangi mulsa mencapai sekitar 2 hektare. Dari luasan tersebut, lahan yang telah ditanami baru mencapai 0,5 hektare yang berada di lahan milik Bapak Farid dan Bapak Oteng.

Dalam kegiatan monitoring tersebut, Bapak Ujang Aceng menyampaikan bahwa tingkat pertumbuhan benih saat persemaian hanya mencapai sekitar 75%. Setelah dilakukan pemeliharaan di persemaian, sebagian bibit mengalami kematian sehingga bibit yang siap tanam tersisa sekitar 50%.

Menanggapi hal tersebut, Penyuluh Pertanian menjelaskan bahwa rendahnya tingkat keberhasilan persemaian dan kematian bibit dapat disebabkan oleh beberapa faktor, antara lain kualitas benih yang kurang baik, media semai yang kurang steril, serangan penyakit rebah semai (damping off), kelembapan yang terlalu tinggi atau terlalu rendah, kesalahan penyiraman, serta serangan hama pada fase bibit.

Sebagai upaya mengatasi permasalahan tersebut, petani dianjurkan melakukan persemaian ulang dengan benih yang biasa digunakan oleh petani setempat dengan tetap memperhatikan benih tersebut harus bermutu dan bersertifikat, menyiapkan media semai yang steril dan gembur, melakukan penyiraman secara teratur sesuai kebutuhan, menjaga sirkulasi udara di area persemaian, melakukan pengendalian hama dan penyakit secara dini, serta melakukan seleksi bibit sehat sebelum dipindahkan ke lahan tanam.

Selain kendala persemaian, sebagian besar petani belum melakukan penanaman meskipun kondisi lahan sudah siap tanam. Hal ini disebabkan musim kemarau yang mengakibatkan kebutuhan air meningkat, sementara penyiraman masih mengandalkan tenaga manual menggunakan embrat dan selang.

Untuk mengatasi kendala tersebut, Penyuluh Pertanian mengimbau petani penerima fasilitasi kegiatan pengembangan cabai merah keriting agar mulai memanfaatkan inovasi irigasi sprinkler maupun irigasi tetes. Teknologi tersebut dapat meningkatkan efisiensi penggunaan air, menghemat tenaga kerja, serta mendukung pertumbuhan tanaman yang lebih optimal selama musim kemarau.

Bersamaan dengan kegiatan monitoring pengembangan cabai merah keriting, berlangsung pula kegiatan panen mentimun di lahan milik salah satu anggota Kelompoktani Bina Mandiri, yaitu Bapak Endang. Hasil panen mentimun yang sedang berlangsung menunjukkan bahwa komoditas hortikultura masih memberikan peluang usaha yang menjanjikan bagi petani apabila dikelola dengan baik dan berkelanjutan.

Output Kegiatan:
✅ Terlaksananya monitoring pengembangan cabai merah keriting seluas 3 hektare.
✅ Teridentifikasinya permasalahan persemaian dan penyebab kematian bibit cabai.
✅ Meningkatnya pemahaman petani mengenai teknik persemaian yang baik dan benar.
✅ Tersampaikannya rekomendasi penggunaan irigasi sprinkler dan irigasi tetes untuk menghadapi musim kemarau.
✅ Terpantau perkembangan penanaman cabai merah keriting seluas 0,5 hektare dari lahan yang telah siap tanam.
✅ Terjalinnya komunikasi dan koordinasi antara penyuluh dan petani dalam percepatan realisasi penanaman.
✅ Terpantau kegiatan panen mentimun sebagai sumber pendapatan petani di Kelompoktani Bina Mandiri.


[Red_AKw]
------
Kunjungi kami di:
IG: @jejak_penyuluh
FB: Jejak Penyuluh Pertanian
https://jejak-penyuluh.blogspot.com
°
°
°
#kementerianpertanian #pusluhtanri #bppsdmp #pusluhtanri #amran_sulaiman #distanhortijabar #dedimulyadi71 #distanhorbunkabbogor #kabupatenbogor #rudysusmanto #jaro_ade #kecamatancaringin #kecamatancijeruk #kecamatancigombong #jejak_penyuluh #desalemahduhur #kelompoktanibinamandiri








PANEN CABAI JABLAI MELIMPAH! PETANI NANGLENG RAIH PELUANG SAAT HARGA CABAI TEMBUS RP50 RIBU/KG



Kegiatan panen cabai rawit putih atau yang lebih dikenal dengan sebutan cabai jablai dilaksanakan di lahan milik Bapak Haji Nahrudin, anggota Kelompoktani Taruna Mandiri, dengan luas tanam mencapai 0,3 hektare. Pada saat panen berlangsung, harga cabai merah di tingkat pasar mencapai Rp50.000 per kilogram, sehingga memberikan peluang yang baik bagi petani untuk meningkatkan pendapatan usahataninya.

Selain membudidayakan cabai, Bapak Haji Nahrudin juga mengembangkan berbagai komoditas hortikultura lainnya sebagai upaya diversifikasi usaha tani. Komoditas yang dibudidayakan antara lain tanaman pisang seluas 0,1 hektare, bawang daun seluas 0,12 hektare yang ditumpangsarikan dengan buncis, mentimun, dan tomat apel. Total luas lahan yang dikelola mencapai 0,52 hektare.

Kegiatan ini menunjukkan bahwa penerapan pola tanam yang beragam mampu meningkatkan efisiensi pemanfaatan lahan, menjaga keberlanjutan produksi, serta menjadi strategi dalam mengurangi risiko kerugian akibat fluktuasi harga maupun serangan organisme pengganggu tanaman. Diversifikasi usaha tani juga menjadi salah satu langkah nyata dalam meningkatkan ketahanan ekonomi petani dan mendukung pengembangan pertanian yang berkelanjutan.

Output/Hasil Kegiatan:
✅ Terlaksananya panen cabai rawit putih (cabai jablai) pada lahan seluas 0,3 hektare.
✅ Meningkatnya pendapatan petani melalui pemanfaatan momentum harga cabai yang sedang tinggi.
✅ Terwujudnya penerapan diversifikasi usaha tani dengan berbagai komoditas hortikultura.
✅ Optimalisasi pemanfaatan lahan pertanian seluas 0,52 hektare secara produktif.
✅ Meningkatnya motivasi petani dalam mengembangkan usaha tani yang berkelanjutan dan berorientasi pasar.


[Red_AKw]
-----
Kunjungi kami di:
IG: @jejak_penyuluh
FB: Jejak Penyuluh Pertanian
https://jejak-penyuluh.blogspot.com
°
°
°
#kementerianpertanian #pusluhtanri #bppsdmp #pusluhtanri #amran_sulaiman #distanhortijabar #dedimulyadi71 #distanhorbunkabbogor #kabupatenbogor #rudysusmanto #jaro_ade #kecamatancaringin #kecamatancijeruk #kecamatancigombong #jejak_penyuluh #desalemahduhur #kelompoktanitarunamandiri




MANISAN CABAI: INOVASI PASCA PANEN UNTUK MENINGKATKAN NILAI JUAL CABAI PETANI

Penyuluh Pertanian Swadaya (PPS) Desa Ciadeg, Bapak Mumuh Muhtar yang akrab disapa Mister Mumuh, melaksanakan kegiatan pasca panen cabai me...