Penyuluh Pertanian WKPP Pasirbuncir, Ibu Deudeu, SH, SP., bersama Penyuluh Pertanian Swadaya (PPS) Desa Pasirbuncir, Bapak Haji Solah, melaksanakan kegiatan sosialisasi persiapan budidaya padi menggunakan metode PM-AAS di Kelompoktani Satria Muda 1 yang berlokasi di Kp. Sungapan RT/RW 001/005, Desa Pasirbuncir, Kecamatan Caringin, Kabupaten Bogor.
Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman petani mengenai tahapan persiapan budidaya padi dengan metode PM-AAS agar pelaksanaannya berjalan optimal sejak pengolahan lahan hingga masa tanam. Di bawah kepemimpinan Bapak Asep Saepuloh, petani yang tergabung dalam Kelompoktani Satria Muda 1 berkomitmen melaksanakan budidaya padi sawah menggunakan metode PM-AAS pada lahan seluas 3 hektare yang direncanakan dimulai pada hari Rabu, 19 Agustus 2026.
Dalam mendukung keberhasilan kegiatan tersebut, Penyuluh Pertanian setempat terus mengupayakan pengadaan sarana produksi berupa benih padi dan alat tanam drum seeder. Untuk kebutuhan areal tanam seluas 3 hektare diperkirakan diperlukan benih sebanyak 210 kg sehingga ketersediaannya menjadi salah satu prioritas sebelum pelaksanaan tanam.
Pada kesempatan tersebut, Penyuluh Pertanian Swadaya (PPS) Desa Pasirbuncir, Bapak Haji Solahudin, juga mengimbau para petani agar saat melakukan perataan sawah atau penyorongan lumpur tidak membuang lapisan lumpur paling atas (top soil) keluar dari kotak persawahan. Hal ini karena lapisan top soil merupakan lapisan tanah yang paling subur, kaya akan bahan organik, unsur hara makro dan mikro, mikroorganisme bermanfaat, serta memiliki struktur tanah yang baik untuk mendukung pertumbuhan akar tanaman padi. Top soil juga berperan penting dalam menjaga kemampuan tanah menyimpan air, meningkatkan aktivitas biologis tanah, mempercepat dekomposisi bahan organik, serta menyediakan nutrisi yang dibutuhkan tanaman pada fase awal pertumbuhan. Apabila lapisan ini dibuang, maka kesuburan tanah akan menurun, kebutuhan pupuk menjadi lebih tinggi, pertumbuhan tanaman kurang optimal, dan produktivitas padi berpotensi mengalami penurunan. Oleh karena itu, saat melakukan penyorongan lumpur, lapisan top soil sebaiknya tetap dipertahankan di dalam petakan sawah agar kesuburan lahan tetap terjaga dan hasil panen dapat lebih optimal.
Melalui kegiatan sosialisasi ini diharapkan seluruh petani semakin memahami pentingnya persiapan budidaya yang baik, menjaga kesuburan tanah, serta menerapkan teknologi budidaya PM-AAS secara tepat sehingga mampu meningkatkan produktivitas, efisiensi usaha tani, dan mendukung ketahanan pangan nasional.
π¬ Ceritakan pengalaman Anda di kolom komentar.
[Red_AKw]
-------
Kunjungi kami di:
IG: @jejak_penyuluh
FB: Jejak Penyuluh Pertanian
https://jejak-penyuluh.blogspot.com
°
°
°
#kementerianpertanian #pusluhtanri #bppsdmp #pusluhtanri #amran_sulaiman #distanhortijabar #dedimulyadi71 #distanhorbunkabbogor #kabupatenbogor #rudysusmanto #jaro_ade #kecamatancaringin #kecamatancijeruk #kecamatancigombong #jejak_penyuluh #desapasirbuncir #kelompoktanisatriamuda1














Tidak ada komentar:
Posting Komentar