Selasa, 11 Agustus 2026

Pupuk Subsidi vs Pupuk Non Subsidi

 


_*PERTANYAAN:*_

Kalau bicara soal harga, perbedaannya sangat jauh dengan pupuk bersubsidi, Pak!


_*JAWABAN:*_

Betul, Pak. Harga pupuk nonsubsidi memang relatif lebih tinggi dibandingkan dengan pupuk bersubsidi. Berdasarkan Keputusan Menteri Pertanian Nomor 1117/KPTS/SR.310/M/10/2025, pemerintah telah menetapkan penurunan Harga Eceran Tertinggi (HET) pupuk bersubsidi sekitar 20% di seluruh Indonesia yang berlaku mulai 22 Oktober 2025. Kebijakan tersebut merupakan bagian dari penguatan tata kelola pupuk bersubsidi berdasarkan Peraturan Presiden Nomor 6 Tahun 2025 tentang Tata Kelola Pupuk Bersubsidi.


Rincian HET Pupuk Bersubsidi Terbaru (per kilogram), mulai 22 Oktober 2025:


- Urea: Rp1.800/kg

- NPK: Rp1.840/kg

- NPK Formula Khusus (Kakao): Rp2.640/kg

- ZA (Khusus Tebu): Rp1.360/kg

- Pupuk Organik: Rp640/kg


Sementara itu, berdasarkan harga pupuk nonsubsidi yang beredar di wilayah Kabupaten Bogor, khususnya Kecamatan Caringin, Cijeruk, dan Cigombong, antara lain:


- Nitrea: Rp15.000/kg atau setara dengan Rp750.000 per sak

- NPK Plus: Rp15.000/kg atau sekitar Rp750.000 per sak

- NPK Mutiara: Rp20.000/kg


Perbedaan harga tersebut memang cukup signifikan. Oleh karena itu, petani yang memenuhi persyaratan sebaiknya memanfaatkan fasilitas pupuk bersubsidi sesuai ketentuan yang berlaku.


Adapun persyaratan agar petani dapat memperoleh pupuk bersubsidi, petani harus tergabung atau terdaftar dalam Kelompoktani dan terdata dalam Simluhtan. Selanjutnya, kebutuhan pupuk diusulkan melalui e-RDKK sesuai alokasi pupuk bersubsidi yang ditetapkan pemerintah.


Dengan demikian, keberadaan dan keaktifan petani dalam Kelompoktani sangat penting agar data petani dapat terverifikasi dan kebutuhan pupuk bersubsidi dapat diusulkan sesuai ketentuan.


[Q: agussyahronisyahroni]

[A: wandi_irawan]

[Str: AKw]

PEMBERDAYAAN PEREMPUAN LEWAT HIDROPONIK: KWT EMBUN PAGI SIAP KEMBANGKAN USAHA PERTANIAN BERKELANJUTAN

Program Pelatihan Pemberdayaan Ekonomi Perempuan melalui Budidaya Sayuran Hidroponik dan Manajemen Usaha Berkelanjutan dilaksanakan di KWT Embun Pagi, Desa Cimande Hilir, Kecamatan Caringin, Kabupaten Bogor. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini menjadi langkah nyata dalam mendukung peningkatan produksi komoditas pertanian sekaligus memperkuat kemampuan pengelolaan usaha secara berkelanjutan.

Dalam kegiatan pelatihan, Ibu-Ibu anggota KWT Embun Pagi mendapatkan pendampingan dan pembelajaran mengenai budidaya sayuran hidroponik, mulai dari persiapan penyemaian bibit, pembuatan nutrisi AB Mix, pindah tanam, hingga pemeliharaan tanaman hidroponik. Selain aspek budidaya, peserta juga memperoleh pelatihan mengenai manajemen usaha berkelanjutan sebagai bekal dalam mengembangkan kegiatan usaha KWT agar semakin produktif dan memiliki nilai ekonomi.

Kegiatan ini didanai oleh Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Riset, dan Teknologi melalui LPPM Universitas Djuanda berdasarkan Nomor Induk Kontrak: 207/C3/DT.05.00/PM/2026.

Tim pelaksana Program Pemberdayaan Ekonomi Perempuan melalui Hidroponik dan Manajemen Usaha Berkelanjutan terdiri dari Syaima Lailatul Mubarokah, SP., M.Si selaku Ketua, Dr. Ir. Himmatul Miftah, M.Si selaku Anggota, dan Yanyan Mulyaningsih, S.P., M.Si selaku Anggota.

🌱 Hidroponik bukan hanya tentang menanam sayuran, tetapi juga tentang menumbuhkan kemandirian, keterampilan, dan peluang ekonomi perempuan.

πŸ’¬ Ceritakan pengalaman Anda di kolom komentar.

Kunjungi kami di:
IG: @jejak_penyuluh
FB: Jejak Penyuluh Pertanian
https://jejak-penyuluh.blogspot.com
°
°
°
#kementerianpertanian #pusluhtanri #bppsdmp #pusluhtanri #amran_sulaiman #distanhortijabar #dedimulyadi71 #distanhorbunkabbogor #kabupatenbogor #rudysusmanto #jaro_ade #kecamatancaringin #kecamatancijeruk #kecamatancigombong #jejak_penyuluh #desacimandehilir #kwtembunpagi

Jumat, 07 Agustus 2026

PANEN KETIGA HIDROPONIK KWT EMBUN PAGI, BUKTI KEBERHASILAN PENDAMPINGAN DAN PENGABDIAN MASYARAKAT! 🌿πŸ₯¬



Alhamdulillah, panen sayuran untuk ketiga kalinya hasil budidaya pada instalasi hidroponik di Kelompok Wanita Tani (KWT) Embun Pagi Desa Cimande Hilir, Kecamatan Caringin, Kabupaten Bogor telah berhasil dilaksanakan. Kegiatan panen ini dihadiri oleh tim dari Universitas Djuanda Bogor sekaligus menjadi penutup rangkaian kegiatan Pengabdian Masyarakat yang telah dilaksanakan di KWT Embun Pagi.

Komoditas yang dipanen pada kesempatan ini meliputi bayam merah, pakcoy, dan selada keriting. Keberhasilan panen yang telah berlangsung hingga tiga kali ini menjadi bukti nyata bahwa penerapan teknologi budidaya hidroponik mampu memberikan hasil yang baik apabila dilakukan dengan pengelolaan yang tepat dan berkelanjutan.

Ucapan terima kasih yang sebesar-besarnya disampaikan kepada seluruh tim Universitas Djuanda Bogor, baik dosen maupun mahasiswa yang telah berkontribusi dalam kegiatan Pengabdian Masyarakat di KWT Embun Pagi. Berkat pendampingan, bimbingan, dan transfer ilmu yang diberikan, kini anggota KWT Embun Pagi tidak hanya memiliki fasilitas instalasi hidroponik, tetapi juga telah memiliki kemampuan dan keterampilan dalam membudidayakan berbagai jenis sayuran secara hidroponik. Dari yang sebelumnya belum terbiasa, kini para anggota telah mampu dan semakin mahir mengelola budidaya sayuran hidroponik secara mandiri.

Semoga sinergi antara Penyuluh Pertanian, perguruan tinggi, dan masyarakat terus terjalin sehingga mampu melahirkan inovasi, meningkatkan ketahanan pangan, serta mendukung terwujudnya pertanian yang maju, mandiri, dan modern.

Ceritakan pengalaman Anda di kolom komentar.

Kunjungi kami di:
IG: @jejak_penyuluh
FB: Jejak Penyuluh Pertanian
https://jejak-penyuluh.blogspot.com

° ° °

#kementerianpertanian #pusluhtanri #bppsdmp #pusluhtanri #amran_sulaiman #distanhortijabar #dedimulyadi71 #distanhorbunkabbogor #kabupatenbogor #rudysusmanto #jaro_ade #kecamatancaringin #kecamatancijeruk #kecamatancigombong #jejak_penyuluh #desacimandehilir #kelompoktani #kwtembunpagi

PERSIAPAN MATANG MENUJU TARGET 10 TON/HA! PENYULUH PERTANIAN DORONG PENERAPAN METODE PM-AAS DI KELOMPOKTANI ANTANAN



Penyuluh Pertanian WKPP Cimande melaksanakan kegiatan sosialisasi persiapan budidaya padi sawah menggunakan metode PM-AAS (Pertanian Modern - Advanced Agricultural System) bersama Kelompoktani Antanan yang berlokasi di Kp. Tarikolot, Desa Cimande, Kecamatan Caringin, Kabupaten Bogor.

Di bawah kepemimpinan Mama Haji Agus Asmara, petani yang tergabung dalam Kelompoktani Antanan menyatakan kesiapan untuk menerapkan budidaya padi sawah metode PM-AAS pada untuk perdana pada lahan seluas 1 hektare. Pelaksanaan penanaman direncanakan dimulai pada bulan Oktober setelah musim panen, mengingat kondisi lahan saat ini masih ditanami padi yang baru berumur sekitar 1,5 bulan.

Dalam mendukung keberhasilan program tersebut, Penyuluh Pertanian mengupayakan pengadaan benih dan drum seeder. Untuk luasan 1 hektare dibutuhkan sekitar 70 kg benih. Penyuluh juga menekankan pentingnya persiapan lahan sebelum penanaman, yaitu dengan memberikan pupuk kandang yang telah matang sebagai pupuk dasar sebelum pengolahan tanah agar tercampur merata dan mampu memperbaiki struktur tanah, meningkatkan kandungan bahan organik, aktivitas mikroorganisme, serta menyediakan unsur hara yang dibutuhkan tanaman sejak awal pertumbuhan.

Penyuluh Pertanian menjelaskan bahwa teknik budidaya PM-AAS dilakukan dengan tanam benih langsung, menggunakan jarak antar tanaman sekitar 2–3 cm, jarak antar baris 25 cm, kemudian dibuat sistem legowo setiap 4 atau 6 baris dengan jarak 50 cm. Selain itu disampaikan pula bahwa kebutuhan pemupukan pada metode PM-AAS umumnya lebih tinggi dibandingkan budidaya konvensional sehingga diperlukan pengelolaan hara yang lebih baik agar potensi hasil dapat tercapai secara optimal.

Dalam kesempatan tersebut, Bapak Haji Iwan menyambut baik penerapan metode PM-AAS karena memiliki berbagai keunggulan, di antaranya tanaman tidak mengalami stres akibat pindah tanam sehingga pertumbuhannya lebih cepat, sistem perakaran berkembang lebih kuat, umur panen berpotensi lebih singkat, populasi tanaman lebih banyak dan seragam, efisiensi penggunaan tenaga kerja saat tanam, kehilangan bibit akibat proses pindah tanam dapat diminimalkan, tanaman lebih cepat menutup permukaan lahan sehingga mampu menekan pertumbuhan gulma, serta memiliki potensi peningkatan produktivitas hingga mencapai target 10 ton/ha apabila diterapkan sesuai rekomendasi teknis dan didukung pengelolaan budidaya yang baik.

Sementara itu, Mama Haji Agus Asmara menambahkan bahwa di samping berbagai kelebihan tersebut, metode PM-AAS juga memiliki beberapa tantangan yang perlu diantisipasi. Benih yang ditanam langsung tidak boleh tergenang atau tertimbun lumpur terlalu lama karena dapat membusuk sebelum berkecambah. Curah hujan yang tinggi setelah tanam berpotensi menghanyutkan benih, sedangkan hama seperti burung, ayam, dan tikus juga dapat menurunkan populasi tanaman apabila tidak dilakukan pengamanan sejak awal pertumbuhan.

Pada sesi diskusi, Bapak Hadi menyampaikan pentingnya menjaga lapisan lumpur paling atas (top soil) agar tidak dibuang keluar petakan sawah saat proses penyorongan atau perataan lahan. Lapisan top soil merupakan bagian tanah yang paling subur karena mengandung bahan organik, humus, mikroorganisme bermanfaat, unsur hara makro dan mikro, serta memiliki struktur yang lebih gembur sehingga sangat berperan dalam pertumbuhan akar tanaman. Apabila lapisan ini dibuang keluar petakan sawah, maka tingkat kesuburan lahan akan menurun, kemampuan tanah menyimpan air dan unsur hara berkurang, aktivitas mikroba tanah terganggu, serta produktivitas tanaman dalam jangka panjang dapat mengalami penurunan. Oleh karena itu, proses perataan lahan sebaiknya hanya memindahkan lumpur di dalam petakan sawah tanpa membuang lapisan tanah paling subur tersebut ke luar areal persawahan.

Selain sosialisasi PM-AAS, Penyuluh Pertanian WKPP Cimande juga menyampaikan rencana kegiatan Kementerian Koordinator Bidang Pangan mengenai program Pengembangan Budidaya Sayuran yang akan dilaksanakan di Desa Cimande. Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi peluang bagi petani untuk meningkatkan diversifikasi usaha tani sekaligus memperkuat ketahanan pangan di wilayah pedesaan.

Diskusi kemudian dilanjutkan mengenai perkembangan Pusat Pelatihan Pertanian Pedesaan Swadaya (P4S). Dalam sesi diskusi memiliki inti kesimpulan yaitu berharap fungsi P4S sebagai lembaga pelatihan pertanian di tingkat pedesaan dapat kembali diperkuat melalui sinergi seluruh pihak, sehingga mampu menjadi pusat pembelajaran, inovasi, dan pengembangan kapasitas petani secara berkelanjutan.

Ceritakan pengalaman Anda di kolom komentar.

[Red_AKw]
---------

Kunjungi kami di:
IG: @jejak_penyuluh
FB: Jejak Penyuluh Pertanian
https://jejak-penyuluh.blogspot.com

°
°
°

#kementerianpertanian #pusluhtanri #bppsdmp #pusluhtanri #amran_sulaiman #distanhortijabar #dedimulyadi71 #distanhorbunkabbogor #kabupatenbogor #rudysusmanto #jaro_ade #kecamatancaringin #kecamatancijeruk #kecamatancigombong #jejak_penyuluh #desacimande #kelompoktaniantanan #pm_aas #p4s








SIAP TERAPKAN METODE PM-AAS! KELOMPOKTANI SATRIA MUDA 1 TARGETKAN BUDIDAYA PADI SELUAS 3 HEKTARE DEMI PENINGKATAN PRODUKSI PANGAN

Penyuluh Pertanian WKPP Pasirbuncir, Ibu Deudeu, SH, SP., bersama Penyuluh Pertanian Swadaya (PPS) Desa Pasirbuncir, Bapak Haji Solah, melaksanakan kegiatan sosialisasi persiapan budidaya padi menggunakan metode PM-AAS di Kelompoktani Satria Muda 1 yang berlokasi di Kp. Sungapan RT/RW 001/005, Desa Pasirbuncir, Kecamatan Caringin, Kabupaten Bogor.

Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman petani mengenai tahapan persiapan budidaya padi dengan metode PM-AAS agar pelaksanaannya berjalan optimal sejak pengolahan lahan hingga masa tanam. Di bawah kepemimpinan Bapak Asep Saepuloh, petani yang tergabung dalam Kelompoktani Satria Muda 1 berkomitmen melaksanakan budidaya padi sawah menggunakan metode PM-AAS pada lahan seluas 3 hektare yang direncanakan dimulai pada hari Rabu, 19 Agustus 2026.

Dalam mendukung keberhasilan kegiatan tersebut, Penyuluh Pertanian setempat terus mengupayakan pengadaan sarana produksi berupa benih padi dan alat tanam drum seeder. Untuk kebutuhan areal tanam seluas 3 hektare diperkirakan diperlukan benih sebanyak 210 kg sehingga ketersediaannya menjadi salah satu prioritas sebelum pelaksanaan tanam.

Pada kesempatan tersebut, Penyuluh Pertanian Swadaya (PPS) Desa Pasirbuncir, Bapak Haji Solahudin, juga mengimbau para petani agar saat melakukan perataan sawah atau penyorongan lumpur tidak membuang lapisan lumpur paling atas (top soil) keluar dari kotak persawahan. Hal ini karena lapisan top soil merupakan lapisan tanah yang paling subur, kaya akan bahan organik, unsur hara makro dan mikro, mikroorganisme bermanfaat, serta memiliki struktur tanah yang baik untuk mendukung pertumbuhan akar tanaman padi. Top soil juga berperan penting dalam menjaga kemampuan tanah menyimpan air, meningkatkan aktivitas biologis tanah, mempercepat dekomposisi bahan organik, serta menyediakan nutrisi yang dibutuhkan tanaman pada fase awal pertumbuhan. Apabila lapisan ini dibuang, maka kesuburan tanah akan menurun, kebutuhan pupuk menjadi lebih tinggi, pertumbuhan tanaman kurang optimal, dan produktivitas padi berpotensi mengalami penurunan. Oleh karena itu, saat melakukan penyorongan lumpur, lapisan top soil sebaiknya tetap dipertahankan di dalam petakan sawah agar kesuburan lahan tetap terjaga dan hasil panen dapat lebih optimal.

Melalui kegiatan sosialisasi ini diharapkan seluruh petani semakin memahami pentingnya persiapan budidaya yang baik, menjaga kesuburan tanah, serta menerapkan teknologi budidaya PM-AAS secara tepat sehingga mampu meningkatkan produktivitas, efisiensi usaha tani, dan mendukung ketahanan pangan nasional.

πŸ’¬ Ceritakan pengalaman Anda di kolom komentar.

[Red_AKw]
-------
Kunjungi kami di:
IG: @jejak_penyuluh
FB: Jejak Penyuluh Pertanian
https://jejak-penyuluh.blogspot.com
°
°
°
#kementerianpertanian #pusluhtanri #bppsdmp #pusluhtanri #amran_sulaiman #distanhortijabar #dedimulyadi71 #distanhorbunkabbogor #kabupatenbogor #rudysusmanto #jaro_ade #kecamatancaringin #kecamatancijeruk #kecamatancigombong #jejak_penyuluh #desapasirbuncir #kelompoktanisatriamuda1
















Kamis, 06 Agustus 2026

KEGIATAN PANEN PADI SAWAH DI KELOMPOKTANI SETIA WARGI, DESA MUARAJAYA



Penyuluh Pertanian WKPP Muarajaya melaksanakan pendampingan kegiatan panen padi sawah bersama anggota Kelompoktani Setia Wargi di lahan milik Bapak Haji Tumirin yang berlokasi di Desa Muarajaya, Kecamatan Caringin, Kabupaten Bogor.

Kegiatan panen ini merupakan salah satu wujud nyata hasil kerja keras petani dalam menerapkan budidaya padi yang baik serta pendampingan berkelanjutan dari Penyuluh Pertanian dan Petugas OPT setempat. Diharapkan hasil panen yang diperoleh mampu meningkatkan produktivitas, pendapatan petani, serta memperkuat ketahanan pangan di wilayah Kecamatan Caringin khususnya Desa Muarajaya.

Semoga semangat kebersamaan dan kolaborasi antara petani, Penyuluh Pertanian, dan seluruh pihak terkait terus terjaga demi mewujudkan sektor pertanian yang maju, mandiri, dan modern.

Ceritakan pengalaman Anda di kolom komentar.

[Red_AKw]
-------
Kunjungi kami di:
IG: @jejak_penyuluh
FB: Jejak Penyuluh Pertanian
https://jejak-penyuluh.blogspot.com

°
°
°

#kementerianpertanian #pusluhtanri #bppsdmp #pusluhtanri #amran_sulaiman #distanhortijabar #dedimulyadi71 #distanhorbunkabbogor #kabupatenbogor #rudysusmanto #jaro_ade #kecamatancaringin #kecamatancijeruk #kecamatancigombong #jejak_penyuluh #desamuarajaya #kelompoktanisetiawargi





 

Rabu, 05 Agustus 2026

PEMELIHARAAN HIDROPONIK UNTUK GIZI KELUARGA, LANGKAH NYATA KWT EMBUN PAGI CEGAH STUNTING



Kegiatan pemeliharaan dan perawatan tanaman sayuran yang dibudidayakan menggunakan metode hidroponik terus dilakukan oleh Kelompok Wanita Tani (KWT) Embun Pagi yang berlokasi di Desa Cimande Hilir, Kecamatan Caringin, Kabupaten Bogor.

Selain membudidayakan tanaman aloevera dan aneka sayuran secara konvensional, kini ibu-ibu KWT Embun Pagi memiliki kesibukan baru melalui budidaya sayuran pada instalasi hidroponik. Meskipun baru memasuki musim tanam dan panen yang ketiga, hasil budidaya tersebut telah memberikan manfaat yang nyata. Selain memenuhi kebutuhan dapur anggota KWT Embun Pagi, hasil panen juga dimanfaatkan untuk membantu menyuplai kebutuhan gizi ibu hamil, ibu menyusui, serta anak-anak balita sebagai salah satu upaya menekan dan mencegah stunting di Desa Cimande Hilir, Kecamatan Caringin, Kabupaten Bogor.

Kelompok Wanita Tani yang diketuai oleh Ibu Esih Sukaesih ini tidak hanya membudidayakan tanaman hortikultura berupa aneka sayuran, tetapi juga mengembangkan tanaman pangan seperti talas dan jagung. Tidak berhenti sampai di budidaya, KWT Embun Pagi juga melaksanakan kegiatan pascapanen sebagai bentuk peningkatan nilai tambah dari hasil pertanian yang mereka usahakan. Semangat inovasi, kebersamaan, dan pemberdayaan yang ditunjukkan KWT Embun Pagi diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi masyarakat dalam mewujudkan ketahanan pangan keluarga sekaligus mendukung peningkatan gizi masyarakat.

Ceritakan pengalaman Anda di kolom komentar.

Kunjungi kami di:
IG: @jejak_penyuluh
FB: Jejak Penyuluh Pertanian
https://jejak-penyuluh.blogspot.com

° ° °

#kementerianpertanian #pusluhtanri #bppsdmp #pusluhtanri #amran_sulaiman #distanhortijabar #dedimulyadi71 #distanhorbunkabbogor #kabupatenbogor #rudysusmanto #jaro_ade #kecamatancaringin #kecamatancijeruk #kecamatancigombong #jejak_penyuluh #desa #DesaCimandeHilir #kelompoktani #KWTEmbunPagi







Pupuk Subsidi vs Pupuk Non Subsidi

  _*PERTANYAAN:*_ Kalau bicara soal harga, perbedaannya sangat jauh dengan pupuk bersubsidi, Pak! _*JAWABAN:*_ Betul, Pak. Harga pupuk nonsu...