Penyuluh Pertanian melaksanakan pendampingan kegiatan penanaman padi menggunakan sistem Tanam Benih Langsung (TaBeLa) di Kelompoktani Suka Tani III, Kampung Babakan Selaawi, Desa Caringin, Kecamatan Caringin, Kabupaten Bogor. Kegiatan ini merupakan salah satu upaya percepatan implementasi Program PM-AAS (Modern Advanced Agricultural System), yaitu pendekatan budidaya pertanian modern yang mengintegrasikan mekanisasi, teknologi digital, pertanian presisi, serta pengelolaan sumber daya secara efektif, efisien, dan berkelanjutan untuk meningkatkan produktivitas usahatani.
Pelaksanaan PM-AAS di Kelompoktani Suka Tani III dilakukan pada lahan milik Bapak Endang Abdul Haris. Tahap awal penanaman dilakukan secara langsung pada lahan sawah seluas 0,3 hektare, dengan target pengembangan secara bertahap hingga mencapai 1 hektare lahan sawah yang menerapkan sistem Tanam Benih Langsung. Pada tahap pertama ini, proses penanaman masih dilakukan secara manual, yaitu benih padi langsung ditanam oleh petani tanpa melalui proses persemaian dan tanpa menggunakan alat bantu tanam.
Dalam kesempatan tersebut, Penyuluh Pertanian memberikan edukasi mengenai penggunaan alat bantu tanam benih langsung sederhana (marker tanam dan penugal botol) yang mudah dibuat dari bahan yang tersedia di sekitar petani. Marker tanam dibuat menggunakan papan kayu sepanjang sekitar 1 meter dengan beberapa bilah atau patok kayu yang dipasang berjarak 20–25 cm sebagai pembuat garis tanam. Papan tersebut ditarik di atas permukaan sawah yang telah diratakan sehingga terbentuk alur atau titik tanam yang seragam. Selanjutnya digunakan penugal sederhana yang dibuat dari botol minuman bekas berukuran 600 ml hingga 1,5 liter. Tutup botol dilubangi sesuai jumlah benih yang akan keluar, kemudian dipasang gagang bambu atau kayu sehingga petani cukup menekan dan menggoyangkan botol pada setiap titik tanam. Dengan cara ini, benih dapat langsung masuk ke dalam tanah tanpa harus melalui persemaian, sehingga pekerjaan menjadi lebih cepat, kebutuhan tenaga kerja berkurang, jarak tanam lebih seragam, penggunaan benih lebih efisien, serta pertumbuhan tanaman menjadi lebih optimal.
Penyuluh Pertanian juga menyampaikan bahwa Program PM-AAS mengedepankan enam prinsip utama, yaitu tanam rapat dalam baris untuk meningkatkan efisiensi lahan dan produktivitas, efisiensi pemanfaatan sumber daya melalui teknologi digital khususnya pengelolaan air irigasi, mekanisasi pertanian menggunakan traktor, land leveler, rotavator, drone, drum seeder, dan combine harvester, pengelolaan lahan berbasis korporasi dalam skala luas, intensifikasi produksi melalui sistem Tanam Benih Langsung, pemupukan berimbang, pengelolaan irigasi dan gulma secara optimal, serta penerapan teknologi yang spesifik lokasi sesuai kondisi agroekosistem setempat.
Sebagai pendukung implementasi PM-AAS, diterapkan berbagai teknologi modern seperti mekanisasi pertanian, sistem Tanam Benih Langsung menggunakan drum seeder, Automatic Weather Station (AWS), teknologi irigasi hemat air Alternate Wetting and Drying (AWD), pengelolaan hara tanaman, serta Pengendalian Hama Terpadu (PHT). Melalui penerapan teknologi tersebut, PM-AAS diharapkan mampu meningkatkan produktivitas padi dari rata-rata sekitar 5,5 ton per hektare menjadi 10–12,4 ton per hektare, meningkatkan efisiensi penggunaan air, pupuk, dan tenaga kerja, menghasilkan kualitas panen yang lebih baik, serta mendukung terwujudnya sistem pertanian yang ramah lingkungan dan berkelanjutan.
_*Kesimpulan:*_
Pendampingan penerapan sistem Tanam Benih Langsung (TaBeLa) di Kelompoktani Suka Tani III menjadi langkah awal dalam mewujudkan pertanian modern berbasis Program PM-AAS. Melalui pendampingan Penyuluh Pertanian, pemanfaatan teknologi sederhana hingga mekanisasi modern diharapkan mampu meningkatkan efisiensi budidaya, menekan biaya produksi, mempercepat proses tanam, serta meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan petani secara berkelanjutan.
[Red_AKw]
-----
Kunjungi kami di:
IG: @jejak_penyuluh
FB: Jejak Penyuluh Pertanian
https://jejak-penyuluh.blogspot.com
°
°
°
#kementerianpertanian #pusluhtanri #bppsdmp #pusluhtanri #amran_sulaiman #distanhortijabar #dedimulyadi71 #distanhorbunkabbogor #kabupatenbogor #rudysusmanto #jaro_ade #kecamatancaringin #kecamatancijeruk #kecamatancigombong #jejak_penyuluh #desacaringin #kelompoktanisukatani3










Tidak ada komentar:
Posting Komentar