Selasa, 16 Desember 2025

IDENTIFIKASI OPT PADA TANAMAN TALAS DI KELOMPOKTANI PIRANG MAJU JAYA DESA MUARAJAYA



[Selasa, 16 Desember 2025] Penyuluh Pertanian melaksanakan kunjungan lapangan ke Kelompoktani Pirang Maju Jaya yang berlokasi di Kp. Muara RT/RW 004/004 Desa Muarajaya, Kecamatan Caringin, Kabupaten Bogor, dalam rangka identifikasi serta saran upaya pencegahan serangan hama dan penyakit pada tanaman talas. Kegiatan ini dilakukan sebagai bentuk pendampingan intensif kepada petani agar serangan organisme pengganggu tanaman (OPT) dapat dikendalikan sejak dini.

Berdasarkan hasil pengamatan langsung di lahan, ditemukan adanya kerusakan pada daun talas berupa lubang-lubang beraturan dan tidak beraturan hingga tembus. Kerusakan tersebut diidentifikasi sebagai serangan hama pengunyah daun, yang dominan disebabkan oleh ulat daun/ulat grayak (Spodoptera sp.). Hama ini aktif pada sore hingga malam hari dan memakan jaringan daun, sehingga apabila tidak dikendalikan dapat menurunkan kemampuan fotosintesis tanaman, menghambat pertumbuhan, serta berdampak pada ukuran dan kepadatan umbi talas.

Sebagai langkah pencegahan, Penyuluh Pertanian menyarankan beberapa upaya, antara lain:

1. melakukan sanitasi lahan dengan membersihkan gulma dan sisa tanaman yang dapat menjadi tempat persembunyian hama,

2. melakukan pengamatan rutin (monitoring) terutama pada pagi dan sore hari untuk mendeteksi telur atau larva sejak dini,

3. menerapkan pengendalian hayati seperti pemanfaatan musuh alami (parasitoid dan predator),

4. menggunakan pestisida nabati (ekstrak daun mimba, sirsak, atau tembakau) secara berkala, serta

5. mengatur jarak tanam dan drainase agar pertanaman tidak terlalu lembap yang memicu perkembangan hama.

Apabila serangan hama sudah terjadi seperti pada kondisi di lapangan, maka tindakan yang disarankan adalah:

melakukan pengambilan dan pemusnahan ulat secara manual pada serangan ringan,

aplikasi pestisida selektif sesuai anjuran apabila serangan sudah meluas, dengan dosis dan waktu yang tepat,

menjaga keseimbangan pemupukan, terutama tidak berlebihan nitrogen agar tanaman tidak terlalu lunak dan disukai hama.

Dengan pengendalian yang tepat dan berkelanjutan, tanaman talas masih dapat dipertahankan hingga fase panen sehingga mampu menghasilkan umbi yang besar, sehat, dan padat. Hasil identifikasi ini selanjutnya akan dikoordinasikan dengan Petugas Organisme Pengganggu Tumbuhan (POPT) Kecamatan Caringin sebagai tindak lanjut pengendalian OPT secara terpadu.

Output / Hasil Kegiatan:

1. Teridentifikasinya jenis hama pengunyah daun (ulat daun/ulat grayak) pada tanaman talas.

2. Meningkatnya pemahaman petani terkait gejala awal, penyebab, dan dampak serangan hama talas.

3. Tersusunnya rekomendasi teknis pencegahan dan pengendalian hama talas di tingkat kelompoktani.

4. Terjalinnya koordinasi lanjutan dengan POPT Kecamatan Caringin untuk pengendalian OPT terpadu.

5. Terjaganya potensi hasil panen talas agar tetap optimal dan bernilai ekonomi tinggi.

[Red_AKw]
-----

Kunjungi kami di:
IG: @jejak_penyuluh
FB: Jejak Penyuluh Pertanian
https://jejak-penyuluh.blogspot.com
°
°
°
#kementerianpertanian #pusluhtanri #bppsdmp #pusluhtanri #amran_sulaiman #distanhortijabar #dedimulyadi71 #distanhorbunkabbogor #kabupatenbogor #rudysusmanto #jaro_ade #kecamatancaringin #kecamatancijeruk #kecamatancigombong #jejak_penyuluh #desamuarajaya #kelompoktanipirangmajujaya






Tidak ada komentar:

Posting Komentar

INOVASI OLAHAN ALOEVERA KWT EMBUN PAGI: TINGKATKAN NILAI TAMBAH HASIL PERTANIAN MELALUI PRODUK KREATIF DAN BERNILAI EKONOMI

Kegiatan pasca panen menjadi salah satu upaya strategis dalam meningkatkan nilai tambah hasil pertanian, khususnya pada komoditas hortikult...