Jumat, 05 Desember 2025

PANTAU PANEN & PENJUALAN GABAH: PENYULUH ARAHKAN PETANI SUKA TANI 1 JUAL HASIL PANEN KE BULOG



Pada hari ini (Jumat, 5 Desember 2025) | Penyuluh Pertanian Desa Caringin dan Ketua Kelompoktani Suka Tani I — Bapak Ujang Ruswandi — melakukan pendampingan panen padi sawah di Kampung Curugdengdeng RT/RW 001/003, Desa Caringin, Kecamatan Caringin, Kabupaten Bogor. Panen kali ini meliputi varietas INPARI 32 dan INPARI 42.


Dari pemantauan lapangan, hasil panen INPARI 32 menunjukkan produktivitas lebih tinggi dibanding INPARI 42. Salah satu faktor penyebab adalah ukuran bulir gabah INPARI 32 yang lebih besar sehingga bobot per gabah lebih tinggi. Kegiatan pendampingan meliputi: monitoring tingkat kematangan, pengaturan panen agar kadar air sesuai standar, pengecekan kualitas gabah (kadar air & kadar hampa), serta sosialisasi mekanisme penjualan gabah ke BULOG agar petani mendapatkan harga yang sesuai dan proses penjualan berjalan lancar.


PERBANDINGAN SINGKAT VARIETAS (KEUNGGULAN & KEKURANGAN)


INPARI 32


Keunggulan:


Ukuran bulir/gabah lebih besar → bobot per bulir lebih tinggi → berkontribusi pada produktivitas panen yang lebih besar.


Cocok untuk petani yang mengutamakan hasil per ha dan mutu fisik gabah.


Kekurangan:


Bila tidak dikelola dengan baik (pupuk/air/pengendalian hama) ukuran besar bisa menuntut pengolahan/pengeringan yang tepat agar tidak meningkatkan kerusakan pasca panen.


INPARI 42


Keunggulan:


Biasanya lebih stabil pada kondisi tertentu (bergantung pengalaman setempat), mungkin lebih adaptif terhadap kondisi lokal pada beberapa lahan.


Bisa memiliki karakter mutu beras yang berbeda yang diminati pasar tertentu.


Kekurangan:


Dari pengamatan lapangan kali ini hasil panennya lebih rendah dibanding Inpari 32, sebagian disebabkan ukuran bulir/gabah yang lebih kecil sehingga bobot per tongkol lebih rendah.


Catatan: Keunggulan/kekurangan di atas berdasarkan hasil pemantauan lapangan saat kegiatan; untuk keputusan varietas jangka panjang, disarankan uji adaptasi lokal dan perhitungan biaya-manfaat.


---


PENYULUH SARANKAN JUAL HASIL PANEN KE BULOG: MEKANISME PENJUALAN GABAH KE BULOG


1. Kebijakan & Harga Acuan (HPP)

HPP GKP (gabah kering panen) di tingkat petani ditetapkan Rp6.500 per kg. 


2. Klasifikasi Kualitas & Rafaksi (pemotongan harga)

Sebelum pembelian, gabah akan diuji/sampling untuk menentukan kategori kualitas, kadar air (%), dan kadar hampa (empty grains %). Berdasarkan kategori, BULOG menerapkan rafaksi (pemotongan harga) tertentu yang mengurangi HPP dasar.


Jika GKP di luar kualitas 1 dengan kadar air maksimal 25% dan kadar hampa 11–15% → rafaksi Rp300, sehingga HPP efektif menjadi Rp6.200/kg.


Jika GKP di luar kualitas 2 dengan kadar air 26–30% dan kadar hampa maksimal 10% → rafaksi Rp425, sehingga HPP efektif menjadi Rp6.075/kg.


Jika GKP di luar kualitas 3 dengan kadar air 26–30% dan kadar hampa 11–15% → rafaksi Rp750, sehingga HPP efektif menjadi Rp5.750/kg.


3. Proses Penjualan ke BULOG

Petani/supplier mendaftarkan niat jual ke kantor BULOG terdekat atau melalui mekanisme yang ditentukan (pengumpulan oleh gabungan kelompoktani atau penyerahan langsung).


Gabah ditimbang resmi, diambil sampel untuk pengujian kadar air dan kadar hampa.


Berdasarkan hasil uji, ditetapkan kategori mutu dan rafaksi yang berlaku → kemudian dihitung harga akhir yang dibayarkan (HPP dikurangi rafaksi bila ada).


Pembayaran dilakukan sesuai prosedur BULOG (tunai/transfer) setelah verifikasi dan administrasi selesai.


Pastikan gabah dipanen dengan kadar air sesuai batas yang ditentukan (pengeringan bila perlu) dan lakukan sortir untuk menekan kadar hampa agar rafaksi minimal → meningkatkan harga jual bersih.


---


📋 HASIL KEGIATAN / OUTPUT:


Temuan lapangan: Inpari 32 menunjukkan hasil panen lebih tinggi dari Inpari 42 — diduga karena ukuran bulir/gabah Inpari 32 lebih besar sehingga bobot gabah per tongkol lebih tinggi.


Rekomendasi penyuluh: Pertahankan praktik pemanenan pada waktu optimal (kadar air ideal), sortir gabah berdasarkan kualitas sebelum penjualan, dan prioritaskan penjualan ke BULOG untuk kepastian penyerapan dengan memperhatikan ketentuan kualitas agar minimal rafaksi.


Dampak yang diharapkan: Peningkatan pendapatan petani, penyerapan gabah oleh BULOG, dan tercapainya mekanisme pemasaran yang lebih transparan.


[Red_AKw]

---


Kunjungi kami di:

IG: @jejak_penyuluh

FB: Jejak Penyuluh Pertanian

https://jejak-penyuluh.blogspot.com


°

°

°

#kementerianpertanian #pusluhtanri #bppsdmp #pusluhtanri #amran_sulaiman #distanhortijabar #dedimulyadi71 #distanhorbunkabbogor #kabupatenbogor #rudysusmanto #jaro_ade #kecamatancaringin #kecamatancijeruk #kecamatancigombong #jejak_penyuluh #desacaringin #kelompoktanisukatani1 #bulog

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

LAUNCHING PENANAMAN POHON HUTAN KOTA, WUJUD NYATA KOMITMEN LINGKUNGAN HIJAU DI KECAMATAN CARINGIN

Berbagai unsur Forkompincam turut menghadiri dan berpartisipasi dalam kegiatan Launching Penanaman Pohon Hutan Kota yang diselenggarakan pad...