Kamis, 13 Agustus 2026

PM-AAS: TEROBOSAN BUDIDAYA PADI MODERN, TARGET PANEN 10 TON/HEKTARE




FASILITASI KONSULTASI AGRIBISNIS PENYULUH PERTANIAN WKPP MUARAJAYA

Penyuluh Pertanian WKPP Muarajaya melaksanakan Fasilitasi Konsultasi Agribisnis di Sekretariat KTNA Kecamatan Caringin dengan materi Budidaya Padi Sawah menggunakan metode PM-AAS (Pertanian Modern–Advanced Agriculture System).


Kegiatan konsultasi diikuti oleh perwakilan Petani dari beberapa Kelompoktani, yaitu Kelompoktani Pirang Maju Jaya yang dihadiri Apih Moch Gumyadi, Kelompoktani Sari Bumi Mandiri yang dihadiri Ustadz Hilali Al-Inongi, Kelompoktani Satria Muda 1 yang diwakili Bapak Asep Saepuloh, serta Kelompoktani Harapan Sugih yang dihadiri Bapak Haji Yudi Mulyadi.


PM-AAS merupakan sistem budidaya padi modern yang mengintegrasikan teknologi, mekanisasi, pengelolaan data, pengaturan populasi tanaman, pemupukan berimbang, pengelolaan air dan pertanian presisi untuk meningkatkan produktivitas, efisiensi serta keberlanjutan usaha tani. Kementerian Pertanian menargetkan penerapan PM-AAS mampu mendorong produktivitas padi dapat mencapai 10 ton/ha.



🌾 TEKNIS BUDIDAYA PADI SAWAH DENGAN PM-AAS


1️⃣ PERSIAPAN LAHAN DAN PUPUK ORGANIK


Pada saat pengolahan lahan, diberikan pupuk organik berupa pupuk kandang atau kompos. Petunjuk teknis PM-AAS mencantumkan kebutuhan pupuk kandang/kompos minimal 500 s.d 1.000 kg/ha, sedangkan dalam penerapan lapangan juga dapat disesuaikan dengan kondisi kesuburan tanah dan rekomendasi setempat.


2️⃣ PERSIAPAN BENIH


Benih padi yang digunakan harus merupakan benih unggul, bermutu, bersertifikat dan berlabel. Benih direndam selama 24 jam, kemudian diperam selama sekitar 24 jam hingga benih mengalami proses melentis, yaitu muncul titik tumbuh putih tetapi belum membentuk akar sempurna.


Perendaman bertujuan membantu benih menyerap air secara merata sehingga proses fisiologis perkecambahan dapat dimulai, sedangkan pemeraman bertujuan merangsang munculnya titik tumbuh agar benih siap ditanam secara langsung.


3️⃣ TANAM BENIH LANGSUNG (TABELA) DENGAN DRUM SEEDER


Setelah kondisi lahan siap, penanaman dilakukan secara Tanam Benih Langsung (Tabela) menggunakan drum seeder. Lahan harus dalam kondisi macak-macak atau lembap dan tidak tergenang.


Pola tanam PM-AAS menekankan penanaman rapat dan teratur dalam barisan dengan ukuran yaitu jarak antar tanaman 1 sampai 3 cm, dan jarak antar baris 25 Cm dan setiap 4 atau 6 baris wajib dibuat legowo dengan jarak 50 cm, demikian diulang seterusnya sampai lahan sawah tertanami seluruhnya.


Konfigurasi yang direkomendasikan dalam juknis adalah 4:1 atau 6:1, dengan lorong kosong/legowo untuk meningkatkan penetrasi cahaya, memperbaiki sirkulasi udara dan memudahkan pemeliharaan.


Jarak tanam yang rapat bertujuan meningkatkan populasi tanaman per satuan luas sehingga peluang pembentukan malai dan produksi gabah dapat ditingkatkan. Sementara itu, lorong legowo berfungsi memberikan ruang bagi masuknya cahaya matahari dan udara serta memudahkan kegiatan pemupukan, pengendalian OPT dan pemeliharaan.


Dalam penerapan PM-AAS, kebutuhan benih resmi dalam juknis berada di kisaran 70 kg/ha.


4️⃣ PENGELOLAAN AIR HARUS DIKONTROL


Benih yang telah ditanam tidak boleh dibiarkan terendam dalam waktu lama maupun mengalami kekeringan berat. Genangan berlebihan dapat menghambat perkecambahan dan pertumbuhan awal, sedangkan kekeringan dapat menyebabkan benih kehilangan kelembapan sehingga proses perkecambahan terganggu dan tanaman tumbuh tidak seragam.


Karena itu, PM-AAS menekankan pengelolaan air secara terukur dan berselang. Pada fase awal, lahan dijaga lembap/macak-macak; setelah tanaman memiliki sekitar 3–4 helai daun, pengairan dapat dilakukan sesuai kebutuhan tanaman.


Khusus setelah Tabela, kondisi cuaca juga harus diperhatikan. Hujan deras segera setelah penanaman berpotensi menyebabkan benih hanyut dan pola tanam menjadi tidak beraturan. Juknis PM-AAS merekomendasikan mempertimbangkan prakiraan cuaca dan kondisi tanpa hujan pada beberapa hari awal setelah Tabela.


5️⃣ KELEBIHAN DAN KENDALA PM-AAS


✅ Kelebihan PM-AAS:

• Tidak melalui proses persemaian dan pindah tanam sehingga tanaman tidak mengalami stres akibat transplanting.

• Pertumbuhan awal dapat lebih cepat karena benih langsung tumbuh di lokasi tanam.

• Populasi tanaman per hektare dapat ditingkatkan secara terukur.

• Penanaman menggunakan mekanisasi menjadi lebih cepat, rapi dan efisien.

• Menghemat waktu, tenaga kerja dan berpotensi menekan biaya produksi.

• Pengaturan populasi, pemupukan dan pengairan diarahkan secara lebih presisi.

• Berpotensi meningkatkan produktivitas padi secara signifikan.


⚠️ Kendala yang harus diantisipasi:

• Benih yang baru ditanam sangat rentan terhadap genangan dan aliran air.

• Kekeringan pada fase awal dapat menghambat perkecambahan dan pertumbuhan.

• Hujan deras setelah Tabela dapat menyebabkan benih hanyut sehingga pola tanam berantakan.

• Benih yang masih muda mudah menjadi sasaran burung, ayam dan tikus sehingga pengamanan harus dilakukan sejak awal.

• Sistem tanam rapat membutuhkan monitoring hama dan penyakit yang lebih intensif.

• Pengelolaan air dan gulma harus dilakukan secara disiplin.


6️⃣ PEMUPUKAN BERIMBANG


Karena PM-AAS menggunakan populasi tanaman yang tinggi, kebutuhan hara harus dikelola secara tepat. Sebagai acuan yang diberitakan Kementerian Pertanian, PM-AAS menggunakan NPK sekitar 400 kg/ha dan Urea sekitar 300 kg/ha, sedangkan pupuk organik sekitar 1–2 ton/ha, dengan tetap memperhatikan rekomendasi spesifik lokasi.


Untuk pupuk Silika (Si), juknis PM-AAS diperlukan sekitar 200 s.d 300 Kg/Ha. Silika diaplikasikan secara bertahap, antara lain pada umur 25, 35, 45 dan 55 Hari Setelah Sebar (HSS) atau disesuaikan dengan perkembangan tanaman dan dosis produk/rekomendasi setempat. Silika berperan dalam memperkuat jaringan tanaman dan membantu mengurangi risiko kerebahan.


7️⃣ TARGET PRODUKSI 10 TON/HEKTARE LEBIH


Penerapan PM-AAS diarahkan untuk meningkatkan produktivitas secara signifikan. Jika produktivitas konvensional berada pada kisaran 5–6 ton/ha, maka PM-AAS ditargetkan mampu menghasilkan mencapai 10 ton/ha.


Melalui konsultasi agribisnis ini, Penyuluh Pertanian WKPP Muarajaya terus mendorong Petani untuk memahami bahwa keberhasilan PM-AAS bukan hanya ditentukan oleh benih yang lebih banyak, tetapi juga oleh ketepatan populasi tanaman, pengelolaan air, pemupukan berimbang, mekanisasi, pengendalian gulma serta pengamatan hama dan penyakit secara rutin.


🌾 PM-AAS BUKAN SEKADAR MENANAM LEBIH BANYAK, TETAPI MENANAM LEBIH TEPAT, LEBIH EFISIEN DAN MENARGETKAN HASIL LEBIH TINGGI!


💬 Ceritakan pengalaman Anda di kolom komentar.




[Red_AKw]

------------

Kunjungi kami di:

IG: @jejak_penyuluh

FB: Jejak Penyuluh Pertanian

"Jejak Penyuluh Pertanian" (https://reference-url-citation.invalid/11)

°

°

°

#kementerianpertanian #pusluhtanri #bppsdmp #pusluhtanri #amran_sulaiman #distanhortijabar #dedimulyadi71 #distanhorbunkabbogor #kabupatenbogor #rudysusmanto #jaro_ade #kecamatancaringin #kecamatancijeruk #kecamatancigombong #jejak_penyuluh #desamuarajaya #desacaringin #desapasirbuncir #kelompoktanipirangmajujaya #kelompoktanisaribumimandiri #kelompoktanisatriamuda1 #kelompoktaniharapansugih #pm_aas





Tidak ada komentar:

Posting Komentar

PM-AAS: TEROBOSAN BUDIDAYA PADI MODERN, TARGET PANEN 10 TON/HEKTARE

FASILITASI KONSULTASI AGRIBISNIS PENYULUH PERTANIAN WKPP MUARAJAYA Penyuluh Pertanian WKPP Muarajaya melaksanakan Fasilitasi Konsultasi Agri...