Selasa pagi berlangsung kegiatan pindah tanam bibit aloevera dari polibag pembibitan ke polibag pembesaran atau polibag budidaya yang dilaksanakan oleh Kelompok Wanita Tani (KWT) Embun Pagi. Kegiatan ini dilaksanakan bersama mahasiswa KKN UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, didampingi langsung oleh Penyuluh Pertanian setempat serta Ketua Tim Penggerak PKK Desa Cimande Hilir, Ibu Jameela Bisyir, yang turut serta melakukan proses pindah tanam bersama para anggota KWT.
Pada kesempatan tersebut, Penyuluh Pertanian memberikan penyuluhan mengenai pentingnya penggunaan media tanam yang tepat untuk mendukung pertumbuhan tanaman aloevera. Media tanam yang digunakan terdiri atas tanah, pupuk kandang ayam, pupuk kandang domba, serta pupuk cair hayati jenis Ekstragen. Komposisi media tanam yang direkomendasikan yaitu 2 bagian tanah : 1 bagian pupuk kandang domba matang : 1 bagian pupuk kandang ayam matang yang dicampur hingga merata, kemudian media disiram menggunakan larutan pupuk cair hayati Ekstragen sesuai dosis anjuran sebelum digunakan. Kombinasi tersebut menghasilkan media tanam yang gembur, kaya unsur hara, memiliki aerasi dan drainase yang baik, serta mampu mendukung pertumbuhan akar, pembentukan anakan, dan perkembangan daun aloevera secara optimal.
Teknis pemindahan bibit dilakukan dengan memilih bibit yang sehat dan telah memiliki 4–6 helai daun. Polibag pembibitan disiram terlebih dahulu agar media tetap utuh saat bibit dikeluarkan. Bibit kemudian dipindahkan secara hati-hati tanpa merusak perakaran, selanjutnya ditanam pada polibag pembesaran yang telah diisi media tanam. Posisi tanaman dibuat tegak, media dipadatkan secukupnya di sekitar pangkal tanaman, kemudian dilakukan penyiraman hingga media cukup lembap. Setelah tanam, tanaman ditempatkan pada lokasi yang memperoleh sinar matahari cukup dan dilakukan pemeliharaan secara rutin melalui penyiraman, penyiangan, serta pemupukan lanjutan sesuai kebutuhan.
Dalam penyuluhan juga disampaikan bahwa tanaman aloevera umumnya mulai dapat dipanen pada umur sekitar 8–12 bulan setelah pindah tanam, tergantung kondisi pertumbuhan dan pemeliharaan. Ciri-ciri tanaman yang siap dipanen yaitu memiliki daun berwarna hijau segar, tebal dan berisi, panjang sekitar 40–60 cm, lebar maksimal, tekstur daun kokoh, serta bagian pangkal daun telah berkembang sempurna sehingga menghasilkan gel yang melimpah dan berkualitas baik.
KWT Embun Pagi secara intensif membudidayakan tanaman aloevera sebagai bahan baku utama dalam pengembangan berbagai produk olahan bernilai ekonomi. Hasil panen aloevera dimanfaatkan untuk pembuatan minuman aloevera, jelly aloevera, serta berbagai produk olahan lainnya yang terus dikembangkan sebagai upaya meningkatkan nilai tambah, pendapatan kelompok, dan pemberdayaan perempuan di bidang agribisnis.
Melalui sinergi antara Penyuluh Pertanian, Pemerintah Desa, mahasiswa KKN, dan KWT, diharapkan budidaya aloevera dapat terus berkembang menjadi usaha yang berkelanjutan serta mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat pedesaan.
Ceritakan pengalaman Anda di kolom komentar.
[Red_AKw]
--------
Kunjungi kami di:
IG: @jejak_penyuluh
FB: Jejak Penyuluh Pertanian
https://jejak-penyuluh.blogspot.com
°
°
°
#kementerianpertanian #pusluhtanri #bppsdmp #pusluhtanri #amran_sulaiman #distanhortijabar #dedimulyadi71 #distanhorbunkabbogor #kabupatenbogor #rudysusmanto #jaro_ade #kecamatancaringin #kecamatancijeruk #kecamatancigombong #jejak_penyuluh #desacimandehilir #kelompokwanitataniembunpagi #kwtembunpagi #uinsyarifhidayatullah




Tidak ada komentar:
Posting Komentar