Selasa, 23 Juni 2026

PETANI INOVATIF CIADEG SULAP LIMBAH MENJADI PUPUK ORGANIK DAN ASAM AMINO BERKUALITAS TINGGI



Penyuluh Pertanian Swadaya (PPS) Desa Ciadeg, Kecamatan Cigombong, yang akrab disapa Mister Mumuh Muhtar, merupakan salah satu petani inovatif yang terus mengembangkan teknologi pertanian ramah lingkungan. Berbekal pengalaman dan semangat untuk meningkatkan produktivitas pertanian, beliau berhasil memproduksi berbagai jenis pupuk organik cair (POC) dan asam amino berbahan baku lokal yang mudah diperoleh serta bernilai ekonomis.

Beberapa inovasi yang telah dikembangkan dan diaplikasikan pada lahan pertanian kelompoktaninya antara lain pupuk organik cair berbahan limbah buah, asam amino berbahan telur dan limbah jeroan ayam, serta asam amino berbahan keong mas. Pemanfaatan bahan-bahan yang selama ini dianggap limbah menjadi produk bermanfaat merupakan langkah nyata dalam mendukung pertanian berkelanjutan.

Proses pembuatannya dilakukan dengan mencampurkan bahan-bahan seperti keong mas, air cucian beras, molases, dan EM4 ke dalam wadah fermentasi. Seluruh bahan kemudian difermentasi selama 14 hari. Selama proses fermentasi berlangsung, gas yang terbentuk di dalam wadah harus dikeluarkan secara berkala agar proses berjalan optimal dan menghasilkan produk berkualitas.

Pupuk organik cair yang dihasilkan memiliki berbagai manfaat, di antaranya meningkatkan kesuburan tanah, memperbaiki aktivitas mikroorganisme tanah, menambah unsur hara, memperkuat pertumbuhan akar, batang, dan daun, serta meningkatkan ketahanan tanaman terhadap cekaman lingkungan. Sementara itu, asam amino berperan penting dalam mempercepat pertumbuhan vegetatif, meningkatkan pembentukan bunga dan buah, membantu penyerapan unsur hara, serta meningkatkan kualitas dan kuantitas hasil panen.

Keunggulan produk yang dibuat oleh Mister Mumuh Muhtar adalah biaya produksi yang relatif murah, bahan baku mudah diperoleh di lingkungan sekitar, ramah lingkungan, mengurangi ketergantungan terhadap pupuk kimia, serta mampu meningkatkan efisiensi usaha tani. Inovasi ini menjadi contoh nyata bahwa petani mampu menciptakan solusi mandiri untuk mendukung pertanian yang sehat, produktif, dan berkelanjutan.

📈 Output/Hasil Kegiatan:
✅ Meningkatnya pengetahuan petani mengenai pembuatan pupuk organik cair dan asam amino berbahan baku lokal.
✅ Petani mampu memanfaatkan limbah pertanian dan limbah organik menjadi produk yang bernilai guna.
✅ Tersedianya alternatif pupuk dan nutrisi tanaman yang lebih ekonomis dan ramah lingkungan.
✅ Berkurangnya ketergantungan petani terhadap pupuk kimia sintetis.
✅ Meningkatnya kesadaran petani terhadap penerapan pertanian berkelanjutan.
✅ Terwujudnya inovasi petani dalam mendukung peningkatan produktivitas dan kualitas hasil pertanian.


[Red_AKw]
-------
Kunjungi kami di:
IG: @jejak_penyuluh
FB: Jejak Penyuluh Pertanian
https://jejak-penyuluh.blogspot.com
°
°
°
#kementerianpertanian #pusluhtanri #bppsdmp #pusluhtanri #amran_sulaiman #distanhortijabar #dedimulyadi71 #distanhorbunkabbogor #kabupatenbogor #rudysusmanto #jaro_ade #kecamatancaringin #kecamatancijeruk #kecamatancigombong #jejak_penyuluh #desaciadeg #kelompoktanibarokah

DISTRIBUSI BENIH INPARI 32 DAN PELATIHAN PGPR, LANGKAH NYATA MENINGKATKAN PRODUKSI PADI DAN KETAHANAN TANAMAN



Penyuluh Pertanian Swadaya (PPS) Desa Cibalung Kecamatan Cijeruk, Bapak Iwan Ridwan, melaksanakan kegiatan pendistribusian bantuan benih padi inbrida varietas Inpari 32 kepada anggota Kelompoktani Wanti Asih, Desa Cibalung, Kecamatan Cijeruk, Kabupaten Bogor.

Dalam kesempatan tersebut, Bapak Iwan Ridwan menjelaskan bahwa varietas Inpari 32 merupakan salah satu varietas unggul yang banyak diminati petani karena memiliki potensi hasil yang tinggi, umur panen relatif genjah, anakan produktif yang banyak, serta memiliki ketahanan yang cukup baik terhadap beberapa serangan penyakit penting pada tanaman padi. Selain itu, Inpari 32 juga memiliki kualitas beras yang baik, rasa nasi yang pulen, dan adaptif ditanam pada berbagai kondisi lahan sawah sehingga mampu mendukung peningkatan produktivitas dan pendapatan petani.

Bersamaan dengan kegiatan distribusi benih, dilaksanakan pula penyuluhan mengenai pembuatan Plant Growth Promoting Rhizobacteria (PGPR) yang disampaikan oleh Petugas Organisme Pengganggu Tumbuhan (POPT) Kecamatan Cijeruk, Bapak Wildan.

PGPR merupakan kelompok bakteri menguntungkan yang hidup dan berkembang di sekitar perakaran tanaman (rhizosfer). Bakteri ini mampu berinteraksi secara positif dengan tanaman melalui berbagai mekanisme, seperti membantu penyerapan unsur hara, memproduksi hormon pertumbuhan tanaman seperti auksin, sitokinin, dan giberelin, serta meningkatkan pertumbuhan akar sehingga tanaman menjadi lebih sehat dan vigor.

Selain berperan sebagai pemacu pertumbuhan tanaman, PGPR juga memiliki fungsi penting dalam melindungi tanaman dari serangan penyakit. Beberapa jenis bakteri PGPR mampu menghasilkan senyawa antibiotik alami yang dapat menghambat perkembangan patogen penyebab penyakit tanaman. PGPR juga dapat bersaing dengan mikroorganisme patogen dalam memperebutkan ruang hidup dan sumber makanan di daerah perakaran sehingga keberadaan patogen menjadi berkurang.

Lebih lanjut, PGPR mampu menginduksi ketahanan sistemik tanaman (Induced Systemic Resistance/ISR), yaitu merangsang sistem pertahanan alami tanaman sehingga tanaman lebih siap menghadapi serangan penyakit yang disebabkan oleh jamur, bakteri, maupun patogen lainnya. Dengan penggunaan PGPR secara rutin, tanaman menjadi lebih sehat, pertumbuhannya lebih optimal, penggunaan pupuk kimia dapat ditekan, dan risiko serangan penyakit dapat diminimalkan.

Kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan dan keterampilan petani dalam memanfaatkan benih unggul serta teknologi hayati ramah lingkungan guna mendukung peningkatan produktivitas dan keberlanjutan usaha tani di Desa Cibalung.

Output/Hasil Kegiatan:
✅ Bantuan benih padi inbrida varietas Inpari 32 tersalurkan kepada anggota Kelompoktani Wanti Asih.
✅ Petani memahami keunggulan dan teknik budidaya varietas Inpari 32.
✅ Petani memperoleh pengetahuan tentang pembuatan dan pemanfaatan PGPR.
✅ Meningkatnya pemahaman petani mengenai perlindungan tanaman secara hayati melalui pemanfaatan bakteri menguntungkan.
✅ Mendorong penerapan teknologi ramah lingkungan untuk meningkatkan produktivitas dan kesehatan tanaman padi.

[Red_AKw]
-----
Kunjungi kami di:
IG: @jejak_penyuluh
FB: Jejak Penyuluh Pertanian
https://jejak-penyuluh.blogspot.com
°
°
°
#kementerianpertanian #pusluhtanri #bppsdmp #pusluhtanri #amran_sulaiman #distanhortijabar #dedimulyadi71 #distanhorbunkabbogor #kabupatenbogor #rudysusmanto #jaro_ade #kecamatancaringin #kecamatancijeruk #kecamatancigombong #jejak_penyuluh #desacibalung #kelompoktaniwantiasih

MONITORING PENGEMBANGAN CABAI MERAH KERITING: LAHAN SIAP TANAM TERUS BERTAMBAH, PENYULUH DORONG PENERAPAN IRIGASI MODERN DI MUSIM KEMARAU



Penyuluh Pertanian melaksanakan kegiatan monitoring Pengembangan Cabai Merah Keriting di Kelompoktani Bina Mandiri yang berlokasi di Kampung Nangleng, Desa Lemahduhur, Kecamatan Caringin, Kabupaten Bogor.

Berdasarkan hasil monitoring di lapangan, dari total target pengembangan cabai merah keriting seluas 3 hektare, saat ini lahan yang telah siap tanam dan dipasangi mulsa mencapai sekitar 2 hektare. Dari luasan tersebut, lahan yang telah ditanami baru mencapai 0,5 hektare yang berada di lahan milik Bapak Farid dan Bapak Oteng.

Dalam kegiatan monitoring tersebut, Bapak Ujang Aceng menyampaikan bahwa tingkat pertumbuhan benih saat persemaian hanya mencapai sekitar 75%. Setelah dilakukan pemeliharaan di persemaian, sebagian bibit mengalami kematian sehingga bibit yang siap tanam tersisa sekitar 50%.

Menanggapi hal tersebut, Penyuluh Pertanian menjelaskan bahwa rendahnya tingkat keberhasilan persemaian dan kematian bibit dapat disebabkan oleh beberapa faktor, antara lain kualitas benih yang kurang baik, media semai yang kurang steril, serangan penyakit rebah semai (damping off), kelembapan yang terlalu tinggi atau terlalu rendah, kesalahan penyiraman, serta serangan hama pada fase bibit.

Sebagai upaya mengatasi permasalahan tersebut, petani dianjurkan melakukan persemaian ulang dengan benih yang biasa digunakan oleh petani setempat dengan tetap memperhatikan benih tersebut harus bermutu dan bersertifikat, menyiapkan media semai yang steril dan gembur, melakukan penyiraman secara teratur sesuai kebutuhan, menjaga sirkulasi udara di area persemaian, melakukan pengendalian hama dan penyakit secara dini, serta melakukan seleksi bibit sehat sebelum dipindahkan ke lahan tanam.

Selain kendala persemaian, sebagian besar petani belum melakukan penanaman meskipun kondisi lahan sudah siap tanam. Hal ini disebabkan musim kemarau yang mengakibatkan kebutuhan air meningkat, sementara penyiraman masih mengandalkan tenaga manual menggunakan embrat dan selang.

Untuk mengatasi kendala tersebut, Penyuluh Pertanian mengimbau petani penerima fasilitasi kegiatan pengembangan cabai merah keriting agar mulai memanfaatkan inovasi irigasi sprinkler maupun irigasi tetes. Teknologi tersebut dapat meningkatkan efisiensi penggunaan air, menghemat tenaga kerja, serta mendukung pertumbuhan tanaman yang lebih optimal selama musim kemarau.

Bersamaan dengan kegiatan monitoring pengembangan cabai merah keriting, berlangsung pula kegiatan panen mentimun di lahan milik salah satu anggota Kelompoktani Bina Mandiri, yaitu Bapak Endang. Hasil panen mentimun yang sedang berlangsung menunjukkan bahwa komoditas hortikultura masih memberikan peluang usaha yang menjanjikan bagi petani apabila dikelola dengan baik dan berkelanjutan.

Output Kegiatan:
✅ Terlaksananya monitoring pengembangan cabai merah keriting seluas 3 hektare.
✅ Teridentifikasinya permasalahan persemaian dan penyebab kematian bibit cabai.
✅ Meningkatnya pemahaman petani mengenai teknik persemaian yang baik dan benar.
✅ Tersampaikannya rekomendasi penggunaan irigasi sprinkler dan irigasi tetes untuk menghadapi musim kemarau.
✅ Terpantau perkembangan penanaman cabai merah keriting seluas 0,5 hektare dari lahan yang telah siap tanam.
✅ Terjalinnya komunikasi dan koordinasi antara penyuluh dan petani dalam percepatan realisasi penanaman.
✅ Terpantau kegiatan panen mentimun sebagai sumber pendapatan petani di Kelompoktani Bina Mandiri.


[Red_AKw]
------
Kunjungi kami di:
IG: @jejak_penyuluh
FB: Jejak Penyuluh Pertanian
https://jejak-penyuluh.blogspot.com
°
°
°
#kementerianpertanian #pusluhtanri #bppsdmp #pusluhtanri #amran_sulaiman #distanhortijabar #dedimulyadi71 #distanhorbunkabbogor #kabupatenbogor #rudysusmanto #jaro_ade #kecamatancaringin #kecamatancijeruk #kecamatancigombong #jejak_penyuluh #desalemahduhur #kelompoktanibinamandiri








PANEN CABAI JABLAI MELIMPAH! PETANI NANGLENG RAIH PELUANG SAAT HARGA CABAI TEMBUS RP50 RIBU/KG



Kegiatan panen cabai rawit putih atau yang lebih dikenal dengan sebutan cabai jablai dilaksanakan di lahan milik Bapak Haji Nahrudin, anggota Kelompoktani Taruna Mandiri, dengan luas tanam mencapai 0,3 hektare. Pada saat panen berlangsung, harga cabai merah di tingkat pasar mencapai Rp50.000 per kilogram, sehingga memberikan peluang yang baik bagi petani untuk meningkatkan pendapatan usahataninya.

Selain membudidayakan cabai, Bapak Haji Nahrudin juga mengembangkan berbagai komoditas hortikultura lainnya sebagai upaya diversifikasi usaha tani. Komoditas yang dibudidayakan antara lain tanaman pisang seluas 0,1 hektare, bawang daun seluas 0,12 hektare yang ditumpangsarikan dengan buncis, mentimun, dan tomat apel. Total luas lahan yang dikelola mencapai 0,52 hektare.

Kegiatan ini menunjukkan bahwa penerapan pola tanam yang beragam mampu meningkatkan efisiensi pemanfaatan lahan, menjaga keberlanjutan produksi, serta menjadi strategi dalam mengurangi risiko kerugian akibat fluktuasi harga maupun serangan organisme pengganggu tanaman. Diversifikasi usaha tani juga menjadi salah satu langkah nyata dalam meningkatkan ketahanan ekonomi petani dan mendukung pengembangan pertanian yang berkelanjutan.

Output/Hasil Kegiatan:
✅ Terlaksananya panen cabai rawit putih (cabai jablai) pada lahan seluas 0,3 hektare.
✅ Meningkatnya pendapatan petani melalui pemanfaatan momentum harga cabai yang sedang tinggi.
✅ Terwujudnya penerapan diversifikasi usaha tani dengan berbagai komoditas hortikultura.
✅ Optimalisasi pemanfaatan lahan pertanian seluas 0,52 hektare secara produktif.
✅ Meningkatnya motivasi petani dalam mengembangkan usaha tani yang berkelanjutan dan berorientasi pasar.


[Red_AKw]
-----
Kunjungi kami di:
IG: @jejak_penyuluh
FB: Jejak Penyuluh Pertanian
https://jejak-penyuluh.blogspot.com
°
°
°
#kementerianpertanian #pusluhtanri #bppsdmp #pusluhtanri #amran_sulaiman #distanhortijabar #dedimulyadi71 #distanhorbunkabbogor #kabupatenbogor #rudysusmanto #jaro_ade #kecamatancaringin #kecamatancijeruk #kecamatancigombong #jejak_penyuluh #desalemahduhur #kelompoktanitarunamandiri




PEMANFAATAN MAGGOT UNTUK PAKAN IKAN DAN UPAYA MENGATASI KRISIS AIR, KELOMPOKTANI BAROKAH TERUS KEMBANGKAN PERTANIAN TERPADU BERKELANJUTAN



Kelompoktani Barokah yang berlokasi di Desa Ciherang Pondok, Kecamatan Caringin, merupakan salah satu kelompoktani yang telah mengimplementasikan sistem pertanian terpadu (integrated farming) secara nyata. Selain membudidayakan berbagai komoditas tanaman pertanian, kelompoktani yang dipimpin oleh Bapak RW Ujang Suganda ini juga mengembangkan usaha peternakan domba, ayam petelur, ayam buras, itik pedaging, ayam broiler, serta budidaya perikanan air tawar seperti ikan mas, nila, mujair, bawal, dan lele.

Salah satu inovasi yang diterapkan adalah pemanfaatan limbah peternakan berupa feses ayam sebagai media pengembangbiakan larva lalat Black Soldier Fly (BSF) atau yang lebih dikenal dengan sebutan maggot. Metode ini merupakan bagian dari biokonversi limbah organik, yaitu proses pemanfaatan limbah organik oleh larva BSF menjadi biomassa bernilai ekonomi tinggi.

Maggot BSF memiliki kandungan protein berkisar 35–45%, lemak 25–35%, serta mengandung asam amino esensial, mineral, dan senyawa antimikroba yang sangat baik untuk pertumbuhan ikan, khususnya ikan lele. Pemanfaatan maggot sebagai pakan alternatif mampu menekan biaya produksi, meningkatkan efisiensi usaha budidaya ikan, serta membantu mengurangi pencemaran lingkungan akibat limbah peternakan.

Namun demikian, saat ini Kelompoktani Barokah menghadapi kendala serius berupa menurunnya debit air yang digunakan untuk mengairi lahan pertanian maupun kolam budidaya ikan. Kondisi tersebut dipengaruhi oleh musim kemarau yang berkepanjangan serta adanya titik sumber mata air yang mengalami longsor sehingga aliran air berkurang drastis. Akibatnya, dua kolam utama yang sebelumnya dimanfaatkan untuk budidaya ikan belum dapat dioptimalkan karena keterbatasan pasokan air.

Sebagai tindak lanjut, Penyuluh Pertanian setempat akan mengikhtiarkan berbagai upaya pendampingan, antara lain melakukan identifikasi dan pemetaan sumber air potensial, mengoordinasikan usulan rehabilitasi sumber mata air yang terdampak longsor kepada pemerintah desa dan instansi terkait, mendorong pembangunan bak penampung air (embung mini), penerapan teknologi panen air hujan, perbaikan jaringan distribusi air, serta pengembangan sistem irigasi hemat air. Selain itu, akan dilakukan pengawalan penyusunan proposal bantuan sarana dan prasarana konservasi air guna mendukung keberlanjutan usaha tani dan budidaya perikanan di Kelompoktani Barokah.

Melalui penerapan pertanian terpadu dan semangat gotong royong, diharapkan Kelompoktani Barokah mampu terus berkembang, meningkatkan produktivitas usaha tani, serta menjadi contoh pengelolaan pertanian berkelanjutan di wilayah Kecamatan Caringin.

Output/Hasil Kegiatan:
✅ Terlaksananya monitoring dan pendampingan kegiatan pertanian terpadu di Kelompoktani Barokah Desa Ciherang Pondok.
✅ Teridentifikasinya pemanfaatan limbah peternakan ayam melalui metode biokonversi menggunakan maggot BSF sebagai pakan alternatif ikan.
✅ Meningkatnya pemahaman petani mengenai manfaat maggot sebagai sumber protein tinggi untuk budidaya ikan lele dan ikan air tawar lainnya.
✅ Terinventarisasinya permasalahan utama berupa penurunan debit air pada lahan pertanian dan kolam budidaya ikan.
✅ Tersusunnya rencana tindak lanjut pendampingan penyuluhan terkait konservasi sumber daya air dan rehabilitasi sumber mata air terdampak longsor.
✅ Terbangunnya koordinasi antara penyuluh, pengurus kelompok tani, dan pihak terkait dalam upaya penyediaan sumber air berkelanjutan.
✅ Mendukung pengembangan sistem pertanian terpadu yang ramah lingkungan, efisien, dan berkelanjutan.


[Red_AKw]
------
Kunjungi kami di:
IG: @jejak_penyuluh
FB: Jejak Penyuluh Pertanian
https://jejak-penyuluh.blogspot.com

°
°
°
#kementerianpertanian #pusluhtanri #bppsdmp #pusluhtanri #amran_sulaiman #distanhortijabar #dedimulyadi71 #distanhorbunkabbogor #kabupatenbogor #rudysusmanto #jaro_ade #kecamatancaringin #kecamatancijeruk #kecamatancigombong #jejak_penyuluh #desaciherangpondok #kelompoktanibarokah








PANEN SOLENG (BABY CORN) JADI KUNCI HASIL JAGUNG BESAR DAN BERKUALITAS



Kegiatan panen soleng (baby corn) dilaksanakan oleh Kelompoktani Pirang Maju Jaya yang diketuai oleh Apih Moch Gumyadi. Kelompoktani ini berlokasi di Desa Muarajaya, Kecamatan Caringin, Kabupaten Bogor, akan tetapi untuk panen kali ini areal lahan jagung manis berada di Kampung Gajrut, Desa Pasirjaya, Kecamatan Cigombong.

Soleng atau baby corn merupakan tongkol jagung muda yang dipanen sebelum terjadi proses penyerbukan dan pembentukan biji secara sempurna. Baby corn memiliki nilai ekonomi yang cukup baik karena banyak dimanfaatkan sebagai bahan sayuran, pelengkap masakan, hingga bahan baku industri pangan.

Pada budidaya jagung, terutama jagung manis dan jagung pipil, panen soleng menjadi salah satu teknik budidaya yang penting dilakukan. Tanaman jagung umumnya menghasilkan lebih dari satu calon tongkol. Apabila seluruh tongkol dibiarkan tumbuh, maka unsur hara, air, dan hasil fotosintesis akan terbagi ke beberapa tongkol sehingga ukuran tongkol utama menjadi lebih kecil.

Dengan melakukan panen soleng pada tongkol-tongkol muda yang tidak dipertahankan, maka nutrisi tanaman akan terfokus pada tongkol utama. Akibatnya, tongkol jagung yang akan dipanen pada umur panen menjadi lebih besar, berisi penuh, seragam, dan memiliki kualitas yang lebih baik. Selain meningkatkan mutu hasil panen utama, petani juga memperoleh tambahan pendapatan dari hasil penjualan baby corn.

Selain intensif membudidayakan tanaman pangan seperti talas dan berbagai jenis umbi-umbian, Kelompoktani Pirang Maju Jaya juga aktif mengembangkan budidaya jagung manis maupun jagung pipil sebagai upaya meningkatkan produktivitas dan pendapatan petani di wilayahnya.

Output/Hasil Kegiatan:
✅ Petani memahami manfaat dan nilai ekonomi soleng (baby corn).
✅ Petani mengetahui pentingnya panen soleng untuk meningkatkan ukuran dan kualitas tongkol utama.
✅ Terlaksananya panen baby corn sebagai sumber pendapatan tambahan bagi petani.
✅ Meningkatnya pengetahuan petani mengenai teknik budidaya jagung yang lebih efektif dan menguntungkan.
✅ Mendukung peningkatan produktivitas serta pendapatan usahatani jagung anggota kelompok tani.


[Red_AKw]
-----
Kunjungi kami di:
IG: @jejak_penyuluh
FB: Jejak Penyuluh Pertanian
https://jejak-penyuluh.blogspot.com
°
°
°
#kementerianpertanian #pusluhtanri #bppsdmp #pusluhtanri #amran_sulaiman #distanhortijabar #dedimulyadi71 #distanhorbunkabbogor #kabupatenbogor #rudysusmanto #jaro_ade #kecamatancaringin #kecamatancijeruk #kecamatancigombong #jejak_penyuluh #desamuarajaya #kelompoktanipirangmajujaya






Minggu, 21 Juni 2026

PASTIKAN PUPUK BERSUBSIDI TEPAT SASARAN! PETUGAS LAKUKAN VERIFIKASI DAN VALIDASI DI KIOS TANI MAKMUR KECAMATAN CARINGIN



Dalam upaya memastikan penyaluran pupuk bersubsidi berjalan tepat sasaran, tepat jumlah, tepat jenis, tepat waktu, tepat tempat, dan tepat harga, Petugas Verifikasi dan Validasi Pendistribusian Pupuk Bersubsidi Wilayah Kecamatan Caringin melaksanakan kegiatan Verifikasi dan Validasi di Penerima Pupuk Bersubsidi di Titik Penyerahan (PPTS) Kios Pupuk Tani Makmur yang dikelola oleh H. Ismatullah.

Kegiatan ini bertujuan untuk mencocokkan data penerima pupuk bersubsidi dengan data yang tercantum dalam Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (RDKK), memastikan bahwa pupuk bersubsidi benar-benar diterima oleh petani yang berhak sesuai ketentuan yang berlaku. Selain itu, kegiatan ini juga dilakukan untuk meningkatkan transparansi, akuntabilitas, serta mencegah terjadinya penyimpangan dalam proses distribusi pupuk bersubsidi di tingkat kios.

Pada kesempatan tersebut, petugas menghimbau kepada pengelola PPTS Kios Tani Makmur agar selalu berhati-hati dan teliti dalam menyalurkan pupuk bersubsidi. Setiap penyaluran harus mengacu pada data RDKK dan ketentuan yang berlaku, sehingga stok pupuk bersubsidi yang tersedia dapat disalurkan secara tepat kepada petani yang berhak menerimanya.

Selain melakukan verifikasi dan validasi data penerima, petugas juga memantau penerapan Harga Eceran Tertinggi (HET) pupuk bersubsidi agar sesuai dengan Keputusan Menteri Pertanian Nomor 1117/Kpts/SR.310/M/10/2025. Monitoring ini penting untuk memastikan petani memperoleh pupuk bersubsidi dengan harga yang telah ditetapkan pemerintah, sehingga manfaat subsidi dapat dirasakan secara optimal oleh petani.

Melalui kegiatan ini diharapkan penyaluran pupuk bersubsidi semakin tertib, transparan, tepat sasaran, serta mampu mendukung peningkatan produktivitas usaha tani dan ketahanan pangan nasional.

📌 Output/Hasil Kegiatan:
✅ Terlaksananya verifikasi dan validasi data penerima pupuk bersubsidi di PPTS Kios Pupuk Tani Makmur.
✅ Terwujudnya kesesuaian antara penyaluran pupuk bersubsidi dengan data RDKK.
✅ Meningkatnya pemahaman dan kehati-hatian pengelola kios dalam pendistribusian pupuk bersubsidi.
✅ Terpantau dan terkendalinya penerapan Harga Eceran Tertinggi (HET) sesuai ketentuan yang berlaku.
✅ Mendukung penyaluran pupuk bersubsidi yang tepat sasaran, transparan, dan akuntabel.


[Red_AKw]
-------
Kunjungi kami di:
IG: @jejak_penyuluh
FB: Jejak Penyuluh Pertanian
https://jejak-penyuluh.blogspot.com
°
°
°
#kementerianpertanian #pusluhtanri #bppsdmp #pusluhtanri #amran_sulaiman #distanhortijabar #dedimulyadi71 #distanhorbunkabbogor #kabupatenbogor #rudysusmanto #jaro_ade #kecamatancaringin #kecamatancijeruk #kecamatancigombong #jejak_penyuluh #pptstanimakmur




PETANI INOVATIF CIADEG SULAP LIMBAH MENJADI PUPUK ORGANIK DAN ASAM AMINO BERKUALITAS TINGGI

Penyuluh Pertanian Swadaya (PPS) Desa Ciadeg, Kecamatan Cigombong, yang akrab disapa Mister Mumuh Muhtar, merupakan salah satu petani inova...