Rabu, 29 Juli 2026

SIAPKAN MUSIM TANAM! METODE PM-AAS, LANGKAH CERDAS MENINGKATKAN PRODUKTIVITAS PADI SAWAH



Dalam rangka meningkatkan produktivitas padi sawah melalui penerapan teknologi budidaya yang lebih efektif dan efisien, Penyuluh Pertanian Desa Lemahduhur melaksanakan kegiatan diskusi persiapan tanam padi sawah menggunakan metode PM-AAS (PERTANIAN MODERN – ADVANCED AGRICULTURE SYSTEM) bersama Kelompoktani Bendungan di Desa Lemahduhur, Kecamatan Caringin, Kabupaten Bogor. Kegiatan ini dipersiapkan sebagai langkah awal sebelum pelaksanaan tanam di lahan sawah milik Bapak Cece dan Bapak Fatah bin Suardi.

Pada kesempatan tersebut, Penyuluh Pertanian memberikan arahan teknis mengenai tata cara budidaya padi sawah menggunakan metode PM-AAS agar diperoleh populasi tanaman yang optimal, pertumbuhan lebih seragam, serta hasil panen yang meningkat. Tahapan yang disampaikan diawali dengan menyiapkan lahan dalam kondisi olah tanah yang baik dan menyediakan air secukupnya akan tetapi tidak menggenang. Selanjutnya dibuat petakan atau plot tanam sesuai pola 4:1 maupun 6:1.

Untuk pola 4:1, penanaman dilakukan dengan 4 baris rapat, jarak antarbaris rapat 25 cm, jarak lorong atau legowo 50 cm, serta jarak antar lubang tanam dalam barisan 3 cm. Sedangkan pada pola 6:1, penanaman menggunakan 6 baris rapat dengan ketentuan jarak yang sama, yaitu jarak antarbaris 25 cm, lorong legowo 50 cm, dan jarak antar lubang tanam 3 cm. Pengaturan pola tersebut bertujuan agar tanaman memperoleh sinar matahari, sirkulasi udara, dan ruang tumbuh yang lebih optimal.

Metode tanam benih langsung (Tabela) PM-AAS dilaksanakan dengan tahapan sebagai berikut: benih padi terlebih dahulu diperam selama 1 hari untuk merangsang proses perkecambahan, kemudian benih diangin-anginkan selama 1 hari agar kondisinya optimal untuk ditanam. Setelah melalui tahapan tersebut, benih langsung ditanam pada lahan sawah yang telah dipersiapkan sesuai dengan prinsip budidaya padi modern PM-AAS guna mendukung pertumbuhan tanaman yang seragam dan meningkatkan produktivitas hasil panen.

Setelah tanam, pemeliharaan dilakukan melalui pemupukan berimbang sesuai rekomendasi, pengairan yang teratur, serta pengendalian Organisme Pengganggu Tumbuhan (OPT) secara rutin agar pertumbuhan tanaman tetap optimal hingga masa panen.

Melalui penerapan metode PM-AAS diharapkan populasi tanaman menjadi lebih merata, penggunaan pupuk dan air lebih efisien, pengendalian OPT lebih mudah dilakukan, pertumbuhan tanaman lebih seragam, serta mampu meningkatkan produktivitas dan hasil panen padi sawah sehingga mendukung peningkatan kesejahteraan petani.

PM-AAS merupakan model budidaya padi modern yang dikembangkan oleh Kementerian Pertanian dengan mengintegrasikan:
- Teknologi pertanian presisi.
- Mekanisasi pertanian.
- Pengelolaan budidaya yang efisien.
- Sistem tanam benih langsung (Tabela).
- Pemupukan berimbang.
- Pengelolaan air dan pengendalian OPT secara terpadu.

Tujuan utama PM-AAS adalah meningkatkan produktivitas padi, menekan biaya produksi, meningkatkan kesejahteraan petani, serta mendukung swasembada pangan nasional berkelanjutan.

_*Kesimpulan:*_
Kegiatan diskusi persiapan tanam menggunakan metode PM-AAS memberikan pemahaman teknis kepada anggota Kelompoktani Bendungan mengenai pola tanam yang tepat sebelum pelaksanaan tanam di lahan sawah. Dengan penerapan pola tanam yang teratur, penggunaan bibit muda berkualitas, serta pemeliharaan tanaman yang sesuai anjuran, diharapkan budidaya padi sawah dapat berlangsung lebih efektif, efisien, dan menghasilkan produktivitas yang lebih tinggi.

[Red_AKw]
-------
Kunjungi kami di:
IG: @jejak_penyuluh
FB: Jejak Penyuluh Pertanian
https://jejak-penyuluh.blogspot.com
°
°
°
#kementerianpertanian #pusluhtanri #bppsdmp #pusluhtanri #amran_sulaiman #distanhortijabar #dedimulyadi71 #distanhorbunkabbogor #kabupatenbogor #rudysusmanto #jaro_ade #kecamatancaringin #kecamatancijeruk #kecamatancigombong #jejak_penyuluh #desalemahduhur #kelompoktanibendungan






Tidak ada komentar:

Posting Komentar

PUSAT PENYULUHAN PERTANIAN ADAKAN RAPAT KOORDINASI PENYULUH PERTANIAN SE-KABUPATEN DAN KOTA BOGOR UNTUK PERKUAT SINERGI PROGRAM

Kementerian Pertanian melalui Pusat Penyuluhan Pertanian mengundang seluruh Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) Kabupaten dan Kota Bogor untu...