Penyuluh Pertanian melaksanakan kegiatan monitoring Pengembangan Cabai Merah Keriting di Kelompoktani Bina Mandiri yang berlokasi di Kampung Nangleng, Desa Lemahduhur, Kecamatan Caringin, Kabupaten Bogor.
Berdasarkan hasil monitoring di lapangan, dari total target pengembangan cabai merah keriting seluas 3 hektare, saat ini lahan yang telah siap tanam dan dipasangi mulsa mencapai sekitar 2 hektare. Dari luasan tersebut, lahan yang telah ditanami baru mencapai 0,5 hektare yang berada di lahan milik Bapak Farid dan Bapak Oteng.
Dalam kegiatan monitoring tersebut, Bapak Ujang Aceng menyampaikan bahwa tingkat pertumbuhan benih saat persemaian hanya mencapai sekitar 75%. Setelah dilakukan pemeliharaan di persemaian, sebagian bibit mengalami kematian sehingga bibit yang siap tanam tersisa sekitar 50%.
Menanggapi hal tersebut, Penyuluh Pertanian menjelaskan bahwa rendahnya tingkat keberhasilan persemaian dan kematian bibit dapat disebabkan oleh beberapa faktor, antara lain kualitas benih yang kurang baik, media semai yang kurang steril, serangan penyakit rebah semai (damping off), kelembapan yang terlalu tinggi atau terlalu rendah, kesalahan penyiraman, serta serangan hama pada fase bibit.
Sebagai upaya mengatasi permasalahan tersebut, petani dianjurkan melakukan persemaian ulang dengan benih yang biasa digunakan oleh petani setempat dengan tetap memperhatikan benih tersebut harus bermutu dan bersertifikat, menyiapkan media semai yang steril dan gembur, melakukan penyiraman secara teratur sesuai kebutuhan, menjaga sirkulasi udara di area persemaian, melakukan pengendalian hama dan penyakit secara dini, serta melakukan seleksi bibit sehat sebelum dipindahkan ke lahan tanam.
Selain kendala persemaian, sebagian besar petani belum melakukan penanaman meskipun kondisi lahan sudah siap tanam. Hal ini disebabkan musim kemarau yang mengakibatkan kebutuhan air meningkat, sementara penyiraman masih mengandalkan tenaga manual menggunakan embrat dan selang.
Untuk mengatasi kendala tersebut, Penyuluh Pertanian mengimbau petani penerima fasilitasi kegiatan pengembangan cabai merah keriting agar mulai memanfaatkan inovasi irigasi sprinkler maupun irigasi tetes. Teknologi tersebut dapat meningkatkan efisiensi penggunaan air, menghemat tenaga kerja, serta mendukung pertumbuhan tanaman yang lebih optimal selama musim kemarau.
Bersamaan dengan kegiatan monitoring pengembangan cabai merah keriting, berlangsung pula kegiatan panen mentimun di lahan milik salah satu anggota Kelompoktani Bina Mandiri, yaitu Bapak Endang. Hasil panen mentimun yang sedang berlangsung menunjukkan bahwa komoditas hortikultura masih memberikan peluang usaha yang menjanjikan bagi petani apabila dikelola dengan baik dan berkelanjutan.
Output Kegiatan:
✅ Terlaksananya monitoring pengembangan cabai merah keriting seluas 3 hektare.
✅ Teridentifikasinya permasalahan persemaian dan penyebab kematian bibit cabai.
✅ Meningkatnya pemahaman petani mengenai teknik persemaian yang baik dan benar.
✅ Tersampaikannya rekomendasi penggunaan irigasi sprinkler dan irigasi tetes untuk menghadapi musim kemarau.
✅ Terpantau perkembangan penanaman cabai merah keriting seluas 0,5 hektare dari lahan yang telah siap tanam.
✅ Terjalinnya komunikasi dan koordinasi antara penyuluh dan petani dalam percepatan realisasi penanaman.
✅ Terpantau kegiatan panen mentimun sebagai sumber pendapatan petani di Kelompoktani Bina Mandiri.
[Red_AKw]
------
Kunjungi kami di:
IG: @jejak_penyuluh
FB: Jejak Penyuluh Pertanian
https://jejak-penyuluh.blogspot.com
°
°
°
#kementerianpertanian #pusluhtanri #bppsdmp #pusluhtanri #amran_sulaiman #distanhortijabar #dedimulyadi71 #distanhorbunkabbogor #kabupatenbogor #rudysusmanto #jaro_ade #kecamatancaringin #kecamatancijeruk #kecamatancigombong #jejak_penyuluh #desalemahduhur #kelompoktanibinamandiri






Tidak ada komentar:
Posting Komentar