Senin, 08 Desember 2025

PANEN PADI SAWAH DI KELOMPOKTANI SUKA TANI II: INPARI 32 DOMINAN, PENYULUH SARANKAN PENJUALAN KE BULOG UNTUK KETAHANAN PANGAN



Senin, 8 Desember 2025 — Jejak Penyuluh hadir langsung mendampingi kegiatan panen padi sawah di Kelompoktani Suka Tani I yang berlokasi di Kampung Curugdengdeng RT/RW. 001/003, Desa Caringin, Kecamatan Caringin, Kabupaten Bogor. Bersama ketua Kelompoktani, Bapak Ujang Ruswandi,  penyuluh melakukan pemantauan panen dan evaluasi varietas.

Musim panen kali ini melibatkan dua varietas padi: Inpari 32 dan Inpari 42. Hasil pengamatan lapangan menunjukkan bahwa Inpari 32 menghasilkan produktivitas lebih tinggi dibandingkan Inpari 42 — salah satu faktor utama adalah ukuran bulir gabah Inpari 32 yang lebih besar, sehingga berat dan hasil gabah per areal menjadi lebih tinggi. Penyuluh mendorong petani untuk mengelola pascapanen (pengeringan dan pembersihan) supaya kualitas gabah memenuhi standar pembelian pemerintah (Bulog) agar harga yang diterima optimal.

Pada kesempatan ini penyuluh memberikan himbauan agar hasil panen dapat diarahkan untuk jual ke Bulog. Penyuluh menjelaskan mekanisme penjualan gabah ke Bulog secara rinci sehingga petani memahami persyaratan kualitas, klasifikasi gabah, dan harga acuan HPP yang berlaku.

_*PENJELASAN TERPERINCI PENJUALAN GABAH KE BULOG*_

1. Klasifikasi & standar kualitas gabah (mutu yang diperiksa Bulog):

GKP (Gabah Kering Panen) di Petani: Kadar air maksimal 25%, kadar hampa/impurity maksimal 10%. Harga acuan HPP: Rp 6.500 / kg.

GKP di Penggilingan: Syarat kualitas sama (kadar air maks 25%, hampa maks 10%), HPP: Rp 6.700 / kg.

GKG (Gabah Kering Giling) di Penggilingan: Kadar air maksimal 14%, hampa maksimal 3%, HPP: Rp 8.000 / kg.

GKG di Gudang BULOG: Kadar air maksimal 14%, hampa maksimal 3%, HPP: Rp 8.200 / kg.

Beras di Gudang Perum BULOG: Derajat sosoh min 100, kadar air maks 14%, butir patah maks 25%, butir menir maks 2%, HPP: Rp 12.000 / kg.

2. Langkah teknis penjualan ke Bulog (alur umum):

Persiapan di tingkat petani / kelompok: sortir gabah dari kotoran/hampa, jemur atau gunakan mesin pengering hingga kadar air sesuai target (ideal untuk GKG: ≤14%; untuk GKP minimal dikeringkan sampai mendekati 25% agar tidak ada penurunan mutu). Pisahkan gabah yang bermutu rendah.

Pengambilan sampel & pengujian mutu: sebelum pembelian Bulog biasanya melakukan sampling untuk mengukur kadar air, kadar hampa, dan parameter lain (butir patah/menir untuk beras). Pastikan kelompok menyediakan titik timbangan/ruang penyimpanan yang rapi.

Penentuan klasifikasi & harga: berdasarkan hasil pengujian, Bulog menetapkan klasifikasi (GKP di petani/penggilingan, GKG di penggilingan/gudang) dan menyesuaikan HPP sesuai klasifikasi. Jika mutu melebihi/kurang dari standar, harga mengikuti kategori yang sesuai atau ada potongan/penyesuaian.

Dokumentasi & administrasi: siapkan identitas petani (KTP), surat kelompok, nota timbangan, serta dokumen pengantar/serah terima. Kelompoktani umumnya lebih mudah mengurus pembelian kolektif.

Pengangkutan & penimbangan: gabah ditimbang di lokasi yang disepakati (penggilingan atau gudang Bulog). Timbangan resmi dan berita acara serah terima dibuat.

Pembayaran: setelah verifikasi mutu dan penimbangan selesai, Bulog melakukan pembayaran sesuai harga HPP yang berlaku untuk kategori gabah/beras yang diterima (harga per kg seperti tabel di atas). Waktu pencairan dan mekanisme pembayaran mengikuti prosedur Bulog setempat (transfer ke rekening petani/kelompok atau mekanisme lain).

3. Catatan penting untuk petani/kelompok:

Upayakan menurunkan kadar air hingga ≤14% bila memungkinkan (untuk mendapatkan status GKG dan harga lebih tinggi). Pengeringan yang baik meningkatkan nilai jual.

Kurangi kadar hampa/menir dengan sortir manual atau mesin pemisah untuk menghindari penalti harga.

Jaga kebersihan dan kemurnian gabah (hindari campuran dengan butiran asing/kerikil).

Komunikasikan lebih dulu dengan petugas Bulog setempat untuk mengetahui jadwal pembelian, syarat administratif, dan prosedur teknis terbaru. (Penyuluh siap memfasilitasi komunikasi ini.)

Dengan pengelolaan pascapanen yang baik — pengeringan, sortir, dan pengemasan — hasil panen Inpari 32 yang lebih produktif dapat dimaksimalkan dan diarahkan ke pembelian pemerintah (Bulog) sehingga petani mendapatkan harga yang layak dan sekaligus mendukung ketahanan pangan daerah dan nasional.


OUTPUT / HASIL KEGIATAN:

Lokasi: Kampung Curugdengdeng RT/RW. 001/003, Desa Caringin, Kec. Caringin, Kab. Bogor.

Pelaksana: Penyuluh Pertanian Desa Caringin bersama Ketua Kelompoktani Suka Tani I (Bpk. Ujang Ruswandi).

Komoditas: Padi sawah — Varietas Inpari 32 dan Inpari 42.

Temuan utama: Inpari 32 menunjukkan hasil panen lebih tinggi daripada Inpari 42; penyebab dominan: ukuran bulir gabah Inpari 32 lebih besar sehingga bobot per bulir gabah lebih besar.

Rekomendasi teknis: Segera lakukan pengeringan hingga kadar air sesuai standar BULOG, pembersihan dari hampa/kerikil, sortir butir patah/menir, dan siapkan dokumen kelompok (surat kelompok / KTP petani) sebelum pengajuan pembelian ke Bulog.

Rekomendasi pemasaran: Prioritaskan penjualan ke BULOG bila memenuhi syarat mutu — agar mendapatkan harga HPP dan mendukung stok nasional.

Uraian singkat: Keunggulan & kekurangan varietas (berdasarkan pengamatan lapangan)

Inpari 32
Keunggulan:

Bulir gabah lebih besar → bobot gabah per tongkol lebih tinggi → hasil panen per luasan lebih tinggi.

Potensi produksi lebih baik di kondisi pemupukan dan pengairan yang memadai.
Kekurangan:

Bila tidak dikeringkan dan disimpan dengan benar, gabah berbutir besar tetap rentan terhadap serangan hama/penggerek atau kerusakan fisik saat pascapanen.

Mungkin memerlukan perlakuan pengeringan lebih teliti untuk mencapai kadar air standar.

Inpari 42
Keunggulan:

Umumnya toleran dan stabil pada beberapa kondisi lingkungan; butir lebih kecil sehingga lebih cepat kering.

Potensi mutu beras untuk beberapa segmen pasar lokal dapat baik.
Kekurangan:

Produksi gabah per luasan cenderung lebih rendah dibanding Inpari 32 (menurut pengamatan di lokasi ini) karena ukuran bulir lebih kecil.

[Red_AKw]
-----
Kunjungi kami di:
IG: @jejak_penyuluh
FB: Jejak Penyuluh Pertanian
https://jejak-penyuluh.blogspot.com

°
°
°
#kementerianpertanian #pusluhtanri #bppsdmp #pusluhtanri #amran_sulaiman #distanhortijabar #dedimulyadi71 #distanhorbunkabbogor #kabupatenbogor #rudysusmanto #jaro_ade #kecamatancaringin #kecamatancijeruk #kecamatancigombong #jejak_penyuluh #desacaringin #kelompoktanisukatani1

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

LAUNCHING PENANAMAN POHON HUTAN KOTA, WUJUD NYATA KOMITMEN LINGKUNGAN HIJAU DI KECAMATAN CARINGIN

Berbagai unsur Forkompincam turut menghadiri dan berpartisipasi dalam kegiatan Launching Penanaman Pohon Hutan Kota yang diselenggarakan pad...