Penyuluh Pertanian WKPP Muarajaya sekaligus WKPP Cimande melaksanakan fasilitasi diskusi antara Ketua Kelompoktani Sulanjana Mandiri Sejahtera yang berlokasi di Desa Lemahduhur Kecamatan Caringin dengan anggota Kelompoktani Ciherang Bersatu yang berlokasi di Kp. Bojong Koneng Desa Ciherang Pondok Kecamatan Caringin Kabupaten Bogor.
Kegiatan ini bertujuan untuk menjawab kebutuhan petani terhadap ketersediaan pupuk kandang. Dalam diskusi tersebut, Penyuluh Pertanian menyampaikan adanya peluang pemanfaatan limbah faeces ternak sapi potong dari mitra yang berbeda di Karyana Gita Utama (KGU) Cidahu Sukabumi sebanyak ±7 ton yang dapat dimanfaatkan secara gratis oleh petani, dengan catatan biaya armada pengangkutan ditanggung oleh kelompoktani.
Limbah faeces ternak sapi potong tersebut merupakan campuran antara kotoran sapi, sekam padi, dan serbuk gergaji kayu yang sebelumnya digunakan sebagai alas kandang (litter). Meskipun masih dalam kondisi mentah, bahan ini sangat potensial untuk diolah menjadi kompos berkualitas melalui proses pengomposan sederhana secara mandiri oleh Kelompoktani Sulanjana Mandiri Sejahtera yang diketuai oleh Bapak Haji Kurdi dan Kelompoktani Ciherang Bersatu oleh Bapak Doel.
Kandungan Limbah Faeces Ternak Sapi Potong:
Unsur hara makro: Nitrogen (N), Fosfor (P), Kalium (K) yang penting untuk pertumbuhan tanaman
Unsur hara mikro: Kalsium (Ca), Magnesium (Mg), serta mikro lainnya
Bahan organik tinggi yang mampu memperbaiki struktur tanah
Sekam padi: meningkatkan aerasi dan porositas tanah
Serbuk gergaji: sebagai sumber karbon (C) untuk keseimbangan rasio C/N dalam proses pengomposan
Tahapan Pembuatan Kompos Sederhana:
Persiapan Bahan: Limbah faeces sapi campuran sekam dan serbuk kayu disiapkan di tempat teduh
Penyusunan: Tumpuk bahan setinggi ±1–1,5 meter di atas tanah atau terpal
Penambahan Aktivator: Tambahkan larutan dekomposer (misalnya EM4 atau sejenisnya seperti Ekstragen) untuk mempercepat proses fermentasi
Pengaturan Kelembapan: Siram air secukupnya hingga lembab (tidak terlalu basah)
Penutupan: Tutup tumpukan menggunakan terpal untuk menjaga suhu dan kelembapan
Pembalikan: Lakukan pembalikan setiap 5–7 hari agar proses berlangsung merata
Pematangan: Kompos siap digunakan setelah 3–4 minggu, ditandai dengan warna coklat kehitaman, tidak berbau, dan suhu normal
Melalui kegiatan ini, diharapkan kelompoktani mampu memanfaatkan sumber daya lokal secara optimal, meningkatkan kemandirian dalam penyediaan pupuk organik, serta mendukung pertanian berkelanjutan di wilayah binaan.
Output/Hasil Kegiatan:
Terjalinnya koordinasi dan kerjasama antar kelompoktani dalam pemanfaatan limbah ternak
Tersedianya sumber bahan baku pupuk organik sebanyak ±7 ton
Meningkatnya pengetahuan dan keterampilan petani dalam pembuatan kompos sederhana
Rencana tindak lanjut pengangkutan dan pengolahan limbah menjadi kompos oleh kelompoktani
[Red_AKw]
-------
Kunjungi kami di:
IG: @jejak_penyuluh
FB: Jejak Penyuluh Pertanian
https://jejak-penyuluh.blogspot.com
°
°
°
#kementerianpertanian #pusluhtanri #bppsdmp #pusluhtanri #amran_sulaiman #distanhortijabar #dedimulyadi71 #distanhorbunkabbogor #kabupatenbogor #rudysusmanto #jaro_ade #kecamatancaringin #kecamatancijeruk #kecamatancigombong #jejak_penyuluh #desalemahduhur #desaciherangpondok #kelompoktanisulanjanamandirisejahtera #kelompoktaniciherangbersatu






































































Tidak ada komentar:
Posting Komentar