Jumat, 28 November 2025

PENYULUHAN PESTISIDA NABATI & KEBIJAKAN TURUNNYA HET PUPUK: LANGKAH NYATA RINGANKAN BEBAN PETANI DI PIRANG MAJU JAYA



Caringin, 27 November 2025 — Jejak Penyuluh kembali hadir mendampingi petani melalui kegiatan Penyuluhan rutin di Kelompoktani Pirang Maju Jaya, Desa Muara Jaya, Kecamatan Caringin. Kegiatan yang digelar pada Kamis sore ini berlangsung interaktif, informatif, dan penuh antusiasme dari para petani.

Pada sesi pertama, Mahasiswa IPB menyampaikan materi mengenai Pestisida Nabati, dengan fokus pada pembuatan dan penggunaan pestisida berbahan daun sirsak dan bawang putih. Materi ini sangat relevan karena pestisida nabati menjadi solusi aman dan ramah lingkungan untuk mengendalikan organisme pengganggu tanaman tanpa residu kimia berlebih.

Pestisida nabati adalah pestisida berbahan aktif alami yang berasal dari tumbuhan, aman bagi lingkungan, mudah dibuat, dan efektif mengendalikan hama.

Manfaat:

Tidak menyebabkan resistensi hama.

Aman bagi manusia dan hewan ternak.

Mengurangi biaya produksi dan ketergantungan pada pestisida kimia.

Ramah lingkungan dan mudah terurai.

Bahan Utama:

Daun sirsak (mengandung annonain, fitosterol, resin) → insektisida alami untuk ulat, penggerek, tungau, dan kutu daun.

Bawang putih (mengandung allisin, flavonoid) → bersifat antifungi, antibakteri, dan insektisida alami.

Efektif untuk mengendalikan hama:

Belalang

Kutu daun

Lalats bibit

Penggerek batang

Penggerek tongkol

Materi disampaikan mulai dari alat & bahan, langkah pembuatan, dosis penggunaan, hingga teknik penyemprotan yang tepat. Petani sangat tertarik karena prosesnya sederhana dan biaya pembuatannya murah.

---

Sesi kedua dipandu oleh Andri Kw selaku Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) bersama Ustadz Wandi Irawan selaku PPS. Dalam pemaparannya, disampaikan kebijakan terbaru pemerintah mengenai:

📌 Penurunan Harga Pupuk Bersubsidi 20% per 22 Oktober 2025

Kebijakan historis ini diumumkan oleh Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman, sesuai instruksi langsung Presiden Prabowo Subianto.

Harga baru pupuk bersubsidi:

Urea: dari Rp 112.500 → Rp 90.000/sak

NPK: dari Rp 115.000 → Rp 92.000/sak

Penurunan ini dilakukan tanpa tambahan beban APBN, melainkan melalui efisiensi. Pemerintah juga menindak tegas pelanggaran harga; tercatat 2.039 kios terancam dicabut izinnya karena menjual di atas HET.

Petani diimbau melapor apabila menemukan harga tidak sesuai ketentuan.

---

HASIL KEGIATAN / OUTPUT JEJAK PENYULUH

Kegiatan penyuluhan berjalan dinamis dengan diskusi tanya jawab yang sangat aktif dipimpin oleh ketua kelompok, Apih Moch Gumyadi, bersama anggota Bapak Doyok dan Bapak Ace.

1️⃣ Pertanyaan Apih Moch Gumyadi:
“Apakah pestisida nabati ini aman digunakan pada tanaman sayuran yang masa panennya cepat?”

Jawaban:
Ya, sangat aman. Pestisida nabati tidak meninggalkan residu berbahaya dan dapat diaplikasikan hingga mendekati masa panen. Bahan alami seperti daun sirsak dan bawang putih mudah terurai sehingga tidak membahayakan konsumen.

---

2️⃣ Pertanyaan Bapak Doyok:
“Dengan turunnya harga pupuk 20%, apakah petani bisa langsung mendapatkan harga baru di kios?”

Jawaban:
Benar, harga baru sudah resmi berlaku sejak 22 Oktober 2025. Petani yang membutuhkan pupuk bersubsidi harus terdaftar di dalam ERDKK.

---

3️⃣ Pertanyaan Bapak Ace:
“Untuk hama penggerek batang pada padi, apakah pestisida nabati ini cukup efektif?”

Jawaban:
Efektif, terutama karena ekstrak daun sirsak mengandung senyawa insektisida alami yang mampu menghambat nafsu makan dan membunuh larva penggerek. Penyemprotan rutin setiap 5–7 hari sangat direkomendasikan.

---

Kegiatan Penyuluhan ini disambut sangat positif oleh seluruh anggota Kelompoktani Pirang Maju Jaya. Penyuluhan tidak hanya memberikan solusi praktis pengendalian hama, tetapi juga menyampaikan kebijakan penting pemerintah yang memberi dampak langsung pada efisiensi biaya produksi petani.
Jejak Penyuluh akan terus hadir mendukung petani melalui edukasi dan pendampingan berkelanjutan.

[Red_AKw]
---

Kunjungi kami di:
IG: @jejak_penyuluh
FB: Jejak Penyuluh Pertanian
https://jejak-penyuluh.blogspot.com
°
°
°
#kementerianpertanian #pusluhtanri #bppsdmp #amran_sulaiman #distanhortijabar #dedimulyadi71 #distanhorbunkabbogor #kabupatenbogor #rudysusmanto #jaro_ade #kecamatancaringin #kecamatancijeruk #kecamatancigombong #jejak_penyuluh #desamuarajaya #kelompoktanipirangmajujaya #ipbuniversity





































































































Tidak ada komentar:

Posting Komentar

PERKUAT SINERGI GP3A, PETANI SEPAKATI SOLUSI BIJAK ATASI KETERBATASAN AIR IRIGASI DI CARINGIN

  Kamis, 5 Februari 2025 telah dilaksanakan kegiatan Pertemuan Gabungan Perkumpulan Petani Pemakai Air (GP3A) yang merupakan kelembagaan ga...