pH tanah adalah ukuran tingkat keasaman atau kebasaan tanah yang sangat menentukan kesehatan tanah dan kemampuan tanah dalam menyediakan unsur hara bagi tanaman.
➡️ pH netral (± 6,0 – 7,0) = tanah SEHAT
➡️ pH tidak netral (terlalu asam atau terlalu basa) = tanah SAKIT / TIDAK SEHAT
Penekanan penting: "Tanah dengan pH tidak netral ibarat tubuh yang sedang sakit, walaupun diberi makanan terbaik, tubuh tidak mampu menyerapnya secara optimal."
pH tanah berperan langsung terhadap:
- Ketersediaan unsur hara (N, P, K, Ca, Mg, dll)
- Aktivitas mikroorganisme tanah
- Perkembangan akar tanaman
- Efektivitas pupuk yang diberikan
⚠️ Poin kunci: "Sebagus apa pun bibit yang ditanam dan sebagus apa pun pupuk yang diberikan, jika pH tanah tidak netral, unsur hara TIDAK AKAN DISERAP MAKSIMAL oleh tanaman."
Akibatnya:
-Tanaman tumbuh kerdil
- Daun menguning
- Akar pendek dan lemah
- Produksi rendah
- Biaya pupuk tinggi tapi hasil tidak sebanding
Dampak Tanah Terlalu Asam (pH Rendah) - Tanah asam sering terjadi pada lahan pertanian yang:
- Terlalu sering dipupuk kimia tanpa pengapuran
- Kurang bahan organik
- Limbah panen dibakar
Dampak tanah asam:
- Fosfor (P) terikat, tidak bisa diserap
- Unsur Al dan Fe menjadi racun bagi akar
- Mikroorganisme tanah mati atau tidak aktif
➡️ Tanaman “lapar” di tanah yang sebenarnya “kenyang”.
_*Cara Mengatasi Tanah dengan pH Tidak Netral:*_
A. Pemberian Dolomit (Kapur Pertanian)
Dolomit berfungsi untuk:
- Menaikkan pH tanah yang terlalu asam
- Menyediakan unsur Kalsium (Ca) dan Magnesium (Mg)
- Memperbaiki struktur dan kesuburan tanah
Cara aplikasi:
- Dosis umum: ± 1–2 ton/ha (disesuaikan kondisi tanah)
- Ditebar merata di lahan
- Diberikan 2–4 minggu sebelum tanam
- Diaduk atau dibenamkan ke dalam tanah
📝 Catatan: "Pengapuran bukan pupuk, tapi obat tanah. Tanah harus sehat dulu sebelum diberi pupuk."
B. Pengembalian Limbah Panen ke Lahan (JANGAN DIBAKAR)
Limbah panen seperti: Jerami, Serasah, Dedaunan, Sisa tanaman HARUS DIKEMBALIKAN KE LAHAN, bukan dibakar.
Manfaatnya:
- Menambah bahan organik tanah
- Menjaga pH tanah tetap stabil
- Meningkatkan aktivitas mikroorganisme
- Memperbaiki struktur tanah
- Mengurangi ketergantungan pupuk kimia
🔥 Membakar jerami = membunuh kehidupan tanah
🌱 Mengembalikan jerami = menyuburkan tanah secara alami
Kesimpulan:
- pH tanah adalah indikator kesehatan tanah
- pH tidak netral menandakan tanah sedang sakit
- Tanah sakit → pupuk tidak terserap → tanaman tidak maksimal
- pH tanah bisa diperbaiki dengan: Pemberian dolomit & Pengembalian limbah panen ke lahan
- Tanah sehat = tanaman sehat = produksi meningkat
Pesan & Kunci:
- _Rawat tanah seperti kita merawat tubuh._
- _Tanah yang sehat tidak perlu dipaksa dengan pupuk berlebihan, karena dia mampu memberi makan tanaman dengan sendirinya._
[Red_AKw]
{Sumber: Modul Ajar Pusdiklat Pertanian Terpadu Karya Nyata Cinagara Bogor}
--------
Kunjungi kami di:
IG: @jejak_penyuluh
FB: Jejak Penyuluh Pertanian
https://jejak-penyuluh.blogspot.com
°
°
°
#kementerianpertanian #pusluhtanri #bppsdmp #pusluhtanri #amran_sulaiman #distanhortijabar #dedimulyadi71 #distanhorbunkabbogor #kabupatenbogor #rudysusmanto #jaro_ade #kecamatancaringin #kecamatancijeruk #kecamatancigombong #jejak_penyuluh

Tidak ada komentar:
Posting Komentar