Minggu, 30 November 2025

PENERAPAN PESTISIDA NABATI DI PIRANG MAJU JAYA: SOLUSI AMAN, MURAH, DAN EFEKTIF UNTUK PETANI MUARAJAYA

 


Caringin, 29 November 2025 — Jejak Penyuluh kembali melanjutkan pendampingan kepada petani melalui kegiatan penerapan langsung Aplikasi Pestisida Nabati pada tanaman jagung manis di Kelompoktani Pirang Maju Jaya, Desa Muarajaya, Kecamatan Caringin, Kabupaten Bogor. Kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari penyuluhan yang telah dilaksanakan pada 27 November 2025.

Aplikasi lapangan ini dipandu oleh mahasiswa IPB bersama ketua Gapoktan Maju Jaya, Apih Moch Gumyadi, dengan tujuan memastikan petani memahami teknik pembuatan, dosis, hingga cara penyemprotan pestisida nabati secara tepat, efektif, dan aman.

Pestisida nabati berbahan daun sirsak dan bawang putih dipilih karena kemampuannya mengendalikan berbagai jenis hama jagung, seperti belalang, kutu daun, lalat bibit, penggerek batang, hingga penggerek tongkol. Selain efektif, bahan ini mudah diperoleh dan mampu menekan biaya produksi petani karena tidak membutuhkan bahan kimia mahal.

Dalam kegiatan ini, mahasiswa IPB mendampingi petani mulai dari proses penyaringan larutan, pencampuran dosis, hingga teknik pengaplikasian di lahan. Petani sangat antusias karena metode ini terbukti lebih aman, ramah lingkungan, dan dapat digunakan hingga mendekati masa panen.

Kegiatan ini memberikan pemahaman teknis dan solusi nyata bagi petani dalam menghadapi serangan hama serta perubahan kebijakan pupuk. Jejak Penyuluh akan terus hadir mendukung petani melalui edukasi, teknologi tepat guna, dan pendampingan berkelanjutan.

[Red_AKw]
---
Kunjungi kami di:
IG: @jejak_penyuluh
FB: Jejak Penyuluh Pertanian
https://jejak-penyuluh.blogspot.com
°
°
°
#kementerianpertanian #pusluhtanri #bppsdmp #amran_sulaiman #distanhortijabar #dedimulyadi71 #distanhorbunkabbogor #kabupatenbogor #rudysusmanto #jaro_ade #kecamatancaringin #kecamatancijeruk #kecamatancigombong #jejak_penyuluh #desamuarajaya #kelompoktanipirangmajujaya

Jumat, 28 November 2025

SURVEI JALAN USAHA TANI & PEMBINAAN KWT BINA SEJAHTERA: LANGKAH NYATA PENYULUH MAJUKAN PETANI DESA TANGKIL



Penyuluh Pertanian Desa Tangkil, Kecamatan Caringin, Kabupaten Bogor, Ibu Deudeu SH, SP., bersama Penyuluh Pertanian Desa Cinagara, Bapak Putera, melaksanakan rangkaian kegiatan lapangan berupa Survei Lokasi Pengajuan Program Jalan Usaha Tani (JUT) di Kelompoktani Tani Maju II, yang kemudian dilanjutkan dengan Kegiatan Pembinaan kepada KWT Bina Sejahtera.

Program Jalan Usaha Tani (JUT) adalah pembangunan atau perbaikan jalan khusus yang digunakan untuk:

Mengakses lahan pertanian,

Mempermudah mobilitas alat dan mesin pertanian,

Mempercepat proses pengangkutan hasil panen,

Menekan biaya transportasi petani,

Meningkatkan efisiensi usaha tani.

JUT menjadi infrastruktur kunci agar petani dapat bekerja lebih cepat, mudah, dan produktif.

Survei lapangan sangat penting dilakukan oleh Penyuluh Pertanian untuk:

1. Menilai kondisi aktual jalan menuju lahan (tingkat kerusakan, aksesibilitas, kebutuhan lebar jalan).

2. Memastikan manfaat langsung yang akan diterima oleh kelompoktani pemohon.

3. Mengumpulkan data teknis (panjang JUT, topografi, potensi pengguna, komoditas yang dibudidayakan).

4. Menentukan urgensi pembangunan, sehingga proposal JUT yang diajukan tepat sasaran.

5. Menyusun rekomendasi teknis ke Dinas terkait agar pembangunan dapat direalisasikan sesuai kebutuhan petani di lapangan.

Survei ini merupakan bagian dari proses resmi sebelum pengajuan Pembangunan Jalan Usaha Tani, sehingga program dapat dipertanggungjawabkan dan dilaksanakan secara efektif.

---

Setelah survei JUT, Penyuluh Pertanian melanjutkan kegiatan pembinaan kepada KWT Bina Sejahtera dengan materi meliputi:

1️⃣ Penguatan Kelembagaan KWT

Evaluasi struktur kepengurusan, pembagian tugas, dan administrasi kelompok.

Penguatan kekompakan dan solidaritas anggota.

2️⃣ Pembinaan Usaha Ekonomi Produktif (UEP)

Identifikasi potensi komoditas unggulan KWT.

Pendampingan pengembangan olahan pangan rumah tangga.

Strategi pemasaran sederhana dan pemasaran digital.

3️⃣ Edukasi Teknik Budidaya yang Baik

Pemilihan benih berkualitas.

Pengolahan lahan ramah lingkungan.

Pengenalan pupuk organik dan pemupukan berimbang.

Pengendalian OPT (Organisme Pengganggu Tanaman) secara ramah lingkungan.

4️⃣ Manajemen Pekarangan dan P2L

Pengelolaan pekarangan untuk membantu ketersediaan pangan keluarga.

Penataan tanaman sayur dan toga.

Pemanfaatan limbah rumah tangga untuk kompos.

5️⃣ Pencatatan dan Administrasi Kegiatan

Cara mencatat kegiatan, hasil panen, hingga laporan kegiatan KWT.

Pembinaan ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan ibu-ibu KWT dalam mengelola usaha tani pekarangan, meningkatkan pendapatan keluarga, serta memperkuat ketahanan pangan rumah tangga.

---

📌 OUTPUT / HASIL KEGIATAN JEJAK PENYULUH

1. Terselenggaranya survei teknis Jalan Usaha Tani di Kelompoktani Tani Maju II sebagai dasar pengajuan pembangunan JUT.

2. Tersusunnya rekomendasi awal terkait panjang, kondisi, dan kebutuhan teknis JUT.

3. Meningkatnya pengetahuan dan keterampilan anggota KWT Bina Sejahtera terkait kelembagaan, budidaya, dan usaha ekonomi produktif.

4. Terbangunnya sinergi antara penyuluh, kelompoktani, dan KWT dalam meningkatkan kesejahteraan petani di Desa Tangkil.

[Red_AKw]

---
Kunjungi kami di:
IG: @jejak_penyuluh
FB: Jejak Penyuluh Pertanian
https://jejak-penyuluh.blogspot.com
°
°
°
#kementerianpertanian #pusluhtanri #bppsdmp #amran_sulaiman #distanhortijabar #dedimulyadi71 #distanhorbunkabbogor #kabupatenbogor #rudysusmanto #jaro_ade #kecamatancaringin #kecamatancijeruk #kecamatancigombong #jejak_penyuluh #desatangkil #kelompoktanitanimaju2 #kwtbinasejahtera

PENYULUHAN PESTISIDA NABATI & KEBIJAKAN TURUNNYA HET PUPUK: LANGKAH NYATA RINGANKAN BEBAN PETANI DI PIRANG MAJU JAYA



Caringin, 27 November 2025 — Jejak Penyuluh kembali hadir mendampingi petani melalui kegiatan Penyuluhan rutin di Kelompoktani Pirang Maju Jaya, Desa Muara Jaya, Kecamatan Caringin. Kegiatan yang digelar pada Kamis sore ini berlangsung interaktif, informatif, dan penuh antusiasme dari para petani.

Pada sesi pertama, Mahasiswa IPB menyampaikan materi mengenai Pestisida Nabati, dengan fokus pada pembuatan dan penggunaan pestisida berbahan daun sirsak dan bawang putih. Materi ini sangat relevan karena pestisida nabati menjadi solusi aman dan ramah lingkungan untuk mengendalikan organisme pengganggu tanaman tanpa residu kimia berlebih.

Pestisida nabati adalah pestisida berbahan aktif alami yang berasal dari tumbuhan, aman bagi lingkungan, mudah dibuat, dan efektif mengendalikan hama.

Manfaat:

Tidak menyebabkan resistensi hama.

Aman bagi manusia dan hewan ternak.

Mengurangi biaya produksi dan ketergantungan pada pestisida kimia.

Ramah lingkungan dan mudah terurai.

Bahan Utama:

Daun sirsak (mengandung annonain, fitosterol, resin) → insektisida alami untuk ulat, penggerek, tungau, dan kutu daun.

Bawang putih (mengandung allisin, flavonoid) → bersifat antifungi, antibakteri, dan insektisida alami.

Efektif untuk mengendalikan hama:

Belalang

Kutu daun

Lalats bibit

Penggerek batang

Penggerek tongkol

Materi disampaikan mulai dari alat & bahan, langkah pembuatan, dosis penggunaan, hingga teknik penyemprotan yang tepat. Petani sangat tertarik karena prosesnya sederhana dan biaya pembuatannya murah.

---

Sesi kedua dipandu oleh Andri Kw selaku Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) bersama Ustadz Wandi Irawan selaku PPS. Dalam pemaparannya, disampaikan kebijakan terbaru pemerintah mengenai:

📌 Penurunan Harga Pupuk Bersubsidi 20% per 22 Oktober 2025

Kebijakan historis ini diumumkan oleh Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman, sesuai instruksi langsung Presiden Prabowo Subianto.

Harga baru pupuk bersubsidi:

Urea: dari Rp 112.500 → Rp 90.000/sak

NPK: dari Rp 115.000 → Rp 92.000/sak

Penurunan ini dilakukan tanpa tambahan beban APBN, melainkan melalui efisiensi. Pemerintah juga menindak tegas pelanggaran harga; tercatat 2.039 kios terancam dicabut izinnya karena menjual di atas HET.

Petani diimbau melapor apabila menemukan harga tidak sesuai ketentuan.

---

HASIL KEGIATAN / OUTPUT JEJAK PENYULUH

Kegiatan penyuluhan berjalan dinamis dengan diskusi tanya jawab yang sangat aktif dipimpin oleh ketua kelompok, Apih Moch Gumyadi, bersama anggota Bapak Doyok dan Bapak Ace.

1️⃣ Pertanyaan Apih Moch Gumyadi:
“Apakah pestisida nabati ini aman digunakan pada tanaman sayuran yang masa panennya cepat?”

Jawaban:
Ya, sangat aman. Pestisida nabati tidak meninggalkan residu berbahaya dan dapat diaplikasikan hingga mendekati masa panen. Bahan alami seperti daun sirsak dan bawang putih mudah terurai sehingga tidak membahayakan konsumen.

---

2️⃣ Pertanyaan Bapak Doyok:
“Dengan turunnya harga pupuk 20%, apakah petani bisa langsung mendapatkan harga baru di kios?”

Jawaban:
Benar, harga baru sudah resmi berlaku sejak 22 Oktober 2025. Petani yang membutuhkan pupuk bersubsidi harus terdaftar di dalam ERDKK.

---

3️⃣ Pertanyaan Bapak Ace:
“Untuk hama penggerek batang pada padi, apakah pestisida nabati ini cukup efektif?”

Jawaban:
Efektif, terutama karena ekstrak daun sirsak mengandung senyawa insektisida alami yang mampu menghambat nafsu makan dan membunuh larva penggerek. Penyemprotan rutin setiap 5–7 hari sangat direkomendasikan.

---

Kegiatan Penyuluhan ini disambut sangat positif oleh seluruh anggota Kelompoktani Pirang Maju Jaya. Penyuluhan tidak hanya memberikan solusi praktis pengendalian hama, tetapi juga menyampaikan kebijakan penting pemerintah yang memberi dampak langsung pada efisiensi biaya produksi petani.
Jejak Penyuluh akan terus hadir mendukung petani melalui edukasi dan pendampingan berkelanjutan.

[Red_AKw]
---

Kunjungi kami di:
IG: @jejak_penyuluh
FB: Jejak Penyuluh Pertanian
https://jejak-penyuluh.blogspot.com
°
°
°
#kementerianpertanian #pusluhtanri #bppsdmp #amran_sulaiman #distanhortijabar #dedimulyadi71 #distanhorbunkabbogor #kabupatenbogor #rudysusmanto #jaro_ade #kecamatancaringin #kecamatancijeruk #kecamatancigombong #jejak_penyuluh #desamuarajaya #kelompoktanipirangmajujaya #ipbuniversity





































































































PERKUAT SINERGI GP3A, PETANI SEPAKATI SOLUSI BIJAK ATASI KETERBATASAN AIR IRIGASI DI CARINGIN

  Kamis, 5 Februari 2025 telah dilaksanakan kegiatan Pertemuan Gabungan Perkumpulan Petani Pemakai Air (GP3A) yang merupakan kelembagaan ga...