Minggu, 08 Maret 2026

PENGIKATAN TANAMAN TOMAT 45 HST DILAKUKAN MALAM HARI OLEH KELOMPOKTANI ALAM TANGKIL MANDIRI



Semangat bertani tidak pernah surut meskipun sedang menjalankan ibadah puasa di bulan Ramadhan. Hal tersebut terlihat dari kegiatan yang dilakukan oleh Kelompoktani Alam Tangkil Mandiri yang tetap aktif melakukan pemeliharaan tanaman tomat dengan melaksanakan kegiatan pengikatan tanaman tomat pada usia 45 Hari Setelah Tanam (HST).

Kegiatan pengikatan tanaman tomat ini dilaksanakan pada malam hari. Waktu pelaksanaan sengaja dipilih agar para petani tetap dapat bekerja dengan nyaman tanpa terganggu cuaca panas di siang hari yang dapat menguras tenaga saat menjalankan ibadah puasa. Selain itu, kondisi cuaca yang sering hujan pada pagi hingga sore hari juga menjadi pertimbangan sehingga pekerjaan pemeliharaan tanaman tetap dapat dilakukan dengan optimal ketika malam hari saat cuaca lebih bersahabat.

Pengikatan tanaman tomat pada usia sekitar 45 HST merupakan salah satu tahapan penting dalam budidaya tomat. Tujuan dari pengikatan ini adalah untuk menopang batang tanaman agar tetap tegak, mencegah tanaman roboh akibat beban buah yang mulai bertambah, serta menjaga posisi tanaman agar tidak menyentuh tanah yang dapat memicu serangan penyakit. Selain itu, pengikatan juga membantu tanaman memperoleh sirkulasi udara dan paparan sinar matahari yang lebih merata, sehingga pertumbuhan tanaman menjadi lebih optimal serta mempermudah perawatan dan proses panen nantinya.

Kegiatan ini turut didampingi oleh Bapak Haji Agus Kosasih selaku ketua Kelompoktani sekaligus Penyuluh Pertanian Swadaya (PPS) Desa Tangkil Kecamatan Caringin yang juga memanfaatkan momentum kegiatan malam hari tersebut untuk melakukan pengamatan lapangan terhadap potensi serangan hama dan penyakit tanaman tomat. Hal ini sangat penting karena sebagian jenis hama pada tanaman hortikultura, seperti ulat maupun serangga pengganggu lainnya, umumnya lebih aktif menyerang tanaman pada malam hari.

Melalui kegiatan pengamatan langsung di malam hari, petani dapat lebih cepat mengidentifikasi gejala serangan hama dan penyakit, sehingga tindakan pengendalian dapat dilakukan secara lebih tepat, cepat, dan efektif. Pendekatan ini juga meningkatkan kemampuan petani dalam melakukan pengamatan mandiri terhadap kondisi pertanaman di lahannya.

Dengan adanya kegiatan pemeliharaan yang rutin dan pengamatan yang intensif, diharapkan pertumbuhan tanaman tomat dapat berlangsung dengan baik serta menghasilkan produksi yang optimal. Semangat gotong royong anggota Kelompoktani Alam Tangkil Mandiri menjadi bukti bahwa dedikasi petani dalam menjaga keberhasilan usaha taninya tetap terjaga meskipun dilakukan pada malam hari di tengah bulan suci Ramadhan.


OUTPUT KEGIATAN:

Terlaksananya kegiatan pengikatan tanaman tomat pada usia 45 HST.

Tanaman tomat lebih kokoh, rapi, dan terhindar dari risiko roboh.

Petani melakukan pengamatan langsung terhadap potensi serangan hama dan penyakit pada malam hari.

Meningkatnya kemampuan petani dalam identifikasi dini serangan organisme pengganggu tanaman (OPT).

Terjaganya pertumbuhan tanaman tomat agar tetap optimal menuju fase produksi.


[Red_AKw]
----------
Kunjungi kami di:
IG: @jejak_penyuluh
FB: Jejak Penyuluh Pertanian
https://jejak-penyuluh.blogspot.com
°
°
°
#kementerianpertanian #pusluhtanri #bppsdmp #pusluhtanri #amran_sulaiman #distanhortijabar #dedimulyadi71 #distanhorbunkabbogor #kabupatenbogor #rudysusmanto #jaro_ade #kecamatancaringin #kecamatancijeruk #kecamatancigombong #jejak_penyuluh #desatangkil #kelompoktanialamtangkilmandiri

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

PENGIKATAN TANAMAN TOMAT 45 HST DILAKUKAN MALAM HARI OLEH KELOMPOKTANI ALAM TANGKIL MANDIRI

Semangat bertani tidak pernah surut meskipun sedang menjalankan ibadah puasa di bulan Ramadhan. Hal tersebut terlihat dari kegiatan yang di...