Kamis, 03 September 2026

PERCEPAT TANAM PADI, PPL & POPT DAMPINGI PEMANFAATAN HAND TRAKTOR DI DESA LEMAHDUHUR



Penyuluh Pertanian WKPP Cimande bersama Petugas Organisme Pengganggu Tumbuhan (POPT) Kecamatan Caringin melaksanakan kegiatan pendampingan pemanfaatan Alat Mesin Pertanian (Alsintan) di Kelompoktani Bendungan, Desa Lemahduhur, Kecamatan Caringin, Kabupaten Bogor. Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya mendukung pengolahan lahan secara lebih efektif dan efisien guna mempercepat persiapan tanam padi sawah.

Dalam kegiatan tersebut, Bapak Samsu mengoperasikan hand traktor tangan bermesin diesel 8,5 PK untuk mengolah lahan sawah seluas 7,3 hektare. Dengan waktu kerja mulai pukul 07.00 sampai 12.00 WIB atau sekitar 5 jam per hari, pembajakan lahan diperkirakan membutuhkan waktu ±10 hari kerja, tergantung kondisi tanah, kedalaman olah, bentuk dan petakan lahan, serta kondisi operasional alat.

Pemanfaatan Alsintan di Kelompoktani Bendungan diharapkan dapat mempercepat proses pengolahan lahan sehingga jadwal tanam padi sawah dapat dilaksanakan tepat waktu. Pendampingan Penyuluh Pertanian bersama POPT juga menjadi bagian penting dalam mendorong penerapan teknologi pertanian sekaligus meningkatkan efisiensi usaha tani di tingkat Kelompoktani.

🌾 Alsintan dimanfaatkan, pengolahan lahan dipercepat, tanam padi semakin tepat waktu!

Ceritakan pengalaman Anda di kolom komentar.
[Red_AKw]
------
Kunjungi kami di:
IG: @jejak_penyuluh
FB: Jejak Penyuluh Pertanian
https://jejak-penyuluh.blogspot.com
°
°
°
#kementerianpertanian #pusluhtanri #bppsdmp #pusluhtanri #amran_sulaiman #distanhortijabar #dedimulyadi71 #distanhorbunkabbogor #kabupatenbogor #rudysusmanto #jaro_ade #kecamatancaringin #kecamatancijeruk #kecamatancigombong #jejak_penyuluh #desalemahduhur #kelompoktanibendungan



DESA CIHERANG PONDOK, SENTRA PALA TERBESAR DI KECAMATAN CARINGIN YANG TERUS BERTAHAN DI TENGAH ANCAMAN ALIH FUNGSI LAHAN

 


Penyuluh Pertanian bersama Penyuluh Pertanian Swadaya (PPS) Desa Ciherang Pondok Kecamatan Caringin melaksanakan Kegiatan Identifikasi Potensi Komoditas Perkebunan Pala di Kelompoktani Tani Mukti 1, yang berlokasi di Kampung Babakan, Desa Ciherang Pondok, Kecamatan Caringin, Kabupaten Bogor.

Di tengah semakin gencarnya alih fungsi lahan pertanian menjadi kawasan perumahan, jalan tol, maupun industri, Desa Ciherang Pondok masih menyimpan potensi besar pada komoditas perkebunan pala. Tanaman pala tumbuh dengan sangat baik di wilayah ini dan telah menjadi bagian dari kehidupan serta sumber pendapatan masyarakat secara turun-temurun.

Sejak dahulu, Desa Ciherang Pondok dikenal sebagai salah satu sentra produksi dan penghasil pala terbesar di wilayah Kecamatan Caringin. Kondisi agroklimat yang mendukung, kesesuaian lahan untuk pertumbuhan tanaman pala, serta tradisi budidaya yang diwariskan dari generasi ke generasi menjadi faktor yang membuat tanaman pala mampu bertahan dan berkembang di wilayah ini. Selain itu, pengalaman petani dalam memelihara tanaman pala dan keberadaan tanaman pala yang telah berumur cukup panjang turut memperkuat identitas Desa Ciherang Pondok sebagai daerah penghasil pala.

Komoditas pala juga memberikan nilai ekonomi yang cukup menjanjikan bagi petani. Saat musim panen tiba, hasil dari kebun pala dapat menjadi sumber tambahan pendapatan keluarga. Bahkan, terdapat kisah petani yang mampu mewujudkan impian berangkat ibadah haji dari hasil berkebun pala, menjadi gambaran nyata bahwa komoditas perkebunan ini memiliki nilai ekonomi dan sejarah yang kuat bagi masyarakat setempat.

Kelompoktani Tani Mukti 1 yang diketuai oleh Bapak Udin Saripudin hingga saat ini masih berkomitmen mempertahankan komoditas perkebunan pala. Di tengah tekanan alih fungsi lahan yang semakin besar, keberadaan petani pala menjadi bagian penting dalam menjaga keberlanjutan komoditas unggulan sekaligus mempertahankan identitas pertanian Desa Ciherang Pondok.

Kegiatan identifikasi ini diharapkan dapat menjadi langkah awal dalam menggali lebih jauh potensi komoditas pala, mendukung keberlanjutan usaha perkebunan petani, serta mendorong upaya pelestarian lahan pertanian agar pala tetap menjadi komoditas unggulan dan warisan pertanian Desa Ciherang Pondok.

🌱 Mari bersama menjaga lahan pertanian dan melestarikan pala sebagai potensi ekonomi serta warisan pertanian masyarakat Desa Ciherang Pondok!

Ceritakan pengalaman Anda di kolom komentar.
[Red_AKw]
--------
Kunjungi kami di:
IG: @jejak_penyuluh
FB: Jejak Penyuluh Pertanian
https://jejak-penyuluh.blogspot.com
°
°
°
#kementerianpertanian #pusluhtanri #bppsdmp #pusluhtanri #amran_sulaiman #distanhortijabar #dedimulyadi71 #distanhorbunkabbogor #kabupatenbogor #rudysusmanto #jaro_ade #kecamatancaringin #kecamatancijeruk #kecamatancigombong #jejak_penyuluh #DesaCiherangPondok #KelompoktaniTaniMukti1


KWT SRI REZEKI TANAM BAWANG PUTIH LUMBU HIJAU, DUKUNG PERCEPATAN SWASEMBADA BAWANG



Kelompok Wanita Tani (KWT) Sri Rezeki yang berlokasi di Desa Lemahduhur, Kecamatan Caringin, Kabupaten Bogor, melaksanakan kegiatan penanaman bawang putih varietas Lumbu Hijau sebagai bagian dari upaya mendukung program swasembada bawang.


KWT Sri Rezeki yang diketuai oleh Ibu Siti Susanti Jasidah mendapatkan kepercayaan dari Polres Bogor untuk melaksanakan budidaya bawang putih sesuai dengan instruksi Presiden Republik Indonesia dalam rangka memperkuat ketahanan pangan dan mewujudkan swasembada bawang.


Kegiatan penanaman dilaksanakan pada lahan seluas 0,2 hektare. KWT Sri Rezeki menargetkan seluruh proses penanaman dapat diselesaikan pada akhir minggu ini. Semangat dan partisipasi aktif Kelompoktani menjadi salah satu kunci dalam mendukung keberhasilan program pertanian dan ketahanan pangan di wilayah Kabupaten Bogor.


Mari terus dukung dan apresiasi semangat para petani dalam mewujudkan pertanian yang maju, mandiri, dan berkelanjutan. πŸŒΎπŸ§„


Ceritakan pengalaman Anda di kolom komentar.

[Red_AKw]

-----


Kunjungi kami di:

IG: @jejak_penyuluh

FB: Jejak Penyuluh Pertanian

https://jejak-penyuluh.blogspot.com

°

°

°

#kementerianpertanian #pusluhtanri #bppsdmp #pusluhtanri #amran_sulaiman #distanhortijabar #dedimulyadi71 #distanhorbunkabbogor #kabupatenbogor #rudysusanto #jaro_ade #kecamatancaringin #kecamatancijeruk #kecamatancigombong #jejak_penyuluh #DesaLemahduhur #KelompokWanitaTaniSriRezeki

MONITORING PM-AAS DI KECAMATAN CARINGIN, PENYULUH TEMUKAN SEJUMLAH HAL YANG PERLU DITINDAKLANJUTI



Penyuluh Pertanian WKPP Muarajaya, WKPP Cimande dan WKPP Pasirbuncir bersama Petugas Organisme Pengganggu Tumbuhan (POPT) Kecamatan Caringin melaksanakan monitoring pertumbuhan dan perkembangan tanaman padi sawah yang dibudidayakan dengan metode PM-AAS (Pertanian Modern–Advanced Agriculture System). Metode PM-AAS merupakan sistem budidaya padi modern yang mengintegrasikan teknologi, mekanisasi, pengelolaan tanaman, air dan hara secara lebih terukur untuk meningkatkan produktivitas serta efisiensi usaha tani.

Di Kecamatan Caringin, penerapan PM-AAS telah dilakukan di beberapa lokasi, yaitu Kelompoktani Satria Muda 1 Desa Pasirbuncir, Kelompoktani Setia Wargi Desa Muarajaya, Kelompoktani Pohpohan Makmur Desa Lemahduhur, serta Kelompoktani Suka Tani III Desa Caringin. Berdasarkan hasil monitoring, ditemukan beberapa hal yang perlu segera ditindaklanjuti. Pada lahan Kelompoktani Pohpohan Makmur, ditemukan serangan hama penggerek batang yang ditandai dengan batang dan daun tanaman padi mengering akibat serangan larva yang berasal dari telur ngengat/kupu-kupu. POPT memberikan arahan pengendalian sesuai kondisi lapangan, termasuk penggunaan insektisida yang terdaftar dan sesuai rekomendasi, serta pemanfaatan tanaman suren sebagai salah satu alternatif pengendalian secara nabati.

Selain itu, kondisi lahan pada Kelompoktani Setia Wargi Desa Muarajaya dan Kelompoktani Satria Muda 1 Desa Pasirbuncir masih kurang lembap sehingga perlu dikondisikan macak-macak. Dalam PM-AAS, pada umur 0–21 HST kondisi lahan dijaga macak-macak atau permukaan tanah jenuh air, sedangkan pada umur 21–45 HST lahan memasuki fase penggenangan untuk mendukung pembentukan anakan. Kondisi lahan yang terlalu kering pada fase awal dapat menghambat perkembangan akar, pertumbuhan tanaman dan pembentukan anakan serta meningkatkan kompetisi gulma terhadap air dan unsur hara.

Monitoring juga menemukan bahwa tanaman padi pada Kelompoktani Pohpohan Makmur telah berumur 28 HST sehingga perlu segera mendapatkan pemupukan NPK Majemuk. Sesuai panduan PM-AAS, pemupukan NPK dilakukan pada kisaran umur 20–25 HST dan dilanjutkan pada fase berikutnya sesuai kebutuhan tanaman. Pemberian silika juga menjadi perhatian pada lahan yang digarap oleh Bapak Cece, karena tanaman telah memasuki umur 28 HST. Silika berperan dalam memperkuat batang dan membantu mengurangi risiko kerebahan; dalam panduan PM-AAS, aplikasi silika cair dilakukan secara bertahap sesuai fase pertumbuhan. Pemanfaatan sisa pembakaran jerami sebagai sumber silika juga dapat menjadi salah satu upaya untuk mendukung kekuatan tanaman.

Selanjutnya, ditemukan beberapa baris tanaman padi yang tidak tumbuh pada Kelompoktani Setia Wargi Desa Muarajaya, tepatnya di lahan Bapak Haji Tumirin, serta pada Kelompoktani Satria Muda 1 Desa Pasirbuncir, Kecamatan Caringin, Kabupaten Bogor yang diketuai Bapak Asep Saepuloh. Kondisi tersebut diduga dapat terjadi karena benih tidak keluar saat pengoperasian drum seeder maupun karena benih mengalami kematian. Oleh karena itu, perlu dilakukan penyulaman sedini mungkin agar populasi tanaman tetap optimal dan pertumbuhan lebih seragam. Secara umum, penyulaman padi dianjurkan dilakukan pada fase awal, sekitar 7–14 HST, sehingga tanaman sulaman tidak terlalu jauh tertinggal dari tanaman utama.

Kegiatan monitoring ini menjadi bagian penting dalam pengawalan penerapan PM-AAS di tingkat lapangan. Melalui pengamatan secara rutin, Penyuluh Pertanian bersama POPT dapat mengidentifikasi permasalahan sejak dini dan memberikan rekomendasi penanganan yang tepat sehingga pertumbuhan tanaman, populasi, pengelolaan air, pemupukan, pengendalian OPT dan produktivitas padi dapat terus dioptimalkan.

Ceritakan pengalaman Anda di kolom komentar. 🌾
[Red_AKw]
--------

Kunjungi kami di:
IG: @jejak_penyuluh
FB: Jejak Penyuluh Pertanian
https://jejak-penyuluh.blogspot.com
°
°
°
#kementerianpertanian #pusluhtanri #bppsdmp #pusluhtanri #amran_sulaiman #distanhortijabar #dedimulyadi71 #distanhorbunkabbogor #kabupatenbogor #rudysusmanto #jaro_ade #kecamatancaringin #kecamatancijeruk #kecamatancigombong #jejak_penyuluh #desaPasirbuncir #desaMuarajaya #desaLemahduhur #desaCaringin #kelompoktaniSatriaMuda1 #kelompoktaniSetiaWargi #kelompoktaniPohpohanMakmur #kelompoktaniSukaTani3

































Rabu, 02 September 2026

PERKUAT KETAHANAN GIZI, PENYULUH PERTANIAN DORONG PEMANFAATAN BENIH SAYURAN UNTUK POSYANDU DESA CIHERANG PONDOK

 


Caringin, Kabupaten Bogor — Penyuluh Pertanian bersama Penyuluh Pertanian Swadaya (PPS) Desa Ciherang Pondok Kecamatan Caringin melaksanakan koordinasi dengan Pemerintah Desa Ciherang Pondok dalam rangka pendistribusian fasilitasi bantuan benih sayuran untuk mendukung kegiatan Posyandu Desa Ciherang Pondok.

Fasilitasi bantuan benih sayuran tersebut terdiri dari 5 macam benih, yaitu:

🌿 Kangkung: 1 amplop
🌿 Bayam: 1 amplop
🌿 Sawi Hijau: 2 amplop
🌢️ Cabai Keriting: 2 amplop
πŸ† Terong Ungu: 2 amplop

Fasilitasi bantuan benih sayuran ini merupakan salah satu bentuk upaya Pemerintah Daerah Kabupaten Bogor melalui Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan Kabupaten Bogor dalam mendukung pemenuhan gizi masyarakat sekaligus membantu menekan angka stunting.

Melalui pemanfaatan benih tersebut, Posyandu Desa Ciherang Pondok nantinya dapat menghasilkan produk segar sayuran yang memiliki nilai gizi dan dapat dimanfaatkan untuk mendukung pemenuhan kebutuhan pangan bergizi bagi masyarakat.

Dalam pelaksanaannya, Posyandu akan bekerja sama dengan Kelompok Wanita Tani (KWT) Kemuning sebagai eksekutor pelaksana teknis budidaya berbagai jenis sayuran tersebut. Hasil budidaya selanjutnya akan didistribusikan untuk Posyandu dan dibagikan kepada ibu hamil, ibu menyusui, bayi dan balita sebagai bagian dari upaya pemenuhan gizi masyarakat.

Kegiatan ini diharapkan dapat memperkuat sinergi antara Pemerintah Desa, Penyuluh Pertanian, PPS, Posyandu dan Kelompoktani/KWT dalam mengoptimalkan potensi pertanian sebagai sumber pangan bergizi, sekaligus menjadi bagian dari langkah nyata dalam mendukung percepatan penurunan angka stunting di Desa Ciherang Pondok, Kecamatan Caringin, Kabupaten Bogor.

🀝 Kolaborasi pertanian dan kesehatan masyarakat menjadi langkah nyata untuk menghadirkan pangan bergizi dari lingkungan sendiri.

πŸ’¬ Ceritakan pengalaman Anda di kolom komentar.
[Red_AKw]
-----

Kunjungi kami di:
IG: @jejak_penyuluh
FB: Jejak Penyuluh Pertanian
https://jejak-penyuluh.blogspot.com
°
°
°
#kementerianpertanian #pusluhtanri #bppsdmp #pusluhtanri #amran_sulaiman #distanhortijabar #dedimulyadi71 #distanhorbunkabbogor #kabupatenbogor #rudysusmanto #jaro_ade #kecamatancaringin #kecamatancijeruk #kecamatancigombong #jejak_penyuluh #desaCiherangPondok #kelompoktaniKWTKemuning


MONITORING LUAS TAMBAH TANAM PADI SAWAH: CIHERANG PONDOK MEMILIKI POTENSI 20 HEKTARE LAHAN SAWAH



CARINGIN — Penyuluh Pertanian bersama Penyuluh Pertanian Swadaya (PPS) Desa Ciherang Pondok Kecamatan Caringin melaksanakan kegiatan monitoring Luas Tambah Tanam (LTT) Padi Sawah di Kelompoktani Tani Mukti 1 yang berlokasi di Kampung Babakan, Desa Ciherang Pondok, Kecamatan Caringin, Kabupaten Bogor.

Kegiatan monitoring ini dilakukan untuk melihat perkembangan penanaman padi sawah sekaligus mengidentifikasi potensi lahan pertanian yang masih dapat dimanfaatkan untuk mendukung peningkatan produksi padi di wilayah Desa Ciherang Pondok.

Musim tanam kali ini dilaksanakan pada areal persawahan yang masih produktif seluas 3,6 hektare. Lahan tersebut ditanami padi varietas Inpari 32 yang berasal dari fasilitasi bantuan benih padi.

Kelompoktani Tani Mukti 1 yang diketuai oleh Bapak Udin Saripudin terus berupaya memanfaatkan lahan sawah yang masih tersisa untuk mendukung keberlanjutan budidaya padi sawah dan peningkatan produktivitas pertanian di tingkat desa.

Dari total lahan sawah yang masih produktif seluas 3,6 hektare tersebut, Desa Ciherang Pondok sebenarnya memiliki potensi pengembangan lahan sawah hingga sekitar 15–20 hektare. Namun, optimalisasi potensi tersebut sangat bergantung pada perbaikan dan peningkatan kondisi saluran irigasi agar ketersediaan air dapat mendukung kegiatan budidaya secara berkelanjutan.

Melalui monitoring LTT ini, Penyuluh Pertanian bersama PPS terus mendorong optimalisasi lahan pertanian, peningkatan indeks pertanaman, serta penguatan koordinasi bersama Kelompoktani dalam mendukung peningkatan produksi pangan dan ketahanan pangan di Kabupaten Bogor.

🌱 Potensi lahan ada, irigasi diperbaiki, produksi padi dapat ditingkatkan!

πŸ’¬ Ceritakan pengalaman Anda di kolom komentar.

[Red_AKw]

Kunjungi kami di:
IG: @jejak_penyuluh
FB: Jejak Penyuluh Pertanian
https://jejak-penyuluh.blogspot.com
°
°
°
#kementerianpertanian #pusluhtanri #bppsdmp #pusluhtanri #amran_sulaiman #distanhortijabar #dedimulyadi71 #distanhorbunkabbogor #kabupatenbogor #rudysusmanto #jaro_ade #kecamatancaringin #kecamatancijeruk #kecamatancigombong #jejak_penyuluh #desaCiherangPondok #kelompoktanitaniMukti1







Senin, 31 Agustus 2026

PM-AAS DITERAPKAN DI MUARAJAYA! TARGET 10 TON GABAH/HEKTARE, PERTANIAN PADI MAKIN PRESISI



Kegiatan Penanaman Padi Sawah menggunakan metode PM-AAS (Pertanian Modern – Advanced Agriculture System) dilaksanakan di Kelompoktani Setia Wargi yang berlokasi di Desa Muarajaya, Kecamatan Caringin, Kabupaten Bogor.

Kegiatan ini didampingi langsung oleh Penyuluh Pertanian setempat, serta dibantu oleh Penyuluh Pertanian WKPP Pasirbuncir, Petugas Organisme Pengganggu Tumbuhan (POPT), dan Penyuluh Pertanian Swadaya (PPS) Desa Muarajaya.

Kelompoktani Setia Wargi yang diketuai oleh Bapak Hoerudin menargetkan penerapan metode PM-AAS pada lahan seluas 0,13 hektare.

Dalam kegiatan tersebut, Penyuluh Pertanian menjelaskan berbagai keunggulan budidaya padi sawah menggunakan metode PM-AAS, antara lain pengaturan populasi dan jarak tanam yang lebih optimal, efisiensi penggunaan air dan pupuk, pemanfaatan mekanisasi, pengelolaan tanaman secara presisi, efisiensi biaya dan tenaga kerja, serta peningkatan produktivitas lahan.

PM-AAS juga mengintegrasikan praktik budidaya modern dengan teknologi dan pengelolaan input secara lebih terukur sehingga penggunaan sarana produksi dapat dilakukan secara lebih efisien.

Selain praktik penanaman, Penyuluh Pertanian memberikan Penyuluhan tentang Urutan Praktis Pemupukan Padi Sawah Metode PM-AAS yaitu:

1️⃣ Sebelum tanam
Memeriksa kondisi dan pH tanah. Apabila tanah masam, diberikan dolomit sekitar 1–2 minggu sebelum tanam sesuai kebutuhan.

2️⃣ Awal tanam
Memberikan SP-36 apabila diperlukan berdasarkan status P tanah. Pupuk organik juga diberikan sebagai bagian dari upaya menjaga kesehatan tanah.

3️⃣ Umur 20–25 HST
Memberikan NPK majemuk sebanyak 300 kg/ha.

4️⃣ Umur 40–45 HST
Memberikan NPK majemuk sebanyak 100 kg/ha, sehingga total NPK menjadi 400 kg/ha.

5️⃣ Umur 40–45 HSS
Memberikan Urea sebanyak 150 kg/ha, yaitu setengah dari total dosis 300 kg/ha.

6️⃣ Memasuki fase primordia
Memberikan sisa Urea sebanyak 150 kg/ha, dengan pemberian mengikuti hasil monitoring menggunakan BWD.

7️⃣ Umur 15, 25, 35, 45, dan 55 HST
Apabila menggunakan Silika cair, dilakukan penyemprotan sekitar 3 L/ha atau sesuai dosis label produk, pada pagi hari saat stomata terbuka.

πŸ’§ MANAJEMEN PENGAIRAN METODE AWD PADA SISTEM PM-AAS

Penyuluh Pertanian juga memberikan Penyuluhan tentang Manajemen Pengairan Metode AWD (Alternate Wetting and Drying) atau pengairan berselang pada sistem PM-AAS.

Urutan pengelolaan air adalah sebagai berikut:

🌱 Fase vegetatif awal, umur 0–21 HSS: kondisi sawah macak-macak atau permukaan jenuh air.

🌾 Umur 21–45 HSS: sawah dalam kondisi tergenang.

πŸ’§ Umur 45–55 HSS: dilakukan pengeringan, yaitu lahan dibiarkan kering tanpa penggenangan air kembali.

🌾 Fase generatif, umur 55–65 HSS, sub-fase inisiasi–bunting: kondisi sawah kembali tergenang.

🌼 Sub-fase pembungaan, umur 65–85 HSS: kondisi air tetap tergenang.

🌾 Fase pengisian malai, umur 85–100 HSS: dilakukan pengeringan sejak penggenangan terakhir di fase pembungaan dan lahan dibiarkan kering secara alami hingga memasuki panen pada umur >100 HSS.

πŸ“ˆ POTENSI PRODUKSI MENINGKAT

Dari sisi produksi, penerapan PM-AAS secara baik dan benar memiliki potensi menghasilkan minimal 10 ton gabah per hektare. Bahkan, hasil uji lapangan telah mencapai 12,4 ton per hektare.

Pencapaian tersebut didukung antara lain oleh optimalisasi fotosintesis melalui pengaturan jarak tanam, peningkatan populasi tanaman, serta penerapan pertanian presisi sehingga input produksi dapat digunakan secara lebih efisien.

Melalui pendampingan intensif dari Penyuluh Pertanian bersama seluruh pihak yang terlibat, diharapkan penerapan PM-AAS di Desa Muarajaya, khususnya di Kelompoktani Setia Wargi, dapat berjalan optimal, meningkatkan produktivitas padi, menekan biaya produksi, memberikan manfaat nyata bagi kesejahteraan petani, serta mendukung terwujudnya swasembada pangan berkelanjutan.

Ceritakan pengalaman Anda di kolom komentar.
[Red_AKw]
------------
Kunjungi kami di:
IG: @jejak_penyuluh
FB: Jejak Penyuluh Pertanian
https://jejak-penyuluh.blogspot.com
°
°
°
#kementerianpertanian #pusluhtanri #bppsdmp #pusluhtanri #amran_sulaiman #distanhortijabar #dedimulyadi71 #distanhorbunkabbogor #kabupatenbogor #rudysusmanto #jaro_ade #kecamatancaringin #kecamatancijeruk #kecamatancigombong #jejak_penyuluh #desamuarajaya #kelompoktanisetiawargi
























































PERCEPAT TANAM PADI, PPL & POPT DAMPINGI PEMANFAATAN HAND TRAKTOR DI DESA LEMAHDUHUR

Penyuluh Pertanian WKPP Cimande bersama Petugas Organisme Pengganggu Tumbuhan (POPT) Kecamatan Caringin melaksanakan kegiatan pendampingan ...