Penyuluh Pertanian Desa Cimande Hilir Kecamatan Caringin melakukan kegiatan kunjungan lapang dan pendampingan teknis ke Kelompoktani Tunas Harapan III dan Kelompok Wanita Tani (KWT) Harapan yang berlokasi di Kampung Bojong Menteng, Desa Cimande Hilir, Kecamatan Caringin, Kabupaten Bogor.
Pada kunjungan pertama ke Kelompoktani Tunas Harapan III, kegiatan berfokus pada proses pasca panen tanaman pala (Myristica fragrans), yakni pemisahan puli pala (fuli atau bunga pala), biji pala, dan daging buah pala.
๐ก Mengapa ketiga bagian pala perlu dipisahkan?
Karena setiap bagian pala memiliki nilai ekonomis dan kegunaan berbeda.
Puli pala (fuli): adalah selaput tipis berwarna merah yang menyelimuti biji pala. Setelah dikeringkan, puli pala menjadi komoditas bernilai tinggi karena digunakan sebagai bahan rempah, minyak atsiri, dan obat tradisional. Harga jual puli pala kering saat ini mencapai Rp150.000 – Rp180.000/kg.
Biji pala: merupakan bagian utama penghasil minyak atsiri pala (nutmeg oil) yang banyak digunakan dalam industri farmasi, makanan, dan kosmetik. Harga jual biji pala kering berkisar Rp70.000 – Rp90.000/kg.
Daging buah pala: sering diolah menjadi manisan pala, sirup, dodol, atau selai pala. Selain meningkatkan nilai tambah, olahan ini menjadi produk unggulan usaha kecil di tingkat petani. Harga jual daging buah pala segar sekitar Rp5.000 – Rp8.000/kg, sedangkan manisan pala olahan dapat mencapai Rp25.000 – Rp35.000/kg.
Kegiatan ini menjadi wujud nyata penerapan hilirisasi hasil pertanian agar petani memperoleh keuntungan maksimal dari setiap bagian tanaman pala yang mereka budidayakan.
---
Pada sesi kedua, kunjungan dilanjutkan ke Kelompok Wanita Tani (KWT) Harapan untuk melakukan pemantauan pertumbuhan dan perkembangan tanaman di dalam greenhouse P2L (Pekarangan Pangan Lestari).
Dari hasil observasi, ditemukan serangan hama Kutu Daun (Aphid) pada tanaman cabai. Hama ini berukuran kecil (1–2 mm), berwarna hitam atau hijau tua, menyerang bagian bawah daun dan pucuk tanaman dengan cara mengisap cairan sehingga daun menjadi keriting, menguning, dan pertumbuhannya terhambat.
Selain itu, kutu daun juga mengeluarkan cairan madu (honeydew) yang memicu tumbuhnya jamur jelaga (sooty mold) dan sering “dipelihara” oleh semut karena cairan manisnya. Dampaknya, hasil panen menurun dan risiko penularan virus tanaman meningkat.
Untuk mengatasi masalah ini, Penyuluh memberikan solusi pengendalian hama secara terpadu, meliputi:
๐ฟ Cara Alami dan Mekanis:
Pangkas daun dan pucuk yang terserang berat.
Semprotkan larutan air sabun lembut (2 sendok sabun cair tanpa pewangi per 1 liter air).
Gunakan ekstrak daun pepaya, sirsak, tembakau, atau bawang putih sebagai pestisida nabati alami.
Kendalikan semut di sekitar tanaman.
๐ Cara Biologis:
Pelihara musuh alami seperti kumbang koksi (ladybug), lalat syrphid, dan tawon parasitoid (Aphidius sp.).
๐งด Cara Kimia (jika serangan berat):
Gunakan insektisida sistemik berbahan aktif Imidakloprid, Abamektin, atau Deltametrin dengan dosis sesuai anjuran.
๐ก Langkah Pencegahan:
Pastikan sirkulasi udara dalam greenhouse baik.
Hindari penggunaan pupuk nitrogen berlebihan.
Lakukan monitoring rutin, terutama saat cuaca hangat dan kering.
Selain itu, ditemukan juga tanaman kangkung yang pertumbuhannya tidak maksimal. Diduga hal ini disebabkan oleh benih berkualitas rendah. Untuk mengatasi hal tersebut, Penyuluh menyarankan:
1. Gunakan benih bersertifikat dan berdaya kecambah tinggi (≥85%).
2. Rendam benih dalam air hangat (50°C selama 15 menit) sebelum disemai untuk mempercepat perkecambahan.
3. Jaga kelembaban dan penyiraman teratur, tetapi hindari genangan air.
4. Lakukan penyulaman segera pada bibit yang tidak tumbuh.
Dengan upaya ini, diharapkan pertumbuhan kangkung akan lebih seragam dan produktivitas meningkat.
---
✨ Output / Hasil Kegiatan:
1. Petani Kelompoktani Tunas Harapan III memahami nilai tambah dan cara pemisahan bagian pala pasca panen.
2. KWT Harapan memperoleh pengetahuan tentang identifikasi, pengendalian, dan pencegahan hama kutu daun pada cabai secara terpadu.
3. Anggota KWT mendapat arahan teknis untuk memperbaiki kualitas pertumbuhan tanaman kangkung melalui penggunaan benih unggul dan perbaikan media tanam.
4. Terjalinnya komunikasi aktif antara penyuluh dan kelompok tani dalam peningkatan kapasitas petani dan pengelolaan P2L.
[Red_AKw]
---
Kunjungi kami di:
IG: @jejak_penyuluh
FB: Jejak Penyuluh Pertanian
https://jejak-penyuluh.blogspot.com
°
°
°
#kementerianpertanian #pusluhtanri #bppsdmp #amran_sulaiman #distanhortijabar #dedimulyadi71 #distanhorbunkabbogor #kabupatenbogor #rudysusmanto #jaro_ade #kecamatancaringin #kecamatancijeruk #kecamatancigombong #jejak_penyuluh #desacimandehilir #kelompoktanitunasharapan3 #kwtharapan
Tidak ada komentar:
Posting Komentar