Penyuluh Pertanian WKPP Muarajaya bersama Petugas Organisme Pengganggu Tumbuhan (POPT) melanjutkan kegiatan monitoring setelah pelaksanaan pengendalian hama tikus dengan melakukan pemantauan dampak kekeringan pada lahan sawah milik anggota Kelompoktani Setia Wargi, tepatnya di Blok BI Kampung Nyeunnang, Desa Muarajaya, Kecamatan Caringin, Kabupaten Bogor.
Berdasarkan hasil monitoring di lapangan, hampir 50% lahan sawah di Blok BI Kampung Nyeunnang mengalami kekeringan. Kondisi terparah terjadi pada lahan sawah milik Ustadz Abdullah yang mengalami kekurangan pasokan air sehingga berpotensi mengganggu pertumbuhan tanaman padi.
Hasil identifikasi menunjukkan bahwa penyebab utama kekeringan bukan semata-mata karena berkurangnya sumber air, melainkan terganggunya distribusi air irigasi dari Desa Cinagara menuju Desa Muarajaya. Hambatan tersebut disebabkan oleh banyaknya saluran irigasi yang tersumbat sampah akibat gorong-gorong penyeberangan yang dibangun terlalu rendah. Selain itu, terdapat beberapa bangunan warga yang bagian terasnya berada di atas saluran irigasi sehingga mempersempit aliran air. Akibatnya, ketika terjadi penumpukan sampah, aliran air menjadi tidak lancar dan meluap ke jalan maupun keluar dari saluran irigasi sehingga pasokan air ke lahan sawah berkurang.
Sebagai tindak lanjut, Penyuluh Pertanian bersama POPT akan melakukan koordinasi dengan Pemerintah Desa Muarajaya dan Pemerintah Desa Cinagara untuk mencari solusi bersama dalam penanganan permasalahan irigasi tersebut. Upaya yang akan dilakukan meliputi kegiatan gotong royong pembersihan saluran irigasi secara berkala, pendataan titik-titik penyumbatan, usulan perbaikan gorong-gorong yang terlalu rendah agar sesuai dengan elevasi saluran, serta koordinasi penertiban dan penyesuaian bangunan warga yang berada di atas saluran irigasi sehingga tidak menghambat aliran air. Selain itu, Penyuluh Pertanian akan mengedukasi masyarakat mengenai pentingnya menjaga kebersihan saluran irigasi agar distribusi air tetap lancar dan keberlanjutan usaha tani dapat terjaga.
Petugas Organisme Pengganggu Tumbuhan (POPT) menyampaikan bahwa apabila kondisi kekeringan ini tidak segera ditangani, maka dapat mengakibatkan tanaman mengalami cekaman air, pertumbuhan menjadi terhambat, pembentukan anakan berkurang, malai tidak berkembang optimal, meningkatnya gabah hampa, penurunan produktivitas bahkan berpotensi menyebabkan puso pada lahan yang mengalami kekeringan berat. Dampak lainnya adalah meningkatnya biaya produksi akibat kebutuhan penyiraman tambahan serta menurunnya pendapatan petani.
_*Kesimpulan:*_
Monitoring bersama Penyuluh Pertanian dan POPT menunjukkan bahwa permasalahan utama kekeringan di lahan sawah Kelompoktani Setia Wargi disebabkan oleh terganggunya fungsi saluran irigasi. Oleh karena itu, diperlukan sinergi antara petani, pemerintah desa, Penyuluh Pertanian, POPT, dan seluruh pemangku kepentingan untuk segera melakukan normalisasi saluran irigasi, perbaikan gorong-gorong, penertiban bangunan yang menghambat aliran air, serta meningkatkan kepedulian masyarakat dalam menjaga kebersihan saluran irigasi agar pasokan air kembali normal dan produktivitas pertanian tetap terjaga.
[Red_AKw]
-------
Kunjungi kami di:
IG: @jejak_penyuluh
FB: Jejak Penyuluh Pertanian
https://jejak-penyuluh.blogspot.com
°
°
°
#kementerianpertanian #pusluhtanri #bppsdmp #pusluhtanri #amran_sulaiman #distanhortijabar #dedimulyadi71 #distanhorbunkabbogor #kabupatenbogor #rudysusmanto #jaro_ade #kecamatancaringin #kecamatancijeruk #kecamatancigombong #jejak_penyuluh #desamuarajaya #kelompoktanisetiawargi












Tidak ada komentar:
Posting Komentar