Selasa, 19 Mei 2026 kegiatan pengendalian hama dan penyakit tanaman dilaksanakan di lahan jagung manis milik Kelompoktani Pirang Maju Jaya yang berlokasi di Kampung Muara Desa Muarajaya Kecamatan Caringin Kabupaten Bogor. Kegiatan ini dilakukan bersama Penyuluh Pertanian setempat dengan salah satu anggota kelompoktani yaitu Bapak Jaya dalam rangka pengendalian serangan hama ulat grayak pada tanaman jagung manis.
Berdasarkan hasil pengamatan di lapangan, intensitas serangan hama ulat grayak masih tergolong ringan karena serangan yang ditemukan kurang dari 5% dari total populasi tanaman jagung manis yang dibudidayakan. Oleh karena itu, pengendalian dilakukan secara manual agar lebih efektif, ramah lingkungan serta mampu menjaga keseimbangan ekosistem di sekitar lahan pertanian.
Pengendalian manual dilakukan dengan cara memeriksa tanaman satu per satu terutama pada bagian pucuk, lipatan daun dan bagian daun muda yang menjadi tempat persembunyian ulat grayak. Ulat yang ditemukan langsung diambil menggunakan tangan kemudian dimusnahkan agar tidak berkembang biak kembali. Selain itu telur-telur hama yang menempel pada permukaan daun juga dibersihkan dan dimusnahkan untuk memutus siklus hidup hama sejak dini.
Penyuluh Pertanian setempat juga memberikan arahan agar pengendalian dilakukan secara rutin terutama pada pagi dan sore hari ketika ulat mulai aktif menyerang tanaman. Petani dianjurkan melakukan monitoring minimal 2 sampai 3 kali dalam seminggu agar perkembangan populasi hama dapat segera diketahui dan ditangani lebih cepat sebelum menyebabkan kerusakan berat pada tanaman jagung manis.
Untuk mencegah serangan ulat grayak kembali muncul, petani diarahkan melakukan sanitasi lingkungan kebun dengan membersihkan sisa-sisa tanaman, gulma dan rumput liar yang dapat menjadi tempat persembunyian telur maupun larva hama. Selain itu dianjurkan melakukan pergiliran tanaman, menjaga kebersihan drainase serta menggunakan perangkap lampu atau perangkap feromon guna menekan populasi ngengat dewasa penyebab munculnya ulat grayak.
Menurut Apih Moch Gumyadi, intensitas serangan ulat grayak di wilayah tersebut selalu ada karena di sekitar kebun terdapat banyak penerangan dari penyedia jasa rafting pada malam hari sehingga menarik kedatangan kupu-kupu atau ngengat untuk hinggap di area kebun jagung manis. Serangga tersebut kemudian bertelur pada daun jagung dan berkembang menjadi hama ulat grayak yang merusak tanaman.
Menanggapi hal tersebut, Penyuluh Pertanian memberikan solusi dengan menyarankan pengaturan arah penerangan agar tidak langsung menghadap ke area kebun pertanian, penggunaan lampu berwarna kuning redup yang lebih sedikit menarik serangga malam, pemasangan jaring atau screen di sekitar sumber cahaya, serta penggunaan perangkap lampu khusus di titik tertentu untuk mengalihkan dan menangkap ngengat dewasa sebelum masuk ke area pertanaman jagung manis. Selain itu, penanaman tanaman refugia di sekitar lahan juga dianjurkan untuk membantu menghadirkan musuh alami hama sehingga keseimbangan ekosistem tetap terjaga.
Selain melakukan pengendalian hama ulat grayak, Pak Jaya juga melaksanakan pembersihan gulma yang tumbuh di sekitar tanaman jagung manis. Kegiatan ini sangat penting karena gulma dapat menjadi pesaing tanaman dalam menyerap unsur hara, air dan cahaya matahari sehingga pertumbuhan tanaman jagung menjadi kurang optimal.
Gulma juga dapat menjadi tempat persembunyian hama dan sumber penyebaran penyakit tanaman apabila tidak dibersihkan secara rutin.
Apabila gulma dibiarkan tumbuh secara berlebihan, maka tanaman jagung manis akan mengalami persaingan nutrisi yang tinggi sehingga pertumbuhan tanaman menjadi kerdil, tongkol tidak maksimal bahkan produksi dapat menurun secara signifikan. Kondisi kebun yang lembap akibat banyaknya gulma juga dapat mempercepat perkembangan organisme pengganggu tanaman lainnya.
Pembersihan gulma dianjurkan dilakukan secara rutin setiap 2 minggu sekali atau disesuaikan dengan kondisi pertumbuhan gulma di lapangan. Dengan pengendalian gulma yang baik dan teratur, tanaman jagung manis dapat tumbuh lebih sehat, memperoleh unsur hara secara optimal serta meminimalisir serangan hama dan penyakit sehingga produktivitas pertanian tetap terjaga.
Output kegiatan:
Terkendalinya serangan hama ulat grayak pada tanaman jagung manis sejak dini.
Meningkatnya pemahaman petani tentang teknik pengendalian hama secara manual dan ramah lingkungan.
Terlaksananya sanitasi kebun dan pembersihan gulma untuk menjaga kesehatan tanaman.
Meningkatnya kewaspadaan petani terhadap faktor lingkungan yang memicu perkembangan hama.
Terjaganya pertumbuhan dan produktivitas tanaman jagung manis milik Kelompoktani Pirang Maju Jaya.
[Red_AKw]
------
Kunjungi kami di:
IG: @jejak_penyuluh
FB: Jejak Penyuluh Pertanian
https://jejak-penyuluh.blogspot.com
°
°
°
#kementerianpertanian #pusluhtanri #bppsdmp #pusluhtanri #amran_sulaiman #distanhortijabar #dedimulyadi71 #distanhorbunkabbogor #kabupatenbogor #rudysusmanto #jaro_ade #kecamatancaringin #kecamatancijeruk #kecamatancigombong #jejak_penyuluh #desamuarajaya #kelompoktanipirangmajujaya





Tidak ada komentar:
Posting Komentar