Rabu, 04 November 2026

LAHAN TIDUR 3 TAHUN DISULAP MENJADI SAWAH PRODUKTIF, KELOMPOKTANI POHPOHAN MAKMUR SIAP TERAPKAN PM-AAS



Dalam rangka menyukseskan Program Pertanian Modern Advance Agriculture System (PM-AAS), Kelompoktani Pohpohan Makmur yang berlokasi di Kampung Cikodok, Desa Lemahduhur, Kecamatan Caringin, Kabupaten Bogor, melaksanakan kegiatan pembukaan lahan tidur seluas 1,2 hektare. Lahan tersebut sebelumnya telah lebih dari tiga tahun tidak produktif dan kini mulai disiapkan untuk kembali menjadi lahan pertanian produktif.

Kegiatan pembukaan lahan telah dilakukan selama kurang lebih satu minggu oleh Bang Ucok selaku Ketua Kelompoktani Pohpohan Makmur bersama para anggota Kelompoktaninya. Lahan tersebut direncanakan untuk dijadikan lahan sawah baru atau cetak sawah seluas 1,2 hektare yang selanjutnya akan digunakan untuk budidaya padi sawah dengan menerapkan metode Pertanian Modern Advance Agriculture System (PM-AAS).

Bang Ucok menyampaikan bahwa di wilayah Kecamatan Caringin, metode budidaya padi PM-AAS sedang menjadi perhatian dan banyak diperbincangkan karena penerapan teknologi budidaya yang tepat diyakini mampu meningkatkan produktivitas tanaman padi dibandingkan pola budidaya konvensional. Ketertarikan tersebut mendorong Kelompoktani Pohpohan Makmur untuk ikut menerapkan metode PM-AAS secara bertahap dan terukur pada lahan yang sedang dipersiapkan.

Penyuluh Pertanian Desa Lemahduhur bersama Petugas Pengendali Organisme Pengganggu Tumbuhan (POPT) setempat turut memberikan pendampingan dan penyuluhan kepada Kelompoktani Pohpohan Makmur. Pendampingan dilakukan mulai dari tahap persiapan lahan hingga panen dan pascapanen agar penerapan PM-AAS dapat dilaksanakan sesuai dengan kondisi lahan dan kebutuhan tanaman.

Pada tahap persiapan lahan, petani diarahkan untuk melakukan pembersihan lahan, pengolahan tanah, perataan permukaan sawah, serta perbaikan pematang dan saluran irigasi. Sebelum tanam, dilakukan pemberian pupuk organik untuk membantu memperbaiki kondisi tanah, meningkatkan bahan organik, memperbaiki struktur tanah, serta mendukung kehidupan mikroorganisme yang bermanfaat bagi pertumbuhan tanaman.

Pada tahap penanaman, digunakan benih bermutu dengan kebutuhan sekitar 70 kg per hektare atau kurang lebih tiga kali penggunaan benih pada pola budidaya biasa, sesuai konsep penerapan PM-AAS yang akan dilaksanakan. Penanaman dilakukan secara langsung dengan populasi tanaman yang lebih rapat dan pengaturan jarak tanam yang tetap memperhatikan sistem legowo, sehingga tanaman memperoleh ruang tumbuh yang baik, sirkulasi udara lebih lancar, dan kegiatan pemeliharaan dapat dilakukan dengan lebih efektif.

Selanjutnya, keberhasilan budidaya sangat ditentukan oleh manajemen irigasi yang tepat. Ketersediaan air harus dikelola sesuai fase pertumbuhan tanaman dengan memperhatikan kondisi tanah dan kebutuhan padi. Air tidak hanya dibiarkan menggenang secara terus-menerus, tetapi pengelolaannya dilakukan secara terukur agar akar tanaman dapat tumbuh dengan baik dan penggunaan air menjadi lebih efisien.

Dalam kegiatan pemupukan, petani diberikan pemahaman mengenai prinsip 5 Tepat atau 5T, yaitu tepat jenis, tepat dosis, tepat waktu, tepat cara, dan tepat tempat. Pemupukan harus disesuaikan dengan kebutuhan tanaman dan kondisi lahan sehingga unsur hara dapat dimanfaatkan secara optimal. Selain pemupukan utama, dilakukan pula pemberian silika sebagai salah satu unsur yang bermanfaat dalam mendukung kekuatan jaringan tanaman, membantu memperkuat batang dan daun, serta meningkatkan ketahanan tanaman terhadap berbagai tekanan lingkungan.

Pada tahap pemeliharaan, dilakukan pengamatan rutin terhadap pertumbuhan tanaman serta penerapan pengendalian hama dan penyakit tanaman secara terpadu. Petani bersama Penyuluh Pertanian dan POPT melakukan monitoring secara berkala untuk mengetahui keberadaan organisme pengganggu tanaman sejak dini. Pengendalian dilakukan berdasarkan hasil pengamatan lapangan dengan mengutamakan tindakan pencegahan, sanitasi lingkungan, pengelolaan tanaman yang baik, serta penggunaan metode pengendalian yang tepat sesuai kondisi serangan.

Menjelang panen, tanaman terus dipantau untuk menentukan waktu panen yang tepat agar hasil produksi memiliki kualitas yang baik. Pemanenan dilakukan pada tingkat kematangan yang sesuai untuk meminimalkan kehilangan hasil. Selanjutnya, pada tahap pascapanen, gabah segera ditangani dengan baik melalui proses perontokan, pembersihan, pengeringan hingga mencapai kondisi yang sesuai untuk penyimpanan. Penanganan pascapanen yang tepat menjadi bagian penting dalam menjaga kualitas dan mengurangi kehilangan hasil setelah panen.

Melalui kegiatan pembukaan kembali lahan tidur dan penerapan metode PM-AAS, diharapkan Kelompoktani Pohpohan Makmur dapat mengoptimalkan potensi lahan yang sebelumnya tidak produktif menjadi lahan sawah yang menghasilkan. Pendampingan berkelanjutan dari Penyuluh Pertanian dan POPT diharapkan mampu meningkatkan pengetahuan, keterampilan, serta kemampuan petani dalam menerapkan teknologi budidaya padi yang lebih modern, efektif, dan berorientasi pada peningkatan produktivitas.

Ceritakan pengalaman Anda di kolom komentar.
[Red_AKw]
-----
Kunjungi kami di:
IG: @jejak_penyuluh
FB: Jejak Penyuluh Pertanian
https://jejak-penyuluh.blogspot.com

°
°
°
#kementerianpertanian #pusluhtanri #bppsdmp #pusluhtanri #amran_sulaiman #distanhortijabar #dedimulyadi71 #distanhorbunkabbogor #kabupatenbogor #rudysusmanto #jaro_ade #kecamatancaringin #kecamatancijeruk #kecamatancigombong #jejak_penyuluh #desa #lemahduhur #kelompoktani #pohpohanmakmur





Tidak ada komentar:

Posting Komentar

KOLABORASI PENYULUH PERTANIAN WKPP MUARAJAYA & PENYULUH PERTANIAN WKPP CIAWI: TINGKATKAN SDM PETERNAKAN MELALUI BIMBINGAN TEKNIS BUDIDAYA AYAM PETELUR

CIAWI, KABUPATEN BOGOR – Kolaborasi dan sinergi antarpenyuluh pertanian melalui kegiatan Penyuluhan Teknik Budidaya Ayam Petelur yang meliba...