Selasa, 07 Juli 2026

SURVEI PM-AAS: LANGKAH MENUJU PERTANIAN MODERN UNTUK MENINGKATKAN PRODUKTIVITAS DAN SWASEMBADA PANGAN



Kegiatan Survei PM-AAS (Pertanian Modern Advanced Agricultural System) di Kelompoktani Setia Wargi dan Kelompoktani Pirang Maju Jaya, Desa Muarajaya, Kecamatan Caringin, Kabupaten Bogor. Kegiatan ini bertujuan untuk melakukan identifikasi serta penetapan Calon Petani Calon Lahan (CPCL) sebagai lokasi penerapan Program PM-AAS di wilayah kerja penyuluhan.

PM-AAS merupakan pendekatan budidaya pertanian modern yang mengintegrasikan mekanisasi, teknologi digital, serta pertanian presisi untuk meningkatkan produktivitas sekaligus mengoptimalkan pemanfaatan sumber daya secara efektif, efisien, dan berkelanjutan.

Berdasarkan hasil survei, telah ditetapkan CPCL Program PM-AAS pada beberapa lokasi, yaitu:
1. Kelompoktani Setia Wargi Desa Muarajaya di lahan Bapak H. Tumirin seluas 1 Ha.
2. Kelompoktani Suka Tani III Desa Caringin di lahan Kang Endang Abdul Haris seluas 1 Ha.
3. Kelompoktani Tunas Harapan III Desa Cimande Hilir di lahan Bapak Iyep seluas 1 Ha.
4. Kelompoktani Tani Mukti 1 Desa Ciherang Pondok di lahan Kang Hapidin seluas 0,3 Ha.
5. Kelompoktani Sukagalih Desa Cimande di lahan Bapak H. Uki seluas 1 Ha.
6. Kelompoktani Pohpohan Makmur Desa Lemahduhur di lahan Bapak H. Ujang Hikmatullah seluas 1 Ha.

Program PM-AAS mengedepankan enam prinsip utama, yaitu:
✅ Tanam rapat dalam baris untuk meningkatkan efisiensi lahan dan produktivitas.
✅ Efisiensi sumber daya melalui pemanfaatan teknologi digital, khususnya pengelolaan air irigasi.
✅ Mekanisasi pertanian menggunakan traktor, land leveler, rotavator, drone, drum seeder, dan combine harvester.
✅ Implementasi berbasis korporasi melalui pengelolaan lahan secara terintegrasi dalam skala luas.
✅ Intensifikasi produksi dengan sistem tanam benih langsung, pemupukan berimbang, serta pengelolaan irigasi dan gulma secara optimal.
✅ Penerapan teknologi yang spesifik lokasi sesuai kondisi agroekosistem setempat.

Teknologi pendukung PM-AAS meliputi mekanisasi modern, sistem tanam benih langsung (Tabela) menggunakan drum seeder, Automatic Weather Station (AWS), teknologi irigasi hemat air AWD (Alternate Wetting and Drying), serta pengelolaan hara dan Pengendalian Hama Terpadu (PHT) secara terintegrasi.

Melalui penerapan teknologi tersebut, PM-AAS memiliki berbagai keunggulan, antara lain mampu meningkatkan produktivitas padi dari rata-rata sekitar 5,5 ton per hektare menjadi 10–12,4 ton per hektare, meningkatkan efisiensi penggunaan air, pupuk, dan tenaga kerja, menghasilkan kualitas panen yang lebih baik, serta mendukung sistem pertanian yang ramah lingkungan dan berkelanjutan.

_*Kesimpulan:*_
Kegiatan survei PM-AAS menjadi langkah awal yang strategis dalam menentukan lokasi penerapan pertanian modern berbasis teknologi di wilayah kerja penyuluhan. Dengan penetapan CPCL yang tepat serta penerapan mekanisasi, digitalisasi, dan pertanian presisi, diharapkan Program PM-AAS mampu meningkatkan produktivitas, efisiensi usaha tani, kesejahteraan petani, serta mendukung terwujudnya swasembada pangan nasional.

[Red_AKw]
------
Kunjungi kami di:
IG: @jejak_penyuluh
FB: Jejak Penyuluh Pertanian
https://jejak-penyuluh.blogspot.com

°
°
°

#kementerianpertanian #pusluhtanri #bppsdmp #pusluhtanri #amran_sulaiman #distanhortijabar #dedimulyadi71 #distanhorbunkabbogor #kabupatenbogor #rudysusmanto #jaro_ade #kecamatancaringin #kecamatancijeruk #kecamatancigombong #jejak_penyuluh #desamuarajaya #kelompoktanipirangmajujaya #kelompoktanisetiawargi #PMAAS #PertanianModern #TeknologiPertanian #PertanianIndonesia #SwasembadaPangan












Tidak ada komentar:

Posting Komentar

SURVEI PM-AAS: LANGKAH MENUJU PERTANIAN MODERN UNTUK MENINGKATKAN PRODUKTIVITAS DAN SWASEMBADA PANGAN

Kegiatan Survei PM-AAS (Pertanian Modern Advanced Agricultural System) di Kelompoktani Setia Wargi dan Kelompoktani Pirang Maju Jaya, Desa ...