Jumat, 16 Januari 2026

MONITORING DINI, CEGAH KERUGIAN: PENYULUH PERTANIAN KAWAL BUDIDAYA TOMAT APEL DI DESA TANGKIL



Penyuluh Pertanian melaksanakan kunjungan ke Kelompoktani Tani Maju III, Desa Tangkil, Kecamatan Caringin, Kabupaten Bogor, dalam rangka monitoring dan pemantauan pertumbuhan serta perkembangan tanaman tomat apel jenis Servo di lahan milik Bapak Ujang Wahyudin seluas ±0,5 Ha. Saat ini tanaman telah memasuki umur 15 Hari Setelah Tanam (HST) atau sekitar 23 hari dari masa persemaian.

Dari hasil identifikasi di lapangan, ditemukan beberapa tanaman tomat yang menunjukkan gejala keriting daun. Ciri-ciri tanaman yang terserang antara lain:
Daun muda menggulung ke atas atau ke bawah dan tampak mengeriting.
Warna daun berubah menjadi kuning pucat hingga hijau tua tidak normal.
Pertumbuhan tanaman terhambat, batang tampak kerdil.
Bunga mudah rontok dan potensi pembentukan buah menurun.
Penyakit keriting daun pada tomat umumnya disebabkan oleh virus Tomato Yellow Leaf Curl Virus (TYLCV) yang ditularkan oleh vektor kutu kebul (Bemisia tabaci). Oleh karena itu, Penyuluh Pertanian memberikan arahan teknis penanggulangan sebagai berikut:
• Segera cabut dan musnahkan tanaman yang sudah terinfeksi berat.
• Kendalikan vektor kutu kebul dengan pemasangan perangkap kuning dan aplikasi insektisida sesuai rekomendasi.
• Lakukan sanitasi kebun dengan membersihkan gulma inang.
• Gunakan benih sehat dan varietas toleran bila tersedia.
• Terapkan rotasi tanaman dan hindari penanaman berdekatan dengan tanaman inang virus.

Selain itu, diterapkan pula tata cara biosekuriti untuk mencegah penyebaran penyakit. Penyuluh menghimbau agar petani saat tiba di kebun tidak langsung berinteraksi dengan tanaman yang sakit. Aktivitas perawatan diawali pada tanaman yang sehat terlebih dahulu. Setelah seluruh pekerjaan pada tanaman sehat selesai dan petani hendak pulang, barulah dilakukan pemusnahan tanaman yang terserang dengan cara dicabut secara hati-hati, memastikan tanah dan bagian tanaman tidak berceceran di kebun, kemudian dibawa keluar untuk dimusnahkan dengan cara dibakar lalu dikubur.

Sebagai bentuk dukungan nyata terhadap penguatan usaha tani, setelah sesi monitoring dan identifikasi OPT, Penyuluh Pertanian setempat Ibu Deudeu SH, SP. memberikan fasilitasi bantuan benih sayuran kepada pengurus Kelompoktani Tani Maju III berupa benih cabai keriting, benih pakcoy, dan benih sayuran daun lainnya, guna mendukung keberlanjutan produksi dan diversifikasi komoditas.

OUTPUT / HASIL KEGIATAN:

Teridentifikasinya dini serangan penyakit keriting daun pada tanaman tomat apel.

Meningkatnya pemahaman petani tentang ciri, penyebab, dan cara pengendalian penyakit keriting daun.

Diterapkannya tata cara biosekuriti di kebun untuk mencegah penyebaran penyakit virus.

Tersalurkannya bantuan benih sayuran sebagai stimulan penguatan usaha tani Kelompoktani Tani Maju III.

[Red_AKw]

------
Kunjungi kami di:
IG: @jejak_penyuluh
FB: Jejak Penyuluh Pertanian
https://jejak-penyuluh.blogspot.com
°
°
°
#kementerianpertanian #pusluhtanri #bppsdmp #pusluhtanri #amran_sulaiman #distanhortijabar #dedimulyadi71 #distanhorbunkabbogor #kabupatenbogor #rudysusmanto #jaro_ade #kecamatancaringin #kecamatancijeruk #kecamatancigombong #jejak_penyuluh #desatangkil #kelompoktanitanimaju3 @sorotan
















Tidak ada komentar:

Posting Komentar

LAUNCHING PENANAMAN POHON HUTAN KOTA, WUJUD NYATA KOMITMEN LINGKUNGAN HIJAU DI KECAMATAN CARINGIN

Berbagai unsur Forkompincam turut menghadiri dan berpartisipasi dalam kegiatan Launching Penanaman Pohon Hutan Kota yang diselenggarakan pad...