Perwakilan Kelompoktani dari Kecamatan Caringin, Cijeruk dan Cigombong, bersama Ketua KTNA masing-masing kecamatan, menghadiri kegiatan sosialisasi Penilaian Kelas Kemampuan Kelompoktani yang disampaikan oleh Prof. Dr. Drs. Lukman Effendi, M.Si., Guru Besar Politeknik Pembangunan Pertanian Bogor (Polbangtan Bogor).
Kegiatan ini memberikan pemahaman mengenai pentingnya penilaian kelas kemampuan Kelompoktani sebagai salah satu instrumen untuk melihat perkembangan kapasitas, kemandirian, serta kemampuan Kelompoktani dalam menjalankan organisasi dan kegiatan usaha secara berkelanjutan. Penilaian kelas kemampuan Kelompoktani mengacu pada Permentan Nomor 25 Tahun 2018.
Berdasarkan kondisi Kelompoktani di Kabupaten Bogor tahun 2023, terdapat 2.485 Kelompoktani, yang terdiri atas 779 Kelompoktani kelas Pemula, 897 Kelompoktani kelas Lanjut, 171 Kelompoktani kelas Madya, 19 Kelompoktani kelas Utama, serta 619 Kelompoktani yang belum dinilai.
Dalam mendukung tertib administrasi, Kelompoktani juga perlu memiliki 11 buku administrasi Kelompoktani sebagai bagian dari indikator dalam penilaian kelas kemampuan.
Adapun penilaian kelas kemampuan Kelompoktani mencakup 6 kriteria utama, yaitu: Organisasi dan Kelembagaan; Perencanaan dan Program; Pelaksanaan Kegiatan; Hasil dan Capaian; Kemitraan dan Jejaring; serta Keberlanjutan.
Pada aspek Organisasi dan Kelembagaan, penilaian meliputi legalitas, struktur organisasi, kejelasan tugas dan fungsi serta dinamika Kelompoktani. Perencanaan dan Program mencakup penyusunan rencana kerja, kesesuaian program dengan kebutuhan serta partisipasi anggota. Pelaksanaan Kegiatan melihat konsistensi pelaksanaan, pemanfaatan sumber daya dan keterlibatan anggota.
Sementara itu, Hasil dan Capaian mencakup peningkatan produksi, pendapatan, kemandirian anggota serta manfaat bagi lingkungan sekitar. Kemitraan dan Jejaring mencakup kerja sama dengan berbagai pihak, akses pembiayaan serta dukungan dan pengembangan jaringan. Sedangkan Keberlanjutan mencakup regenerasi anggota, kemampuan mengatasi permasalahan serta rencana pengembangan Kelompoktani dalam jangka panjang.
Sistem klasifikasi dan threshold skor kedewasaan Kelompoktani terbagi dalam beberapa fase, yaitu Pemula (<245 poin), Lanjut (246–455 poin), Madya (456–700 poin), dan Utama (701–1.000 poin). Penilaian tersebut bukan sekadar angka, tetapi menjadi gambaran posisi dan peta jalan menuju kemandirian Kelompoktani.
Melalui kegiatan sosialisasi ini, diharapkan Kelompoktani semakin memahami indikator penilaian, mampu membenahi administrasi dan kelembagaan, meningkatkan kapasitas anggota, memperkuat kemitraan, serta mengembangkan kegiatan usaha yang produktif dan berkelanjutan.
Ceritakan pengalaman Anda di kolom komentar.
[Red_AKw]
-------
Kunjungi kami di:
IG: @jejak_penyuluh
FB: Jejak Penyuluh Pertanian
https://jejak-penyuluh.blogspot.com
°
°
°
#kementerianpertanian #pusluhtanri #bppsdmp #pusluhtanri #amran_sulaiman #distanhortijabar #dedimulyadi71 #distanhorbunkabbogor #kabupatenbogor #rudysusmanto #jaro_ade #kecamatancaringin #kecamatancijeruk #kecamatancigombong #jejak_penyuluh



Tidak ada komentar:
Posting Komentar