Kamis, 26 Februari 2026

PEMUPUKAN PADI SAWAH, PENYULUH PASTIKAN PETANI TERAPKAN 5 T DI DESA CARINGIN



Kegiatan pemupukan padi sawah dilaksanakan di Kelompoktani Suka Tani III yang berlokasi di Kampung Babakan Selaawi, Desa Caringin, Kecamatan Caringin, Kabupaten Bogor, tepatnya di lahan sawah milik Bapak Haji Ujang.

Pada kesempatan ini, Penyuluh Pertanian melakukan pendampingan langsung guna memastikan proses pemupukan berjalan sesuai prinsip 5 T, yaitu:

1️⃣ Tepat Jenis
Pemilihan jenis pupuk harus sesuai dengan kebutuhan tanaman dan kondisi lahan. Pada padi sawah, umumnya digunakan pupuk Urea (sumber Nitrogen), NPK (unsur hara makro lengkap), serta pupuk tambahan sesuai hasil rekomendasi atau analisis tanah. Pemilihan jenis pupuk yang tepat akan mendukung pertumbuhan vegetatif, pembentukan anakan, hingga pengisian bulir secara optimal.

2️⃣ Tepat Waktu
Pemupukan dilakukan sesuai fase pertumbuhan tanaman, seperti fase awal (vegetatif), fase pembentukan anakan, dan fase primordia/pembungaan. Keterlambatan atau terlalu cepat dalam pemberian pupuk dapat menyebabkan pertumbuhan tidak maksimal dan berdampak pada penurunan hasil produksi.

3️⃣ Tepat Sasaran
Pupuk harus diberikan pada tanaman yang benar-benar membutuhkan, sesuai luasan dan kondisi pertanaman. Penempatan pupuk diarahkan di sekitar perakaran agar unsur hara dapat terserap secara efektif oleh tanaman.

4️⃣ Tepat Dosis
Dosis pupuk harus sesuai anjuran rekomendasi. Kekurangan dosis menyebabkan tanaman tidak tumbuh optimal, sedangkan kelebihan dosis dapat menyebabkan pemborosan biaya, keracunan tanaman, serta berdampak negatif pada lingkungan.

5️⃣ Tepat Tempat
Pupuk diaplikasikan pada lahan dan posisi yang benar, yaitu di sekitar zona perakaran dan tidak ditebar sembarangan. Penempatan yang tepat meningkatkan efisiensi serapan unsur hara dan meminimalkan kehilangan pupuk.

Selain itu, Penyuluh Pertanian juga menghimbau agar pemupukan tidak dilakukan saat cuaca panas terik maupun saat akan turun hujan, apalagi ketika hujan berlangsung. Mengapa demikian?
Saat cuaca panas terik, pupuk terutama yang mengandung Nitrogen seperti Urea dapat mengalami penguapan (volatilisasi). Pupuk yang mencair dan menguap tersebut tidak sepenuhnya terserap oleh tanaman sehingga efisiensinya menurun dan merugikan petani.
Jika pemupukan dilakukan saat akan turun hujan atau ketika hujan, pupuk dapat tersapu atau terbawa aliran air (run off). Hal ini menyebabkan unsur hara hilang sebelum sempat diserap akar tanaman, sehingga mengurangi efektivitas pemupukan dan berpotensi mencemari lingkungan.

Dengan pengawalan dan pendampingan intensif ini, diharapkan petani semakin memahami pentingnya pemupukan berimbang dan tepat guna guna meningkatkan produktivitas padi sawah serta mendukung ketahanan pangan di wilayah Kecamatan Caringin.

Output/Hasil Kegiatan:
✅ Petani memahami dan menerapkan prinsip 5 T dalam pemupukan padi sawah
✅ Meningkatnya kesadaran petani terhadap efisiensi penggunaan pupuk
✅ Mengurangi risiko kehilangan unsur hara akibat kesalahan waktu aplikasi
✅ Meningkatkan potensi produktivitas dan kualitas hasil panen padi

[Red_AKw]
-----

Kunjungi kami di: 
IG: @jejak_penyuluh 
FB: Jejak Penyuluh Pertanian 
https://jejak-penyuluh.blogspot.com 
° 
° 
° 
#kementerianpertanian #pusluhtanri #bppsdmp #pusluhtanri #amran_sulaiman #distanhortijabar #dedimulyadi71 #distanhorbunkabbogor #kabupatenbogor #rudysusmanto #jaro_ade #kecamatancaringin #kecamatancijeruk #kecamatancigombong #jejak_penyuluh #desacaringin #kelompoktanisukatani3





Tidak ada komentar:

Posting Komentar

PEMUPUKAN DURIAN PRODUKTIF: PPS DESA LEMAHDUHUR DAMPINGI PETANI DURIAN DI KP. NANGLEUNG DESA LEMAHDUHUR KEC. CARINGIN

Penyuluh Pertanian Swadaya (PPS) Desa Lemahduhur Kecamatan Caringin, Kang Hikmatullah yang akrab disapa Kang Cuik, melaksanakan kegiatan pe...