Penyuluh Pertanian melalui media edukasi Jejak Penyuluh menyampaikan inovasi budidaya cabai dengan sistem tanam zig-zag 2:1 sebagai upaya meningkatkan produktivitas dan efisiensi usahatani cabai.
Sistem ini diterapkan dengan pola tanam dua bibit cabai dalam satu lubang tanam, kemudian lubang berikutnya diisi satu bibit secara menyilang atau zig-zag. Jarak tanam disesuaikan, yaitu sekitar 50 cm antar tanaman dan 70 cm antar baris, agar tanaman tidak saling bersaing dalam penyerapan nutrisi dan cahaya serta sirkulasi udara tetap optimal.
Selain itu, penggunaan mulsa plastik dianjurkan untuk menekan pertumbuhan gulma dan menjaga kelembapan tanah. Dengan pola tanam zig-zag, setiap tanaman memperoleh sinar matahari secara maksimal, daun tidak terlalu lembap, dan risiko serangan penyakit dapat ditekan.
Melalui penerapan sistem ini, diharapkan petani cabai mampu meningkatkan populasi tanaman per hektar, perawatan menjadi lebih mudah, penggunaan nutrisi lebih efisien, serta hasil panen menjadi lebih optimal dan berkelanjutan.
✅ OUTPUT / HASIL KEGIATAN
• Petani memahami konsep dan cara penerapan sistem tanam cabai zig-zag 2:1
• Optimalisasi cahaya matahari dan sirkulasi udara pada pertanaman cabai
• Populasi tanaman per hektar meningkat secara efektif
• Risiko penyakit dan kelembapan berlebih dapat ditekan
• Efisiensi penggunaan nutrisi dan biaya perawatan
• Peningkatan potensi produktivitas dan keuntungan usahatani cabai
{Sumber: Tirya Nugraha, S.Pt. - Penyuluh Pertanian Kecamatan Megamendung}
[Red_AKw]
-----
Kunjungi kami di:
IG: @jejak_penyuluh
FB: Jejak Penyuluh Pertanian
https://jejak-penyuluh.blogspot.com
°
°
°
#kementerianpertanian #bppsdmp #pusluhtanri #amran_sulaiman #sudaru_sudaryono #distanhortijabar #dedimulyadi71 #distanhorbunkabbogor #kabupatenbogor #rudysusmanto #jaro_ade #kecamatancaringin #kecamatancijeruk #kecamatancigombong #jejak_penyuluh

Tidak ada komentar:
Posting Komentar