Selasa, 10 Februari 2026

IDENTIFIKASI DAN PENGENDALIAN HAMA PENYAKIT JAGUNG MANIS DI KELOMPOKTANI POHPOHAN MAKMUR



Penyuluh Pertanian Desa Lemahduhur bersama Petugas Organisme Pengganggu Tumbuhan (POPT) Kecamatan Caringin, Kang Beni Muhibbin, melaksanakan kunjungan lapangan ke Kelompoktani Pohpohan Makmur yang diketuai oleh Bapak Saeful Mugni (Bang Ucok).

Kegiatan ini dilaksanakan sebagai tindak lanjut laporan petani terkait serangan hama dan penyakit pada tanaman jagung manis yang menyebabkan pertumbuhan tanaman tidak normal dan penurunan hasil produksi.

Berdasarkan hasil identifikasi langsung di lapangan, ditemukan dua permasalahan utama, yaitu penyakit bulai dan serangan hama ulat daun/ulat grayak.

Penyakit bulai disebabkan oleh jamur Peronosclerospora sp. dengan ciri daun belang kuning pucat hingga putih memanjang, pertumbuhan tanaman terhambat, tanaman kerdil, serta tongkol tidak terbentuk atau kosong. Penyakit ini umumnya menyerang sejak fase awal pertumbuhan tanaman dan dipicu oleh penggunaan benih tanpa perlakuan fungisida, kelembapan tinggi, curah hujan yang sering, penanaman jagung tanpa rotasi, serta sisa tanaman sakit yang tidak dimusnahkan.

Selain itu, ditemukan pula serangan hama ulat daun yang diduga kuat merupakan ulat grayak jagung (Spodoptera frugiperda) atau ulat daun (Spodoptera litura). Gejala serangan berupa daun berlubang tidak beraturan, adanya kotoran ulat di permukaan daun, hingga daun rusak berat. Ledakan hama dipengaruhi oleh musim hujan, gulma di sekitar lahan, pola tanam tidak serempak, serta kurangnya pengendalian sejak dini.

Sebagai langkah penanggulangan, disampaikan bahwa tanaman yang telah terserang bulai berat tidak dapat disembuhkan, sehingga perlu segera dicabut dan dimusnahkan agar tidak menjadi sumber penularan. Pada tanaman sehat di sekitarnya dilakukan upaya pencegahan dengan penyemprotan fungisida sistemik serta penerapan pola tanam yang lebih baik ke depan.

Untuk pengendalian hama ulat, petani diarahkan melakukan pengambilan ulat secara manual pada serangan ringan, penyemprotan insektisida sesuai anjuran bila serangan meningkat, serta penerapan pengendalian ramah lingkungan dengan memanfaatkan pestisida nabati dan menjaga keberadaan musuh alami.

Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya pendampingan dan edukasi kepada petani agar mampu mengenali gejala sejak dini serta menerapkan pengendalian hama dan penyakit tanaman secara tepat dan berkelanjutan.


OUTPUT / HASIL KEGIATAN:

Petani mampu mengenali gejala penyakit bulai dan hama ulat pada tanaman jagung manis

Diperolehnya hasil identifikasi penyebab kerusakan tanaman secara langsung di lapangan

Petani memahami bahwa penyakit bulai bersifat tidak dapat disembuhkan dan harus dicegah

Petani memperoleh rekomendasi teknis pengendalian hama dan penyakit sesuai kondisi lapang

Meningkatnya kesadaran petani dalam penerapan budidaya jagung manis yang sehat dan berkelanjutan

[Red_AKw]
-----
Kunjungi kami di:
IG: @jejak_penyuluh
FB: Jejak Penyuluh Pertanian
https://jejak-penyuluh.blogspot.com
°
°
°
#kementerianpertanian #pusluhtanri #bppsdmp #pusluhtanri #amran_sulaiman #distanhortijabar #dedimulyadi71 #distanhorbunkabbogor #kabupatenbogor #rudysusmanto #jaro_ade #kecamatancaringin #kecamatancijeruk #kecamatancigombong #jejak_penyuluh #desalemahduhur #kelompoktanipohpohanmakmur














Tidak ada komentar:

Posting Komentar

PERSIAPAN UMUM KEGIATAN BINDA: LANGKAH AWAL PENYULUH PERTANIAN WUJUDKAN DESA SEHAT DAN BERDAYA

Penyuluh Pertanian melaksanakan Persiapan Umum Kegiatan BINDA melalui koordinasi awal bersama Kepala Desa Cimande Hilir dalam hal ini Ketua...