Senin, 25 Mei 2026

BUDIDAYA CABAI MERAH KERITING SISTEM PROLIGA (PRODUKSI LIPAT GANDA)



Budidaya cabai merah keriting dengan inovasi PROLIGA (Produksi Lipat Ganda) merupakan teknik intensifikasi budidaya yang bertujuan meningkatkan jumlah cabang produktif, jumlah bunga, dan jumlah buah melalui kombinasi:
Potong pucuk bibit muda
Perempelan ketiak daun/tunas air
Peningkatan dosis pemupukan
Pengaturan tajuk tanaman
Perawatan intensif
Teknik ini membuat tanaman cabai lebih rimbun, bercabang banyak, dan mampu menghasilkan buah lebih banyak dibanding sistem biasa.

1. KEUNGGULAN SISTEM PROLIGA
Keuntungan:
Jumlah cabang produktif lebih banyak
Jumlah bunga meningkat drastis
Produksi buah bisa meningkat 1,5 s.d 2 kali lipat
Tanaman lebih kokoh
Panen lebih panjang
Buah lebih seragam
Prinsip Dasar:
Tanaman cabai secara alami tumbuh dominan ke atas. Jika pucuk utama dipotong, hormon pertumbuhan akan merangsang munculnya banyak cabang samping produktif.

2. PEMILIHAN VARIETAS
Gunakan varietas unggul yang tahan penyakit dan produktif, misalnya:
Panah Merah varietas Lado F1
East West Seed Indonesia varietas Kastilo F1
BISI varietas PM 999
ORI 212
Baja F1
Ciri varietas yang cocok:
Percabangan kuat
Batang besar
Tahan layu
Adaptif dataran rendah–menengah

3. PERSIAPAN LAHAN
Pengolahan Tanah
Bajak/cangkul sedalam 30 s.d 40 cm
Diamkan 5 s.d 7 hari terkena matahari
Bersihkan gulma
Pembuatan Bedengan
Ukuran ideal:
Lebar: 100 s.d 120 cm
Tinggi: 40 s.d 50 cm
Panjang menyesuaikan lahan
Jarak antar bedengan: 50 s.d 70 cm
Pemberian Pupuk Dasar
Karena sistem PROLIGA membutuhkan nutrisi tinggi, gunakan pupuk dasar lebih banyak.
Dosis per hektar:
Pupuk kandang matang: 20 s.d 30 ton
Dolomit: 1 s.d 2 ton
NPK: 500 s.d 700 kg
SP-36: 300 kg
KCl: 200 kg
Campur merata ke tanah 7 s.d 14 hari sebelum tanam.

4. PENYEMAIAN BENIH
Media Semai
Campuran:
Tanah halus
Kompos
Sekam bakar
Perbandingan: 1 : 1 : 1
Penyemaian
Rendam benih 2 s.d 4 jam air hangat
Semai di tray semai/polybag kecil
Tutup tipis media
Siram rutin pagi dan sore
Bibit siap tanam umur: 21 s.d 28 hari.

5. TEKNIK POTONG PUCUK BIBIT (KUNCI PROLIGA)
Waktu Potong Pucuk
Dilakukan saat:
Bibit umur 18 s.d 23 hari
Sudah memiliki 4 s.d 6 helai daun sejati
Cara Potong Pucuk
Potong pucuk utama menggunakan gunting steril.
(Pada sistem Proliga, prinsipnya adalah memperbanyak titik tumbuh/cabang sehingga pertumbuhan vegetatif meningkat bercabang seperti pola percabangan menyebar.)
Bagian yang dipotong:
Pucuk paling atas ±1 s.d 2 cm
Tujuan:
Menghilangkan dominansi apikal
Merangsang 2 s.d 4 cabang utama baru
Membentuk tanaman pendek tetapi rimbun
Setelah Dipotong
Simpan bibit di tempat teduh 2 s.d 3 hari
Semprot pupuk daun dosis ringan
Siram secukupnya
Biasanya 5 s.d 7 hari kemudian muncul banyak tunas baru.

6. PENANAMAN
Jarak Tanam PROLIGA
Karena tanaman lebih rimbun, gunakan jarak lebih lebar:
70 × 70 cm atau
80 × 60 cm
Cara Tanam
Tanam sore hari
Lepas polybag hati-hati
Padatkan tanah sekitar batang
Siram segera

7. PEMASANGAN AJIR
Ajir wajib dipasang karena tanaman akan sangat berat oleh buah.
Ukuran:
Tinggi 120 s.d 150 cm
Pasang:
7 hari setelah tanam
Ikat batang secara bertahap.

8. PEREMPELAN KETIAK DAUN (TUNAS AIR)
Ini merupakan inti kedua sistem PROLIGA.
Perempelan adalah membuang tunas liar/tunas air yang tumbuh di ketiak daun bagian bawah.
Waktu Perempelan
Mulai:
Umur 20 s.d 30 HST
Dilakukan rutin:
5 s.d 7 hari sekali
Cara Perempelan
Buang:
Tunas kecil di bawah percabangan utama
Cabang tidak produktif
Daun tua menyentuh tanah
Sisakan:
3 s.d 4 cabang utama terbaik
Tujuan
Nutrisi fokus ke cabang produktif
Sirkulasi udara lebih baik
Mengurangi penyakit
Merangsang pembentukan bunga

9. PEMUPUKAN DOSIS GANDA SISTEM PROLIGA
Karena jumlah cabang dan buah lebih banyak, kebutuhan nutrisi meningkat tajam.
Prinsip PROLIGA:
Pupuk diberikan sekitar 1,5 s.d 2 kali lebih banyak dibanding budidaya biasa.

10. JADWAL PEMUPUKAN
Umur 7 HST
NPK 16:16:16 → 5 gram/tanaman
Umur 14 HST
NPK + KNO3
7 s.d 10 gram/tanaman
Umur 21 HST
Tambahkan pupuk tinggi nitrogen
Untuk pembentukan cabang
Umur 30 HST
NPK tinggi kalium
Tambahkan kalsium boron
Saat Berbunga
Fokus:
Kalium tinggi
Kalsium
Magnesium
Saat Pembuahan
Tambahkan:
KNO3 merah
MKP
ZPT perangsang buah

11. POLA PEMUPUKAN YANG DIANJURKAN
Sistem Kocor
Dilakukan:
5 s.d 7 hari sekali
Sistem Fertigasi
Lebih bagus jika tersedia:
Nutrisi lebih stabil
Pertumbuhan lebih cepat

12. PENYIRAMAN
Musim kemarau: setiap hari
Musim hujan: sesuai kondisi
Jangan terlalu becek karena akar cabai sensitif busuk akar.

13. PENGENDALIAN HAMA DAN PENYAKIT
Hama Utama
Thrips
Kutu daun
Ulat buah
Tungau
Penyakit
Layu fusarium
Antraknosa
Bercak daun
Patek
Pencegahan
Sanitasi kebun
Rotasi tanaman
Mulsa plastik
Penyemprotan preventif

14. PEMANGKASAN LANJUTAN
Pada sistem PROLIGA:
Cabang terlalu rimbun harus dikurangi
Buang daun tua
Buang cabang sakit
Tujuannya:
Cahaya masuk merata
Buah lebih besar
Mengurangi kelembapan

15. PEMBUNGAAN DAN PENGISIAN BUAH
Saat mulai berbunga:
Kurangi nitrogen
Tingkatkan kalium dan kalsium
Tujuan:
Mengurangi bunga rontok
Buah lebih padat dan panjang

16. PANEN
Umur Panen
75 s.d 90 HST tergantung varietas.
Ciri Buah Siap Panen
Warna merah 80 s.d 90%
Buah keras
Mengkilap
Frekuensi Panen
2 s.d 3 hari sekali

17. HASIL PRODUKSI SISTEM PROLIGA
Budidaya Biasa
Produksi rata-rata:
10 s.d 15 ton/ha
Sistem PROLIGA
Produksi bisa mencapai:
20 s.d 30 ton/ha
Jika perawatan optimal bahkan lebih.

18. FAKTOR KEBERHASILAN PROLIGA
Kunci utama:
1. Potong pucuk tepat waktu
2. Pemupukan tinggi dan seimbang
3. Perempelan rutin
4. Pengendalian hama intensif
5. Air cukup
6. Drainase bagus

19. KESALAHAN YANG SERING TERJADI
Potong pucuk terlalu dini
Akibat:
Bibit stres
Pertumbuhan lambat
Terlalu banyak cabang dipelihara
Akibat:
Buah kecil
Penyakit meningkat
Pupuk kurang
Akibat:
Cabang banyak tetapi buah sedikit
Kelembapan terlalu tinggi
Akibat:
Jamur mudah menyerang

20. KESIMPULAN
Teknik PROLIGA pada cabai merah keriting bekerja dengan prinsip:
Memperbanyak cabang produktif melalui potong pucuk
Mengarahkan nutrisi melalui perempelan
Menambah asupan nutrisi melalui pemupukan intensif
Jika dilakukan dengan benar, produksi cabai merah keriting dapat meningkat sangat signifikan dibanding budidaya konvensional, baik dari jumlah buah, lama panen, maupun total tonase hasil panen.

Sumber: brmp.pertanian.go.id (Menjelaskan bahwa teknologi PROLIGA merupakan hasil penelitian Balai Penelitian Sayuran (Balitsa) Kementerian Pertanian, dengan komponen teknologi berupa penggunaan varietas unggul, persemaian sehat, pola tanam zig-zag double row, pemasangan mulsa plastik hitam perak, pemenuhan unsur hara, dan pengendalian OPT terpadu.)

Disadur dan dirangkum oleh: AKw
------
Kunjungi kami di:
IG: @jejak_penyuluh
FB: Jejak Penyuluh Pertanian
https://jejak-penyuluh.blogspot.com

°
°
°
#kementerianpertanian #pusluhtanri #bppsdmp #pusluhtanri #amran_sulaiman #distanhortijabar #dedimulyadi71 #distanhorbunkabbogor #kabupatenbogor #rudysusmanto #jaro_ade #kecamatancaringin #kecamatancijeruk #kecamatancigombong #jejak_penyuluh #proliga #produksilipatganda

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

BUDIDAYA CABAI MERAH KERITING SISTEM PROLIGA (PRODUKSI LIPAT GANDA)

Budidaya cabai merah keriting dengan inovasi PROLIGA (Produksi Lipat Ganda) merupakan teknik intensifikasi budidaya yang bertujuan meningka...