"Jejak Penyuluh Pertanian" adalah blog yang memuat kisah, catatan lapangan, inovasi, dan inspirasi dari dunia penyuluhan pertanian. Dikelola oleh para penyuluh pertanian yang berdedikasi, blog ini menyajikan dokumentasi kegiatan, pembelajaran dari lapangan, serta berbagi informasi teknis dan praktis seputar budidaya, pascapanen, agribisnis, hingga pemberdayaan petani dan kelompoktani.
Dengan semangat "Bergerak Bersama Petani", blog ini menjadi wadah berbagi pengalaman dan pengetahuan
Warna daun padi yang hijau sering kali dianggap sebagai tanda bahwa pemupukan sudah berhasil. Padahal, kondisi tersebut belum tentu menunjukkan pertumbuhan tanaman yang optimal. Daun hijau memang menandakan tanaman memperoleh unsur nitrogen, namun pembentukan anakan yang banyak juga sangat dipengaruhi oleh ketersediaan unsur fosfor, kalium, serta kondisi perakaran yang sehat agar penyerapan unsur hara berlangsung secara maksimal.
Melalui kegiatan Penyuluhan Digital ini, Penyuluh mengajak petani agar tidak hanya berpatokan pada warna daun sebagai indikator keberhasilan pemupukan. Pemupukan berimbang sesuai kebutuhan tanaman dan fase pertumbuhan merupakan kunci untuk mendorong pembentukan anakan yang produktif, meningkatkan pertumbuhan tanaman, serta mendukung hasil panen yang lebih optimal.
🌱 Sudah pernah mengalami kondisi seperti ini di lahan? Ceritakan pengalaman Anda di kolom komentar.
Semangat kolaborasi antara Penyuluh Pertanian, Kelompok Wanita Tani (KWT) Embun Pagi, Pemerintah Desa Cimande Hilir, dan mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) UIN Syarif Hidayatullah Jakarta menjadi langkah nyata dalam mendorong pengembangan sektor pertanian dan pemberdayaan masyarakat di Desa Cimande Hilir, Kecamatan Caringin, Kabupaten Bogor. Pada pertemuan kali ini, Penyuluh Pertanian melaksanakan pendampingan kegiatan KKN yang diikuti oleh 17 mahasiswa UIN Syarif Hidayatullah Jakarta selama satu bulan. Salah satu fokus kegiatan mereka adalah pengembangan usaha tani dan pascapanen bersama KWT Embun Pagi.
Selama pelaksanaan KKN, mahasiswa bersama anggota KWT Embun Pagi akan berkolaborasi dalam berbagai kegiatan, di antaranya penanaman aloevera, panen sayuran hidroponik, pembuatan jelly aloevera sebagai produk olahan bernilai tambah, serta penanaman berbagai tanaman buah. Rangkaian kegiatan tersebut diharapkan dapat meningkatkan keterampilan, kreativitas, dan jiwa kewirausahaan masyarakat, khususnya kaum perempuan, sekaligus menjadi media pembelajaran bagi mahasiswa dalam mengaplikasikan ilmu yang diperoleh di bangku perkuliahan.
Ketua Tim Penggerak PKK Desa Cimande Hilir, Ibu Jameela Bisyir, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi dan ucapan selamat datang kepada 17 mahasiswa KKN UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. Beliau berharap kehadiran mahasiswa dapat memberikan semangat baru, ide-ide kreatif, serta inovasi yang bermanfaat bagi masyarakat Desa Cimande Hilir. Menurut beliau, sinergi antara mahasiswa, Penyuluh Pertanian, KWT Embun Pagi, PKK, dan pemerintah desa diharapkan mampu menghasilkan program-program yang berdampak positif, seperti penguatan budidaya pertanian, pengolahan hasil pertanian, penghijauan melalui penanaman tanaman buah, edukasi lingkungan, serta peningkatan kapasitas masyarakat sehingga manfaat kegiatan KKN dapat terus dirasakan meskipun masa pengabdian mahasiswa telah berakhir.
Penyuluh Pertanian & PPS Desa Lemahduhur bersama tim dari Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Bogor serta Kader Ketahanan Pangan Kecamatan Caringin melaksanakan kegiatan monitoring program B2SA (Beragam, Bergizi, Seimbang, dan Aman) di Kelompoktani Hijau Subur Makmur yang berlokasi di Kampung Nangleng, Desa Lemahduhur, Kecamatan Caringin, Kabupaten Bogor. Monitoring dilakukan pada beberapa sarana pendukung program B2SA, meliputi lahan demplot B2SA, kandang ayam petelur, kolam ikan air tawar, serta area yang akan dikembangkan menjadi Taman B2SA.
Hasil monitoring menitikberatkan pada percepatan pembangunan Taman B2SA di lokasi yang telah ditentukan, yaitu di dekat saung sekretariat Kelompoktani. Taman tersebut dirancang dengan konsep yang estetik, edukatif, dan nyaman sebagai ruang publik yang mampu menarik perhatian masyarakat. Konsep taman akan memadukan beragam tanaman sayuran, tanaman obat keluarga, tanaman buah, kolam ikan sebagai sarana edukasi perikanan, area swafoto (spot foto) yang menarik, serta gazebo dan area bersantai bergaya ala kafe lengkap dengan tempat duduk yang nyaman sebagai titik kumpul masyarakat. Dengan konsep tersebut, Taman B2SA diharapkan menjadi destinasi edukasi pangan sekaligus ruang interaksi sosial sehingga pengunjung merasa betah berlama-lama menikmati suasana yang asri, sejuk, dan produktif.
Penyuluh Pertanian setempat menyampaikan bahwa Taman B2SA agar dibangun semenarik mungkin layaknya sebuah taman modern dengan nuansa kafe terbuka yang mengedepankan keindahan lanskap, kenyamanan, dan fungsi edukasi. Kehadiran taman ini diharapkan mampu meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya konsumsi pangan yang beragam, bergizi, seimbang, dan aman, sekaligus menjadi contoh pemanfaatan pekarangan yang produktif untuk mendukung ketahanan pangan keluarga di Desa Lemahduhur.
_*Kesimpulan:*_
Monitoring program B2SA menjadi langkah evaluasi sekaligus penyempurnaan pengembangan kawasan pangan berbasis masyarakat. Dengan konsep Taman B2SA yang estetik, edukatif, dan nyaman, diharapkan Kelompoktani Hijau Subur Makmur dapat menjadi percontohan kawasan ketahanan pangan yang tidak hanya produktif, tetapi juga menjadi pusat edukasi, rekreasi, dan pemberdayaan masyarakat di Kecamatan Caringin.