Sabtu, 15 Agustus 2026

SURVEY CPCL BUDIDAYA PADI SAWAH DENGAN METODE PM-AAS DI KELOMPOKTANI SULANJANA MANDIRI SEJAHTERA, DESA LEMAHDUHUR



Penyuluh Pertanian melaksanakan Survey Calon Petani dan Calon Lahan (CPCL) untuk rencana kegiatan budidaya padi sawah menggunakan metode Pertanian Modern – Advanced Agriculture System (PM-AAS) di Desa Lemahduhur, Kecamatan Caringin, Kabupaten Bogor.

Kegiatan ini dilaksanakan bersama Kelompoktani Sulanjana Mandiri Sejahtera yang diketuai oleh Bapak Haji Kurdi. Kelompoktani menunjukkan antusiasme dan ketertarikan untuk menerapkan teknologi PM-AAS sebagai salah satu upaya meningkatkan produktivitas, efisiensi serta modernisasi budidaya padi sawah.

PM-AAS merupakan sistem budidaya padi modern yang mengintegrasikan tanam benih langsung (Tabela), tanam rapat dalam baris, mekanisasi, pengelolaan air secara efisien, pemupukan berimbang, penggunaan bahan organik dan silika serta pengelolaan tanaman secara intensif.

Dalam kegiatan survey dan penyampaian teknis kepada petani, dijelaskan beberapa hal penting yang perlu diperhatikan:

1️⃣ PUPUK ORGANIK SEBAGAI DASAR KESUBURAN TANAH

Sebelum tanam, lahan sawah perlu diberikan pupuk kandang atau kompos sebagai sumber bahan organik. Dalam petunjuk teknis PM-AAS, pupuk organik padat diberikan minimal 500–1.000 kg/ha. Pemberian bahan organik bertujuan memperbaiki kesuburan dan kondisi tanah serta mendukung pertumbuhan tanaman.

2️⃣ BENIH BERSERTIFIKAT DAN PERLAKUAN BENIH

Benih padi yang digunakan harus bersertifikat dan berlabel. Benih direndam selama kurang lebih 24 jam/1 malam, kemudian diangkat dan ditiriskan atau dikeringanginkan sebelum ditanam.

Perendaman bertujuan membantu benih menyerap air sehingga proses imbibisi dan perkecambahan dapat berlangsung seragam. Setelah itu, benih perlu ditiriskan agar tidak berada dalam kondisi terlalu jenuh air ketika akan digunakan untuk tanam langsung. Perlakuan benih 24 jam dan pengeringanginan juga digunakan dalam penerapan PM-AAS.

3️⃣ TANAM BENIH LANGSUNG DENGAN DRUM SEEDER

Sebelum penanaman, kondisi lahan harus macak-macak, tidak tergenang dan tidak terlalu kering. Penanaman dapat menggunakan drum seeder untuk mempercepat pekerjaan, memperoleh barisan tanaman yang lebih seragam dan meningkatkan efisiensi tenaga kerja.

Pola tanam rapat dalam baris dengan konfigurasi 4:1, yaitu empat baris tanaman kemudian satu lorong legowo sekitar 50 cm, memberikan ruang untuk sirkulasi udara, masuknya cahaya, pemeliharaan serta pengaturan populasi tanaman. Jarak antartanaman yang rapat dalam barisan ditujukan untuk meningkatkan populasi tanaman per satuan luas, sementara lorong legowo membantu akses pemeliharaan dan mengoptimalkan pertumbuhan tanaman. PM-AAS memang menekankan tanam benih langsung dan tanam rapat dalam baris sebagai salah satu prinsip utamanya.

Dalam kegiatan ini direncanakan penggunaan benih sekitar 70 kg/ha, sesuai kebutuhan paket penerapan di lapangan.

4️⃣ AIR HARUS DIKELOLA DENGAN CERMAT

Setelah benih ditanam, kondisi lahan harus dipantau secara rutin. Benih tidak boleh terendam dalam waktu lama karena dapat menghambat perkecambahan, mengurangi ketersediaan oksigen dan meningkatkan risiko benih membusuk atau pertumbuhan menjadi tidak seragam.

Sebaliknya, kekeringan berlebihan juga dapat menyebabkan benih kehilangan kelembapan yang diperlukan untuk berkecambah sehingga perkecambahan terhambat dan populasi tanaman berkurang.

PM-AAS menerapkan pengelolaan air secara intermiten, dengan menjaga kondisi lahan sesuai fase pertumbuhan tanaman. Pada fase awal, lahan tidak dianjurkan tergenang; penggenangan dilakukan setelah tanaman tumbuh dan memiliki beberapa helai daun.

5️⃣ KELEBIHAN DAN KENDALA PM-AAS

🌱 Kelebihan:

- Tanaman tumbuh lebih cepat karena tidak melalui proses pindah tanam, sehingga risiko stres akibat transplanting dapat ditekan.
- Potensi pembentukan anakan dapat lebih optimal dengan pengelolaan tanaman yang tepat.
- Penanaman menggunakan drum seeder dapat mempercepat proses tanam.
- Menghemat waktu, tenaga dan biaya tenaga kerja.
- Jarak tanam yang teratur memudahkan pemeliharaan dan pengelolaan tanaman.
- Mekanisasi membantu meningkatkan efisiensi budidaya dalam areal yang lebih luas.

⚠️ Kendala yang harus diantisipasi:

- Benih tidak boleh terendam dalam waktu lama karena berisiko mengalami pembusukan dan pertumbuhan tidak seragam.
- Lahan tidak boleh mengalami kekeringan berlebihan pada fase awal.
- Hujan deras sesaat setelah tanam dapat menyebabkan benih bergeser atau terbawa arus sehingga barisan tanaman menjadi tidak beraturan.
- Benih yang baru ditanam lebih rentan terhadap burung, ayam, tikus dan organisme pengganggu lainnya, sehingga pengamanan sejak awal sangat penting.
- Tanam rapat membutuhkan pengawasan hama dan penyakit yang lebih intensif.

6️⃣ PEMUPUKAN BERIMBANG UNTUK MENDUKUNG PRODUKSI

Untuk penerapan PM-AAS, salah satu rekomendasi pemupukan yang digunakan adalah sekitar:

🔹 Urea: 300 kg/ha
🔹 NPK: 400 kg/ha
🔹 Pupuk organik: 500–1.000 kg/ha atau lebih sesuai kondisi tanah
🔹 Silika: diaplikasikan secara berkala sesuai jenis dan dosis produk yang digunakan.

Dalam penerapan PM-AAS di beberapa wilayah, dosis Urea 300 kg/ha dan NPK 400 kg/ha digunakan sebagai bagian dari paket pemupukan. Silika diberikan secara bertahap untuk membantu memperkuat jaringan tanaman dan mengurangi risiko kerebahan.

Untuk silika, dosis tidak dapat disamaratakan karena bentuk dan konsentrasi produknya berbeda-beda. Petunjuk teknis PM-AAS merekomendasikan aplikasi silika secara berkala sekitar 25, 35, 45 dan 55 Hari Setelah Sebar (HSS).

7️⃣ TARGET PRODUKSI 10 TON/HA

Penerapan PM-AAS diarahkan untuk meningkatkan produktivitas padi melalui kombinasi benih unggul, populasi tanaman yang optimal, mekanisasi, pemupukan berimbang, pengelolaan air, pengendalian gulma serta pengelolaan hama dan penyakit secara intensif.

Target yang diharapkan adalah 10 ton/ha atau lebih, terutama pada lahan yang memiliki potensi produktivitas tinggi dan seluruh komponen teknologi PM-AAS dapat diterapkan secara disiplin.

Namun, target tersebut merupakan target produksi, bukan jaminan hasil. Keberhasilannya tetap sangat dipengaruhi oleh varietas, kesuburan tanah, kondisi lahan, cuaca, ketersediaan air, ketepatan pemupukan serta pengendalian hama dan penyakit. Hasil kajian PM-AAS di beberapa lokasi menunjukkan produktivitas dapat mencapai sekitar 9,4–10 ton/ha pada kondisi penerapan yang mendukung.

Melalui kegiatan Survey CPCL ini, diharapkan Kelompoktani Sulanjana Mandiri Sejahtera semakin siap menerapkan budidaya padi sawah berbasis teknologi modern sehingga dapat meningkatkan produktivitas, efisiensi usaha tani dan pendapatan petani, sekaligus mendukung swasembada pangan dan ketahanan pangan nasional. 🌾🇮🇩

💬 Ceritakan pengalaman Anda di kolom komentar.

[Red_AKw]
------

Kunjungi kami di:
IG: @jejak_penyuluh
FB: Jejak Penyuluh Pertanian
https://jejak-penyuluh.blogspot.com
°
°
°
#kementerianpertanian #pusluhtanri #bppsdmp #pusluhtanri #amran_sulaiman #distanhortijabar #dedimulyadi71 #distanhorbunkabbogor #kabupatenbogor #rudysusmanto #jaro_ade #kecamatancaringin #kecamatancijeruk #kecamatancigombong #jejak_penyuluh #desaLemahduhur #KelompoktaniSulanjanaMandiriSejahtera







Tidak ada komentar:

Posting Komentar

SURVEY CPCL BUDIDAYA PADI SAWAH DENGAN METODE PM-AAS DI KELOMPOKTANI SULANJANA MANDIRI SEJAHTERA, DESA LEMAHDUHUR

Penyuluh Pertanian melaksanakan Survey Calon Petani dan Calon Lahan (CPCL) untuk rencana kegiatan budidaya padi sawah menggunakan metode Per...