Penyuluh Pertanian dan Penyuluh Pertanian Swadaya, Andri Kw & Reni Natalia dari Desa Ciherang Pondok, Kecamatan Caringin, Kabupaten Bogor, melakukan pendampingan petani dalam kegiatan penanaman Pisang Raja Bulu Kuning di Kelompoktani Tani Mukti 1 yang berlokasi di Kampung Babakan, Desa Ciherang Pondok.
Sebanyak 60 batang bibit pisang Raja Bulu Kuning hasil kultur jaringan ditanam oleh Bapak Udin Syaripudin, selaku ketua kelompok, bersama Bapak Odong dan anggota kelompok lainnya. Bibit unggul ini ditanam dengan jarak 3 x 3 meter, disesuaikan dengan kondisi lahan yang subur dan gembur, sehingga mendukung pertumbuhan akar dan anakan secara optimal.
Menariknya, budidaya kali ini dilakukan dengan sistem tumpangsari bersama tanaman cabai rawit. Teknik ini bukan hanya mengoptimalkan lahan, tetapi juga memberikan beragam keuntungan agronomis dan ekonomis, antara lain:
🌿 Mengurangi risiko kerugian akibat kegagalan satu jenis tanaman karena adanya diversifikasi.
🌿 Menekan pertumbuhan gulma secara alami karena tajuk cabai membantu menutupi permukaan tanah.
🌿 Memaksimalkan pemanfaatan unsur hara dan air secara efisien.
🌿 Meningkatkan pendapatan petani dengan panen cabai yang lebih cepat sebelum pisang berproduksi.
🌿 Menjaga kestabilan ekosistem mikro di lahan karena adanya variasi tanaman.
Sementara itu, Pisang Raja Bulu Kuning merupakan salah satu varietas unggulan lokal yang memiliki prospek ekonomi tinggi. Pisang ini dikenal dengan:
🍌 Warna kulit kuning cerah saat matang dengan tekstur kulit agak tebal namun mudah dikupas.
🍌 Daging buah berwarna kuning keemasan, lembut, legit, dan manis dengan aroma khas yang disukai konsumen.
🍌 Cocok dikonsumsi langsung maupun diolah menjadi berbagai produk olahan seperti pisang goreng, sale pisang, keripik pisang, hingga bahan baku industri makanan.
🍌 Memiliki daya simpan cukup lama dan tahan terhadap perjalanan jarak jauh, sehingga sangat potensial untuk dikembangkan sebagai komoditas agribisnis unggulan.
🍌 Selain itu, hasil kultur jaringan menjamin tanaman bebas penyakit dan seragam, mempercepat masa panen serta meningkatkan produktivitas per hektar.
Melalui pendampingan ini, diharapkan Kelompoktani Tani Mukti 1 dapat terus mengembangkan inovasi dalam budidaya tanaman hortikultura, terutama dalam integrasi sistem tumpangsari antara pisang dan cabai sebagai model pertanian berkelanjutan yang bernilai ekonomi tinggi bagi masyarakat Desa Ciherang Pondok. 🌾
OUTPUT / HASIL KEGIATAN:
Penanaman 60 batang bibit Pisang Raja Bulu Kuning hasil kultur jaringan di lahan Kelompoktani Tani Mukti 1.
Penerapan teknik tumpangsari antara tanaman pisang dan cabai rawit untuk efisiensi lahan dan peningkatan pendapatan petani.
Pendampingan intensif oleh Penyuluh Pertanian dan Penyuluh Swadaya dalam penerapan teknik budidaya modern dan berkelanjutan.
Peningkatan motivasi dan pengetahuan petani dalam diversifikasi usaha tani hortikultura.
[Red_AKw]
-----
Kunjungi kami di:
IG: @jejak_penyuluh
FB: Jejak Penyuluh Pertanian
https://jejak-penyuluh.blogspot.com
°
°
°
#kementerianpertanian #pusluhtanri #bppsdmp #amran_sulaiman #distanhortijabar #dedimulyadi71 #distanhorbunkabbogor #kabupatenbogor #rudysusmanto #jaro_ade #kecamatancaringin #kecamatancijeruk #kecamatancigombong #jejak_penyuluh #desaciherangpondok #kelompoktanitanimukti1 #p2b
Tidak ada komentar:
Posting Komentar