Rabu, 29 April 2026

PUPUK HAYATI CAIR EKSTRAGEN SIAP DIAPLIKASIKAN! UPAYA DORONG PRODUKTIVITAS LAHAN KELOMPOKTANI TUMPANG SARI MAJU



Kegiatan kunjungan Penyuluh Pertanian WKPP Cimande ke Kelompoktani Tumpang Sari Maju yang berlokasi di Kampung Baru, Desa Cimande, Kecamatan Caringin, Kabupaten Bogor dilaksanakan dalam rangka sosialisasi fasilitasi pupuk hayati cair bagi petani. Pupuk hayati cair yang telah tersedia diharapkan dapat segera dimanfaatkan untuk mendukung peningkatan kesuburan tanah dan produktivitas usaha tani.

Pada kunjungan tersebut, Kang Didi selaku Ketua Kelompoktani Tumpang Sari Maju bersama Bapak Hasan tengah melakukan pengolahan lahan yang direncanakan akan ditanami komoditas buncis dalam waktu dekat. Momentum ini dimanfaatkan oleh Penyuluh Pertanian untuk memberikan arahan teknis terkait pemanfaatan pupuk hayati cair Ekstragen yang tepat guna.

Adapun tata cara aplikatif dan inovatif penggunaan pupuk hayati cair Ekstragen yang dipadukan dengan pupuk kandang ayam petelur pada lahan yang sedang diolah adalah sebagai berikut:

Persiapan Lahan Awal
Lahan dibersihkan dari gulma dan sisa tanaman, kemudian dilakukan pencangkulan agar struktur tanah menjadi gembur.

Penebaran Pupuk Kandang Ayam Petelur
Pupuk kandang ayam petelur yang telah matang ditebarkan secara merata di atas lahan dengan dosis ±1–2 ton per hektar atau disesuaikan dengan kondisi lahan.

Pengadukan Pupuk Kandang
Pupuk kandang dicampur dengan tanah melalui proses pencangkulan kedua atau penggaruan agar tercampur merata dan memperbaiki struktur tanah.

Pembuatan Larutan Pupuk Hayati Cair Ekstragen
Campurkan pupuk hayati cair Ekstragen dengan air bersih dengan perbandingan ±10–20 ml per liter air (sesuai anjuran label).

Aplikasi pada Lahan Olah
Larutan pupuk hayati disiramkan atau disemprotkan secara merata ke permukaan tanah yang telah dicampur pupuk kandang, terutama pada kondisi tanah lembab.

Inkubasi Mikroorganisme
Setelah aplikasi, lahan didiamkan selama ±5–7 hari agar mikroorganisme dalam pupuk hayati berkembang dan beradaptasi dengan lingkungan tanah.

Pengolahan Lanjutan (Bedengan)
Lahan kemudian dibentuk menjadi bedengan sesuai kebutuhan budidaya buncis lalu dipasangi mulsa jika diperlukan.

Penanaman
Setelah masa inkubasi selesai, lahan siap ditanami dengan benih buncis untuk mendapatkan pertumbuhan yang optimal.

Melalui penerapan kombinasi pupuk organik dan pupuk hayati ini, diharapkan mampu meningkatkan kesuburan tanah secara berkelanjutan, memperbaiki aktivitas mikroorganisme tanah, serta mendukung hasil panen yang lebih maksimal.



OUTPUT KEGIATAN:

Petani memahami manfaat dan cara aplikasi pupuk hayati cair Ekstragen

Terlaksananya sosialisasi pemanfaatan pupuk hayati cair kepada Kelompoktani

Lahan siap tanam dengan penerapan teknologi pemupukan terpadu

Meningkatnya kesiapan petani dalam budidaya buncis secara ramah lingkungan

[Red_AKw]
------
Kunjungi kami di:
IG: @jejak_penyuluh
FB: Jejak Penyuluh Pertanian
https://jejak-penyuluh.blogspot.com
°
°
°
#kementerianpertanian #pusluhtanri #bppsdmp #pusluhtanri #amran_sulaiman #distanhortijabar #dedimulyadi71 #distanhorbunkabbogor #kabupatenbogor #rudysusmanto #jaro_ade #kecamatancaringin #kecamatancijeruk #kecamatancigombong #jejak_penyuluh #desacimande #kelompoktanitumpangsarimaju































Tidak ada komentar:

Posting Komentar

PUPUK HAYATI CAIR EKSTRAGEN SIAP DIAPLIKASIKAN! UPAYA DORONG PRODUKTIVITAS LAHAN KELOMPOKTANI TUMPANG SARI MAJU

Kegiatan kunjungan Penyuluh Pertanian WKPP Cimande ke Kelompoktani Tumpang Sari Maju yang berlokasi di Kampung Baru, Desa Cimande, Kecamata...