Selasa, 17 Maret 2026

WASPADA PENYAKIT BULAI PADA TANAMAN JAGUNG! PENYULUH PERTANIAN AJAK PETANI LAKUKAN PENCEGAHAN SEJAK DINI



Penyakit bulai merupakan salah satu penyakit penting pada budidaya jagung yang dapat menurunkan produksi secara signifikan apabila tidak ditangani dengan baik. Penyakit ini disebabkan oleh jamur patogen Peronosclerospora sp. yang menyerang tanaman sejak fase awal pertumbuhan.

Dalam kegiatan penyuluhan tersebut dijelaskan bahwa tanaman jagung yang terserang penyakit bulai memiliki ciri-ciri daun berwarna pucat hingga putih bergaris memanjang, pertumbuhan tanaman menjadi kerdil, serta perkembangan tanaman tidak normal. Apabila tidak segera dikendalikan, penyakit ini dapat menyebar dengan cepat ke tanaman jagung lain yang masih sehat.

Beberapa langkah pencegahan agar tanaman jagung tidak terserang penyakit bulai dapat dilakukan melalui penerapan budidaya yang baik sejak awal tanam. Upaya tersebut antara lain menggunakan benih jagung unggul dan berlabel, melakukan penanaman secara serempak, menjaga kebersihan lahan dari gulma dan sisa tanaman, serta melakukan pengamatan tanaman secara rutin sejak awal pertumbuhan. Selain itu, petani juga dianjurkan melakukan perlakuan benih (seed treatment) dengan fungisida, melakukan pergiliran tanaman (rotasi tanaman) dengan komoditas selain jagung, menggunakan varietas jagung yang tahan terhadap penyakit bulai, serta mencabut dan memusnahkan tanaman yang sudah terserang agar tidak menjadi sumber penularan. Pengaturan jarak tanam yang tepat, pemupukan berimbang sesuai anjuran, serta menjaga kondisi drainase lahan agar tidak terlalu lembab juga penting dilakukan karena lingkungan yang lembab dapat mempercepat perkembangan penyakit bulai. Dengan menerapkan langkah-langkah tersebut secara terpadu, diharapkan tanaman jagung dapat tumbuh sehat dan produktivitas tetap optimal.

Apabila ditemukan beberapa tanaman jagung yang sudah terserang penyakit bulai, maka tanaman tersebut harus segera dicabut agar tidak menular ke tanaman lainnya. Namun pencabutan tanaman jagung yang terserang penyakit bulai sebaiknya dilakukan paling akhir setelah petani menyelesaikan seluruh pekerjaan di lahan, seperti pemupukan, penyiraman, pembumbunan, maupun pengendalian organisme pengganggu tanaman lainnya. Hal ini bertujuan untuk mencegah penyebaran patogen ke tanaman sehat melalui aktivitas petani di lahan.

Pencabutan tanaman yang terserang bulai harus dilakukan dengan hati-hati agar tanah maupun sisa bagian tanaman yang terinfeksi tidak berceceran di lahan. Tanaman yang telah dicabut sebaiknya segera dikumpulkan dan dimusnahkan di luar area pertanaman. Selain itu, alat pertanian seperti cangkul, arit, dan peralatan lainnya yang digunakan untuk membersihkan tanaman yang terserang penyakit bulai harus dicuci hingga bersih sebelum digunakan kembali, sehingga jamur penyebab penyakit tidak menempel dan menyebar ke tanaman jagung yang sehat.

Melalui kegiatan penyuluhan ini diharapkan para petani semakin memahami pentingnya deteksi dini, pencegahan, serta penanganan yang tepat terhadap penyakit bulai sehingga produktivitas tanaman jagung dapat tetap terjaga.

[Red_AKw]
-----
Kunjungi kami di:
IG: @jejak_penyuluh
FB: Jejak Penyuluh Pertanian
https://jejak-penyuluh.blogspot.com
°
°
°
#kementerianpertanian #pusluhtanri #bppsdmp #pusluhtanri #amran_sulaiman #distanhortijabar #dedimulyadi71 #distanhorbunkabbogor #kabupatenbogor #rudysusmanto #jaro_ade #kecamatancaringin #kecamatancijeruk #kecamatancigombong #jejak_penyuluh

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

WASPADA PENYAKIT BULAI PADA TANAMAN JAGUNG! PENYULUH PERTANIAN AJAK PETANI LAKUKAN PENCEGAHAN SEJAK DINI

Penyakit bulai merupakan salah satu penyakit penting pada budidaya jagung yang dapat menurunkan produksi secara signifikan apabila tidak di...