Jumat, 06 Februari 2026

PERKUAT SINERGI GP3A, PETANI SEPAKATI SOLUSI BIJAK ATASI KETERBATASAN AIR IRIGASI DI CARINGIN

 


Kamis, 5 Februari 2025 telah dilaksanakan kegiatan Pertemuan Gabungan Perkumpulan Petani Pemakai Air (GP3A) yang merupakan kelembagaan gabungan dari sejumlah Perkumpulan Petani Pemakai Air (P3A) yang bersepakat bekerja sama dalam pemanfaatan air irigasi dan jaringan irigasi pada daerah layanan blok sekunder, gabungan beberapa blok sekunder, atau satu daerah irigasi. Kegiatan ini diselenggarakan di Sekretariat Kelompoktani Mina Pelita, berlokasi di Kp. Cinagara 001/003, Desa Cinagara, Kecamatan Caringin, Kabupaten Bogor.

Pertemuan antar pengurus P3A, khususnya petugas ulu-ulu, mempertemukan Ulu-ulu Desa Muarajaya, Bapak Ibrahim, dengan Ulu-ulu Desa Cinagara, Bapak Haji Agus Riyanto, dalam rangka mendiskusikan permasalahan saluran irigasi yang telah berlangsung lebih dari dua minggu terakhir. Debit air menuju area persawahan pada blok BI Kampung Nyeunang mengalami penurunan signifikan sehingga belum mencukupi kebutuhan pengairan lahan sawah yang mulai digarap oleh petani. Kondisi ini terjadi seiring dengan alih usaha tani dari hortikultura dan palawija ke padi sawah dalam rangka mendukung Perluasan Areal Tanam (PAT).

Bapak Haji Agus Riyanto menyampaikan bahwa penurunan debit air disebabkan adanya longsor pada saluran irigasi di wilayah RT/RW 001/004 Desa Cinagara. Untuk mencegah luapan air ke jalan dan rumah warga, saluran irigasi sementara diperkecil, dan dialihkan ke saluran lain untuk mengurangi resiko luapan air akibat longsor tersebut dan perbaikan permanen direncanakan akan dilakukan oleh PUPR setelah Idul Fitri.

Sebagai langkah sementara, disepakati pengaturan pemakaian air secara bergantian sesuai kebutuhan. Ketika petani padi di Desa Muarajaya akan mengolah lahan dan memerlukan air, saluran irigasi menuju Desa Muarajaya akan dibuka secara maksimal, dan sebaliknya.
Penyusunan jadwal giliran air yang disepakati bersama antar P3A agar pembagian air lebih adil dan terukur.
Gotong royong sementara membersihkan sedimen dan material longsoran ringan di sekitar saluran yang aman untuk dikerjakan masyarakat.

Koordinasi intensif dengan Pemerintah Desa dan PUPR untuk percepatan penanganan darurat apabila kondisi semakin kritis.
Sosialisasi kepada petani agar melakukan pengelolaan air hemat (efisiensi) selama masa perbaikan irigasi belum dilakukan.

Melalui pertemuan ini diharapkan terbangun kesepahaman dan sinergi antar petani serta pemangku kepentingan, sehingga kebutuhan air irigasi tetap terpenuhi dan kegiatan tanam padi dalam rangka PAT dapat berjalan dengan baik dan berkelanjutan.

Turut hadir pada pertemuan tersebut yaitu:
- Penyuluh Pertanian Desa Muarajaya Kecamatan Caringin Kab. Bogor
- Ketua KTNA Kecamatan Caringin Kabupaten Bogor, Apih Moch Gumyadi
- Ketua Perkumpulan Petani Pemakai Air (P3A) Desa Cinagara, Bapak Haji Agus Riyanto
- Ulu-ulu Kelompoktani Setia Wargi Desa Muarajaya Kecamatan Caringin, Bapak Ibrahim
- Ketua Kelompoktani Mina Pelita, Ibu Adah Sya’adah, beserta perwakilan anggota Kelompoktani Mina Pelita Desa Cinagara

OUTPUT / HASIL KEGIATAN:

Teridentifikasinya penyebab utama berkurangnya debit air irigasi.

Tercapainya kesepakatan pengaturan giliran air sementara yang adil.

Terbangunnya koordinasi antar P3A lintas desa dalam mendukung PAT padi sawah.

Rekomendasi langkah teknis dan sosial untuk menjaga keberlanjutan pengairan hingga perbaikan irigasi selesai.

[Red_AKw]
-----
Kunjungi kami di:
IG: @jejak_penyuluh
FB: Jejak Penyuluh Pertanian
https://jejak-penyuluh.blogspot.com
°
°
°
#kementerianpertanian #pusluhtanri #bppsdmp #pusluhtanri #amran_sulaiman #distanhortijabar #dedimulyadi71 #distanhorbunkabbogor #kabupatenbogor #rudysusmanto #jaro_ade #kecamatancaringin #kecamatancijeruk #kecamatancigombong #jejak_penyuluh #desamuarajaya #desacinagara #kelompoktanisetiawargi #kelompoktaniminapelita #gp3a #p3a















Kamis, 05 Februari 2026

PENYULUHAN PENGENDALIAN HAMA DAN PENYAKIT TANAMAN MELALUI PENGENALAN JENIS-JENIS PESTISIDA DI KELOMPOKTANI SUKA TANI III




Kegiatan Pertemuan Kelompoktani Suka Tani III yang berlokasi di Kampung Babakan Selaawi, Desa Caringin, Kecamatan Caringin, Kabupaten Bogor, kali ini diisi dengan kegiatan penyuluhan pertanian yang membahas pengenalan jenis-jenis racun atau pestisida dalam upaya pengendalian dan pemberantasan Hama dan Penyakit Tanaman (HPT).


Penyuluhan ini dipandu langsung oleh Penyuluh Pertanian setempat dan disampaikan oleh Petugas Organisme Pengganggu Tumbuhan (POPT) Kecamatan Caringin, yaitu Kang Beni Muhibbin. Materi yang disampaikan meliputi pengenalan dan fungsi beberapa jenis pestisida, antara lain Insektisida, Herbisida, Fungisida, Moluskasida, dan Rodentisida, beserta tata cara pengaplikasiannya yang tepat, aman, dan bijaksana sesuai kebutuhan di lapangan.


Insektisida dijelaskan sebagai racun yang berfungsi untuk mengendalikan dan memberantas hama serangga perusak tanaman, seperti ulat, wereng, dan kutu. Pengaplikasiannya dilakukan dengan penyemprotan sesuai dosis anjuran, pada waktu yang tepat, serta memperhatikan jenis hama sasaran agar hasilnya efektif dan tidak merusak lingkungan.


Herbisida berfungsi untuk mengendalikan gulma atau tanaman pengganggu yang dapat menghambat pertumbuhan tanaman utama. Aplikasi herbisida dilakukan secara selektif pada gulma sasaran, dengan dosis yang sesuai dan menghindari kontak langsung dengan tanaman budidaya.


Fungisida digunakan untuk mengendalikan penyakit tanaman yang disebabkan oleh jamur, seperti blas, busuk daun, dan bercak daun. Pengaplikasian fungisida dilakukan secara preventif maupun kuratif, dengan penyemprotan merata pada bagian tanaman yang terserang sesuai anjuran.


Moluskasida berfungsi untuk mengendalikan hama keong atau siput yang sering merusak tanaman muda, terutama pada lahan sawah. Penggunaannya dilakukan dengan menebarkan moluskasida pada area yang menjadi jalur atau tempat berkembangnya hama tersebut.


Rodentisida digunakan untuk mengendalikan hama tikus. Pada kegiatan ini dijelaskan penggunaan rodentisida berbahan belerang yang diaplikasikan dengan cara dibakar. Asap dari pembakaran belerang dimasukkan ke dalam lubang aktif tikus, kemudian lubang ditutup rapat agar asap bekerja secara maksimal. Pengaplikasian dilakukan secara hati-hati, memperhatikan arah angin, dan menggunakan alat pelindung diri demi keselamatan.


Melalui kegiatan ini, petani diharapkan dapat memahami fungsi masing-masing jenis pestisida serta mampu menerapkannya secara bijak, tepat sasaran, dan sesuai kebutuhan, sehingga pengendalian Hama dan Penyakit Tanaman dapat dilakukan secara efektif, aman, dan berkelanjutan.


OUTPUT / HASIL KEGIATAN:


Meningkatnya pengetahuan dan pemahaman petani tentang jenis-jenis pestisida dan fungsinya.


Petani mampu membedakan penggunaan Insektisida, Herbisida, Fungisida, Moluskasida, dan Rodentisida sesuai sasaran HPT.


Petani memahami tata cara pengaplikasian pestisida yang tepat, aman, dan bijaksana.


Terwujudnya pengendalian Hama dan Penyakit Tanaman yang efektif serta ramah lingkungan.


Meningkatnya kesadaran petani akan pentingnya penggunaan pestisida sesuai dosis dan kebutuhan lapangan.


[Red_AKw]

-----

Kunjungi kami di:

IG: @jejak_penyuluh

FB: Jejak Penyuluh Pertanian

https://jejak-penyuluh.blogspot.com


°

°

°

#kementerianpertanian #pusluhtanri #bppsdmp #pusluhtanri #amran_sulaiman #distanhortijabar #dedimulyadi71 #distanhorbunkabbogor #kabupatenbogor #rudysusmanto #jaro_ade #kecamatancaringin #kecamatancijeruk #kecamatancigombong #jejak_penyuluh #desacaringin #kelompoktanisukatani3









































PERKUAT SINERGI GP3A, PETANI SEPAKATI SOLUSI BIJAK ATASI KETERBATASAN AIR IRIGASI DI CARINGIN

  Kamis, 5 Februari 2025 telah dilaksanakan kegiatan Pertemuan Gabungan Perkumpulan Petani Pemakai Air (GP3A) yang merupakan kelembagaan ga...